Anda di halaman 1dari 8

Aliran-Aliran Pendidikan:

Gerakan Pembaharuan Pendidikan Developmentalisme


1. Orientasi Umum

Developmentalisme adalah paham yang menerapkan prinsip-prinsip pendidikan naturalisme


romantik rosseau atau pendidikan sekolah dialam, dengan memberikan peranan yang lebih positif
dari pendidik didalam mengawal dan melancarkan proses pengembangan yang wajar dari
kemampuan-kemampuan bawaan yang terkandung dalam diri setiap individu. Konsep – konsep
pendidikan yanng dicetuskan oleh gerakan ini adalah:

a) Mengaktualisasikan semua potensi anak yang masih laten, membentuk watak susila dan
kepribadian yang harmonis, serta meningkatkan derajat sosial manusia.

b) Dengan pengembangan yang dikontrol, membentuk tanggapan, mengembangkan insting anak


melalui indra dan emosional menjadi pengetahuan dan moral akan membuat anak mengaktualisasi
semua potensi.

c) Pengembangan dilakukan sejalan dengan tingkat perkembangan anak.

Paham Developmentalisme berkembang pada abad 19. Aliran ini memandang proses
pendidikan sebagai suatu proses perkembangan jiwa, maka aliran ini disebut juga sebagai
aliran psikologis dalam pendidikan. Aliran developmentalisme terbagi menjadi 2 kategori
besar, yaitu:
a. Developmentalisme merupakan perkembangan lebih lanjut dari Naturalisme Romantik
dari Rosseau, yang menganjurkan pendidikan alam dalam arti:
1) Pendidikan sesuai dengan alam, yaitu pendidikan yang mengembangkan pembawaan atau
bakat anak yang pada dasarnya adalah baik.
2) Pendidikan negatif, yaitu pendidikan yang tidak ditunjukan untuk mempersiapkan hidup
dalam masyarakat yang ada, tetapi mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi-kondisi
masyarakat yang tidak menguntungkan, tetapi harus berpartisipasi di dalamnya.
3) pendidikan yang berlangsung dalam alam, yaitu pendidikan yang dilaksanakan di dalam
kehidupan fisik dan sosial yang wajar, tidak dibuat-buat.
b. Developmentalisme adalah paham yang mencoba menerapkan prinsip-prinsip naturalisme
romantik Rousseau atau pendidikan alam di sekolah, dengan memberikan peranan yang
lebih positif dari pendidikan di dalam mengawal dan melancarkan proses pengembangan
yang wajar dari kemampuan-kemampuan bawaanyang terkandung dalam diri setiap
individu.

Karakteristik aliran developmentalisme adalah sebagai berikut:

a. Pendidikan adalah pengembangan pembawaan (nature) yang disertai oleh asuhan yang baik
(nuture).

b. Pendidikan didasarkan pada studi tentang karakteristik perkembangan anak melalui observasi
dan eksperimen.

c. Perbaikan pendidikan lebih ditekankan pada metode-metode pengajar, pendidikan guru dan
pemahaman tentang karakteristik proses pendidikan yang lebih baik.

d. Pengembangan pendidikan mengutamakan perbaikkan pendidikan dasar.

e. Pengembangan pendidikan mengutamakan pada pengembangan pendidikan universal.


2. Tokoh-tokoh aliran developmentalisme

A. PESTALOZZI DAN PESTALOZZIANISME ( 1746-1827 )


Menurut Pestalozzi tujuan pendidikan adalah meningkatkan derajat sosial seluruh umat
manusia, untuk itu dikembangkan semua aspek individualnya yaitu otak, tangan dan hati
mereka. Pestalozzi adalah tokoh pertama yang dipengaruhi oleh paham naturalisme
romantik dari Rousseau.
1) Sejarah hidup

Lahir di Swiss pada 12 januari 1746 ,dari seorang ayah ahli bedah
terkemuka

berbangsa Italia yang beragama Protestan , namun beliau meninggal


ketika Johan berusia

lima tahun. Dengan harta warisan yang ditinggalkan ayahnya hanya


cukup untuk hidup sederhana sekali. Kemudian Johan tumbuh dan besar
di bawah asuhan seorang janda dan

pembantunya yang setia Babeli ( Barbara Schimd ). Kasih sayang ibunya


sangat berkesan dan mempengaruhi pemikirannya tentang pendidikan.

Pendidikan yang ditempuh johann Heinrich Pestalozzi dimulai dengan


memasuki

Sekolah Dasar , sekolah Menengah,kemudian memasuki Collegium


Carollinum yaiyu

sebuah sekolah lanjutan yang didirikan ada abad 8 kemudian


dibangkitkan kembali pada

abad 17

Sebagai sekolah Humanist oleh seorang tokoh pembaharu agama yang


liberal dan Sarjana

Klasik yaitu Ulrich Zwingli. Karena pengaruh kakeknya, ia ingin menjadi


pendeta, tetapi gagal. Kemudian di Akademi, Pestalozzi belajar Bahasa
dan Sastra Yunani,Yahudi ,Sejarah, Retorika serta Filsafat dibawah
bimbingan professor yang berpikiran progresif beliau terus mendorong
dan mendukung idealism dan minat Pestalozzi terhadap reformasi
social.Dia membaca karya-karya Rosseau dan secara periodikMenulis
essay tentang politik dan masalah-maslah social yang disponsori oleh
anggota fakultasnya,berkat tulisannya itu beliau dijuluki seorang radikal
oleh kalangan penguasa pemerintah konservatif.

Karena pengaruh tulisan Rosseau yang melukiskan pengacara sebagai


pemungut bayaran, dan bertani sebagai pekerjaan alami yang ideal
beliau menghentikan rencananya berkarir dalam bidang hukum dan
memutuskan menjadi seorang petani. Setelah selama

setahun mendapat pelatihan mengenai pertanian di Canton Of Berne


Swiss bagian Barat .
Tahun 1768 dia mampu membeli tanah dan mulai melakukan percobaan
pengolahan

tanah dengan metoda yang telah dikembangkan. Tetapi karena


kegagalan dalam pengelolaan keuangannya pertanian ini ditutup pada
tahun 1774.Beliau mengubah

pertanian yang telah diberi nama Neuhoff (New Farm) menjadi sekolah
dasar bagi anak-anak terlantar dari petani-petani miskin.

Pada awalnya sekolah ini memiliki 20 orang siswa kemudian bertambah


menjadi 50

orang anak laki-laki dan anak perempuan.Pola belajar yang diterapkan


merupakan

perpaduan berkebun, memasak, menjahit,dan kelompok diskusi dengan


belajar Three Rs(menulis,membaca,dan berhitung) juga kajian Injil.

Tahun 1780 sekolah ini ditutup karena kekurangan dana padahal anak-
anak telah mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang
menakjubkan,cukup makanan dan pakaian, pengetahuan keterampilan
kesehatan dan karakternya yang terus berkembang.

Dalam petualangan cinta sesama ini Pestalozzi telah kehilangan semua


asset dan warisan istrinya hanya dengan bantuan sisa teman-temannya
beliau dapat mempertahankan

kepemilikan rumah keluarganya.

Untuk menopang hidupnya Pestalozzi menjadikan menulis sebagai karir.


Pada tahun 1780 ia memulai karir barunya dengan menulis buku-buku
tentang pendidikan dan reformasi sosial. Ia menulis “Leonard und
Gestrude”, sebuah tulisan berbentuk roman. seperti Emile, yang berisi
gagasan tentang pemaharuan pendidikan dan sosial. Selain itu ia juga
menulis buku Die Abenstunde eines Eiensiedlers (Saat-saat malam hari
dari seorang pertapa), yang berisi cita-cita membangun masyarakat.
Selain menulis buku pestalozzi turut aktif dalam menulis artikel pada
sebuah jurnal The Evening Hours Of A Hermit yang isinya memerinci
prinsip-prinsip pandangan pedegogik dalam bentuk aporisma.

Setelah Pestalozzi menekuni karir menulisnya. Ia kemudian kembali


melaakukan percobaan-percobaan metode mengajar yang dilaksanakan
di sekolah dasar, Di tiga tempat, yaitu: Stanz, Burgdrof, dan yverdun.
Sebagai akibat dari perperangan ia diminta oleh pemerintahnya untuk
mendirikan sekolah bagi anak-anak yatim-piatu di stanz (1798). Di stanz
ia mencoba sekolah industri , namun percobaan ini gagal karena ada
serangan perancis. Kemudian ia kembali mendirikan srkolah percobaan
di Burgdorf (1799-1804) dibantu oleh pemerintah ia mendirikan sekolah
guru. Tetapi ia harus meninggalkan gedung yang digunakan untuk
sekolah, karena dipergunakan oleh pemerintahan. Pada 1805 Percobaan
dilakukan di Yverdun yang melanjutkan percobaan di burgdorg.
Sekolahnya mendapatkan perhatian yang sangat besar dari guru-guru
dan orang di Eropa waktu itu. Metode mengajarnya dijadikan pegangan
bagi sekolah-sekolah dasar di Eropa. Tetapi kemudian timbullah
perselisihan dengan pembantunya, sehingga berkuranglah efisiensi dan
bantuan pun berangsur-angsur berkurang. Percobaan akhirnya ditutup
pada tahun 1825 dan ia kembali ke Neuhop, dua tahun kemudian
meninggal.

2) Dasar Filosofis
• Naturalisme
Ia menyatakan bahwa manusia didorong oleh kebutuhan-
kebutuhannya, dapat menemukan jalan menuju kebenaran
tidak di mana pun juga, tetapi di dalam khuluknya sendiri.
• Realisme Kritis
Pengetahuan yang benar tidak hanya diperoleh melalui
pendirian semata (jocke), tetapi melalui persepsi pendriaan.
• Protestanisme
Cenderung pada meleburkan keimanan formal dalam
kebaikan hati dari kesadaran diri pribadi manusia tentang
tuhan. Ia menyatakan bahwa tuhan adalah hubungan
terdekat dengan manusia.
• Philantropisme
Gerakan yang mencintai atau menyayangi sesama manusia.
3) Teori Pendidikan
A. Fungsi pendidikan
• Pendidikan adalah alat untuk mengadakan reformasi
masyarakat.
• Fungsi pendidikan adalah menghilangkan segala sumber
penderitaan rakyat, yang berupa:
a) Raja yang kurang memeperhatikan rakyatnya,
b) Orang makin menjauhkan diri dari agama,
c) Makin suburnya verbalisme.
• Pendidikan pada akhirnya harus ditujukan pada upaya
newujudkan sebuah masyarakat yang ditandai adanya
keluhuran budi dalam diri individu, dan keadilan dalam
negara, atau sebuah kehidupan yang lebih bahagia dan
saleh dari setiap individunya.
• Prinsip-prinsip pengembangan pendidikan dalam
memperbaiki masyarakat.
a.) Semua pembaharuan yang sesungguhnya harus
dimulai dari perbaikan individu dan bukan
masyarakat.
b.) Individu dapat meningkat hanya dengan cara
meletakkan ke dalam genggamannya kekuatan
untuk menolong dirinya sendiri.
c.) Satu-satunya cara untuk mencapai tujuan yang
diinginkan adalah melalui proses pengembangan.
B. Tujuan personal pendidikan
Perkembangan secara harmonis dari semu potensi yang terkandung
dalam diri setiap individu.
C. Kurikulum
Pendidikan intelektual atau latihan berpikir, yang dilakukan dengan
berdasarkan prinsip-prinsip:
• Dari pengalaman yang sederhana menuju pengalaman yang
kompleks
• Dari pengalaman yang konkret menuju ke pengalaman yang
abstrak.
• Dari kegiatan sendiri, baik dari menangkap dan memasukam
pengetahuan (impresi) atau mengeluarkan apa yang ada
pada dirinya (ekspresi).

Pendidikan moral dan religius atau latihan emosi, disertai


pendidikan industri atau latihan kecekatan tangan.

D. Metode Pendidikan
• Pendidikan adalah perkembangan yang harmonis antara
akal(intelektual), hati(moral), dan tangan
(keterampilan).
• Pendidikan umum mendahului pendidikan
keterampilan.
• Pendidikan lebih mengutamakan pengembangan
kemampuan daripada penguasaan pengetahuan.
• Kemampuan anak muncul dari dalam
• Pendidikan berlangsung secara bertahap sesuai dengan
tahap-tahap perkembangan.
• Pendidikan mengikuti tatanan alam (the road of nature)
E. Pelajar
Anak adalah “human plant” atau tanaman yang mempunyai
potensi-potensi kemanusiaan yang pada dasarnya adalah baik.
F. Guru
Peranan guru adalah mengenali dengan baik potensi-potensi
anak dan perkembangan ya secara empiris, sehingga dapat
menjadi “tukqng kebun” dari human plant.
4) Pestalozzianisme
Pestalozzi diakui sebagai yokoh yang melahirkan gagasan-gagasan
besar tentang pendidikan pada zamannya, sehingga tidak
mengherankan apabila ia menerima banyak penghargaan dari
berbagai negara. Gagasan-gagasan tersebut antara lain, yaitu:
• Mendemokrasikan pendidikan dengan menyatakan bahwa
adalah hak mutlak dari setiap anak untuk mengembangkan
potensi yang dikaruniakan tuhan.
• Mempsikologikan pendidikan, bahwa pendidikan harus
didasari pada psikologi atau ilmu tentaang kejiwaan
manusia.
• Orang pertama yang mencoba lebih mendasarkan
pendidikan pada perkembangan organik daripada
pemindahan gagasan-gagasan.
• Berusaha menemukan hukum-hukum dasar dari
perkembangan individu.
• Berpandaanga bahwa pendidikan dimulai dengan persepsi
objek-objek konkret, pembentukan tindakan-tindakan yang
konkret, dan pengalaman terhadap respon-respon
emosional yang aktual.
• Perkembangan adalah sebuah pembangunan potensi secara
berangsur-angsur.
• Agama lebih dalam daripada dogma atau syahadat, atau
pengingatan tentang katekismu injil.
• Menciptakan alat baru dalam metode mengajar berhitung,
geografi, bahasa, menggambar dan musik.
• Mengemukakan pandangan yang revolusioner tentang
disiplin, yang didasarkan pada kemauan baik untuk keja
sama antara pelajar dan pengajar.
• Memberikan suatu alat baru untuk mengadakan pendidikan
guru dan studi tentang pendidikan sebagai ilmu.
5) Pengaruh Pestalozzi
Pengaruh reformasi pestalozzi terhadpa pendidikan tersebar di
Eropa (Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, Italia, Spanyol, Polandia) dan
Amerika Serikat. Pengaruh pestalozzi di Amerika Serikat melalui tiga
jalur, yaitu:
• Karya Maclure dan Neef.
Maclure pernah mengunjungi sekolah pestalozzi di Yverdum
dan Felenberg. Saat kembali ia mendirikan sekolah
Philadelphia. Josseph Neef memnerbitkan buku “Sketch of a
plan and method of education.
• Karangan-karangan tentang pestalozzi.
• Pelajaran tentang mata pelajaran khusus geografi dan musik
ala pestalozzi.
• Gerakan Oswego.

B. Herbartianisme

a. Dipandang sebagai bapak Ilmu Pendidikan Modern.

b. Beberapa prinsip-prinsipnya yaitu:

1. Pentingnya pengajaran di sekolah dalam mengembangkan karakter atau moral, dan perlunya
lebih menekankan pada upaya-upaya pendidik yang tepat daripada hanya sekedar pemekaran
kapasitas-kapasitas anak dalam mencapai tujuan pendidikan.

2. Perlunya metode-metode mengajar yang sehat, yang didasarkan pada suatu pengetahuan
tentang cara jiwa bertingkahlaku dan berkembang.
3. Perlunya memuliakan peranan guru dalam proses pendidikan, dan perlunya pendidikan guru
yang cermat untuk mengisi jabatan guru.

c. Penyebaran gerakan Herbartinisme di Eropa dan Amerika Serikat

Gerakan Herbartinisme di Jerman dipelopori oleh Turkon Ziller, Wilhem Rein, dan sebagainya.
Sedangkan gerakkan di Amerika Serikat dipelopori oelh Charles de Gamo.

C. Frobel dan Frobelianisme

1. Tokoh Frobel

Frobel lebih dekat dengan Pestalozzi dalam sikap religius intuitifnya, dan lebih dekat kepada Herbart
dalam semangatnya untuk menenliti.

2. Dasar filosofis

a. Panentheisme

Segala sesuatu ada dalam Tuhan dan merupakan suatu pernyataan dari kemauan mencipta dari
Tuhan.

b. Kesatuan atau bagian-keseluruhan

Sesuatu adalah sebuah kesatuan bagi dirinya sendiri, dan bagian dari sebuah keseluruhan.
Keseluruhan alam semesta ini merupakan sebuah organisme yang hidup, kesatuan dari keseluruhan
tersebut adalah Tuhan.

c. Teori umum perkembangan

Dalam alam semsta ini terjadi perkembangan yang berlangsung secara berangsur-angsur dari kondisi
yang sederhana menuju pada kondisi yang paling kompleks atau sempurna, yang bersumber pada
kekuatan-kekuatan tersembunyi yang mencipta atau membangun struktur atau bentuk dari segala
sesuatu.

d. Hukum perkembangan

Evolusi organik yang terjadi dalam alam semesta ini mengikuti hukum, aksi, reaksi dan
keseimbangan. Hukum ini berlanjut dari hukum : thesis, antisinthesis dan sinthesis.

3. Teori pendidikan

a. Tujuan pendidikan

Tujuan pendidikannya adalah mengembangkan semua potensi agar menjadi aktual. Tugas
pendidikannya adalah mengontrol pertumbuhan agar menjadi ke arah yang benar. Pendidikan
Frobel adalah perkembangan yang diawasi. Titik berat pendidikannya adalah kreativitas. Artinya agar
pendidikan anak berhasil dengan baik, dibutuhkan kreativitas anak untuk mengembangkan dirinya.
Tujuan akhir pendidikan Frobel adalah mencapai integritas diri dengan alam, sesuai dengan
kehendak Tuhan.

b. Pelajar
Anak adalah tanaman insani yang dapat tumbuh menjadi makhluk rohani.

c. Pengajar

1. Memahami makhluk secara ilmiah.

2. Menjadi “tukang kebun” yang menjaga dan memelihara pemekaran tanaman insaniah untuk
tumbuh menjadi makhluk rohaniah, sesuai dengan sifat dan perkembangan anak.

4. Froebelianisme

a. Froebel adalah seorang ilmuan pendidikan yang memadukan aspek filosofis dan psikologis
dalam pendidikan.

b. Sumbangan konseptual tentang tentang pendidikan yang tetap diakui dalam dunia pendidikan
anatara lain yaitu:

1. Pendidikan harus didasarkan pada evolusi alami dari kegiatan-kegiatan anak.

2. Semua perkembangan yang sesungguhnya bersumber pada kegiatan dari dalam diri anak.

3. Kurikulum sekolah harus didasarkan pada kegiatan-kegiatan dan minat-minat yang terkandung
dalam setiap perkembangan anak.

c. Penyebaran gagasan Froebel

a. Pendirian Kindergarten di Eropa daratan

b. Boroness von Bulow mendirikan “Froebel Union” 1867, yang menyebarkan gagasan Froebel
melalui jurnal dan sekolah-sekolah latihan.

c. Pendirian Kindergarten, yang pertama kali di USA.

2.3 Pengaruh Developmentalisme terhadap pendidikan Indonesia

1. Meningkatkan derajat social

2. Membentuk watak susila

3. Mengembangkan potensi dan menigkatkan daya pikir kretifitas anak untuk mengembagkan
dirinya.