Anda di halaman 1dari 29

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PERNYATAAN NO. 03

LAPORAN ARUS KAS

KOMITE STANDAR AKUNTANSI


PEMERINTAHAN 28 OKTOBER 2004
28
29
30
31
1
32
2 33

3 34
4 35
5 36
6

8
9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9

2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
RINTAHAN NO. 03 LAPORAN ARUS
PSAP No. 03 Laporan Arus Kas

S KAS
Paragraf-paragraf yang ditulis dengan huruf tebal dan
T miring
adalah paragraf standar,yang harus dibaca dalam konteks
A paragraf-paragraf penjelasan yang ditulis dengan huruf biasa
dan
Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan.
N
D PENDAHULUAN

A Tujuan
1. Tujuan standar laporan arus kas adalah mengatur
R penyajian laporan arus kas yang memberikan informasi historis
mengenai perubahan kas dan setara kas suatu entitas
pelaporan dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan
aktivitas operasi, investasi aset nonkeuangan, pembiayaan, dan
nonanggaran selama satu periode akuntansi.
A
2. Tujuan pelaporan arus kas adalah memberikan
informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan
K setara kas selama suatu periode akuntansi dan saldo kas dan
setara kas pada tanggal pelaporan. Informasi ini disajikan untuk
U pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan.

N Ruang Lingkup
3. Pemerintah pusat dan daerah menyusun
T laporan arus kas sesuai dengan standar ini dan
menyajikan laporan tersebut sebagai salah satu
A komponen laporan keuangan pokok untuk setiap periode
penyajian laporan keuangan.
N 4. Standar ini berlaku untuk penyusunan laporan
arus kas pemerintah pusat dan daerah, satuan
organisasi di lingkungan pemerintah pusat dan daerah,
S atau organisasi lainnya jika menurut peraturan
perundang-undangan atau menurut standar, satuan
I organisasi dimaksud wajib menyusun laporan arus kas,
kecuali perusahaan negara/daerah yang diatur tersendiri
dalam Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan
oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
P Manfaat Informasi Arus Kas
E 5. Informasi arus kas berguna sebagai indikator
jumlah arus kas di masa yang akan datang, serta berguna untuk
menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat
M sebelumnya.

E PSAP 03 - 1
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
28 OKTOBER 2004
30
31
32
1
2 33
3 34
35
4
5 36
6 37
7 38
8 39
40
9 41

1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
2
8
2
9
ban
PSAP No. arusArus
03 Laporan kasKas masuk dan arus kas keluar selama periode
pelaporan.
6. 7. Apabila dikaitkan dengan laporan keuangan
L lainnya, laporan arus kas memberikan informasi yang
a bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi
p perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas
o pelaporan dan struktur keuangan pemerintah (termasuk
r likuiditas dan solvabilitas).
a
n
Definisi
8. Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan
a dalam standar dengan pengertian :
r Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau
u dimiliki
s oleh pemerintah sebagai akibat peristiwa masa lalu dan dari
mana
k manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan
a diharapkan
s dapat diperoleh baik oleh pemerintah maupun masyarakat,
serta
j dapat diukur dalam satuan uang, termasuksumber daya
u nonkeuangan yang diperlukan untuk
g penyediaan jasa bagi
a masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang
dipelihara
m karena alasan sejarah dan budaya.
e Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan dilaksanakan
n pemerintah meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer,
j dan
a pembiayaan yang diukur dalam satuan uang yang disusun
d menurut
i klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu periode.
Apropriasi adalah anggaran yang disetujui
a DPR/DPRD yang
l merupakan mandat yang diberikan kepada
a Presiden/gubernur/bupati/walikota untuk melakukan
t pengeluaran-pengeluaran sesuai tujuan yang
ditetapkan.
p
e Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan
r setara kas pada Bendahara Umum Negara/Daerah.
t Aktivitas operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran
a kas
n yang ditujukan untuk kegiatan operasional pemerintah selama
g satu
g periode akuntansi.
u Aktivitas investasi aset nonkeuangan adalah aktivitas
n penerimaan
g dan pengeluarankas yang ditujukanuntuk perolehan dan
- pelepasan aset tetap dan aset nonkeuangan lainnya.
j Aktivitas pembiayaan adalah aktivitas penerimaan kas yang
a perlu
w
dibayar kembali dan/atau pengeluaran kas yang akan diterima
a
ke utang pemerintah sehubungan dengan pendanaan defisit atau
mb penggunaan surplus anggaran.
ali
ya
PSAP 03 - 2
ng KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
me 28 OKTOBER 2004
ng
aki
ba
tka
n
pe
ru
ba
ha
n
dal
am
ju
ml
ah
da
n
ko
mp
osi
si
inv
est
asi
jan
gk
a
pa
nja
ng,
piu
ta
ng
jan
gk
a
pa
nja
ng,
da
n
31
32
33
1
2 34
3 35
4 36
5
6 37
7 38
8 39
9 40
10
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
2
8
2
9
3
0
pendapatan,
PSAP No. belanja,
03 Laporan Arus Kas transfer, dan pembiayaan pemerintah.
Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas
Ak Umum
tivi Negara/Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar
tas dalam
no periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan
na diperoleh
ng pembayarannya kembali oleh pemerintah.
ga Dana cadangan adalah dana yang disisihkan untuk
ra menampung
n kebutuhan yang memerlukan dana relatif cukup besar yang
ad tidak
ala dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran.
h
Ekuitas dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang
akt
ivit merupakan selisih antara aset dan kewajiban
as pemerintah.
pe Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari
ne satu
ri atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan
ma peraturan
an perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggung-
da jawaban berupa laporan keuangan.
n
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu
pe yang
ng
penyelesaiannya mengakibatkan aliran
elu
keluar sumber daya
ar
ekonomi pemerintah.
an
ka Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang
s setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan
ya pemerintahan.
ng Kas Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah
tid yang
ak ditentukan oleh
me Gubernur/Bupati/Walikota untuk menampung
mp seluruh penerimaan daerah dan membayar seluruh
en pengeluaran
ga daerah.
ru
Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara
hi
yang
an
gg ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku
ara Bendahara Umum
n Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan
seluruh
pengeluaran negara.
Kemitraan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih yang
mempunyai komitmen untuk melaksanakankegiatan yang
dikendalikan bersama dengan menggunakan aset dan atau
hak
usaha yang dimiliki.
Kurs adalah rasio pertukaran dua mata uang.
M ng adalah mata uang selain mata uang pelaporan
a entitas.
t Mata uang pelaporan adalah mata uang rupiah yang
a digunakan dalam menyajikan laporan keuangan.
Metode biaya adalah suatu metode akuntansi yang
mencatat nilai investasi berdasarkan harga perolehan.
u
PSAP 03 - 3
a KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
28 OKTOBER 2004
n
g

a
s
i
31
32
1 33
2 34
3
4 35
5 36
6 37
7 38
8 39
9 40
10 41
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
2
8
2
9
3
0
tersebut
PSAP No. kemudian
03 Laporan Arus Kas disesuaikan dengan perubahan bagian
investor
atas kekayaan bersih/ekuitas dari badan usaha penerima
Me investasi
to (investee) yang terjadi sesudah perolehan awal investasi.
de
ek Otorisasi Kredit Anggaran (allotment) adalah dokumen
uit pelaksanaan anggaran yang menunjukkan bagian dari
as apropriasi
ad yang disediakan bagi instansi dan digunakan untuk
ala memperoleh
h uang dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah guna
su membiayai
at pengeluaran-pengeluaran selama periode otorisasi tersebut.
u Pendapatan adalah semua penerimaan Rekening
me Kas Umum
to Negara/Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam
de periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak
ak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.
un
Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke
ta
nsi Bendahara Umum Negara/Daerah.
ya Pengeluaran kas adalah semua aliran kas yang keluar
ng dari Bendahara Umum Negara/Daerah.
me Periode akuntansi adalah periode pertanggungjawaban keuangan
nc entitas pelaporan yang periodenya sama dengan periode
at tahun
at anggaran.
nil
Perusahaan negara/daerah adalah badan usaha yang
ai
inv seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh
est pemerintah pusat/daerah.
asi Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid
aw yang
al siap dijabarkan menjadi kas serta bebas dari risiko perubahan
be nilai
rd yang signifikan.
as Tanggal pelaporan adalah tanggal hari terakhir dari
ar suatu periode pelaporan.
ka
n Transfer masuk adalah penerimaan uang
ha dari suatu entitas
rg pelaporan lain termasuk penerimaan dari dana perimbangan
a dan
pe dana bagi hasil.
rol Transfer keluar adalah pengeluaran uang
eh dari suatu entitas
an. pelaporan kepada entitas pelaporan lainnya termasuk
Nil pengeluaran untuk dana perimbangan dan dana bagi hasil.
ai
inv Kas dan Setara Kas
est
9. Setara kas pemerintah ditujukan untuk memenuhi
asi
kebutuhan kas jangka pendek atau untuk tujuan lainnya. Untuk
memenuhi persyaratan setara kas, investasi jangka pendek
harus segera dapat diubah menjadi kas dalam jumlah yang
dapat diketahui tanpa ada risiko perubahan nilai yang
s Oleh karena itu, suatu investasi disebut setara kas kalau
i investasi
g
PSAP 03 - 4
n KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
i 28 OKTOBER 2004
f
i
k
a
n
.
29
30
1 31
2 32
33
3 34
4 35
5 36
6 37
7
38
39
8
9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5

2
6

2
7
2
8
PSAP No.k03
misalnya 3 Kas
Laporan Arus (tiga) bulan atau kurang dari tanggal
perolehannya.
d 10. Mutasi antar pos-pos kas dan setara kas tidak
i diinformasikan dalam laporan keuangan karena kegiatan
m tersebut merupakan bagian dari manajemen kas dan bukan
a merupakan bagian aktivitas operasi, investasi aset
nonkeuangan, pembiayaan, dan nonanggaran.
k
s
u ENTITAS PELAPORAN ARUS KAS
d 11. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan
yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang
m menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib
e menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa
m laporan keuangan yang terdiri dari:
p (a) Pemerintah pusat;
u
n (b) Pemerintah daerah; dan
y (c) Satuan organisasi di lingkungan pemerintah
a pusat/daerah atau organisasi lainnya, jika menurut
i peraturan perundang-undangan satuan organisasi
dimaksud wajib membuat laporan arus kas.
m 12. Entitas pelaporan yang wajib menyusun dan
a menyajikan laporan arus kas adalah unit organisasi
s yang mempunyai fungsi perbendaharaan
a 13. Unit organisasi yang mempunyai fungsi
perbendaharaan adalah unit yang ditetapkan sebagai
j bendaharawan umum negara/daerah dan/atau kuasa
a bendaharawan umum negara/daerah.
t
u PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS
h
14. Laporan arus kas menyajikan informasi
t penerimaan dan pengeluaran kas selama periode
e tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas
m operasi, investasi aset nonkeuangan, pembiayaan, dan
nonanggaran.
p
o 15. Klasifikasi arus kas menurut aktivitas operasi,
investasi aset nonkeuangan, pembiayaan, dan non anggaran
memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna
y
laporan untuk menilai pengaruh dari aktivitas tersebut terhadap
a
posisi kas dan setara kas pemerintah. Informasi tersebut juga
n dapat digunakan untuk mengevaluasi hubungan antar aktivitas
g operasi, investasi aset nonkeuangan, pembiayaan, dan
nonanggaran.
p
16. Satu transaksi tertentu dapat mempengaruhi arus
e
kas dari beberapa aktivitas, misalnya transaksi pelunasan
n
utang yang
d
e PSAP 03 - 5
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
28 OKTOBER 2004
29
30
1
2 31
3 32
4 33
5 34
6 35
7 36
37
8 38
9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
2
8
PSAP No.sedangkan pembayaran
03 Laporan Arus Kas bunga utang akan diklasifikasikan ke
dalam aktivitas operasi.
ter 17. Contoh format laporan arus kas disajikan dalam
diri Lampiran 1 standar ini. Lampiran hanya merupakan ilustrasi
dar untuk membantu pemahaman dan bukan bagian dari standar.
i
pel Aktivitas Operasi
un
18. Arus kas bersih aktivitas operasi merupakan
asa
n indikator yang menunjukkan kemampuan operasi pemerintah
po dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas
kok operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan
uta sumber pendanaan dari luar.
ng 19. Arus masuk kas dari aktivitas operasi terutama
da diperoleh dari:
n
bu (a) Penerimaan Perpajakan;
ng (b) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);
a
(c) Penerimaan Hibah;
uta
ng. (d) Penerimaan Bagian Laba perusahaan negara/daerah dan
Pe Investasi Lainnya; dan
mb
(e) Transfer masuk.
ay
ara 20. Arus keluar kas untuk aktivitas operasi terutama
n digunakan untuk pengeluaran:
po (a) Belanja Pegawai;
ko
k (b) Belanja Barang dan Jasa;
uta (c) Bunga;
ng
(d) Subsidi;
ak
an (e) Bantuan Sosial;
dik (f) Hibah;
lasi
fik (g) Belanja Lain-lain; dan
asi (h) Transfer keluar.
ka
21.Jika suatu entitas pelaporan mempunyai
n
surat berharga yang sifatnya sama dengan persediaan,
ke
yang dibeli untuk dijual, maka perolehan dan penjualan
dal
surat berharga tersebut diklasifikasikan sebagai
am
aktivitas operasi.
akt
ivit 22. Jika entitas pelaporan mengotorisasikan
as dana untuk kegiatan suatu entitas lain, yang
pe peruntukannya belum jelas apakah sebagai modal kerja,
mb penyertaan modal, atau untuk
iay PSAP 03 - 6
aa KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
n 28 OKTOBER 2004
28
29
1 30
2
3 31
32
4 33
5 34
6
7 35
8 36
9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7

1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
PSAP No.tersebut harus
03 Laporan Arus Kas diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi.
Kejadian ini
dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.
m
e Aktivitas Investasi Aset Nonkeuangan
m
bi 23. Arus kas dari aktivitas investasi aset nonkeuangan
ay mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam
ai rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang
ak bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan
tiv pemerintah kepada masyarakat di masa yang akan datang.
ita 24. Arus masuk kas dari aktivitas investasi aset
s nonkeuangan terdiri dari:
pe
rio (a) Penjualan Aset Tetap;
de (b) Penjualan Aset Lainnya.
be 25. Arus keluar kas dari aktivitas investasi aset
rja
nonkeuangan terdiri dari :
la
n, (a) Perolehan Aset Tetap;
m (b) Perolehan Aset Lainnya.
ak
a Aktivitas Pembiayaan
pe
m 26. Arus kas dari aktivitas pembiayaan mencerminkan
be penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan
ria pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran, yang
n bertujuan untuk memprediksi klaim pihak lain terhadap arus
da kas pemerintah dan klaim pemerintah terhadap pihak lain di
na masa yang akan datang.
27. Arus masuk kas dari aktivitas pembiayaan antara lain:
(a) Penerimaan Pinjaman;
(b) Penjualan Surat Utang Negara Pemerintah;
(c) Hasil Privatisasi Perusahaan Negara/Daerah;
(d) Penjualan Investasi Jangka Panjang Lainnya; dan
(e) Pencairan Dana Cadangan.
28. Arus keluar kas dari aktivitas pembiayaan antara lain:
(a) Pembayaran Cicilan Pokok Utang;
(b) Pembayaran Obligasi Pemerintah;
(c) Penyertaan Modal Pemerintah;
(d) Pemberian Pinjaman Jangka Panjang; dan
(e) Pembentukan Dana Cadangan.

PSAP 03 - 7
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
28 OKTOBER 2004
29
30
31
1 32
33
2
3 34
4 35
5 36
6 37
7 38
8 39
9
10
1
1
1
2
1
3
1
4

1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
2
8
nggaran
PSAP No. 03 Laporanmencerminkan
Arus Kas penerimaan dan pengeluaran kas bruto
yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan, belanja dan
pembiayaan pemerintah. Arus kas dari aktivitas nonanggaran
A antara lain Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) dan kiriman uang. PFK
kt menggambarkan kas yang berasal dari jumlah dana yang dipotong
dari Surat Perintah Membayar atau diterima secara tunai untuk
iv pihak ketiga misalnya potongan Taspen dan Askes. Kiriman uang
it menggambarkan mutasi kas antar rekening kas umum
negara/daerah.
a 30. Arus masuk kas dari aktivitas nonanggaran
s meliputi penerimaan PFK dan kiriman uang masuk.
N 31. Arus keluar kas dari aktivitas nonanggaran meliputi
pengeluaran PFK dan kiriman uang keluar.
o
n PELAPORANARUS KAS DARI AKTIVITAS
a OPERASI, INVESTASI ASET
n NONKEUANGAN,
g PEMBIAYAAN, DAN NONANGGARAN
g 32. Entitas pelaporan melaporkan secara
ar terpisah kelompok utama penerimaan dan pengeluaran
kas bruto dari aktivitas operasi, investasi aset
a nonkeuangan, pembiayaan, dan nonanggaran kecuali
n yang tersebut dalam paragraf 35.
29. 33. Entitas pelaporan dapat menyajikan arus kas
A dari aktivitas operasi dengan cara:
r (a) Metode Langsung
u
s
Metode ini mengungkapkan pengelompokan utama
penerimaan dan pengeluaran kas bruto.
k (b) Metode Tidak Langsung
a Dalam metode ini, surplus atau defisit disesuaikan
s dengan
transaksi-transaksi operasional nonkas, penangguhan
d (deferral)
a atau pengakuan (accrual) penerimaan kas atau pembayaran yang
r lalu/yang akan datang, serta unsur pendapatan dan belanja
i dalam
bentukkas yang berkaitandengan aktivitas investasi aset
a nonkeuangan dan pembiayaan.
k
t 34. Entitas pelaporan pemerintah pusat/daerah
i sebaiknya menggunakan metode langsung dalam melaporkan
v arus kas dari aktivitas operasi. Keuntungan penggunaan
i metode langsung adalah sebagai berikut:
t (a) Menyediakan informasi yang lebih baik untuk
a mengestimasikan arus kas di masa yang akan datang;
s
PSAP 03 - 8
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
n 28 OKTOBER 2004
o
n
a
29
30
31
1 32
2 33
3 34
35
4 36
37
5 38
6
7
8
9
10
11
12
1
3
1
4
1
5

1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6

2
7

2
8
n danArus
PSAP No. 03 Laporan pengeluaran
Kas kas bruto dapat langsung diperoleh dari
catatan akuntansi.
(b) Leb
ih PELAPORAN ARUS KAS ATAS DASAR
mu ARUS KAS BERSIH
da
h 35. Arus kas yang timbul dari aktivitas operasi
dip dapat dilaporkan atas dasar arus kas bersih dalam hal:
ah (a) Penerimaan dan pengeluaran kas untuk
am kepentingan penerima manfaat (beneficiaries) arus
i kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pihak
ole lain daripada aktivitas pemerintah. Salah satu
h contohnya adalah hasil kerjasama operasional.
pe
ng (b) Penerimaan dan pengeluaran kas untuk transaksi-
gu transaksi yang perputarannya cepat, volume
na transaksi banyak, dan jangka waktunya singkat.
lap
ora ARUS KAS MATA UANG ASING
n;
da 36. Arus kas yang timbul dari transaksi mata
n uang asing harus dibukukan dengan menggunakan mata
uang rupiah dengan menjabarkan mata uang asing
(c) D tersebut ke dalam mata uang rupiah berdasarkan kurs
a pada tanggal transaksi.
t
37. Arus kas yang timbul dari aktivitas entitas pelaporan
a di
luar negeri harus dijabarkan ke dalam mata uang rupiah
t berdasarkan kurs pada tanggal transaksi.
e
38. Keuntungan atau kerugian yang belum
n
direalisasikan akibat perubahan kurs mata uang asing tidak
t
akan mempengaruhi arus kas.
a
n
g
BUNGA DAN BAGIAN LABA
39. Arus kas dari transaksi penerimaan
k pendapatan bunga dan pengeluaran belanja untuk
e pembayaran bunga pinjaman serta penerimaan
l pendapatan dari bagian laba perusahaan negara/daerah
o harus diungkapkan secara terpisah. Setiap akun yang
m terkait dengan transaksi tersebut harus diklasifikasikan
p ke dalam aktivitas operasi secara konsisten dari tahun
o ke tahun.
k 40. Jumlah penerimaan pendapatan bunga yang
dilaporkan dalam arus kas aktivitas operasi adalah jumlah kas
p yang benar-benar diterima dari pendapatan bunga pada
e periode akuntansi yang bersangkutan.
n PSAP 03 - 9
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
e 28 OKTOBER 2004
r
i
m
a
a
28
29
1 30
2 31
3 32
4
33
5 34
6
7 35
8 36
9 37

1
0
1
1

1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0

2
1
2
2
2
3

2
4
2
5
2
6
2
7
PSAP No.ng dilaporkan
03 Laporan Arus Kasdalam
arus kas aktivitas operasi adalah jumlah
pengeluaran kas untuk pembayaran bunga dalam periode
akuntansi yang bersangkutan.
41.
J 42. Jumlah penerimaan pendapatan dari bagian laba
u perusahaan negara/daerah yang dilaporkan dalam arus kas
m aktivitas operasi adalah jumlah kas yang benar-benar diterima
l dari bagian laba perusahaan negara/daerah dalam periode
a akuntansi yang bersangkutan.
h
INVESTASI DALAM PERUSAHAAN
p
e NEGARA/ DAERAH DAN KEMITRAAN
n 43. Pencatatan investasi pada perusahaan negara/
g daerah dan kemitraan dapat dilakukan dengan menggunakan
e dua metode yaitu metode ekuitas dan metode biaya.
l
44. Investasi pemerintah dalam perusahaan
u
a negara/ daerah dan kemitraan dicatat dengan
r menggunakan metode biaya, yaitu sebesar nilai
a perolehannya.
n 45. Entitas melaporkan pengeluaran investasi
jangka panjang dalam perusahaan negara/daerah dan
b kemitraan dalam arus kas aktivitas pembiayaan.
e
l PEROLEHAN DAN PELEPASAN
a
n PERUSAHAAN
j NEGARA/DAERAH DAN UNIT OPERASI
a
LAINNYA
p 46. Arus kas yang berasal dari perolehan dan
e
pelepasan perusahaan negara/daerah dan unit
m
operasional lainnya harus disajikan secara terpisah
b
dalam aktivitas pembiayaan.
a
y 47. Entitas mengungkapkan seluruh perolehan
a dan pelepasan perusahaan negara/daerah dan unit
r operasi lainnya selama satu periode. Hal-hal yang
a diungkapkan adalah:
n (a) Jumlah harga pembelian atau pelepasan;
(b) Bagian dari harga pembelian atau pelepasan yang
b
u dibayarkan dengan kas dan setara kas;
n (c) Jumlah kas dan setara kas pada perusahaan
g negara/daerah dan unit operasi lainnya yang
a diperoleh atau dilepas; dan
(d) Jumlah aset dan utang selain kas dan setara kas
u yang diakui oleh perusahaan negara/daerah dan
t
unit operasi lainnya yang diperoleh atau dilepas.
a
n
PSAP 03 - 10
g
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
28 OKTOBER 2004
y
a
30
31
1 32
2 33
3 34
4 35
5 36
6 37
7 38
8
9
10
11
12

1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3

2
4
2
5
2
6
2
7

2
8
2
9
erah
PSAP No. dan unit
03 Laporan operasi
Arus Kaslainnya sebagai suatu perkiraan tersendiri
akan membantu untuk membedakan arus kas tersebut dari arus
kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi aset
48. nonkeuangan, pembiayaan, dan nonanggaran. Arus kas masuk
P
dari pelepasan tersebut tidak dikurangkan dengan perolehan
e
investasi lainnya.
n
y 49. Aset dan utang selain kas dan setara kas dari
a perusahaan negara/daerah dan unit operasi lainnya
j yang diperoleh atau dilepaskan perlu diungkapkan
i hanya jika transaksi tersebut telah diakui sebelumnya
a sebagai aset atau utang oleh perusahaan negara/daerah
n dan unit operasi lainnya.

t TRANSAKSI BUKAN KAS


e
r 50. Transaksi investasi dan pembiayaan yang
p tidak mengakibatkan penerimaan atau pengeluaran kas
i dan setara kas tidak dilaporkan dalam Laporan Arus
s Kas. Transaksi tersebut harus diungkapkan dalam
a Catatan atas Laporan Keuangan.
h 51. Pengecualian transaksi bukan kas dari Laporan
Arus Kas konsisten dengan tujuan laporan arus kas karena
a transaksi bukan kas tersebut tidak mempengaruhi kas periode
r yang bersangkutan. Contoh transaksi bukan kas yang tidak
u mempengaruhi laporan arus kas adalah perolehan aset melalui
s pertukaran atau hibah.
k
a
KOMPONEN KAS DAN SETARA KAS
s 52. Entitas pelaporan mengungkapkan komponen
kas dan setara kas dalam Laporan Arus Kas yang
d
jumlahnya sama dengan pos terkait di Neraca.
a
r
i PENGUNGKAPAN LAINNYA
53. Entitas pelaporan mengungkapkan jumlah
p
saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak
e
r boleh digunakan oleh entitas. Hal ini dijelaskan dalam
u Catatan atas Laporan Keuangan.
s 54. Informasi tambahan yang terkait dengan arus kas
a berguna bagi pengguna laporan dalam memahami posisi
h keuangan dan likuiditas suatu entitas pelaporan.
a 55. Jika apropriasi atau otorisasi kredit anggaran
a disusun dengan basis kas, laporan arus kas dapat membantu
n pengguna dalam memahami hubungan antar aktivitas
pelaporan atau program dan informasi penganggaran
n pemerintah.
e
g
a PSAP 03 - 11
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
r 28 OKTOBER 2004
a
/
d
a
38

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
2
9
3
0
3
1
3
2
3
3
3
4
3
5
3
6
3
7
PSAP No.merintahan ini
berlaku efektif untuk laporan keuangan
03 Laporan Arus Kas
yang mencakup periode pelaporan yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2005.
T
A
N
G
G
A
L
E
F
E
K
TI
F
56.
P
e
r
n
y
a
t
a
a
n

S
t
a
n
d
a
r

A
k
u
n PSAP 03 - 12
t KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
28 OKTOBER 2004
a
n
s
i

P
e
PSAP No. 03 Laporan Arus Kas

1 DAFTAR ISI
2 paragraf
3 PENDAHULUAN ------------------------------------------- 1-10
4 Tujuan --------------------------------------------------------------1-2
5 Ruang Lingkup --------------------------------------------------3-4
6 Manfaat Informasi Arus Kas---------------------------------5-7
7 Definisi ---------------------------------------------------------------- 8
8 Kas dan Setara Kas ------------------------------------------ 9-10
9 ENTITAS PELAPORAN ARUS KAS ------------------------- 11-13
10 PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS ----------------------- 14-34
11 Aktivitas Operasi -------------------------------------------- 18-22
12 Aktivitas Investasi Aset Nonkeuangan -------------- 23-25
13 Aktivitas Pembiayaan ------------------------------------ 26-28
14 Aktivitas Nonanggaran ---------------------------------- 29-31
15 PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI,
16 INVESTASI ASET NONKEUANGAN, PEMBIAYAAN, DAN
17 NONANGGARAN---------------------------------------- 32-34
18 PELAPORAN ARUS KAS ATAS DASAR ARUS KAS BERSIH
19 ---35
20 ARUS KAS MATA UANG ASING ------------------------- 36-38
21 BUNGA DAN BAGIAN LABA----------------------------- 39-42
22 INVESTASI DALAM PERUSAHAAN NEGARA/DAERAH
23 DAN KEMITRAAN ---------------------------------------- 43-45
24 PEROLEHAN DAN PELEPASAN PERUSAHAAN
25 NEGARA/DAERAH DAN UNIT OPERASI LAINNYA ------ 46-49
26 TRANSAKSI BUKAN KAS --------------------------------- 50-51
27 KOMPONEN KAS DAN SETARA KAS-------------------------52
28 PENGUNGKAPAN LAINNYA ----------------------------- 53-55
29 TANGGAL EFEKTIF--------------------------------------------56
30
LAMPIRAN :
31
Lampiran 1-a : Contoh Format Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat
32
Lampiran 1-b : Contoh Format Laporan Arus Kas Pemerintah Provinsi
33
Lampiran 1-c : Contoh Format Laporan Arus Kas Pemerintah
34
Kabupaten/Kota
35

36

37
38

PSAP 03 - 13
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
28 OKTOBER 2004