Anda di halaman 1dari 20

BUPATI PONOROGO

PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN BUPATI PONOROGO


NOMOR 81 TAHUN 2016

TENTANG

KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS,


FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PENDAPATAN, PENGELOLAAN
KEUANGAN DAN ASSET DAERAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PONOROGO,

Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 10 Peraturan


Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 6 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, perlu
menetapkan Peraturan Bupati tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Uraian Tugas, Fungsi dan Tata KerjaBadan
Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan
Propinsi Jawa Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1950 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 9) sebagaimana telah diubah
dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 tentang
Perubahan Batas Wilayah Kotapraja Surabaya & Dati II
Surabaya dengan mengubah Undang-undang Nomor 12
Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah
Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur &
Undang-Undang 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan
Daerah-Daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa
Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DI. Yogyakarta
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor
19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
2730);
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5234);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah
beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9
Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5679);
4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5494);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang
Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 114 Tambahan Lembaran Negara Nomor
1887);
6. PeraturanMenteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015
tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036);
7. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 6 Tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
(Lembaran Daerah Kabupaten Ponorogo Tahun 2016 Nomor
6);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN


ORGANISASI, URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA
KERJABADAN PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN
ASSET DAERAH.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :


1. Kabupaten adalah Kabupaten Ponorogo.
2. Pemerintah Kabupaten adalah Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
3. Bupati adalah Bupati Ponorogo.
4. Sekretariat Daerah adalah Sekretariat Daerah Kabupaten Poorogo.
5. Badan adalah Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah
Kabupaten Ponorogo.
6. Kepala Badan adalah Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan
Asset Daerah Kabupaten Ponorogo.
7. Sekretaris Badan adalah Sekretaris Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan
dan Asset Daerah Kabupaten Ponorogo.
8. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD
adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Ponorogo.

2
BAB II
KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN KEWENANGAN
Pasal 2

(1) Badanmerupakan unsur penunjang urusan pemerintahan di bidang


pendapatan, pengelolaan keuangan dan asset daerah yang dipimpin oleh
Kepala Badan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada
Bupati melalui Sekretaris Daerah.
(2) Badan mempunyai tugas membantu bupati dalam melaksanakan fungsi
penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupatendi
bidang pengelolaan keuangan, pendapatan dan asset daerah.
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
Badanmenyelenggarakanfungsi :
a. penyusunan kebijakan teknis dibidang pengelolaan keuangan, pendapatan
dan asset daerah;
b. pelaksanaan tugas dukungan teknis dibidang pengelolaan keuangan,
pendapatan dan asset daerah;
c. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis
dibidang pengelolaan keuangan, pendapatan dan asset daerah;
d. pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang Urusan
Pemerintahan Daerah dibidang pengelolaan keuangan, pendapatan dan
asset daerah; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas
dan fungsinya.
(4) Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dan ayat (3), Badanmempunyai kewenangan :
a. fasilitasi dan koordinasi perumusan perda tentang pokok-pokok
pengelolaan keuangan daerah;
b. perencanaan anggaran penanganan urusan pemerintahan kabupaten;
c. fasilitasi dan koordinasi perumusan perda tentang APBD dan perubahan
APBD;
d. fasilitasi dan koordinasi pelaksanan kebijakan pendanaan urusan
pemerintahan yang menjadi tanggung jawab bersama(urusan concurrent)
antara kabupaten dan desa;
e. pelaksanaan pengelolaan pajak dan retribusi daerah;
f. pembinaan dan pengawasan pajak dan retribusi daerah;
g. pelaksanaan kebijakan pengelolaan investasi dan aset daerah;
h. pengawasan pengelolaan investasi dan aset daerah;
i. fasilitasi pengelolaan aset daerah pemekaran;
j. fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan pengelolaan Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD) dan lembaga keuangan mikro kabupaten;
k. pelaksanaan kebijakan pengelolaan pinjaman dan obligasi daerah, serta
Badan Layanan Umum (BLU) kabupaten;
l. pengawasan pinjaman dan obligasi daerah, serta Badan Layanan Umum
(BLU) kabupaten;
m. pengelolaan data dasar penghitungan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU)
kabupaten;
n. pengelolaan Dana Alokasi Umum (DAU)kabupaten;

3
o. pelaporan pengelolaan Dana Alokasi Umum (DAU) kabupaten;
p. fasilitasi dan koordinasi usulan program dan pengelolaan Dana Alokasi
Khusus (DAK);
q. pengendalian dan pelaporan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK);
r. penyiapan data realisasi penerima Dana Bagi Hasil (DBH) kabupaten;
s. pengendalian dan pelaporan pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH).
t. fasilitasi dan koordinasi penetapan kebijakan teknis tentang sistem dan
prosedur akuntansi pengelolaan keuangan daerah;
u. penyusunan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
v. perumusan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan
pendanaan urusan pemerintahan yang menjadi tanggung jawab bersama
(urusan concurrent).

BAB III
SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI

Bagian Kesatu
Susunan Organisasi
Pasal 3

(1) Susunan Organisasi Badan terdiri dari :


a. Kepala Badan;
b. Sekretariat;
c. Bidang Pajak Daerah;
d. Bidang Retribusi dan Penerimaan lain-lain;
e. Bidang Anggaran;
f. Bidang Akuntansi;
g. Bidang Perbendaharaan;
f. Bidang Asset;
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris Badan yang berkedudukan di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Badan.
(3) Bidang dipimpin oleh Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Badan dan secara teknis administratif
mendapatkan pembinaan dari Sekretaris Badan.
(4) Bagan Susunan Organisasi Badan tercantum dalam Lampiran Peraturan
Bupati ini.

4
Bagian Kedua
Tugas dan Fungsi
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 4

Kepala Badan mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan, melaksanakan,


mengawasi dan mengendalikan serta memberikan pembinaan administrasi di
bidang pengelolaan keuangan,pendapatan dan asset.

Paragraf 2
Sekretariat
Pasal 5

(1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan program,


evaluasi dan pelaporan, administrasi umum, administrasi kepegawaian,
keuangan, perlengkapan dan rumah tangga Badan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat
menyelenggarakan fungsi :
a. pengkoordinasian penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas
Bidang secara terpadu dan tugas pelayanan administratif;
b. pengelolaan administrasi dan pembinaan kepegawaian di lingkungan
Badan;
c. pengelolaan administrasi keuangan dan pembayaran gaji pegawai;
d. pengelolaan surat menyurat, kearsipan, ketatalaksanaan dan kepustakaan
Badan;
e. pengelolaan asset, rumah tangga dan perlengkapan Badan;
f. penyelenggaraan protokoler, humas dan perjalanan dinas;
g. penghimpunan dan penyusunan data informasi, evaluasi dan pelaporan
penyelenggaraan kegiatan Badan;
h. pengumpulan bahan dan pelaksanaan peningkatan kinerja organisasi
Badan; dan
i. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan.

Pasal 6
(1) Sekretariat, terdiri dari :
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
b. Sub Bagian Keuangan; dan
c. Sub Bagian Penyusunan Program dan Pelaporan.
(2) Sub Bagian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang berkedudukan di bawah
dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan.

5
Pasal 7

(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan


pengelolaan dan pembinaan administrasi umum, rumah tangga dan
kepegawaian.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian
Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
a. pengelolaan dan pembinaan administrasi umum dan ketatalaksanaan di
lingkungan Badan;
b. pelaksanaan urusan rumah tangga dan keamanan kantor;
c. pelaksanaan penyusunan rencana dan pengadaan sarana dan prasarana
kebutuhan Badan;
d. penyusunan rencana, pengelolaan dan perawatan perlengkapan kantor;
e. penyelenggaraan inventarisasi kekayaan/asset di lingkungan Badan;
f. penyelenggaraan protokoler, humas dan perjalanan dinas;
g. pengelolaan administrasi dan pembinaan kepegawaian di lingkungan
Badan; dan
h. pelaksanaan tugas-tugas lain yang di berikan oleh Sekretaris Badan.
Pasal 8

(1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi


keuangan di lingkungan Badan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian
Keuangan menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan bahan dan pelaksanaan penyusunan anggaran keuangan
Badan;
b. pelaksanaan pengelolaan keuangan, pembukuan, perhitungan dan
verifikasi serta perbendaharaan Badan;
c. pembayaran gaji pegawai di lingkungan Badan ;
d. penyusunan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan pengelolaan
keuangan Badan; dan
e. pelaksanaan tugas-tugas lain yang di berikan oleh Sekretaris Badan.

Pasal 9

(1) Sub Bagian Penyusunan Program dan Pelaporan mempunyai tugas


menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan program dan pelaporan
kegiatan Badan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Sub Bagian Penyusunan Program dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan bahan dalam rangka koordinasi dan penyusunan program dan
kegiatan Badan;
b. pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data statistik sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi Badan;
c. penyusunan laporan pelaksanaan dan pencapaian kinerja
program/kegiatan Badan;
d. penyiapan bahan pelaksanaan waskat;

6
e. pelaksanaan evaluasi dan penyiapan bahan peningkatan pelayanan publik
di lingkungan Badan; dan
f. pelaksanaan tugas-tugas lain yang di berikan oleh Sekretaris Badan.

Paragraf 3
Bidang Pajak Daerah
Pasal 10

(1) Bidang Pajak Daerah mempunyai tugas membantu Kepala Badan dalam
melaksanakan pengelolaan Pajak Daerah, yang meliputi Pajak Hotel, Pajak
Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak
Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Bumi
dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah
dan Bangunan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Bidang Pajak Daerah menyelenggarakan fungsi :
a. perumusan kebijakan tehnis dibidang Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak
Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan
Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Bumi dan
Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah
dan Bangunanberdasarkan peraturan perundang undangan dan
kebijakan Kepala Badan;
b. penyusunan program / kegiatan Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak
Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan
Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Bumi dan
Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah
dan Bangunan;
c. pengkoordinasian dan penyelenggaraan pelayanan di bidang Pajak Hotel,
Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan,
Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah,
Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan
Hak Atas Tanah dan Bangunan;
d. pembinaan, pengendalian dan pelaporan kinerja di bidangPajak Hotel,
Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan,
Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah,
Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan
Hak Atas Tanah dan Bangunan;
e. pemantauan, evaluasi dan pelaporan kinerja di Pajak Hotel, Pajak
Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak
Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak
Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan Hak
Atas Tanah dan Bangunan;
f. fasilitasi dan penatausahaan bagi hasil Pajak yang berhubungan dengan
penerimaan Pajak Daerah;
g. pelaksanaan tugas - tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan.

Pasal 11

(1) Bidang Pajak Daerah, terdiri dari :


a. Sub Bidang Pajak Daerah I;
b. Sub Bidang Pajak Daerah II;
7
(2) Sub Bidang dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang berkedudukan di bawah
dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 12

(1) Sub Bidang Pajak Daerah I mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam
rangka pengelolaan sumber – sumber penerimaan daerah yang berasal dari
Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea perolehan Hak
atas Tanah dan Bangunan serta menghimpun segala Peraturan Perundang-
Undangan yang berhubungan dengan Pajak Daerah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Sub Bidang Pajak Daerah I menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan
operasional serta rencana program di bidang Pajak Bumi dan Bangunan
Perdesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan
Bangunan;
b. mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan
pembinaan serta pelaksanaan pendataan dan penilaian Wajib Pajak;
c. melakukan penelitian, pengolahan dan penyimpanan data Wajib Pajak;
d. melakukan kegiatan pelayanan tehnis dan administrasi di bidang Pajak
Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea Perolehan Hak
Atas Tanah dan Bangunan;
e. melaksanakan perhitungan, penetapan secara jabatan dan melakukan
pendistribusian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT),Surat
Setoran Pajak Daerah (SSPD),Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP)
dan dokumen lainya untuk kepentingan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
kepada Desa dan Kelurahan melalui Kecamatan mengumpulkan dan
menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan serta
pelaksanaan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan
Perkotaan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan;
f. melakukan kegiatan pelayanan tehnis dan administrasi di bidang di
bidang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan dan Bea
Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan;
g. fasilitasi dan penatausahaan Bagi Hasil Pajak yang berhubungan dengan
penerimaan Pajak Daerah;
h. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas serta menyusun laporan
kinerja sesuai dengan bidang tugasnya;
i. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 13
(1) Sub Bidang Pajak Daerah II mempunyai tugas menghimpun bahan dalam
rangka pengelolaan sumber – sumber penerimaan Daerah yang berasal dari
Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Reklame , Pajak Penerangan Jalan, Pajak
Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, dan Pajak Air Tanah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Sub Bidang Pajak Daerah II menyelenggarakan fungsi :
a. menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan
operasional serta rencana program di bidang Pajak Hotel, Pajak Restoran,
Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral
Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir dan Pajak Air Tanah;

8
b. mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan
pembinaan serta pelaksanaan pendataan dan penilaian Wajib Pajak;
c. melakukan penelitian, pengolahan dan penyimpanan data Wajib Pajak;
d. melakukan kegiatan pelayanan tehnis dan administrasi di bidang Pajak
Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan
Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir dan Pajak
Air Tanah;
e. melaksanakan perhitungan, penetapan secara jabatan dan melakukan
pendistribusian SSPD dan dokumen lainya untuk Pajak Hotel, Pajak
Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak
Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir dan Pajak Air Tanah;
f. melakukan kegiatan pelayanan tehnis dan administrasi di bidang di
bidang Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak
Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir
dan Pajak Air Tanah;
g. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas serta menyusun laporan
kinerja sesuai dengan bidang tugasnya;
h. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 4

Bidang Retribusi dan Penerimaan Lain-Lain


Pasal 14

(1) Bidang Retribusi dan Penerimaan Lain – Lain mempunyai tugas membantu
Kepala Badan dalam melaksanakan penatausahaan dana transfer dan
pengkoordinasian terhadap satuan kerja pemungut retribusi dan penerimaan
lain – lain.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang
Retribusi dan Penerimaan Lain-Lain `mempunyai fungsi :
a. fasilitasi dan penatausahaan Dana Transfer, meliputi DAU, DAK,Bagi Hasil
Bukan Pajak dan Lain – lain Pendapatan Daerah yang sah;
b. perumusan kebijakan tehnis dibidang penetapan target retribusi dan
penerimaan lain–lain berdasarkan peraturan perundang undangan dan
kebijakan Kepala Badan;
c. penyusunan program/kegiatan pendukung di bidang retribusi dan
penerimaan lain – lain;
d. pemantauan, evaluasi dan pelaporan kinerja di bidang retribusi dan
penerimaan lain – lain;
e. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 15

(1) Bidang Retribusi dan Penerimaan Lain-Lain, terdiri dari :


a. Sub Bidang Retribusi dan Penerimaan Lain-Lain;
b. Sub Bidang Perencanaan dan Pengembangan;
(2) Sub Bidang dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang berkedudukan di bawah
dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang.

9
Pasal 16

(1) Sub Bidang Retribusi dan Penerimaan Lain- Lain mempunyai tugas
menyiapkan segala bahan dalam rangka penatausahaan Retribusi Daerah dan
Penerimaan lain – lain serta menghimpun segala peraturan Perundang
Undangan yang berhubungan dengan Retribusi Daerah dan Penerimaan lain –
lain.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) SubBidang
Retribusi dan Penerimaan Lain–Lain menyelenggarakan fungsi:
a. fasilitasi dan penatausahaan Dana Transfer meliputi Dana Alokasi
Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Bagi Hasil Bukan Pajak dan
Lain – Lain Pendapatan Daerah yang sah;
b. menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan
ketetapan retribusi;
c. mengumpulkan, menganalisa data sebagai bahan pemprosesan
penetapan retribusidi masing – masing Satuan Kerja;
d. mengefaluasi pelaksanaan tugas serta menyusun laporan kinerja sesuai
dengan bidang tugasnya;
e. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 17

(1) Sub Bidang Perencanaan dan Pengembangan mempunyai tugas melakukan


perencanaan danpengembangan pendapatan Daerah serta menghimpun
segala Peraturan Perundang - undangan yang berhubungan dengan
Pengembangan Pendapatan Daerah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bidang
Perencanaan dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi:
a. menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan pengembangan
kebijakan Retribusi Daerah;
b. menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan pengembangan
kebijakan Daerahdalam optimalisasi penerimaan lain-lain;
c. mengumpulkan, menganalisa data sebagai bahan pemprosesan
penetapan target Retribusi dan penerimaan lain – lain;
d. mengevaluasi pelaksanaan tugas serta menyusun laporan kinerja sesuai
dengan bidang tugasnya;
e. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 5
Bidang Anggaran

Pasal 18

(1) Bidang Anggaran mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi,


pembinaan, perumusan kebijakan dan petunjuk teknis penyusunan
rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Nota Keuangan, Jawaban
Eksekutif dalam pengajuan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),
mengkoordinasi dan memverifikasi Rencana Bisnis Anggaran (RBA), Rencana

10
Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD), Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA-SKPD) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan
Anggaran (DPPA-SKPD) dan penyiapan data petunjuk teknis berkaitan
dengan pinjaman dan investasi atas nama pemerintah daerah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang
Anggaran menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan penyiapan petunjuk teknis penyusunan rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);
b. penyusunan Standar Analisa Belanja dan Standar Biaya Umum;
c. pelaksanaan koordinasi penyusunan dan pembahasan Rencana Bisnis
Anggaran/Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah;
d. pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);
e. pelaksanaan penyiapan bahan Nota Keuangan rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);
f. pelaksanaan koordinasi dan kompilasi bahan-bahan penyusunan
Jawaban Eksekutif dalam rangka penyusunan rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);
g. pelaksanaan penyempurnaan rancangan APBD dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);
h. pelaksanaan penyiapan bahan persetujuan dan pengesahan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran(DPA)/Dokumen Pelaksanaan Perubahan
AnggaranSatuan Kerja Perangkat Daerah (DPPASKPD) dan Satuan Kerja
Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD);
i. pelaksanaan penyiapan informasi keuangan daerah dalam rangka
penyusunan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD)/Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) dan Peraturan Bupati tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD)/Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD);
j. pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD) dalam rangka penyusunan anggaran;
k. pelaksanaan monitoring dan evaluasi anggaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD);
l. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 19

(1) Bidang Anggaran, terdiri dari :


a. Sub Bidang Anggaran Pendapatan dan Pembiayaan;
b. Sub Bidang Anggaran Belanja;
(2) Sub Bidang dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang berkedudukan di bawah
dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 20

(1) Sub Bidang Anggaran Pendapatan dan Pembiayaan mempunyai tugas


mengumpulkan dan mengkoordinasikan bahan penyusunan petunjuk teknis
rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), perubahan
11
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari kelompok pendapatan
daerah dan pembiayaan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bidang
Anggaran Pendapatan dan Pembiayaan menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan penyiapan data petunjuk teknis yang berkaitan dengan
pinjaman dan investasi atas nama pemerintah daerah;
b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari kelompok
pendapatan daerah dan pembiayaan;
c. pelaksanaan penyiapan bahan Nota Keuangan rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari kelompok
pendapatan daerah dan pembiayaan;
d. pelaksanaan koordinasi dan kompilasi bahan-bahan penyusunan
Jawaban Eksekutif dalam rangka penyusunan rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari kelompok
pendapatan daerah dan pembiayaan;
e. pelaksanaan penyempurnaan rancangan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) dari kelompok pendapatan daerah dan
pembiayaan;
f. penelitian Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
(RKA-SKPD) dari kelompok pendapatan daerah dan pembiayaan;
g. penelitian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah (DPA-SKPD) dari kelompok pendapatan dan pembiayaan;
h. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 21

(1) Sub Bidang Anggaran Belanja mempunyai tugas mengumpulkan dan


mengkoordinasikan bahan penyusunan petunjuk teknis rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), perubahan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) dari kelompok Belanja Daerah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bidang
Anggaran Belanja menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan penyusunan Surat Edaran Bupati perihal pedoman
penyusunanan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah ( RKA – SKPD ) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) dan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);
b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)dari kelompok anggaran
Belanja;
c. pelaksanaan penyiapan bahan Nota Keuangan rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari kelompok
anggaran Belanja;

d. pelaksanaan koordinasi dan kompilasi bahan-bahan penyusunan


Jawaban Eksekutif dalam rangka penyusunan rancangan Anggaran

12
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari kelompok
anggaran Belanja;
e. pelaksanaan penyempurnaan rancangan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) dan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) dari kelompok anggaran Belanja;
f. penelitian Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
(RKA-SKPD) dari kelompok anggaran Belanja;
g. penelitian Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah (DPA-SKPD) dari kelompok anggaran Belanja;
h. penyusunan Standar Analisa Belanja dan Standar Biaya Umum, dan;
i. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 6
Bidang Akuntansi
Pasal22

(1) Bidang Akuntansi mempunyai tugas penyusunan konsep kebijakan,


pedoman dan petunjuk teknis yang berkaitan dengan penyelenggaraan
Akuntansi dalam rangka penyusunan laporan pertanggungjawaban
pelaksanaan keuangan daerah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang
Akuntansi menyelenggarakan Fungsi :
a. menetapkan usulan rencana kerja dan program kegiatan Bidang
Akuntansi;
b. pelaksanaan verifikasi buku kas umum daerah dari sisi penerimaan dan
pengeluaran;
c. pelaksanaan penyusunan Kebijakan Akuntansi dan Sistem Akuntansi
Keuangan Daerah;
d. pelaksanaan rekonsiliasi realisasi anggaran pendapatan dan belanja
daerah;
e. pembinaan dalam rangka pelaporan Badan Layanan Umum Daerah
(BLUD);
f. pelaksanaan penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah;
g. pelaksanaan pengkoordinasian dan menyusun jawaban eksekutif dalam
rangka pertanggung jawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD);
h. pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan laporan realisasi Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)secara periodik;
i. pelaksanaan penyajian informasi keuangan Pemerintah Daerah, dan;
j. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 23

(1) Bidang Akuntansi, terdiri dari :


a. Sub Bidang Akuntansi Pendapatan dan Pembiayaan;
b. Sub Bidang Akuntansi Belanja.

13
(2) Sub Bidang dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang berkedudukan di bawah
dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 24

(1) Sub Bidang Akuntansi Pendapatan dan Pembiayaan mempunyai tugas


melakukan verifikasi pembukuan penerimaan, rekonsilasi dengan Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penghasil, pengumpulan bahan penyusunan
laporan konsolidasian triwulan, semester dan prognosis enam bulan kedepan
dan menyetujui jurnal koreksi pendapatan dan pembiayaan.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub
BidangAkuntansi Pendapatan dan Pembiayaan menyelenggarakan fungsi:
a. melakukan usulan rencana kerja dan program kegiatan Bidang Akuntansi
Pendapatan dan pembiayaan;
b. melakukan verifikasi buku kas umum daerah dari sisi penerimaan dan
pembiayaan;
c. melaksanakan koordinasi dalam rangka penyusunan laporan realisasi
pendapatan dan penerimaan pembiayaan secara periodik;
d. melaksanakan rekonsiliasi realisasi anggaran pendapatan dengan Bidang
Pajak Daerah dan Bidang Retribusi dan Penerimaan lain lain dan/atau
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penghasil;
e. penyusunan laporan konsolidasian realisasi anggaran pendapatan
triwulanan, semester pertama dan prognosis enam bulan kedepan;
f. menyiapkan bahan dan menyusun konsep Kebijakan, pedoman, dan
petunjuk teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan Akuntansi pada
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Satuan Kerja Pengelola
Keuangan Daerah (SKPKD);
g. melakukan evaluasi atas laporan keuangan dan laporan pertanggung
jawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Satuan Kerja Pengelola Keuangan
Daerah (SKPKD);
h. melakukan pembinaan dalam rangka penyusunan laporan Badan
Layanan Umum Daerah (BLUD);
i. melaksanakan posting transaksi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
ke dalam Buku Besar Pendapatan, dan;
j. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 25

(1) Sub Bidang Akuntansi Belanja mempunyai tugas melakukan verifikasi


pembukuan belanja, rekonsilasi dengan semua Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD), pengumpulan bahan penyusunan laporan konsolidasian
triwulan, semester dan prognosis enam bulan kedepan dan menyetujui jurnal
koreksi belanja.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub
BidangAkuntansi Belanja menyelenggarakan fungsi:

14
a. melakukan verifikasi buku kas umum daerah dari sisi belanja;
b. melaksanakan koordinasi dalam rangka penyusunan laporan realisasi
belanja secara periodik;
c. melaksanakan rekonsiliasi realisasi anggaran belanja dengan semua
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD);
d. penyusunan laporan konsolidasian realisasi anggaran belanja triwulanan,
semester pertama dan prognosis enam bulan kedepan;
e. melaksanakan verifikasi atas kebenaran Jurnal umum;
f. menyiapkan bahan penyusunan pertanggung jawaban pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah;
g. melaksanakan posting transaksi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
ke dalam Buku Besar Belanja; dan;
h. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 7
Bidang Perbendaharaan
Pasal 26
(1) Bidang Perbendaharaan mempunyai tugas mengumpulkan bahan perumusan
kebijakan, pembinaan dan petunjuk teknis pelaksanaan dan koordinasi
penyelenggaraan perbendaharaan belanja pegawai, perbendaharaan belanja
non pegawai dan kas daerah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Bidang Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi :
a. mengumpulkan bahan perumusan kebijakan, pembinaan dan petunjuk
teknis pelaksanaan dan koordinasi penyelenggaraan perbendaharaan
belanja pegawai, perbendaharaan belanja non pegawai dan kas daerah;
b. pengumpulan bahan perumusan kebijakan perbendaharaan belanja
pegawai, perbendaharaan belanja non pegawai dan kas daerah;
c. penyusunan bahan pembinaan dan petunjuk teknis perbendaharaan
belanja pegawai, perbendaharaan belanja non pegawai dan kas daerah;
d. pelaksanaan penyelenggaraan perbendaharaan belanja pegawai,
perbendaharaan belanja non pegawai dan kas daerah;
e. pelaksanaan koordinasi instansi terkait dalam penyelenggaraan
perbendaharaan belanja pegawai, perbendaharaan belanja non pegawai
dan kas daerah; dan
f. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 27

(1) Bidang Perbendaharaan terdiri dari :


a. Sub BidangBelanja Tidak Langsung;
b. Sub Bidang Belanja Langsung;
c. Sub Bidang Kas Daerah.
(2) Sub Bidang dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang berkedudukan di bawah
dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 28

(1) Sub Bidang Belanja Tidak Langsung mempunyai tugas menguji kebenaran
Surat Permintaan Pembayaran (SPP) gaji, penagihan, membina
ketatausahaan keuangan gaji, penyelesaian massalah perbendaharaan

15
belanja pegawai dan ganti rugi serta memproses Surat Keterangan
Pemberhentian Pembayaran (SKPP).
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Sub Bidang Belanja Tidak Langsung menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan koreksi Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Gaji yang
diajukan bendaharawan;
b. penghimpunan data gaji PNS sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
penyusunan laporan pelaksanaan;
c. pemprosesan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP);
d. pendataan Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan
penyiapan bahan laporan ke Menteri Dalam Negeri;
e. penyelesaian masalah gaji pegawai dan ganti rugi; dan
f. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 29

(1) Sub Bidang Belanja Langsung mempunyai tugas memproses penerbitan


Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) belanja non pegawai, menguji
kebenaran penagihan, membina ketatausahaan keuangan, menyelesaikan
masalah perbendaharaan belanja non pegawai dan ganti rugi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Sub Bidang Belanja Langsung menyelenggarakan fungsi :
a. pemprosesan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) belanja
non pegawai atas keputusan otorisasi;
b. pengujian kebenaran penagihan;
c. pemberian pertimbangan dan mengikuti penyelesaian masalah-masalah
perbendaharaan non pegawai dan ganti rugi; dan
d. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 30
(1) Sub Bidang Kas Daerah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan
penyiapan bahan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pengelolaan
penerimaan dan pengeluaran keuangan daerah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub
Bidang Kas Daerah menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan bahan perumusan operasional pengelolaan keuangan daerah
sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan;
b. pelaksanaan koordinasi atas penerimaan dan pengeluaran keuangan
daerah dengan instansi terkait;
c. pelaksanaan kegiatan pengelolaan keuangan kas daerah;
d. pelaksanaan pembukuan, evaluasi dan pelaporan kegiatan pengelolaan
keuangan dan kas daerah; dan
e. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 8
Bidang Asset
Pasal 31
(1) Bidang Asset mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan,
pengelolaan, penatausahaan, pemanfaatan, penghapusan, pemeliharaan
Barang Milik Daerah / Asset Milik Daerah.

16
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bidang
Asset menyelenggarakan fungsi :
a. penyusunan rencana kebutuhan Barang Milik Daerah dan pemeliharaan
Barang Milik Daerah;
b. pelaksaaan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian Barang Milik
Daerah / Asset Milik Daerah;
c. pelaksanaan, pengelolaan, penatausahaan, pemindahtanganan, sewa,
pemanfaatan, pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemusnahan,
pelaporan, Barang Milik Daerah / Asset Milik Daerah;
d. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 32
(1) Bidang Asset, terdiri dari :
a. Sub BidangAnalisa dan Pelaporan;
b. Sub BidangPenatausahaan Asset;
c. Sub Bidang Pengendalian dan Penghapusan.
(2) Sub Bidang dipimpin oleh kepala Sub Bidang yang berkedudukan dibawah
dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.
Pasal 33
(1) Sub Bidang Analisa dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan
penyusunan daftar kebutuhan, pelaporan realisasi pengadaan barang
inventaris dan pakai habis SKPD se- kabupaten.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bidang
Analisa dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi :
a. penganalisaan dan Penyusunan Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah
(DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah
(DKPBMD);
b. pelaksanaan laporan hasil realisasi pengadaan barang inventaris,barang
pakai habis dan penetapan status penggunaan barang milik daerah;
c. penyajian dan penyimpan data kendaraan bermotor Dinas;
d. pelaksanaan, pemanfaatan, pinjam pakai Barang Milik Daerah;
e. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 34
(1) Sub Bidang Penata usahaan Asset mempunyai tugas melaksanakan
pembukuan, inventarisasi dan pelaporan Barang Milik Daerah / Asset Milik
Daerah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub
Bidang Penata usahaan Asset menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan pembukuan barang milik daerah bergerak maupun tidak
bergerak sesuai dengan ketentuan dan perundang- undangan;
b. pelaksanaaan inventarisasi, dan pelaporan Barang Milik Daerah;
c. pelaksanaan entry data dari laporan realisasasi barang inventarisasi
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se- kabupaten;
d. penyajian data dan pelaporan keadaan Barang Milik Daerah;
e. pelaksanaan pemanfaatan sewa Barang Milik Daerah;
f. pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh atasan.

17
Pasal 35
(1) Sub Bidang Pengendalian dan Penghapusan mempunyai tugas
melaksanakan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pemeliharaan dan
penghapusan Barang Milik Daerah.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bidang
pengendalian dan penghapusan menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian Barang Milik
Daerah;
b. pelaksanaan pemeliharaan, penghapusan dan pemindahtanganan Barang
Milik Daerah;
c. penganalisaan dan penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah
(RKBMD) penghapusan Barang Milik Daerah.
d. pelaksanaan pemanfaatan Bangun Guna Serah (BGS), Bangun Serah
Guna (BSG) dan Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI) Barang Milik
Daerah;
e. penyajian data pemeliharaan,penghapusan dan pemindahtanganan
Barang Milik Daerah;
f. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Paragraf 9
Kelompok Jabatan Fungsional
Pasal 36

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas


Badan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.
BAB IV
TATA KERJA
Pasal 37

(1) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Badan wajib melaksanakan


prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-
masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Pemerintah
Kabupaten serta instansi lain di luar Pemerintah Kabupaten sesuai dengan
bidang tugasnya.
(2) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Badan wajib mengawasi
bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil
langkah-langkah yang diperlukan.
(3) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Badan bertanggung jawab
memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya serta memberikan
bimbingan dan petunjuk pelaksanaan tugasnya.
(4) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Badan wajib mengikuti dan
mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing
dan menyampaikan laporan berkala tepat waktu.
(5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dan
bawahannya, wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk
penyusunan laporan lebih lanjut dan pemberian petunjuk kepada
bawahannya.
(6) Dalam penyampaian laporan masing-masing kepada atasan, tembusan
laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara
fungsional mempunyai hubungan kerja.

18
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 38

Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, Peraturan Bupati Ponorogo Nomor
58 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Ponorogo (Berita Daerah Kabupaten
Ponorogo Tahun 2008 Nomor 58) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 39

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.


Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Ponorogo.

Ditetapkan di Ponorogo
pada tanggal 19 Desember 2016

BUPATI PONOROGO,

H. IPONG MUCHLISSONI

19
LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI PONOROGO
NOMOR : 81 TAHUN 2016
TANGGAL : 19 Desember 2016

SUSUNAN ORGANISASI BADAN PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET DAERAH (TIPE A)

KEPALA BADAN

KELOMPOK SEKRETARIAT
JABATAN
FUNGSIONAL SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN
UMUM DAN KEUANGAN PENYUSUNAN
KEPEGAWAIAN PROGRAM DAN
PELAPORAN

BIDANG PAJAK BIDANG RETRIBUSI BIDANG BIDANG AKUNTANSI BIDANG BIDANG ASSET
DAERAH DAN PENERIMAAN ANGGARAN PERBENDAHARAAN
LAIN-LAIN

SUB BIDANG SUB BIDANG SUB BIDANG SUB BIDANG SUB BIDANG SUB BIDANG
PAJAK DAERAH I RETRIBUSI DAN ANGGARAN AKUNTANSI BELANJA TIDAK ANALISA DAN
PENERIMAAN PENDAPATAN DAN PENDAPATAN DAN PELAPORAN
LANGSUNG
PEMBIAYAAN
LAIN-LAIN PEMBIAYAAN
SUB BIDANG
SUB BIDANG SUB BIDANG
PAJAK DAERAH I SUB BIDANG SUB BIDANG SUB BIDANG BELANJA PENATAUSAHAAN
PERENCANAAN DAN ANGGARAN AKUNTANSI ASSET
LANGSUNG
PENGEMBANGAN BELANJA BELANJA

SUB BIDANG KAS SUB BIDANG


DAERAH PENGENDALIAN DAN
PENGHAPUSAN

BUPATI PONOROGO,

H. IPONG MUCHLISSONI

20