Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI SISTEM REPRODUKSI

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Struktur Perkembangan Hewan


Yang dibina oleh Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si dan Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes., Ph.D

Disusun oleh :

Kelompok 4 Offering H 2018

1. Alief Sella F.N.N (180342618033)


2. Desvita Risa (180342618008)
3. Dina Aulia A (180342618023)
4. Neila Salma Kumala (180342618090)
5. Nano Rizky Pratama (180342618040)
6. Sherin Vinca Putri (180342618031)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

PRODI BIOLOGI

APRIL 2019
A. TOPIK : Sistem Reproduksi pada hewan vertebrata (Pisces, Amphibi, Reptil, Aves,
Mamalia).

B. TUJUAN PRAKTIKUM

1. Mendeskripsikan struktur anatomi testis kelima kelas vertebrata.


2. Menyebutkan saluran reproduksi jantan pada kelima kelas vertebrata
3. Membuat skema lintasan sperma dari testis keluar tubuh
4. Mendeskripsikan organ kopulatoris pada hewan-hewan yang melaksanakan fertilisasi
internal
5. Mendeskripsikan kelenjar seks sekretoris mamalia jantan
6. Mendeskripsikan struktur anatomi ovarium kelima kelas vertebrata
7. Menyebutkan saluran reproduksi betina kelima kelas vertebrata
8. Mendeskripsikan organ reproduksi eksterna mamalia betina
9. Menghitung garis susu pada mamalia betina
10. Menghitung jumlah kelenjar susu pada mammalia betina

C. DASAR TEORI

Kelamin pada semua vertebrata terpisah, kecuali pada beberapa ikan berkerangka
tulang. Testis merupakan sepasang alat berukuran sedang yang masing-masing mempunyai
seumlah besar tubulus seminiferous yang sangat berliku-liku. Ini merupakan suatu daerah yang
cukup luas untuk memproduksi sperma (Villee, 1984)
Ovarium ikan dan amfibia, yang menghasilkan ribuan atau ratusan telur memenuhi
sebagian. Ovarium reptilia dan burung masih tetap besar dan telurnya mengandung kuning
telur. Telur mammalia mengandung sedikit sekali kuning telur dan ovariumnya sangat kecil.
Pada hamper semua vertebrata, gonad tergantung pada mesenteri dalam rongga tubuh, dan
selama hidup tetap berada di tempat itu. Tetapi pada hewan jantan mammalia, testis pindah ke
arah posterior dan keluar dari rongga tubuh utama, masuk kedalam kantung kulit dan masuk
kedinding tubuh lain yang dinamakan skrotum (Villee, 1984)

1. Saluran reproduksi jantan

Pada sebagian besar ikan dan amfibia jantan, tubulus mikroskopik yang disebut vas
eferensia menyalurkan sperma dari tubulus seminiferous melalui mesenteri yang menyangga
testis ke tubulus anterior ginjal. Sperma melewati tubulus-tubulus ini menuju saluran arkinefrik
yang menyalurkan baik urine maupun sperma ke kloaka (Villee, 1984)
Perbedaan lain antara alat kelamin jantan pada vertebrata tingkat rendah dan tingkat
tinggi berkaitan dengan perbedaan dalam cara bereproduksi. Karena katak kawin di dalam air,
maka fertilisasi terjadi di luar. Pada reptile, aves, dan mammalia fertilisasi terjadi di dalam dan
kecuali sebagian besar burung, yang jantan mempunyai penis. Pada mammalia penis
berkembang di sekitar uretra dan mempunyai 3 rongga kavernus.. kelenjar kelamin asesori
terdiri atas sepasang seminal vesikel yang berhubungan dengan ujung distal dari vas deferens,
sebuah kelenjar prostat yang mengelilingi uretra di tempat masuknya vas deferens. (Villee,
1984)

Sistem reproduksi jantan terdiri atas (1) gonad berupa testis, (2) saluran reproduksi
jantan, (3) kelenjar seks asesori (pada mamalia), dan (4) organ kopulatoris (pada beberapa
hewan dengan tipe fertilisasi internal). (Tenzer, 2014)

a) Testis
Testis vertebrata umumnya berjumlah sepasang, lebih padat, permukaannya lebih
halus, dan berukuran lebih kecil dibandingkan ovarium dari spesies yang sama.
Tetapi mamalia mempunyai testis lebih besar disbanding dengan ovariumnya. Pada
pisces, testis berbentuk panjang, sedangkan pada ikan bertulang rawan, anura dan
amniota testis berbentuk bulat telur. Testis terletak di rongga abdomen
b) Saluran reproduksi jantan
Secara ringkas, sperma dari testis disalurkan melalui saluran reproduksi dengan
lintasan sebagai berikut :
(1) Pisces : testis -> ductus eferens -> ductus mesonefros -> sinus
genitalia/urogenitalia
(2) Amphibia : testis -> ductus eferens -> ductus mesonefros -> kloaka
(3) Reptilia : testis -> ductus eferens -> epididymis -> ductus deferens -> kloaka
(4) Aves : testis -> ductus eferens -> epididymis -> ductus deferens -> kloaka
(5) Mammalia : testis -> ductus eferens -> epididymis -> ductus deferens -> uretra
c) Kelenjar seks asesori jantan
Kelenjar seks asesori pada manusia yaitu : vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan
kelenjar bulbouretra
d) Kelenjar kopulatoris
(1) Pisces : mempunyai organ kopulatoris berupa elasmobranchii dan beberapa
Teleostei. Pada organ elasmobranchii berupa klasper yang merupakan
modifikasi dari sirip pelvis dan teleostei berupa gonopodium yang merupakan
modifikasi dari sirip anal
(2) Reptilia
Ada 2 tipe, pada oragan kopulatoris ular dan kadal berupa hemipenis (tonjolan
kloaka) berbentuk seperti kantung. Golongan kura-kura memiliki organ
kopulatoris berupa penis yang merupakan penebalan dinding anterior dan
vemtral kloaka
(3) Aves
Hewan ini mempunyai organ kopulatoris berupa penis yang strukturnya serupa
dengan kura-kura dan buaya.
(4) Mammalia
Organ kopulatoris berupa penis tunggal terletak di anterior skrotum
2. Saluran reproduksi betina

Pada sebagian besar vertebrata betina, telur disalurkan dari rongga tubuh oleh sepasang
oviduk. Ikan dan hampir semua amfibia berkembang biak dalam air. Sebagian besar sifat
ovipar, fertilisasi terjadi di luar dan telur berkembang menjadi larva yang dapat berdiri sendiri.
Pada katak, tiap oviduk merupakan saluran sederhana yang berkelompok menjulur dari bagian
anterior tubuh ke kloaka. Oviduk mempunyai sel kelenjar yang mensekresi lapisan jelli di
sekitar telur. (Villee, 1984)

Pada reptile, burung dan mammalia fertilisasi terjadi di dalam. Kelenjar oviduk, yang
mensekresi albumin dan cangkang disekitar telur , pada reptilia lebih kompleks daripada
amfibia dan ikan. Tetapi dalam hal lain oviduk reptilia tidak mengalami banyak perubahan.
Pada mammalia, ostium terletak di dekat ovarium dan melingkarinya sebagian. Bagian anterior
dari tiap oviduk merupakan saluran kecil yang diseut tuba falopi. Bagian terminal vagina dan
uretra berkembang ke bagian ventral kloaka. Vagina terpisah dari bagian utama uterus tempat
embrio berkembang oleh leher uterus seperti sfingteryang disebut serviks. Lubang vagina dan
uretra dibatasi oleh lipatan kulit berpasangan yaitu labium minor dan labium mayor (Villee,
1984)
Gonad betina atau ovarium terletak di rongga abdomen berjumlah sepasang. Pada bebrapa
jenis pisces kedua ovarium berfusi, pada aves hanya ovarium kiri yang berkembang, sedangkan
yang kanan terdegenerasi. Saluran reproduksi berkembang dari ductus Muller, yang terdiri atas
uterus dan oviduk, atau oviduk, uterus, dan vagina (pada mammalia dan aves). Sistem
reproduksi dilengkapi dengan kelenjar susu. (Tenzer, 2014)
D. ALAT DAN BAHAN
Alat :
 Seperangkat alat bedah
 Papan bedah
 Penyungkup
 Jarum pentul
Bahan :
 Hewan segar ikan tombro (Cyrpinus carpio)
 Hewan segar katak (Rana sp)
 Hewan segar kadal (Mabouya multifasciata)
 Hewan segar mencit (Mus musculus)
 Hewan segar merpati (Columba livia)
 Kapas
 Kloroform
E. PROSEDUR

1. Pengamatan organ reproduksi pada Pisces

Pisces

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati


Dilakukan pembedahan pada ikan yang telah disiapkan sebelumnya
Dicari dan diamati bagian organ reproduki pada ikan
Didokumentasikan proses pengamatan menggunakan handphone

Hasil

2. Pengamatan organ reproduksi pada Amfibi

Amphibi

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati


Dilakukan penusukan pada katak menggunakan metode single pitching
Dilakukan pembedahan pada katak yang telah disiapkan di atas meja bedah
Dicari dan diamati bagian organ reproduksi pada katak
Didokumentasikan proses pengamatan menggunakan handphone

Hasil

3. Pengamatan organ reproduksi pada Reptile


Reptile

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati


Dilakukan pembiusan kadal dengan diberi kloroform
Dilakukan pembedahan pada kadal di atas meja bedah
Dicari dan diamati bagian organ reproduksi pada kadal
Didokumentasikan proses pengamatan menggunakan handphone

Hasil

4. Pengamatan organ reproduksi pada Mamalia

Mammalia
Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati
Dilakukan pembiusan pada mencit di dalam tabung dengan kloroform
Dilakukan pembedahan pada mencit di atas meja bedah
Dicari dan diamati bagian organ reproduksi pada mencit
Didokumentasikan proses pengamatan menggunakan handphone
Hasil

5. Pengamatan organ reproduksi pada Aves

Aves
Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati
Dilakukan pembiusan pada burung merpati di dalam tabung dengan kloroform
Dilakukan pembedahan pada burung merpati di atas meja bedah
Dicari dan diamati bagian organ reproduksi pada burung merpati
Didokumentasikan proses pengamatan menggunakan handphone
Hasil
F. Tabel anatomi perbandingan

No Gambar literatur Gambar pengamatan

1. Alat reproduksi pada pisces (Cyrpinus Alat reproduksi pada pisces (Cyrpinus
carpio) carpio)

Sumber: Kardong (2011) (Sumber: Dokumen Pribadi)


2. Alat reproduksi pada amfibi (Rana sp) Alat reproduksi pada amfibi (Rana sp)

Ovary

oviduk

oviduk

(Sumber: Dokumen Pribadi)

(Sumber: King dkk, 1982)

Ovary
3. Alat reproduksi pada reptile (Mabouya Alat reproduksi pada reptile (Mabouya
multifasciata) multifasciata)

epididimis

Testis
Testis
Epididimis

Male system

oviduk
(Sumber: Dokumen Pribadi)

Ovary

Female system

(Sumber: King dkk, 1982)


4. Alat reproduksi pada aves (Columba Alat reproduksi pada aves (Columba livia)
livia)

Ovary

ovary

Oviduct oviduk

Female system

(Sumber: King dkk, 1982)

Sumber: Dokumen Pribadi


5. Alat reproduksi pada mamalia (Mus Alat reproduksi pada mamalia (Mus
musculus) musculus)

ovary

epididimis

Tuba falopi

Penis
Testis
Male system

(Sumber: Dokumen Pribadi)

Ovary
Tuba falopi

Female system

(Sumber: King dkk, 1982)


G. ANALISIS DATA
Pada saat pengamatan sistem reproduksi pada pisces, hewan yang digunakan dalam
pengamatan adalah ikan tombro. Ovari pada ikan terletak pada rongga abdomen. Saluran
reproduksi berupa oviduk berjumlah sepasang. Oviduk sempit pada bagian anterior dan
posteriornya. Pelebaran selanjutnya pada uterus yang bermuara di kloaka.
Pada saat pengamatan sistem reproduksi pada amfibi, hewan yang digunakan dalam
pengamatan adalah katak betina. Alat reproduksi yang tampak yaitu ovary yang bewarna hitam
terletak dibagian sebelah kanan dan bentuknya seperti telur yang bergerombol. Kemudian
terdapat saluran oviduk yang terlihat seperti usus, berlipat lipat berwarna putih.
Pada saat pengamatan sistem reproduksi pada reptile, hewan yang digunakan dalam
pengamatan adalah kadal jantan. Terlihat ada testis berbentuk seperti kacang berwarna putih
dan berjumlah sepasang. Kemudian terdapat epididimis dibawah testis.
Pada saat pengamatan sistem reproduksi pada aves, kami melihat adanya ovarium yang
berbentuk seperti anggur, namun berwarna putih bening. Dilanjutkan dengan saluran oviduk.
Pada saat pengamatan sistem reproduksi pada mamalia, hewan yang digunakan dalam
pengamatan adalah mencit betina. Terlihat adanya ovarium berwarna putih yang sangat kecil
berjumlah sepasang, dan terdapat saluran tipis yaitu tuba falopii.

H. PEMBAHASAN

Gonad adalah bagian dari organ reproduksi pada ikan yang menghasilkan telur pada ikan
betina dan sperma pada ikan jantan. Ikan pada umumnya mempunyai sepasang gonad dan jenis
kelamin umumnya terpisah (Sukiya, 2005: 20). Ikan memiliki ukuran dan jumlah telur yang
berbeda, tergantung tingkah laku dan habitatnya. Sebagian ikan memiliki jumlah telur banyak,
namun berukuran kecil sebagai konsekuensi dari kelangsungan hidup yang rendah. Sebaliknya,
ikan yang memiliki jumlah telur sedikit, ukuran butirnya besar, dan kadang-kadang
memerlukan perawatan dari induknya, misal ikan Tilapia (Fujaya, 2004). Ovarium ikan dan
amfibia, yang menghasilkan ribuan atau ratusan telur memenuhi sebagian. (Villee, 1984)
Pada pengamatan yang kami lakukan, kami tidak dapat mengidentifikasi bagian-bagian
organ reproduksi pada ikan dengan jelas. Namun kami melihat adanya ovary pada rongga
abdomen dan salurannya yaitu oviduk. Pada data pengamatan yaitu pada foto tidak terlihat
bagian tersebut karena kesalahan praktikan yang sudah membuang bagian isi dalam organ-
organnya.
Reproduksi pada katak yaitu dengan cara fertilisasi eksternal, katak jantan menjepit katak
betina ketika perkawinan, ketika telur dilepaskan dan sperma disemprotkan
(Brotowijdoyo.1989). Ovarium berjumlah sepasang, pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan
lemak bermwarna kuning (korpus adiposum). Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal
dari plica gametalis, masing-masing gonalis, dan pars progonalis. Ovarium digantungkan oleh
mesovarium. Saluran reproduksi, oviducts merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk
dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut
oskum abdominal. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut ductus
mesonefrus. Dan akhirnya bermuara di kloaka. (Purnamasari, 2017)
Pada pengamatan katak kami melihat alat reproduksi yang tampak yaitu ovary yang
bewarna hitam terletak dibagian sebelah kanan dan bentuknya seperti telur yang bergerombol.
Kemudian terdapat saluran oviduk yang terlihat seperti usus, berlipat lipat berwarna putih.
Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna keputih-putihan,berjumlah sepasang, dan
terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan
dari padayang lain. Testis akan membesar saat musim kawin. testis terletak lebih ke depan dari
padayang lain. Testis akan membesar saat musim kawin. Saluran reproduksi, duktus
mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju kloaka. Sebagian
duktus wolfdekat testis bergelung membentuk epididimis. (Purnamasari, 2017)
Pada pengamatan anatomi organ reproduksi pada kadal jantan, kami juga melihat adanya
testis berwarna putih berjumlah sepasang serta adanya epididymis dibawah testis.
Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak di
bagian dorsal rongga abdomen. Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang
sebelah kiri, dan dibagi menjadi beberapa bagian- bagian anterior adalah infundibulum yang
punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh
fimbre- fimbre. Di posterionya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya
istimus yang mengsrkresikan fimbre. Di Posteriornya adalah magnum yang akan
mensekresikan albumin, selanjutnya Istimus akan mensekresikan membran sel telur dalam dan
luar. (Purnamasari, 2017). Pada pengamatan aves kami melihat adanya ovarium yang berbentuk
seperti anggur, namun berwarna putih bening. Dilanjutkan dengan saluran oviduk.
Sistem reproduksi mencit betina terdiri atas beberapa organ, yaitu ovarium, saluran telur
(oviduct atau tuba falopi), uterus (endometrium), vagina, dan klitroris. Ovarium berbentuk
bulat, kecil, melekat pada dinding rongga tubuh oleh selaput mesovarium. Ovarium terdapat
sepasang yang jenuh dengan bakal sel telur atau oogonium. Ovarium tersebut akan selalu
mematangkan oogonium menjadi telur (ovum) secara bergantian antara ovarium kanan dan kiri
dengan cara ovulasi yang selanjutnya akan masuk ke dalam saluran telur atau oviduct. Saluran
telur merupakan saluran kecil yang berliku-liku. Ujung anteriornya terdapat tuba falopi yang
merupakan tempat masuknya telur yang telah matang dari ovarium. Selaput penggantung
oviduct disebut mesosalphink. Uterus (endometrium) berdinding tebal, tersusun dari oviduct
yang melebar pada bagian posterior, dan mempunyai tipe bicornus (tanduk). (Purnamasari,
2017). Pada saat pengamatan terlihat adanya ovarium berwarna putih yang sangat kecil
berjumlah sepasang, dan terdapat saluran tipis yaitu tuba falopii

I. TUGAS EVALUASI
1. Organ apakah yang merupakan komponen utama sistem reproduksi jantan dan betina?
Jelaskan jawaban saudara!
2. Bandingkan hubungan antara saluran ekskresi dan saluran reproduksi pada hewan
anamniota dengan hewan amniota!
3. Apakah fungsi dari kelenjar-kelenjar asesoris pada hewan jantan?
Sistem reproduksi hewan jantan dilengkapi kelenjar seks asesori berfungsi untuk
menghasilkan cairan sebagai medium sperma. Spermatozoa bersama mediumnya yang
disebut semen. Kelenjar-kelenjar tersebut bekerja dibawah kendali hormone testosterone
yang dihasilkan oleh testis. Terdapat 3 kelenjar asesori pada manusia yaitu :
(1) Vesikula seminalis : berfungsi menjaga motilitas dan viabilitas sperma.
(2) Kelenjar prostat : mensekresikan cairan seperti susu agak asam yang digunakan oleh
sperma untuk memproduksi ATP
(3) Kelenjar Cowper : mensekresikan cairan basa untuk menetralkan lingkungan uretra
yang bersifat asam, dan mensekresikan mucus untuk melumasi dinding uretra.
4. Apakah semua vertebrata jantan mempunyai penis? Jelaskan!
Tidak, vertebrata yang mempunyai penis yaitu reptilia golongan kura-kura, aves dan
mammalia. Karena, fertilisasi pada pisces dan amfibi yang hidup di air sangat
memungkinkan spermatozoa untuk menuju sel telur dengan medium air. Sedangkan pada
hewan terrestrial spermatozoa ditransfer menuju hewan betina menggunakan organ
kopulatoris seperti penis.
5. Sebutkan fungsi uretra pada marmot jantan!
6. Apakah jenis uterus marmot? Gambarkan!
7. Apakah ovarium yang saudara amati selalu berjumlah sepasang? Jelaskan!
8. Bagaimana hubungan jumlah kelenjar susu mammalia dengan jumlah anak!
DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjoyo, M. D. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga


Duellman, W. E. and L. Trueb. 1986. Biology of Amphibians. New York: Mc Graw-Hill Book
Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknik Perikanan. Jakarta: Rineka Putra
Kardong, Kenneth. 2011. Vertebrates Comparative Anatomy, Function, Evolution. USA:
McGraw Hill.
King, Gillian M., dan David R. N. Custance. 1982. Colour Atlas of Vertebrates Anatomy an
Integrated Text and Dissection Guide. USA: Bolsover Press
Purnamasari, Risa. 2017. Fisiologi Hewan. Surabaya: Program Studi Arsitektur UIN Sunan
Ampel
Sukiya. 2005. Biologi Vertebrata. Malang: Universitas Negeri Malang.
Tenzer, Amy, Umie Lestari, Nursasi Handayani, Abdul Gofur, Masjhudi, Sofia Ery Rahayu,
Nuning Wulandari, Siti Imroatul Maslikah. 2014. Hand Out Struktur Perkembangan
Hewan I (NBIO606). Malang: Universitas Negeri Malang.
Villee, Claude A., Warren F. Walker, dan Robert D. Barnes. General Zoology alih Bahasa
Prof. Dr. Nawangsari Sugiri. Jakarta: Erlangga

Anda mungkin juga menyukai