Anda di halaman 1dari 5

SURAT KEPUTUSAN

No. 07/01/VIII/SK_Dir_Keb/2012

TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN REHABILITAS MEDIS

DIREKTUR RS BAPTIS BATU

MENIMBANG : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Baptis
Batu, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan Rehabilitas Medis yang
bermutu tinggi;
b. Bahwa agar pelayanan Rehabilitas Medis di Rumah Sakit Baptis Batu dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur Rumah Sakit
Baptis Batu sebagai landasan bagi penyelenggaraan pelayanan Rehabilitas
Medis di Rumah Sakit Baptis Batu;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b,
perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Baptis Batu.

MENGINGAT : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah


Sakit
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 /Menkes/Per/III/2008 tentang
Rehabilitas Medis
3. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baptis Indonesia Nomor
014/SK/YBI/VIII/2009 tentang Penunjukan Direktur Rumah Sakit Baptis
Batu
4. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baptis Indonesia Nomor
047/YBI/VII/2011 tentang Struktur Organisasi Rumah Sakit Baptis Batu
MEMUTUSKAN :

MENETAPKAN :

PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BAPTIS BATU TENTANG


KEBIJAKAN PELAYANAN REHABILITASI MEDIS RUMAH SAKIT
BAPTIS BATU

KEDUA : Kebijakan pelayanan Rehabilitas Medis Rumah Sakit Baptis Batu sebagaimana
tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

KETIGA : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan Rehabilitas Medis


Rumah Sakit Baptis Batu dilaksanakan oleh Wakil Direktur Pelayanan Rumah
Sakit Baptis Batu.

KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di kemudian
hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya

Ditetapkan di : Batu
Pada tanggal : 01 Agustus 2012
Direktur RS Baptis Batu

dr. Arhwinda Pusparahaju A. SpKFR.,MARS.


Lampiran Surat Keputusan Direktur RS Baptis Batu
Nomor 07/01/VIII/SK_Dir_Keb/2012 Tentang Kebijakan Pelayanan Rehabilitasi Medis

KEBIJAKAN PELAYANAN REHABILITAS MEDIS


RUMAH SAKIT BAPTIS BATU

Kebijakan Umum :

1. Peralatan di unit harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
2. Pelayanan di unit harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan pasien.
3. Semua petugas unit wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
5. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar prosedur opersinal yang
berlaku, etika profesi, etikket, dan menghormati hak pasien.
6. Pelayanan unit dilaksanakan dalam 9 jam.
7. Penyediaan tenega harus mengacu kepada pola ketenagaan.
8. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat rutin bulanan minimal
satu bulan sekali.
9. Setiap bulan wajib membuat laporan.

Kebijakan Khusus :

1. Nomor urut antrian berdasarkan waktu lapor kedatangan pasien kepada petugas.
2. Pasien dengan alat bantu dibuatkan ruang tunggu tersendiri.
3. Pasien dengan usia lanjut dan dengan alat bantu dilakukan pelayanan terapi ditempat tidur yang
telah tersedia.
4. Peralatan yang terdapat pada rehabilitasi medis harus di uji dan di kalibrasi secara berkala oleh
Badan Pengujian Fasilitas kesehatan dan / atau institusi pengujian fasilitas kesehatan yang
berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Setiap tindakan dan pemakaian peralatan therapy yang akan dilakukan harus di konsultasikan
terlebih dahulu dan mendapatkan persetujuan dari dokter spesialis rehabilitasi medis dan
pasien.
6. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, setiap petugas wajib mengikuti
pelatihan yang diselenggarakan.
7. Untuk proses administrasi pasien umum,Petugas fisioterapi harus memastikan berkas KEU-01
dan pasienya yang dipergunakan untuk administrasi sampai ke kasir.
8. Pasien dengan tindakan fisioterapi latihan maka perlu di cek tekanan darah terlebih dahu dan
harus dalam kondisi fisik yang stabil serta pastikan pasien tidak dalam kondisi puasa,serta
disaat proses terapi selalu jaga komunikasi dengan pasien agar petugas tau kapan pasien perlu
istirahat atau menyudahi latihan.
9. Indikasi dan kontra indikasi latihan gerak pasif
Indikasi :
a. kondisi coma / post coma
b. kondisi lama bed rest
c. kondisi post operative,post fraktur / dislokasi,lama tidak befungsi / imobilisasi
d. kondisi kekakuan sendi dan pemendekan otot
Kontra indikasi:
a. Pasien denga panas tinggi dan adanya proses peradangan akut
b. Hipper ekstensi dan hiper adduksi pada post fraktur collum femoris dengan Moore Prothese
/ pen dan post fraktur shaft of femur dengan pen
10. Indikasi dan kontra indikasi latihan aktif.
11. Indikasi :
a. Kondisi kelemahan otot dengan nilai 3 ke atas
b. Kondisi kesulitan pengontrolan gerak anggota gerak tubuh
c. Kondisi terhambatnya jarak gerakan sendi
d. Kondisi ketegagan otot dan jaringan lunak
Kontra indikasi:
a. Pasien dengan panas tinggi
b. Penderita dalam keadaan bed rest total
c. Penderita penyakit jantung perlu teknik khusus
d. Penderita khusus habis operasi dengan Moore Prothese gerakan sendi paha (hip join)
adduksi,flexi dan internal otasi tidak boleh berlebihan
e. Penderita yang tidak kooperatif
12. Indikasi dan kontra indikasi latihan aktif dengan beban :
Indikasi :
a. Kondisi kelemahan otot dengan nilai 4
b. Kondisi kesilitan pengontrolan anggota gerak
c. Kondisi menyusutnya volume otot (atrophy)
Kontra indikasi :
a. Penderita panas tinggi
b. Penderita dalam keadaan bed rest total
c. Penderita penyakit jantung perlu teknis khusus
d. Penderita khusus habis operasi dengan moore prothese gerakan sendi paha (hip join)
adduksi,flexi dan internal rotassi tidak boleh berlebihan

Ditetapkan di : Batu
Pada tanggal : 01 Agustus 2012
Direktur RS Baptis Batu

dr. Arhwinda Pusparahaju A. SpKFR.,MARS.