Anda di halaman 1dari 62

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR SERTA PERAN KEDUDUKAN ASN

UPAYA PENINGKATAN FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH


DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS V
SD NEGERI KALIGLAGAH KECAMATAN LOANO
KABUPATEN PURWOREJO

Disusun oleh :

Nama : MARIA ULFAH, S.Pd.

NIP : 19901021 201903 2 010

Gol/Angkatan : III / CLXXIII

No. Presensi : 33

Jabatan : Guru Kelas

Unit Kerja : SD Negeri Kaliglagah

Coach : AGUS PUJIANTO, SH, MM

Mentor : SRI HIDAYATI, S.Pd.SD.

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN CLXXIII


PEMKAB PURWOREJO BEKERJASAMA DENGAN BPSDMD
PROVINSI JAWA TENGAH
2019

i
HALAMAN PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR


DAN PERAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA

UPAYA PENINGKATAN FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM


PEMBELAJARAN SISWA KELAS V DI SD NEGERI KALIGLAGAH

Disusun oleh:

Nama : MARIA ULFAH, S.Pd.

NIP : 19901021 201903 2 010

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:

Hari, tanggal : Rabu, 21 Agustus 2019

Tempat : BAPELTAN Provinsi Jawa Tengah

Temanggung, 21 Agustus 2019


Mengetahui,
Coach Mentor

AGUS PUJIANTO, SH, MM SRI HIDAYATI, S.Pd.SD


NIP. 19700810 199403 1 004 NIP. 19670331 199401 2 001

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Upaya Peningkatan Fungsi Perpustakaan Sekolah Dalam


Pembelajaran Siswa Kelas V Di SD Negeri Kaliglagah
Nama : MARIA ULFAH, S.Pd.
NIP : 19901021 201903 2 010
Unit Kerja : SD Negeri Kaliglagah, Kecamatan Loano, Kabupaten
Purworejo

Telah diseminarkan,
Di : Temanggung
Hari, tanggal : Rabu, 21 Agustus 2019

Peserta Pelatihan Dasar

MARIA ULFAH, S.Pd.


NIP. 19901021 201903 2 010

Mengetahui,
Coach Mentor

AGUS PUJIANTO, SH,MM SRI HIDAYATI, S.Pd.SD


NIP. 19670331 199401 2 001
NIP. 19700810 199403 1 004
Penguji

WARI HANDAYANI, ST
NIP. 19751004 200312 2 004

iii
PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya penulis dapat


menyelesaikan “Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar dan Peran
Kedudukan Aparatur Sipil Negara pada Upaya Peningkatan Fungsi
Perpustakaan Sekolah dalam Pembelajaran Siswa Kelas V di SD Negeri
Kaliglagah” dengan baik. Laporan kegiatan aktualisasi ini bertujuan untuk
meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara di SD Negeri Kaliglagah
Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo dengan nilai dasar Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.
Program yang terdapat dalam rencana aktualisasi ini adalah kegiatan
yang ada di lingkungan SD Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano
Kabupaten Purworejo. Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis merasa
perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) dalam menginternalisasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai
ANEKA. Penulis berharap tulisan ini dapat dijadikan sebagai salah satu
alat pengembangan kualitas pendidikan di SD Negeri Kaliglagah
Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.
Penulis dengan rendah hati mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
(BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya yang telah
menjadi penyelenggara dan memfasilitasi pelaksanaan Latihan Dasar
ini.
2. Bapak Agus Pujianto, SH, MM selaku coach atas motivasi, masukan
dan bimbinganya.
3. Ibu Sri Hidayati, S.Pd.SD., selaku mentor dan Kepala Sekolah SD
Negeri Kaliglagah, terimakasih atas semua arahan, motivasi, dukungan,
masukan, dan bimbingannya.
4. Seluruh Widyaiswara yang telah membagikan ilmu serta pengalaman
yang sangat memotivasi.

iv
5. Keluarga besar SD Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano Kabupaten
Purwoejo atas dukungan dan kerjasamanya.
6. Erika Adaylamo, suami tercinta yang selalu memberikan motivasi dan
selalu mendoakan.
7. Muhammad Raid Alano, anak tercinta dan tersayang yang selalu
menjadi penyemangat.
8. Keluarga besar peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan
CLXXIII.
Penulis sadar bahwa laporan aktualisasi ini masih jauh dari
kesempurnaan. Maka dari itu, penulis berharap masukan dari berbagai
pihak agar laporan ini menjadi lebih baik dan dapat dijadikan dasar dalam
pelaporan aktualisasi nilai dasar ASN, serta memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi semua pihak yang membutuhkan.

Temanggung, 21 Agustus 2019


Penulis

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


HALAMAN PERSETUJUAN ..................................................................... ii
HALAMANPENGESAHAN ......................................................................... iii
PRAKATA ................................................................................................. iv
DAFTAR ISI .............................................................................................. vi
DAFTAR TABEL ........................................................................................ viii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1


A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Identifikasi Isu ............................................................................. 3
C. Rumusan masalah ...................................................................... 7
D. Tujuan......................................................................................... 8
E. Manfaat ....................................................................................... 8

BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 10


A. Sikap dan Perilaku Bela Negara ................................................. 10
B. Nilai-Nilai Dasar PNS .................................................................. 11
C. Kedudukan dan Peran PNS Dalam NKRI ................................... 23
D. Perpustakaan ............................................................................. 27

BAB III PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA .......................... 29


A. Profil Unit Kerja .......................................................................... 29
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat ..................................................... 32
B. Role Model.................................................................................. 34

BAB IV RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI ................................. 36


A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi Dan Keterkaitan
Dengan Nilai ANEKA Dan Peran Kedudukan ASN ..................... 36

vi
B. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ................... 49
C. Antisipasi Dan Strategi Menghadapi Kendala.............................. 50

BAB V PENUTUP ..................................................................................... 52


A. Simpulan....................................................................................... 52

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 53


DAFTAR RIWAYAT HIDUP ...................................................................... 54

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Identifikasi Isu ............................................................................ 14


Tabel 1.2 Analisis Isu dengan metode APKL dan USG ............................ 15
Tabel 1.3 Parameter Indikator USG ........................................................... 16
Tabel 1.4 Parameter Analisis USG ........................................................... 17
Tabel 1.5 Indikator Analisis USG .............................................................. 18
Tabel 4.1 Kegiatan Rancangan Aktualisasi .............................................. 48
Tabel 4.2 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktuallisasi ................ 64
Tabel 4.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ............................ 65

viii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara (ASN), ASN adalah profesi bagi pegawai negeri
sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)
yang bekerja pada instansi pemerintah. Sebagai PNS yang
berkarakter harus memiliki integritas, profesional, netral dan bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi
masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat
persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan peran dan fungsi
PNS.
Untuk mewujudkan PNS yang berkarakter seorang CPNS
diwajibkan untuk mengembangkan kompetensi dengan mengikuti
Pelatihan Dasar CPNS yang berpedoman pada Peraturan Kepala
Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil. Kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar
CPNS) Golongan III dibagi menjadi beberapa tahap. Latsar CPNS
dilaksanakan selama 51 Hari Kerja atau 511 Jam Pelajaran, dengan
perincian, 21 hari kerja untuk pembelajaran klasikal setara dengan
191 Jam Pelajaran. Dan 30 hari kerja pembelajaran non klasikal atau
aktualisasi nilai dasar ASN yang dilaksanakan di instansi masing-
masing. Selama Pelatihan Dasar tersebut seorang CPNS diharapkan
paham benar tentang nilai-nilai dasar PNS, yang tercantum dalam
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi, yang lebih dikenal ANEKA. Disamping itu harus mampu
menjadi agen perubahan sesuai fungsi ASN yaitu Sebagai Pelaksana
Kebijakan Publik, Pelayan Publik, dan Perekat dan Pemersatu
Bangsa.

1
Berdasarkan pengamatan penulis dan masukan kepala
sekolah, diketahui kondisi perpustakaan yang belum dimanfaatkan
dengan baik, terbukti dengan sangat jarangnya siswa mengunjungi
perpustakaan di SD Negeri Kaliglagah. Semua itu dikarenakan kurang
optimalnya peran guru dalam memotivasi siswa untuk mengunjungi
dan memanfaatkan perpustakaan. Ruang perpustakaan yang kotor
dan tidak rapi. Serta sedikitnya koleksi buku referensi yang tersedia di
perpustakaan sekolah.
Selain permasalahan tersebut, penulis juga mengidentifikasi
beberapa permasalahan lain yang berkembang di SD Negeri
Kaliglagah yaitu kurang optimalnya pemanfaatan KIT alat peraga yang
tersedia. Kurangnya peran guru terhadap keaktifan siswa dalam
pembelajaran di kelas. Kurangnya sarana prasarana sekolah yang
mendukung proses belajar mengajar berbasis teknologi (LCD).
Rendahnya nilai USBN pada siswa. Serta, lemahnya daya dukung
orang tua murid terhadap pendidikan anak.
Beberapa permasalahan yang ada di SD Negeri Kaliglagah
tersebut mengusik pikiran penulis selaku CPNS untuk melakukan
tindakan – tindakan aktualisasi. Kegiatan aktualisasi tersebut
diharapkan dapat mengubah keadaan ke arah lebih baik yang mampu
bermuara pada meningkatnya mutu pendidikan di SD Negeri
Kaliglagah Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo.
Berdasarkan permasalahan - permasalahan yang ada, penulis
menyeleksi dengan dua metode, yaitu Metode APKL dan Metode
USG. Selanjutnya, penulis mendapatkan isu yang menjadi isu utama,
yakni kurang optimalnya pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk
kegiatan pembelajaran di SD NEGERI Kaliglagah. Isu tersebut
memenuhi tingkat urgency, seriousness, dan growth yang paling
tinggi, sehingga penulis memutuskan untuk mengangkatnya sebagai
bahan aktualisasi dan habituasi di SD Negeri Kaliglagah Kecamatan
Loano Kabupaten Purworejo.

2
B. Identifikasi Isu

Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi


beberapa isu yang ditemukan di SD Negeri Kaliglagah Kecamatan
Loano Kabupaten Purworejo, yaitu:

Tabel 1.1 Identifikasi Isu


Kondisi yang
No. Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini
Diharapkan
1. Kurang optimalnya Manajemen Perpustakaan belum Perpustakaan dapat
pemanfaatan ASN dimanfaatkan dengan dimanfaatkan
perpustakaan baik, terbukti dengan dengan baik
sekolah untuk Pelayanan sangat jarangnya sebagai sarana
kegiatan Publik siswa mengunjungi pembelajaran
pembelajaran di SD perpustakaan. siswa.
Negeri Kaliglagah.
2. Kurang optimalnya Manajemen KIT alat peraga tidak KIT alat peraga
pemanfaatan KIT ASN pernah digunakan digunakan untuk
alat peraga yang Pelayanan untuk mendukung mendukung
tersedia. Publik kegiatan kegiatan
pembelajaran. pembelajaran.
3. Kurangnya peran Manajemen Guru belum Guru lebih sering
guru terhadap ASN menggunakan metode menerapkan
keaktifan siswa pembelajaran yang metode
dalam pembelajaran. Pelayanan bervariasi sehingga pembelajaran yang
Publik menyebabkan siswa bervariasi sehingga
kurang aktif dalam dapat meningkatkan
pembelajaran. keaktifan siswa
dalam
pembelajaran.
4. Kurangnya sarana Pelayanan Sekolah belum Sekolah
prasarana sekolah Publik mempunyai LCD mempunyai media
yang mendukung sebagai sarana untuk pembelajaran
proses belajar menunjang kegiatan berbasis teknologi
mengajar berbasis pembelajaran berbasis untuk memfasilitasi
teknologi (LCD). teknologi. kegiatan
pembelajaran.
5. Rendahnya nilai Pelayanan Hasil USBN siswa Meningkatnya nilai
USBN. Publik kelas VI pada tahun USBN pada siswa
pelajaran 2018/2019 kelas VI.
berada di rangking
terakhir tingkat
kecamatan.
6. Lemahnya daya Whole of Banyak orang tua Meningkatnya daya
dukung orang tua Goverment murid yang tidak dukung orang tua
murid terhadap mengetahui terhadap
pendidikan anak. perkembangan belajar pendidikan anak.
anak.

3
Dari uraian isu diatas, kemudian ditetapkan berdasarkan
pendekatan APKL, yaitu aktual, problematik, kekhalayakan, dan
layak/kelayakan. Dari APKL, dipilih isu yang menjadi prioritas utama
yang akan diidentifikasi.

Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis


Kriteria
No. Identifikasi Isu A P K L Keterangan

1. Kurang optimalnya + + + + Memenuhi syarat


pemanfaatan
perpustakaan sekolah
untuk kegiatan
pembelajaran di SD
Negeri Kaliglagah.

2. Kurang optimalnya + + + + Memenuhi syarat


pemanfaatan KIT alat
peraga yang tersedia

3. Kurangnya peran guru + + + + Memenuhi syarat


terhadap keaktifan siswa
dalam pembelajaran SD
Negeri Kaliglagah

4. Kurangnya sarana + + + - Tidak memenuhi


prasarana sekolah yang syarat
mendukung proses belajar
mengajar berbasis
teknologi (LCD)

5. Rendahnya nilai USBN + + + - Tidak memenuhi


pada siswa syarat

6. Lemahnya daya dukung + + - - Tidak memenuhi


orang tua murid terhadap syarat
pendidikan anak.

KETERANGAN :
A : Aktual
P : Problematik
K : Kekhalayakan
L : Layak

4
Berdasarkan metode APKL pada tabel di atas diperoleh 3 (tiga)
isu utama yang terpilih, yaitu kurang optimalnya pemanfaatan
perpustakaan sekolah untuk kegiatan pembelajaran di SD Negeri
Kaliglagah, kurang optimalnya pemanfaatan KIT alat peraga yang
tersedia, dan kurangnya peran guru terhadap keaktifan siswa dalam
pembelajaran.
Beberapa isu tersebut kemudian dianalisis lagi dengan
menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan
rentang penilaian 1-5. Tabel indikator analisis USG dapat dilihat pada
tabel 1.3 dan parameter analisis USG dapat dilihat pada tabel 1.4
berikut:

Tabel 1.3 Parameter Indikator USG


No Komponen Keterangan
1 2 3
1 Urgency Seberapa mendesak isu tersebut dibahas
dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta
seberapa keras tekanan waktu tersebut
untuk memecahkan masalah yang
menyebabkan isu
2 Seriousness Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas
dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan
penundaan pemecahan masalah yang
menimbulkan isu tersebut atau akibat yang
ditimbulkan masalah-masalah lain kalu
masalah penyebab isu tidak dipecahkan
(bisa mengakibatkan masalah lain)

3 Growth Seberapa kemungkinan isu tersebut menjadi


berkembang dikaitkan kemungkinan masalah
penyebab isu akan semakin memburuk jika
dibiarkan.

5
Tabel 1.4 Parameter Analisis USG

PARAMETER
Skor
Urgency Seriousness Growth

1 2 3 4
1 Isu tidak mendesak Isu tidak begitu serius Isu lamban
untuk segera untuk di bahas karena berkembang
diselesaikan tidak berdampak ke hal
yang lain

2 Isu kurang mendesak Isu kurang serius untuk Isu kurang cepat
untuk segera segera dibahas karena berkembang
diselesaikan tidak kurang berdampak
ke hal yang lain
3 Isu cukup mendesak Isu cukup serius untuk Isu cukup cepat
untuk segera segera dibahas karena berkembang,
diselesaikan akan berdampak ke hal segera dicegah
yang lain

4 Isu mendesak untuk Isu serius untuk segera Isu cepat


segera diselesaikan dibahas karena akan berkembang
berdampak ke hal yang untuk segera
lain dicegah
5 Isu sangat mendesak Isu sangat serius untuk Isu sangat cepat
untuk segera segera dibahas karena berkembang
diselesaikan akan berdampak ke hal untuk segera
yang lain dicegah

6
Tabel 1.5 Indikator USG
Kriteria
No. Identifikasi Isu U S G ∑ Peringkat

1. Kurang optimalnya 5 5 5 15 1
pemanfaatan perpustakaan
sekolah untuk kegiatan
pembelajaran di SDN
Kaliglagah.

2. Kurang optimalnya 5 4 3 12 3
pemanfaatan KIT alat peraga
yang tersedia

3. Kurangnya peran guru 5 4 4 13 2


terhadap keaktifan siswa
dalam pembelajaran di SDN
Kaliglagah

Keterangan: berdasarkan Skala Likert: 1 – 5


1 = sangat kecil, 2 = kecil, 3 = sedang, 4 = besar, 5 = sangat besar.

Dari analisis USG yang telah dilakukan isu dengan skor 15 dan
mendapat prioritas pertama untuk diselesaikan adalah “Kurang
optimalnya pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk kegiatan
pembelajaran di SDN Kaliglagah”.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada rancangan
aktualisasi ini adalah :
1. Bagaimana cara meningkatkan fungsi perpustakaan sekolah dalam
pembelajaran di SD Negeri Kaliglagah?
2. Bagaimana mengetahui keterkaitan antara kegiatan yang
diusulkan dengan substansi mata pelatihan Manajemen ASN,
Pelayanan Publik dan WoG dan nilai-nilai dasar PNS (Nilai
ANEKA) yang mendasari kegiatan baik secara langsung maupun
tidak langsung?

7
D. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada perancangan aktulisasi ini adalah :
1. Mampu mengetahui dan melaksanakan cara meningkatkan fungsi
perpustakaan sekolah dalam kegiatan pembelajaran SD Negeri
Kaliglagah.
2. Mampu mengetahui keterkaitan antara kegiatan yang diusulkan
dengan substansi mata pelatihan Manajemen ASN, Pelayanan
Publik dan WoG dan Nilai ANEKA yang mendasari kegiatan baik
secara langsung maupun tidak langsung.

E. Manfaat
Penulis berharap semoga rancangan aktualisasi ini bisa
bermanfaat dalam meningkatkan fungsi perpustakaan dalam kegiatan
pembelajaran di SD Negeri Kaliglagah, Kecamatan Loano, Kabupaten
Purworejo, diantaranya adalah:
1. Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
a. Mampu memahami, menginternalisasi dan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang meliputi
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan
Anti Korupsi ketika melaksanakan kegiatan peningkatan
fungsi perpustakaan dalam kegiatan pembelajaran di SD
Negeri Kaliglagah.
b. Menjadi tenaga pendidik yang mampu menjalankan fungsi
sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik dan perekat dan
pemersatu bangsa yang memiliki integritas dan profesional di
lingkungan SD Negeri Kaliglagah, Kecamatan Loano,
Kabupaten Purworejo.
2. Bagi SD Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano Kabupaten
Purworejo :
a. Rancangan aktualisasi ini diharapkan dapat meningkatkan
efektifitas, efesiensi, inovasi, serta mutu pelayanan pendidikan

8
di SD Negeri Kaliglagah, Kecamatan Loano melaui kegiatan
peningkatan fungsi perpustakaan dalam kegiatan
pembelajaran di SD Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano,
Kabupaten Purworejo.
b. Membantu meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri
Kaliglagah Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.
3. Bagi Peserta Didik di SD Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano,
Kabupaten Purworejo.
a. Mendapatkan pelayanan pendidikan dan dukungan dari guru
melalui peningkatan fungsi perpustakaan dalam kegiatan
pembelalajaran di SD Negeri Kaliglagah, Kecamatan Loano,
Kabupaten Purworejo.
b. Meningkatnya prestasi belajar siswa di SD Negeri Kaliglagah
Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.
4. Bagi orang tua/ wali murid dan masyarakat di lingkungan SD
Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.
Rancangan aktualisasi ini diharapkan mampu memberi
gambaran tentang pentingnya peningkatan fungsi perpustakaan
dalam kegiatan pembelajaran di SD Negeri Kaliglagah.

9
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sikap dan Perilaku Bela Negara


Bela Negara merupakan sebuah semangat berani berkorban
demi tanah air, baik harta bahkan nyawa sekalipun berani
dikorbankan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Kaelan dam Achmad Zubaidi bela negara adalah tekad,
sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu
dan berkelanjutan yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah air
serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara dengan didasarkan
pada pancasila dan UUD 1945.
Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk membela
negara sesuai dengan pasal 27 ayat 3 UUD 1945 yaitu setiap warga
negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.
Pasal tersebut memiliki 2 makna yaitu:
a. setiap warga negara memiliki hak sekaligus kewajiban dalam
menentukan kebijakan-kebijakan tentang pembelaan negara
melalui lembaga-lembaga perwakilan sebagaimana diamanatkan
oleh UUD 1945.
b. setiap warga negara harus turut serta dalam setiap usaha
pembelaan negara, sesuai dengan kemampuan dan profesi
masing-masing.
Fakta menunjukkan semangat dan sikap bela negara tidak
hanya dilakukan melalui peperangan yang menghasilkan
kemerdekaan saja, tetapi dapat ditunjukkan dengan menampilkan
perilaku-perilaku dan sikap yang sesuai dengan kerangka ideologis
dan konstitusional bangsa Indonesia.
Wujud dari bela negara adalah kesiapan dan kerelaan setiap
warga negara untuk berkorban demi mempertahankan : kemerdekaan
dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan
wilayah dan yuridis nasional dan nilai-nliai pancasila dan UUD 1945.

10
Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar manusia, juga
merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan
dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban.
Pembelaan negara bukan semata-mata tugas TNI, tetapi juga
segenap warga negara termasuk tugas kita sebagai Pegawai ASN, untuk
menumbuhkan rasa cinta tanah air dan cinta terhadap bangsanya sendiri
yakni NKRI.
Dalam Undang-undang No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan
Negara, komponen pertahanan negara ada tiga yaitu : TNI, Komponen
cadangan, dan yang ketiga adalah komponen pendukung. Dimana
komponen pendukung itu terdiri dari sumber daya manusia (SDM),
sumber daya buatan dan sarana prasarana nasional.
Dalam pembelajaran wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela
negara terdapat beberapa nilai bela negara seperti : cinta tanah air,
kesadaran berbangsa dan bernegara, pancasila, rela berkorban, dan
memiliki kemampuan bela negara. Kita sebagai pegawai ASN harus bisa
menjadi agen perubahan untuk menuju Indonesia yang lebih makmur.

B. Nilai-nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil


Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki nilai dasar
sebagai seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan
profesi. Nilai dasar tersebut antara lain Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi, yang diakronimkan menjadi
ANEKA. Kelima nilai dasar tersebut berperan penting dalam menuntun
ASN menjadi pelayan masyarakat yang profesional untuk membantu
mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai dasar tersebut
yaitu:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah Kewajiban untuk memberikan pertanggung
jawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan
seseorang/badan hukum/pimpinan kolektif suatu organisasi kepada

11
pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta
keterangan atau pertanggungjawaban.
Akuntabilitas adalah suatu kewajiban pertanggungjawaban yang
harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu,
kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang
menjadi amanahnya. Dengan demikian kepercayaan masyarakat
(public trust) kepada birokrasi akan semakin menguat karena
aparaturnya mampu berperan sebagai kontrol demokrasi, mencegah
korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan serta meningkatkan efisiensi
dan efektivitas.
a. Indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus
diperhatikan, yaitu :
1) Kepemimpinan : Lingkungan yang akuntabel tercipta dari
atas ke bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang
penting dalam menciptakan lingkungannya.
2) Transparansi : Keterbukaan atas semua tindakan dan
kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun
kelompok/instansi.
3) Integritas : konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan
dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
4) Tanggung Jawab : kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di
sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai
perwujudan kesadaran akan kewajiban.
5) Keadilan : kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai
sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
6) Kepercayaan : Rasa keadilan akan membawa pada sebuah
kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan
akuntabilitas.
7) Keseimbangan : Untuk mencapai akuntabilitas dalam
lingkungan kerja, maka diperlukan keseimbangan antara
akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas.

12
8) Kejelasan : Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab
harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang
menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.
9) Konsistensi : adalah sebuah usaha untuk terus dan terus
melakukan sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.
b. Jenis-jenis Akuntabilitas
Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu:
1) Akuntabilitas vertikal (vertical accountability), akuntabilitas
yang pertanggungjawaban atas pengelolaan dananya
kepada otoritas yang lebih tinggi.
2) Akuntabilitas horizontal (horizontal accountability),
akuntabilitas yang pertanggungjawabannya kepada
masyarakat luas.
c. Tingkatan Akuntabilitas
Tingkatan akuntabilitas terdiri dari lima (5) tingkatan yaitu :
1) Akuntabilitas Personal
2) Akuntabilitas Individu
3) Akuntabilitas Kelompok
4) Akuntabilitas Organisasi
5) Akuntabilitas Stakeholder
d. Aspek Akuntabilitas
Terdapat beberapa aspek dalam akuntabilitas, antara lain :
1) Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (accountability is a
relationship)
2) Akuntabilitas berorientasi pada hasil (accountability is
results oriented)
3) Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (accountability
requires reporting)
4) Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (accountability is
meaningless without consequences)
5) Akuntabilitas memperbaiki kinerja (accountability improves
performance)

13
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah paham atau ajaran untuk mencintai bangsa
dan negara sendiri; sifat nasional; kesadaran keanggotaan dalam
suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama
mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas,
kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan
(Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Nasionalisme merupakan sikap yang meninggikan bangsanya
sendiri dan pandangan tentang rasa cinta terhadap bangsa dan
negara. Dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap PNS memiliki
orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan
negara. Nasionalisme merupakan pandangan atau paham kecintaan
manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang
didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. PNS dapat mempelajari
bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila agar memiliki
karakter yang kuat dengan nasionalisme dan wawasan
kebangsaannya.

Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme yang harus


diperhatikan, yaitu :
a. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2) Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan
beradab.
3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama
antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang
berbedabeda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama
dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

14
5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia
dengan Tuhan Yang Maha Esa.
6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain

b. Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradap


1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat
dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
2) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban
asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku,
keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan
sosial, warna kulit dan sebagainya.
3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang
lain.
6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh
umat manusia.
10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama
dengan bangsa lain.

15
c. Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan
dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan
bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan
bangsa apabila diperlukan.
3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia.
5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka
Tunggal Ika.
7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

d. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat


kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia
Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang
sama.
2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama.
4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat
kekeluargaan.
5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang
dicapai sebagai hasil musyawarah.
6) Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di
atas kepentingan pribadi dan golongan.

16
8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan
hati nurani yang luhur.
9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan
secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung
tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan
keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi
kepentingan bersama.
10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai
untuk melaksanakan pemusyawaratan.
e. Sila Kelima : Keadilan sosial bagi seluruh Indonesia
1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan
sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat
berdiri sendiri.
6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat
pemerasan terhadap orang lain.
7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat
pemborosan dan gaya hidup mewah.
8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau
merugikan kepentingan umum.
9) Suka bekerja keras.
10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi
kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

3. Etika Publik
Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta
keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas, guna menjamin

17
adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup cara-cara
pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal yang
baik dan buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan
sesuai nila-nilai yang dianut
a. Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik yakni:
1) Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan.
2) Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai bantuan
dalam menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat
evaluasi.
3) Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan
tindakan faktual.
b. Pada prinsipnya ada 3 (tiga) dimensi etika publik yaitu :
1) Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
2) Dimensi Modalitas
3) Dimensi Tindakan Integritas Publik
c. Indikator nilai-nilai dasar etika publik, yaitu :
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.

18
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.

4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang
lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja
pegawai. Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik
dengan berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu
terhadap produk/ jasa berupa ukran baik/ buruk. Bidang apapun yang
menjadi tanggungjawab pegawai negeri sipil semua mesti
dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan kepada
stakeholder.
a. Nilai-nilai Komitmen Mutu:
1) Efektivitas: dapat diartikan dengan berhasil guna, dapat
mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan efektivitas
menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil
kerja. Efektivitas organisasi tidak hanya diukur dari
performans untuk mencapai target (rencana) mutu, kuantitas,
ketepatan waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga
diukur dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
2) Efisiensi: dapat dihitung sebagai jumlah sumberdaya yang
digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Tingkat
efisiensi diukur dari penghematan biaya, waktu, tenaga, dan
pikiran dalam melaksanakan kegiatan. Efisiensi organisasi
ditentukan oleh berapa banyak bahan baku, uang dan
manusia yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah
keluaran tertentu.

19
3) Inovasi: dapat muncul karena ada dorongan dari dalam
(internal) untuk melakukan perubahan, atau bisa juga karena
ada desakan kebutuhan dari pihak eksternal misalnya
permintaan pasar. Inovasi dalam layanan publik harus
mencerminkan hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga
akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter
dan mindset baru sebagai aparatur penyelenggara
pemerintahan, yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme
layanan publik yang berbeda dengan sebelumnya, bukan
sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
4) Orientasi mutu: mutu merupakan salah satu standar yang
menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu
menjadi salah satu alat vital untuk mempertahankan
keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.
Orientasi mutu berkomitmen untuk senantiasa melakukan
pekerjaan dengan arah dan tujuan untuk kualitas pelayanan
sehingga pelanggan menjadi puas dalam pelayanan.
b. Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan dalam
mengevaluasi kualitas pelayanan, yaitu:
1) Tangibles (bukti langsung), yaitu : meliputi fasilitas fisik,
perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi;
2) Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan dalam memberikan
pelayanan dengan segera dan memuaskan serta sesuai
dengan yang telah dijanjikan;
3) Responsiveness (daya tangkap), yaitu keinginan untuk
memberikan pelayanan dengan tanggap;
4) Assurance (jaminan), yaitu mencakup kemampuan,
kesopanan, dan sifat dapat dipercaya;
5) Empathy, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan,
komunikasi yang baik, dan perhatian dengan tulus terhadap
kebutuhan pelanggan.

20
Tanggung jawab mutu ada pada setiap level organisasi. Pada
level puncak (corporate level) bertanggung jawab atas mutu
layanan institusi secara keseluruhan untuk membangun citra
kelembagaan dan keunggulan bersaing. Pada level strategic
business unit level tanggung jawab mutu berkaitan dengan
penetapan diversifikasi mutu pada setiap unit kerja sesuai dengan
target masing-masing. Pada level fungsional bertanggung jawab
atas mutu hasil setiap layanan yang diberikan di unit-unit
pendukung. Sedangkan pada level unit dasar tanggung jawab
mutu berkaitan dengan aktivitas/ rencana aksi yang dilaksanakan
di masing-masing unit kerja.

5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin “corruption” (Fockema Andrea:
1951) atau “corruptus” (Webster Student Dictionary: 1960).
Selanjutnya dikatakan bahwa “corruption” berasal dari kata
“corrumpere”, suatu bahasa latin yang lebih tua. Dari bahasa latin
tersebut kemudian dikenal istilah “coruption, corrupt” (Inggris),
“corruption” (Perancis) dan “corruptive/korruptie” (Belanda). Korupsi
secara harafiah adalah kebusukan, keburukan, kebejatan,
ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari
kesucian.
Korupsi sering disebut dengan kejahatan luar biasa karena
dampaknya dapat menyebabkan kerusakan yang luar biasa baik
dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan
yang lebih luas. Kerusakan tersebut tidak hanya terjadi dalam kurun
waktu yang pendek, namun dapat berdampak secara jangka panjang.
Korupsi menurut UU No. 20 Tahun 2001 didefinisikan sebagai
tindakan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri,
orang lain, atau korporasi yang berakibat merugikan keuangan negara
atau perekonomian negara. menurut UU No. 31/1999 jo No. UU
20/2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yang terdiri dari:

21
(1) kerugian keuangan negara, (2) suap-menyuap, (3) pemerasan, (4)
perbuatan curang, (5) penggelapan dalam jabatan, (6) benturan
kepentingan dalam pengadaan, dan (7) gratifikasi. Semua jenis
tersebut merupakan delik-delik yang diadopsi dari KUHP (pasal 1 ayat
1 sub c UU no.3/71)
a. Nilai-Nilai Anti Korupsi
Adapun Nilai-nilai dasar anti korupsi adalah meliputi:
1) Kejujuran
Jujur dapat didefinisikan sebagai lurus hati, tidak berbohong,
dan tidak curang. Jujur adalah salah satu sifat yang sangat
penting dalam kehidupan pegawai, tanpa sifat jujur pegawai
tidak akan dipercaya dalam kehidupan sosialnya.
2) Kepedulian
Peduli adalah mengindahkan, memperhatikan dan
menghiraukan. Nilai kepedulian sangat penting bagi seorang
pegawai dalam kehidupan di tempat kerja dan di masyarakat.
3) Kemandirian
Kondisi mandiri dapat diartikan sebagai proses
mendewasakan diri yaitu dengan tidak bergantung pada orang
lain untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya
4) Kedisiplinan
Disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan
5) Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah menerima segala sesuatu perbuatan
yang salah baik itu disengaja maupun tidak disengaja.
Tanggung jawab tersebut berupa perwujudan dan kesadaran
akan kewajiban menerima dan menyelesaikan semua
masalah yang telah dilakukan.
6) Kerja Keras
Bekerja keras didasari dengan adanya kemauan, dimana
kemauan menimbulkan asosiasi dengan ketekadan,
ketekunan, daya tahan, tujuan jelas, daya kerja, pendirian,

22
pengendalian diri, keberanian, ketabahan, keteguhan, tenaga,
kekuatan dan pantang mundur.
7) Sederhana
Gaya hidup sederhana dibiasakan untuk tidak hidup boros,
hidup sesuai dengan kemampuannya dan dapat memenuhi
semua kebutuhannya. Prinsip hidup sederhara merupakan
parameter penting dalam menjalin hubungan antara sesama
karena prinsip ini akan mengatasi permasalahan kesenjangan
sosial, iri, dengki, tamak, egosi dan juga menghindari dari
keinginan yang berlebihan.
8) Keberanian
Nilai keberanian dapat dikembangkan dan diwujudkan dalam
bentuk berani mengatakan dan membela kebenaran, berani
mengakui kesalahan, berani bertanggungjawab dan lain
sebagainya.
9) Keadilan
Adil berarti adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak
memihak.

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


Kedudukan ASN dalam NKRI yaitu
1. Pegawai ASN berkedudukan sebagai Aparatur Negara.
2. Pegawai ASN melaksanakan Kebijakan yg ditetapkan oleh Pimpinan
Instansi Pemerintah serta harus bebas dr pengaruh & Intervensi
semua Golongan & Parpol.
3. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai
politik.
4. Kedudukan ASN berada di Pusat, Daerah dan Luar Negeri, namun
demikian Pegawai ASN merupakan satu kesatuan.
Bagian Ketiga Peran Pasal 12 Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, pegawai ASN
berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas pemerintahan

23
dan penyelenggaraan pembangunan tugas umum nasional melalui
pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari
intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Setiap kegiatan yang dilakukan PNS pasti terdapat konsekuensi baik
berupa penghargaan maupun sanksi,semestinya sebagai PNS kita tidak
boleh melalaikan kewajiban kita di kantor. Dengan adanya Peraturan
Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS dalam pasal 3
dijelaskan tentang kewajiban selaku PNS sebagai berikut:
1. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dan Pemerintah;
2. Menaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan;
3. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS
dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
4. Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat
PNS;
5. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri,
seseorang, dan/atau golongan;
6. Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut
perintah harus dirahasiakan;
7. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk
kepentingan negara;
8. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui
ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau
Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil;
9. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja;
10. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
11. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan
sebaik-baiknya;
12. Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat;
13. Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;

24
14. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan
karier; dan
15. Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang.
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan
kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk itu ASN harus
mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya tersebut. Harus mengutamakan
pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik.
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi,
bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan
nepotisme. Manajemen ASN meliputi Manajemen PNS dan Manajemen
PPPK. PNS diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian untuk
menduduki suatu jabatan pemerintahan dan memilili nomor induk
pegawai nasional. Sementara itu, PPPK diangkat oleh pejabat pembina
kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan kebutuhan
instansi pemerintah untuk jangka waktu tertentu.
Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit.
Manajemen ASN meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan;
pengadaan; pangkat dan jabatan; pengembangan karier; pola karier;
promosi; mutasi; penilaian kinerja; penggajian dan tunjangan;
penghargaan; disiplin; pemberhentian; jaminan pensiun dan jaminan
hari tua; dan perlindungan (LAN, Manajemen Aparatur Sipil Negara,
2014).

2. Whole of Goverment
Whole of Goverment (WoG) merupakan suatu pendekatan
penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup

25
koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan
kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik. Oleh karena itu
WoG dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan
dengan menunjuk sejumlah kelembagaan yang terkait urusan-urusan
yang relevan (Suwarno & Sejati, 2016).
WoG dipandang sebagai metode suatu instansi pelayanan publik
bekerja lintas batas atau lintas sektor guna mencapai tujuan bersama
dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu tertentu
(Shergold & lain-lain, 2004).
Alasan penerapan WoG dalam sistem aparatur sipil Indonesia
adalah:

a. Adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan publik dalam


mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan
pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan lebih baik,
selain itu perkembangan teknologi informasi, situasi dan dinamika
kebijakan yang lebih kompleks juga mendorong pentingnya WoG.
b. Faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan
kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi
antar sektor dalam pembangunan.
c. Keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta
bentuk latar belakang lainnya mendorong adanya potensi
disintegrtasi bangsa.

3. Pelayanan Publik
LAN (1998), mengartikan pelayanan publik sebagai segala bentuk
kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi
Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD
dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik dalam pemenuhan
kebutuhan masyarakat. Dalam UU No. 25 tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik, Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai
dengan Peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan

26
penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang
disediakan oleh penyelenggara Pelayanan Publik.
Barang/jasa publik adalah barang/jasa yang memiliki rivalry
(rivalitas) dan excludability (ekskludabilitas) yang rendah. Barang/jasa
publik yang murni yang memiliki ciri-ciri: tidak dapat diproduksi oleh
sektor swasta karena adanya free rider problem, non-rivalry, dan non-
excludable, serta cara mengkonsumsinya dapat dilakukan secara
kolektif. Perkembangan paradigma pelayanan: Old Public
Administration (OPA), New Public Management (NPM) dan seterusnya
menjadi New Public Service (NPS).
Sembilan prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan
pelayanan prima adalah: partisipatif, transparan, responsif, non
diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien, aksesibel,
akuntabel, dan berkeadilan. Fundamen Pelayanan Publik yaitu:
a. Pelayanan publik merupakan hak warga negara sebagai amanat
konstitusi.
b. Pelayanan publik diselenggarakan dengan pajak warga negara.
c. Pelayanan publik diselenggarakan dengan tujuan untuk mencapai
hal-hal strategis untuk memajukan bangsa di masa yang akan
datang.
d. Pelayanan publik tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan warga negara tetapi juga untuk proteksi.

D. Perpustakaan

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah


koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi
pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal
sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh
sebuah kota atau institusi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang
rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku dengan biaya
sendiri.

27
Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku
untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan
tempat penyimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil
seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape
video dan DVD. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas
umum untuk mengakses gudang data CD-ROMdan internet.

Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi


yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadahyang
merupakan kebutuhan hakiki manusia.

Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali


sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apapun,
apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut
ataupun tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku
tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan
digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).

Perpustakaan Sekolah merupakan semua perpustakaan yang


ada atau diselenggarakan di sekolah baik itu sekolah dasar, sekolah
menengah pertama, sekolah menengah atas sampai sekolah lanjutan
seperti perguruan tinggi. Perpustakaan sekolah berguna untuk
menunjang proses belajar baik itu siswa yang berada di sekolah
dasar atau sekolah lanjutan. Sebagaian
besar buku perpustakaan sekolah terdiri dari koleksi buku-
buku pelajaran atau bacaan yang dapat menunjang proses
pembelajaran. Tujuan adanya perpustakaan yaitu untuk meningkatkan
minat dan kebiasaan membaca. Namun tidak sama
dengan perpustakaan pada umumnya perpustakaan sekolah tujuan
utamanya adalah untuk belajar atau menambah wawasan dalam
bidang ilmu pengetahuan, menunjang pelaksanaan
program pendidikan seperti menanamkan atau membina minat anak
untuk menarik minat dalam membaca. Perpustakaan sekolah
merupakan hal yang sangat penting bagi pendidikan.

28
BAB III
PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Profil Unit Kerja


1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
SK Pendirian Sekolah : 421.2/2/035/V/31/85
Tahun SK Pendirian : 1912
Status Kepemilikan : Milik Pemerintah Daerah
Luas Tanah : 1650 m2
a. Identitas sekolah
Nama sekolah : SD Negeri Kaliglagah
NPSN : 20306547
Jenjang Pendidikan : SD
Status Sekolah : Negeri
Akreditasi Sekolah :A
b. Lokasi Sekolah
Alamat : Dukuh Sepakis
RT / RW : 02 / 01
Desa / Kelurahan : Kaliglagah
Kode Pos : 54181
Kecamatan : Loano
Lintang / Bujur : -7.6651 / 110.0456
Kabupaten : Purworejo
Provinsi : Jawa Tengah

2. Visi dan Misi Unit Kerja


a. Visi SD Negeri Kaliglagah
Unggul dalam prestasi luhur dalam budi pekerti, berkarakter,
terampil dalam memanfaatkan teknologi modern.

29
b. Misi SD Negeri Kaliglagah
1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif
sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai
dengan potensi yang dimiliki.
2. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada
seluruh warga sekolah
3. Mewujudkan anak didik kreatif, berwawasan kebangsaan,
sehat, disiplin, bertanggung jawab, terampil, peserta menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang
dianut sehingga menjadi anak yang berakhlak mulia dan
menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
5. Menerapkan manajemen partisipatif dengan seluruh warga
sekolahdan kelompok yang terkait dengan sekolah.

c. Tujuan SD Negeri Kaliglagah


1. Meningkatkan target dan taraf serap kurikulum.
2. Meningkatkan disiplin guru dan siswa.
3. Melaksanakan kurikulum 2013 yang diperundangkan.
4. Meningkatkan prestasi dalam lomba akademik.
5. Meningkatkan prestasi dalam lomba non akademik.

30
3. STRUKTUR ORGANISASI SD NEGERI KALIGLAGAH

KEPALA SEKOLAH KOMITE

SRI HIDAYATI, S.Pd.SD. M. FAOZAKI


NIP. 19670331 199401 2 001 NIP. -

GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS III GURU KELAS IV

SRI SISWATI, S.Pd.SD. NUR USWATUN ULFAH FARIDAWATI, S.Pd. SUNARSIH


NIP. 19671201 199102 2 004 CHASANAH, S.Pd. NIP. - NIP. -
NIP. -

GURU PJOK GURU KELAS V GURU KELAS VI GURU PAI

SUTRISNO HADI PRABOWO MARIA ULFAH, S.Pd. SUPRAPTO, S.Pd.SD. HAKIM FAUZI, S.Pd.I
NIP. 19660520 200604 1 007 NIP. 19901021 201903 2 010 NIP. 19670101 200312 1 003 NIP. 19800409 201406 1 001

PENJAGA SEKOLAH

SAIFUDIN
NIP. -

SISWA

31
4. Deskripsi SDM, Sarpas dan Sumber Daya Organisasi
SD Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano Kabupaten
Purworejo di Dukuh Sepakis Desa Kaliglagah Kecamatan Loano
Kabupaten Purworejo merupakan satu-satunya sekolah dasar
negeri yang terdapat di Desa Kaliglagah Kecamatan Loano
Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Seperti halnya sekolah dasar
lainnya, SD Negeri Kaliglagah memiliki tugas memberikan
pelayanan berupa pendidikan gratis untuk anak-anak yang sudah
berusia 7 tahun pada jenjang sekolah dasar bagi warga Desa
Kaliglagah Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo.
SD Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano Kabupaten
Purworejo di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Ibu Sri
Hidayati, S.Pd.SD., yang saat ini terus berbenah dalam rangka
memperbaiki pelayanan dan peningkatan mutu bagi siswa-siswi
SD Negeri Kaliglagah. Berbagai kegiatan inovatif dilakukan guna
tercapainya visi dan misi yang telah ditetapkan dan menjadikan
alumni SD Negeri Kaliglagah mempunyai karakter yang baik.
Untuk saat ini jumlah siswa SD Negeri Kaliglagah
Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo sebanyak 67 siswa,
dengan siswa laki laki berjumlah 39 siswa sedangkan siswi
perempuan berjumlah 28 siswi dan Jumlah pegawai yang berada
di SD Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo
berjumlah 10 orang.

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat


1. Tugas Aparatur Sipil Negara
Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014
Pasal 11 menjelaskan bahwa tugas ASN adalah:
a. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat
Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;

32
b. memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas;
dan
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
2. Jabatan Fungsional Guru
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenegpan RB) No. 16 tahun
2009 menjelaskan bahwa Jabatan fungsional guru adalah jabatan
fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung
jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh
Pegawai Negeri Sipil.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,
dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah. Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan Guru dalam
menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran
yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran,
menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
terhadap peserta didik.
3. Tugas Pokok dan Fungsi Guru Kelas
Rincian kegiatan tugas jabatan guru kelas dimuat pada
Permenegpan RB pasal 13 ayat 1, yaitu:
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2. Menyusun silabus pembelajaran;
3. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;

33
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata
pelajaran di kelasnya;
7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan
dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
9. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi
tanggung jawabnya;
10. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses
dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
11. Membimbing guru pemula dalam program induksi;
12. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses
pembelajaran;
13. Melaksanakan pengembangan diri;
14. Melaksanakan publikasi ilmiah; dan
15. Membuat karya inovatif.

C. Role Model

Biografi Singkat Ibu Sri Hidayati, S.Pd.SD, lahir di Magelang pada


tanggal 31 Maret 1967. Beliau lahir dari seorang ibu bernama Yamini. Ibu Sri
Hidayati tinggal di Ngaliyan RT 06, RW 02, Desa Ngargosari Kecamatan
Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Beliau tinggal bersama

34
suami yang bernama Bapak Slamet Budiyana, beliau mempunyai seorang
putri dan seorang putra yang keduanya telah berumah tangga.
Ibu Sri Hidayati bertugas sebagai Kepala Sekolah sejak dua tahun lalu.
Beliau adalah sosok yang kerja keras, pantang menyerah, mempunyai
semangat dan integritas yang tinggi terhadap pekerjaan. Terbukti dengan
beliau yang pernah bertugas selama kurang lebih 10 tahun di Papua. Beliau
juga sosok yang disiplin, dan sosok pemimpin yang sangat mengayomi
bawahannya. Beliau selalu mengajak kami untuk bertukar pikiran, bertukar
pengalaman, bahkan tidak sungkan untuk meminta masukan, saran, juga
kritik dari kami. Beliau mempunyai semangat yang tinggi untuk memajukan
kualitas pendidikan di sekolah.

35
BAB IV

RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan


Nilai ANEKA dan Peran Kedudukan ASN

Unit Kerja : SD Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano


Kabupaten Purworejo
Identifikasi isu : 1. Kurang optimalnya pemanfaatan
perpustakaan sekolah untuk kegiatan
pembelajaran di SD Negeri Kaliglagah.
2. Kurang optimalnya pemanfaatan KIT alat
peraga yang tersedia.
3. Kurangnya peran guru untuk mendorong
keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas
V SD Negeri Kaliglagah.
4. Kurangnya sarana prasarana sekolah yang
mendukung proses belajar mengajar
berbasis teknologi.
5. Rendahnya nilai USBN pada siswa kelas VI.
6. Lemahnya daya dukung orang tua murid
terhadap pendidikan anak.
Isu yang diambil : Kurang optimalnya pemanfaatan
perpustakaan sekolah untuk kegiatan
pembelajaran di SD Negeri Kaliglagah.

36
Gagasan : 1. Melakukan sosialisasi kegiatan pemanfaatan
penyelesaian perpustakaan di sekolah
isu 2. Melakukan revitalisasi ruang perpustakaan .
3. Menambah koleksi buku perpustakaan
4. Merencanakan kegiatan pembelajaran yang
memfungsikan sumber belajar, alat peraga, dan
media yang tersedia di perpustakaan
5. Melaksanakan kegiatan pembelajaran di
perpustakaan
6. Membuat jadwal berkunjung dan membaca di
perpustakaan sekolah
7. Mengadakan lomba reading point
8. kelas 1 sampai dengan kelas 6 beserta guru
kelas masing-masing.

37
Tabel 4.1Kegiatan Rancangan Aktualisasi

No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan


Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

1. Melakukan 1. Konsultasi dengan 1. Terlaksananya 1. Akuntabilitas Dengan sosialisasi Kegiatan


sosialisasi Kepala Sekolah kegiatan konsultasi (Tanggung jawab) kegiatan sosialisasi
kegiatan mengenai rancangan dengan Kepala Guru melakukan pemanfaatan mencerminkan
pemanfaatan kegiatan yang akan Sekolah sehingga konsultasi kepada perpustakaan di nilai organisasi
perpustakaan dilakukan untuk diperoleh kepala sekolah. sekolah Berbudaya dan
di sekolah memanfaatkan rekomendasi dan Etika Publik berkontribusi Kompetitif.
perpustakaan arahan dari Kepala (Sopan santun) terwujudnya misi
(Inovasi) sekolah dengan nilai Sekolah mengenai Guru melakukan sekolah untuk
akuntabilitas rancangan konsultasi pada menerapkan
tanggung jawab dan kegiatan yang Kepala Sekolah manajemen
nilai etika publik akan di dengan sopan. partisipatif dengan
sopan santun laksanakan. seluruh warga
sekolah dan
2. Membuat surat 2. Tercetaknya surat 2. Akuntabilitas kelompok yang
undangan rapat undangan rapat. (tanggung jawab) terkait dengan
sosialisasi kegiatan Guru menyiapkan sekolah osialisasi
pemanfaatan surat undangan menguatkan nilai
perpustakaan di sosialisasi. dari Misi yang ke-3
sekolah dengan nilai yaitu Memfasilitasi,
akuntabilitas membina dan
tanggung jawab. mengembangkan
3. Menyiapkan materi 3. Terwujudnya 3. Komitmen mutu minat dan bakat
sosialisasi materi sosialisasi (Berorientasi pada untuk maraih
pemanfaatan mutu) prestasi dan
perpustakaan untuk Penyampaian materi akademik

38
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

kegiatan yang sesuai dengan


pembelajaran tujuan kegiatan.
dengan nilai
komitmen mutu
berorientasi pada
mutu

4. Melaksanakan rapat 4. Terlaksananya 4. Nasionalisme


dengan kepala rapat dengan (Sila ke-4,
sekolah, dewan Kepala Sekolah, musyawarah
guru, dan penjaga dewan guru, dan mufakat)
sekolah dengan nilai penjaga sekolah. Rapat sekolah
nasionalisme (sila dilakukan untuk
ke-4 musyawarah musyawarah
mufakat) mufakat dalam
pelaksanaan
kegiatan
pemanfaatan
perpustakaan
5. Menjelaskan kepada 5. Terserapnya 5. Etika publik
peserta rapat informasi tentang (menghargai
mengenai rencana semua rencana komunikasi,
kegiatan yang akan kegiatan yang konsultasi, dan
dilaksanakan akan dilakukan. kerjasama)
a. Merevitalisasi Rencana kegiatan
ruang disampaikan
perpustakaan dengan

39
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

sekolah komunikasi yang


b. Menambah baik.
koleksi buku
perpustakaan
c. Memanfaatkan
perpustakaan
dalam kegiatan
pembelajaran
Dengan nilai Etika
publik menghargai
komunikasi,
konsultasi, dan
kerjasama.

6. Mencatat hasil rapat 6. Terdokumentasika 6. Akuntabilitas


dan semua peserta nnya berita acara (tanggung jawab)
rapat dan kesimpulan guru membuat
menandatangani hasil rapat yang berita acara rapat
kesepakatan untuk telah disepakati sebagai bentuk
menyukseskan bersama tanggung jawab
kegiatan yang telah kerja.
direncanakan
dengan penuh
tanggung jawab

2. Melakukan 1. Melakukan konsultasi 1. Terdapatnya 1. Akuntabilitas Dengan Kegiatan


revitalisasi dengan Kepala Sekolah rekomendasi (Kepemimpinan), melakukan Merevitalisasi

40
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

ruang mengenai revitalisasi sebagai hasil Guru melakukan revitalisasi ruang ruang
perpustakaan ruang perpustakaan konsultasi pada Konsultasi kepada perpustakaan perpustakaan
dengan nilai Kepala Sekolah Kepala Sekolah berkontribusi mencerminkan
(Inovasi) akuntabilitas mengenai sehingga dalam mewujudkan nilai organisasi
kepemimpinan revitalisasi mendapatkan misi sekolah Profesional,
perpustakaan yang rekomendasi dari menumbuhkan Akuntabel, dan
akan dilaksanakan kepala sekolah. semangat Inovatif.
secara profesional. keunggulan secara
intensif kepada
2. Melakukan koordinasi 2. Tercatatnya hasil 2. Nasionalisme seluruh warga
bekerja sama dengan koordinasi yang di (Sila ke-3 Bekerja sekolah
rekan guru untuk hasilkan dengan Sama)
merevitalisasi ruang cara musyawarah Guru melakukan
perpustakaan mencapai mufakat. koordinasi dengan
rekan guru dan
bekerja sama
merevitalisasi ruang
perpustakaan.

3. Terwujudnya
3. Membersihkan dan 3. Komitmen mutu
ruang
menata buku, rak dan (inovasi)
perpustakaan yang
ruang perpustakaan Guru menata ruang
bersih, tertata rapi
dengan berbagai perpustakaan
serta nyaman
inovasi menghasilkan ruang
digunakan sebagai
sarana baca yang nyaman
pembelajaran bagi siswa. Anti

41
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

Korupsi
(Kepedulian)
Guru membersihkan
perpustakaan,
kegiatan ini
diharapkan supaya
warga sekolah
selalu menjaga
kebersihan sekolah.

3 Menambah 1. Melakukan konsultasi 1. Terlaksananya 1. Akuntabilitas Dengan kegiatan Menambah


koleksi buku dengan Kepala kegiatan konsultasi (Kepemimpinan), menambah koleksi koleksi buku
perpustakaan Sekolah dengan nilai pada Kepala Guru melakukan buku perpustakaan mencerminkan
(Inovasi) akuntabilitas Sekolah tentang Konsultasi kepada mendukung nilai organisasi
kepemimpinan rencana Kepala Sekolah. terwujudnya misi Profesional,
penambahan sekolah yang ke-3 Akuntabel, dan
koleksi buku yaitu, Mewujudkan Inovatif.
perpustakaan yang anak didik kreatif,
akan berwawasan
dilaksanakan. kebangsaan,
2. Membuat proposal 2. Akuntabilitas sehat, disiplin,
permohonan bantuan 2. Terwujudnya (Tanggung jawab) bertanggung
buku pada perusahaan proposal Guru membuat jawab, terampil,
percetakan dengan pengajuan proposal serta menguasai
nilai akuntabilitas bantuan buku permohonan ilmu pengetahuan
tanggung jawab bantuan buku dan teknologi.
dengan penuh

42
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

tanggung jawab.
3. Mengajukan proposal 3. Terperolehnya 3. Etika Publik
pada perusahaan persetujuan (sopan santun,
percetakan dengan bantuan buku oleh Memelihara dan
sopan santun perusahaan menjunjung tinggi
percetakaan standar etika)
Guru mengajukan
proposal pada
perusahaan
percetakan dengan
sopan santun dan
menjunjung tinggi
standar etika
4. Memilih buku yang 4. Terpilihnya buku 4. Komitmen mutu
sesuai untuk referensi yang sesuai untuk (berorientasi mutu)
di perpustakaan referensi di Guru memilih buku-
sekolah dasar dengan perpustakaan buku yang sesuai
berorientasi mutu sekolah dasar sebagai referensi di
perpustakaan
sekolah

5. Menata buku sesuai 5. Tertatanya buku di 5. Komitmen mutu


jenisnya di rak buku dengan (berorientasi mutu)
perpustakaan sekolah rapi dan sesuai guru menata buku
dengan nilai komitmen jenisnya dengan tujuan untuk
mutu berorientasi mutu perbaikan secara
berkelanjutan.

43
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

4. Merencanakan 1. Membuat RPP dengan 1. Tersedianya RPP 1. Komitmen mutu Dengan kegiatan Kegiatan
kegiatan nilai komitmen mutu (berorientasi mutu) merencanakan merencanakan
pembelajaran berorientasi mutu tujuan pembuatan kegiatan kegiatan
yang RPP adalah agar pembelajaran pembelajaran
memfungsikan mutu pembelajaran mendukung mencerminkan
sumber tercapai. terwujudnya misi nilai organisasi
belajar, alat . sekolah untuk profesional,
peraga, dan 2. Mengatur ruangan dan 2. Tersedianya 2. Komitmen mutu melaksanakan orientasi mutu
media yang tempat duduk siswa di ruangan dan (efisien) Guru pembelajaran dan dan akuntabel.
tersedia di perpustakaan dengan tempat duduk mempersiapkan bimbingan secara
perpustakaan efisien yang dibutuhkan ruangan efektif sehingga
siswa dan guru perpustakaan untuk setiap siswa
(SKP) pada kegiatan kegiatan berkembang
3. Menyiapkan sumber pembelajaran pembelajaran. secara optimal
belajar yang akan 3. Tersedianya 3. Komitmen mutu sesuai dengan
digunakan dengan sumber belajar (orientasi mutu) potensi yang
berorientasi pada mutu yang akan Guru dimiliki.
digunakan mempersiapkan
sumber belajar dari
perpustakaan untuk
kegiatan
pembelajaran.
4. Menyiapkan media 4. media 4. Komitmen mutu
pembelajaran yang pembelajaran yang (efisien) Guru
akan digunakan akan digunakan mempersiapkan

44
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

dengan efisien media pembelajaran


di perpustakaan
untuk kegiatan
pembelajaran.
5. Melaksanakan 5. Terlaksananya 5. Komitmen mutu
evaluasi pembelajaran kegiatan evaluasi (orientasi mutu)
dengan berorientasi pembelajaran Guru
pada mutu mempersiapkan
evaluasi
pembelajaran di
perpustakaan untuk
kegiatan
pembelajaran.

5. Melaksanakan 1. Melaksanakan 1. Terlaksananya 1. Komitmen mutu Dengan Melaksanakan


kegiatan pembelajaran yang pembelajaran yang (berorientasi mutu) melaksanakan kegiatan
pembelajaran di memanfaatkan buku- memanfaatkan guru memanfaatkan kegiatan pembelajaran
perpustakaan buku di perpustakaan buku-buku di buku-buku sebagai pembelajaran mencerminkan
(SKP) sebagai sumber belajar perpustakaan sumber belajar mendukung nilai organisasi
dengan nilai komitmen sebagai sumber terwujudnya misi Akuntabel ,
mutu berorientasi mutu belajar. sekolah untuk orientasi mutu,
2. Melaksanakan 2. Terlaksananya 2.Komitmen mutu melaksanakan dan Inovasi
pembelajaran yang pembelajaran yang (efisiensi) guru pembelajaran dan
memanfaatkan alat memanfaatkan alat memanfaatkan alat bimbingan secara
peraga yang tersedia di peraga yang peraga yang tersedia di efektif sehingga
perpustakaan dengan tersedia di perustakaan setiap siswa
efisien. perpustakaan. berkembang

45
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

secara optimal
sesuai dengan
3. Melaksanakan 3. Terlaksananya 3. Komitmen mutu potensi yang
pembelajaran di pembelajaran di (kreatif) guru dimiliki.
perpustakaan dengan perpustakaan menerapkan
menerapkan metode dengan berbagai metode
belajar yang bervariasi. menerapkan pembelajaran.
metode belajar
yang bervariasi.
6. Membuat 1. Melakukan konsultasi 1. Terperolehnya 1. Akuntabilitas Membuat jadwal Membuat jadwal
jadwal dengan Kepala masukan dan (Tanggung jawab), berkunjung dan berkunjung dan
berkunjung Sekolah mengenai arahan Kepala Guru mendapatkan membaca di ruang membaca di
dan membaca pembuatan jadwal Sekolah mengenai rekomendasi dari perpustakaan dari perpustakaan
di berkunjung ke pembuatan jadwal kepala sekolah Misi yang ke-3 mencerminkan
perpustakaan perpustakaan dengan kunjungan ke untuk membuat yaitu : nilai organisasi
sekolah penuh tanggung jawab. perpustakaan jadwal kunjungan ke Memfasilitasi, Berbudaya,
(Tugas perpustakaan membina dan Akuntabel, dan
Perintah sekolah mengembangkan profesional.
Atasan) 2. Anti korupsi minat dan bakat
2. Membuat jadwal 2. Terwujudnya jadwal (Kedisiplinan) untuk maraih
kunjungan kunjungan siswa belajar untuk prestasi dan
perpustakaan dari perpustakaan dari menaati jadwal akademik
siswa kelas 1 sampai siswa kelas 1 kunjungan secara
dengan kelas 6 dengan sampai dengan disiplin
nilai kedisiplinan kelas 6

3. Siswa mengunjungi 3. Terlaksananya 3. Anti Korupsi

46
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

perpustakaan dan kunjungan siswa di (Kedisiplinan)


membaca buku perpustakaan dan Siswa mengunjungi
perpustakaan membaca buku perpustakaan
berdasarkan jadwal perpustakaan berdasarkan jadwal
yang telah dibuat berdasarkan yang telah dibuat
secara disiplin jadwal yang telah
dibuat
7. Mengadakan 1. Melakukan konsultasi 1.1.Etika publik (sopan Dengan Mengadakan
lomba reading dengan Kepala 1. Terlaksananya santun) guru mengadakan lomba reading
point Sekolah mengenai kegiatan konsultasi melakukan lomba reading point
(Inovasi) rencana kegiatan dengan Kepala konsultasi dengan point mewujudkan mencerminkan
lomba reading point. Sekolah sehingga Kepala Sekolah misi yang ke-3 nilai organisasi
2. Melakukan koordinasi diperoleh masukan dengan sopan yaitu mewujudkan Orientasi
dengan dewan guru dan saran terkait 2. Nasionalisme (sila anak didik kreatif, mutu,
mengenai rencana rencana kegiatan ke-4) guru berwawasan Akuntabel dan
kegiatan lomba reading lomba reading point melakukan kebangsaan, Inovasi
point dengan nilai etika koordinasi dengan sehat, disiplin,
3. Membuat rencana publik sopan santun teman guru dengan bertanggung
anggaran dan biaya mengedepankan jawab, terampil,
kegiatan lomba reading 2. Terlaksananya musyawarah peserta menguasai
point kegiatan koordinasi mufakat ilmu
4. Membuat buku literasi dengan dewan guru 3. Akuntabilitas pengetahuandan
sebagai buku kendali mengenai rencana (transparansi) guru teknologi.
baca kegiatan lomba membuat rencana
5. Memberikan reward reading point dengan anggaran dan biaya
bagi peserta didik yang nilai nasionalisme kegiatan lomba
paling banyak reading point

47
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Kegiatan Kontribusi Penguatan
Kegiatan dengan Nilai-Nilai terhadap Nilai-Nilai
Dasar ASN (ANEKA) Visi Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

membaca buku dengan musyawarah mufakat 4. Anti Korupsi


ketentuan: (kejujuran)
a. Jumlah buku paling 3. terwujudnya pengadaan buku
banyak rencana anggaran literasi kendali baca
b. Dapat menjawab dan biaya untuk dilakukan guru
pertanyaan terkait kegiatan lomba dengan jujur
isi-isi buku yang reading point dengan 5. Etika publik
dibaca nilai akuntabilitas (menciptakan
transparansi lingkungan kerja
non dikriminatif)
4. Tersedianya buku guru memberikan
literasi kendali baca reward pada siswa
dengan nilai anti dengan adil dan
korupsi kejujuran sportif.
5. terlaksananya
pemberian reward 2.
bagi peserta didik
yang paling banyak
membaca buku
dengan nilai etika
publik menciptakan
lingkungan non
diskriminatif

48
B. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Tabel 4.2 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Bukti
Agustus 2019 September 2019
No Kegiatan Kegiatan
23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 Melakukan sosialisasi Dokumen
kegiatan pemanfaatan √ √ √ Kegiatan
perpustakaan di sekolah Foto
2 Melakukan revitalisasi
ruang perpustakaan √ √ √ √ Foto/ Video

3 Menambah koleksi buku Dokumen


perpustakaan √ √ Kegiatan
Foto/Video
4 Merencanakan kegiatan Dokumen
pembelajaran di √ √ √ √ √ √ √ √ Kegiatan/
perpustakaan Foto/ Video
5 Melaksanakan kegiatan
Dokumen
pembelajaran di
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kegiatan
perpustakaan
Foto/ Video
6 Membuat jadwal
Dokumen
berkunjung dan
√ √ √ √ Kegiatan
membaca di
Foto/Video
perpustakaan sekolah
7 Mengadakan lomba Dokumen
reading point √ √ √ √ Kegiatan
Foto/Video
Keterangan : Persiapan aktualisasi Hari Minggu/ Libur Nasional Hari efektif pelaksanaan kegiatan

49
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN akan dilaksanakan
pada minggu keempat bulan Agustus 2019 tepatnya tanggal 23
Agustus 2019 sampai dengan minggu keempat bulan September
2019 pada tanggal 27 September 2019 pada institusi tempat kerja.
Dalam pelaksanaannya dimungkinkan terjadinya kendala-kendala
yang berisiko menghambat kegiatan yang telah direncanakan menjadi
kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan antisipasi untuk
menghadapi kendala-kendala tersebut sehingga dampak yang
menghambat kegiatan tersebut dapat diminimalisasi. Antisipasi dalam
menghadapi kendala-kendala selama aktualisasi dapat dijelaskan
lebih lanjut pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.3 Antisipasi menghadapi kendala-kendala aktualisasi


Antisipasi Strategi
No. Kegiatan Kendala menghadapi menghadapi
kendala kendala

1. Melakukan Kurangnya Melakukan Melakukan


sosialisasi sosialisasi koordinasi sosialisasi
kegiatan kegiatan dengan Kepala kepada Kepala
pemanfaatan kepada dewan Sekolah dan Sekolah dan
perpustakaan di guru Dewan Guru Dewan Guru
sekolah

2. Melakukan Bertepatan Mengatur waktu Memanfaatkan


revitalisasi dengan yang tepat agar waktu setelah
ruang kegiatan tidak siswa
perpustakaan Ulangan mengganggu melaksanakan
Tengah jalannya UTS UTS
Semester
(UTS)

3. Menambah Buku sulit di Mencari buku di Mencari buku di


koleksi buku dapat di daerah lain daerah/ kota lain
perpustakaan daerah sekitar sehari
sekolah dilaksanakan-nya
kegiatan

4. Merencanakan Belum Mencari media di mencari media


kegiatan tersedianya luar sekolah yang dapat
pembelajaran di media edukasi digunakan untuk
edukasi

50
Antisipasi Strategi
No. Kegiatan Kendala menghadapi menghadapi
kendala kendala

perpustakaan aeminggu
sebelum
dilaksanakan-nya
kegiatan edukasi

5. Melaksanakan Perpustakaan Menentukan Menjadwalkan


kegiatan digunakan waktu kegiatan ulang kegiatan di
pembelajaran di untuk kegiatan yang tidak perpustakaan.
perpustakaan lain bersamaan
dengan kegiatan
lain

6. Membuat jadwal Bertepatan Sosialisasi Membagi jadwal


berkunjung dan dengan kepada siswa dan kegiatan jeda
membaca di kegiatan jeda guru untuk tengah dengan
perpustakaan tengah mengadakan jadwal kunjungan
sekolah semester kegiatan pada ke perpustakaan
saat jeda tengah
semester

7. Mengadakan
lomba reading
point

51
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
1. Cara meningkatkan fungsi perpustakaan dalam pembelajaran di SD
Negeri Kaliglagah Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo yaitu
dengan melakukan gagasan pemecah isu dengan cara:
a. Melakukan sosialisasi kegiatan pemanfaatan perpustakaan di
sekolah
b. Melakukan revitalisasi ruang perpustakaan .
c. Menambah koleksi buku perpustakaan
d. Merencanakan kegiatan pembelajaran di perpustakaan
e. Melaksanakan kegiatan pembelajaran di perpustakaan
f. Membuat jadwal berkunjung dan membaca di perpustakaan
sekolah

2. Kegiatan yang diusulkan dikaitkan dengan substansi mata pelatihan


Manajemen ASN, WoG dan Pelayanan Publik dan nilai-nilai dasar
PNS (Nilai ANEKA) yang mendasari kegiatan relevan baik secara
langsung maupun tidak langsung sehingga nilai-nilai ANEKA tersebut
dapat teraktualisasi dan terhabituasi pada setiap kegiatan yang
dilakukan.

52
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Aktualisasi:


Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan
Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Akuntabilitas:
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan
Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Nasionalisme:
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan
Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Etika Publik:
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan
Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Komitmen Mutu:
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan
Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Anti Korupsi:
Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan
Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Pelayanan
Publik: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan
II dan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Manajemen
Aparatur Sipil Negara: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil Golongan II dan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Whole of
Government Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan II dan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25
Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik.
Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5
Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.

53
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

a. Identitas Diri 1. NamaLengkap MARIA ULFAH


2. Formasi
Guru Kelas
Jabatan
3. NIP 19901021 201903 2 010
4. Tempat dan
Purworejo, 21 Oktober 1990
TanggalLahir
5. Desa Banyuasin Separe
Alamat Rumah RT 01 /RW 03 Kec. Loano
Kab. Purworejo
6. Nomor HP 082221234943
7. Dukuh Sepakis Desa
Alamat Kantor Kaliglagah, Kec. Loano
Kab. Purworejo
8.
Alamat e-mail emyoumaria@yahoo.com

b. Riwayat Pendidikan

Nama Sekolah Tahun Lulus Jurusan

SD Negeri Kalijambe 2003 -

SMP Negeri 1 Salaman 2006 -

SMA Negeri 1 Purworejo 2009 IPS

2014 S1-PGSD
Universitas Negeri Semarang

54