Anda di halaman 1dari 15

GAMBARAN PROGRAM IPDMIP

Integrated Participatory Development and


Management of Irrigation Program (IPDMIP)
merupakan program pemerintah yang
dilaksanakan dengan mengggunakan pinjaman
Asian Development Bank (ADB) dan
International Fund for Agricultural
Development (IFAD) yang ditetapkan sebagai
dana penerusan hibah kepada 14 Provinsi dan
74 kabupaten untuk kegiatan Rehabilitasi
Jaringan Irigasi Pertanian, guna mendukung
tercapainya swasembada beras dan
pengurangan kemiskinan pertanian
beririgasi

LOKASI PENYUSUNAN PSETK (IPDMIP) :


1. KABUPATEN BONE;
2. KABUPATEN SOPPENG;
3. KABUPATEN WAJO;
4. KABUPATEN SIDRAP; DAN
5. KABUPATEN PINRANG
2
Tentang IPDMIP : IPDMIP bagian dari PPSI (Pengembangan & Pengelolaan
Sistem Irigasi)

PPSI
(Pengembangan
& Pengelolaan
Sistem Irigasi)

IPDMIP

Kerangka Regulasi terkait Program Kebijakan


PPSI
PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN
SITEM IRIGASI PARTISIPATIF
PARTISIPATIF (PPSIP)
SESUAI DENGAN Permen PU&PR No. 30 Tahun 2015 TENTANG PPSI

PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI ADALAH PEMBANGUNAN


PASAL 10
AYAT 1
JARINGAN IRIGASI BARU DAN /ATAU PENINGKATAN JARINGAN
IRIGASI YANG SUDAH ADA

PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI ADALAH KEGIATAN YANG


PASAL 22 MELIPUTI OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN REHABILITASI
AYAT 1
JARINGAN IRIGASI DI DAERAH IRIGASI

PASAL 1 SISTEM IRIGASI MELIPUTI PRASARANA IRIGASI, AIR IRIGASI,


AYAT 4 MANAJEMEN IRIGASI, KELEMBAGAAN PENGELOLAAN IRIGASI,
DAN SUMBER DAYA MANUSIA

PASAL 10 (2) & PARTISIPASI MASYARAKAT PETANI


Pasal 20 (4)
DALAM PPSIP
PROFIL SOSIO
SOSIOL
L EKONOMI, TEKNIK DAN
KELEMBAGAAN

 PESTK ADALAH GAMBARAN INFORMASI, ATAU DATA MENGENAI


KEADAAN SOSIAL, EKONOMI, TEKNIS DAN KELEMBAGAAN
PADA DAERAH IRIGASI YANG MEMBUTUHKAN KPI UNTUK
PERENCANAAN PROGRAM PENINGKATAN KINERJA
PENGELOLAAN IRIGASI PARTISIPATIF
 DIMAKSUDKAN UNTUK MEMPELAJARI KONDISI DAN KEHIDUPAN
MASYARAKAT TANI PADA D.I, YANG MEMUNGKINKAN MEREKA
DAPAT SALING BERBAGI, MENINGKATKAN DAN MENGANALISIS
PENGETAHUANNYA TENTANG KONDISI SELURUH ASPEK,
MEMBUAT RENCANA DAN MELAKSANAKAN KEGIATAN
PENGELOLAAN IRIGASI PARTISIPATIF DAN PEMBERDAYAAN P3A
| GP3A | IP3A DENGAN BAIK
MAKSUD DAN TUJUAN

1. Meningkatkan pemahaman kelembagaan Pengelola


Irigasi dan pengguna lainnya terhadap pelaksanaan
kegiatan PSETK dan pemahaman terhadap perinsip-
perinsip pelaksanaan kegiatan PSETK.
2. Meningkatkan kemampuan kelembagaan Pengelola
Irigasi dan pengguna lainnya dalam persiapan,
pelaksanaan, dan tindak lanjut hasil kegiatan PSETK.
3. Meningkatkan kemampuan Kelembagaan Pengelola
Irigasi dan pengguna lainnya dalam merumuskan
program kerja pemberdayaan kelembagaan irigasi.
RUANG LINGKUP

1. Prinsip-perinsip PSETK
2. Pendekatan dan metode penyusunan
PSETK
3. Tahapan kegiatan penyusunan PSETK
4. Evaluasi dan pembaruan dokumen PSETK
5. Pembiayaan Kegiatan PSETK
KEGUNAAN

1. Kegunaan bagi masyarakat petani


pemakai air (P3A/GP3A/IP3A)
2. Kegunaan bagi Komisi Irigasi
3. Kegunaan bagi Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) terkait dengan irigasi
4. Kegunaan bagi pemangku kepentingan
lainnya terkait dengan irigasi
Keluaran Yang di Harapkan

Terselenggaranya penyusunan PSETK Daerah Irigasi


Saddang, Tinco dan Palakka dalam rangka PPSIP
yang dapat menyediakan data dan informasi
mengenai kondisi sosial, ekonomi, teknis, dan
kelembagaan yang aktual, akurat secara tepat
untuk penyusunan rencana kerja tahunan dan
jangka panjang dalam meningkatkan kinerja
pengelolaan irigasi partisipatif pada Daerah Irigasi
Saddang, Tinco dan Palakka .
Tahapan Penyusunan PSETK
PERSIAPAN / RAPAT KORDINASI DISKUSI LAPORAN
STARTING AWAL PENDAHULUAN

VERIFIKASI PENGUMPULAN DATA


DATA SEKUNDER

FOCUS GROUP PENELUSURAN PERSIAPAN SOSIALISASI


DISCUSION JARINGAN PELAKSANAAN TINGKAT DI

VERIFIKASI & REVISI


LEGALISASI
ANALISA DATA LAPORAN

PENYUSUNAN DISKUSI LAPORAN FINAL PELAPORAN


LAPORAN PSETK LAPORAN PSETK PSETK DOKUMEN PSETK
Pengumpulan Data
 Tujuan : untuk mendapatkan data dan informasi
mengenai Daerah Irigasi
 Pengumpulan data :
a)Data primer diperoleh dengan melakukan
wawancara dengan anggota P3A/ GP3A/ IP3A dan
petani (Kondisi ekonomi, sosial, usaha tani, budaya,
kelembagaan, dll)
b)Data sekunder diperoleh dengan cara
mengumpulkan data dari dinas-dinas yang
berkaitan dengan daerah irigasi (Skema jaringan
irigasi, skema bangunan irigasi, jumlah debit air/MT,
jumlah produktivitas/th, data monografi, luasan
petak sawah, dll)
Penelusuran Jaringan
 Tujuan : mendapatkan data yang akurat dan aktual
mengenai kondisi fisik jaringan irigasi baik primer,
sekunder maupun tersier

 Penelusuran jaringan dilaksanakan oleh penanggung


jawab kegiatan (OPD terkait : BAPPEDA, DPU dan
DISTAN) bersama dengan P3A/GP3A/IP3A

 Dari OPD terkait dapat diwakilkan oleh pelaksana


kegiatan di kecamatan (PPL, PU Pengairan Kecamatan,
TPM, dll)
Penelusuran Jaringan
 Dalam penelusuran jaringan dilakukan inventarisasi
bangunan jaringan irigasi dan kondisi fisik jaringan

 P3A memberikan masukan/ ide/ gagasan


mengenai kondisi jaringan irigasi dan prioritas
pekerjaan serta cara pelaksanaan

 Masyarakat Petani/P3A/GP3A/IP3A dapat


memberikan usulan kontribusi berupa material atau
dana
HARAPAN KE DEPAN TERKAIT DENGAN PELAKSANAAN
KEGIATAN PENYUSUNAN PSETK

1) Penyusunan PSETK lebih melibatkan semua pihak secara


partisipatif
2) Penyusunan PSETK lebih terencana dengan baik dan melibatkan
semua pihak sesuai dengan tahapan PSETK
3) Target pelaksanaan Penyusunan PSETK dapat diselesaikan sesuai
dengan yang telah direncanakan.
4) Hasil Penyusunan PSETK dapat digunakan untuk penyusunan
rencana program P3A/GP3A dan atau pemberdayaan P3A
selanjutnya
5) Hasil PSETK disosialisasikan kepada seluruh stakeholder terutama
P3A/GP3A dan KPL
6) Pelaporan hasil Penyusunan PSETK lebih tertib dan tepat waktu