Anda di halaman 1dari 2

Fate/Stay Night: Heaven’s Feel

Fate/Stay Night: Heaven’s Feel merupakan salah satu film bergenre action,fantasi yang
diproduksi oleh studio Ufotable. Film berdurasi 2 jam ini merupakan adaptasi dari sebuah visual
novel yang dikembangkan oleh Type-Moon. Film ini merupakan bagian ketiga dari alur cerita
Fate/Stay Night. Film ini di rilis pada tanggal 14 Oktober 2017.

Film ini menceritakan tentang seorang Emiya Shirou yang merupakan seorang penyihir
muda yang bersekolah Akademi Homurahara di Kota Fuyuki. Suatu hari setelah membersihkan
ruangan klub memanah di sekolahnya, dia melihat sekilas perkelahian antara dua makhluk super
yang lewat dihadapanya. Karena rasa penasaran akhirnya dia mengikuti dua makhluk super itu.
Tanpa Ia sadari, kehadiranya ternyata sudah diketahui olah salah satu dari makhluk super itu.

Karena merasa takut Ia pun lari. Namun Ia terkejar oleh makhluk super itu yang akhirnya
menyudahi pertarunganya untuk mengerjar Emiya. Saat Emiya sudah ditodong pedang dan akan
dibunuh oleh makhluk super itu, secara tiba-tiba Ia diselamatkan oleh Rin Tohsaka yang
merupakan seorang penyihir juga sama seperti Emiya dan sekaligus master dari makhluk super itu
(servant).

Lalu Rin menceritakan kepada Emiya terkait keterlibatanya dalam perang cawan suci (Holy
Grail). Yaitu sebuah ritual di mana seorang penyihir yang disebut Master bertarung bersama
Servant mereka untuk mengalahkan Master lain untuk memenangkan Holy Grail yang dapat
mengabulkan segala permintaan. Rin juga memberitahu bahwa Emiya juga terlibat dalam perang
itu. Mendengar perkataan Rin, Emiya terkejut dan berusaha untuk terlepas dari perang itu namun
tak bisa. Akhirnya Emiya bisa menerima keadaan itu dan ikut bertarung untuk mendapatkan Holy
Grail untuk mewujudkan keinginan dari ayahnya, yaitu untuk menyelamatkan seluruh umat
manusia.

Secara keseluruhan jalan cerita film ini sangat menarik ditambah dengan beberapa adegan
pertarungan yang sangat epik dengan tambahan efek-efek yang keren, sehingga terlihat sangat
nyata. Film ini juga mengingatkan kita tentang beberapa tokoh legendaris yang ditampilkan pada
film ini, salah satunya adalah King Arthur Pendragon yang merupakan Raja Britania yang
digambarkan sebagai salah seorang servant dalam film ini. Namun, ada juga beberapa kekurangan
dari film ini, yaitu pada saat awal dari film ini yang cenderung hanya menceritakan kehidupan
Emiya yang membuat penonton merasa sedikit bosan dan adegan pertarungan yang terlalu sedikit.
Namun, film ini tetaplah sangat menarik dan cocok untuk ditonton oleh semua kalangan pecinta
film fantasi.