Anda di halaman 1dari 2

Lailatul Mukaromah/ 170722637045

H 2017/ Geografi Budaya

RESUME BAB I

LOCATION AND ENVIROMENT : A GEOGRAPHIC POINT IF VIEW

LOKASI DAN LINGKUNGAN : SEBUAH SUDUT PANDANG GEOGRAFIK

Definisi geografi sebagai studi yang mempelajari manusia and lingkungan dapat
dipelajari dari sudut pandang proses spasial atau keruangannya . Geografi memang bukan yang
dapat menawarkan satu-satunya pandangan yang valid tentang manusia dan alam. Tetapi
geografi memang memberikan pendekatan yang penting dan mendasar untuk hal-hal tersebut.
Aktivitas manusia selalu terjadi dalam kerangka kerja lingkungan dan memiliki konsekuensi
pada lingkungan.

Hampir semua fenomena atau peristiwa , dari tingkat yang sederhana hingga menyangkut
kepadatan populasi, budaya, dan ideologi politik, dapat lebih dipahami ketika dipertimbangkan
dalam konteks spasial atau keruangan . Sebagian besar masalah yang dihadapi manusia memiliki
karakter spasial , dengan adanya analisis melalui mengkaji karakter spasial akan membantu
memberikan solusi yang tepat. Sama pentingnya yaituteori untuk menyarankan bagaimana fakta
yang harus dianalisis dan teknik analisis mana yang paling tepat untuk digunakan.

Semua fenomena spasial dapat ditandai dengan dimensi spasial dan akan mempengaruhi
pola geografis yang dihasilkan. Sebagai contoh, masalah polusi udara dapat dianggap sebagai
dari titik ke volume atau garis ke volume interaksi tergantung pada dimensi sumber polusi.
Distribusi spasial sangat berfvariasi pada banyak hal, seperti pendapatan, populasi, suhu udara,
curah hujan dan lain sebagainya. Pola – pola yang dihasilkan inilah yang didapat dari analisa
spasial.

Ketika ahli geografi berbicara tentang ruang, yang dimakdukan bukan ruang angkasa.
Geografer juga tidak menganggap ruang sebagai objek atau kondisi yang ada pada dirinya
sendiri. Ruang yang menyangkut didefinisikan secara fungsional dikarenakan adanya hubungan
antara berbagai hal. Sifat dari hubungan geometris dan topologi inilah yang membentuk dasar
untuk studi ruang geografis.

Maka, ada tiga konsep spasial pertama yang harus diperhatikan yaitu : jarak, arah, dan
konektivitas. Dalam kombinasi dengan konsep dimensi titik, garis, dan luas, hal ini memberikan
awal untuk semua jenis analisis geografis. Pada sebuah lokasi atau titik dan garis, cara pandang
atau arah pandang yang diperlukan ini cukup untuk menentukan orientasi. Dengan demikian,
arah sangat penting dalam memahami hubungan spasial dari fenomena yang sedang
dipertimbangkan. Jarak adalah kualitas spasial penting lainnya. Intensitas komunikasi yang jatuh
terus menerus dipengaruhi oleh jarak, tetapi tidak pada semua fenomena. Selanjutnya jenis
khusus dari asosiasi fungsional spasial dalam karakter khusus yang disebut konektivitas.
Konektivitas adalah hubungan khusus yang dimiliki benda-benda atau hal di dalam ruang atau
spasial antara satu sama lainnya.

Kolars. John and Nystuen. John, Geography : The Study of Location, Culture, and Enviroment,
McGraw-Hill, United States of America, 1974