Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PANCASILA

Pancasila sebagai sumber hukum

Disusun oleh :

Fina Ayu N (1611017)

Happy Hutama Y (1611020)

Leny Pramudya W (1611025)

Reka Dwi Intan P (1611029)

Ratna Setyaningsih (1611028)

Zulfa Alkarimah (1611033)

S-1 KEPERAWATAN

STIKes PATRIA HUSADA BLITAR

KOTA BLITAR

TAHUN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah S.W.T, yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini.

Maksud dari pembuatan makalah ini adalah sebagai sarana pembahasan dan
pemahaman dalam mata kuliah Pancasila. Materi yang saya ringkas mengenai
“PANCASILA SEBAGAI SUMBER HUKUM”. Saya berharap agar materi dalam
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya mahasiswa STTIKES.

Pada kesempatan kali ini saya menyampaikan terimakasih kepada


IbuWidyawati,M.H selaku dosen pengampu dalam mata kuliah Kewarganegaraan.
Dalam penulisan makalah ini, terdapat berbagai kesalahan dan kekurangan dalam
penulisan, maka kepada para pembaca, saya memohon maaf sebesar-besarnya.
Semoga dengan adanya pembuatan makalah ini dapat memberikan manfaat berupa
ilmu pengetahuan yang baik bagi penulis maupun bagi para pembaca.

Blitar, 16 November 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

COVER
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. LatarBelakang…………………………………………………………………1
B. RumusanMasalah………………...…………………………………………....2
C. Tujuan…………………..……………………………………………………..2
BAB II PEMBAHASAN
A. PengertianPancasila Sebagai Sumber Hukum ……………………………..3
BAB IIIPENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………..……………………15
B. Saran…………………………………………………..…………………......15

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh


rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia
serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin
baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Bahwasanya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai


dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar
1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji
kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan
manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa
Indonesia.
Menyadari bahwa untuk kelestarian kemampuan dan kesaktian
Pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan
dan pengamamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap
warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga
kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah.

1.2 Rumusan Masalah


Untuk menghidari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalah ini,
maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di bahas diantaranya:
1. Apa arti Pancasila ?
2. Bagaimana kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum tertinggi ?
3. Bagaimana Pancasila sebagai sumber hukum Republik Indonesia ?
4. Bagaimana Pancasila sebagai landasan hukum ?
5. Bagaimana pengamalan Pancasila ?

1.3 Tujuan Yang Ingin Dicapai


Dalam penyusunan Makalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
1. Untuk mengetahui arti Pancasila
2. Untuk mengetahui Pancasila sebagai sumber hukum tertinggi
3. Untuk mengetahui Pancasila sebagai sumber hukum republic Indonesia
4.Untuk mengetahui Pancasila sebagai landasan hukum
5. Untuk mengetahui pengamalan Pancasila
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pancasila


Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara kita, Negara
Republik Indonesia. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad
XIV yang terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan Prapanca dan buku
Sutasoma karangan Tantular, dalam buku Sutasoma ini, selain mempunyai arti
“Berbatu sendi yang lima” (dari bahasa Sangsekerta) Pancasila juga mempunyai arti
“Pelaksanaan kesusilaan yang lima” (Pancasila Krama), yaitu sebagai berikut:
1. Tidak boleh melakukan kekerasan
2. Tidak boleh mencuri
3. Tidak boleh berjiwa dengki
4. Tidak boleh berbohong
5. Tidak boleh mabuk minuman keras / obat-obatan terlarang

Pancasila berasal dari kata Sansakerta (Agama Buddha) = untuk mencapai Nirwana
diperlukan 5 Dasar/Ajaran, yaitu:
1. Jangan mencabut nyawa makhluk hidup/Dilarang membunuh.
2. Jangan mengambil barang orang lain/Dilarang mencurri.
3. Jangan berhubungan kelamin/Dilarang berjinah
4. Jangan berkata palsu/Dilarang berbohong/berdusta.
5. Jangan minum yang menghilangkan pikiran/Dilarang minuman keras.
Diadaptasi oleh orang jawa menjadi 5 M = Madat/Mabok, Maling/Nyuri,
Madon/Awewe, Maen/Judi, Mateni/Bunuh.

Pengertian Pancasila Secara Etimologis


Perkataan Pancasil mula2 terdapat dalam perpustakaan Buddha yaitu dalam Kitab
Tripitaka dimana dalam ajaran buddha tersebut terdapat suatu ajaran moral untuk
mencapai nirwana/surga melalui Pancasila yang isinya 5 J, yaitu :
1. Jangan mencabut nyawa makhluk hidup/Dilarang membunuh.
2. Jangan mengambil barang orang lain/Dilarang mencurri.
3. Jangan berhubungan kelamin/Dilarang berjinah
4. Jangan berkata palsu/Dilarang berbohong/berdusta.
5. Jangan mjnum yang menghilangkan pikiran/Dilarang minuman keras
Pengertian Pancasila Secara Termitologis
Proklamasi 17 Agustus 1945 telah melahirkan Negara RI untuk melengkapai alat2
Perlengkapan Negara PPKI mengadakan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan
berhasil mengesahkan UUD 45 dimana didalam bagian Pembukaan yang terdiri dari 4
Alinea didalamnya tercantum rumusan Pancasila. Rumusan Pancasila tersebut secara
Konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara RI yang disahkan oleh PPKI yang
mewakili seluruh Rakyat Indonesia
Pancasila berbentuk :
1. Hirarkis (berjenjang);
2. Piramid.
Pancasila sebagai sumber asal artinya tempat setiap pembentuk hukum di
Indonesia mengambil atau menimba unsur-unsur dasar yang diperlukan untuk
tugasnya itu, dan merupakan tempat untuk menemukan ketentuan-ketentuan yang
akan menjadi sisi dari peraturan hukum yang akan di buat, serta sebagai dasar-
ukuran, untuk menguji apakah isi suatu peraturan hukum yang berlaku sungguh-
sungguh merupakan suatu hukum yang mengarah kepada tujuan hukum negara
Republik Indonesia.
Pengertian pancasila sebagai sumber dari segala hukum yaitu pancasila harus
di jadikan pedoman bagi semua umat manusia agar terciptanya perdamaian, dan tidak
terjadi kerusuhan. Pancasila juga berfungsi mengatur semua manusia agar hidup lebih
baik.

2.2 Kedudukan Pancasila sebagai Hukum Tertinggi


Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia artinya
bahwa posisi Pancasila diletakkan pada posisi tertinggi dalam hukum di Indonesia,
posisi Pancasila dalam hal ini menjadikan pedoman dan arah bagi setiap bangsa
Indonesia dalam menyusun dan memperbaiki kondisi hukum di Indonesia.
Pancasila dalam kedudukannya sebagai sumber dari segala sumber hukum
sering disebut sebagai dasar filsafat atau ideologi Negara. Dalam pengertiannya ini
pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan
Negara. Pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelengaraan Negara.
Konsekuensinya seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara terutama segala
peraturan perundang-undangan termasuk proses reformasi dalam segala bidang
dewasa ini dijabarkan dari nilai-nilai Pancasila. Maka Pancasila merupakan sumber
dari segala sumber hukum, Sebagai dasar Negara, Pancasila merupakan suatu asas
kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum, sehingga
merupakan suatu sumber nilai, norma serta kaidah, baik moral maupun hukum
Negara, dan menguasai hukum dasar baik tertulis atau UUD maupun tidak tertulis
atau dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, Pancasila mempunyai kekuatan
mengikat secara hukum. Sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber
tertib hukum Indonesia maka setiap produk hukum harus bersumber dan tidak boleh
bertentangan dengan Pancasila. Pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi yaitu
Pembukaan UUD 1945, kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok
pikiran.
Dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur yang menjadi tujuan
bangsa dan rakyat Indonesia, Pancasila menjadi landasannya, untuk itulah perlu
adanya tatanan dan tertip hukum dalam mengatur masyarakat dan Negara untuk
mencapai tujuan tersebut. Arah dan acuan tersebut tentunya harus berpijak pada
Pancasila.
Namun demikian dalam perjalanan Pancasila sebagai sumber dari segala
sumber hukum di Indonesia tentunya banyak mengalami pasang surut hal ini
disebabkan bahwa di era globalisasi saat sekarang ini banyaknya permasalahan baru
yang muncul ditanah air khususnya masalah korupsi,nepotisme,dan masuknya budaya
dari luar yang berdampak pada perubahan budaya dalam masyarakat. Perubahan
perubahan tersebut akan berdampak pada kehidupan baru masyarakat yang tentu saja
membawa konsekuen baru dari segi hukum di Indonesia.

2.3 Pancasila sebagai Sumber Hukum Republik Indonesia


Upaya mewujudkan Pancasila sebagai sumber hukum adalah dijadikannya Pancasila
sebagai sumber bagi penyusunan norma hukum di Indonesia. Negara Indonesia
memiliki hukum nasional yang merupakan satu kesatuan sistem hukum. Sistem
hukum Indonesia itu bersumber dan berdasar pada pancasila sebagai norma dasar
bernegara. Pancasila berkedudukan sebagai grundnorm (norma dasar) atau
staatfundamentalnorm (norma fondamental negara) dalam jenjang norma hukum di
Indonesia.
Nilai-nilai pancasila selanjutnya dijabarkan dalam berbagai peraturan perundangam
yang ada. Perundang-undangan, ketetapan, keputusan, kebijaksanaan pemerintah,
program-program pembangunan, dan peraturan-peraturan lain pada hakikatnya
merupakan nilai instrumental sebagai penjabaran dari nilai-nilai dasar pancasila.
Sistem hukum di Indonesia membentuk tata urutan peraturan perundang-undangan.
Tata urutan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam ketetapan MPR
No. III/MPR/2000 tentang sumber hukum dan tata urutan perundang-undangan
sebagai berikut :
a. Undang-Undang Dasar 1945
b. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
c. Undang-undang
d. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu)
e. Peraturan Pemerintah
f. Keputusan Presiden
g. Peraturan Daerah

Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tentang pembentukan Peraturan


perundang-undangan juga menyebutkan adanya jenis dan hierarki peraturan
perundang-undangan sebagai berikut:
a. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
b. Undang-undang/peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu)
c. Peraturan pemerintah
d. Peraturan presiden
e. Peraturan daerah.
Pasal 2 Undang-undang No. 10 Tahun 2004 menyatakan bahwa Pancasila merupakan
sumber dari segala sumber hukum negara. Hal ini sesuai dengan kedudukannya
sebagai dasar (filosofis) negara sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945
Alinea IV.

2.4 Pancasila sebagai Landasan Hukum


Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum juga mengandung arti
semua sumber hukum atau peraturan2, mulai dari UUD`45, Tap MPR, Undang-
Undang, Perpu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang2), PP (Peraturan
Pemerintah), Keppres (Keputusan Presiden), dan seluruh peraturan pelaksanaan yang
lainnya, harus berpijak pada Pancasila sebagai landasan hukumnya.
Semua produk hukum harus sesuai dengan Pancasila dan tidak boleh
bertentangan dengannya. Oleh sebab itu, bila Pancasila diubah, maka seluruh produk
hukum yang ada di Negara RI sejak tahun 1945 sampai sekarang, secara otomatis
produk hukum itu tidak berlaku lagi. Karena sumber dari segala sumber hukum yaitu
Pancasila. Oleh sebab itu Pancasila tidak bisa diubah dan tidak boleh diubah.

2.5 Pengamalan Pancasila


Komitmen bangsa Indonesia adalah melaksanakan atau mengamalkan Pancasila
secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Artinya
merupakan suatu kemauan bersama untuk mengaktualisasikan Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari secara membumi, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara serta bukan sekedar slogan.
Untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan bernegara dapat di lakukan dengan
cara sebagai berikut :
a.Pengamalan secara objektif, yakni dengan melaksanakan atau mentaati
peraturan perundang-undangan sebagai norma hukum negara yang berlandaskan pada
Pancasila. Hal ini memerlukan dukungan kekuasaan Negara untuk menerapkannya,
serta bersifat memaksa, dan akan mendapat sanksi bagi pelanggarnya.Artinya bagi
siapa saja, apakah itu perorangan maupun lembaga, yang melanggar norma hukum
maka akan mendapatkan sanksi hukum. Pengamalan obyektif ini merupakan
konsekuensi dari mewujudkan nilai dasar Pancasila sebagai norma hukum negara.
b.Pengamalan secara subjektif, yakni dengan menjalankan nilai-nilai
Pancasila yang berwujud norma etika secara pribadi atau kelompok dalam bersikap
dan bertingkahlaku pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pengamalan secara subyektif ini mewajibkan setiap warga negara dan penyelenggara
negara untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara. Dalam hal ini pancasila menjadi sumber etika dalam bersikap dan
bertingkah laku bagi setiap warga negara dan penyelenggara negara. Melanggar
norma etik tidak mendapat sanksi hukum tetapi sanksi yang berasal dari diri sendiri.
Pengamalan subyektif ini merupakan konsekuensi dari mewujudkan nilai dasar
Pancasila sebagai norma etik berbangsa dan bernegara.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sumber hukum yang paling mendasar dari negara Republik Indonesia adalah
Pancasila. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia, termasuk hukum
yang berlaku di Indonesia. Dengan dasar hukum pancasila, akan tercipta jiwa yang
menjunjung tinggi keadilan social dan tidak bertentangan dengan norma-norma
hukum yang berlaku.
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum tersirat dalam UUD 1945
alinea 4 yang pada hakekatnya di bentuk sebuah undang-undang maupun peraturan
lainnya bertujuan untuk mengatur perilaku masyarakat didalam hubungannya antar
anggota masyarakat yang lain, sehingga di harapkan mampu menjamin sebuah
kepastian hukum.
Sebagai generasi muda, kita harus mengamalkan Pancasila sebagai sumber
hukum yaitu dengan cara memaknai Pancasila itu sendiri.
3.2 Saran
Semoga dengan penjabaran tadi mengenai Pancasila sebagai sumber dari
selaga sumber hukum ini menjadi suatu langkah awal kita untuk menumbuhksn rasa
cinta tanah air di dalam diri warga Indonesia, serta mendorong tumbuhnya rasa rela
berkorban dan selalu ingin mengabdikan diri kepada bangsa dan Negara.
DAFTAR PUSTAKA
http://brainly.co.id/tugas/290499 , 11.45, 23-10-2014, google.com.
http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/MKFIS/article/view/467, 5.15, 26-10-2014,
google.com.
http://www.scribd.com/doc/189876560/PANCASILA-SEBAGAI-SUMBER-DARI-
SEGALA
SUMBER-HUKUM-FILSAFAT-HUKUM-DAN-FALSAFAH-NEGARA-
REPUBLIK
INDONESIA#download, 14.30, 1-11-2014, google.com.
http://yogisaputera.wordpress.com/2012/11/24/pancasila-sebagai-sumber-dari-segala-
sumber
hukum, 19.10, 17-10-2014, google.com.