Anda di halaman 1dari 6

Skala Ukur dan Memilih Jenis Penyajian Data

A. Skala Ukur Statistik

1. Data Statistik

Salah satu data yang paling umum digunakan dalam penelitian adalah data yang dibedakan
berdasarkan skalanya. Dalam statistik dikenal adanya data yang bersifat kategorikal ( nominal
dan ordinal ) serta data numerik ( interval dan rasio ) atau dikenal juga dengan data kontinu
dan diskrit.

a. Data Nominal

Ciri data yang berskala nominal diantaranya :

1) Merupakan data kualitatif atau bukan berupa angka


2) Data tidak dapat dikuantifisir (tidak bisa dikali,dibagi,ditambah,dikali)
3) Bersifat kategorical bukan numerical

b. Data Ordinal

Ciri data yang berskala ordinal diantaranya :

1) Merupakan data kualitatif


2) Merujuk pada “order” atau “rank” atau berjenjang
3) Jenjang daat diurutkan dari yang terendah ke yang paling tinggi atau
sebaliknya

c. Data Interval

Ciri data interval diantaranya :

Data bersifat numerik, data tidak memiliki nilai nol abslute, artinya dimungkinkan untuk
memiliki nilai nol atau bahkan dibawah nol atau minus.

d. Data Rasio

Ciri data rasio diantaranya :

1) Merupakan data kuantitatif


2) Data dapat dikuantifisir (dikali, dibagi, ditambah,dikurang)
3) Data tidak memiliki nilai nol atau diawah nol
2. Level Pengukuran Data

Dalam pengumpulan data penelitian, sangat penting bagi peneliti untuk mengetahui
level dari pengukuran data. Hal tersebut penting karena secara umum terdapat tiga level
pengukuran data, yaitu :

a. Skala Interval

Skala interval adalah skala ordinal yang memiliki poin jarak objektif dalam
keteraturan kategori peringkat, tapi jarak yang tercipta sama antar masing-masing
angka.

Contoh Data Variabel :


membagi tinggi badan sampel ke dalam 4 interval yaitu: 140-149, 150-159, 160-
169, dan 170-179.

b. Skala Rasio
Skala rasio adalah skala interval yang memiliki nol mutlak.
Contoh Data Variabel :

1) 0 tahun, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, ..... dst.


2) ..... -3C, -2C, -1C, 0C, 1C, 2C, 3C, ..... dst.
3) ..... 0,71m ..... 5,38 m ..... 12,42m ..... dst.

c. Skala Ordinal

Data ordinal dikenal sebagai the next atau the second level. Data ini
merupakan data rangking dan tidak termasuk independent measurement, sehingga data ini
dikatakan lebih rendah dibandingkan dengan data scale atau continue. Contohnya adalah
tingkat kecemasan pasien, level nyeri pasien pasca operasi, dan lain-lain.
Contoh Data Variabel :

1) Sangat Tidak Setuju = 1


Tidak Setuju = 2
Tidak Tahu = 3
Setuju = 4
Sangat Setuju = 5

2) Jenjang pendidikan : rendah, sedang, tinggi atau SD, SMP, SMA, PT.
3) IQ atau score dapat dirangking mulai yang paling rendah sampai dengan yang paling
tinggi.

d. Skala Nominal

Data nominal dikenal sebagai the lowest level atau level yang pengukuran
datanya paling rendah. Data ini juga dikenal sebagai data kualitatif. Contohnya :

Contohnya :

a) Jenis pekerjaan (petani, buruh, PNS, karyawan swasta, dan lain-lain) petani,
buruh, PNS, karyawan swasta merupakan data jenis pekerjaan yang memiliki
level yang sama, yang satu tidak lebih tinggi dari yang lain, tidak dapat
dibagi,dikalikan, dan lain-lain.
b) Jenis penyakit pasien (penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit jantung,
saraf, dan lain-lain)
c) golongan darah ( A,B,AB,O).
B. Memilih Jenis Penyajian Data

Tujuan penyajian data adalah memberi gambaran yang sistematis tentang peristiwa-
peristiwa yang merupakan hasil penelitian atau observasi, Data lebih cepat ditangkap dan
dimengerti, Memudahkan dalam membuat analisis data, dan Membuat proses pengambilan
keputusan dan kesimpulan lebih tepat, cepat, dan akurat. Teknik-teknik menyajikan data terdiri
dari 3 bentuk, yaitu : Tulisan atau karangan (Textular), Tabel (Tabular), Grafik atau diagram atau
gambar (Grafikal)

1. Tulisan / Narasi (textular)

Tujuan penyajian data dalam bentuk tulisan adalah memberikan gambaran statistik,
sehingga seringkali membingungkan dan tidak efektif dibandingkan tabel atau grafik

Contoh :

Jumlah anak dibawah usia 5 tahun (Balita) didesa X adalah sebanyak 8000 orang yang terdiri
dari 4.200 wanita dan 3800 pria. Dari 4.200 balita wanita, 1000 anak tergolong gizi baik,
1.200 anak dengan gizi cukup, sisanya adalah gizi buruk. 30 % dari balita pria tergolong gizi
baik, 20% gizi cukup dan sisanya tergolong gizi buruk

2. Tabel

Data dalam bentuk tabel menyajikan suatu agregat dari data berbentuk angka yang
tersusun singkat dan jelas dalam baris-baris dan kolom-kolom sehingga memberikan
gambaran perbandingan.

3. Grafik

Tujuan dari penyajian data bentuk grafik adalah untuk meramalkan sifat-sifat suatu
agregat dan membandingkan siat-sifat yang ada dalam tabel. Sebab apabila disajikan dalam
bentuk tabel akan sukar di lihat dengan cepat dan jelas.

Jenis-jenis grafik : Grafik garis, grafik batang, grafik gambar, grafik lingkaran

1) Grafik garis

Grafik garis adalah grafik berupa garis, diperoleh dari beberapa ruas garis yang
menghubungkan titik-titik pada bidang bilangan. Pada grafik garis digunakan dua garis yang
saling berpotongan. Pada garis horizontal (sumbu-X) ditempatkan bilangan-bilangan yang
sifatnya tetap, seperti tahun dan ukuran-ukuran. Pada garis tegak (sumbu-Y) ditempatkan
bilangan-bilangan yang sifatnya berubah-ubah.
2) Grafik Batang

Adalah grafik data berbentuk persegi panjang yang lebarnya sama dan dilengkapi
dengan skala atau ukuran sesuai dengan data yang bersangkutan. Setiap batang tidak boleh
saling menempel atau melekat antara satu dengan lainnya dan jarak antara setiap batang yang
berdekatan harus sama.

3) Grafik lingkaran

Yaitu grafik yang menggambarkan perbandingan nilai-nilai dari suatu karakteristik.


Untuk mengetahui perbandingan suatu data terhadap keseluruhan, suatu data lebih tepat
disajikan dalam bentuk diagram lingkaran. Bagian-bagian dari keseluruhan data tersebut
dinyatakan dalam persen atau derajat.
Daftar Pustaka

Purwanto, Heri. 1994. Pengantar Statistik Keperawatan. Jakarta : Buku Kedokteran


ECG ( halaman 17-20)

Swarjana, KI. 2016. Statistik Kesehatan. Yogyakarta : C.V Andi Offset ( halaman 47)

http://salimnahdi.blogspot.com/2013/10/penyajian-data-statistika.html