Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU

KONSEP DAN TEORI BELAJAR MENGAJAR

DISUSUN OLEH :

NOOR HALIMATUS SA’DIYAH, AMK

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CENDIKIA UTAMA

KUDUS

2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara maju dapat diukur dengan berbagai indikator. Salah satu indikator yang
dapat digunakan adalah tingkat kesehatan. Tingkat kesehatan yang baik mengindikasikan
bahwa negara tersebut memiliki tingkat kesejahteraan dan tingkat pendidikan yang baik.
Pendidikan merupakan aspek utama yang harus dikembangkan untuk mencapai
segala indikator kemajuan suatu negara. Pendidikan meliputi aktivitas belajar dan
mengajar. Segala macam ilmu ditransfer melalui proses pendidikan. Sistem pendidikan
juga dikenal dalam dunia kesehatan. Fungsi pendidikan dalam bidang kesehatan adalah
untuk pencegahan, mempertahankan dan meningkatkan kualitas kesehatan. Fungsi-
fungsi tersebut dapat berjalan dengan baik jika direalisasikan. Salah satu tindakan
konkretnya adalah melalui promosi kesehatan. segala bentuk promosi kesehatan dapat
dilakukan oleh semua profesi bidang kesehatan, termasuk perawat untuk mengantarkan
masyarakat pada standar kesehatan yang tinggi.
B. Rumusan masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan belajar dan mengajar?
2. Bagaimanakah teori dan konsep belajar dan mengajar?
C. Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan belajar dan mengajar
2. Memahami teori dan konsep belajar dan mengajar
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Belajar
Menurut Kozier (2000) belajar merupakan berubahnya kemampuan seseorang
yang terus berlanjut dalam suatu waktu. Sementara itu, menurut Patricia Potter dan Anne
Perry (2005), belajar adalah proses memperoleh ilmu, sikap, dan kemampuan baru
melalui latihan dan pengalaman. Berdasarkan beberapa arti dari belajar di atas, belajar
dapat disimpulkan sebagai kegiatan dalam memperoleh hal- hal baru terutama ilmu yang
didapat melalui latihan atau menempa diri serta pengalaman.
B. Mengajar
Mengajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti memberi
pelajaran atau pelatihan. Sementara itu, menurut The Free Dictionary, mengajar
merupakan suatu aktivitas untuk mendidik atau melatih dan di dalam aktivitas mengajar,
pengajar berusaha memberi atau menanamkan pengetahuan atau keterampilan kepada
para pelajar. Selain definisi – definisi di atas, mengajar juga memiliki beberapa definisi
yang berasal dari berbagai tokoh yaitu:
1. Mengajar tak hanya menyampaikan pengetahuan tetapi juga merangsang terjadinya
proses berpikir, tumbuhnya sikap kritis, atau hingga mengubah pandangan para
pelajar (Rooijakkers, 1991).
2. Mengajar atau pembelajaran merupakan perolehan pengetahuan, perilaku, dan
keterampilan baru. (Bastable, 2003 dalam Potter dan Perry, 2010) Dari beberapa
definisi di atas, mengajar dapat disimpulkan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan
untuk menularkan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada orang yang belajar
sehingga dapat menumbuhkan sikap kritis dari para pelajar hingga mengubah sikap
pelajar dan juga agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.
C. Teori - teori belajar
1. Teori Behavior
Teori belajar behavior berpandangan bahwa belajar adalah proses perubahan
perilaku. J.B. Watson yang dikenal sebagai Bapak Teori Behavior mempelajari
studi yang dilakukan oleh Ivan Pavlov tentang eksperimennya terhadap respon
seekor anjing yang dikondisikan pada kondisi berulang. Watson menyimpulkan
bahwa belajar adalah proses penerimaan respon dari stimulus yang dapat diukur
dan dapat diobservasi. Belajar dapat dicapai melalui perilaku yang tepat dari
sejumlah respon dan melalui pendekatan penguatan.
2. Teori Kognitif
Teori kognitif melihat kegiatan belajar sebagai sesuatu yang aktif. Mereka
berinisiatif mencari pengalaman untuk belajar, mencari informasi untuk
menyelesaikan masalah, mengatur kembali, dan mengorganisasi apa yang telah
mereka ketahui untuk mencapai pelajaran baru. Teori belajar kognitif juga sering
disebut sebagai teori perseptual karena menurut teori ini, kegiatan belajar adalah
perubahan persepsi yang terkadang tidak dapat diamati dan / atau diikuti. Menurut
teori ini pula, proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau
informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang.
Teori belajar kognitif dikemukakan oleh Ausubel, Bruner, Jean Piaget, dan Robert
M. Gagne.
3. Teori Humanistik
Menurut teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Hal
itu dikarenakan menurut teori ini, kepribadian individu tidak hanya berasal dari
pembelajaran lingkungan tetapi juga hasil pembelajaran dan motivasi dari dalam
diri individu tersebut. Contoh pembelajaran dari dalam diri individu tersebut adalah
kebebasan utnuk memilih, dan motivasi untuk mencapai aktualisasi diri atau
memenuhi keunikan mereka sebagai manusia. Menurut teori ini pula, terdapat dua
tipe belajar yaitu tipe belajar kognitif atau tipe belajar berdasarkan makna dan tipe
belajar eksperiensial atau tipe belajar berdasarkan pengalaman. Tetapi, secara
umum teori ini bersifat elektif sehingga teknik belajar apapun dapat dialakukan
oleh seorang individu agar tujuan belajar dapat tercapai. Hingga saat ini, terdapat
tiga tokoh pelopor teori humanistik yaitu Arthur Combs, Abraham Maslow, dan
Carl Rogers.
4. Teori Sibernetik
Menurut teori ini, belajar adalah pengolahan informasi (Nursalam dan Ferry
Efendi, 2008). Teori ini lebih mementingkan sistem informasi daripada proses.
Sistem informasi adalah suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi yang
dibutuhkan oleh organisasi agar dapat beroperasi secara benar dan menguntungkan
(Teguh Wahyono, 2010). Tokoh yang mengembangkan teori sibernetik adalah
Landa yang berpendapat bahwa ada dua macam proses berpikir, algoritmik (proses
berpikir linier, konvergen, dan lurus menuju ke satu target tertentu), dan heuristik
(cara berpikir divergen, menuju ke beberapa target sekaligus), dan Pask dan Scott
yang mengemukakan cara berpikir menyeluruh dan sebagian.
(Nursalam dan Ferry Efendi, 2008).
D. Pengertian Konsep Mengajar
Konsep mengajar ialah ide atau pengertian yang berhubungan dengan mengajar.
Konsep tersebut dapat dipandang dari tiga dimensi, yaitu
1. Konsep mengajar sebagai mitos dibangun atas dasar keyakinan awal, namun dalam
perkembangannya tidak senantiasa sejalan dan seirama dengan semangat yang
dibangun oleh mitos mengajar yang bersangkutan. Cole dan Chan (1994)
mengklasifikasikan sejumlah mitos mengajar, yaitu mengajar sangat tergantung pada
derajat personalia orang yang mengajarnya, penerapan kontrol perilaku siswa, pada
dasarnya merupakan ikhtiar kegiatan belajar mengenai sejumlah keterampilan.
2. Konsep mengajar sebagai subsistem/sistem artinya aktivitas mengajar merupakan
subsistem dari sistem pendidikan dan mengajar tidak bisa dilepaskan dari sistem
pengajaran (instructional system) ataupun sistem belajar (learning system). Sebagai
subsistem pengajaran, mengajar sangat bergantung pada unsur lain dalam
pendidikan, seperti manajemen pendidikan. Sebagai sistem, mengajar mempunyai
komponen-komponen seperti pengajar, peserta ajar, fasilitas, dan lain-lain.
Konsep mengajar sebagai substansi keilmuan merupakan salah satu cara untuk
menyampaikan ilmu (informasi yang bermanfaat) kepada orang lain.
E. Teori mengajar
Secara umum, ada empat aliran pendidikan (Sukmadinata, 1997). Keempat aliran
itu antara lain :
1. Pada teori pendidikan klasik pendidik berperan sangat dominan menentukan isi,
metode, dan evaluasi. Sedangkan klien berperan secara pasif. Contoh pada
penyuluhan kesehatan dalam jumlah yang besar, promotor cenderung mendominasi.
Teori mengajar pendidikan pribadi lebih menekankan bahwa pendidik harus
memahami peserta didik. Contoh : bimbingan konseling.
2. Teori mengajar teknologi pendidikan berarti bahwa pengembangan pendidikan
dengan memanfaatkan teknologi. Contoh : pemutaran video pada penyuluhan
kesehatan.
3. Teori mengajar interaksional yaitu ada hubungan dua pihak atau lebih sehingga
terjadi interaksi. Contoh : seminar kesehatan interaktif. Teori mengajar membedakan
yaitu pendidik mengajarkan dua fakta atau konsep yang berbeda. Contoh : perbedaan
mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.
4. Teori Mengajar Kognitif mengajarkan klien untuk dapat mengingat, menerima dan
memahami informasi pembelajaran. Contoh : pada promosi kesehatan, pendidik
akan mengajarkan peserta didik untuk mengingat, menerima dan memahami materi
kesehatan yang akan diberikan
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Pendidikan atau edukasi dapat disimpulkan sebagai penambahan pengetahuan dan


kemampuan seseorang melalui proses belajar atau instruksi dengan tujuan untuk
mengangkat fakta dan kondisi nyata dengan cara memberi dorongan terhadap
pengarahan diri (self-direction), aktif dalam memberikan informasi atau ide baru.
Edukasi kesehatan untuk klien merupakan edukasi kesehatayang diberikan oleh seorang
petugas kesehatan kepada klien. Secara lebih lengkap, Wingroot (2005) mengatakan
bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengatur
kesehatan mereka dan mengubah perilaku klien. Edukasi tak dapat dipisahkan dari
kegiatan belajar mengajar. Belajar, menurut Kozier (2010) merupakan berubahnya
kemampuan seseorang yang terus berlanjut dalam suatu waktu sementara mengajar dapat
disimpulkan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk menularkan ilmu pengetahuan
yang dimiliki kepada orang yang belajar sehingga dapat menumbuhkan sikap kritis dari
para pelajar hingga mengubah sikap pelajar dan juga agar dapat diaplikasikan dalam
kehidupan sehari – hari.

B. Saran
Untuk konsep belajar dan mengajar lebih lengkap harus adanya alat peraga, praktik
dalam konsep mengajar.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.thefreedictionary.com/teaching (diakses pada 6 September 2013 pukul 10.30)


http://ugcnetonline.svtuition.org/2009/03/definition-of-teaching-and- its.html (diakses pada 6
September 2013 pukul 10.50)
http://www.pendidikanekonomi.com/2013/01/inti-teori-belajar- behavioristik.html (diakses
pada 6 September 2013 pukull 11.00)
http://digilib.sunan-ampel.ac.id/files/disk1/163/jiptiain--herionosus-8148- 5-4.babii!.pdf
(diakses pada 8 September 2013 pukul 15.11