Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum 11 Hari, Tanggal : Senin, 22 April 2019

Teknik Laboratorium Tempat : Laboratorium Biokimia,


Nutrisi dan Teknologi Pakan Fisiologi dan Mikrobologi
Nutrisi
Nama asisten : Putri Desmarestia Dantes
(D24150031)

ANALISIS KADAR KOLESTEROL

Dwi Irmadani
D24160017
Kelompok 1/ G2

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2019
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kolesterol adalah senyawa (zat) kimia yang tergolong dalam kelompok


pelarut organik (compound organic) yang dikenal sebagai lipida yang tidak dapat
larut dalam air, tetapi larut dalam eter dan pelarut organik (solvent organic)
lainnya (Nasiu et al 2013). Kolesterol berfungsi sebagai bahan baku pembentuk
hormon steroid yang menjadi bagian dari mekanisme pertahanan tubuh melawan
infeksi yang dibutuhkan untuk memproduksi hormon korteks adrenal, hormon
seks pada pria dan wanita, hormon kelenjar anak ginjal dan untuk memproduksi
garam empedu. Kolesterol dalam tubuh berikatan dengan sejenis protein
membentuk lipoprotein. Lipoprotein ini terbagi menjadi low density lipoprotein
(LDL) dan high density lipoprotein (HDL) (Soehardi, 2004). Kolesterol
merupakan kelompok steroid, suatu zat yang termasuk golongan lipida dengan
rumus molekul C27H45OH dan dapat dinyatakan sebagai 3 hidroksi-5,6 kolesten.
Hal ini karena kolesterol mempunyai satu gugus hidroksil pada atom C3 dan
ikatan rangkap pada C5 dan C6 serta percabangan pada C10, C13 dan C17 (Astuti
et al 2011).
Terdapat tiga jenis kolesterol. Pertama, LDL (Low Density Lipoprotein)
Jenis kolesterol ini berbahaya sehingga sering disebut juga sebagai kolesterol
jahat. Kolesterol LDL mengangkut kolesterol paling banyak di dalam darah.
Tingginya kadar LDL menyebabkan pengendapan kolesterol dalam arteri. Kedua
HDL (High Density Lipoprotein) kolesterol ini tidak berbahaya. Kolesterol HDL
mengangkut kolesterol lebih sedikit dari LDL dan sering disebut kolesterol baik
karena dapat membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri
kembali ke hati, untuk diproses dan dibuang (Nasiu 2013). HDL mencegah
kolesterol mengendap di arteri dan melindungi pembuluh darah dari proses
Aterosklerosis (terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah). Selain LDL dan
HDL, yang penting untuk diketahui juga Trigliserida, yaitu satu jenis lemak yang
terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh. Meningkatnya kadar
trigliserida dalam darah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sejumlah
faktor dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah seperti kegemukan,
konsumsi alkohol, gula, dan makanan berlemak (Herwiyarirasanta dan Eduardus
2010).
Analisis kolesterol dilakukan untuk mengetahui kandungan kolesterol
suatu bahan pangan yang nantinya akan dikonsumsi dan diperhitungkan jumlah
konsumsinya berdasarkan kadar kolesterol yang terdapat didalamnya.

Tujuan

Praktikum bertujuan mengetahui cara analisis kadar kolesterol dan


mengetahui hasil analisis serum darah hewan ternak.
MATERI METODE

Materi

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah spektrofotometer, vortex,


mikropipet, tip, tabung reaksi, dan kuvet. Bahan yang digunakan pada praktikum
ini adalah aquadest, darah kambing dan domba, dan reagen.

Metode

Blanko

Aquadest sebanyak 10µl ditambahkan dengan 1 ml reagen. Lalu, larutan


divortex kemudian didiamkan selama lima menit. Lalu, dispektro dengan panjang
gelombang 500 nm.

Sampel

Supernatan darah sebanyak 10µl ditambahkan dengan 1 ml reagen. Lalu,


larutan divortex kemudian didiamkan selama lima menit. Lalu, dispektro dengan
panjang gelombang 500 nm.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Berikut merupakan hasil pengukuran kadar kolesterol darah ternak


kambing dan domba. Pengukuran menggunakan spektrofotometer dengan panjang
gelombang500 nm. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1. Hasil analisis kolesterol menggunakan spektrofotometer

No Absorbansi Kadar Kolesterol


1 0.105 A 74.47
2 0.101 A 71.63
3 0.092 A 65.95
4 0.122 A 86.52
Perhitungan

Kadar kolesterol = Aa sampel/ aa std kolesterol * konsentrasi


= 0.105/0.282 * 200
= 74.47
Pembahasan

Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak sterol yang


ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah. Kolesterol
merupakan komponen struktural dari membran sel serta merupakan senyawa
induk yang menurunkan hormon-hormon steroid, vitamin D, dan garam empedu.
Kolesterol disintesis dalam hati dan sel epitel usus dan juga berasal dari lipid
makanan. Sintesis kolesterol diregulasi oleh jumlah kolesterol dan trigliserida
dalam lipid makanan (Tri dan, Suarsana 2015). Kadar kolesterol normal dalam
tubuh ayam adalah 125-200 mg/dl (Sweenson, 1984). Menurut Riyanto (1998),
kadar kolesterol sapi peranakan ongole pada otot TB dan PP adalah 62,05 mg/100
g dan 60,12 mg/100 g sedangkan untuk kadar protein otot TB dan PP adalah
24,29% dan 21,61%
Pengaturan sintesis kolesterol terjadi pada tahap HMG KoA reduktase
dimana HMG KoA reduktase ini di hati dihambat oleh mevalonat. Sintesis
kolesterol juga dihambat oleh LDL kolesterol yang diambil lewat reseptor LDL
sedangkan pemberian hormon insulin meningkatkan aktivitas HMG KoA
reduktase (Wibowo 2013). Peningkatan kolesterol dapat terjadi akibat
pengambilan lipoprotein yang mengandung kolesterol oleh reseptor LDL atau
reseptor skavenger, pengambilan kolesterol bebas dari lipoprotein yang kaya
kolesterol ke membran sel, sintesis kolesterol, dan hidrolisis ester kolesterol oleh
enzim ester kolesteril hidrolase, sedangkan penurunan kolesterol dapat terjadi
karena aliran kadar kolesterol dari membran sel ke lipoprotein yang potensial
kolesterolnya rendah (Nugroho 2013).
HDL merupakan senyawa lipoprotein yang berat jenisnya tinggi.
Membawa lemak total rendah, protein tinggi, dan dibuat dari lemak endogenus di
hati. Oleh karena kandungan kolesterol yang lebih rendah dari LDL dan fungsinya
sebagai pembuangan kolesterol maka HDL ini sering disebut kolesterol baik. HDL
ini digunakan untuk mengangkut kolesterol berlebihan dari seluruh jaringan tubuh
untuk dibawa ke hati. Dengan demikian, HDL merupakan lipoprotein pembersih
kelebihan kolesterol dalam jaringan. Kalau kadar HDL dalam darah cukup tinggi,
terjadinya proses pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah pun dapat
dicegah. Kolesterol yang diangkut ke hati terutama berupa kolesterol yang akan
dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan empedu dan hormon. HDL dalam
plasma darah akan mengikat kolesterol bebas maupun ester kolesterol dan
mengangkutnya kembali ke hati. Selanjutnya, kolesterol yang terikat akan
mengalami perombakan menjadi cadangan kolesterol untuk sintesis VLDL.
Tingginya kadar HDL dalam darah akan mempercepat proses pengangkutan
kolesterol ke hati (Astuti et al 2011).
LDL merupakan senyawa lipoprotein yang berat jenisnya rendah.
Lipoprotein ini membawa lemak dan mengandung kolesterol yang sangat tinggi,
dibuat dari lemak endogenus di hati. LDL ini diperlukan tubuh untuk mengangkut
kolesterol dari hati ke seluruh jaringan tubuh. LDL berinteraksi dengan reseptor
pada membran sel membentuk kompleks LDL-reseptor. Kompleks LDL-reseptor
masuk ke dalam sel malalui proses yang khas, yaitu dengan pengangkutan aktif
atau dengan endositosis. LDL merupakan kolesterol jahat karena memiliki sifat
aterogenik (mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah dan
mengurangi pembentukan reseptor LDL). Hal ini akan menyebabkan terjadinya
kenaikan kadar kolesterol-LDL. Kelebihan kolesterol dalam pembuluh darah akan
dikembalikan oleh HDL ke hati dan mengeluarkannya bersama empedu (Kraus
2009).
Hasil praktikum menunjukkan bahwa kadar kolesterol darah kambing dan
domba berada pada nilai 65-86. Kisaran ini berada pada rentang normal menurut
(National Research Council 1975) yang menyatakan bahwa nilai kolesterol
normal kambing dan domba ialah 50-140. Perubahan fisiologis pada tubuh hewan
akan menyebabkan perubahan pada profil darah. Hal ini diakibatkan oleh faktor
internal dan eksternal hewan. Faktor internal berupa status gizi, kesehatan, latihan,
stres, suhu tubuh, dan siklus estrus. Kemudian faktor eksternal seperti adanya
infeksi kuman, fraktura dan perubahan suhu lingkungan (Guyton, 1996).

SIMPULAN

Kadar kolesterol ditentukan dengan melihat hasil absorbansi serum darah


dalam alat spretrofotometer. Hasil praktikum menunjukkan bahwa nilai kadar
kolesterol domba dan kambing berada pada kisaran normal.
DAFTAR PUSTAKA

Astuti D A, Baba A S dan, Wibawan I W T. 2011. Rumen fermentation, blood


metabolites, and performance of sheep fed tropical browse plant. Med
Pet.34 (3) : 201-206.
Guyton, A. C. 1996. Buku Fisiologi Kedokteran. Edisi ke-7. Terjemahan. K. A.
Engardi. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Herwiyarirasanta., B A, dan Eduardus. 2010. Effect of Black Soyben Extract
Supplementation in Low Density Lipoprotein Level of Rats
(Rattusnorveginus) With High Fat Diet.Journal Universitas Airlangga.
10(1).
Krauss R M, Blanche P J, Rawlings R S, Fernstrom H S dan, Williams P T. 2009.
Separate effects of reduced carbohydrate intake and weight loss on
atherogenic dyslipidemia. Am J Clin Nutr.;83:1025- 1031.
National Research Council. 1975. Nutrient Requirements of Sheep. National
Academy Press, Washington. D. C.
Nasiu F, Yusiati L M dan, Supadmo. 2013. Pengaruh suplementasi vitamin E
dalam ransum yang mengandung capsulated crude palm oil terhadap
kandungan polyunsaturated fatty acid daging dan performa kambing
Bligon. Buletin Peternakan. 37(3):181-188.
Nugroho A. C. 2013. Pengaruh Ekstrak Rosela (Hibiscus Sabdariffa) Terhadap
Kadar Trigliserida Tikus Putih Diabetes. Jurnal Widya Warta. 23(2) : 269-
280.
Swenson, M. J. 1984. Phisiology properties and cellular and chemical constituent
of blood. In Swenson, M. J. (Ed). Duke’s Physiology of Domestic
Animals. 10th Edition. Cornell University Press. Ithaca and London.
Tri W, S W dan, Suarsana I N. 2015. Profil Lipoprotein Plasma Tikus dalam
Kondisi Hiperglikemia. Indonesia Medicus Veterinus. 4(2) : 116-121.
Wibowo M S, Efendi M D, Widyawati S D, Lutojo, Riyanto J dan, Suprayogi W P
S. 2012. Pengaruh suplementasi minyak ikan lemuru dan minyak kelapa
sawit terproteksi dalam ransum terhadap performan dan kualitas kimia
daging domba lokal jantan. Tropical Animal Husbandry. 1(1):67-74.
LAMPIRAN