Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum 8 Hari, Tanggal : Senin, 1 April 2019

Teknik Laboratorium Tempat : Laboratorium Biokimia,


Nutrisi dan Teknologi Pakan Fisiologi dan Mikrobologi
Nutrisi
Nama asisten : Ima Imaniati,S.Pt

INTERPRETASI DATA PROFIL ASAM LEMAK DAN


KROMATOGRAM

Dwi Irmadani
D24160017
Kelompok 1/ G2

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2019
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Asam lemak bersama-sama dengan gliserol, merupakan penyusun utama


minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipida pada
makhluk hidup. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (karena lemak
yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida. Asam lemak merupakan salah
satu basic oleochemical. Asam lemak merupakan asam lemah, dan dalam air
terdisosiasi sebagian. Umumnya berfase cair atau padat pada suhu ruang (27 °C).
Semakin panjang rantai C penyusunnya, semakin mudah membeku dan juga
semakin sukar larut. Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah
bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh
mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi) (Azka et al 2015).
Metode analisis lemak terdapat dua yakni Gas Cromatography dan
Metode Soxhlet. Kromatografi menyangkut metode pemisahan yang didasarkan
atau distribusi diferensial komponen sampel diantara dua sampel. Kromatografi
melibatkan dua fase, yaitu fase diam dan fase gerak. Fase diam biasanya berupa
cairan yang terikat pada permukaan, sedangkan fase gerak berupa eluen, pelarut
atau gas pembawa inert. Teknik ini merupakan metode analisis kuntitatif dan
kualitatif yang cepat untuk menganalisis komponen lipida volatil (Gifari 2011)
Metode Soxhlet merupakan metode kuantitatif untuk menentukan kadar lemak
dalam bahan pangan. Metode ini dilakukan dengan cara melarutkan sampel dalam
pelarut organik yang telah dipanaskan (Yurleni et al 2016). Prinsip dari metode
kromatografi adalah pemisahan lemak menjadi fase diam dan fase gerak,
sedangkan emtode soxhlet adalah dengan melarutkan asam lemak dalam pelarut
organik.
Gas chromatography (GC), adalah metoda yang digunakan dalam kimia
analitik untuk memisahkan dan menganalisis senyawa yang dapat menguap.
Kelebihan dari GC adalah GC dapat melakukan pengujian kemurnian suatu zat
tertentu, atau memisahkan berbagai komponen campuran (jumlah relatif dari
komponen tersebut juga dapat ditentukan). Dalam beberapa situasi, GC dapat
membantu dalam mengidentifikasi senyawa. Namun kelemahan teknik
Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap.

Tujuan

Praktikum bertujuan mengetahui komponen-komponen gas


chromatography sekaligus mengetahui cara penggunaan GC serta mengetahui
kadar lemak sampel.
MATERI DAN METODE

Materi

Alat yang digunakan pada praktikum diantaranya gelas piala, pipet mohr,
pipet volumetric, buret, erlenmeyer, pengaduk kaca, tabung mojonnier, bulb,
tabung hack, neraca analitik dan mikropipet.
Bahan yang digunakan pada praktikum diantaranya susu segar, petroleum
benzene, dietil eter, etanol 95%, NH4OH, indikator fenoftalein, NaOH 0.5 N
dalam methanol, BF3 20% dalam methanol, Na2SO4 anhidrat, dan NaCl jenuh.

Metode

Ekstraksi Lemak
Sebanyak 10 ml sampel susu ditimbang. Ammonia 2 ml ditambahkan lalu
keduanya dihomogenkan. Sebanyak 3 tetes indikator PP dan 10 ml etanol 95%
ditambahkan dan campuran kemudian dikocok selama 10 menit pada magnetic
stirrer, pada ekstraksi pertama, larutan hasil hidrolisis sampel susu dituang
kedalam tabung mojonnier lalu dibilas dengan 25 ml dietil eter. Selanjutnya
tabung dikocok selama 1 menit sebanyak 60 kali sambil sesekali dibuka tutupnya
engan tujuan menghindari pecahnya tabung akibat tekanan yang sangat kuat.
Sebanyak 25 ml petroleum benzene kemudian ditambahkan dan dikocok kembali
selama 1 menit sebanyak 60 kali. Sampel larutan kemudian didiamkan hingga
kedua frasa benar-benar terpisah. Lapisan organic yang telah terpisah diambil
perlahan dan dipindahkan kedalam gelas piala yang sebelumnya telah ditimbang
bobotnya. Ekstraksi kedua dilakukan dengan menambahkan ml etanol kedalam
residu ekstraksi pertama dalam tabung mojonnier, kemudian dikocok selama 15
detik. Sebanyak 15 ml dietil eter ditambahkan kedalam tabung mojonnier dan
dikocok kembali selama 1 menit. Setelah larutan benar-benar terpisah, larutan
organic ekstraksi kedua dimasukkan kedalam ekstrak pertama. Ekstraksi ketiga
dilakukan dengan menambahkan 15 ml dietil eter kedalam residu ekstrak kedua
kemudian dikocok selama 1 menit . Larutan organic digabungkan dengan hasil
ekstrak sebelumnya lalu diuapkan pada suhu 60oC selama 2-3 jam untuk
memastikan tidak ada lagi yang tersisa, ekstrak lemak kemudian ditimbang dan
dihitung dengan rumus.

Metilasi Asam Lemak


Sebanyak 30 mg minyak hasil ekstraksi ditimbang dalam tabung hack, 1
ml larutan NaOH 0.5 N ditambahkan dalam methanol lalu dipanaskan selama 20
menit. Sebanyak 2 ml BF3 20% ditambahkan kedalam tabung hack yang
sebelumnya telah didinginkan lalu dipanaskan kembali selama 20 menit.Setelah
didinginkan, ditambahkan 2 ml NaCl jenuhdan 1 ml isooktana lalu dikocok
lapisan isooktana dimasukkan kedalam vial yang telah diberi Na2SO4 anhidrat
dengan pipet tetes laku dipindahkan kedalam vial yang kering dan bersih. Sampel
siap diinjeksikan kedalam Gas Chromatography.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Hasil analisis kadar lemak menggunakan Gas Chromatography dilakukan


dengan membaca peak yang tertera pada hasil analisis kemudian dihitung dengan
rumus yang telah tersedia. Hasil analisis kadar lemak pada susu kunak
menggunakan GC dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel 1. Hasil analisis kadar lemak susu kunak menggunakan GC

No Asam Lemak Konsentrasi Asam Lemak


1 C-2 39.40306
2 C-3 16.8299
3 C-4 29.08754
4 C-6 45.8106
5 C-8 11.94142
6 C-9 61.53571
7 C-10 10.07672
8 C-11 15.02837
9 C-12 38.56164
10 C-13 158.1469
11 C-14 5.260097
12 C-15 9.606789
13 C-17 52.62118
14 C-18 234.2034
15 C-19 63.17411
16 C-20 174.8758

Pembahasan

Asam lemak memiliki empat peranan utama. Pertama, asam lemak


merupakan unit penyusun fosfolipid dan glikolipid. Molekul-molekul amfipatik
ini merupakan komponen penting bagi membran biologi.Kedua, banyak protein
dimodifikasi oleh ikatan kovalen asam lemak, yang menempatkan protein-protein
tersebut ke lokasi-lokasinya pada membran . Ketiga, asam lemak merupakan
molekul bahan bakar. Asam lemak disimpan dalam bentuk triasilgliserol, yang
merupakan ester gliserol yang tidak bermuatan. Triasilgliserol disebut juga lemak
netral atau trigliserida. Keempat, derivat asam lemak berperan sebagai hormon
dan cakra intrasel. Berdasarkan struktur kimianya, asam lemak dapat dibedakan
menjadi asam lemak jenuh yaitu asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap,
sedangkan asam lemak yang memiliki ikatan rangkap disebut asam lemak tidak
jenuh. (Mayes 2003).
Mekanisme kerja kromatografi gas adalah sebagai berikut. Gas dalam silinder
baja bertekanan tinggi dialirkan melalui kolom yang berisi fasa diam. Cuplikan
berupa campuran yang akan dipisahkan, biasanya dalam bentuk larutan,
disuntikkan ke dalam aliran gas tersebut. Kemudian cuplikan dibawa oleh gas
pembawa ke dalam kolom dan di dalam kolom terjadi proses pemisahan.
Komponen-komponen campuran yang telah terpisahkan sati persatu
meninggalkan kolom. Suatu detektor diletakkan di ujung kolom untuk mendeteksi
jenis maupun jumlah tiap komponen campuran. Hasil pendeteksian direkam
dengan rekorder dan dinamakan kromatogram yang terdiri dari beberapa peak.
Jumlah peak yang dihasilkan menyatakan jumlah komponen (senyawa) yang
terdapat dalam campuran. Sedangkan luas peak bergantung pada kuantitas suatu
komponen dalam campuran. (Sumar Hendayana, 1994)

SIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

Azka Aulia, Nurjanah dan Jacoeb Mardiono.2015. Profil asam lemak, asam amino
total karotenoid, dan α tokoferol telur ikan terbang. JPHPI. 18(3) :250-262
Gifari A. 2011. Karakteristik asam lemak daging keong macan (Babylonia
spirata), kerang tahu (Meretrix meretrix), dan kerang salju (Pholas dactylus)
[Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor, Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan.
Yurleni P., Rudi P., Komang G. 2016. Pengaruh penambahan asam lemak dalam
ransum terhadap kualitas karkas dan irisan komersial karkas ternak potong.
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 19(1):35-45
LAMPIRAN

CERTIFIED Area kunak / Konsentrasi


KUNAK Area [PA*S] Standar Area [PA*S] VALUE area standar asam lemak
2 4.32008 43.8553 400 0.098508 39.40306
3 2.24716 53.4088 400 0.042075 16.8299
4 4.03602 55.5017 400 0.072719 29.08754
6 6.33605 55.3239 400 0.114526 45.8106
8 0.79279 26.556 400 0.029854 11.94142
9 16.60172 53.958 200 0.307679 61.53571
10 1.30238 25.8493 200 0.050384 10.07672
11 2.00039 26.6215 200 0.075142 15.02837
12 1.66515 25.9089 600 0.064269 38.56164
13 64.21471 81.2089 200 0.790735 158.1469
14 0.9957 26.3117 139 0.037842 5.260097
15 1.2735 26.5125 200 0.048034 9.606789
17 6.91362 26.277 200 0.263106 52.62118
18 63.28395 108.084 400 0.585509 234.2034
19 8.70736 27.5662 200 0.315871 63.17411
20 48.07461 54.9814 200 0.874379 174.8758

𝐿𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙


Rumus konsentrasi asam lemak = 𝐿𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑓𝑎𝑚𝑒 x Konsentrasi

4.3008
Asam lemak peak C-2 = 48.3558 x 400 = 39.40306 ppm

2.24176
Asam lemak peak C-3 = x 400 = 16.8299 ppm
534088
4.03206
Asam lemak peak C-4 = 55.5017 x 400 = 29.08754 ppm