Anda di halaman 1dari 1

Kesimpulan

Berdasarkan survey sosial yang telah diadakan mengenai pengetahuan masyarakat


tentang pemanfaatan jambu biji sebagai tanaman obat, dapat disimpulkan bahwa,
masih minimnya informasi tentang pemanfatan tanaman di lingkungan sekitar sebagai
bahan obat alami sehingga masih ada masyarakat yang tidak mengetahui kasiat-kasiat
dan cara pemanfaatan tanaman tersebut sebagai bahan pembuatan obat alami.

Saran
Sebaiknya dilingkungan masyarakat dilakukan kegiatan sosialisasi yang membahas
tentang informasi seputar kesehatan yang dalam hal ini berupa tanaman obat secara
rutin agar dapat menambah wawasan dan informasi kepada masyarakat tentang
pemanfaatan tanaman yang terdapat dilingkungan sekitar sebagai bahan obat alami.
Dengan adanya pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman sebagai bahan obat alami
ini, diharapkan nantinya masyarakat dapat mengembangkan dan membuat sebuah
lokasi khusus yang dijadikan sebagai kebun tanaman obat yang dapat dikelola dan
dimanfaatkan secara bersama-sama.

No. 6

Pesebaran tanaman jambu biji masih sangat jarang. Hal ini disebabkan oleh Tanaman
jambu biji (Psidium guajava L.) bukan merupakan tanaman asli Indonesia.
Tanaman ini pertama kali ditemukan di Amerika Tengah oleh Nikolai Ivanovich
Vavilov saat melakukan ekspedisi ke beberapa negara di Asia, Afrika, Eropa,
Amerika Selatan, dan Uni Soviet antara tahun 1887-1942. Seiring dengan berjalannya
waktu, jambu biji menyebar di beberapa negara seperti Thailand, Taiwan,
Indonesia, Jepang, Malaysia dan Australia. Thailand dan Taiwan, jambu biji menjadi
tanaman yang dikomersialkan (Parimin, 2005).

Parmin, SP. 2005. Jambu Biji Budidaya dan Ragam Pemanfaatannya.


Penebar Swadaya. Bogor.