Anda di halaman 1dari 33

SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI DAN PERKEMBANGAN

ILMU AKUNTANSI

OLEH :

NAMA : MADE DWI JULYASTARI

NIM : 1615644022

KELAS : D4 - 1D

DOSEN PEMBIMBING

Drs. Ec. I Ketut Suandi, M.Pd., Ak

NIP : 19631231 199003 1 023

AKUNTANSI MANAJERIAL

AKUNTANSI

POLITEKNIK NEGERI BALI

JIMBARAN

2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya
sehinggal makalah berjudul “Sejarah Perkembangan Akuntansi Dan
Perkembangan Ilmu Akuntansi” ini dapat tersusun hingga selesai. Sebuah
makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Akuntansi. Walaupun
cukup banyak rintangan yang harus dihadapi selama masa penulian makalah ini,
tetapi dapa teratasi sehingga makalah ini dapat terselesaikan degan baik.

Makalah ini saya maksudkan agar dapat memberikan gambaran tentang


teori akuntansi dan aplikasinya di dalam metode ilmiah. Serta kita juga dapat
memahami bagaimana sebenarnya akuntansi itu dipandang. Sebagai saians kah ?
atau sebagai seni.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, baik dari
segi isi maupun segi penulisan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari segenap pembaca, demi kelancaran makalah
berikutnya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Jimbaran, Januari 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah perekonomian merupakan salah satu masalah yang paling mendasar


dalam suatu negara. Indonesia sebagai negara berkembang sering kali dihadapkan
pada suatu persoalan yang pada dasarnya berorientasi pada perekonomian yang
memang sulit untuk dicari jalan keluarnya. Dalam permasalahan perekonomian
tersebut dibutuhkan akuntansi untuk mengetahui laporan keuangan suatu negara
ataupun organisasi lainnya.

Akuntansi adalah suatu ilmu yang sangat diperlukan dalam menjalankan


suatu usaha. Tanpa ilmu akuntansi sebuah usaha tidak akan berjalan dengan
lancar. Ilmu akuntansi mengajarkan kepada kita bagaimana seorang manusia
tersebut berfikir sehingga menghasilkan sebuah kerangka pemikiran yang
konseptual tentang prinsip, asumsi, teknik, serta prosedur yang dijadikan landasan
dalam membuat suatu laporan keuangan. Suatu laporan keuangan haruslah berisi
informasi-informasi yang tentunya berguna untuk menyelesaikan suatu
permasalahan keuangan atau membantu dalam pengambilan keputusan bagi para
penggunanya.

Penggunaan ilmu akuntansi dalam kehidupan sehari-hari sangatlah


bervariasi mulai dari sebagai alat hitung menghitung, sampai dengan sebagai
sarana dalam mengambil suatu keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita
sadari, sesungguhnya kita telah menggunakan ilmu akuntansi. Mulai dari hal-hal
kecil, misalnya seorang pemilik warung ketika mencatat pembelian barang
dagangan, mencatat orang-orang yang berhutang di warungnya atau siapa saja
yang membayar hutang. Tanpa disadari sebenarnya pemilik warung tersebut telah
menerapkan ilmu akuntansi, tapi dalam skala yang masih sederhana.

Penerapan ilmu akuntansi yang lebih luas dan kompleks akan terjadi jika
dihadapkan pada usaha bisnis yang lebih besar. Alangkah baiknya jika kita
mengetahui latar belakang atau sejarah ilmu akuntansi, tidak hanya mahir dalam
penggunaannya. Dengan mengetahui semua itu kita bisa lebih mudah memahami

1
2

dan mempelajari ilmu akuntansi tersebut. Sama halnya dengan ilmu yang lain,
akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan peradaban
manusia. Akan tetapi baik akuntansi maupun ilmu-ilmu lainnya tidak berkembang
dengan sendirinya tanpa adanya hal yang cukup berarti yang dapat mendorong
akuntansi tersebut berkembang dan bertahan hingga sekarang.

Berdasarkan pada uraian-uraian di atas, maka penulis tertarik untuk


membuat sebuah makalah dengan judul “Sejarah Perkembangan Akuntansi Dan
Perkembangan Ilmu Akuntansi”.

B. Rumusan Masalah

Berkaitan dengan uraian latar belakang diatas, maka pada kesempatan ini
dipertanyakan tentang :

1. Bagaimanakah sejarah perkembangan ilmu akuntansi dari pertama kali


muncul ?

2. Bagaimanakah sejarah perkembangan akuntansi di Indonesia ?

3. Bagaimanakah perkembangan ilmu akuntansi ?

C. Tujuan

Berkaitan dengan rumusan masalah diatas, maka perlu mencantumkan


tujuan dalam penulisan agar penulisan makalah ini lebih terarah pada sasaran
yang akan dicapai. Tujuan penulisan tersebut yakni :

1. Untuk mengetahui bagaimanakah sejarah perkembangan ilmu akuntansi


dari pertama kali muncul.

2. Untuk mengetahui bagaimanakah sejarah perkembangan akuntansi di


Indonesia.

3. Untuk mengetahui bagaimanakah perkembangan ilmu akuntansi.

D. Manfaat Penulisan

Ada beberapa manfaat yang penulis harapkan dalam penulisan makalah ini
yaitu sebagai berikut :
3

1. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang seluk beluk ilmu


akuntansi.

2. Meningkatkan rasa disiplin dan tanggung jawab dalam menyelesaikan


suatu masalah atau pekerjaan yang dibebankan orang lain kepada penulis.

3. Sebagai bahan bacaan dan acuan bagi diri sendiri, rekan-rekan, serta
generasi yang akan datang.
BAB II

LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN

A. Landasan Teori

1. Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi Dari Pertama Kali Muncul

Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia itu mulai bisa menghitung
dan membuat suatu catatan, yang pada awalnya dulu itu dengan menggunakan
batu, kayu, bahkan daun menurut tingkat kebudayaan manusia waktu itu. Pada
abad XV terjadilah perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang-
pedagang Venesia. Perkembangan perdagangan ini menyebabkan orang waktu itu
memerlukan suatu sistem pencatatan yang lebih baik, sehingga dengan demikian
akuntansi juga mulai berkembang. Sistem pencatatan telah ada dalam berbagai
peradaban sejak kurang dari 300 SM.
Metode pembukuan berpasangan atau akuntansi telah dikenal oleh para
pedagang Italia di sekitar abad ke 14. Buku pertama yang membahas pembukuan
berpasangan ini ditulis oleh Masari di tahun 1340. Pembukuan berpasangan ini
mendahului Pacioli kurang lebih 200 tahun. Luca Paciolo banyak dihubungkan
dengan pengenalan pembukuan berpasagan atau akuntansi. Pada tahun 1494,
Pacioli yang juga dikenal sebagai bapak akuntansi dan Friar (Romo) Luca dal
Borgo menerbitkan bukunya yang berjudul Summa de Arithmetica Geomeria,
Proportioni et Proportinalita.
2. Sejarah Perkembangan Akuntansi di Indonesia

Perkembangan akuntansi di Indonesia, pada mulanya menganut sistem


kontinental, sama seperti yang dipakai Belanda. Seiring perkembangan,
selanjutnya tata buku mulai di tinggalkan orang. Di Indonesia, orang atau
perusahaan semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon yang
berasal dari Amerika.
3. Perkembangan Ilmu Akuntansi
Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah
perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga

4
5

periode yaitu : tahun 4000 SM - 1300 M, tahun 1300 - 1850 M, dan tahun 1850 M
sampai sekarang. Pada perkembangan saat ini, akuntansi didefinisikan dengan
mengacu pada konsep informasi : Akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya
adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan
tentang entitas ekonomik yang diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan
keputusan-keputusan ekonomik, dalam membuat pilihan diantara alternatif
tindakan yang ada.

B. Pembahasan

1. Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi Dari Pertama Kali Muncul

a. Sejarah Awal Akuntansi

Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia itu mulai bisa menghitung
dan membuat suatu catatan, yang pada awalnya dulu itu dengan menggunakan
batu, kayu, bahkan daun menurut tingkat kebudayaan manusia waktu itu. Pada
abad XV terjadilah perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang-
pedagang Venesia. Perkembangan perdagangan ini menyebabkan orang waktu itu
memerlukan suatu sistem pencatatan yang lebih baik, sehingga dengan demikian
akuntansi juga mulai berkembang.
Catatan akuntansi yang paling tua adalah catatan tablet dari tanah liat untuk
pembayaran upah di Babylonia kira-kira 3600 SM. Selain itu, banyak ditemukan
bukti adanya sistem pencatatan dan pengendalian akuntansi di Mesir Kuno dan
pemerintahan Kota Yunani. Catatan yang paling awal dikenal di Inggris,
dikumpulkan atas perintah Raja William the Conqueror pada abad XI untuk
mengetahui sumber-sumber keuangan kerajaan. Akuntansi awalnya hanya
meliputi aspek yang sangat terbatas pada operasi keuangan usaha perorangan atau
usaha pemerintah.

Menurut Ahmed Riahi-Belkaoui dalam bukunya Teori Akuntansi, berbagai


usaha telah dilakukan untuk mengidentifikasi tempat dan waktu lahirnya sistem
pembukuan berpasangan atau yang sekarang populer disebut akuntansi. Sebagian
besar skenario tersebut mengakui bahwa sistem pencatatan telah ada dalam
berbagai peradaban sejak kurang lebih tahun 3000 BC.
6

b. Akuntansi dalam Berbagai Peradaban

Sistem pencatatan telah ada dalam berbagai peradaban sejak kurang dari 300
SM. Peradaban yang memperkenalkan sistem pencatatan tersebut adalah sebagai
berikut :

1) Peradaban Kaldea-Babilonia, Asiria, dan Samaria yang merupakan


pembentuk sistem pemerintahan pertama di dunia, pembentuk sistem
bahasa tulisan tertua, dan pembuat catatan usaha tertua.

2) Peradaban Mesir tempat para penulis membentuk poros tempat


berputarnya seluruh mesin keuangan dan departemen.

3) Peradaban rakyat Tiongkok terutama pada Dinasi Chao dengan akuntansi


pemerintahan yang memainkan peran kunci dan canggih, serta
memperkenalkan sistem akuntansi pertanggungjawaban.

4) Peradaban Yunani dimana diperkenalkan sistem akuntansi pada tahun 256


SM.

5) Peradaban Roma dengan hukum yang menentukan bahwa pembayar pajak


harus membuat laporan posisi keuangan, dan dengan hak sipil yang
tergantung pada tingkat kekayaan yang dinyatakan warga.

Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan


akuntansi sebagai berikut :
a) Tahun 1775 : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik
yang single entry maupun double entry.
b) Tahun 1800 : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang
utama digunakan dalam perusahaan.

c) Tahun 1825 : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial


auditing).

d) Tahun 1850 : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai


laporan yang dianggap lebih penting.
7

e) Tahun 1900 : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang


dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.

f) Tahun 1925 : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain :

 Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk


perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana
pemerintah.

 Laporan keuangan mulai diseragamkan.

 Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan, dan

 Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai


dikenalkannya “punch card record”.

g) Tahun 1950 - 1975 : Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam
perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut :

 Pada periode ini akuntansi sudah menggunakan computer untuk


pengolahan data.

 Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).

 Analisis Cost Revenue semakin dikenal.

 Jasa-jasa perpajakan seperti konsultan pajak dan perencanaan pajak


mulai ditawarkan profesi akuntan.

 Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk


kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.

 Muncul jasa-jasa manajemen seperti sistem perencanaan dan


pengawasan.

 Perencanaan manajemen serta manajemen auditing mulai


diperkenalkan.
8

h) Tahun 1975 : mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan


meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain:

 Timbulnya management science yang mencakup analisis proses


manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan
kekurangan-kekurangannya.

 Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan


model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan
keputusan, dan analisis cost benefit.

 Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori


cybernetics.

 Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif


mulai dikenal.

 Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap


transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

Littleton menyebutkan tujuh prakondisi bagi timbulnya pembukuan yang


sistematik yaitu sebagai berikut :

 Seni menulis, karena pebukuan pertama-tama adalah suatu


pencatatan.

 Aritmatika, karena aspek-aspek mekanis pembukuan terdiri dari


serangkaian komputasi sederhana.

 Kekayaan pribadi, karena pembukuan hanya berkaitan dengan


pencatatan fakta tentang kekayaan.

 Uang (yaitu perantara dalam perekonomian), karena pembukuan


tidak diperlukan kecuali transaksi dalam kekayaan dan kekayaan
dapat direduksi ke dalam denominator umum.
9

 Kredit (yaitu transaksi yang belum selesai), karena dorongan untuk


membuat catatan tidak begitu kuat jika semua transaksi pertukaran
telah selesai pada saat kejadian.

 Perniagaan, karena pertukaran yang hanya bersifat local tidak


cukup memberi tekanan (volume usaha) untuk mendorong orang
mengkoordinasi gagasan yang berbeda-beda dalam suatu sistem.

 Modal, karena tanpa modal perniagaan tidak berarti dan kredit


akan tidak mungkin.
10

c. Peran Pedagang Italia

Metode pembukuan berpasangan atau akuntansi telah dikenal oleh para


pedagang Italia di sekitar abad ke 14. Buku pertama yang membahas pembukuan
berpasangan ini ditulis oleh Masari di tahun 1340. Pembukuan berpasangan ini
mendahului Pacioli kurang lebih 200 tahun. Menurut Rymond de Rover,
pencapaian besar pedagang-pedagang Italia kira-kira antara tahun 1250 dan 1400
adalah menggabungkan elemen-elemen yang beragam menjadi suatu sistem
klasifikasi yang terintegrasi di mana tempatnya disebut akun dan semua transaksi
dimasukkan dengan prinsip berpasangan. Pra pedagang Italia tersebut telah mulai
mengembangkan dasar-dasar akuntansi biaya, mengenalkan pembalikan, dan
penyesuaian pada akun-akun akrual dan deferral, serta memberi perhatian pada
audit neraca. Bentuk-bentuk dasar akuntansi berpasangan yang belum sempurna
telah ada dalam peradaban Inca kuno dalam tahun 1577. Adanya fakta-fakta
tersebut mengukuhkan bahwa peradapan-peradaban kuno telah mengawali
pembukuan jauh sebelum buku Luca Pacioli terbit.

d. Peran Luca Pacioli

Luca Paciolo banyak dihubungkan dengan pengenalan pembukuan


berpasangan atau akuntansi. Pada tahun 1494, Pacioli yang juga dikenal sebagai
bapak akuntansi dan Friar (Romo) Luca dal Borgo menerbitkan bukunya yang
berjudul Summa de Arithmetica Geomeria, Proportioni et Proportinalita yang di
dalamya mencakup 36 bab diantaranya dua bab yang berjudul de Computis es
Scripturis yang menggambarkan pembukuan berpasangan. Risalahnya
merefleksikan praktik yang terjadi di Venesia pada saat itu, yang dikenal dengan
“Metode Venesia” atau “Metode Italia”. Jika dilihat dari uraian peran pedagang
Italia, ternyata Luca Pacioli bukanlah menemuakan pembukuan berpasangan,
tetapi menggambarkan melalui tulisan yang ia terbitkan suatu praktik akuntansi
yang ada di saat itu.

Pacioli bukanlah orang yang menemukan pembukuan berpasangan, tetapi


menuliskan dan menggambarkan praktik yang sudah ada. Menurut Pacioli, tujuan
pembukuan adalah untuk memberikan informasi yang tepat bagi para pedagang
mengenai asset dan kewajibannya. Debit dan kredit digunakan untuk melakukan
11

pencatatan secara berpasangan. Semua pencatatan harus dilakukan secara


berpasangan, yaitu jika ada satu kreditor harusnya masih ada seorang lagi sebagai
debitor agar pencatatan tersebut menjadi berpasangan. Dalam pencatatan
digunakan tiga buku, yaitu memorandum, jurnal, dan buku besar. Hal yang dicatat
tidak hanya nama pembeli atau penjual, ukuran, berat, dan harga barang, tetapi
juga syarat pembayaran. Selain itu, jika terjadi penerimaan kas atau pembayaran
kas, catatannya juga harus mencantumkan jenis mata uang dan nilai konversinya.
Pacioli juga menyarankan perhitungan profit dan penutupan buku setiap tahun.

Pacioli juga menyarankan untuk membuat catatan diskriptif yang tidak


hanya menyebutkan nama pembeli dan penjual, ukuran, berat dan harga barang
tetapi juga menyebutkan syarat pembayaran secara kas atau tangguh (kredit).
Disebutkan juga mata uang serta nilai konversinya. Disaat yang sama dikarenakan
waktu kongsi pendek, Pacioli juga menuliskan penghitungan profit yang periodik
dan penutupan buku. Berikut nasihat yang diberikan : “Adalah baik untuk
menutup buku setiap tahun, khususnya jika Anda dalam kerjasama dengan orang
lain. Akuntansi membuat persahabatan berlangsung lama”.

Secara umum buku Pacioli tersebut adalah sumbangan besar bagi sejarah
dan perkembangan akuntansi. Walaupun beberapa literatur menyebutkan bahwa
sebenarnya Pacioli bukanlah orang pertama yang menulis tentang akuntansi dan
pembukuan berpasangannya. Pacioli sendiri mengakui bahwa metode pencatatan
pembukuan telah digunakan ratusan tahun sebelumnya.

Prof. Dr. Omar Abdulllah Zaid menyebutkan bahwa sebelum munculnya


buku Pacioli ada sebuah manuskrip yang ditulis pada tahun 765 H/1363 M yang
menyebutkan dan menegaskan penggunaaan akuntansi dan pengembangannnya di
negara muslim. Manuskrip ini ditulis oleh penulis muslim, Abdullahh bin
Muhammad bin Kayak Al Mazindarani yang diberi judul “Risalah Falakiyah
Kitab As Siyaqat”. Tulisan ini disimpan di perpustakaan Sulaiman Al Qanuni di
Istambul Turki. Di bagian manuskrip dengan nomor 2756 memuat akuntansi di
negara Islam.

Tulisan-tulisan tentang pembukuan berpasangan tidak terlepas dari


perkembangan ilmu aritmatika dan penemuan angka nol. Aritmatika yang
12

mengembangkan persamaan Aljabar/Algebra yang merupakan hasil ijtihad


Aljabar, pemikir muslim pada masa kekhalifahan Abbasiyah. Demikian juga
penemuan angka nol juga oleh cendekiawan muslim, Al khawarizmi yang dikenal
Algoritma. Buku Pacioli sendiri sebenarnya bukanlah buku yang secara khusus
membahas pembukuan berpasangan, namun lebih kepada pembahasan Aritmatika
dan ilmu matematika yang lain. Padahal jauh sebelumnya penulisan yang
dilakukan oleh Pacioli, Al Jabr, dan Al Khawarizmi telah mendahului dengan
penemuan-penemuan yang kontribusinya sampai saat ini masih digunakan secara
luas.

Pada Dinasti Abbasiyah sekitar abad ke-9 peradaban Islam telah memegang
kendali peradaban dunia, baik dari segi perdagangan maupun ilmu pengetahuan.
Jika ada klaim bahwa pembukuan berpasangan pertama adalah di Itali, perlu
adanya keraguan karena pada masa sebelumnya diterbitkan buku Pacioli,
perdagangan barat tidaklah menonjol bahkan sebelumnya dunia barat mengalami
Dark Ages.

Saat ini dengan berkembangnya bisnis internasional mengakibatkan


munculnya faktor baru dalam perancangan laporan akuntansi yakni faktor dunia
internasional. Faktor ini membuat laporan keuangan yang dibuat dapat lebih
dipahami oleh semua orang. Ada 8 (delapan) faktor yang mempengaruhi
perkembangan akuntansi internasional :

1) Sumber pendanaan

2) Sistem Hukum

3) Perpajakan

4) Ikatan Politik dan Ekonomi

5) Inflasi

6) Tingkat Perkembangan Ekonomi

7) Tingkat Pendidikan

8) Budaya
13

e. Perkembangan Pembukuan Berpasangan

“Metode Italia” meyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-16 dan 17,
kemudian memiliki karakteristik dan perkembangan baru, menjadi model
pembukuan berpasangan yang kita kenal sekarang. Cushing menggambarkan
secara garis besar rangkaian tahap-tahap perkembangan yaitu sebagai berikut :

1) Penerapan sistem berpasangan diperluas dalam tipe organisasi yang


berbeda.

2) Penggunaan akun persediaan yang terpisah untuk tipe barang yang


berbeda terjadi di abad tujuh belas.

3) Dimulai dengan East India Company dalam abad ke-17 dan pertumbuhan
korporasi yang berkelanjutan setelah revolusi industry, akuntansi
memperoleh status yang lebih baik.

4) Perlakuan asset tetap yang dikembangkan sebelum abad ke-18.

5) Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi kekayaan diperlakukan


sebagai barang dagangan yang tidak terjual. Dalam paruh ke dua dari abad
ke-19, depresiasi dalam industry kereta api dipandang tidak perlu jika
kekayaan tersebut tidak mengalami kondisi yang memburuk.

6) Akuntansi biaya hadir dalam abad ke-19 sebagai akibat revolusi industri.

7) Akuntansi biaya dimulai pada perusahaan-perusahaan tekstil abad ke-15.

8) Perkembangan teknik akuntansi untuk pembayaran di muka dan akrual


untuk memungknkan dilakukannya komputasi profit periodic terjadi pada
paruh ke dua abad ke-19.

9) Perkembangan laporan dana terjadi pada paruh ke dua abad ke-19 dan
abad ke-20.

10) Pada abad ke-20 terjadi perkembangan metode-metode akuntansi yang


menyangut isu-isu kompleks, dari maalah komputasi earning per lembar
saham, akuntansi untuk komputasi bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa
14

guna jangka panjang dan pension, sampai maalah akuntansi yang krusial
untuk produk baru dari rekayasa keuangan.

Sekitar abad ke-16 sedikit perubahan dibuat dalam teknik pembukuan.


Perubahan yang nyata adalah tentang jurnal khusus untuk mencatat tipe-tipe
transaksi yang berbeda.

Evolusi praktik laporan keuangan periodik terjadi pada abad 16 dan 17. Pada
masa tersebut juga terjadi evolusi personifikasi akun dan transaksi sebagai upaya
untuk membuat aturan debit dan kredit menjadi masuk akal.

f. Akuntansi dan Kapitalisme

Beberapa ahli sejarah ekonomi telah menyatakan bahwa sistem pembukuan


berpasangan merupakan sesuatu yang vital bagi perkembangan dan evolusi
kapitalisme yaitu sebagai berikut :

1) Max Weber

Organisasi perusahaan kapitalistik rasional modern tidak akan mungkin


terwujud tana adanya dua faktor penting lain dalam perkembangannya
yaitu pemisahan bisnis dari rumah tangga yang terkait sagat dekat dengan
pembukuan yag rasional.

2) Sobart

Seseorang tidak dapat membayangkan akan seperti apa kapitalisme tanpa


sistem pembukuan bepasangan. Kedua fenomena tersebut saling terkait
erat seperti bentuk danisi. Seseorag tidak dapat mengatakan apakah
kapitalisme menciptakan sistem pembukuan berpasangan sebagai alat
dalam akspansinya atau mungkin sebaliknya, sistem pebukuan
berpasangan menciptakan kapitalisme.

Empat alasan berikut umum dikemukakan untuk menjelaskan peran


pembukuan berpasangan dalam ekspansi ekonomi yang terjadi segera setelah abad
pertengahan yaitu sebagai berikut :
15

a) Pembukuan berpasangan menyumbangkan sikap baru daam kehidupan


ekonomi. Tujuan pokok perusahaan abad pertengahan yang lama
digantikan oleh tujuan kapitalistik untuk memperoleh profit. Semangat
akusisi (Spirit of acquisition) dikembangkan dan didorong. Sistem
pembukuan berpasangan mengilhami pencarian profit. Tujuan perusahaan
dapat ditempatkan dalam bentuk yang spesifik dan konsep modal
dimungkinkan.

b) Spirit akuisisi yang baru tersebut dibantu dan didorong oleh perbaikan
kalkulasi ekonomik. Penggunaan sistem terpadu akun yang saling terkait
memungkinkan pengusaha mengejar profit secara rasional. Rasionalisasi
sekarang dapat didasarkan pada kalkulasi yang cermat. Kondisi ekonomi
sekarang dapat segera ditentukan dan rencana yang rasional untuk operasi
masa depan dapat dikembangkan.

c) Rasionalisme baru ini selanjutnya ditingkatkan oleh organisasi yang


sistematik. Pembukuan yang sistematik mengembangkan keteraturan
dalam akun dan organisasi perusahaan. Sifat yang dualitas memungkinkan
pengecekan akurasi : mekanisme dan objektivitasnya memungkinkan
pencatatam kegiatan usaha secara teratur da berkesinambungan.

d) Sistem pembukuan berpasangan memungkinkan pemisahan kepemilikan


dan manajemen sehingga mendorong pertumbuhan perusahaan patungan
yang besar. Pemisahan asset usaha dan asset pribadi, memungkinkan
perusahaan berdiri sendiri (autonomous). Teknik pembukuan berpasangan
yang terstandarisasi membuat komunikasi dapat dipahami oleh banyak
pihak, tidak hanya oleh pemilik yang menjadi pengelola (owner-manager)
dan pembukuannya.
16

3) Yamey

Mengindikasikan bahwa pengusaha dalam abad ke-16 sampai 18 tidak


menggunakan sistem pembukuan berpasangan untuk mengikuti
perkembangan profit dan modal, tetapi sekedar sebagai catatan transaksi.
Yamey juga menyatakan bahwa pembukuan berpasangan tidak diperlukan
untuk menentukan profit dan modal. Pembukuan berpasangan hanya
berguna untuk masalah-masalah rutin. Pembukuan berpasangan tidak
berguna untuk pemilihan peluang yang tersedia bagi pengusaha.

4) Winjun

Memberi suatu interpretasi yang berlawanan dengan pandangan Yamey,


dengan menyediakan bukti bahwa pada awal abad ke-16 penentuan profit
dan loss merupakan fase terpenting sistem pembukuan berpasangan.
Winjun menyimpulkan bahwa Sombart benar dalam mengarahkan
perhatian pada hubungan antara akuntansi dan penggunaan kapitalisme.
Sistem pembukuan berpasangan memiliki kapabilitas untuk membuat
konribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi.

g) Relevansi Sejarah Akuntansi

Sejarah akuntansi penting bagi pedagogi (pendidikan), kebijakan, dan praktik


akuntansi. Sejarah akuntansi meungkinkan untuk memahami kondisi sekarang dan
untuk meramal atau mengendalikan masa depan dengan lebih baik. Sejarah
akuntansi adalah studi tentang evolusi pemikiran, praktik, dan institusi akuntansi
sebagai tanggapan terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan sosial. Sejarah
akuntansi juga membahas pengaruh evolusi tersebut terhadap lingkungan.

Sejarah akuntansi merupakan studi tentang warisan akuntansi dan


kontribusinya pada pedagogi, kebijakan dan perspektif akuntansi. Alasan yang
baik bagi relevansi sejarah akuntansi dalam pedagogi :

1) Suatu profesi yang didasarkan pada tradisi selama beberapa abad akan
mendidik anggotanya untuk menghargai warisan intelektual mereka.
17

2) Arti dari kemajuan dalam pemikiran, arti kontribusi besar bagi literature,
dan arti dari studi - studi dapat hilang, kalau tidak didokumentasikan dan
dibentuk oleh ilmuan yang mempunyai keterampilan historis.

3) Tanpa akses terhadap analisis dan interpretasi perkembangan historis


dalam pemikiran dan praktik akuntansi, para peneliti empiris sekarang
berisiko mendasarkan investigasi mereka pada klaim yang tidak lengkap
dan tidak benar tentang masa lalu.

Dalam kaitannya dengan perspektif kebijakan, sejarah akuntansi dapat


menjadi sarana penilaian yang lebih baik terhadap praktik yang berjalan melalui
perbandingan dengan metode yang digunakan pada masa lalu.

Relevansi sejarah akuntansi pada praktik, kebijakan, dan pedagogi


akuntansi memerlukan penelitian sejarah akuntansi yang lebih banyak. Topik
-topik riset historis yang perlu diteliti meliputi bidang biografi, sejarah
institusional, perkembangan pemikiran, sejarah umum, sejarah kritis, taksonomi,
dan database bibliografik, dan historiografi.

2. Sejarah Perkembangan Akuntansi di Indonesia

Perkembangan akuntansi di Indonesia, pada mulanya menganut sistem


kontinental, sama seperti yang dipakai Belanda. Sistem kontinental ini, yang
disebut juga Tata Buku atau Pembukuan, yang sebenarnya tidak sama dengan
akuntansi, karena Tata Buku (Bookkeeping) adalah elemen prosedural dari
akuntansi sebagaimana aritmatika adalah elemen prosedural dari matematika.
Selain itu, terletak perbedaan antara tata buku dengan Akuntansi, yakni :

Tata Buku (Bookkeeping) menyangkut kegiatan - kegiatan proses akuntansi


seperti pencatatan, peringkasan, penggolongan, dan aktivitas - aktivitas lain yang
bertujuan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang berdasarkan pada data.

Akuntansi (Accounting) menyangkut kegiatan - kegiatan analisis dan


interprestasi berdasarkan informasi akuntansi. Pertengahan abad ke-18, terjadi
Revolusi Industri di Inggris yang mendorong pula perkembangan akuntansi. Pada
waktu itu, para manajer pabrik, misalnya ingin mengetahui biaya produksinya.
Dengan mengetahui berapa besar biaya produksi, mereka dapat mengawasi
18

efektivitas proses produksi dan menetapkan harga jual. Sejalan dengan itu,
berkembanglah akuntansi dalam bidang khusus, yaitu akuntansi biaya yang
memfokuskan diri pada pencatatan biaya produksi dan penyediaan informasi bagi
manajemen. Revolusi Industri mengakibatkan perkembangan akuntansi semakin
pesat sehingga menyebar sampai ke Benua Amerika, khususnya di Amerika
Serikat dan melahirkan sistem Anglo Saxon.

Seiring perkembangan, selanjutnya tata buku mulai ditinggalkan orang. Di


Indonesia, orang atau perusahaan semakin banyak menerapkan sistem akuntansi
Anglo Saxon yang berasal dari Amerika dan ini disebabkan oleh :
Pada tahun 1957, adanya konfrontasi Irian Barat antara Indonesia - Belanda yang
membuat seluruh pelajar Indonesia yang sekolah di Belanda di tarik kembali dan
dapat melanjutkan kembali studinya di berbagai Negara (termasuk Amerika),
terkecuali negara Belanda.

Hampir sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan


pengembangan akuntansi menyelesaikan pendidikannya di Amerika dan
menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia. Sehingga sistem ini lebih
dominan digunakan dari pada sistem Kontinental atau Tata buku di Indonesia.
Dengan adanya sistem akuntansi Anglo Saxon, Penanaman Modal Asing (PMA)
di Indonesia membawa dampak positif terhadap perkembangan akuntansi.
Selain itu, terdapat beberapa perbedaan istilah antara tata buku dan akuntansi,
yaitu :

a. Istilah ‘perkiraan’, menjadi ‘akun’;

b. Istilah ‘neraca lajur’, menjadi ‘kertas kerja’ ;

c. dan lain – lain.

Di Indonesia, Komite Prinsip Akuntansi (KPA) merumuskan Standar


Akuntansi untuk disahkan oleh Pengawas Pusat Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
sebagai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan berfungsi untuk menyesuaikan
dan menyusun laporan keuangan yang dikeluarkan oleh pihak ekstern. Sejalan
dengan perkembangan ekonomi, hubungan dagang antarnegara pada masa-masa
19

kerajaan di masa lalu seperti Majapahit, Mataram, Sriwijaya, menjadi pintu masuk
akuntansi dari negara lain ke Indonesia.

Meskipun demikian, belum terdapat penelitian yang memadai mengenai


sejarah akuntansi di Indonesia. Masa perkembangan akuntansi di Indonesia secara
garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

1) Masa Penjajahan Belanda dan Jepang

Kedatangan bangsa Belanda di Indonesia akhir abad ke-16 awalnya untuk


berdagang, kemudian Belanda membentuk perserikatan maskapai Belanda yang
dikenal dengan Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Pada tahun 1602,
terjadi peleburan 14 maskapai yang beroperasi di Hindia Timur, yang selanjutnya
di tahun 1619 membuka cabang di Batavia dan kota-kota lainnya di Indonesia.
Perjalanan VOC ini berakhir pada tahun 1799 dan setelah VOC dibubarkan,
kekuasaan diambil alih oleh Kerajaan Belanda. Sejak masa itulah mulai tumbuh
perusahaan - perusahaan Belanda di Indonesia. Catatan pembukuan saat itu
menekankan pada mekanisme debit dan kredit berdasarkan praktik dagang yang
semata-mata untuk kepentingan perusahaan Belanda. Pada masa ini, sektor usaha
kecil dan menengah umumnya dikuasai oleh masyarakat Cina, India, dan Arab
yang praktik akuntansinya menggunakan atau dipengaruhi oleh sistem dari negara
mereka masing - masing. Pada masa penjajahan Jepang tahun 1942 sampai
dengan 1945, sistem akuntansi tidak banyak mengalami perubahan, yaitu tetap
menggunakan pola Belanda.

2) Masa Kemerdekaan

Sistem akuntansi yang berlaku di Indonesia mengikuti sejarah masa lampau


dari masa kolonial Belanda, maka sistem akuntansinya mengikuti akuntansi
Belanda yang dikenal dengan Sistem Tata Buku. Sistem Tata Buku ini merupakan
sub sistem akuntansi atau hanya merupakan metode pencatatan. Setelah masa
penjajahan Belanda berakhir dan masuk ke dalam masa kemerdekaan, banyak
perusahaan milik Belanda yang dirasionalisasi yang diikuti pula dengan masuknya
berbagai investor asing, terutama Amerika Serikat. Para investor tersebut
memperkenalkan sistem akuntansi Amerika Serikat ke Indonesia.
20

Adanya perubahan lingkungan global yang semakin menyatukan hampir seluruh


negara di dunia dalam komunitas tunggal, yang dijembatani perkembangan
teknologi komunikasi dan informasi yang semakin murah, menuntut adanya
transparansi di segala bidang. Standar akuntansi keuangan yang berkualitas
merupakan salah satu prasarana penting untuk mewujudkan transparasi tersebut.
Standar akuntansi keuangan dapat diibaratkan sebagai sebuah cermin, di mana
cermin yang baik akan mampu menggambarkan kondisi praktis bisnis yang
sebenarnya. Oleh karena itu, pengembangan standar akuntansi keuangan yang
baik, sangat relevan dan mutlak diperlukan pada masa sekarang ini.
Terkait hal tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai wadah profesi
akuntansi di Indonesia selalu tanggap terhadap perkembangan yang terjadi,
khususnya dalam hal-hal yang mempengaruhi dunia usaha dan profesi akuntan.
Hal ini dapat dilihat dari dinamika kegiatan pengembangan standar akuntansi
sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini. Setidaknya, terdapat tiga
tonggak sejarah dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia.
Tonggak sejarah pertama, menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada
tahun 1973. Pada masa itu merupakan pertama kalinya IAI melakukan kodifikasi
prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam suatu buku
“Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI)”. Kemudian, tonggak sejarah kedua terjadi
pada tahun 1984. Pada masa itu, komite PAI melakukan revisi secara mendasar
PAI 1973 dan kemudian mengkondifikasikannya alam buku ”Prinsip Akuntansi
Indonesia 1984” dengan tujuan untuk menyesuaikan ketentuan akuntansi dengan
perkembangan dunia usaha. Berikutnya pada tahun 1994, IAI kembali melakukan
revisi total terhadap PAI 1984 dan melakukan kodifikasi dalam buku “Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) per 1 Oktober 1994.” Sejak tahun 1994, IAI juga
telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi dengan standar akuntansi
internasional dalam pengembangan standarnya. Dalam perkembangan
selanjutnya, terjadi perubahan dari harmonisasi ke adaptasi, kemudian menjadi
adopsi dalam rangka konvergensi dengan International Financial Reporting
Standards (IFRS). Program adopsi penuh dalam rangka mencapai konvergensi
dengan IFRS direncanakan dapat terlaksana dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam perkembangannya, standar akuntansi keuangan terus direvisi secara
21

berkesinambungan, baik berupa penyempurnaan maupun penambahan standar


baru sejak tahun 1994. Proses revisi telah dilakukan enam kali, yaitu pada tanggal
1 Oktober 1995, 1 Juni 1996, 1 Juni 1999, 1 April 2002, 1 Oktober 2004, dan 1
September 2007. Buku ”Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007” ini
di dalamnya sudah bertambah dibandingkan revisi sebelumnya yaitu tambahan
KDPPLK Syariah, 6 PSAK baru, dan 5 PSAK revisi. Secara garis besar, sekarang
ini terdapat 2 KDPPLK, 62 PSAK, dan 7 ISAK. Untuk dapat menghasilkan
standar akuntansi keuangan yang baik, maka badan penyusunnya terus
dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan. Awalnya, cikal bakal
badan penyusun standar akuntansi adalah Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan
Struktur dari GAAP dan GAAS yang dibentuk pada tahun 1973.

Pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (Komite


PAI) yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan.
Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun
1974 hingga 1994 dengan susunan personil yang terus diperbarui. Selanjutnya,
pada periode kepengurusan IAI tahun 1994 - 1998 nama Komite PAI diubah
menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK). Kemudian, pada
Kongres VIII IAI tanggal 23 - 24 September 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah
kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dengan diberikan
otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK. Selain itu, juga
telah dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) dan Dewan Konsultatif Standar
Akuntansi Keuangan (DKSAK). Komite Akuntansi Syariah (KAS) dibentuk
tanggal 18 Oktober 2005 untuk menopang kelancaran kegiatan penyusunan PSAK
yang terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi syariah yang dilakukan oleh
DSAK. Sedangkan DKSAK yang anggotanya terdiri atas profesi akuntan dan luar
profesi akuntan, yang mewakili para pengguna, merupakan mitra DSAK dalam
merumuskan arah dan pengembangan SAK di Indonesia.

Ada juga pendapat yang lain mengatakan bahwa perkembangan standar


akuntansi keuangan di Indonesia yang terbaru mengadopsi IFRS ke PSAK,
kronologis kejadian dari tahun ke tahun adalah sebagai berikut :
22

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah membentuk Komite prinsip - prinsip


Akuntansi Indonesia untuk menetapkan standar-standar akuntansi, yang kemudian
dikenal dengan Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). (Terjadi pada periode
1973-1984). Komite PAI melakukan revisi secara mendasar PAI 1973 dan
kemudian menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 (PAI 1984). Menjelang
akhir 1994, Komite standar akuntansi memulai suatu revisi besar atas prinsip-
prinsip akuntansi Indonesia dengan mengumumkan pernyataan - pernyataan
standar akuntansi tambahan dan menerbitkan interpretasi atas standar tersebut.
Revisi tersebut menghasilkan 35 pernyataan standar akuntansi keuangan, yang
sebagian besar harmonis dengan IAS yang dikeluarkan oleh IASB.(terjadi pada
periode 1984 - 1994). Ada perubahan Kiblat dari US GAAP ke IFRS, hal ini
ditunjukkan Sejak tahun 1994, telah menjadi kebijakan dari Komite Standar
Akuntansi Keuangan untuk menggunakan International Accounting Standards
sebagai dasar untuk membangun standar akuntansi keuangan Indonesia. Pada
tahun 1995, IAI melakukan revisi besar untuk menerapkan standar-standar
akuntansi baru, yang kebanyakan konsisten dengan IAS. Beberapa standar
diadopsi dari US GAAP dan lainnya dibuat sendiri (terjadi pada periode 1994-
2004). Merupakan konvergensi IFRS Tahap 1, Sejak tahun 1995 sampai tahun
2010, buku Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terus direvisi secara
berkesinambungan, baik berupa penyempurnaan maupun penambahan standar
baru. Proses revisi dilakukan sebanyak enam kali yakni pada tanggal 1 Oktober
1995, 1 Juni 1999, 1 April 2002, 1 Oktober 2004, 1 Juni 2006, 1 September 2007,
dan versi 1 Juli 2009. Pada tahun 2006 dalam kongres IAI X di Jakarta ditetapkan
bahwa konvergensi penuh IFRS akan diselesaikan pada tahun 2008. Target ketika
itu adalah taat penuh dengan semua standar IFRS pada tahun 2008.
Namun dalam perjalanannya ternyata tidak mudah. Sampai akhir tahun 2008
jumlah IFRS yang diadopsi baru mencapai 10 standar IFRS dari total 33 standar
(terjadi pada periode 2006-2008).
23

3. Perkembangan Ilmu Akuntansi

Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah


perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga
periode yaitu : tahun 4000 SM – 1300 M, tahun 1300-1850 M, dan tahun 1850 M
sampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi
ilmu akuntansi.
Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record - keeping yang
sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang
terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari
periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping. Pada
periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukan
lagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam
kehidupan masyarakat.
Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan
ilmu akuntansi modern. Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar
memahami akuntansi sebagai :
a. Alat hitung menghitung;
b. Sumber informasi dalam pengambilan keputusan;

c. Pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan sejalan dengan (atau sebagai


bentuk pengamalan) ajaran agama.

Berikut ini beberapa pengertian akuntansi :


1) Komite istilah American Institute of Certified Public Accountant (AICPA)
mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: “Akuntansi adalah seni
pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan
dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya
bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.” Definisi
tersebut menunjukkan bahwa akuntansi pada dasarnya bukan merupakan
ilmu pengetahuan murni (science). Hal ini disebabkan penerapan prosedur
akuntansi dalam menghasilkan laporan keuangan, sangat tergantung pada
lingkungannya dan dipengaruhi berbagai faktor pertimbangan tertentu.
24

2) American AccountingAssociation (AAA), mendefinisikan akuntansi


sebagai berikut: “Proses mengidentifikasi, mengukur, dan menyampaikan
informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal
mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan
oleh para pemakainya.” Definisi tersebut menunjukkan bahwa akuntansi
merupakan media/alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan
informasi kepada pemakai yang berkepentingan dengan masalah
pengelolaan perusahaan.
3) Accounting Principle Board (APB) Statement No.4 mendefinisikan
akuntansi sebagai berikut: “Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa”.
4) Komite Terminologi AICPA (The Committee on Terminology of the
American Institute of Certified Public Accountants) mendefinisikan
akuntansi sebagai berikut: “Akutansi adalah seni pencatatan,
penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat
keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang,
dan menginterprestasian hasil proses tersebut”.
Pada perkembangan saat ini, akuntansi didefinisikan dengan mengacu pada
konsep informasi: Akutansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan
informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomik
yang diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan keputusan-keputusan ekonomik,
dalam membuat pilihan diantara alternatif tindakan yang ada.
Seorang penulis Leo Herbert dalam artikel di The GAO Review dengan judul
Growth of accountability knowledge menjelaskan perkembangan akuntansi
sebagai berikut :
a) Pada tahun 1775 : pada tahun ini mulai dikenal pembukuan baik
single entry maupun double entry.
b) Pada tahun 1800 : pada tahun ini dan sampai tahun 1875 masyarakat
menjadikan neraca sebagai laporan yang terutama dipergunakan dalam
menilai perusahaan.

c) Pada tahun 1825 : pada tahun ini dikenal pemeriksaan keuangan


( Financial Auditing).
25

d) Pada tahun 1850 : pada tahun ini laporan laba rugi menggantikan
posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting. Pada periode
ini perkembangan ilmu auditing semakin cepat dan audit dilakukan atas
catatan pembukuan dan laporan.

e) Pada tahun 1900 : di USA diperkenalkan sertifikasi profesi yang


dilakukan melalui ujian yang dilaksanakn secara nasional. Kemudian
dalam periode ini juga akuntansi sudah dianggap dapat memberikan
laporan tentang pajak. Cost accounting mulai dikenal termasuk laporan
statistik biaya dan produksi.

f) Pada tahun 1925 : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini antara
lain sebagai berikut :

 Mulai dikenal akuntansi pemerintahan serta pengawasan dana


pemerintah.

 Teknik - teknik analisis biaya juga mulai diperkenalkan.

 Laporan keuangan mulai seragamkan.

 Norma pemeriksaan akuntansi yang manual beralih ke system EDP


dengan mulai dikenalnya punch card record.

 Akuntansi untuk perpajakan mulai diperkenalkan.

g) Pada tahun 1950 s.d 1975 Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam
perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut :

 Pada periode ini mulai akuntansi menggunakan computer untuk


pengolahan data.

 Perumusan prinsip akuntansi (GAAP) sudah dilakukan.

 Analisis cost revenue semakin dikenal.

 Jasa - jasa perpajakan seperti konsultan pajak dan perencanaan


pajak mulai ditawarkan profesi akuntansi.
26

 Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus


untuk berkepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang
pesat.

 Muncul jasa - jasa manajemen seperti sistem perencanaan dan


pengawasan.

 Perencanaan manjemen mulai dikenal demikian juga manajemen


auditing.

h) Tahun 1975 mulai periode akuntan semakin berkembang dan bidang


-bidang lainnya. Perkembangan itu antara lain:

 Timbulnya manajemen science yang mencakup analisi proses


manajemen dan usaha - usaha menemukan dan menyempurnakan
kekuarangan kekurangannya.

 Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan:

 Model model organisasi.

 Perencanaan organisasi.

 Teori pengambilkan keputusan.

 Analisis cost benefit.

 Medote pengawasan yang menggunakan computer dan teori


cybernetics.

 Total sistem review yang merupakan metode pemeriksaan efektif


mulai dikenal.

 Social accounting menjadi isu yang membahas pencatatan setiap


transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

 Dalam periode ini muncul :

o Perencanan sistem menyeluruh


27

o Penerapan metode interdisipliner

o Human behavior (prilaku manusia), menjadi bahan kajian

o Nilai - nilai sumber daya manusia menjadi penting

o Hubungan antar lembaga pemerintahan semakin penting


28

Ada empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi:


o Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktek akuntansi didapatkan
dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
o Berdasarkan pendekatan mikro ekonomi, akuntansi berkembang dari
prinsip - prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak pada perusahaan
secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.

o Berdasarkan pendekatan independent, akuntansi berasal dari praktek bisnis


dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan
pertimbangan, coba - coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai
fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang
dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.

o Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi distandariasi dan


digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat.
Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan
memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer
untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh
jenis bisnis.

Bidang-bidang Akuntansi:
o Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
o Pemeriksaan Akuntan (Auditing)

o Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

o Akuntansi Biaya (Cost Accounting)


BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Dari bab - bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa akuntansi sebenarnya


sudah ada sejak manusia itu mulai bisa menghitung dan membuat suatu catatan,
yang pada awalnya dulu itu dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun
menurut tingkat kebudayaan manusia waktu itu dan pada abad XV terjadilah
perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang-pedagang Venesia yang
menyebabkan orang waktu itu memerlukan suatu sistem pencatatan yang lebih
baik, sehingga dengan demikian akuntansi juga mulai berkembang.
Catatan akuntansi yang paling tua adalah catatan tablet dari tanah liat untuk
pembayaran upah di Babylonia kira-kira 3600 SM. Pada tahun 1494, Pacioli
yang juga dikenal sebagai bapak akuntansi dan Friar (Romo) Luca dal Borgo
menerbitkan bukunya yang berjudul Summa de Arithmetica Geomeria,
Proportioni et Proportinalita.

Perkembangan akuntansi di Indonesia, pada mulanya menganut sistem


kontinental, sama seperti yang di pakai Belanda. Seiring perkembangan,
selanjutnya tata buku mulai ditinggalkan orang. Di Indonesia, orang atau
perusahaan semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon yang
berasal dari Amerika. Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi (accounting
thought) dibagi dalam tiga periode yaitu : tahun 4000 SM – 1300 M, tahun 1300-
1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang.

B. Saran

Diharapkan kepada semua pihak terutama pihak yang terkait dengan


langsung agar dapat menggunakan akuntansi sebagaimana mestinya. Lebih dari
itu, diharapkan agar tidak melupakan serta dapat mempertahankan dan
mengembangkan akuntansi itu sendiri, terlebih di zaman yang semakin maju ini.

27
DAFTAR PUSTAKA

Mahendra, Reza.2014.Sejarah dan Perkembangan Akuntansi.Diakses dari website


http://rezamahendra09.blogspot.co.id/2014/04/sejarah-dan-perkembangan-
akuntansi.html pada tanggal 12 Januari 2017.

Dian.2013.Pengantar Akuntansi dan Keuangan.Tabanan.

Anggreni, Dian.2013.Pengantar Akuntansi.Tabanan.

Ariana, Made.2015.Teori Akuntansi.Badung.

Ahmed, Riahi.2006.Teori Akuntansi. Belkaoui : Salemba Empat

Sofyan Syafri Harahap.1997.Teori Akuntansi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.


Sugiyono.

28