Anda di halaman 1dari 28

HALAMAN JUDUL

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan
nikmat dan hidyah-nya sehingga penulis dapat meyelesaikan Lpaoran Praktikun ini.Seiring
shalawat dan salam keharibaan junjungan besar Nabi Muhammad SAW,keluarga dan sahabat
beliau semoga kelak mendapat limpahan safaat dari beliau.Adapun judul Laporan Praktikum
ini adalah “Trigiserida Darah“ yang merupakan salah satu tugas wajib dari Praktikum
Patologi Klinis.

Terisitimewa penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada dosen praktikum patologi klinis yaitu Ibu Era Rahmi dan keluarga besar,serta
kaka – kaka asisten dosen.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan.Oleh karena itu dengan
segala kerendahn hati penulis mengharap kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan Laporan Praktikum ini.Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat
untuk ilmu pengetahuan pada umumnya dan khususnya pada ilmu farmasi.Dan semoga Alah
SWT memberikan hidayah-Nya dan Karunia-Nya yag berlimpah untuk kita semua Amin..

Jakarta,07 Oktober 2018

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................................................. i


KATA PENGANTAR ........................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................................ 1
1.2 Tujuan .......................................................................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................................... 4
2.1 Trigliserida Darah ...................................................................................................................... 4
2.1.1. Pengertian Trigliserida ....................................................................................................... 4
2.1.2. Struktur Kimia Trigliserda ................................................................................................ 5
2.1.3 Metabolisme Trigliserida .................................................................................................... 5
2.1.4 Fungsi Trigliserida ............................................................................................................... 6
2.1.5 Klasifikasi kadar Trigliserida ............................................................................................. 7
2.1.6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadar Trigliserida ....................................................... 7
2.1.7. Metode Pemeriksaan........................................................................................................... 8
2.1.8. Metode Pemeriksaan Trigliserida ................................................................................... 13
2.1.9. Cara Mengatasi Kesalahan Pemeriksaan Kimia Analik ............................................... 14
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ......................................................................................... 16
3.1 Cara Kerja Trigliserida Darah ................................................................................................ 16
3.1.1 Alat dan Bahan ................................................................................................................... 16
3.1.2 Prosedur Kerja ................................................................................................................... 16
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................................................. 17
4.1 Hasil dan Pembahasan ............................................................................................................. 17
BAB V PENUTUP ............................................................................................................................... 20
5.1 Kesimpulan ................................................................................................................................ 20
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................... 21
LAMPIRAN......................................................................................................................................... 23

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Praktikum kimia klinik dapat digunakan untuk melatih mahasiswa agar dapat
belajar dan mengenal pemeriksaan trigliserida dalam serum. Mahasiswa mampu
menganalisis dan menginterpretasikan data klinis pemeriksaan trigliserida dalam
spesimen serum.

Trigliserida adalah penyebab utama penyakit-penyakit arteri dan biasanya


dibandingkan dengan menggunakan lipoprotein elektroforesis. Trigliserida adalah
lemak darah yang dibawah oleh serum lipoprotein. Bila terjadi peningkatan
trigliserida maka terjadi peningkatan VLDL yang menyebabkan
hiperlipoproteinemia.

Serum merupakan bagian dari cairan tubuh yang bercampur dengan darah.
Serum sendiri dapat diartiakan sebagai cairan tanda sel darah dan fator koagulasi
atau fibrinogen.Serum merupakan juga sebuah plasma darah tanpa adanya
fibrinogen. Serum ini terdari dari 4 jenis berdasarkan komponen yang terkandung
didalamnya yaitu, serum albumin,serum globulin, serum lipoprotein dan serum
wewenang. Masing-masing jenis serum memiliki fungsi yang berbeda meskipun
dalam satu larutan plasma darah.

Trigliserida adalah substansi lemak lain dalam darah yang dapat


mempengaruhi risiko terkena penyakit jantung. Sebagian besar lemak dalam
makanan dan dalam tubuh anda berada dalam bentuk trigliserida. Kadar trigliserida
yang tinggi berhubungan dengan risiko penyakit jantung, demikian juga dengan
kolesterol. Peningkatan trigliserida dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan
( obesitas ), aktivitas fisik, merokok, komsumsi alcohol berlebihan dan diet tinggi
karbohidrat, kelainan genetik dan lain sebagainya. Orang dengan trigliserida tinggi
biasanya memiliki nilai LDL ( kolesterol jahat ) yang tinggi dan nilai HDL
( kolesterol baik ) yang rendah dan nilai kolesterol total yang tinggi.

1
Asupan makanan yang mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi dapat
meningkatkan efek trigliserida di dalam tubuh seseorang. Jika kadar trigliserida
meningkat, maka kadar kolesterol pun akan meningkat pula. Keberadaan kolesterol
dan trigliserida dalam darah memang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Jika makanan
yang dikonsumsi banyak mengandung lemak jenuh berlebihan, maka
mengakibatkan kadar kolesterol yang berlebihan.

Glukosa terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai


glikogen dalam hati dan otot rangka. Kadar glukosa dipengaruhi oleh 3 macam
hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Hormon-hormon itu adalah :
insulin, glukagon, dan somatostatin. Didalam darah terdapat zat glukosa, glukosa
ini gunanya untuk dibakar agar mendapatkan kalori atau energi. Sebagian glukosa
yang ada dalam darah adalah hasil penyerapan dari usus dan sebagian lagi dari hasil
pemecahan simpanan energi dalam jaringan. Glukosa yang ada di usus bisa berasal
dari glukosa yang kita makan atau bisa juga hasil pemecahan zat tepung yang kita
makan dari nasi, ubi, jagung, kentang, roti atau dari yang lain.

Glukosa, fruktosa dan galaktosa masuk melalui dinding usus halus kedalam
aliran darah. Fruktosa dan galaktosa akan diubah dalam tubuh menjadi glukosa.
Glukosa merupakan hasil akhir dari pencernaan dan diabsorbsi secara keseluruhan
sebagai karbohidrat. Kadar glukosa dalam darah bervariasi dengan daya
penyerapan, akan menjadi lebih tinggi setelah makan dan akan menjadi turun bila
tidak ada makanan yang masuk selama beberapa jam. Glikogen dapat lewat dengan
bebas keluar dan masuk ke dalam sel dimana glukosa dapat digunakan semata-mata
sebagai sumber energi. Glukosa disimpan sebagai glikogen di dalam sel hati oleh
insulin (suatu hormon yang disekresi oleh pankreas). Glikogen akan diubah kembali
menjadi glukosa oleh aksi dari glukogen (hormon lain yang disekresi oleh pankreas)
dan adrenalin yaitu suatu hormon yang disekresi oleh kelenjar adrenalin.

2
Sejalan dengan kemajuan teknologi dalam ilmu kedokteran,dilaboratorium
telah dikembangkan bermacam-macam alat pemeriksaan yang lebih canggih. Alat
tersebut dapat memabntu penegekkan diagnosis dari suatu penyakit. Pemantauan
perjalan penyakit, serta pemantauan hasil terapi dengan lebih baik dan teliti

1.2 Tujuan
Dilakukan praktikum patologi klinis dalam bab Trigliserida darah dan
Glukosa darah bertukuan untuk mengetahui dan menghitung kadar dari
Trigliserida darah dan Glukosa darah,mengetahui atau mendiagnosis
adanya kelainan yang terjadi pada tubuh yang berhubungan dengan
kelainan yang terjadi pada kadar trigliserida dan glukosa darah,dan
membanndingkan kadar Trigliserida Darah dan kadar Glukosa darah di
dalam tubuh dengan kadar trigliserida dan glukosa darah yang normal.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Trigliserida Darah

2.1.1. Pengertian Trigliserida


Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak didalam tubuh yang beredar
didalam darah dan berbagai organ tubuh (Wibawa, 2009). Lemak ialah senyawa
organik yang memiliki sifat tidak larut dalam air, dan dapat larut oleh larutan
organik nonpolar. Lemak merupakan zat yang digunakan tubuh untuk proses
metabolisme.Lemak terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu kolesterol, lemak High
Density Lipoprotein (HDL), lemak Low Density Lipoprotein (LDL), lemak Very
Low Density Lipoprotein (VLDL), serta trigliserida (Rembang dkk, 2015)

Trigliserida adalah ester alkohol gliserol dan asam lemak yang terdiri dari
tiga molekul asam lemak yaitu lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal dan lemak
tidak jenuh ganda (Wibawa, 2009). Trigliserida digunakan tubuh terutama untuk
menyediakan energi dalam proses metabolik, sejumlah kecil trigliserida juga
digunakan di seluruh tubuh untuk membentuk membran sel. Trigliserida di dalam
darah membentuk kompleks dengan protein tertentu (apoprotein) sehingga
membentuk lipoprotein. Lipoprotein itulah bentuk transportasi yang digunakan
trigliserida (Wibowo, 2009).

Trigliserida merupakan lemak yang terbentuk dari makanan, trigliserida


dibentuk di hati yang disimpan sebagai lemak di bawah kulit dan di organ-organ
lain. Kadar trigliserid akan meningkat apabila asupan kalori yang dikonsumsi lebih
tinggi daripada yang dibutuhkan.Trigliserida merupakan sumber utama energi
untuk berbagai kegiatan tubuh (Fauziah dan Suryanto, 2012).

4
2.1.2. Struktur Kimia Trigliserda
Trigliserida merupakan tiga asam lemak yang berikatan dengan gliserol
dapat sama maupun berbeda. Rumus kimia trigliserida adalah RCOO-CH2CH(-
OOCR’)-OOCR’’, dimana R, R’, R’’ adalah rantai alkil (Herperian, 2014).

Gambar 2.1 Struktur Kimia Trigliserida(Herpien,2014)

Pada tubuh manusia, lemak yang terdapat dalam trigliserida adalah :


1. Asam stearat yang mempunyai rantai karbon-18 yang sangat jenuh dengan
atom hydrogen
2. Asam oleat yang juga mempunyai rantai karbon-18 tetapi mempunyai satu
ikatan ganda dibagian tengah rantai
3. Asam palmitat, yang mempunyai 16 atom karbon dan sangat jenuh
(Wibowo, 2009)

2.1.3 Metabolisme Trigliserida

1. Sintesa Trigliserida
Sintesa trigliserida di dalam tubuh terutama terjadi di hati tetapi ada juga
yang disintesa dalam jaringan adiposa (Wibawa 2009). Sintesa trigliserida
dibagi menjadi dua,yaitu jalur eksogen dan jalur endogen. Sintesis trigliserida
pada jalur eksogen yaitu trigliserida yang berasal dari makanan berada dalam
usus dikemas sebagai kilomikron yang kemudian diangkut dalam darah melalui
ductus torasikus,trigliserida dan kilomikron yang berada dalam jaringan lemak
akan mengalami hidrolisis oleh lipoprotein lipase yang terdapat pada
permukaan sel endotel sehingga akan terbentuk asam lemak dan kilomikron

5
remnan. Asam lemak bebas akan masuk ke dalam jaringan lemak atau sel otot
dengan cara menembus endotel lalu dioksidasi kembali atau diubah kembali
menjadi trigliserida (Arifnaldi, 2014).

Sintesis trigliserida pada jalur endogen yaitu trigliserida yang disintesis oleh
hati diangkut secara endogen dalam bentuk Very Low Density Lipoprotein
(VLDL) kaya trigliserida, dalam sirkulasi VLDL akan mengalami hidrolisis
oleh lipoprotein lipase yang juga menghidrolisis kilomikron menjadi partikel
lipoprotein yang lebih kecil yaitu Intermediate Density Lipoprotein (IDL) dan
Low Density Lipoprotein (LDL) (Sulistia, 2005).

2. Transport Trigliserida

Kebanyakan lemak makanan dalam bentuk triasilgliserol. Pencernaan


lemak terjadi di usus kecil dan lemak yang tidak dapat larut dalam air
direaksikan dengan lipase yang larut dalam air. Materi lipid diubah menjadi
globula-globula kecil yang teremulsi oleh garam empedu. Lipid yang sudah
tercerna membentuk asam lemak monogliserida dan asam empedu kemudian
diserap kedalam sel mukosa intestinum, lalu trigliserida disintesa kembali dan
dilapisi protein, selanjutnya asam lemak akan berdiskusi masuk ke sel lemak
dan disintesa menjadi trigliserida(Wibawa, 2009).

2.1.4 Fungsi Trigliserida


Trigliserida di dalam tubuh berfungsi sebagai lemak yang paling efisien untuk
menyimpan kalor yang penting untuk proses-proses yang membutuhkan energi
dalam tubuh seperti proses metabolisme.Trigliserida banyak didapatkan dalam sel-
sel lemak terutama 99% dari volume sel. Trigliserida dapat dikonversi menjadi
kolesterol, fosfolipid dan bentuk lipid lain jika dibutuhkan trigliserida juga
digunakan sebagai sumber energi.Sebagai jaringan lemak, trigliserida juga
mempunyai fungsi sebagai bantalan tulang-tulang dan organ-organ vital,
melindungi organ-organ tersebut dari guncangan atau rusak (Maulidina, 2014).

6
2.1.5 Klasifikasi kadar Trigliserida
Kadar trigliserida dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, berikut
adalah klasifikasi indeks massa tubuh berdasarkan NCEP ATP III

 Kadar yang diingini : maksimal 150 mg / dl


 Kadar ambang batas tinggi : antara 151 - 250 mg /dl
 Kadar trigliserida tinggi : 251 - 400 mg / dl
 Kadar trigliserida amat tinggi : 401 mg / dl atau lebih

2.1.6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadar Trigliserida


Kadar trigliserida merupakan salah satu indikasi bagi kesehatan tubuh.
Kelebihan trigliserida dapat menyebabkan menyempitnya pembuluh darah dan
meningkatkan resiko serangan jantung.Beberapa faktor yang mempengaruhi kadar
trigliserida antara lain :

a. Faktor Genetik

Hasil studi yang dilakukan oleh pakar ilmu kedokteran menunjukkan bahwa
berbagai penyakit berhubungan dengan genetik atau keturunan. Dalam suatu
keluarga terlihat adanya keterkaitan antara ketahanan atau kerentanan terhadap
penyakit dan hubungan keluarga (Yulissa, 2013).

b. Usia

Usia merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar


trigliserida. Pertambahan usia meningkatkan risiko penyakit degeneratif secara
nyata pada pria maupun wanita. Hal ini mungkin merupakan pencerminan dari
lamanya terpapar faktor risiko digabung dengan kecenderungan bertambah
beratnya derajat tiap - tiap faktor risiko dengan pertambahan usia semakin tua
seseorang maka terjadi penurunan berbagai fungsi organ tubuh sehingga
keseimbangan kadar trigliserida darah sulit tercapai akibatnya kadar trigliserida
cenderung lebih mudah meningkat (Yulissa, 2013).

7
c. Konsumsi (Makanan dan Minuman)

Kadar trigliserida dalam darah juga dipengaruhi oleh asupan


makanan.Asupan lemak dan karbohidrat yang berlebihan dapat meningkatkan
kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida yang tinggi dapat diatasi dengan
cara mengatur asupan (Ramadhani, 2014).

Trigliserida merupakan sumber utama energi untuk berbagai kegiatan


tubuh.Kadar trigliserida akan meningkat apabila asupan kalori yang dikonsumsi
lebih tinggi daripada yang digunakan, konsumsi sayur dan buah yang tinggi
akan serat serta vitamin dapat menurunkan kadar trigliseida (Fauziah dan
Suryanto, 2012).

d. Aktifitas Fisik atau Olahraga

Aktifitas fisik adalah gerakan yang dilakukan oleh otot tubuh yang
merupakan bagian dari usaha menjaga kebugaran, termasuk kesehatan jantung
dan pembuluh darah. Mereka yang aktif memiliki kemungkinan yang rendah
untuk terkena penyakit kardiovaskuler termasuk diantaranya dislipidemia,
sehingga olahraga dan aktifitas fisik juga dapat memperbaiki profil lemak
darah,yaitu menurunkan kadar kolesterol total, LDL kolesterol dan trigliserida.
Bahkan yang paling baik adalah dapat memperbaiki HDL, yaitu suatu jenis
kolesterol yang kadarnya sulit untuk dinaikkan,disamping itu berbagai faktor
risiko seperti hipertensi, obesitas dan diabetes mellitus dapat diturunkan dengan
menjalankan olahraga yang tepat takaran, durasi dan frekuensinya (Almatsier,
2002).

2.1.7. Metode Pemeriksaan


Dalam Pemeriksaan kadar trigliserida harus selalu diperhatikan jalannya
pemeriksaan karena kesalahan pemeriksaan dapat mempengaruhi hasil. Dalam hal
ini pra analitik(identitas pasien, pengambilan specimen yang dibutuhkan, perlakuan
sampel), tahap analitik (reagen, alat dan sumber daya manusianya), pasca analitik
(pencatatan hasil dan pelaporan hasil) semuanya harus diperhatikan karena

8
pekerjaan yang tidak dikerjakan sesuai prosedur yang benar dapat mempengaruhi
hasil pemeriksaan.

a. Serum

1) Pengertian Serum
Serum merupakan darah didalam tabung yang dicentrifuge dengan
kecepatan 6000 rpm selama 15 menit sehingga membentuk dua bagian yaitu
serum dan sel – sel darah.Serum ini berupa cairan darah berwarna kuning
jernih.Serum didapat dengan cara membiarkan darah dalam tabung reaksi
tanpa antikoagulan membeku dan kemudian di sentrifuge dengan kecepatan
tinggi untuk mengendapkan semua sel -selnya sehingga serum berada pada
lapisan atas (Nugroho, 2015).

2) Keterkaitan Pembuatan Serum dari Darah yang dibekukan Sebelum


dicentrifuge dan Langsung disentrifuse Terhadap Kadar Trigliserida
Pembuatan serum pada penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu
serum yang dibekukan sebelum dicentrifuge yang didapat dengan cara darah
dibiarkan membeku selama 15-30 menit lalu dicentrifuge dengan kecepatan
6000 rpm selama 15 menit dan serum yang langsung dicentrifuge,didapat
dengan cara darah didalam tabung langsung dicentrifuge dengan kecepatan
6000 rpm selama 15 menit tanpa dibekukan terlebih dahulu.Tujuan
pembuatan serum yang dibekukan terlebih dahulu adalah untuk
menghindari terjadinya hemolisis yaitu adanya kontaminasi eritrosit
didalam serum sehingga mampu mempengaruhi hasil pemeriksaan kadar
lemak juga supaya semua cairan yang terbentuk dari hasil centrifugasi
terperas secara sempurna sehingga kandungan kadar lemak terurai bersama
serum (Nugroho, 2015).

Proses pembuatanserum yang langsung dicentrifuge sebelum dibekukan


menghasilkan cairan yang sedikit, hal ini disebabkan serum belum teperas
sepenuhnya sehingga kandungan lemak belum terurai sempurna bersama serum hal

9
ini mampu mempengaruhi kadar trigliserida. Kadar trigliserida juga dipengaruhi
oleh adanya protein didalam serum darah yang disebabkan karena proses koagulasi
yang tidak sempurna dalam mengubah fibrinogen menjadi fibrin,kontaminasi
protein ini juga mampu mempengaruhi kadar trigliserida.

b. Centrifuge

1) Pengertian Centrifuge
Centrifuge adalah alat yang digunakan untuk memisahkan komponen –
komponen penyusun suatu campuran berdasarkan sifat fisika zat
penyusunnya.Metode yang digunakan pada centrifuge disebut sentrifugasi.
Sentrifugasi adalah proses pemisahan partikel berdasarkan berat partikel
tersebut terhadap densitas layangnya (bouyant density), dengan gaya
sentrifugal maka akan terjadi perubahan berat partikel dari keadaan normal
menjadi meningkat seiring dengan kecepatan putaran terhadap sumbu
(Nugroho, 2013).

Proses pemisahan terjadi dengan cara partikel yang densitasnya lebih


tinggi daripada pelarut akan mengendap atau mengalami
sedimantasi,sedangkan partikel yang densitasnya lebih rendah akan
mengapung keatas yang disebabkan karena densitas yang tinggi membuat
partikel bergerak lebih cepat dan mengendap. Jika tidak ada perbedaan
densitas dalam suatu larutan (kondisi isoponik) maka partikel akan tetap
seimbang (Nugroho, 2013).

2) Prinsip Kerja Sentrifugasi


Prinsip yang digunakan dalam pemisahan sentrifugal yaitu objek diputar
secara horizontal pada jarak tertentu. Apabila objek berotasi di dalam
tabung atau silinder yang berisi campuran cairan dan partikel, maka
campuran tersebut dapat bergerak menuju pusat rotasi, namun hal tersebut
tidak terjadi karena adanya gaya yang berlawanan yang menuju kearah
dinding luar silinder atau tabung, gaya tersebut adalah gaya

10
sentrifugasi.Gaya inilah yang menyebabkan partikel-partikel menuju
dinding tabung dan terakumulasi membentuk Endapan (Nugroho, 2013).

Centrifuge laboratorium yang digunakan untuk pemisahan skala


kecil.Volume cairan ditangani oleh perangkat berada dalam kisaran 1–
5.000 mL. Ketika tabung centrifuge berputar, aksi sentrifugal menciptakan
diinduksi medan gravitasi dalam arah keluar relatif terhadap sumbu rotasi
dan mendorong partikel atau bahan endapan ke bagian bawah tabung.
Kecepatan rotasi sentrifugal berkisar dari 1.000 – 15.000 rpm (Nugroho,
2013).

3) Komponen-Komponen Centifuge
Menurut WHO (2011) Komponen sebuah centrifuge terdiri atas:
a) Kumparan sentral yang berputar dengan kecepatan tinggi
b) Kepala centrifuge terliksasi ke kumparan sentral, dengan wadah
tabung
c) Tabung berisi suspensi yang akan disentrifugasi. Ketika kumparan
berputar, gaya sentrifugal bekerja pada tabung. Tabung berayun ke
posisi horizontal dan partikel partikel dalam suspensi terdorong ke
dasar tabung. Partikel - partikel ini membentuk konsentrat yang
dapat dipisahkan dari supernatan dan kemudian diperiksa.

4) Jenis-jenis Centirfuge
Menurut WHO (2011) jenis - jenis centrifuge terdiri dari :
a) Centrifuge Manual adalah centrifuge yang digerakkan secara
manual dengan memutar sebuah engkol. Alat ini dapat memuat dua
atau empat buah tabung. Centrifuge manual dapat digunakan untuk
memeriksa konsentrat urine dan untuk mengonsentrasikan parasit
tertentu dalam feses.
b) Centrifuge elektrik dikatakan lebih akurat dibandingkan centrifuge
manual.Centrifuge ini juga memiliki wadah tabung yang dapat

11
memuat hingga sembilan tabung kecil, dan centrifuge ini juga
dilengkapi dengan timer.
c) Centrifuge dengan Baterai, centrifuge mini ini dijalankan dengan
baterai kadang -kadang dipakai untuk menentukan volume packed
cell dalam pemeriksaan hematologi. Dalam penggunaan centrifuge
ini harus diperhatikan keseimbangannya untuk menghindari
pecahnya tabung.

5) Fungsi Centrifuge

a) Fungsi Secara Umum Centrifuge


Centrifuge secara umum dapat digunakan untuk pemisahan padat-
cair menyediakan padatan berat dari cairan. Centrifuge juga digunakan
untuk mengklasifikasikan padatan dengan ukuran yang berbeda. Salah
satu aplikasi adalah untuk mengklasifikasikan kristal berbagai ukuran
yang berbeda, dengan kehalusan ukuran submikron dengan fase ringan
dan hanya mempertahankan ukuran yang lebih besar pada fase berat
yang dipisahkan (Nugroho, 2013).

b) Fungsi Centrifuge dalam Pemeriksaan Kimia Darah


Dalam pemeriksaan kimia darah, centrifuge merupakan alat yang
sangat dibutuhkan karena sampel pemeriksaan kimia darah umunya
adalah serum atau plasma. Serum yaitu darah yang terdapat dalam
tabung di sentrifuge dengan kecepatan tinggi untuk mengendapkan
semua sel-selnya. Cairan diatasnya yang berwarna kuning jernih disebut
serum.Plasma adalah darah dalam tabung yang berisi antikoagulan lalu
disetrifuge dalam waktu dan kecepatan tertentu, sehingga terpisah
plasma dan bagian yang lainnya. Plasma masih mengandung fibrinogen
(Nugroho, 2015).

12
Sampel pemeriksaan yang umumnya digunakan dalam pemeriksaan
trigliserida adalah serum dari darah vena. Serum didapat dengan cara
sejumlah darah dimasukkan kedalam tabung dan dibiarkan selama 15-
30 menit maka darah tersebut akan membeku lalu dicentrifuge dengan
kecepatan 3000 rpm selama 15 menit dan keluarlah cairan bening
berwarna kuning jerami (Nugroho, 2015)

2.1.8. Metode Pemeriksaan Trigliserida

1. Ultra Sentrifugasi
Pemisahan fraksi-fraksi lemak dapat menggunakan ultra sentrifugasi.
Biasanya lemak bergabung dengan protein membentuk lipoprotein. Pada
lipoprotein berat jenis ditentukan oleh perbandingan antara banyaknya lemak
dan protein. Makin tinggi perbandingan ini makin rendah BJ nya. Lemak murni
memiliki BJ yang lebih rendah dari air.

2. Elektroforesa
Cara lain untuk memisahkan lipoprotein adalah dengan memakai
elektroforesa atau imunoelektroforesa.Metode ini dapat memisahkan
kilomikron, betaliprotein, prebetaliprotein dan alfalipoprotein.Pemeriksaan ini
dilakukan dengan cara serum yang diteteskan pada lub ang yang dibuat pada
lempeng atau selaput dari selulosa asetat atau pada kertas saring yang diletakkan
pada medan listrik (antara katoda dan anoda) kemudian dilakukan pengecatan
-pengecatan kadar dari masing-masing fraksi sesuai dengan intensitas warna
yang diperoleh dan kadarnya dapat diukur dengan densitometer.

3. Enzimatis Kolorimetri (GOD-PAP)


Metode GOD-PAP bekerja dengan cara trigliserida dihidrolisa secara
enzimatis menjadi gliserol dan asam bebas,lipase khusus akan membentuk
kompleks warna yang dapat diukur kadarnya menggunakan photometri.

13
2.1.9. Cara Mengatasi Kesalahan Pemeriksaan Kimia Analik
Cara mengatasi dan menanggulangi kemungkinan terjadinya kesalahan
dalam pemeriksaan.Pemeriksa harus memperhatikan langkah - langkah sebagai
berikut :
1. Tahap Pra Analitik
a. Identitas pasien harus lengkap dan jelas
b. Pengambilan sampel, pada pengambilan sampel darah harus dicegah
terjadinya hemolisis. Hemolisis berat bisa mengakibatkan pecahnya
eritrosit,sehingga zat yang ada dalam bekuan masuk ke plasma.
c. Posisi pengambilan sampel, Volume darah orang dewasa pada saat berdiri
berkurang 600 ml dibandingkan pada saat berbaring, hal ini disebabkan oleh
volume plasma yang relatif berkurang pada saat berdiri karena terjadi
peningkatan protein plasma maka posisi pengambilan darah sebaiknya
duduk kecuali pada kasus penyakit berat.
d. Penanganan sampel,sampel darah yang telah diperoleh dibiarkan membeku
dulu guna menghindari terjadinya hemolisis dan menghilangkan benang -
benang fibrin.Setelah dibekukan langsung dicentrifuge dengan kecepatan
3000 rpm selama 15menit.Serum dipisahkan dari bekuan darah dan
dilakukan pemeriksaan trigliserida sesuai dengan prosedur.
e. Penyimpanan sampel, dalam pemeriksaan kimia klinik ada beberapa faktor
yang mampu mempengaruhi stabilitas spesimen, salah satunya adalah
penyimpanan sampel. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan dalam
penyimpanan sampel, penyimpanan sampel harus dalam bentuk serum.
Pemisahan serum dilakukan paling lambat 2 jam setelah pengambilan
spesimen. Sampel yang disimpan pada suhu 20-25°C dapat stabil selama 2
hari dan jika disimpan pada suhu 2-8°C dapat stabil selama 5-7 hari
(Hartini, 2016).

14
2. Tahap Analitik
a. Reagen, perlu diperhatikan pada penggunaan reagen adalah :
1) Fisik,kemasan dan tanggal kadaluarsa
2)Suhu penyimpanan
3) Penyimpanan reagen sebelum pemeriksaan(suhu,peralatan,stabilitas)
b. Alat/Instrumen, perlu diperhatikan pada penggunaan peralatan :
1) Bagian- bagian fotometer dan alat ukur otomatis lainnya harus berfungsi
dengan baik (kalibrasi alat)
2) Pipet juga harus dipantau secara teratur ketepatannya
3) Kebersihan,keutuhan dan ketepatan merupakan persyaratan yang harus
dipenuhi agar alat dapat dipakai
c. Metode Pemeriksaan, dalam memilih metode pemeriksaan hendaknya
dipertimbangkan
1) Reagen yang mudah diperoleh
2) Alat yang tersedia dapat digunakan untuk pemeriksaan dengan metode
tersebut
3) Suhu pemeriksaan dipilih sesuai dengan suhu ruang pengambilan sampel
4) Metode pemeriksaan yang mudah dan sederhana

3. Tahap Pasca Analitik


a. Pencatatan hasil harus akurat
b. Pelaporan hasil dilakukan secara teliti dan benar.

15
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Cara Kerja Trigliserida Darah


3.1.1 Alat dan Bahan
 Sprektrofotometer
 Vaccuatte
 Mikrotube
 Mikropipet
 Vortex
 Reagen Trigliserida kit
 Spuit
 Alkohol Swap
 Sampel Darah Vena

3.1.2 Prosedur Kerja


1. Disiapkan alat dan bahan lalu dimasukkan darah ke dalam tabung
sentrifuge. Disentrifuge selama ± 15 menit pada kecepatan 6000 rpm,
kemudian diambil serum darah dan dimasukkan dalam tabung reaksi.
2. Disiapkan alat dan bahan, dipipet 10 µl aquadest ke dalam kuvet
kemudian ditambahkan 1000 µl reagen Trigliserida Kit.
3. Kemuadian Vortex sampel ad homogen
4. Inkubasi sampel pada suhu 370C selama 5 menit
5. Lihat hasil kadar di spektrofotometer

16
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil dan Pembahasan


Trigliserida merupakan lemak darah yang di bawa oleh serum lipoprotein.
Trigliserida adalah penyebab utama penyakit arteri dan biasanya dibandingkan
dengan kolesterol menggunakan lipoprotein elektroforesis. Bila terjadi peningkatan
konsentrasi trigliserida maka terjadi peningkatan very low densty lipoprotein
(VLDL) yang menyebabkan hiperlipoprotenemia di dalam hanya ada 3 jenis lemak
dasar yaitu kolesterol, trigliserida fosfolipid. Oleh karena itu sifat lemak yang tidak
larut dalam air. Sedangkan darah terdiri dari air sebagai komponen utama. Maka 3
bentuk lemak tersebut harus bercampur dengan zat pelarut untuk dapat beredar
dalam darah.

VLDL terutama dibentuk oleh sel hati, sebagian oleh usus. VLDL terutama
terdiri dari trigliserid endogen yang dibentuk oleh sel hati dari karbohidrat. Ia
bertugas membawa kolesterol yang dikeluarkan dari hati ke jaringan otot untuk
disimpan sebagai cadangan energi. Sedangkan Very High Density Lipoprotein
(VHDL) tidak memiliki kandungan trigliserida dan kolesterol.

Trigliserida berperan dalam menyusun molekul lipoprotein dan berfungsi


sebagai alat transportasi energi dan menyimpan energi. Faktor menyebab
meningkatnya kadra trigliserida dalam darah yaitu konsumsi lemak yang tinggi
yang dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida.

Serum merupakan bagian dari cairan tubuh yang bercampur dengan darah.
Serum sendiri dapat diartiakan sebagai cairan tanda sel darah dan fator koagulasi
atau fibrinogen.Serum merupakan juga sebuah plasma darah tanpa adanya
fibrinogen. Serum ini terdari dari 4 jenis berdasarkan komponen yang terkandung
didalamnya yaitu, serum albumin,serum globulin, serum lipoprotein dan serum
wewenang. Masing-masing jenis serum memiliki fungsi yang berbeda meskipun
dalam satu larutan plasma darah.

17
Prosedur kerja glukosa darah TG

1) Pengambilan darah vena sebanyak 3ml dikarenakan vena dinding


pembuluhnya lebih tipis dan terletak lebih dekat dengan permukaan kulit
dan digunakan 3ml dikerenakan pada saat sentrifuge serum di dapatkan
lebih banyak dan dapat digunakan buat praktek berikutnya.
2) Darah dipindahkan ke vaccuete dikarenakan tabung berisi zat EDTA yang
berfungsi menjaga darah tidak menggumpal.
3) Pindahkan darah ke mikrotube dengan tujuan disentrifugasi
4) Disentrifuge pada kecepatan 6000rpm, selama 5 menit dikarenakan
disentrinya berfungsi memisahkan senyawa dengan berat molekul yang
berbeda dengan gaya centrifuge digunakan 6000rpm karena dapat
memisahkan molekul halus/ kecilseperti serum yang menyatu di dalam
darah.
5) Ambil serum
6) Buat larutan standar (10µl + 1000µl reagen glukosit)/ (reagen
trigliserideakit)
7) Vortex ad homogen
8) Inkubasi selama 5 menit pada 37˚C dikarenakan drah stabil terhadap suhu
yang sama dengan tubuh yaitu 37˚C dan 5 menit dibutuhkan untuk reaksi
antara reagen trigliseridekit dengan serum
9) Kadar pada spektrofotometri.

18
Tabel 4.1 Hasil Kadar Trigliserida
No Nama TG
1 Retno (p) 67 mg/dl
2 Arif (L) 50 mg/dl
3 Dewi (P) 74 mg/dl
4 Sekar (P) 79 mg/dl
5 Anas (L) 94 mg/dl

Jadi dari hasil pengamatan untuk pemeriksaan trigliserida oleh 5 relawan


yang dihasilkan berada pada kadar normal yaitu; retno 67mg/dl, Arif 50mg/dl, Dewi
74mg/dl, sekar 79mg/dl dan Anas 94mg/dl tidak ada yang melewati normal. Hal ini
mungkin disebabkan karena relawan memiliki pola hidup sehat dan rajin
berolahraga.

19
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Pada praktikum kali ini metode yang digunakan dalam pengamatan yaitu
enzimatis. Sentrifuge digunakan untuk memisahkan plasma dan serum. Inkubasi
selama 5menit dikarenakan pada suhu 37˚C untuk darah stabil terhadap suhu yang
sama dengan suhu tubuh. Hasil yang di dapatkan semuanya normal yaitu <
150mg/dl.

20
DAFTAR PUSTAKA

Adult Treatment Panel-ATP-III. 2001. The Third Report of the Detection,


Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adult. National
Cholesterol Education Program (NCEP).
Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arifnaldi, M.S. 2014. Hubungan Kadar Trigliserida dengan Kejadian Stroke
Iskemik Di Rsud Sukoharjo. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah
Surakarta, Surakarta.
Cak Majid. 2010. Ilmu Pemantapan Serum. Buku Kedokteran. Jakarta
Evelyn C. P. 2002. Anatomi dan Fisiologi untuk Parameter. Gramedia Pelita utama.
Jakarta
Fauziah, Y.N., Suryanto. 2012. Perbedaan Kadar Trigliserid pada Penderita
Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak
Terkontrol. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarta.
Guyton A.C., Hall J.E. 1997. Buku ajar Fisiolog kedokteran, Edisi 9. Jakarta: EGC.
Hartini, S, Suryani, M.E. 2016. Uji Kualitas Serum Simpanan Terhadap Kadar
Kolesterol dalam Darah Di Poltekkes Kemenkes Kaltim. Politeknik Kesehatan
Kemenkes Kalimantan Timur, Kalimantan Timur.

Herperian, Kurniawaty, E., Susantiningsih, T., 2014. Pengaruh Pemberian Ekstrak


Etanol Biji Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) Terhadap Kadar
Trigliserida Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley
yang Diinduksi Aloksan. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Lampung.
Kee. JL. 1997. Pemeriksaan laboratorium dan diagnostik. Penerbit EGC, Jakarta.
Maulidina, F.A. 2014. Pengaruh Vitamin C Terhadap Kadar Trigliserida
LanjutUsia Setelah Pemberian Jus Lidah Buaya (Aloe Barbadensis Miller).
Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

Nugroho, A. 2013. Proses Pemisahan Sari Buah Markisa Kuning (Passifloraflaviar


va) dengan Penerapan Metode Sentrifugasi. Fakultas Teknik Universitas
Diponegoro, Semarang.

21
Nugroho, H.W. 2015. Perbedaan Kadar Kolesterol Serum Berdasarkan Perlakuan
Sampel Darah Yang Dibekukan Dan Langsung Disentrifuge. Fakultas Ilmu
Keperawatan dan Kesehatan Univesitas Muhammadiyah Semarang, Semarang.

Ramadhani, A. 2014. Perbedaan Kadar Trigliserida Sebelum dan Setelah


Pemberian Sari Bengkuang (Pachyrrhizus Erosus) pada Wanita. Fakultas
Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.
Rembang, A.A., Rampengan, J.J.V., Supit, S. 2015. Pengaruh Senam Zumba
Terhadap Kadar Trigliserida Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi,
Manado.
Sulistia G.G. 2005. Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Bagian Farmakologi Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
Wibawa, P. 2009. Gambaran Pemeriksaan Kadar Trigliserida pada Mahasiswa
Semester IV Diploma III Analis Kesehatan Fikkes Univesitas Muhammadiyah
Semarang. Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Univesitas
Muhammadiyah Semarang, Semarang.
Wibowo, T. 2009. Pengaruh Pemberian Seduhan Kelopak Rosela (Hibiscus
Sabdariffa) Terhadap Kadar Trigliserida Darah Tikus Putih (Rattus
Norvegicus). Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
World Health Organization. 2011. Pedoman Teknik Dasar Untuk Laboratorium
Kesehatan. World Health Organization. Jakarta. EGC.

Yulissa, F. 2013. Pengaruh Pemberian Daging Buah Durian (Durio zibethinus


L.)Terhadap Kadar Profil Lipid Darah Sukarelawan Sehat. Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara, Medan.

22
LAMPIRAN

Lampiran 1. Vortex

Lampiran 2. Sentrifuge

Lampiran 3. Spektrofotometer Klinik

23
Lampiran 4. Micropipet 100-1000 μl

Lampiran 5. Micropipet 10-100 μl

Lampiran 6. Vacutainer warna Ungu

24
Lampiran 7. Mikro Tube

25