Anda di halaman 1dari 6

NAMA : R.

YAYANG YULIA LIZA


NIM : 206172931
KELAS : FISIKA 5 B
TUGAS 2 ARTIKEL 1
AWAN

Awan ialah gumpalan uap air yang terapung di atmosfera. Seperti asap berwarna putih atau
kelabu di langit. Awan berwarna putih disebabkan karena Sinar matahari adalah kombinasi dari
berbagai sinar dengan panjang gelombang (warna) yang berbeda-beda.

Butiran air dan es dalam awan membaur secara merata ke berbagai arah seluruh komponen sinar
matahari. Pembauran sinar dengan panjang gelombang yang berbeda secara merata itu
menghasilkan warna putih. Secara global, sistem perawanan memang berperan untuk menyaring,
mengurangi, bahkan mengeliminasi radiasi matahari sama sekali. Tapi, jika matahari tampak
mengintip dari awan, misalnya, pendaran radiasi matahari dari awan itu justru akan membuat
radiasi matahari meningkat dibanding tidak ada awan sama sekali.

Radiasi sinar matahari yang terbaur memang bisa menambah besar atau kecilnya radiasi matahari
yang datang. Tergantung tipe awannya. Lapisan awan yang tipis dan awan yang tersebar akan
memantulkan sinar matahari yang datang serta meningkatkan pembauran radiasi. Sebaliknya,
awan yang tebal akan mengurangi bauran itu.
Miliaran butiran air atau kristal es yang melayang-layang di udara menyusun awan-awan itu.
Berikut ini adalah tipe-tipe dan bagaimana mereka terbentuk.

 Pembentukana awan

Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, terbentuklah
awan. Peluapan ini boleh berlaku dengan dua cara:

1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat
menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu
lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan,
molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
2. Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfera adalah lembap. Udara makin lama
akan menjadi semakin tepu dengan uap air.

Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan
itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah.
Hinggalah sampai satu peringkat titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.

Namun jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan lenyaplah
awan itu. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang
terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan
kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Berat titik-titik air dalam awan boleh mencapai beberapa jutaan, namun biasanya saiz (isipadu)
awan adalah amat besar, jadi ketumpatan awan sebenarnya adalah cukup rendah untuk
membolehkan angin di bawah dan di dalam awan menyokongnya.

A. JENIS-JENIS AWAN

Awan tidak sama jenisnya dan selalu berubah bentuk. Awan bergantung pada ketinggian dan
suhunya. Awan dibedakan menurut bentuk dan tingginya.
Ada 4 kumpulan yang utama, yaitu awan rendah, awan sederhana tinggi, awan tinggi dan awan
yang tinggi keatas.

1. Awan Rendah

–terdiri dari awan Stratokumulus, awan Nimbostratus dan awan Stratus.


– terletak kurang daripada 3000 meter dari muka bumi.

2. a. Stratokumulus

Stratokumulus (Sc) ialah awan berwarna kelabu/putih yang terjadi apabila bahagian puncak awan
kumulus yang terbentuk pada waktu petang menghampar dibawah songsangan suhu. Awan-awan
ini terjadi pada lewat petang dan senja apabila atmosfera mula menjadi stabil. Warna kekuningan
muda adalah disebabkan pantulan sinaran suria pada waktu senja. Stratokumulus juga akan boleh
terjadi tanpa penghamparan awan kumulus.

1. Nimbostratus

Awan Nimbostratus gelap dan mempunyai lapisan-lapisan jelas dan dikenali juga sebagai awan
hujan

1. Stratus

Stratus ialah awan berupa cebisan kain koyak terbentuk dalam udara lembab bergelora pada
paras rendah atmosfera selepas hujan. Warna kekuningan muda latar belakang adalah disebabkan
oleh pantulan sinaran suria waktu senja oleh sirrostratus yang terjadi selepas aktiviti ribut petir
pada waktu petang. Awan Stratus sangat rendah, tebal dan berwarna kelabu.

1. Awan Sederhana Tinggi

–tediri dari awan Altokumulus dan Altostratus.

– letaknya antara 3000 hingga 6000 meter dari muka bumi

2. Altokumulus
Awan Altokumulus berkepul-kepul, tidak rata dan berlapis.Awan itu menandakan keadaan cuaca
yang baik. Tiap-tiap elemen nampak jelas tersisih antara satu sama lain dengan warna keputihan
dan kelabu yang mana membedakannya daripada Sirokumulus.

1. Altostratus

Altostratus(As), awan kekelabuan (bergantung kepada ketebalan) peringkat pertengahan yang


menghasilkan hujan apabila cukup tebal. Awan-awan ini terjadi dalam lapisan atmosfera stabil
dan boleh menjadi tebal apabila cukup kelembapan dan penyejukan. Hujan berterusan pada
waktu senja dan malam selepas aktiviti ribut petir pada lewat petang dan senja adalah disebabkan
perkara ini. Awan-awan di atas terbentuk pada waktu senja dan malam hari terdahulu, mula
menghilang apabila matahari terbit pada awal pagi. Awan Altostratus lebih padat, berwarna
kelabu dan kelihatan seperti air.

1. 3. Awan Tinggi

– terdiri dari awan Sirus, Sirokumulus dan Sirostratus

1. Sirus

Awan Sirus(Ci) ditiupkan angin timuran yang bergelora. Awan ini berwarna putih dengan
pinggiran tidak jelas. Awan Sirus kelihatan seperti kapas tipis dan awan ini menunjukkan cuaca
agak cerah.

1. Sirokumulus

Awan Sirokumulus kelihatan seperti sisik ikan.

1. Sirostratus

Awan Sirostratus ialah awan putih yang tipis

1. Awan yang Tinggi ke Atas: terdiri dari awan Kumulus dan awan
Kumulonimbus.letaknya kira-kira 6000 hingga 9000 meter dari muka bumi.
2. Kumulus
Pandangan jarak dekat awan Kumulus yang sedang berkembang aktif pada lewat pagi dan awal
petang disebabkan pemanasan permukaan tanah dan perolakan. Awan-awan itu kelihatan seperti
‘popcorns’ dengan tepian nyata(clear outline). Warnanya putih pada puncak kerana semua
gelombang sinar suria dipantulkan pada kadar yang sama. Warna gelap itu disebabkan oleh
penembusan terhad sinar suria dan juga kadar serapan yang bertambah terhadap gelombang
selebihnya kerana titisan air besar. Dengan kandungan kelembapan dan penaikan udara
mencukupi, awan-awan ini tumbuh tinggi dan menghasilkan hujan panas. Dalam keadaan
ketidakstabilan udara yang mendalam, ribut petir berlaku pada waktu petang atau lewat petang
Awan Kumulus terbentuk kelompok-kelompok bulat

1. Kumulonimbus

Pemandangan jarak jauh deretan awan Kumulonimbus (Cb) . Awan-awan ini tinggi berwarna
putih / gelap. Tapaknya terletak pada ketinggian kira-kira 1000 kaki manakala puncaknya boleh
mencapai ketinggian melebihi 35000 kaki. Pembentukan deretan awan ini merupakan satu ciri
biasa pada awal pagi Monsun Barat Daya. Kedudukan Sel-sel Cb yang begitu rapat
menyebabkan awan-awan itu kelihatan bersambung. Warna kuning keemasan itu disebabkan
pantulan sinar suria pagi yang sedang terbit di timur. Awan nipis berbentuk topi kelihatan diatas
puncak awan Cb menunjukan kewujudan udara stabil mengalir diatas puncak awan itu (Cb).
Awan-awan Cb ini kerap bergerak masuk ke pedalaman melalui kawasan pantai pada peringkat
akhir Monsun Barat Daya. Apabila ketidakstabilan atmosfera mencapai lebih tinggi, awan-awan
ini membawa hujan lebat dan ribut petir kepada kawasan terlibat.

Awan Kumulonimbus berbentuk kelompok-kelompok besar. Kelompok-kelompok yang


berwarna putih dan hitam ini mempunyai bentuk dan rupa yang beranekaragam. Awan
membawa hujan yang disertai dengan kilat dan petir.

Radiasi Matahari dan Awan

Efek yang diberikan awan terhadap radiasi matahari yang diterima permukaan Bumi sebenarnya
kompleks. Tidak sesederhana bahwa ada awan maka suhu udara akan turun.
Secara global, sistem perawanan memang berperan untuk menyaring, mengurangi, bahkan
mengeliminasi radiasi matahari sama sekali. Tapi, jika matahari tampak mengintip dari awan,
misalnya, pendaran radiasi matahari dari awan itu justru akan membuat radiasi matahari
meningkat dibanding tidak ada awan sama sekali.

Radiasi sinar matahari yang terbaur memang bisa menambah besar atau kecilnya radiasi matahari
yang datang. Tergantung tipe awannya. Lapisan awan yang tipis dan awan yang tersebar akan
memantulkan sinar matahari yang datang serta meningkatkan pembauran radiasi. Sebaliknya,
awan yang tebal akan mengurangi bauran itu.

Miliaran butiran air atau kristal es yang melayang-layang di udara menyusun awan-awan itu.
Berikut ini adalah tipe-tipe dan bagaimana mereka terbentuk.

B. ATMOSFIR UNTUK KOMUNIKASI DAN TRANSPORTASI

Di era teknologi interaksi antar manusia, yang diwujudkan dengan komunikasi dan transportasi,
kian hari kian meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya. Udara atau atmosfir adalah media
lingkungan yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai media untuk komunikasi dan tranportasi
tersebut. Berikut ini merupakan contoh atmosfir dan komponen yang ada di dalamnya yang dapat
dieksploitasi:
1. Gunung Fuji 3.776 m
2. Gunung Mount Everest 8.848 m
3. Pesawat terbang militer dan komersial Sampai 5.000 m Pertahanan dan transportasi
4. Awan Kumulonimbus 15 km Menyebabkan petir dan hujan
5. Awan warna-warni 25 km
6. Radio sonde 25 km Stasion cuaca miniatur
7. Troposfer 8-17 km
8. Ozon 25-30 km
9. Stratosfer 8-48 km
10. Awan pijar malam 75 km
11. Lapisan D 80-85 km Memantulkan gelombang radio
12. Lapisan E 100-110 km Memantulkan gelombang radio
13. Bintang jatuh dan meteor 60-140 km
14. Awan aurora 115-150 km
15. Roket cuaca 60-180 km Pemantauan dan penelitian cuaca
16. Satelit cuaca/komunikasi 700-1500 km Pemantauan dan penelitian cuaca, dan komunikasi :
radio.tv, telepon, dan internet