Anda di halaman 1dari 4

Ciri-ciri penelitian etnografi

Lah data yang dilakukan secara holisti, bukan parsial. Ciri-ciri lain yang
dinyatakan oleh Hutomo adalah :
a. Sumber data bersifat ilmiah, artinya peneliti harus memahami gejala
empirik (kenyataan) dalam kehidupan sehari-hari
b. Peneliti sendiri merupakan instrumen yang paling penting dalam
pengumpulan data
c. Bersifat deskripsi artinya mencatat secara teliti fenomena budaya yang
dilihat, dibaca, lewat apapun termasuk dokumen resmi, kemudian
mengkombinasikan , mengabstraksikan dan menarik kesimpulan
d. Digunakan untuk memahami bentuk-bentuk tertentu atau studi kasus
e. Analisis bersifat induktif
f. Di lapangan, peneliti harus berperilaku seperti masyarakat yang ditelitinya
g. Data dan informan harus berasal dari tangan pertama
h. Kebenaran data harus dicek dengan data lain (data lisan dicek dengan data
tulis)
i. Orang yang dijadikan subjek penelitian disebut partisipan, konsultan, serta
teman sejawat
j. Titik berat perhatian harus pada pandangan emik, artinya peneliti harus
menaruh perhatian pada masalah penting yang diteliti dari orang yang
diteliti, dan bukan dari etnik
k. Dalam pengumpulan data menggunakan purposive sampling dan bukan
probabilitas statistic
l. Dapat menggunakan data kualitatif maupun kuantitatif
Dari ciri-ciri tersebut dapat dipahami bahwa penelitian etnografi merupakan
model penelitian budaya yang khas. Karena pada dasarnya perhatian utama dari
penelitian etnografi adalah tentang way of life suatu masyarakat. Etnografi
memandang budaya bukan produk melainkan proses.yang lebih penting lagi jika
hendak mengambil sample, sebaiknya dilakukan secara pragmatik dan bukan
secara acak. Peneliti perlu tahu konteks masyarakat yang diteliti tanpa membawa
prakonsep atau praduga atau teori yang dimilikinya. Peneliti etnografi uga perlu
mempertimbangkan aspek-aspek lain yang mungkin belum terkover dalam unsur-
unsur budaya tersebut dan peneliti juga perlu menggunakan skala prioritas.
Berikut ini merupakan ciri-ciri menurut Gay.Mills and Airasian:
1. Berlatar alami bukan berlatar di laboratorium
2. Peneliti meneliti tema-tema budaya tentang peran dan kehidupan sehari-
hari seseorang
3. Interaksi yang dekat dengan tatap muka dengan partisipan
4. Mengambil data utama dari pengalaman di lapangan
5. Menggunakan berbagai metode pengumpulan data seperti wawancara,
pengamatan, dokumen, artefak, dan material visual
6. Peneliti menggunakan deskripsi dan detail tingkat tinggi
7. Peneliti menyajikan ceritanya secara informal seperti seorang pendongeng,
8. Menekankan untuk mengeksplorasi fenomena sosial bukan untuk menguji
hipotesis
9. Format keseluruhannya adalah deskriptif, analisis, dan interperetasi

Ciri – ciri penelitian menurut Nur Syam :


1. Deskripsi etnografi sepenuhnya disusun sesuai dengan pandangan,
pengalaman warga pribumi (emic view)
2. Memanfaatkan metode wwancara mendalam dan observasi terlibat
3. Peneliti tinggal dilapangan untuk belajar tentang budaya yang dikajinya
4. Analisis deskripsinya bercorak menyeluruh (holistik) yaitu
menghubungkan antara suatu fenomena budaya dengan fenomena budaya
lainnya atau menghubungkan antara suatu konsep dengan konsep lainnya.

Prinsip-prinsip penelitian Etnografi :


Dalam penelitian etnografi ada beberapa prinsip yang harus diperatikan. Prinsip-
prinsip yang harus diperatikan tersebut meliputi :
1. Mempertimbangkan tentang informan, artinya peneliti harus secara
selektif dalam memilih informan yang akan diwawancarai dan diteliti,
peneliti harus melindungi informan, dan akibat-akibat yang ditimbulkan
bila memilih mereka
2. Menegrti informan, mengerti disini memiliki arti bahwa peneliti harus
memperhatikan hak-hak asasi, kepentingan dan sesivitas. Seorang peneliti
memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka terhadap konsekuensi
yang akan muncul
3. Menyampaikan tujuan penelitian. Peneliti harus menyampaikan kepada
informan sehingga mereka dapat membantu penelitian yang ada
4. Melindungi privasi informan, setiap kerahasiaan informan harus
dilindungi, bila mereka tidak mau disebutkan identitas maka kitapun harus
merahasiakan identitas mereka. Serta peneliti harus memperhatikan
keberatan-keberatan informan
5. Jangan mengeksploitasi informan, peneliti tidak boleh hanya
memanfaatkan informan untuk mencapai tujuan penelitian, tetapi setelah
Penelitian selesai harus memberikan balas jasa kepadanya karena telah
menjadi informan
6. Memberikan laporan keada informan, setelah penelitian selesai etnografer
harus memperhatikan (melaporkan kepada informan).
Dengan melihat prinsip-prinsip penelitian etnografi seorang peneliti terlibat
langsung dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengamatan dan
pengambilan data di lapangan. Penjelasan yang lebih rinci cenderung kepada
konsep yang melekat pada etnografi melalui pendekatan kerangkanya, di mana
padangan tersebut menitikberatkan pada elemen-elemen kebudayaan yang
didasarkan pada tingkatan levelnya sebagai tat urut yang telah disepakati
secara sosial dalam kelompok masyarakat tersebut. Adapun karakteristikg
menurut (Kamarusdiana, 2019):
1. Menggali atau meneliti fenomena sosial
2. Data tidak terstruktur
3. Kasus atau sample sedikit
4. Dilakukan analisis data dan interpretasi data tentang arti tindakan manusia
Salah satu pendekatan penelitian kualitatif yang bayak dipilih peneliti
dewasa ini adalah etnografi. Salah satu alasannya adalah karena penelitian
etnografi dipahami sebagai sesuatu yang secara given dimiliki peneliti. Selain
itu yang tak kalah penting tujuan selanjutnya dari kajian etnografi adalah
dapat berkontribusi dalam menyelesaikan problem – problem praktis yang
dihadapi dari subjek masyarakat yang sedang diteliti tersebut.
Berikut ini aktifitas etnografi yang memiliki beberapa elemen senral :
1. Refleksifitas adalah keadaan diaman peneliti dapat menjadikan dirinya
sebagai alat untuk memperjelas data pada proses pengumpulan data dalam
melihat respon subjek melalui kehadiran peneliti dan respon peneliti pada
konteks
2. Observasi artisipan, merupakan bagian utama dari metodologi. Ini adalah
proses dimana sebagai peneliti, fokusnya adalah dirinya sendiri secara
ikeseluruhan dalam situasi sosial.
3. Analisis cultural, merupakan titik masuk dari etnografi dari elemen akhir
dari observasi partisipan.
Menurut mohammad shodiq dan hartini salama (Siddiq & salama,
2019)ciri khas metoe penelitian etnografi adalah sifatnya yang menyelurh dan
terpadu (holistic-integratif), deskripsi yang kaya (thick description) dan analisa
kualitatif dalam rangka mendapatkan cara pandang pemilik kebudayaan (native’s
point of view).
DAFTAR PUSTAKA
Creswell, John W. (2008). Educational Research: Planning, Conducting, and
Evaluating Quantitative and Oulitative Research. New Jersey: Prentice
Hall.
Kamarusdiana. (2019). studi Etnografi dalam Kerangka Masyarakat dan Budaya.
SALAM: jurnal sosial dan budaya syar'i, 113-128 vol 6 no 2.

Setyowati. (2006). Etnografi sebagai Metode Pilihan dalam Penelitian Kualitatif


di Keperawatan. Jurnal Keperawatan indonesia, 35-40 vol 10 no 1.

Siddiq, M., & salama, H. (2019). Etnografi Sebagai teori dan Metode.
KOORDINAT, 23-48, vol 18 no 1.

Spradley, J. (1998). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart, and


Winston.
Subadi, T. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta. Muhammadiyah
University Press
Tohiri. (2012). METODE PENELITIAN KUALITATIF DALAM PENDIDIKAN
DAN BIMBINGAN KONSELING. Jakarta: PT RAJA GRAFINDO
PERSADA
Windiani, & R, F. N. (2016). Menggunakan Metode Etnografi dalam Penelitian
sosial. DIMENSI; Jurnal sosiologi, 87-92, vol 9 no 2.

Yusuf, Musri. (2015). METODE PENELITIAN: KUANTITATIF, KUALITATIF,


DAN PENELITIAN GABUNGAN. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP
Darmawan, K. Z. (2008). Penelitian etnografi komunikasi: tipe dan
metode. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 181-188.