Anda di halaman 1dari 28

MODUL Oleh:

MATEMATIKA
Untuk SMK/ MAK
Kelas X SEMESTER GASAL

Oleh :
Fitri Amalia
KATA PENGANTAR

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa . Atas berkah, rahmat, dan karunia Nya
penyusunan Bahan Ajar Matematika Operasi Hitung Matriks untuk Kelas X semester 1 SMK
ini dapat terselesaikan. Sholawat serta salam semoga terlimpahkan keharubaan baginda Nabi
Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya, sampai kepada kita umatnya. Amin
Bahan ajar ini disusun sebagai salah satu sumber belajar dalam pelaksanaan mengajar
matematika materi logika matematika . Dalam bahan ajar ini , penyajian materi menggunakan
model Cooperative Learning guna mengembangkan kemampuan peserta didik terhadap
Operasi Hitung Matriks.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon kepada siapa saja yang membaca dan
menggunakan bahan ajar ini agar sudi kiranya memperbaiki kesalahan yang ditemukan.
Akhirnya , kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan
kontribusinya terhadap penyusunan bahan ajar ini . Semoga segala amal kebaikan yang telah
diberikan mendapat balasan yang sesuai dari Nya. Amin.

Tegal, September 2019

Penyusun

II
DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................................................................................. i
Kata Pengantar .................................................................................................................................. ii
Daftar Isi ........................................................................................................................................... iii
Pendahuluan ..................................................................................................................................... iv
Kegiatan Belajar 1............................................................................................................................. 1
Latihan Kegiatan Belajar 1 ............................................................................................................... 6
Kegiatan Belajar 2............................................................................................................................. 7
Latihan Kegiatan Belajar 2 ............................................................................................................... 9
Kegiatan Belajar 3............................................................................................................................. 10
Latihan Kegiatan Belajar 3 ............................................................................................................... 12
Uji Kompetensi ................................................................................................................................ 13
Rangkuman ....................................................................................................................................... 22
Daftar Pustaka ................................................................................................................................... 23

III
PENDAHULUAN

A. Petunjuk Penggunaan Modul


Petunjuk Bagi Siswa
Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, maka langkah-langkah yang perlu
dilaksanakan dalam modul ini antara lain:
1. Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada materi
yang belum jelas, siswa dapat bertanya pada guru.
2. Kerjakan setiap latihan soal yang terhadap dalam setiap kegiatan belajar.
3. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar
sebelumnya atau bertanyalah kepada guru.
4. Jika telah menguasai seluruh materi dalam setiap kegiatan belajar, maka kerjakan
latihan akhir dalam modul ini

Petunjuk Bagi Guru


Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk:
1. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar
2. Membimbing siswa dalam memahami konsep, analisa, dan menjawab pertanyaan
siswa mengenai proses belajar.
3. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok.

B. Deskripsi Isi Modul


Bahan ajar ini dirancang dengan susunan sebagai berikut
1. Macam – macam Matriks
2. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Matriks
3. Operasi Perkalian pada Matriks

IV
C. Materi Prasyarat
Prasyarat untuk memudahkan dalam mempelajari bahan ajar Operasi Hitung
Matriks ini, maka anda harus menguasai bahan ajar bilangan dan sistem
persamaan linear

C. Kompetensi Dasar Dan Tujuan Pembelajaran

KOMPETENSI DASAR
3.15.Menerapkan operasi matriks dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
matriks
4.15 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan matriks

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan kegiatan observasi, diskusi, tanya jawab, dan penugasan diharapkan
peserta didik dapat:
1. Mendefinisikan konsep matriks dengan tepat dan benar
2. Menganalisis konsep kesamaan matriks dengan tepat dan benar
3. Menentukan operasi penjumlahan pada matriks dengan tepat dan benar
4. Menentukan operasi pengurangan pada matriks dengan tepat dan benar
5. Menentukan operasi perkalian skalar dengan matriks dengan tepat dan benar
6. Menentukan operasi perkalian dua vektor dengan tepat dan benar
7. Menyajikan model matematika dari suatu masalah nyata yang berkaitan dengan
matriks dan menyatakan konsep dan kesamaan matriks dengan tepat dan benar
8. Menyatakan operasi – opersi matriks dengan tepat dan benar

V
MATRIKS

Kegiatan Belajar 1 : Macam-macam Matriks

A. Pengertian Matriks
Dalam kehidupan sehari-hari, matematika, maupun dalam mata pelajaran lain,
keterangan- keterangan sering kali disajikan dalam bentuk matriks.
Contoh
Berikut merupakan contoh keadaan absensi kelas X pada tanggal 16 Agustus 2019
“SMK Unggul” di Jakarta.
Keadaan Absensi Siswa SMK Unggul 16 Agustus 2019
Kelas Sakit Izin Alpha
X AK 1 1 0 2
X AK 2 0 0 1
X AP 1 0 2 0
X AP 2 0 1 3
Jumlah 1 3 6
Apabila pembatas tersebut dihilangkan, maka akan di dapatkan susunan elemen – elemen
sebagai berikut.

( )
Susunan elemen-elemen tersebut biasa disebut dengan matriks.
1. Pengertian dan Notasi Matriks
Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang diatur dalam baris dan kolom
berebentuk persegi panjang. Susunan bilangan-bilangan itu dibatasi oleh kurva biasa
“( )” atau kurung siku “[ ]”
Contoh :
 6 8 10 
A =  
3 4 5 
Suatu matriks biasanya dinotasikan dengan huruf besar dan ditulis secara umum
sebagai berikut:

1
 a11 a12 . . . a1n   baris.ke  1
 
 a 21 a 22 . . . a 2 n   baris.ke  2
 . . . 
Amxn  
 . . . 
 . . . 

a a mn   baris.ke  m
 m1 am2 . . .

kolom ke-n
kolom ke-2
kolom ke-1

Amxn artinya matriks A mempunyai baris sebanyak m dan mempunyai kolom


sebanyak n. Setiap bilangan yang terdapat pada baris dan kolom dinamakan anggota
atau elemen matriks dan diberi nama sesuai dengan nama baris dan nama kolom serta
dinotasikan dengan huruf kecil sesuai dengan nama matriknya.
a11 = elemen baris pertama kolom pertama.
a12 = elemen baris pertama kolom kedua.
a1n = elemen baris pertama kolom ke-n.
a21 = elemen baris kedua kolom pertama.
a22 = elemen baris kedua kolom kedua.
a2n = elemen baris kedua kolom ke-n.
am1 = elemen baris ke-m kolom pertama.
am2 = elemen baris ke-m kolom kedua.
amn = elemen baris ke-m kolom ke-n.

Contoh:
4 3 8 
 
A = 2 5 9 
 7 6 10 
 
6 = elemen baris ketiga kolom kedua.
5 = elemen baris kedua kolom kedua.
9 = elemen baris kedua kolom ketiga.
10 = elemen baris ketiga kolom ketiga.
dan seterusnya.

2
2. Ordo Matriks
Ordo suatu matriks adalah banyakna elemen-elemen suatu matriks atau perkalian
antara baris dan kolom.
Contoh:
5 2 
A =   ; A berordo 2x2 atau A2x2.
 4 1 
3 2 5
B =   ; B berordo 2x3 atau B2x3.
3 1 0
1
 
C =  2  ; C berordo 3x1 atau C3x1.
5
 
D = ( 6 7 8 ) ; D berordo 1x3 atau D1x3.

B. Macam-Macam Matriks
1. Matriks nol.
Matriks nol adalah matriks yang semua elemennya nol, dilambangkan dengan “O”.
Contoh:
0 0 0 0 0
O2x2 =   O2x3 =  
0 0 0 0 0
2. Matriks bujur sangkar (persegi).
Matriks bujur sangkar (persegi) adalah matriks yang jumlah baris dan kolomnya sama.
Contoh:
 1 2 3
 4 2  
A =   B =  4 5 6
1 3 7 9 8
 
3. Matriks baris.
Matriks baris adalah matriks yang hanya terdiri atas satu baris.
Contoh:
A=(2 5) B=(1 2 3 5)

3
4. Matriks kolom.
Matriks kolom adalah matriks yang hanya terdiri atas satu kolom.
Contoh:
1
 2  
 4   5
A =   C =  4 D=  
 2 6 6
 
  7
 
5. Matriks diagonal.
Matriks diagonal adalah matriks persegi yang semua elemennya nol, kecuali pada
diagonal utamanya ada yang tidak nol.
Contoh:
 2 0 0
 2 0  
A =   B =  0 2 0
0 1 0 0 1
 
6. Matriks identitas.
Matriks identitas adalah matriks diagonal yang semua elemen pada diagonal utamanya
bernilai satu, dilambangkan dengan “I” .
Contoh:
1 0 0
1 0  
I2 =   I3 =  0 1 0 
0 1 0 0 1
 
C. Kesamaan Matriks
Dua buah matriks dikatakan sama jika kedua matriks itu berordo sama dan elemen-
elemen yang seletak besarnya sama.
Contoh:
3 2  3 2 
Jika A =   dan B =   maka dikatakan A = B.
 5 1   5 1 
 2 3 5  2 3 5
Jika M =   dan N =   maka dikatakan M = N.
 7 1 8  7 1 8

4
D. Transpos Matriks
Jika pada matriks A setiap baris ditempatkan pada setiap kolom maka matriks itu
merupakan matriks transpos. Jika diketahui matriks A berordo mxn maka matriks
transpos dari A dilambangkan dengan At yang berordo nxm.
Contoh:
4 1 3 
 4 5 6 5  
  5 3 2 
A =  1 3 2 0  maka matriks transposnya At = 6
 3 2  3 1 2  3
   
5 0 1 

5
LATIHAN 1
1. Tentukan ordo dari matriks-matriks berikut:
2 1
 
a. A =  5 7 
9 0
 
 1 2 6 0
b. B =  
 4 5 1 2
2. Diketahui matriks berikut:
 3 1 2  1 1 2  2
   
A =  1 2 4  dan B = 1 1 1 1 
2 4 9 1 1 1 1 
   
a. Tentukan nilai a11, a23, a32 dan a31.
b. Tentukan nilai dari b11 + b12 + b13 + b14.
3. Tentukan nilai dari x dan y dari persamaan berikut :
 2x  y   8 
a.     
  x  2 y    1
 3x 2  x8 2 
b.     
 4  5y   4 30 

 x  y 7 5 7 
c.     
 4 9   4 3x  y 
4. Tentukan transpos dari matriks-matriks berikut :
 2 4  1
a. A =  
1 2 0 
4 6 
 
b. B =  1  2 
0 3 
 

 3 1 2
 
c. C =  1 2 4 
2 4 9
 

6
Kegiatan Belajar 2 : Operasi Penjumlahan dan Pengurangan pada Matriks

A. Penjumlahan Matriks
Dua matriks A dan matriks B dapat dijumlahkan jika ordo matriks A sama dengan ordo
matriks B. Menjumlahkan matriks A dengan matriks B dilakukan dengan cara
menjumlahkan elemen-elemen matriks A dengan elemen-elemen matriks B yang
bersesuaian letaknya. Apabila matriks A dan matriks B ordonya berlaianan maka
penjumlahan matriks itu tidak didefinisikan.

Contoh:
1 2 5 7
Diketahui matriks A =   dan B =  
3 4 6 1
a. Tentukan A + B
b. Tentukan B + A

Jawab:
1 2  5 7  1  5 2  7  6 9
a. A + B =   +   =   =  
3 4  6 1  3  6 4  1  9 5
 5 7  1 2  5  1 7  2  6 9
b. B + A =   +   =   =  
 6 1  3 4  6  3 1  4   9 5

Dari contoh di atas, ternyata A + B = B + A. Jadi pada matriks berlaku sifat komutatif
penjumlahan. Juga dapat kita buktikan bahwa pada matriks berlaku sifat assosiatif
penjumlahan yaitu (A+B)+C = A+(B+C).

B. Pengurangan Matriks
Jika A dan B dua matriks yang ordonya sama maka matriks hasil pengurangan A dan B
sama artinya dengan menjumlahkan matriks A dengan matriks negatif (lawan) B, atau
ditulis sebagai berikut:
A – B = A + (-B).

7
Contoh:
4 7 2 1 
1) Jika P =   dan Q =   , maka tentukan P – Q !
 3 2  3  2
Jawab:
 4 7   2 1   4 7    2  1  2 6 
P – Q =   -   =   +   =  
 3 2  3  2  3 2   3 2   0 4

2) Jika X matriks ordo 2x2, tentukan matriks X jika diketahui persamaan :


 5  3   1 4 
X +   =  
 2 4   3  2
Jawab:
 5  3   1 4 
X +   =  
 2 4   3  2
  1 4   5  3   1 4    5 3    6 7 
X =   -   =   +   =  
 3  2  2 4   3  2   2  4  1  6
 6 7 
Jadi matriks X =  
 1  6

8
LATIHAN 2
1. Sederhanakanlah !
 10   3
a.     
  2  5 
 2 1  3  4 
b.   
 1 5 10  5
5
c.     1 3
  2
5  1 3    3 4  1 
d.   
4 2  8  3  5  7
 5 4  7  3   1 2
e.    
 2  1 0 4   3 5

2  3  1 4 
2. Tentukan x jika    x   2  3
4 5   
 4  1  7 2
3. Tentukan x jika  x    
 3  5  6 3
4. Tentukan a, b, c dan d dari :

a b  8  4 0 3 
a.    
 c d  1 5  1  1
a  b a   4  2  4 0
b. 
   3 5   1 5
 c c d     
.
5. Tentukan nilai x + y + z dari :
 5  x   7
     
a.  1  +  y  =  8 
 6  z   3
     
 3 6  x y  6 4
b.   +  = 
 4 1 7 z   8 4 

9
Kegiatan Belajar 3 : Operasi Perkalian pada Matriks

C. Perkalian Matriks
1. Perkalian Skalar Dengan Matriks
Jika k adalah sebuah bilangan real dan A adalah sebuah matriks, maka kA adalah
matriks yang diperoleh dengan cara mengalikan k (bilangan skalar) dengan setiap
elemen matriks A.
Contoh:
 4 6 1 2
Jika A =   dan B =   , tentukan :
  5 9 3 4
a. 3A c. 3A + 4B
1 1
b. 4B d. 2 A+ 2 B
Jawab:
 4 6   12 18 
a. 3A = 3   =  
  5 9    15 27 
1 2  4 8 
b. 4B = 4   =  
 3 4   12 16 
 12 18   4 8   16 26 
c. 3A + 4B =   +   =  
  15 27  12 16    3 43 
 4 6 1 2  2 3   12 1   52 4 
d. 1
A+ 1
B= 1
  + 1
  =  5 9
 +  3  = 
2 2 2
  5 9
2
3 4   2 2 2 2    1 132 

2. Perkalian Matriks Dengan Matriks


Dua buah matriks A dan B dapat dikalikan jika jumlah kolom matriks A sama dengan
jumlah baris matriks B. Hasil perkaliannya adalah matriks baru yang ordonya adalah
jumlah baris matriks A kali jumlah kolom matriks B. Secara umum ditulis :
Amxp x Bpxn = Cmxn
Cara mengalikan kedua matriks tersebut adalah dengan jalan mengalikan setiap baris
pada matriks A dengan setiap kolom pada matriks B, kemudian dijumlahkan.
Contoh:
 4 3  3
1) Jika A =   dan B =   , tentukan A x B !
 2 1  2

10
Jawab:
 4 3   3   4.3  3.2  18 
A x B =     =   =  
 2 1   2   2.3  1.2   8 
 2 5  3 1
2) Jika A =   dan B =   , tentukan A x B !
 4 1   2 6
Jawab:
 2 5  3 1  2.3  5.(2) 2.1  5.6   6  10 2  30 
A x B =     =   =   =
 4 1   2 6  4.3  1.(2) 4.1  1.6  12  2 4  6 
  4 32 
 
 10 10 
6
 3 2 1  
3) Jika C =   dan D =  2  , tentukan C x D !
 4 5 6 1
 
Jawab:
6
 3 2 1     3.6  2.2  1.1   23 
C x D =    2  =   =  
 4 5 6   1   4.6  5.2  6.1  40 
 

 4 6  4
   
4) Jika M =  2 3  dan N =  3  , tentuakn M x N !
5 1 5
   
Jawab:
M x N tidak dapat dikalikan karena tidak memenuhi definisi Amxp x Bpxn = Cmxn

11
LATIHAN 3
1. Diketahui matriks-matriks:
 1 2 4 8 1 0
   5  2  
A =  6 4 3 , B =   , C =  1 1 3
 0 5 4  0 1   2  4 1
   
Tentukan:
a. AB c. AC e. 2A + C
b. BA d. CA f. 3(A – C)
 1  4  2 7
       
2. Jika  2  + 3  0  + k  1  =  0  , tentukan nilai k !
  2  3  3 1
       
3. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut :
 4 x  2   6 8   3 1   0 3
  +   = 2    
3 2    11  6    2 4   1 1
5. Tentukan nilai x dan y dari persamaan berikut :
 2 3  x  1
    =  
 1 2  y   0

12
UJI KOMPETENSI

I. Pilihlah satu jawaban a, b, c, d atau e yang dianggap benar


a 2 3  6 2 3 
   
1. Diketahui K =  5 4 b  dan L =  5 4 21 jika K =L maka c adalah . . .
 8 3c 11  8 4b 11 
   
A. 16
B. 15
C. 14
D. 13
E. 12
 4 2  4 2 
2. Diketahui      maka . . .
 5 p  q 5   2 q  3
A. p = 1 dan q = -2
B. p = 1 dan q = 2
C. p = -1 dan q = 2
D. p = 1 dan q = 8
E. p = 5 dan q = 2

1 2  2 3  5 2
3. Jika A =   B =   C =   makabentuk yang paling sederhana dari
3 4  0 1  1 0 
(A+C) – (A+B) adalah . . . .
5 4
A.  
5 4
4 7
B.  
 2 5 
 4 0 
C.  
  4  4
 3  1
D.  
  1  1
 7  1
E.  
 1  1

13
1 2
 1 2 3  
4 . Hasil kali    3 4  adalah . . . .
 4 5 6 5 6
 

 22 28 
A.  
 49 64 
 22 49 
B.  
 28 64 
1 4 6 
C.  
 4 15 30 
 2 8 16 
D.  
 4 15 30 
1 2
 
E.  3 4 
5 6
 

  1  3  2  2 
       
5 . 2  12  + 3 0 + k  1  =   3  maka k adalah . . . .
 1   3  3   2
 2       
A. -4
B. -2
C. 2
D. 3
E. 4

 4 1   1 1   1 15 
6 . Jika     =   maka nilai b adalah . . . .
 3 a   2a  b 7   7 20 
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

14
 1 1  1 1 
7 . Jika diketahui matriks A =   dan B =   maka (A + B)2 sama dengan . . .
 2  2  4  2
 4 0
A.  
6 9
  4 0
B.  
 6 9 
 4 0
C.  
  12 16 
4 0 
D.  
 6  9
 4 0 
E.  
  6  9

a 4  2c  3b 2a  1
8. Diketahui matriks A =   dan B =   jika A = 2Bt maka nilai c =
 2b 3c   a b  7 
….
A. 2
B. 3
C. 5
D. 8
E. 10

6 7  2 3
9. Jika P .   =   maka P adalah . . . .
8 9  4 5
 3 2
A.  
2 1 
  3 2
B.  
 2 1 
1 2 
C.  
 2 3
 2 3
D.  
1 2 

15
 3  2
E.  
2  1 
2
1 2 1 2
10. Hasil dari      =…
3 4 3 4
0 2 
A.  
 6 12 
0 6 
B.  
 2 12 
6 8
C.  
12 16 
6 8
D.  
12 18 
0 8
E.  
16 12 

a 2 3  6 2 3 
   
11. Jika  5 4 b    5 4 2a  ,maka nilai c adalah…
 8 3c 11  8 4b 11 
   
A. 16
B. 15
C. 14
D. 13
E. 12
 0 2 1 2
12. Matriks A yang memenuhi persamaan   A    adalah…
 2 0 3 4
3 
 2
A.  2 
 1 1 
2 
 4 3
B.  
 2 1
 0 1
C.  2 
 0
3 

16
 2 4
D.  
3 1
 1
2 
E.  2
 1 1 
2 
 2  3   x  12 
13. Diketahui bentuk operasi matriks sebagai berikut     =   maka nilai 2x+y =
 5 4   y  7 
A. 8
B. 6
C. 4
D. -4
E. -6
 3 0  x  1  0 1 
14. Diketahui matriks A =   , B=   dan C =  ,
 2 5  y 1  15 5 
At adalah transpos dari A . Jika At . B = C. maka nilai 2x + y =…
A. – 4
B. – 1
C. 1
D. 5
E. 7

5  2 2 1  1 0
15. Jika P =   , Q  , dan P.Q =   , maka x – y = ...
9  4 x x  y 0 1
23
A.
2

21
B.
2

19
C.
2

17
D.
2

15
E.
2

17
16. Jika p , q , r , dan s memenuhi persamaan

p q  2 s r   1  1
 2r  
s  q 2 p   1 1 
maka p + q + r + s =...

A. – 7
B. – 3
C. – 2
D. 0
E. 1
2 p 2  3q   p  7 q  2  5 6 
17. Diketahui A = 4  1  4 ; B=  5 5 r
 ; C =  1 4 2

     
r q 2   5 4 7   3 1 5

Jika A + B = C , maka nilai p , q , dan r berturut turut...


A. – 2 , – 3 dan 2
B. 2 , – 3 dan – 2
C. 2 , – 4 dan 2
D. 2 , – 3 dan 2
E. – 2 , – 4 dan 2

18. Nilai c yang memenuhi persamaan


2 1 3 f 5  3 
c  f      adalah...
 5  10 5 9 10 

A. – 4
B. – 3
C. – 2
D. 0
E. 3

18
19. Diketahui persamaan matriks :
 2 a   4 13   c 22 5
2      
 1 4   b 11   3 43 d

Nilai a + b + c + d = ...
A. 13
B. 15
C. 17
D. 19
E. 21

20. Nilai a yang memenuhi


 a b   1 2  2 1   0 0 
 c d   2 1   4 3    1 2
      
adalah…
A. – 2
B. – 1
C. 0
D. 1
E. 2

II. Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan tepat !

1  1 2 4 5
1. Diketahui P  0 3 2 5 3
1 0  1 3 5

Tentukan :
a. elemen-elemen baris ke-2
b. elemen-elemen kolom ke-2
c. elemen-elemen kolom ke-4
d. elemen baris ke-1 kolom ke-3
e. elemen baris ke-3 kolom ke-5
f. ordo P

19
2. Tentukan transposenya dari :

 1 2 3
a. A   
 4 5 0
 4 2 1
b. B   5 0 3
 1 2 5

 4a 4   c  6b 2a 
3. Tentukan c jika A    , B  dan A  B
T

 2b 3c   4 a  2 2b  14 

4. Tentukan a, b, c dan d dari :


a b  8  4 0 3 
a.    
 c d  1 5  1  1
a  b a   4  2  4 0
b.   
 c c  d  3 5  1 5

2  5   1 4
5. Jika A    dan B    , maka tentukan :
3 1   2 0
a. 2A + 2B
b. 3A – 2B
1
c. ( A  B)
2
d. –4(A – B)

6. Tentukan matriks X jika:


 4  6
a. 2X   
10 8 
3  2 7 6
b. 2X    
5 4  3 0
 5 1 1  3
c. 2X    
10 0 2 4 

20
7. Tentukan a, b, c dan d dari :
 a 2    1 b  5 7 
a. 2   3  
1 d   c  3 4  5

a  1 c  1  4b 8d  2 b  2 c 
b. 4      3 
 b 3a  2 2c  4 6    4 6

a 4 2c  3b 2a  1
8. Diketahui A    dan B  
b  7 
.
2b 3c   a
Jika A  2 BT , maka tentukan nilai c!

21
RANGKUMAN

1. Matriks adalah suatu susunan elemen-elemen atau entri-entri yang berbentuk


persegipanjang yang diatur dalam baris dan kolom.
2. Suatu matriks A yang memiliki m baris dan n kolom berarti matriks A berordo m x n
3. Transpose matriks A dengan ordo m x n ditulis AT dan mempunyai ordo n x m.
Elemen-elemen baris matriks AT diperoleh dari elemen-elemen kolom matriks A dan
sebaliknya.
4. Dua matriks dikatakan sama, apabila mempunyai ordo sama dan elemen-elemen yang
seletak (bersesuaian) dari kedua matriks tersebut sama.Dua Matriks A dan B dapat
dijumlahkan atau digunakan operasi pengurangan bila ordo (baris x kolom) kedua matriks
tersebut sama. Hasil jumlah (selisih) didapat dengan cara menjumlahkan (mengurangkan)
elemen-elemen yang seletak dari kedua matriks tersebut
5. Misalkan k sebuah skalar dan A sebuah matriks, maka kA adalah sebuah matriks yang
didapat dengan cara mengalikan setiap elemen (entri) matriks A denga skalar k.
6. Dua buah matriks dapat dikalikan jika banyaknya kolom pada matriks pertama sama
dengan banyaknya baris pada matriks kedua.
7. Dua matriks A dengan ordo m x n dan matriks B dengan ordo n x p, hasil kali antara A
dan B adalah sebuah matriks C = A ⋅B yang berordo m x p, didapat dengan cara
mengalikan setiap elemen baris matriks A dengan elemen kolom matriks B.

22
DAFTAR PUSTAKA

1. Tim Viva Pakarindo. 2018. Belajar Praktis Matematika SMK/MAK.Klaten: CV Viva


Pakarindo
2. Kemendikbud.2013.Buku Guru Matematika. Jakarta: Kemdikbud
3. Kemdiikbud.2013. Buku Siswa Matematika. Jakarta : Kemdikbud
4. Suwah Sembiring. 2015. Excellent Matematika. Jakarta: Yrama Widya
5. Kasminah. Asmaatul Kusna.2015. Seri Pendalaman Materi Matematika
SMK/MAK.Jakarta: Erlangga

23