Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Kelautan Tropis November 2017 Vol.

20(2):112–116 ISSN 0853-7291

Kandungan Pigmen Fikobiliprotein dan Biomassa Mikroalga


Chlorella vulgaris pada media dengan Salinitas Berbeda
Ali Djunaedi*, Sunaryo, Chrisna Adi Suryono dan Adi Santosa

Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH. Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275
Email : alidjunaedi@ymail.com

Abstract

Phyobilliprotein (phycocyanin and allophycocyanin) pigments content and biomass of


Chlorella vulgarisare affected by salinity related to osmotic pressure and density of media. This
study was to determine the effect of salinity on phycobiliproteins pigment contents and
biomass of microalgae Chlorella vulgaris. The cultivation used microalgae derived from Balai
Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Research method was the
Laboratory study with a Completely Randomized Design (CRD). Consisting of one treatment
with five stages of salinity treatments: 20, 25, 30, 35, and 40 ppt and using three times of
repetition. Analysis of pigments used UV-Vis spectrophotometric extracted with acetone as the
solvent. Harvesting time was when it reached at the stationair phase using flocculation
method. The results showed that salinity had the significant effect (p <0.05) on Phycobilliprotein
pigment and biomass. The treatments of 35 ppt showed that the highest content of
phycocyanin and allophycocyanin pigments 1,4426 mg/gram and 1,254 mg/gram and
biomass were 0,648 g/L respectively.

Keywords: Chlorella vulgaris, salinity, Phycobilliprotein pigment, biomass.

Abstrak

Kandungan pigmen fikobiliprotein (fikosianin dan allofikosianin)dan biomasa Chlorella


vulgaris dipengaruhi oleh salinitas yang berkaitan dengan tekanan osmotik dan densitas
media. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap
kandungan pigmen fikobiliproteindan laju pertumbuhan Chlorella vulgaris. Biota uji diperoleh
dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Metode penelitian
adalah eksperimen laboratoris dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5
taraf perlakuan salinitas, yaitu: 20, 25, 30, 35, dan 40 ppt dengan pengulangan sebanyak 3 kali.
Analisis pigmen dengan metode spektrofotometer UV-Vis yang diekstraksi menggunakan
larutan aseton. Pemanenan biomassa pada fase stasioner dengan menggunakan metode
flokulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap
kandungan pigmen fikobiliprotein dan biomasa Chlorella vulgaris. Perlakuan salinitas 35 ppt
menghasilkan kadar pigmen fikosianin dan allofikosianin tertinggi, yaitu 1,4426 mg/gram, dan
1,254 mg/gram dan biomassa tertinggi yaitu 0,648 gr/L.

Kata Kunci : Chlorella vulgaris, salinitas, pigmen fikobiliprotein, biomasa

PENDAHULUAN manfaat yang sangat luas sebagai sumber


asam lemak, asam amino, dan pigmen
Sampai saat ini mikroalga masih baik untuk hewan maupun manusia.
menjadi komoditas kelautan yang Mikroalga juga masih digunakan oleh
potensial untuk dikembangkan.Hal ini masyarakat sebagai bahan pangan
dikarenakan mikroalga merupakan fungsional yang mempunyai keunggulan di
sumberdaya alami yang mempunyai aspek keamanannya bila dibandingkan

*) Corresponding author Diterima/Received : 01-07-2017, Disetujui/Accepted : 03-08-2017


www.ejournal2.undip.ac.id/index.php/jkt
Jurnal Kelautan Tropis November 2017 Vol. 20(2):112–116

dengan sumber lain seperti yeast maupun umum termasuk phycocyanin (PC),
fungi (Azimatun, 2014). Beberapa allophycocyanin (APC) dan phycoerythrin
mikroalga bahkan digunakan sebagai (PE). Phycobiliproteins telah digunakan
sumber obat obatan,dan dimanfaatkan pewarna alami yang non-toksik dan non-
dalam industri farmasi. karsinogenik; Selain itu, pigmen ini juga
secara luas telah digunakan sebagai
Chlorella vulgaris adalah salah satu nutraceuticals atau aplikasi lainnya pada
jenis mikroalga yang mengandung bidang bioteknologi (Manirafasha et al.,
khlorophyl dan pigmen lainnya untuk 2016). Penelitian ini bertujuan untuk
melakukan fotosintesis. Mikroalga ini dapat mengetahui kandungan pigmen
tumbuh pada kisaran salinitas yang cukup fikobiliproteins (fikosianin dan allofikosianin)
lebar, dan bahkan Chlorella vulgaris dapat pada Chlorella vulgaris pada konsisi media
tumbuh disemua tempat (kosmopolit), dengan salinitas yang berbeda.
kecuali pada tempat yang ekstrim.
Mikroalga dapat melakukan biosintesa MATERI DAN METODE
bahan kimia bernilai tinggi seperti protein,
asam lemak tidak jenuh berantai panjang Penelitian dilakukan pada bulan
(LC-PUFA) dan pigmen. Akan tetapi, Nopember 2015 - Januari 2016. Materi yang
pertumbuhan mikroalga dan komposisi digunakan adalah mikroalga jenis Chlorella
biokimia yang terbentuk sangat vulgaris yang diperoleh dari Balai Besar
dipengaruhi oleh cara budaya dan kondisi Pengembangan Budidaya Air Payau
lingkungan budidayanya (Rodriguezet al., (BBPBAP), Jepara. Kultur mikroalga jenis
2015). Hal tersebut mengakibatkan Chlorella vulgaris menggunakan media
pemanfaatan mikroalga bervariasi walne yang dimodifikasi dengan salinitas,
tergantung dari komposisi bahan yang 20, 25, 30, 35 dan 40 ppt dan dilaksanakan
terkandung.Beberapa pigmen yang umum di Laboratorium Pakan Alami dan analisis
digunakan dalam industry adalah klorofil, pigmen di Laboratorium Kimia,Balai Besar
fikobiliprotein dan karotenoid. Pengembangan Budidaya Air Payau
(BBPBAP), Jepara.
Beberapa penyebab utama yang
mempengaruhi terhadap proses psikokimia Analisis pigmen polar Chlorella
akibat dari kondisi stress pada vulgaris menggunakan pelarut buffer fosfat
pH 7 (NaOH-KH2PO4). Chlorella vulgaris
pembentukan asam lemak dan pigmen
kering seberat 0,6 gram dihaluskan dengan
adalah salinitas, intensitas cahya dan
temperature. Salinitas adalah faktor menggunakan mortar dan setelah halus
tambahkan pelarut sebanyak 10 mL.
eksternal yang dapat menjadi pemicu
Kemudian sampel dimasukkan ke tabung
utama stress dan penghambat
pertumbuhan pada biota air. Salinitas yang sentrifuse untuk diinkubasi selama 14 – 16
jam dalam refrigenerator. Selanjutnya
ekstrim akan menyebabkan tekanan
adalah filtrat yang diperoleh disentrifugasi
osmotik dan atau pertukaran ion yang
berpengaruh terhadap metabolisme dengan menggunakan spektrofotometer
organisme fotosintetik. Sejumlah penelitian pada kisaran panjang gelombang 562 nm,
620 nm, dan 652 nm (Sedjati et al.,2012).
telah menemukan efek salinitas terhadap
bioenergetik mikroalga (Loseva et al., 2007) HASIL DAN PEMBAHASAN
dan pertumbuhan dan komposisi biokimia
(Gu Na et al., 2012). Kandungan PigmenChlorella vulgaris

Pigmen adalah zat kimia berwarna- Hasil penelitian menunjukkan bahwa


warniyang merupakan bagian dari sistem kandungan pigmen fikosianin pada C.
fotosintesis pada mikroalga. Pigmen vulgaris dengan salinitas berbeda, secara
dibedakan menjadi tiga kelas: karotenoid, berurutan adalah perlakuan D (35 ppt)
klorofil, dan fikobiliproteins(Barra et al., 1,4426 ± 0,0306 mg/gr, perlakuan C (30
2014).Fikobiliproteins merupakan pigmen ppt)0,4491 ± 0,0211 mg/gr, perlakuan B (25
aksesori dalam alga merah dan ppt) 0,6462 ± 0,0402 mg/gr, perlakuan E (40
cyanobacteria dan merupakanbahan ppt) 0,8614 ± 0,0187 mg/gr, dan A (20 ppt)
berharga tinggi. Beberapa fikobiliproteins 0,0164 ± 0,0018 mg/gr.

113 Kandungan Pigmen Fikobiliprotein dan Biomassa Chlorella vulgaris (Ali Djunaedi et al.)
Jurnal Kelautan Tropis November 2017 Vol. 20(2):112–116

Kandungan pigmen allo-fikosianin perubahan salinitas mempengaruhi


seara berurutan adalah E (40 ppt) dengan mkroalga dengan tiga cara yaitu tekanan
1,2537 ± 0,0283 mg/gr, perlakuan D (35 ppt) osmotik, tekanan ion dan perubahan rasio
0,5986 ± 0,0119 mg/gr, B (25 ppt) 0,5652 ± ionik akibat permeabilitas membrane.
0,0487 mg/gr, C (30 ppt) 0,2935 ± 0,0357 Pada salinitas tinggi sel mikroalga mampu
mg/gr, dan perlakuan A (20 ppt) 0,0389 ± bertahan hidup karena adanya bantuan
0,0045 mg/gr. gliserol yang berfungsi sebagai mendukung
tekanan osmotik untuk menyeimbangkan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses osmolaritas pada sel bagian luar
salinitas berbeda berpengaruh nyata (extracellular). Salinitas yang tinggi
(p<0,05) terhadap kandungan pigmen menyebabkan berkurangnya cairan yang
klorofil fikosianin dan allofikosianin ada pada sel sehingga akan
mikroalga Hasil uji menunjukkan bahwa mempengaruhi proses fotosintesis (Avron,
perlakuan salinitas berpengaruh nyata 1992). Menurut Manirafashaet al. (2016)
(p<0,05) terhadap kandungan pigmen kebanyakan microalgae mengakumulasi
klorofil fikosianin dan allofikosianin dari pigmen fikobiliprotein pada saat
mikroalga Chlorella vulgaris. Hal tersebut terjadinya stressing faktor lingkungan
diduga karena salinitas berpengaruh medianya. Produksi pigmen fikobiliprotein
terhadap tekanan osmotik yang akan semakin tinggi bila intensitas cahaya
mempengaruhi pembentukan pigmen. yang masuk optimal.
Menurut Golldack et al. (1995) menyatakan
bahwa stressing salinitas baik dibawah Biomassa Chlorella vulgaris
maupun diatas salinitas normal akan
mengakibatkan menurunkan sintesa Hasil panen biomassa kering tertinggi
pigmen pada mikroalga. didapat pada perlakuan D (35 ppt)
sebesar 0,648 ± 0,007 gr/L, diikuti perlakuan
Kadar pigmen fikobiliprotein E (40 ppt) sebesar 0,630 ± 0,007 gr/L, diikuti
(fikosianin dan allofikosianin) yang tinggi perlakuan C (30 ppt) sebesar 0,624 ± 0,004
(Gambar1) terjadi pada perlakuan gr/L, dan perlakuan B (25 ppt) sebesar 0,620
dengan salinitas yang relatif tinggi (35 ppt). ± 0,003 gr/L. Produksi biomassa kering
Hal ini diduga dikarenakan pada pada terendah didapat pada perlakuan A (20
salinitas yang tinggi akan mengakibatkan ppt) sebesar 0,619 ± 0,002 gr/L (Gambar 2).
menurunnya intensitas cahaya yang masuk
pada media pemeliharaan tidak optimal, Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sehingga akan mengakibatkan turunnya salinitas berbeda berpengaruh nyata
kandungan pigmen fikobiliprotein pada (p<0,05) terhadap pembentukan biomasa
salinitas diatas dan dibawah 35 ppt. mikroalga Chlorella vulgaris (Gambar 2).
Menurut Mata et al. (2010) bahwa Hal tersebut diduga perbedaan salinitas

1.600
Kandungan Pigmen (mg/gr)

1.443
1.400 1.254
1.200
1.000 0.861
0.800 0.646 0.599
0.565
0.600 0.449
0.400 0.293
0.200 0.0160.039
0.000
A (20 ppt) B (25 ppt) C (30 ppt) D (35 ppt) E (40 ppt)
Perlakuan Salinitas

Fikosianin Allo-Fikosianin

Gambar 1. Kandungan Pigmen Fikosianin dan Allo-Fikosianin pada salinitas berbeda

Kandungan Pigmen Fikobiliprotein dan Biomassa Chlorella vulgaris (Ali Djunaedi et al.) 114
Jurnal Kelautan Tropis November 2017 Vol. 20(2):112–116

0.6550
0.6500
0.6450
0.6400
Biomasa (mg/L) 0.6350
0.6300
0.6250
0.6200
0.6150
0.6100
0.6050
0.6000
A (20 ppt) B (25 ppt) C (30 ppt) D (35 ppt) E (40 ppt)

Gambar 2.Kandungan Biomasa Chlorella vulgaris pada salinitas berbeda.

berpengaruh terhadap tekanan osmotik mikroalga Chlorella vulgaris. Kadar pigmen


pada media tumbuh, sehingga akan fikoboliprotein dan biomassa tertinggi
mempengaruhi proses metabolisme serta dicapai pada salinitas 35 ppt.
pembentukan biomasa pada sel Chlorella
vulgaris. Menurut Adenan (2013) bahwa DAFTAR PUSTAKA
salinitas memiliki peran pada
kelangsungan hidup mikroalga dan dapat Adenan, N.S., Yusoff,F. Md.& Shariff, M.
menyebabkan penghambatan aktivitas 2013. Effect of Salinity and
metabolisme akibat menurunnya Temperature on the Growth of Diatoms
fotosintesis yang berkaitan dengan and Green Algae. J. Fish. Aqua. Sci.
pembentukan biomassa. 8(2):397-404.
Avron, M. 1992. Osmoregularity, in
Hasil uji menunjukkan bahwa Dunaliella: Physiology, Biochemistry
biomasa teringgi (Gambar 2) terjadi pada and Biotechnology, edited by M.
perlakuan dengan salinitas 35 ppt. Hal Avron dan A Ben Amotz. CRC Press,
tersebut diduga pada salinitas 35 ppt Boca Raton, Florida, 135-164.
merupakan salinitas yang optimal untuk Azimatun,N.M.M. 2014. Potensi Mikroalga
pertumbuhan dan pembentuk biomassa sebagai Sumber Pangan Fungsional di
Chlorella vulgaris. Menurut Merizawati Indonesia (Overview). Eksergi.11(2):01-
(2008) bahwa Chlorella vulgaris dapat 06.
tumbuh optimal pada salinitas 10-35 ppt, Barra, L., Chandrasekaran, R., Corato, F.
microalga akan tetap bereproduksi secara &Brunet, C., 2014. The challenge of
asexual dengan pembelahan sel dan ecophysiological biodiversity for
pemisahan autospora dari sel induknya. biotechnological applications of
Sedangkan menurut Shen et al. (2015) marine microalgae. Mar. Drugs
menyatakan bahwa laju pertumbuhan 12:1641e1675.
dan pembentukan biomasa Chlorella Gu, N., Lin,Q., Li,G., Tan, Y., Huang,L.& Lin, J.
vulgaris akan turun pada media dengan 2012. Effect of Salinity on Growth,
salinitas rendah, hal tersebut Biochemical Composition and Lipid
berhubungandengan menurunnya efisiensi Productivity of Nannochloropsis
fotosintesis akibat stress disebabkan oleh oculata CS 179. Eng. Life Sci. 12(5):1-7.
salinitas. Golldack, D; Dietz, K.J.& Gimmleri, H.
1995.The Effects of Sudden Salt Stress
KESIMPULAN on Protein Synthesis in the Green Alga
Dunaliella parva. J. Plant Physiol. 146:
Salinitas berpengaruh nyata 508-514.
terhadap kadar pigmen fikoboliprotein Loseva, N.L., Alyabyev, A. J., Gordon, L.K.,
(fikosianin dan allofikosianin) pada Andreyeva, I.N., Kolesnikov, O.P.,

115 Kandungan Pigmen Fikobiliprotein dan Biomassa Chlorella vulgaris (Ali Djunaedi et al.)
Jurnal Kelautan Tropis November 2017 Vol. 20(2):112–116

Ponomareva, A.A., & Kemp, R.B. 2007. fitoplankton Chlorella vulgaris. Institut
The effect of AgNO 3 on the Pertanian Bogor. 87 hal.
bioenergetic processes and the Shen, Q. H., Gong, Y. P., Fang, W. Z., Bi, Z. C.,
ultrastructure of Chlorella and Cheng, L. H., Xu, X. H., & Chen, H. L.
Dunaliella cells exposed to different 2015. Saline wastewater treatment by
saline conditions. Thermochimica Chlorella vulgaris with simultaneous
acta, 458(1):71-76. algal lipid accumulation triggered by
Manirafasha, E.A., Ndikubwimanaa, T., nitrate deficiency. Bioresource
Zengb X., Lua, Y. &Jing, K. 2016. Technology.193:68-75.
Phycobiliprotein: Potential microalgae Rodríguez, J.C., Cerón-García, M.C.,
derived pharmaceutical and Fernández-Sevilla, J.M., & Molina-
biological reagent. Biochemical Grima, E. 2015. The influence of culture
Engineering Journal 109:282–296. conditions on biomass and high value
product generation by
Mata, T.M., Martins, A.A., & Caetano, N.S., Nannochloropsis gaditana in
2010. Microalgae for biodiesel aquaculture. Algal Research, 11:63-73.
production and othe application: A Sedjati, S., Yudiati, E., & Suryono. 2012. Profil
review. Renewable andSustainable Pigmen Polar dan Non Polar Mikroalga
Energy Reviews, 14:217-232. Laut Spirulina sp. dan Potensinya
Merizawati. 2008. Analisis sinar merah, hijau sebagai Pewarna Alami. Ilmu
dan biru untuk mengukur kelimpahan Kelautan.17(3):176-181.

Kandungan Pigmen Fikobiliprotein dan Biomassa Chlorella vulgaris (Ali Djunaedi et al.) 116