Anda di halaman 1dari 16

PENGENALAN ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM

SITOGENETIKA

JURNAL

OLEH :
TRI REPSI KRISMA
170301086
PEMULIAAN TANAMAN-B

LABORATORIUM SITOGENETIKA
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
PENGENALAN ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM
SITOGENETIKA

JURNAL

OLEH :
TRI REPSI KRISMA
170301086
PEMULIAAN TANAMAN-B

Jurnal Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memenuhi Komponen Penilaian di


Laboratorium Sitogenetika Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Medan

Diperiksa Oleh :
Asisten Korektor

LABORATORIUM SITOGENETIKA
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena

atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan jurnal ini tepat pada

waktunya.

Adapun judul dari jurnal ini adalah “ Pengenalan Alat dan Bahan

Laboratorium Sitogenetika “ Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara .

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggung jawab yaitu

Ir. Eva Sartini Bayu, MP., Ir. Emmy Harso Khardinata, M.Sc., Dr. Diana Sofiah

Hanafiah, SP, MP serta kepada abang dan kakak asisten yang telah membantu

penulis dalam menyelesaikan jurnal ini.

Penulis menyadari bahwa jurnal ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh

karena itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi

perbaikan jurnal ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Medan, September 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Tujuan Praktikum 2
Kegunaan Penulisan 2

TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN DAN METODE


Waktu dan Tempat Praktikum 3
Alat dan Bahan 5
Prosedur Praktikum 5

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil 6
Pembahasan 7

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sitologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sel, penemu pertama

adalah Robert Hooke,ia menemukan sel gabus yang tidak mempunyai membrane

atau tidak mempunyai protoplasma (sel mati). Sel terdiri dari sel tumbuhan dan sel

hewan. Sel hewan dan sel tumbuhan berbeda. Salah satu perbedaan yang khas

yang dimiliki sel tumbuhan dibandingkan sel hewan adalah adanya dinding sel

pada sel tumbuhan yang mengandung bahan selulosa (Hadianti, 2015).

Laboratorium biologi berisi berbagai macam alat dan bahan yang

digunakan untuk keperluan laboratorium. Khususnya pada pembuatan sediaan

atau preparat mikroskopis sangat diperlukan alat dan bahan yang khusus. Sebelum

membuat sediaan mikroskopis sebaiknya kita terlebih dahulu mengenal alat dan

bahan yang telah disediakan. Selain mengenal dihariskan juga mengetahui fungsi

masing-masing alat dan fungsi masing-masing bahan (Kurniawan, 2010).

Di dalam sebuah pengamatan terutama pengamatan benda-benda yang

sifatnya sulit untuk dilihat menggunakan mata telanjang,dibutuhkan sebuah alat

pembantu untuk mengatasi permalahan tersebut. Alat yang biasanya digunakan

adalah mikroskop. Hampir disetiap praktikum jika ingin mengamati benda-benda

yang sulit diamati maka digunakan alat ini (Prastomo, 2018).

Ketelitian sipemakai dalam menggunakan mikroskop sangat diperlukan .

Hal ini dapat dicapai dengan mengenali baik baik bagian-bagiannya, fungsinya

serta,cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli menggunakan mikroskop

maka akan baik pula pengamatan mikroskopis yang yang digunakan umumnya

menggunakan cahaya dari luar (Hua et.al., 2007).


Mikroskop juga dapat digunakan untuk mengamati sitologi dan histology

sel. Sel berasal dari istilah cellula yang pertama kali digunakan oleh Roobert

Hooke berdasarkan penemuannya mengamati sel gabus. Sel gabus terlihat seperti

ruang kecil yang dibatasi oleh dinding sel. Setelah penemuan ini, berkembanglah

teori-teori mengenai sel seperti sel merupakan unit structural terkecil dari

makhluk hidup (Retnaningati dan Hidayat, 2012).

Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui alat dan bahan

di Laboratorium Sitogenetika.

Kegunaan Penulisan

Adapun kegunaan dari penulisan ini adalah sebagai salah satu syarat untuk

memenuhi komponen penilaian di Laboratorium Sitogenetika Program Studi

Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan sebagai sumber

informasi bagi pihak yang membutuhkan.


TINJAUAN PUSTAKA

Sitogenetika adalah gabungan sitologi dan ilmu genetika yang

mempelajari genetika di dalam sel. Objek yang diamati dalam sitogenetika adalah

kromosom yang mencakup bentuk, ukuran, dan jumlah kariotipe kromosom.

Dalam mempelajari sitogenetika tidak dapat dilepaskan dari proses pembelahan

sel,yang terdiri atas pembelahan mitosi dan meiosis (Saramiyati, 2008).

Mikroskop merupakan alat yang penting dalam dunia sains,karena

mikroskop bisa digunakan untuk mengamati mikroorganisme dan bagian-bagian

organism yang sangat kecil seperti sel dan jaringan. Dengan sebuah lensa seperti

pada lup dan ditambah dengan perbesaran bayangan maksimum hanya 20 kali,

manusia belum dapat melihat organism renik seperti bakteri atau virus

(Kanginan, 2006).

Pewarnaan kromosom dilakukan dengan aceto-orcein. Orcein merupakan

ubar warna berwarna merah ungu yang digunakan untuk mewarnai jaringan

meristem ujung akar dan jaringan yang lunak. Hasil pewarnaannya adalah

kromosom berwarna merah. Kromosom setiap jenis tumbuhan mempunyai

perbedaan tanggapan terhadap reaksi warna (Setyawan dan Sutikno, 2000).

Pembelahan mitosis merupakan pembelahan duplikasi dimana sel

mereproduksi dirinya sendiri dengan jumlah kromosom sel anak sama dengan

induknya. Pembelaha meiosis merupakan pembelahan reduksi yang menghasilkan

sel anakan yang memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom

induk (Suliartini et al., 2004).

Pembelahan sel melibatkan kromosom sebagai pembawa bahan keturunan.

Kromosom berupa benang-benang halus berbentuk batang panjang atau pendek


dan lurus atau bengkok. Kromosom dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop

biasa pada sel yang sedang membelah (Suryo, 2006).


BAHAN DAN METODE

Waktu dan Tempat Praktikum

Adapun praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 10 September 2019

pada pukul 13.00 sampai dengan selesai, di Laboratorium Sitogenetika Program

Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara ,pada tempat

berketinggian ± 25 mdpl.

Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah mikroskop sebagai

objek praktikum pengenalan alat ,preparat sebagai tempat meletakkan bahan yang

akan diamati, deck glass sebagai penutup kaca preparat, pinset untuk mengambil

bahan dan sebagai objek penunjang praktikum, bunsen untuk sumber api dan

objek penunjang praktikum ,alat tulis untuk menulis, pensil untuk menggambar,

penggaris untuk menggaris, penghapus untuk menghapus, spidol untuk menulis di

papan tulis.

Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah asetocarmin

sebagai pewarna kromosom dan objek praktikum, larutan HCl untuk melunakkan

kromosom, buku tulis untuk media mengerjakan kuis, tissue untuk membersihkan,

spiritus sebagai bahan bakar, buku gambar untuk media menggambar.

Prosedur Praktikum

 Dikumpulkan mahasiswa/I PET-B 2017

 Dipersilahkan masuk dan duduk

 Dilakukan pembacaan doa oleh komting

 Dilakukan kuis tentang pengenalan alat dan bahan laboratorium

sitogenetika
 Dibahas soal kuis oleh asisten dan praktikan

 Dijelaskan bagian-bagian mikroskop

 Diakhiri praktikum dengan doa oleh komting

 Dipersilahkan pulang
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Alat – alat di Laboratorium Sitogenetika

No. Nama Alat Gambar Alat Fungsi Alat

1. Mikroskop Untuk melihat dan mengamati benda

– benda yang berukuran kecil

(minimalis) yang tidak mampu dilihat

secara kasat mata.

2. Beaker Wadah untuk penampung yang

Glass digunakan untuk mengaduk,

mencampur, dan memanaskan cairan.

3. Deck Glass Sebagai penutup objek glass atau

menutupi sediaan preparat tanpa

menganggu pengamatan dibawah

mikroskop, sehingga pengamatan

objek tetap fokus.

4. Preparat Sebagai wadah untuk menaruh bagian

atau sel makhluk hidup yang tidak

dapat terlihat oleh mata.

5. Bunsen Untuk pemanas, pembakaran dan

sterilisasi.
6. Pinset Untuk menjepit, baik benda kecil atau

jaringan.

7. Pipet Tetes Untuk membantu memindahkan

cairan dari suatu wadah ke wadah

yang lainnya dalam jumlah yang amat

kecil.

Bahan – bahan Laboratorium Sitogenetika

No. Nama Gambar Fungsi

Bahan

1. Aquades Sebagai pelarut dalam melarutkan

senyawa

2. HCL Untuk melunakkan sel

3. Acetocarmin Sebagai pewarna

2%

Pembahasan

Sitogenetika adalah imu yang mempelajari pewarisan sifat berdasarkan

struktur sel. Selain itu juga merupakan ilmu yang mempelajari perilaku-perilaku

kromosom selama mitosis dan meiosis. Hal ini sesuai dengan literatur Saramiyati

(2008) yang menyatakan bahwa sitogenetika adalah gabungan sitologi dan ilmu
genetika yang mempelajari genetika di dalam sel. Objek yang diamati dalam

sitogenetika adalah kromosom yang mencakup bentuk, ukuran, dan jumlah

kariotipe kromosom.

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah mikroskop yang

berfuungsi untuk melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran sangat

kecil (mikroskopis) yang tidak mampu dilihat secara kasat mata . Hal ini sesuai

dengan literatur Kanginan (2006) yang menyatakan bahwa mikroskop merupakan

alat yang penting dalam dunia sains,karena mikroskop bisa digunakan untuk

mengamati mikroorganisme dan bagian-bagian organism yang sangat kecil seperti

sel dan jaringan.

Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah Acetocarmin yang

berfungsi sebagai pewarna kromosom dan larutan HCl berfungsi untuk

melunakkan kromosom agar acetocarmin mudah meresap. Hal ini sesuai dengan

literatur Setyawan dan Sutikno (2000) yang menyatakn bahwa pewarnaan

kromosom dilakukan dengan aceto-orcein. Orcein merupakan ubar warna

berwarna merah ungu yang digunakan untuk mewarnai jaringan meristem ujung

akar dan jaringan yang lunak.

Pembelahan sel terbagi atas dua jenis yaitu mitosi dan meiosis. Hal ini

sesuai dengan literatur Suliartini et al (2004) yang menyatakan bahwa

pembelahan mitosis merupakan pembelahan duplikasi dimana sel mereproduksi

dirinya sendiri dengan jumlah kromosom sel anak sama dengan induknya.

Pembelaha meiosis merupakan pembelahan reduksi yang menghasilkan sel

anakan yang memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom induk

(Suliartini et al., 2004)


Kromosom adalah benang-benang halus yang tersusun atas asam

nukleat,seperti DNA dan RNA dan terdapat di nucleus (inti sel). Hal ini sesuai

dengan literatur Suryo (2006) yang menyatakan bahwa pembelahan sel

melibatkan kromosom sebagai pembawa bahan keturunan. Kromosom berupa

benang-benang halus berbentuk batang panjang atau pendek dan lurus atau

bengkok.
KESIMPULAN

1. Sitogenetika adalah imu yang mempelajari pewarisan sifat berdasarkan

struktur sel.

2. Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah mikroskop yang berfungsi

untuk melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil

(mikroskopis) yang tidak mampu dilihat secara kasat mata .

3. Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah mikroskop yang

berfuungsi untuk melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran

sangat kecil (mikroskopis) yang tidak mampu dilihat secara kasat mata .

4. Pembelahan sel terbagi atas dua jenis yaitu mitosi dan meiosis.

5. Kromosom adalah benang-benang halus yang tersusun atas asam

nukleat,seperti DNA dan RNA dan terdapat di nucleus (inti sel).


DAFTAR PUSTAKA

Hadianti, W. 2015. Sitologi. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.


Fakultas Biologi. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto
Hua, A.L., Hamama, A.A., dan Heim Daud. 2007. Sitologi dan Histologi. UGM
Press. Yogyakarta
Kanginan, M. 2006. IPA (Fisika, Kimia, Biologi). Erlangga. Jakarta
Kurniawan, W. 2010. Pengenalan Alat dan Bahan Pembuatan Mikroskopis.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Lambang
Mangkurat. Banjarbaru
Prastomo, R.D., 2018. Pengenalan Mikroskop, Sitologi dan Histologi. Fakultas
Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto
Retnaningati,D dan M.L Hidayat. 2012. Biologi Dasar : Erlangga. Jakarta
Sarasmiyarti, A. 2008. Analisis Sitogenetika Tanaman Manggis (Garcinia
mangostana L. ). Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret.
Surakarta
Setyawan, A.D., dan Sutikno. 2000. Karyotipe Kromosom pada Allium sativum L.
(Bawang Putih) dan Pisum sativum L. (Kacang Kapri).Biosmart.2(1):20-
27
Suliartini, N. A., Purwantoro, E., dan Sulistyaningsih. 2004. Keragaman Genetik
dalam Spesies Calladium bicolor Berdasarkan Analisis Karyotipe.
Agrosains.17(2):235-244
Suryo. 2006. Genetika.Gajah Mada University Press. Yogyakarta