Anda di halaman 1dari 2

Disminorea merupakan suatu gejala atau nyeri haid yang paling sering menyebabkan wanita-

wanita muda pergi ke dokter untuk berkonsultasi dan pengobatan. Karena gangguan ini sifatnya
subyektif, berat atau intensitafnya sukar dinilai. Walaupun frekuensi disminorea cukup tinggi dan
penyakit ini sudah lama dikenal namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan secara
memuaskan.

Oleh karena itu hamper semua wanita mengalami rasa tidak enak di perut bawah sebelum dan
selama menstruasi dan sering kali rasa mual, maka istilah disminorea hanya dipakai jika nyeri haid dating
begitu hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara
hidupnya sehari-hari, untuk beberapa jam dan beberapa hari.

Disminorea dibagi atas :

1. Disminorea Primer

Esensial, intrinsic, idiopatik, tidak terdapat hubungan dengan kelainan ginekologik

2. Disminorea Sekunder

Ekstrinsik, yang diperoleh, acquired, disebabkan oleh kelainan ginekologik (salpingtis, kronika,
endometriosis, adenomiosis uteri, stenosis servisis uteri, dan lain-lain

Pembagian ini tidak seberapa tajam batasnya oleh karena disminorea yang pada mulanya
disminorea dianggap primer, kadang-kadang setelah diterliti lebih lanjut memperlihatkan
kelainan organic, jadi termasuk disminorea sekunder.

Disminorea Primer

Disminorea primer adalah nyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat-alat genital yang
nyata. Disminorea terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih, oleh
karena siklus-siklus haid pada bulan-bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulatoar
yang tidak disertai rasa nyeri. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelumnya atau bersama-sama dengan
permulaan haid dan berlangsung beberapa jam, walaupun dapat berlangsung dalam beberapa hari. Sifat
rasa nyeri ialah kejang berjangkit-jangkit, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat menyebar
ke daerah pinggang dan paha. Bersamaan dengan rasa nyeri dapat dijumpai rasa mual, muntah, sakit
kepala, diarea, irritabilitas, dan sebagainya.

Etiologi
Banyak teori telah dikemukakan untuk menerangkan penyebab disminorea primer, tetapi
patofisiologinya belum jelas dimengerti. Rupanya beberapa factor memegang peranan sebagai
disminorea primer, antara lain :

1. Faktor Kejiwaan

Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil, apalagi jika mereka tidak mendapat
penerangan yang baik tentang proses haid, maka mudah timbul disminorea

2. Faktor Konstitusi

Faktor ini, yang erat hubunganya dengan factor tersebut di atas, dapat juga menurunkan
ketahanan terhadap nyeri. Faktor-faktor anemia, penyakit menahun, dan sebagainya dapat
mempengaruhi timbulnya disminorea.

3. Faktor Obstruksi Kanalis Servicalis

Salah satu teori yang paling tua untuk menerangkan terjadinya disminorea primer ialah stenosis
kanalis servicalis. Pada wanita dengan uterus dalam hiperantefleksi mungin terjadi stenosis
kanalis servicalis, akan tetapi hal ini sekarang

4. Faktor Endokrin
5. Faktor Alergi