Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum ke- 3 Hari/tanggal : Senin/4 Februari 2019

Teknik Laboratorium Nutrisi Tempat Praktikum : Laboratorium Biokimia,


dan Teknologi Pakan Fisiologi, dan Mikrobiologi Nutrisi dan
Laboratorium Terpadu
Nama Asisten : Dwitami Azhany
/D24150036

TEKNIK PIPETING, PENYARINGAN, DAN PENIMBANGAN

Yohana Theresia
D24160120
Kelompok 1 (Siang)

DEPARTEMAN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2019
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Penimbangan adalah suatu hal umum yang terdapat dalam laboratorium.


Penimbangan dikaitkan dengan beberapa ketidakpastian, hal ini biasa terjadi
berkaitan dengan prosedur kerja dan datanya. Banyak pengaruh dari akurasi dan
ketepatan hasil penimbangan yang dapat memberikan nilai bias. Sumber
kesalahan yang mempengaruhi akurasi dan presisi dalam penimbangan dibagi
menjadi tiga jenis. Pengaruh yang berasal dari keseimbangan, seperti keterbacaan,
pengulangan, non lineritas, akurasi sensitivitas, dan koefisien suhu. Pengaruh
yang disebabkan oleh lingkungan seperti kelembaban udara, suhu udara, tekanan
udara, radiasi panas, dan sinar matahari langsung. Pengaruh yang mempengaruhi
benda timbang seperti daya apung udara, cara memuat sampel, dan operator ( de
Gruyte 2007). Teknik memipet menjadi aspek yang penting. Pipeting
memungkinkan eksperimen menjadi lebih sederhana dan lebih otomatis, tetapi
pada saat yang sama bidang baru seperti genetika menempatkan tuntutan lebih
berat pada teknik memipet. Kesalahan pada pipeting dapat disebabkan karena
kalibrasi yang salah, sehingga sebelum kalibrasi kita harus memeriksa ketepatan
peralatan (Summer 2010). Filtrasi atau penyaringan merupakan metode
pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat
berpori (penyaring). Proses ini diwali air melewati media penyaring sehingga
pengotor akan terkumpul dalam saringan (Selintung dan Syahrir 2012).
Penyaringan dapat dilakukan dengan berbagai ukuran lubang penyaring,
disesuaikan dengan ukuran partikel yang akan disaring.
Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih
besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. Keadaan zat yang diinginkan dan
dalam keadaan campuran harus diperhatikan untuk menghindari kesalahan
pemilihan metode pemisahan yang akan menimbulkan kerusakan hasil atau
melainkan tidak berhasil. Kesalahan saat menyaring dapat disebabkan karena
keadaan zat yang diinginkan terhadap campuran, apakah zat ada di dalam sel
makhluk hidup, apakah bahan terikat secara kimia. Sifat khusus dari zar yang
diinginkan dan campurannya misalnya zat tidak tahan panas, mudah menguap.
Standar kemurnian yang diinginkan, nilai guna zat yang diinginkan ( Keenan
2009). Penyaringan dilakukan untuk memisahkan bahan pengotor yang terdapat
pada air. Penimbangan merupakan salah satu proses yang dilakukan di
laboratorium. Penimbangan dilakukan untuk menentukan tepat tidaknya bobot
bahan yang akan digunakan. Sensivisitas timbangan atau neraca dapat dianggap
sebagai massa terkecil yang dapat diukur secara akurat (Chairlan et al 2002).
Kegiatan laboratorium lain adalah pipeting. Kegiatan ini dilakukan untuk
mengambil volume sesuai yang dibutuhkan. Pengambilan volume bermanfaat
untuk ketepatan dalam pengambilan sesuai prosedur yang diinginkan (Lyman et al
2015).
Tujuan

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara penimbangan bahan yang


akan digunakan dengan timbangan analitik secara benar, mengetahui cara pipeting
atau memindahkan cairan menggunakan pipet dengan benar serta proses
penyaringan bahan untuk memisahkan partikel dari larutan.

MATERI DAN METODE

Materi

Alat dan bahan digunakan dalam praktikum ini adalah larutan kapur dan
larutan yang memiliki endapan (air kopi), aquadest, corong, kertas saring, kapas,
tabung reaksi, pompa vacum, timbangan digital, timbangan manual, padatan
tepung (panas dan dingin).

Metode

Teknik Penimbangan

Pintu kaca timbangan analitik ditutup terlebih dahulu kemudian neraca


dihubungkan dengan aliran listrik. Piringan neraca dipastikan dalam keadaan
bersih dan menunjukkan angka nol (0). Pintu kaca timbangan dibuka dan sampel
ditempatkan ditengah timbangan dan ditutup. Angka yang tertera pada timbangan
ditunggu sampai menunjukkan posisi stabil. Kemudian baca hasil angka pada
timbangan dan sampel diambil. Timbangan diposisikan dalam keadaan tertutup
dan di re-zero kembali.

Teknik Pipeting

Mikropipet disediakan dalam berbagai rentang volume yaitu 995 μm, 565
μm, 73 μm, dan 21 μm. Tips disediakan berwarna biru dan hijau dan dipasangkan
sesuai dengan warna mikropipet. Pipet ditekan dalam kotak tips dengan cukup
kuat untuk mendapatkan suatu kondisi kedap udara namun tanpa menggunakan
kekuatan berlebih. Bagian plunger ditekan hingga pemberhentian pertama dan
ujung tip dimasukkan kurang lebih 2mm dari permukaan cairan dalam keadaan
pipet vertikal. Plunger dilepaskan perlahan, ujung tip ditarik dari permukaan
cairan dan dilarang untuk memegang pipet dalam kondisi horizontal saat tips
berisi cairan. Ujung tips disentuhkan pada bagian sisi dalam mikrotube kosong,
plunger ditekan hingga pemberhentian kedua dan diupayakan semua cairan keluar
dari tips. Kemudian tips dibuang menggunakan tombol ejector.
Teknik pipeting selanjutnya direalisasikan dengan mengunakan alat alat
yang ada, Pada proses pipeting ini disiapkan satu larutan bening dan berwarna.
Pembacaan volume larutan bening dan berwarna berbeda. Larutan bening
menggunakan miniskus bawah dan larutan berwarna menggunakan miniskus atas.
Penggunaan pipet mohr dan volumetric menggunakan bulb. Pengambilan larutan
bening dimulai pada dasar gelas ukur, untuk pengambilan larutan berwarna
dilakukan ditengah tengah gelas ukur. Setelah masing-masing diambil larutannya
kemudian taruh larutan tersebut ke dalam tabung reaksi (larutan berwarna) dank
Erlenmeyer (larutan bening). Larutan ditaruh dengan memiringkan gelas penerima
dan posisi pipet tegak lurus.

Teknik Penyaringan

Kertas saring yang tebal dibasahi dengan air hangat kemudian vacuum
dinyalakan. Kertas saring dilipat tepat ditengah-tengah, lalu dilipat kembali dan
ujung kertas saring dirobek sedikit agar memudahkan pengambilan kertas saring.
Kertas saring diletakkan dan diratakan ke dalam corong dengan cara ditekan
dengan hati-hati menggunakan jari. Corong yang berisi kertas saring diletakkan di
dalam gelas piala dan diatur agar ujung tangkai corong menempel pada dinding
gelas piala, kemudian cairan dituang ke dalam kertas saring. Kemudian diamati
kekeruhan dan laju air pada air.

Penyaringan dengan Kapas

Kopi atau kapur dilarutkan menggunakan aquadest dan dibiarkan hingga


mengendap. Kapas yang tidak terlalu tebal dimasukkan ke dalam corong dan
diatur posisinya di dalam corong. Larutan kopi atau kapur dimasukkan ke dalam
corong yang berisi kapas. Untuk mengamati laju air, stopwatch dinyalakan dan
diamati tetesan yang keluar ke dalam gelas piala sampai tetesan terakhir,
kemudian stopwatch dimatikan. Untuk mengamati kekeruhan, larutan diamati dan
dinilai tingkat kekeruhannya.

Penyaringan dengan Vacuum

Kopi atau kapur dilarutkan dengan menggunakan aquadest, kemudian alat


vacuum dinyalakan. Kopi atau kapur disaring menggunakan vacuum.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Teknik pipeting, penyaringan, dan penimbangan merupakan kegiatan yang


sering di lakukan di laboratorium dengan tujuan untuk pembuatan larutan yang
berasal dari padatan, menimbang sampel, dan menimbang tempat. Berikut adalah
tabel hasil penimbangan, penyaringan, dan pipeting yang dilakukan di
Laboratorium Biokimia, Fisiologi dan Teknologi Pakan Fisiologi dan
Laboratorium Terpadu.

Tabel 1 Hasil penimbangan volume aquades yang ditransfer menggunakan


mikro pipet
massa aquades (gr)
Ulangan
995 µl 565 µl 73 µl 21 µl
1 0,9614 0,6198 0,057 0,0262
2 0,985 0,5508 0,0864 0,0288
3 0,9899 0,5495 0,0597 0,0322
4 0,986 0,5563 0,062 0,0315
5 0,9871 0,5333 0,0605 0,0331
Rata-rata 0,9819 0,5619 0,0651 0,0304
Stdv 0,0116 0,0334 0,0120 0,0028
CV 0,0118 0,0595 0,1848 0,0931
Massa jenis (gr/cm3) 976,9706 317,4961 4,7538 0,6376

Mikropipet menjadi salah satu jenis pipet yang dapat digunakan untuk mengambil
sejumlah volume kecil. Pada praktikum kali ini dilakukan pengambilan 4 volume
yang berbeda. Setelah pengambilan dilakukan penimbangan terhadap volume
yang diambil. Namun terdapat perbedaan bobot tiap pengulangan.

Tabel 2 Hasil penyaringan larutan kopi dan kapur


Laju alir (menit) Kekeruhan Volume (ml)
Corong Vacum Corong Corong
Bahan
kertas Kertas kertas kertas
Kapas kapas kapas
saring saring saring saring
Larutan Kopi 1:21 8:10 02:34 + ++ 8 6
Larutan kapur 3 1:23 02:39 +++ +++ 8 3
Keterangan : + : keruh
++ : sedikit keruh
+++ : bening

Pada percobaan kali ini menggunakan bahan berupa larutan kopi dan larutan
kapur.
Tabel 3 Perbedaan pipet mohr, pipet volumetrik, pipet tetes, dan mikro pipet
Jenis pipet Ketelitian Perbedaan volume Fungsi spesifik
Volumetrik Teliti 10 ml Mengambil larutan
dengan volume tertentu
Mohr Kurang teliti 5, 10, 25 ml Mengambil larutan
dengan berbagai volume
Tetes/ pasteur Tidak teliti Sembarang Mengambil larutan
dengan volume sembarang
Mikro Sangat teliti 20-200 µl Mengambil larutan
dengan jumlah sedikit dan
akurat.

Pipet yang digunakan pada praktikum menggunakan pipet mohr, volumetrik,


mikro dan tetes. Penggunaan pipet mohr dan volumetrik dibantu oleh bulb.
Pengambilan volume pada pipet tetes diletakkan pada hot plate. Pengambilan
larutan menggunakan larutan warna dan bening. Diketahui bahwa pengambilan
larutan bening menggunakan miniskus bawah sedangkan yang berwarna
menggunakan miniskus atas. Pengambilan ini menunjukkan bahwa mikropipet
memiliki ketelitian lebih tinggi dibandingkan dengan pipet yang lainnya.

Tabel 4 Hasil penimbangan bahan tepung

Ulan Bobot tepung rata-


gan rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Suhu
kulka 1,02 1,00 1,01 1,07 1,00 1,03 1,01 1,03 1,08 1,03
s 8 33 1 01 92 32 94 98 59 17 006
Suhu 1,03 1,01 1,00 1,03 1,00 1,00 1,02 1,01 1,00 1,01 1,01
ruang 69 37 72 55 48 48 32 49 67 65 642

Pembahasan

Mikropipet digunakan dalam berbagai percobaan dalam biologi molekuler


dan mikrobiologi termasuk menyiapkan sampel untuk PCR dan elektroforesis gel
atau menginokulasi media steril atau penyangga dengan volume kecil sel bakteri.
Penyebab kesalahan yang dapat terjadi seperti memilih mikropipet yang salah
dalam pekerjaan atau mengatur volume pada mikropipet dengan salah yang dapat
mengakibatkan kesalahan transfer volume (MyJove Corp 2012). Pada tabel 2
adalah hasil penyaringan larutan kopi dan kapur didapakan pada percobaan laju
alir menggunakan saringan kapas bahwa waktu yang ditempuh oleh larutan kopi
lebih cepat dibandingkan dengan larutan kapur. Pada saringan menggunakan
kertas saring, waktu yang digunakan larutan kapur lebih cepat dibandingkan
dengan larutan kopi. Kecepatan laju alir pada kedua larutan ini berbeda karena
terjadi proses koagulasi pada larutan kopi. Adanya koagulasi menyebabkan
terhabatnya larutan mengalir melewati media penyaring. Hal lain yang dapat
ditemukan pada percobaan ini yaitu tingkat kekeruhan antara larutan kapur dan
kopi. Ditemukan bahwa larutan kopi lebih memiliki endapan dengan taraf agak
keruh, berbeda dengan data larutan kapur yang menyatakan bahwa larutan
tersebut setelah disaring tidak meninggalkan endapan. Larutan kapur tidak
melakukan koagulasi jika bertemu dengan air, namun larutan kapur melebur
menjadi larutan yang homogeny. Berbeda dengan larutan kapur, kopi akan
berinteraksi dengan air sehingga terbentuknya koagulasi (Nur 2011). Pada
praktikum yang telah dilakukan banyak jenis-jenis pipet yaitu seperti pada tabel 3
pipet mohr, pipet volumetrik, pipet tetes, dan mikropipet. Mikropipet adalah alat
untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya <1000 μl dan
mikropipet memiliki tingkat ketelitiannya yang tinggi dibandingkan jenis pipet
lain. Pipet tetes adalah pipet yang berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca
dengan ujung bawahnyameruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Pipet tetes
berfungsi ntuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah
yang lain dalam jumlah yang sembarang (Widayati 2008). Pipet Volume
berfungsi untuk memindahkan larutan dan hanya memiliki satu ukuran volume,
terdiri dari pipet volumetrik dan pipet mohr. Pipet volumetrik hanya memiliki satu
ukuran volume tertera sedangkan pipet mohr memiliki dua skala ukuran volume
yang tertera. Alat ukur yang reliabel artinya alat ukur yang memiliki keakurasian
dan presisi yang baik. Presisi adalah konsistensi pada pengukuran berulang.
Tingkat presisi yang tinggi atau impresisi yang kecil artinya terdapat variasi yang
kecil ketika dilakukan pengukura berulang pada sampel yang sama. Inakurasi
adalah perbedaan numerik antara nilai rata-rata dari sebuah set pengukuran
berulang dengan nilai normalnya. Akurasi yang tinggi diperoleh bila inakurasi
kecil yaitu perbedaan antara nilai rata-rata dan nilai yang seharusnya. Inakurasi
dihitung dengan systematic error sementara impresisi diperoleh dari nilai random
error yaitu nilai standar deviasi dari set pengukuran berulang. Faktor yang
mempengaruhi akurasi dan presisi pipeting yang pertama adalah suhu, semua
pipetor sangat sensitive terhadap perbedaan suhu antara sampel dengan
lingkungan, semakin kecil perbedaan suhu antara pipetor tip dan sampel yang
akan dipipet semakin akurat hasilnya. Faktor yang ke dua adalah viskositas cairan
yang dipipet. Faktor yang ketiga adalah pengalaman dari pengguna pipet, semakin
berpengalaman pengguna pipet maka semakin akurat dan presisi hasil yang
diperoleh. Teknik pipeting juga sangar mempengaruhi akurasi dan presisi dari
mikropipet (Matondang dan Zulkifli 2009).
Melakukan teknik pipeting dengan benar merupakan hal yang penting
agar hasil yang didapatkan akurat. Teknik pipeting mengharuskan pengguna untuk
mengembangkan keterampilan sedemikian rupa sehingga kinerja maksimum
dicapai secara rutin dan data dapat didapatkan, jika tidak ketidakakuratan akan
timbul dan variabel-variabel berkurang secara signifikan (Grgicak 2010).
Ketidaksamaan volume dalam pengambilan aquadest menggunakan mikropipet
terjadi setelah dilakukan penghitungan berat. Hal ini dapat terjadi dengan adanya
larutan aquadest yang masih menempel pada tip yang digunakan. Teknik dasar
yang terdapat pada teknik pipeting adalah ketepatan dan ketelitian. Jika terdapat
hal yang tidak terpenuhi dari teknik dasar tersebut, maka pipetting tidak berjalan
dengan sempurna. Seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi alat-alat
menimbang seperti timbangan analisis dan timbangan mikro telah ditingkatkan
sehingga dapat memudahkan pengguna dalam menimbang dan mendapatkan hasil
yang akurat. Namun, adanya peningkatan teknologi kadang menyebabkan
perhatian terhadap timbangan itu sendiri berkurang seperti perawatan dan teknik
menimbang yang benar. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam teknik
menimbang yang benar yaitu perubahan suhu, perubahan tekanan dan aliran
udara, radiasi panas, getaran, medan magnet, gravitasi, dan wadah ( Doni 2011).
Pada tabel 4 dapat dilihat hasil penimbangan bahan tepung pada suhu kulkas dan
suhu ruang. Dapat dilihat bahwa bobot tepung pada suhu ruang dan suhu kulkas
berbeda, hal ini dikarenakan kondisi bahan pada saat menimbang berbeda yaitu
ada bahan yang kering dan ada bahan yang dingin.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa praktikum


memberikan pengetahuan mengenai teknik penyaringan, pipeting, dan
penimbangan yang efektif. Penggunaan alat-alat yang digunakan dalam proses
tersebut diketahui dengan baik sehingga menjamin keselamatan kerja dalam
laboratorium.

DAFTAR PUSTAKA

Chairlan, Biomed M, Lestari E. 2002. Pedoman Teknik Dasar Untuk


Laboratorium Kesehatan Edisi 2. Jakarta(ID): EGC.
Doni. 2011. Faktor-faktor penting dalam menimbang. Foodreview. 6(9).
Grgica CM, Urban ZM, Cotton. 2010. Investigation of reproducibility and error
associated with qPCR methods using quantifiler duo DNA quantifications.
Journal Forensic Science. 55(5).
Keenan. 2009. Kimia Untuk Universitas.. Jakarta(ID): Erlangga.
Lyman K, Fisher D, Chetkovich M. 2015. A novel method for reducing human
pipetting errors. Academic Journals. 6(6) : 36-40
Matondang, Zulkifli. 2009. Validitas dan reliabilitas suatu instrumen
penelitian. Jurnal Tabularasa PPS Unimed. 6(1).
MyJove Corp. 2012. Aseptic laboratoric techniques: volume transfers with
serological pipettes and micropipettors. Journal of Visualized
Experiments. 63: 2754.
Nur TH, Suliyanto, Endang SI. 2011. Manajemen bahan kimia berbahaya dan
beracun sebagai upaya keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan
lingkungan. 8(4): 54-67
Selintung M, Syahrir S. 2012. Studi pengolahan air melalui media filter pasir
kuarsa (studi kasus sungai malimpung). Prosiding. Universitas Hasanuddin
Summer. 2010. Comparison of the precision of measurements in three types
micropipettes. Journal of Paramedical Sciences. 3.
Walter de Gruyter. 2007. Uncertainty measurement of weighing results from an
electronic analytical balance. Journal of the Institute of Measurement
Science. 7(3):6.
LAMPIRAN