Anda di halaman 1dari 2

Judul Praktikum

Pembuatan Sabun Cair (SunLight)

1. PENDAHULUAN
Begitu banyak jenis sabun yang beredar di pasaran, mulai dari sabun
yang bersifat umum sampai sabun yang bersifat khusus. Karena sabun
merupakan “Surfaktan” dengan digunakan air untuk membersihkan. Sabun
yang bersifat Umum yang dimaksud adalah sabun mandi padat yang sering
dipakai masyarakat untuk membersihkan anggota badan secara keseluruhan,
dan yang bersifat khusus adalah sabun cair yang juga sudah meluas. Jika
diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat
partikel dalam suspense mudah dibawa oleh air bersih. Dinegara berkembang,
deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci.

Garam Natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan
dari minyak atau lemak dengan direaksikan secara Alkali pada suhu 80-100oC
melalui sutu proses yang dikenal Saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh
basa, sabun secara umumnya.

2. DASAR TEORI
Keberadaan sabun colek sedikit tergeser dengan adanya keberadaan
sabun cair cuci piring. Sabun colek sudah sangat melekat di hati masyarakat
sebab keberadaan sabun colek digunakan oleh konsumen jauh sebelum
munculnya sabun cair cuci piring. Dan pada saat munculnya sabun cair
masyarakat pun sebagian besar banyak yang beralih ke sabun cair cuci piring,
karena dari segi kepraktisan, dan kecepatan sabun cair lebih cepat larut dalam
air, contoh sabun cair yang sangat disenangi oleh masyarakat dan laku keras
penjualannya yaitu: “Sun Light dan Mama Lemon”, karena kedua produk
tersebut memiliki kelebihan sebagai berikut : harganya yang terjangkau, dapat
membersihkan 1,5 kali lebih cepat, selain itu sabun cair juga memiliki
kelebiha:
1. Praktis, karena sabun cuci piring cair tersedia dalam bentuk kemasan
botol, sehingga dapat mudah dibawa ataupun disimpan.
2. Mudah larut dalam air sehingga begitu dicampur dengan air sebentar
langsung berbusa.
3. Mudah berbusa dengan menggunakan spon kain, dengan begitu dapat
menghemat pada saat pemakainnya.
4. Biasanya lebih ampuh dalam membersihkan lemak pada peralatan
memasak.
3. TUJUAN PRAKTIKUM
Praktikum ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mengajarkan
kepada siswa tentang bagaimana cara serta bahan-bahan apa saja yang akan
dipergunakan dalam pembuatan sabun cair “Sun Light”
4. METODOLOGI (PROSEDUR KERJA)
A. Alat
Ember, beaker gelas 250 mL, Pengaduk (Entong), gayung
B. Bahan
Teksapon (Sodium Lauryl Sulfate) 500 g, Sodium Sulfat (Na2SO4) 250 g,
Natrium klorida 500 g, Air bersih secukupnya, pewarna 5 g dan pewangi
10 mL.
Penjelasan dan Fungsi Bahan
1. Texaphon/Sodium Lauryl Sulfate (NaC12H25SO4)
Berbentuk kental transfaran dan berfungsi sebagai bahan utama sabun, karena
menghasilkan busa sebagai daya pembersih yang baik.
2. Sodium Sulfat (Na2SO4)
Berbentuk serbuk putih dan tidak berbau. Berfungsi dalam membantu
melarutkan SLS sekaligus sebagai pengental dan mempercepat pengangkatan
kotoran (pembersih)
3. Natrium Klorida (NaCl)
Berbentuk serbuk putih dan tidak berbau. Berfungsi membantu dalam
pelarutan SLS dan sekaligus sebagai pengental.
4. Parfum (Pewangi)
Berbentuk cair yang berwarna kuning beraroma jeruk nipis yang berfungsi
sebagi pewangi.
5. Pewarna
Berbentuk serbuk berwarna hijau yang berfungsi sebagai pewarna produk.
6. Air
Berbentuk cairan jernih yang berfungsi sebagai pelarut.
5. PROSEDUR PEMBUATAN
a. Campurkan Sodium Lauryl Sulfate (Texaphon) dengan Sodium Sulfat,
kemudian tambahkan garam dapur (NaCl) dan pewarna, lalu aduk hingga
rata, dan tambahkan air bersih sedikit demi sedikit hingga 6 Liter tanpa
menghentikan pengadukan. Kemudian tambahkan pewangi, lalu
tambahkan lagi air sampai batas 8 liter.
b. Setelah semuat pengadukan dilakukan secara merata, diamkanlah larutan
selama 1 X 24 jam, setelah itu sabun cair “Sun Light” baru bias
dipergunakan.
6. PERTANYAAN
1. Tuliskan fungsi semua bahan yang digunakan dalam pembuatan “Sabun
Cair”
2. Bagaimana cara membuat “Sabun cair (Sun Light) dengan kualitas yang
baik?

Binanga, 1 September 2014


Pembimbing,

SOFYAN GULTOM, SP.d, MSi


NIP.1976 1210 20051 1 005