Anda di halaman 1dari 11

REAKSI – REAKSI SENYAWA TURUNAN ALKANA

Kompetensi Dasar : Menganalisis struktur, tata nama, sifat dan kegunaan senyawa karbon
(halo alkana, alkanol, alkoksi alkana, alkanal, alkanon, asam alkanoat, dan alkil alkanoat)

Dalam modul ini akan diuraikan tentang reaksi – reaksi apa saja yang terjadi pada senyawa
turunan alkana yaitu alkanol/alkohol, alkoksi alkana/eter , alkanal/aldehid, alkanon/keton, dll.
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan siswa dapat menuliskan reaksi sederhana yang
terjadi pada senyawa turunan alkana.

1. Reaksi Pada Alkohol


Berdasarkan jenis atom karbon yang mengikat gugus –OH, alkohol dibedakan atas alkohol
primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier. Dalam alkohol primer gugus –OH terikat pada
atom karbon primer, pada alkohol sekunder, gugus –OH terikat pada atom karbon
sekunder, begitu pula pada alkohol tersier, gugus –OH terikat pada atom karbon tersier.
Seperti contoh berikut:

Alkohol Primer Alkohol Sekunder


2 metil – 1 – propanol 2 metil – 3 – pentanol

Alkohol tersier
2 metil – 2 – propanol

a. Reaksi dengan logam aktif

Atom H dari gugus –OH dapat disubstitusi oleh logam aktif seperti natrium dan kalium, membentuk
alkoksida dan gas hidrogen. Reaksi ini mirip dengan reaksi natrium dengan air, tetapi reaksi dengan air
berlangsung lebih cepat. Reaksi ini menunjukkan bahwa alkohol bersifat sebagai asam lemah (lebih
lemah daripada air).

b. Substitusi Gugus –OH oleh Halogen

Gugus –OH alkohol dapat disubstitusi oleh atom halogen bila direaksikan dengan HX pekat, PX3 atau PX5
(X= halogen).

Contoh:

c. Oksidasi Alkohol

Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Oleh karena itu, etanol
digunakan sebagai bahan bakar spirtus (spiritus). Reaksi pembakaran etanol, berlangsung sebagai
berikut:

Dengan zat-zat pengoksidasi sedang, seperti larutan K2Cr2O7 dalam lingkungan asam, alkohol teroksidasi
sebagai berikut:

i. Alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam
karboksilat.
ii. Alkohol sekunder membentuk keton.
iii. Alkohol tersier tidak teroksidasi.

Reaksi oksidasi etanol dapat dianggap berlangsung sebagai berikut:


Etanal yang dihasilkan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam asetat. Hal ini terjadi
karena oksidasi aldehida lebih mudah daripada oksidasi alkohol.

d. Pembentukan Ester (Esterifikasi)

Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air.

e. Dehidrasi Alkohol

Jika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi (melepas
molekul air) membentuk eter atau alkena. Pemanasan pada suhu sekitar 1300C menghasilkan
eter, sedangkan pemanasan pada suhu sekitar 1800C menghasilkan alkena. Reaksi dehidrasi
etanol berlangsung sebagai berikut:
2. REAKSI ETER

Eter atau alkoksi alkana adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-O-R'.
Beberapa reaksi dari eter diantaranya adalah:

a. Pembakaran

Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air.
Contoh:

b. Reaksi dengan Logam Aktif

Berbeda dengan alkohol, eter tidak bereaksi dengan logam natrium (logam aktif).

c. Reaksi dengan PCl5

Eter bereaksi dengan PCl5, tetapi tidak membebaskan HCl.

d. Reaksi dengan Hidrogen Halida (HX)

Eter terurai oleh asam halida, terutama oleh HI. Jika asam halida terbatas:

Jika asam halida berlebihan:


e. Membedakan Alkohol dengan Eter
Alkohol dan eter dapat dibedakan berdasarkan reaksinya dengan logam natrium dan fosforus
pentaklorida.

 Alkohol bereaksi dengan logam natrium membebaskan hidrogen, sedangkan eter tidak
bereaksi.
 Alkohol bereaksi dengan PCl5 menghasilkan gas HCl, sedangkan eter bereaksi tetapi
tidak menghasilkan HCl.

3. REAKSI ALDEHIDA
Aldehida atau alkanal adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-CHO.
Beberapa reaksi yang terjadi pada aldehida antara lain:
a. Oksidasi
Aldehida adalah reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator-oksidator lemah. Perekasi
Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi
khusus untuk mengenali aldehida. Oksidasi aldehida menghasilkan asam karboksilat. Pereaksi
Tollens adalah larutan perak nitrat dalam amonia. Pereaksi ini dibuat dengan cara menetesi
larutan perak nitrat dengan larutan amonia sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula-mula
terbentuk larut kembali. Pereaksi Tollens dapat dianggap sebagai larutan perak oksida (Ag 2O).
aldehida dapat mereduksi pereaksi Tollens sehingga membebaaskan unsur perak (Ag).

Reaksi aldehida dengan pereaksi Tollens dapat ditulis sebagai berikut

Bila reaksi dilangsungkan pada bejana gelas, endapan perak yang terbentuk akan melapisi
bejana, membentuk cermin. Oleh karena itu, reaksi ini disebut reaksi cermin perak.

Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian, yaitu Fehling A dan Fehling B. fehling A adalah larutan
CuSO4, sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat.
Pereaksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut, sehingga diperoleh
suatu larutan yang berwarna biru tua. Dalam pereaksi Fehling, ion Cu2+ terdapat sebagai ion
kompleks. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO.

Reaksi Aldehida dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata dari Cu2O.
Pereaksi Fehling dipakai untuk identifikasi adanya gula reduksi (seperti glukosa) dalam air
kemih pada penderita penyakit diabetes (glukosa mengandung gugus aldehida).

b. Adisi Hidrogen (Reduksi)

Ikatan rangkap –C=O dari gugus fungsi aldehida dapat diadisi oleh gas hidrogen membentuk
suatu alkohol primer. Adisi hidrogen menyebabkan penurunan bilangan oksidasi atom karbon
gugus fungsi. Oleh karena itu, adisi hidrogen tergolong reduksi.

4. REAKSI KETON
Keton adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-COR' . Reaksi yang
dapat terjadi pada keton adalah:

a. Reduksi

Keton merupakan reduktor yang lebih lemah daripada aldehida. Zat-zat pengoksidasi lemah
seperti pereaksi Tollens dan pereksi Fehling tidak dapat mengoksidasi keton. Oleh karena
itu, aldehida dan keton dapat dibedakan dengan menggunakan pereaksi-pereaksi tersebut.

Reduksi keton oleh hidrogen akan menghasilkan alkohol sekunder:


5. REAKSI ASAM KARBOKSILAT

Asam karboksilat adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-COOH.
Beberapa reaksi yang dapat terjadi pada asam karoksilat antara lain:

a. Reaksi penetralan

Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air.

Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat suku tinggi dikenal sebagai sabun. Sabun
natrium disebut sabun keras, sedangkan sabun kalium disebut sabun lunak. Sebagai contoh, yaitu
natrium stearat (NaC17H35COO) dan kalium stearat (KC17H35COO).
Asam alkanoat tergolong asam lemah, semakin panjang rantai alkilnya, semakin lemah asamnya.
Jadi, asam alkanoat yang paling kuat adalah asam format, HCOOH. Asam format mempunyai
Ka=1,8x10-4. Oleh karena itu, larutan garam natrium dan kaliumnya mengalami hidrolisis parsial
dan bersifat basa.

b. Reaksi Pengesteran

Asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester. Reaksi ini disebut esterifikasi
(pengesteran).

6. REAKSI ESTER

Ester adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-COOR'.

Ester dapat terhidrolisis dengan pengaruh asam membentuk alkohol dan asam karboksilat.
Reaksi hidrolisis tersebut merupakan kebalikan dari pengesteran.

Contoh:
Hidrolisis etil asetat menghasilkan etil alkohol dan asam asetat.

7. REAKSI HALOALKANA
Haloalkana merupakan bahan industri yang sangat penting. Haloalkana dibuat dari alkana
melalui reaksi substitusi. Haloalkana dapat diubah menjadi bahan kimia lain melalui berbagai
reaksi, khususnya substitusi dan eliminasi.

a. Substitusi Atom Halogen dengan gugus –OH

Atom halogen dari haloalkana dapat diganti oleh gugus –OH jika haloalkana direaksikan dengan
suatu larautan basa kuat, misalnya dengan NaOH.

b. Eliminasi HX

Halooalkana dapat mengalami eliminasi HX jika dipanaskan bersama suatu alkoksida.

SUMBER :

- Purba , Michael. 2012. Kimia Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Erlangga
- Justiana, Sandri. 2009. Kimia 3 SMA Kelas XII. Jakarta : Yudistira
- Chem Learning .2008 dalam http:// kimia.upi.edu/utama/bahanajar

EXERCISES

No. Soal Pembahasan


1. Pada oksidasi suatu alcohol dihasilkan aseton.
Alkohol yang dioksidasi adalah …
a. 1 – propanol
b. 1 – butanol
c. 2 metil – 1- propanol
d. 2 – propanol
e. 2 – butanol

2. Suatu alkena rantai cabang mempunyai 5 atom C.


Reaksi adisinya dengan air bromin menghasilkan
1,2 – dibromo -2-metil butana. Nama alkena
tersebut adalah …
a. 1 – butena
b. 2 – butena
c. 3 – metil – 2- butena
d. 2-metil-1-butena
e. 2 – metil-2-butena
3. Diketahui reaksi :
1) H2C = CH2 + H2 CH3 – CH3
2) CH4 + Cl2  H3CCl + HCl
3) H3C – CH3  H2C = CH3 + HCl
Jenis reaksi di atas berturut – turut adalah ..,
a. Substitusi, adisi dan eliminasi
b. Eliminasi, adisi,dan substitusi
c. Adisi, substitusi, dan eliminasi
d. Eliminasi, substitusi, dan adisi
e. Subtitusi, eliminasi dan adisi
4. Diberikan beberapa jenis alkohol sebagai berikut :
1) 2 –propanol
2) 2-metil-2-propanol
3) 3-pentanol
4) 2,2-dimetilpropanol
Alkohol manakah yang dapat menghasilkan
alkanon jika dioksidasi?
a. (1) dan (3) d. (1) dan (2)
b. (1) dan (4) e. (2) dan (3)
c. (2) dan (4)
5. Suatu senyawa X dapat dioksidasi membentuk
senyawa dengan rumus C6H5COOH. Rumus
senyawa X adalah ….
a. C6H5CH3 d. C6H5CH2CH3
b. C6H5OH e. C6H5OCH3
c. C6H5CH2Cl
6. Berikut ini yang bukan merupakan senyawa
turunan alkana adalah …
a. Kloroform
b. Haloalkana
c. Karbon tetraklorida
d. Fenil klorida
e. Dikorometana
7. Dalam formalin terdapat gugus fungsi:
a. – CO – d. – OH
b. –COOH e. – CO
c. – NO2
8. Senyawa karbon memiliki rumus C3H8O, mudah
menguap dan jika ditambahkan logam Na akan
menghasilkan gas Hidrogen. Jika direaksikan
dengan K2Cr2O7 dalam suasana asam akan
menghasilkan senyawa yang dapat memerahkan
lakmus biru. Maka kemungkinan senyawa C3H8O
tersebut adalah ….
a. 2 – propanol d. propanon
b. Metoksi etana e. 1 – propanol
c. Asam propanoat
9. Jika aseton diadisi dengan gas hydrogen akan
dihasilkan …
a. Propanal d. 2 – propanol
b. Propanon e. asam propanoat
c. Metil etil eter
10. Hasil reaksi antara 2 – klorobutana dengan NaOH
direaksikan kembali dengan asam sulfat dengan
suhu 100oC. Hasil akhir yang diperoleh adalah…
a. butana d. butenol
b. Butanol e. butanal
c. Butena
11. Reaksi gliserida dengan NaOH menghasilkan :
a. alkohol dan alkanoat
b. lemak dan sabun
c. gliserol dan sabun
d. ester dan alkohol
e. lemak dan gliserol
12. Suatu senyawa dengan rumus molekul C3H6O bila
direaksikan dengan pereaksi Fehling menghasilkan
endapan merah bata. Senyawa tersebut adalah ..
a. 1 – propanol d. propanal
b. 2 – propanol e. propanoat
c. Propanon
13. Senyawa haloalkana yang digunakan sebagai obat
bius dengan sebutan Halotan adalah …
a. CBr2ClF d. CCl2F2
b. CH2=CHCl e. CHF2 – CCl2Br
c. CF3 – CHClBr
14. Oksidasi 2 – propanol akan menghasilkan …
a. CH3OCH3 d. CH3COOH
b. CH3CCH3 e. CH3CHO
c. CH3COCH3
15. Dimetil eter lebih polar dibandingkan etanol
Sebab
Senyawa organik golongan alkohol selalu
mengandung gugus hidroksil
16. Alkohol dan eter dengan jumlah atom C yang
sama memiliki titik didih yang sama
Sebab
Alcohol dan eter dengan jumlah atom C yang
sama memiliki berat molekul yang sama
17. Tulislah masing – masing satu contoh untuk reaksi:
a. Substitusi pada alkohol
b. Eliminasi pada alkil halida
c. Eter dengan HI
d. Oksidasi pada aldehida
e. Reduksi pada keton
f. Esterifikasi
g. Hidrolisis ester
18. Tuliskanlah dua buah contoh serta
penggunaannya dalam kehidupan sehari – hari
dan industry dari :
a. Alcohol
b. Ester
c. Aldehida
d. Keton
e. Asam karboksilat
f. Ester