Anda di halaman 1dari 5

1.

Apakah kelebihan alga (mikroalga & makroalga) sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar
nabati?
Jawab :
 Alga adalah sumber yang sangat menjanjikan untuk produksi energi terbarukan karena
dapat memperbaiki gas rumah kaca (CO2) melalui fotosintesis.
 Efisiensi fotosintesis rata-rata adalah 6-8% yang jauh lebih tinggi dari pada biomassa
terestrial (1,8-2,2%).
 Alga dapat dibudidayakan di lahan yang tidak produktif atau terbengkalai.
 Sangat efisien dalam memanfaatkan nutrisi dari air limbah termasuk nitrogen dan fosfor
karena tingkat pertumbuhan yang cepat dan nutrisi dapat didaur ulang kembali ke tanah
dengan pemupukan limbah oleh-produk.
 Yield yang dihasilkan lebih banyak dan lebih mudah diuraikan karena kandungan CO2
nya yang rendah.
 Lebih ekonomis.

2. Apakah perbedaan antara makrolga & mikroalga?


Jawab :
 Mikroalga (platform biore fi nery berbasis lipid) didominasi oleh biodiesel selama
bertahun-tahun karena memiliki hasil per hektar yang lebih tinggi 158 sedangkan
makroalga 60-100t.
 Mikroalga lebih mudah terdegradasi karena rendahnya kandungan karbohidrat
dibandingkan makroalga.
 Makroalga dapat menghasilkan netenergi 11.000 MJ / t dryalgae dibandingkan dengan
9500 MJ / t yang relevan dengan mikro-alga gasifikasi.
 Dibandingkan dengan mikroalga, makroalga adalah tanaman multiseluler dan memiliki
karakteristik seperti tanaman,panennya lebih mudah dan terutama terdiri dari karbohidrat
yang merupakan kandidat yang baik untuk produksi biofuel seperti biogas, bioetanol, dan
bio-minyak.

3. Apasajakah kelompok mikroalga? Apakah perbedaan dari kelompok-kelompok makroalga


tersebut?
Jawab :
Rhodophyta (Alga merah), Phaeophyta (Alga Cokelat), dan Chlorophyta (Alga Hijau),
 Rhodophyta : yang paling kaya spesies kelompok 6000, tumbuh di zona intertropis.
 Phaeophyta, spesies kelompok 2000. Tumbuh di tempat air dingin atau sangat dingin.
 Chlorophyta : spesies kelompok 4500, tumbuh disemua jenis lingkungan air.

4. Apakah penyusun terbesar dalam sel makroalga? Spesies manakah yang cocok untuk
digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol, dan biodiesel? Apakah faktor yang
dijadikan sebagai acuan pemilihan bahan baku tersebut untuk berbagai kebutuhan bahan bakar
nabati?
Jawab :
 Penyusun terbesar dalam sel makroalga adalah karbohidrat. Beberapa mengandung
selulosa dan / atau pati.

5. Apakah tantangan yang harus dihadapi dalam mengolah makroalga menjadi bahan baku untuk
pembuatan biogas?
Jawab :
 Kandungan nitrogen di beberapa alga yang tinggi, sehingga tidak pantas C: N untuk
pertumbuhan mikroba dan juga tingkat tinggi amonia beracun bagi metanogen.
 Pretreatment fisik atau kimia yang dibutuhkan untuk memecah dinding sel dan membuat
bahan organik dalam sel lebih mudah diakses.
 Logam alkali yang melekat dalam makroalga dapat menghambat proses pencernaan
anaerobik.

6. Apakah ada perbedaan antara penanganan untuk bahan baku makroalga dengan bahan
berpati untuk dijadikan sebagai bioetanol? Gambarkan proses diagramnya!

a. Proses produksi bioethanol dari mikro alga


b. Proses produksi bioethanol dari

7. Apakah ada kendala yg dihadapi ketika asam digunakan dalam hidrolisis?


Jawab :
Ada, karena meskipun hidrolisis asam pada biomassa menjadi metoda yang paling hemat biaya
untuk saat ini, terdapat dekomposisi glukosa yang terjadi selama hidrolisis. Produk jadi (by-
products) selama hidrolisis asam adalah asam 5-hidroksi-metil-fulfural dan levulinic memiliki
dampak pada efisiensi produksi etanol.

8. Tuliskan kelebihan dan kekurangan dari penggunaan bahan baku makroalga sebagai penghasil
bahan bakar nabati dengan beragam teknik !
a. TEKNOLOGI KONVERSI BIOKIMIA
1. Anaerobic Digestion (Pencernaan Anaerobik) menghasilkan Biogas
 Kelebihan : Bahan baku mudah di dapat, kandungan air di makroalga lebih
tinggi, semua komponen organik di makroalga dapat dikonversi menjadi biogas.
 Kekurangan : Kandungan lignoselulola rendah sehingga mudah mengalami
biodegradasi, kandungan nitrogen di beberapa alga yang tinggi dapat menghambat
pertumbuhan mikroba, logam alkali yang melekat dalam makroalga dapat
menghambat proses pencernaan anaerobik.
2. Fermentasi menghasilkan Bioethanol
 Kelebihan : Bahan baku merupakan bahan baku alternatif terbarukan,
memiliki kandungan karbohidrat tinggi dan sedikit lignin sehingga cocok digunakan
sebagai substrat dalam proses fermentasi.
 Kekurangan : Makroalga jenis Rhodophyta (Alga merah) sulit di hirolisis,
waktu untuk hidrolisis lama, koeksistensi glukosa dan galaktosa dalam alga merah
dapat mengurangi produktifitas etanol secara keseluruhan, untuk Phaephyta (Alga
coklat) mikroorganisme tidak dapat memanfaatkan berbagai gula secara bersamaan
sehingga etanol tidak maksimum.
3. Ekstraksi Hidrokarbon menghasilkan Biodiesel
 Kelebihan : Makroalga biodiesel lebih ekonomis
 Kekurangan :Tidak bisa dijadikan biodiesel karena tidak mengandung
trigliserida.

b. TEKNOLOGI KONVERSI TERMOKIMIA


1. Pencairan Termokimia menghasilkan Bio-oil
 Kelebihan : Proses pengolahan lebih cepat daripada teknologi pencernaan anaerbik.
2. Pirolisis menghasilkan arang
 Kelebihan : Makroalga mudah dipanen dan didehidrasi, metode paling toleran
terhadap kadar abu yang tinggi dari alga dibandingkan dengan metode biokimia.
 Kekurangan : Sangat bergantung pada komposisi alga, suhu pirolisis, tingkat
pemansan, bahan anorganik, dan lainnya. Jika tingkat pemanasan rendah maka evolusi
gas rendah sehingga hasil bio oil rendah pula dan mengandung arang yang tinggi.

9. Berdasarkan jurnal, manakah teknologi yang cocok untuk mengkonversi makroalga menjadi
bahan bakar nabati?
Jawab:
Bioetanol dan bio-oil dari makroalga basah lebih kompetitif dibandingkan dengan hasil produksi
biodiesel tampak kurang atraktif dibandingkan dengan biomassa mikroalga yang kadar lemaknya
tinggi.