Anda di halaman 1dari 5

TEORI AKUNTANSI DAN PERUMUSANNYA

Ringkasan Materi Kuliah (RMK)


Matakuliah Teori Akuntansi Keuangan
Pengampu Mata Kuliah
Prof. Dr. Sutrisno., SE., M.Si., Ak.

Disusun oleh:
DINY FARIHA ZAKHIR
196020300111004

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2019
A. Memahami Teori
Menurut Oxford English Dictionary, teori merupakan suatu skema atau sistem dari suatu
gagasan atau pernyataan yang berfungsi sebagai suatu penjelasan atau laporan dari suatu
kelompok fakta atau fenomena. Menurut Hendriksen, seorang peneliti akuntansi, menyatakan
bahwa teori merupakan kelompok hipotesis yang saling berkaitan, konseptual dan prinsip
pragmatis yang membentuk kerangka umum dari sebuah referensi suatu bidang penelitian.
Pernyataan Hendriksen tersebut sejalan dengan definisi teori US FASB dalam kerangka
konseptualnya, dimana dijelaskan bahwa teori merupakan suatu sistem yang saling berkaitan
dari objek yang saling berelasi dan fundamental yang mengarah pada suatu standar yang
konsisten. Dapat disimpulan bahwa teori merupakan pernyataan yang menjelaskan sebuah
referensi suatu bidang penelitian.
Apabila dikaitkan dengan teori akuntansi keuangan, yang mana kegiatan akuntansi
dilakukan oleh manusia, maka teori digunakan untuk mempertimbangkan hal-hal yang
berkaitan dengan tingkah laku dan kebutuhan manusia akan informasi akuntansi keuangan,
atau alasan mengapa orang-orang yang berperan penting dalam organisasi menyediakan
informasi penting bagi para pemangku kepentingan organisasi. Contohnya antara lain, bahwa
teori:
 Menentukan bagaimana peran akuntansi menilai aset untuk kepentingan pelaporan
pada pihak eksternal.
 Memprediksi bonus yang diberikan oleh manajer berdasarkan suatu capaian, misalnya
profit, maka perusahaan akan mengadopsi metode akuntansi yang akan menghasilkan
laba dalam laporan keuangan yang lebih tinggi.
 Berusaha menjelaskan bagaimana latar belakang budaya individu dapat
mempengaruhi tipe informasi akuntansi yang diperlukan untuk membuktikan pada
pihak-pihak di luar organisasi.
 Menentukan informasi akuntansi yang perlu disajikan pada pemangku kepentingan
berdasarkan kebutuhan dari tiap pemangku kepentingan.
 Memprediksi bahwa kekuatan relative dari pemanku kepentingan menentukan
informasi keuangan mana yang berhak didapatkan.
 Memprediksi bahwa organisasi berusaha untuk mendapatkan pengakuan dari
masyarakat sebagai organisasi yang sah dan bahwa laporan keuangan dapat digunakan
organisasi untuk membuktikan legitimasi.

1
B. Pentingnya Memahami Teori Akuntansi bagi Mahasiswa Akuntansi
Sebagai mahasiswa akuntansi, sudah sewajarnya dituntut untuk dapat menyusun dan
membaca laporan keuangan yang disusun dengan berbagai standar dan aturan-aturanlain yang
digunakan. Selain itu mahasiswa akuntansi juga dituntut untuk bisa menganalisis laporan
tersebut, yang mana laporan tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan oleh
manajemen.
Oleh karena itu, teori akuntansi merupakan hal yang harus menjadi dasar pemahaman
seorang akuntan dalam membaca laporan keuangan, agar analisisnya menjadi lebih logis.
Pemahaman akan teori akuntansi menjadi sangat penting untuk menjaga reputasi dari profesi
akuntan tersebut.
C. Tinjauan Singkat Teori Akuntansi
Teori akuntansi merupakan teori yang terdiri dari berbagai perspektif tiap penelitinya. Tiap
peneliti memilki perspektifnya masing-masing mengenai peran dan kebuthan akan teori
akuntansi. Beberapa memandang bahwa teori akuntansi harus menjelaskan dan
memprediksikan fenomena-fenomena utama terkait akuntansi, sedangkan yang lain
memandang bahwa teori akuntansi harus dapat digunakan untuk menentukan pendekatan-
pendekatan yang seharusnya digunakan dalam akuntansi. Secara garis besar terdapat tiga
jenis teori akuntansi:
1. Inductive Accounting Theory. Pada awalnya teori akuntansi bergantung pada proses
induksi. Proses induksi disini berarti pengembangan gagasan atau teori yang
dilakukan melalui observasi terhadap praktik yang sesungguhnya dilakukan oleh
akuntan.
2. Predictive Accounting Theory. Pada pertengahan tahun 1970 terdapat perubahan sudut
pandang, dimana peneliti akuntansi mulai berfokus pada suatu teori yang dapat
menjelaskan dan memprediksikan praktik akuntansi yang sebelumnya lebih terarah
pada teori akuntansi yang menentukan pendekatan yang harus dilakukan. Perubaan
terjadi dari sebelumnya descriptive research menjadi predictive research. Secara
umum, penelitian akuntansi dibagi positive research yang disebut sebagai poitive
theory yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan dan memprediksi fenomena
penting (predictive accounting theory) dan normative research.
3. Prescriptive (normative) Accounting Theory. Teori ini didasarkan oleh norma
(nilai/keyakinan) dari peneliti teori tersebut, bukan berdasarkan observasi. Oleh
karena itu teori ini tidak dapat dievaluasi berdasarkan praktik akuntansi yang

2
sesungguhnya, dan teori ini mungkin menyajikan sudut pandang lain dari praktik
akuntansi pada umumnya.

D. Mengevaluasi Teori Aluntansi


Secara umum, terdapat dua teori akuntansi yaitu, positive theory dan normative theory.
Masing-masing peneliti memiliki pandangannya sendiri terhadapt kedua teori tersebut.
Meskipun menurut penelit dari kedua teori tersebut, masing-masing teori memiliki kelebihan
dan kekurangan, namun hal tersebut tergantung sudut pandang dan tujuan digunakannya teori
tersebut dan pilihan akan teori tersebut bergantung pada value judgement dari tiap
penggunannya.

E. Dapatkah Teori Dibuktikan


Dapat atau tidaknya suatu teori dibuktikan tergantung pada sudut pandang keilmuan yang
digunakan oleh seseorang. Terlebih lagi apabila dikaitkan dengan teori akuntansi dimana
akuntansi merupakan human activity yang sangat bergantung dengan peran seorang akuntan,
dimana seorang akuntan kemungkinan besar akan memberikan respon yang berbeda dengan
akuntan lain terhadap suatu metode akuntansi. Oleh karena itu, teori akuntansi secara logis
tidak dapat memprediksi dengan tepat respon yang akan diberikan oleh seorang akuntan
ataupun pengguna teori lainnya.

F. Mengevaluasi Teori – Pertimbangan Logika dan Fakta


Dalam memahami dan menerima suatu teori dan hipotesis yang menyertainya, kita harus
paling tidak menerima logika dari argument tersebut, menerima asumsi yang mendasarinya,
dan fakta-fakta lain yang dapat dibuktikan.
1. Mengevaluasi Deduksi Logis
Deduksi logis dalam hal ini menekankan bahwa argumen dapat dikatakan logis jika
hal yang mendasarinya adalah benar, sehingga kesimpulan yang diambil menjadi benar
pula. Misalnya secara sederhana dikatakan bahwa seluruh A memiliki B, dan C adalah A.
maka dapat disimpulkan bahwa C memiliki B, dan hal ini adalah benar.
2. Mengevaluasi Asumsi yang Mendasari Teori
Dalam mengevaluasi asumsi yang mendasari suatu gagasan atau teori, yang perlu
diperhatikan adalah peneliti atau pengguna teori harus waspada dan memastiakn bahwa
penerimaan terhadap asumsi tersebut tidak sebatas dipengaruhi oleh penggunaan bahasa
asumsi tersebut. Peneliti harus memastikan apakah ia akan tetap menerima asumsi

3
tersebut, bila bahasa yang digunakan dalam menjelaskan diubah. Sehingga hasil evaluasi
asumsi tersebut dapat menjadi lebih berguna.
3. Penggunaan Teori secara Universal
Logika dari argument dan asumsi yang disusun merupakan hal utama yang perlu
diperhatikan, namun disisi lain hal yang perlu diingat dalam social science secara alami,
teori merupakan abstrak dari suatu realita. Sehingga tidak sepenuhnya teori tersebut dapat
diaplikasikan secara umum, sepanjang waktu. Untuk itu, penggunaan teori secara
universal sebenarnya sulit diterapkan dan tidak mungkin satu teori dapat diterima oleh
semua sudut pandang, sehingga yang dimungkinkan dalam hal ini adalah adanya batas
penerimaan terhadap suatu teori yang setidaknya mampu menjelaskan fenomena dan
kecenderungan respon individu terhadap fenomena tersebut.
4. Generalisasi Teori dari Pengujian Sampel
Dalam menguji teori akuntansi, peneliti masih cenderung menggunakan metode dari
penelitian science yang berasumsi bahwa fenomena yang dipelajari akan memberikan
hasil yang sama pada semua situasi. Hal ini berarti bahwa dalam sudut pandang tersebut,
teori akuntansi dengan mudah dapat digeneralisasi pada semua kondisi. Namun sudut
pandang lain berpendapat bahwa hal tersebut tidak tepat, memandang bahwa akuntansi
merupakan human activity yang tidak dapat disamakan dengan penelitian yang bersifat
science, dan bahwa respon individu akan selalu berbeda dengan individu yang lain. Untuk
itu dalam generalisasi teori akuntansi, hal utama yang perlu ditekankan adalah
pemahaman logika dari suatu argument atau asumsi, sehingga dalam pengambilan sampel
untuk populasi yang besar pun harus didasari atas logika tersebut.