Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH

Manajemen Pemuliaan Ternak Sapi Bali


Dalam Rangka Peningkatan Performans Produksi Ternak

Oleh :
Kelas N
1. Puput Nurul Hidayah 165050100111123
2. M Mifta Ario Taurion 165050100111125
3. Taqbian Fiqie D. 165050100111129
4. Moh. Nur Ardinal Ikhwan 165050100111133

Dosen Pembimbing:
Prof.Dr.Ir.Luqman Hakim,MS.

Mata Kuliah :
Manajemen Pemuliaan Ternak

PROGRAM STUDI PETERNAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2019
PEMBAHASAN

Untuk meningkatkan performa produksi ternak sapi bali, perlu dilakukan


manajemen pemuliaan. Pentingnya pengembangan dan pemuliaan sapi bali
disebabkan oleh beberapa faktor antara lain bahwa sapi bali merupakan sapi asli
dan plasma nutfah Indonesia. Sapi bali yang merupakan dometikasi dari banteng
dan memiliki keungulan tingginya adaptasi terhadap pengaruh lingkungan yang
kurang baik, dapat memanfaatkan pakan berkualitas rendah, mempunyai fertilitas
dan conception rate (CR) yang sangat baik, presentase karkas yang tinggi yaitu
antara 52% sampai 57,7%, memiliki daging berkualitas baik dengan kadar lemak
rendah , dan tahan terhadap parsit (Payne & Hodges dalam Baso, A L I., dkk, 2014).
Data hasil bobot potong pada betina Bali, dan pejantan Bali, dan anak hasil
persilangan dari tetua tersebut ditunjukkan pada
Tabel berikut:

Tabel 1. Data Bobot Potong Pejantan Bali

BOBOT POTONG 2 TAHUN


PEJANTAN
(Kg)
BALI 350

Tabel 2. Data Bobot Potong Betina Bali


Tabel 3. Data Rata-rata Bobot Potong Anak Sapi Bali Betina

RATA-RATA BOBOT POTONG ANAK


JUMLAH ANAK BETINA
SAPI BALI BETINA (KG)
1000 230

Diketahui rata-rata bobot induk 208.5 ± 39.6 kg.


Mencari proporsi seleksi dengan cara = 1000 / (739 x 3) x 100% = 45%
Dari proporsi yang didapat, pada tabel ISD didapatkan nilai 0,88.

Maka dari itu nilai deferensial seleksi didapat = I = DS / SB ->

DS = 0,88 x 39.6 = 34.85

Artinya, Nilai rata-rata kelompok terseleksi yakni 208.5 + 34.85 = 243.35


Nilai heritabilitas dugaan anak tersebut yakni RS = h2 x DS ->

(230 – 208.5) / 34.85 = 61 %


DAFTAR PUSTAKA

Susanti, I., M. N. Ihsan dan S. Wahjuningsih. 2015. Pengaruh Bangsa Pejantan


Terhadap Pertumbuhan Pedet Hail IB Di Wilayah Kecamatan Bantur
Kabupaten Malang. J. Ternak Tropika. Vol. 16(1) : 41-47.

Sayurandi dan Aidi-Daslin. 2011. Heterosis dan Heritabilitas pada Progreni F1 Hasil
Persilangan Kekerabatan Jauh Tanaman Karet. Indonesia J. Nat. Res. Vol.
29(1) : 1-15.