Anda di halaman 1dari 22

METODE PELAKSANAAN

Pekerjaan : Penanganan Darurat Fasilitas Sandar di Pelabuhan Penyeberangan Pulau Banyak


Lokasi : Kabupaten Aceh Singkil
Tahun Anggaran : 2019

A. PENDAHULUHAN
Untuk melaksanakan suatu pekerjaan maka dibutuhkan pedoman atau acuan dalam melaksanakan
Kegiatan yang berguna untuk mencapai suatu mutu dan kualitas yang diinginkan juga yang disyaratkan didalam
RKS, di dalam pelaksanaan pekerjaan memiliki ketentuan ketentuan yang harus kita jaga dalam melaksanakan
suatu aitem pekerjaan agar mutu dari suatu pekerjaan tersebut dapat terjaga. Disamping penggunaan bahan dan
metode yang baik tidak lepas dari alat pendukung dalam pelaksanaannya. maupun pekerja atau tenaga ahli yang
menguasai bidang ini dan modal kerja yang memadai.

B. LINGKUP PEKERJAAN
Sebelum melangkah dalam pelaksanaan pekerjaan perlu diperhatikan terlebih dahulu macam-macam
pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Adapun Lingkup Pekerjaan :
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
II. PEKERJAAN BREASTHING DOLPHIN DARURAT 1 (SATU) UNIT
III. PEKERJAAN MOORING DOLPHIN DARURAT 1 (SATU) UNIT
IV. PEKERJAAN CAT WALK
V. PEKERJAAN REHABILITASI GEDUNG TERMINAL

C. URAIAN SINGKAT PEKERJAAN

I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Biaya Mobilisasi dan demobilisasi Peralatan
Mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah kegiatan mendatangkan ke lokasi (mobilisasi) dan
mengembalikan (demobilisasi) alat-alat proyek sesuai spesifikasi yang ditentukan dalam

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
dokumen lelang dengan menggunakan alat angkutan darat (trailer / truck besar) atau alat angkut
air (ponton). Contoh aplikasi mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah pekerjaan konstruksi.

2. Pekerjaan Boring/core drilling untuk uji daya dukung tanah dan output nya
Pondasi dalam suatu bangunan merupakan bagian paling bawah dan berhubungan langsung
dengan tanah. Pada struktur bangunan, pondasi berfungsi untuk memikul beban bangunan yang
ada diatasnya. Untuk menghasilkan bangunan yang kokoh, pondasi juga harus direncanakan dan
dikerjakan dengan sangat hati-hati. Pondasi harus diperhitungkan sedemikian rupa baik dari segi
dimensi maupun secara analitis mekanis.

Penyelidikan tanah dengan metode ini bertujuan menentukan jenis dan sifat-sifat tanah (soil
properties) pada lokasi yang akan dibangun pondasi dari tiap tebal lapisannya. Pengambilan
sample tanah ini dikenal dengan sebutan undisturbed soil sample (pengambilan tanah tidak
terganggu). Pengambilan sample tanah ini adalah dengan cara menge-bor sampai kedalaman
tertentu dengan menggunakan tabung (pipa) logam berongga kedalam tanah. Di proyek transmisi
biasanya dengan metode Hand Auger (manual), kedalaman umum dengan cara ini bisa sampai
5-6m, kedalaman ini mungkin memadai untuk penyelidikan tanah pondasi pada tipe pad and
chimney. Tapi tentu saja tidak cukup untuk rencana pondalam (pile foundation), untuk itu dengan
pengeboran dengan mesin diperlukan (deep boring). Lembaga penyelidikan tanah seperti halnya
konsultan tanah, lembaga PU (Pekerjaan Umum) dan universitas2 tertentu yang memiliki
peralatan dan laboratorium mekanika tanah biasanya jasa mereka selalu dimanfaatkan dalam
melakukan investigasi ini.
Dalam spesifikasi proyek TL, jumlah titik penyelidikan umumnya dilakukan pada tiap lokasi tower
jenis tension atau satu titik tiap jarak 10 km jalur, ataupun berdasarkan usulan kontraktor atau
klien dalam penentuan jumlah titik dan lokasinya. Biasanya pekerjaan bor ini melengkapi hasil
penyelidikan tanah dengan cara sondir, artinya sondir dilakukan terlebih dahulu. Kelemahan
boring adalah kesulitan untuk menembus lapisan batuan, untuk lapisan batuan diperlukan cara
penyelidikan khusus yaitu core drill.
Tabung-tabung dimasukkan (ditekan/push) kedalam tanah, dengan cara menyambung ujung-
ujungnya bagian demi bagian sampai kedalaman yang dikehendaki. Sample tanah yang berada
dalam tiap bagian tabung selanjutnya dijaga dan dirawat (ujung-ujung pipa yang berisikan tanah
ditutup dengan bahan khusus/lilin), untuk kemudian dibawa ke laboratorium penyelidikan tanah.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
Umumnya untuk menghemat, tidak seluruh tanah pada tiap lapisan yang dibawa ke laboratorium,
hanya tanah pada lapisan kedalaman desain rencana saja yang dibutuhkan, mungkin saja
sample pada kedalaman 3-4 m.
Hasil uji dilaboratorium akan memberikan beberapa soil data/parameter penting yang dibutuhkan
dalam perhitungan desain pondasi. Untuk itu dipilih beberapa metode pengujian saja di
laboratorium yang akan menghasilkan data tanah yang diperlukan.
Data tersebut antara lain :
1. Indeks tanah (Y, w, e, gs, dll) :
– Pengukuran volume dan berat benda uji
– Uji saringan (sieve analysis test)
– Atterberg Test
2. Kuat Geser Tanah (c, Φ):
– Triaxial Test (UU,CU,CD)
– Direct Shear Test
– Unconfined Compression Test
…………
Laporan hasil pengeboran tanah harus dibuat jelas dan tepat pengawas lapangan yang
menangani pekerjaan selain harus selalu mencatat hal-hal kecil yang berkaitan dengan
pelaksanaan pekerjaan, seperti : pergantian alat dan tipenya, kedalaman pada waktu
penggantian alat, metode penahanan lubang bor agar stabil atau penahan tebing lobang uji.
Sesudah contoh tanah diuji di laboratorium, ditentukan klasifikasinya. Catatan lapangan bersama
dengan hasil pengujian laboratorium tersebut dirangkum sedemikian sehingga batas-batas antara
material yang berbeda diplot pada elevasi yang benar, menurut skala yang ditentukan.
Semua hasil-hasil pengeboran dicatat dalam laporan hasil pengeboran (atau disebut boring log),
yang berisi antara lain:
– Kedalaman lapisan tanah.
– Elevasi permukaan tiik bor, lapisan tanah dan muka air tanah.
– Simbol jenis tanah secara grafis.
– Deskripsi tanah.
-Posisi dan kedalaman pengambilan contoh. Disebutkan kondisi contoh terganggu atau tak
terganggu.
– Nama proyek, lokasi, tanggal, dan nama penanggung jawab pekerjaan pengeboran.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
Dalam penggambaran profil lapisan tanah, lapisan tanah disajikan dalam bentuk simbol-simbol
yang digambar secara vertical. Gambar berikut menyajikan contoh symbol-simbol tersebut.
Kebanyakan tanah terdiri dari beberapa campuran dari jenis tanah-tanah tertentu, seperti
lempung berlapis, lanau berlapis, lanau berpasir, kerikil berlanau, dan sebagainya. Dalam kondisi
ini, symbol-simbol dapat dikombinasikan, dengan kandungan tanah yang dominan digambar lebih
banyak atau lebih tebal.

3. Bangunan Direksi Keet dan Barak Kerja ( Sewa )


Untuk barak kerja dibuat bangunan sementara yang dapat melindungi pekerja dari panas dan
hujan. Bangunan ini harus dibongkar setelah pekerjaan selesai dilaksanakan. Untuk Direksi Keet,
dibuat dengan konstruksi semi permanen dengan ukuran sesuai gamba

4. Pengukuran
Metode Pengukuran
Untuk dapat menghasilkan kualitas pengukuran yang benar, pada pengukuran benda kerja tidak
dapat dilakukan dengan satu cara pengukuran, hal ini dikarenakan beragamnya bentuk benda
kerja. Untuk memperoleh hasil pengukuran yang baik dikenal empat metode pengukuran dalam
Metrologi Industri, yaitu :
Pengukuran Langsung, yaitu pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur
langsung dimana hasil pengukuran dapat diperoleh secara langsung.
Pengukuran Tak Langsung, yaitu pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur
pembanding dan alat ukur standar, dimana hasil pengukuran tidak dapat diperoleh secara
langsung.
Pengukuran dengan Kaliber Batas, yaitu pengukuran yang dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui apakah dimensi suatu produk berada di dalam atau diluar daerah toleransi produk
tersebut
Membandingkan dengan Bentuk Standar, yaitu pengukuran yang dilakukan dengan cara
membandingkan bentuk produk dengan bentuk standar dari produk tersebut. Pengukuran ini
dilakukan dengan menggunakan profil proyektor.
. Pengambilan Data Pengukuran

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
Pengambilan data adalah bagian dari proses pengukuran yang menuntut ketelitian atau
kesaksamaan yang tinggi, karena kegiatan ini selalu dibayangi oleh kemungkinan sulitnya
pengulangan proses pengukuran jika data yang sudah diperoleh mengalami kekeliruan. Kesulitan
pengambilan data ulang antara lain disebabkan oleh sudah berlalunya obyek pangukuran ke pos
pengerjaan berikutnya, sehingga menyulitkan pelacakan, dan berubahnya karakteristik elemen
pengukuran terhadap waktu, misalnya perubahan suhu atau perubahan karakteristik alat ukur
yang akan mengakibatkan berubahnya nilai ukur. Oleh karena itu, proses pengambilan data
sebaiknya dilakukan hanya pada satu kesempatan sampai tuntas dan tanpa kekeliruan.

Dalam proses pengambilan data terdapat lima elemen yang terlibat yaitu; Obyek ukur, Standar
ukur, Ukur, Operator pengukuran, Lingkungan. Proses pengukuran tidak dapat berlangsung
dengan baik bila salah satu dari keempat elemen yang pertama tidak ada. Faktor lingkungan
selalu hadir pada setiap situasi. Kelima elemen perlu dipahami agar kesalahan yang ditimbulkan
oleh setiap elemen dapat dipelajari. Proses pengukuran dilakukan si operator dengan
membandingkan benda ukur (obyek) dengan alat ukur (standar) yang sudah diketahui nilai
ukurnya (kalibrasi) dengan sarana ruang dan alat bantu ukur yang memenuhi persyaratannya.

a. Obyek Ukur,
Obyek ukur adalah komponen sistem pengukuran yang harus dicari karakteristik dimensionalnya,
misal panjang, jarak, diameter, sudut, kekasaran permukaan dst, agar hasil ukurnya memberikan
nilai yang aktual, maka sebelum proses pengukuran dilakukan, obyek ukur harus dibersihkan
dahulu dari debu, minyak atau

bahan lain yang menutup atau mengganggu permukaan yang akan diukur.
b. Standar Ukur
Standar ukur adalah komponen sistem pengukuran yang dijadikan acuan fisik pada proses
pengukuran. Bagi pengukuran dimensional standar satuan ukuran adalah standar panjang dan
turunannya. Dalam proses pengukuran yang baik menuntut standar ukur yang mempunyai
akurasi yang memadai dan mampu telusur ke standar nasional/internasional.

c. Alat Ukur,

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
Alat ukur atau instrumen adalah komponen sistem pengukuran yang berfungsi sebagai sarana
pembanding antara obyek ukur dan standar ukur, agar nilai obyek ukur dapat ditentukan secara
kuantitatif dalam satuan standarnya. Ciri-ciri dari alat ukur yang baik adalah yang memiliki
kemampuan ulang yang ketat, kepekaan yang tinggi, histerisis yang kecil dan linieritas yang
memadai.

d. Operator pengukur
Operator pengukur adalah orang yang menjalankan tugas pengukuran dimenisonal baik secara
keseluruhan maupun bagian demi bagian. Seorang operator hendaknya dibekali dengan;
kemampuan membaca gambar kerja, pengetahuan tentang sistem toleransi, kemampuan
menjalankan alat/mesin ukur, pengetahuan tentang statistika pengukuran dan teori
ketidakpastian. Tugas ini terdiri dari pos pekerjaan, diantaranya;

1) Pemeriksaan obyek ukur (dan gambar kerja),


2) Pemilihan alat-alat ukur (dan standar ukur),
3) Persiapan pengukuran (penjamin kebersihan, penyusunan sistem ukur, pemeliharaan kondisi
lingkungan dan lain-lain).
4) Perhitungan analisis kesalahan pengukuran dan pembuatan interprestasi ketidakpastian
pengukuran
5) Penyajian hasil pengukuran (dalam bentuk laporan pengukuran).

e. Lingkungan
Proses pengukuran dapat dilakukan dimana saja: diruang terbuka maupun diruang ysng
terkondisi. Pada ruang terkondisi khususnya pengukuran dimensional tentunya akan menjamin
hasil ukur lebih akurat,dengan persyaratan yang dipersyaratkan bagi sebuah ruang untuk
keperluan pengukuran/kalibrasi dimensional adalah suhu 200C dan kelembaban relatif

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
5. Keselamatan Kerja / K3
UMUM
Bagian ini mencakup ketentuan-ketentuan penanganan keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) konstruksi kepada setiap orang yang berada di tempat kerja yang berhubungan dengan :
1. pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja konstruksi, proses produksi dan
lingkungan sekitar tempat kerja.
2. Penanganan K3 mencakup
penyediaan sarana pencegah
kecelakaan kerja
dan perlindungan Kesehatan
kerja konstruksi maupun
penyediaan personil yang
kompeten dan organisasi
pengendalian K3 Konstruksi
sesuai dengan tingkat resiko
yang ditetapkan oleh Pengguna
Jasa.
3. Pihak Kami akan mengikuti
ketentuan-ketentuan pengelolaan
K3 yang tertuang dalam
Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum No. 09/PRT/M/2009
tentang Pedoman Sistem
Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang Pekerjaan
Umum, UNDANG-UNDANG
KESELAMATAN KERJA
Lembaran Negara No. 1
Tahun 1970 (Tambahan
Lembaran Negara No. 1918)
dan peraturan terkait lainnya.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
2.B. SISTEM MANAJEMEN K3 KONSTRUKSI
1. Pihak Kami akan membuat, menerapkan
dan memelihara prosedur untuk identifikasi
bahaya, Penilaian risiko dan pengendaliannya
secara berkesinam- bungan sesuai
dengan Rencana K3
Kontrak (RK3K) yang telah disetujui oleh
KONSULTAN PENGAWAS.Pihak Kami
akan melibatkan Ahli K3
Konstruksi pada paket pekerjaan dengan
risiko K3 tinggi atau sekurangkurangnya
Petugas K3 Konstruksi pada paket pekerjaan
dengan risiko K3 sedang dan kecil. Ahli K3
Konstruksi atau Petugas K3 bertugas untuk
merencanakan, melaksanakan dan
mengevaluasi Sistem Manajemen K3
Konstruksi. Tingkat risiko K3 ditetapkan oleh
Pengguna Jasa.
2. Pihak Kami akan membentuk Panitia
Pembina K3 (P2K3) bila: jumlah pekerja
paling sedikit 100 orang,
3. Pihak Kami akan melaksanakan Audit Internal K3 Konstruksi.
4. Pihak Kami akan melakukan tinjauan ulang terhadap RK3K (pada bagian yang memang perlu dilakukan kaji ulang)
setiap bulan secara berkesinambungan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
CV. ATA IDI CUT PUTRA
PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
6. Papan Nama Proyek
Membuat papan nama proyek dari papan dengan ukuran 200 x 100 cm. Didirikan tegak diatas
kayu 5/7 cm setinggi 240 cm. Diletakkan pada tempat yang mudah dilihat umum. Papan nama
proyek memuat
• Nama proyek
• Pemilik Proyek
• Lokasi Proyek
• Jumlah biaya (kontrak)
• Nama Konsultan Perencana
• Nama Konsultan Pengawas
• Nama Pelaksana (Kontraktor)
• Proyek dimulai tanggal, bulan, tahun

7. Dokumentasi dan Administrasi Proyek


Membuat laporan secara terperinci dalam formulir yang ditentukan Direksi serta mencatat
kemajuan progres fisik yang telah dicapai dilapangan yang telah diperiksa dan disahkan oleh
Direksi. Pengukuran untuk Asbuilt Drawing mulai dilaksanakan pada kondisi fisik proyek 95 %
sampai 100 %. Pengukuran Asbuilt Drawing meliputi pengukuran semua kontruksi yang
dilaksanakan pada kondisi 100 % selesai. Hasil pengukuran digambarkan pada kertas ukuran A3
& A4 untuk menghitung MC-100. Titik pengambilan dokumentasi/photo dapat mewakili jalur atau
tahap pekerjaan;
o Tahap Pekerjaan belum dimulai (0 %)
o Tahap Pekerjaan sedang dikerjakan (50 %)
o Tahap Pekerjaan selesai dilaksanakan seluruhnya (100 %)
Menyerahkan photo-photo dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dalam keadaan lengkap beserta
soft copynya.

II. PEKERJAAN BREASTHING DOLPHIN DARURAT 1 (SATU) UNIT


1. Pengadaan Tiang Pancang Pipa Baja Sch 40 Ø 318,5 MM (12") t = 10,3 MM
2. Pengangkutan 1 m' tiang pancang ke titik pancang
3. Pemancangan tiang pancang tegak
4. Pemancangan tiang pancang miring

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
5. Pengelasan dan Penyambungan tiang (setiap 12 m)
6. Pemotongan tiang
7. Pekerjaan Bracing antar tiang pancang WF 150.75.5.7
8. Pekerjaan Bracing antar tiang pancang WF 200.100.5,5.8
9. Pekerjaan Pengelasan
10. Pekerjaan Beton Bertulang Isian Tiang Pancang
a. Pekerjaan Beton K 300
b. Pembesian Ulir sesuai dengan Gambar
c. Pembesian Polos sesuai dengan Gambar
11. Pekerjaan Beton Bertulang Breasthing Dolphin
a. Pekerjaan Beton K 300
b. Pembesian Ulir sesuai dengan Gambar
c. Pembesian Polos sesuai dengan Gambar
d. Pekerjaan Bekisting Lantai
e. Pekerjaan Bekisting Dinding
12. Pekerjaan Jembatan Untuk Pengecoran
13. Pekerjaan Bollard/Bolder dari Pipa Baja Sesuai gambar
14. Angkur Landasan Catwalk
15. Pengadaan dan Pasangan Fender Type V H 500 x L 1500 (termasuk untuk Breasting Dolphin
Existing dan Dermaga Ro ro Existing)

Dolphin adalah konstruksi yang digunakan untuk menambat kapal yang biasanya digunakan besama-sama
dengan Dermaga (pier) dan wharf untuk memperpendek panjang bangunan tersebut. Alat penambat ini
direncanakan untuk bisa menahan gaya horizontal yang ditimbulkan oleh benturan kapal, tiupan angin,
dorongan arus yang mengenai badan kapal pada waktu ditambatkan.

Dolphin dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :


1. Breasting Dolphin (Dolphin penahan) disingkat BD
2. Mooring Dolphind (Dolphin penambat) disingkat MD
Dolphin penahan mempunyai ukuran lebih besar, karena dia direncanakan untuk menahan benturan kapal
ketikah berlabuh dan menahan tarikan kapal karena tiupan angin, arus dan gelombang. Alat ini dilengkapi
dengan fender untuk menahan benturan kapal dan boler untuk menempatkan tali kapal, guna menggerakkan
kapal di sepanjang dermaga dan menahan tarikan kapal.

Dolphin penambat tidak digunakan untuk menahan benturan, tetapi hanya sebagai penambat.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
Pengaturan Mooring dan Breasting dolphin adalah sebagai berikut :
Penambatan kapal pada MD dalam harus tegak lurus dengan sisi kapal. Pada MD bagian tengah dan luar
seharusnya membentuk sudut < 150 terhadap garis tegak lurus bidang kapal, sudut yang terbentuk saat
menambat tali pada boulder tidak boleh lebih dari 100.

Untuk seluruh MD sebaiknya digunakan pengait yang mudah dilepaskan. Struktur MD di tempatkan dengan
jarak tertentu di belakang berthing line. Jarak MD sebesar 35-50 m dari BD. Letak MD biasanya dengan
mensejajarkan sumbu tali dengan arah arus. Jika arah arus perairan lemah, letak tambatannya dibuat parallel
dengan arah angin.

III. PEKERJAAN MOORING DOLPHIN DARURAT 1 (SATU) UNIT


1. Pengadaan Tiang Pancang Pipa Baja Ø 406,4 MM (16") t = 6,4 mm

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
2. Pengangkutan 1 m' tiang pancang ke titik pancang
3. Pemancangan tiang pancang tegak
4. Pemancangan tiang pancang miring
5. Pengelasan dan Penyambungan tiang (setiap 12 m)
6. Pemotongan tiang
7. Brancing antar tiang pancang WF 150.75.5.7
8. Brancing antar tiang pancang WF 200.100.5,5.8
9. Pekerjaan Pengelasan
10. Pekerjaan Beton Bertulang Isian Tiang Pancang
a. Pekerjaan Beton K 300
b. Pembesian Ulir sesuai dengan Gambar
c. Pembesian Polos sesuai dengan Gambar
11. Pekerjaan Beton Bertulang Breasting Dolphin
a. Pekerjaan Beton K 300
b. Pembesian Ulir sesuai dengan Gambar
c. Pembesian Polos sesuai dengan Gambar
d. Pekerjaan Bekisting Lantai
e. Pekerjaan Bekisting Dinding
12. Pekerjaan Jembatan Untuk Pengecoran
13. Pekerjaan Bollard/bolder dari Pipa Baja Sesuai gambar
14. Baut Angkur Landasan Catwalk

Dolphin adalah konstruksi yang digunakan untuk menambat kapal yang biasanya digunakan besama-sama
dengan Dermaga (pier) dan wharf untuk memperpendek panjang bangunan tersebut. Alat penambat ini
direncanakan untuk bisa menahan gaya horizontal yang ditimbulkan oleh benturan kapal, tiupan angin,
dorongan arus yang mengenai badan kapal pada waktu ditambatkan.

Dolphin dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :


1. Breasting Dolphin (Dolphin penahan) disingkat BD
2. Mooring Dolphind (Dolphin penambat) disingkat MD
Dolphin penahan mempunyai ukuran lebih besar, karena dia direncanakan untuk menahan benturan kapal
ketikah berlabuh dan menahan tarikan kapal karena tiupan angin, arus dan gelombang. Alat ini dilengkapi
dengan fender untuk menahan benturan kapal dan boler untuk menempatkan tali kapal, guna menggerakkan
kapal di sepanjang dermaga dan menahan tarikan kapal.

Dolphin penambat tidak digunakan untuk menahan benturan, tetapi hanya sebagai penambat.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
Pengaturan Mooring dan Breasting dolphin adalah sebagai berikut :
Penambatan kapal pada MD dalam harus tegak lurus dengan sisi kapal. Pada MD bagian tengah dan luar
seharusnya membentuk sudut < 150 terhadap garis tegak lurus bidang kapal, sudut yang terbentuk saat
menambat tali pada boulder tidak boleh lebih dari 100.

Untuk seluruh MD sebaiknya digunakan pengait yang mudah dilepaskan. Struktur MD di tempatkan dengan
jarak tertentu di belakang berthing line. Jarak MD sebesar 35-50 m dari BD. Letak MD biasanya dengan
mensejajarkan sumbu tali dengan arah arus. Jika arah arus perairan lemah, letak tambatannya dibuat parallel
dengan arah angin.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
IV. PEKERJAAN CAT WALK
1. Pekerjaan Leger Besi Catwalk WF 400.200.8.13
2. Pekerjaan Diafragma Catwalk WF 200.100.5,5.8
3. Pengadaan dan Pasangan Grating Plate untuk Lantai Catwalk
4. Pekerjaan Stiffenir Plate 12 x 100 x 400 MM
5. Pekerjaan Tiang Lening Catwalk Pipa Galvanis dia. 2"
6. Pekerjaan Lening Catwalk Pipa Galvanis dia. 2"
7. Pekerjaan Pengelasan
8. Pekerjaan Cat Epoxi + Cat Marine Coating

Beberapa standar konstruksi Indonesia menggunakan Baja Profil. Kebutuhan konstruksi secara
permanen, kokoh, dan stabil secara kualitas menjadi prioritas utama terselenggaranya
pembangunan yang mapan, dan menjadi dasar misi utama proyek-proyek pembangunan.

WF biasa digunakan untuk : balok, kolom, tiang pancang, top & bottom chord member pada
truss, composite beam atau column, kantilever kanopi, dll.

Proses fabrikasi dan pemasangan kontruksi Baja IWF / WF dilakukan sebagai berikut:
1. Material Baja di siapkan
Material baja yang disiapkan sesuai dengan jenis, spesifikasi dan ukuran yang akan digunakan.
bagian Kolom dan kuda-kuda rafter memakai baja WF, gording menggunakan CNP, UNP, siku
dan branching rod, tie rod, plate sambungan, angkur, dll.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
2. Persiapan plate
Plate banyak dipakai sebagai simpul, sambungan, stifener. Ukuran plate dan ketebalan serta
titik lobang baut menyesuaikan dengan gambar kerja. Ukuran plate dan titik lobang baut harus
benar presisi dengan menggunakan mal/penggaris supaya potongan plate lebih akurat
Plate baja dipotong dengan menggunakan mesin gerinda potong, untuk ukuran baja WF yang
besar sebaiknya menggunakan mesin gerinda potong duduk dengan diameter piring hingga 20″
atau lase cutting.

Setelah plate dipotong dan titik baut sudah ditandai, selanjutnya siapkan mesin pons, bor kecil
dan bor utama untuk membuat lobang baut pada plate. Bagian titik dibor dengan bor kecil (misal
5mm) baru dilanjutkan menggunakan bor utama sesuai diameter baut (misal 16mm).

Setelah pemotongan dan pembuatan lobang baut selesai bersihkan plate dan haluskan dengan
digrinda atau diamplas bagian sisa potongan plate sehingga tidak tajam.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
3. Persiapan rafter, kolom
Ukuran WF dipasaran biasanya berbeda dengan panjang bentangan atau tinggi kolom pada
kontruksi baja yang akan dipasang nantinya. baja yang ada harus dipotong sehingga sesuai
dengan ukuran dari gambar kerja. Bagian yang akan dipotong diukur dengan mal/jangkar
secara akurat dan presisi sehingga tidak mengalami kesalahan setelah dipotong. Jika terjadi
kesalahan mengakibatkan kerugian biaya yang cukup besar
4. Settingan
Bagian batang baja dan plate yang sudah disiapkan dari proses sebelumnya, selanjutnya
sambungkan dan setting bagian-bagian tersebut sehingga hasilnya sesuai bentuk, jarak dan
ukuran pada gambar kerja.
Yang harus diperhatikan saat pemasangan dan settingan:
1. Tidak boleh ada kemiringan/sudut, panjang melebihi atau kurang
2. Dudukan plate, gordeng dan maupun balok anak tidak miring
5. Pengelasan
Cara pengelasan :
 Bersihkan bagian yang akan dilas dari kotoran atau debu.
 Tebal las disesuaikan dengan beban kontruksi
 Setelah pengelasan bersihkan sisa lasan dan dihaluskan
6. Erection (pengangkatan)
Adalah proses pengangkatan bagian rangka baja seperti kuda-kuda/rafter, kolom yang sudah
disambung dan disetting diangkat untuk dipasang dibagian atas kontruksi untuk difitting dengan
bagian lainnya (kolom-rafter-kuda-kuda, branching, tie rod dll).
Proses pengangkatan kontruksi baja:
Untuk beban baja lebih dari 1 ton dan ketinggian lebih dari 10 meter maka pengangkatan
kontruksi Baja sebaiknya menggunakan alat angkat berat seperti hoist, crane/mobile crane,
karena lebih safety dan lebih mudah.
Beban dibawah 1 ton dengan ketinggian kolom 6m, dapat menggunakan lifting equipment
seperti chain block, hoist yang memiliki daya angkat dari 5 ton.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
7. Fitting atau peyambungan diatas rangka
Setelah rangka kuda-kuda/rafter diangkat keatas pakai catrol atau crane dan sampai diposisi
nya pasang baut dan kencangkan sampai plate simpul rafter rapat dengan kolom. Selajutnya
ujung rafter diikat pakai seling (12 mm) dan tarik ujung seling bagian bawah ke pedestal/batok,
Begitu seterusnya sehingga semua bagian rafter dan gording sudah naik dan terpasang diatas
kolom. Selanjutnya pasang branching/ tie rod sebagai pengikat rafter

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
8. Finishing
Finishing adalah proses pembersihan, pengecekan dan pengecatan dari kontruksi baja yang
sudah disambungkan pengecatan mulai dari cat dasar dan cat vanishing. Sebaiknya
pengecetan dilakukan dilantai kerja sebelum proses erection (pengangkatan) karena
dilakukannya lebih mudah dan lebih aman.

V. PEKERJAAN REHABILITASI GEDUNG TERMINAL


1. Pembongkaran Lantai Existing

Kadang kadang kita mendapatkan keramik kita dalam keadaan cacat setelah beberapa lama, mungkin keramik
kita pecah atau tergores oleh benturan atau goresan benda tertentu. Sehingga kita tentu memerlukan perbaikan
keramik atau penggantian keramik supaya ruangan kelihatan tetap indah. Perbaikan keramik lantai mungkin
suatu pekerjaan yang agak memusingkan bagi kita, bilama kita kurang mengerti untuk mengerjakannya.
Sebetulnya hal ini bisa kita lakukan sendiri dimana kita perlu melakukannya dengan sebuah kesabaran dan
teknik pembongkaran yang sesuai. Disamping itu juga untuk mempermudah kita harusa menyediakan
beberapa alat untuk membongkar keramik lantai . Dan juga hal yang sangat perlu adalah bagaimana keramik
tersebut dapat dengan mudah dapat dibuka dengan bantuan bahan aditiv yang cocok dipergunakan.

Langkah pertama dalam proses membongkar bagian keramik lantai yang akan dibongkar adalah melepaskan
nut keramik pada sisi bagian keramik yang akan dibongkar. Pemisahan nut dari keramik merupakan hal yang
utama dilakukan untuk mendapatkan ruang untuk mendapatkan lapisan ikatan semen dibawah keramik
sehingga jika nut sudah dibuka maka pemisahan keramik dari ikatan semen akan lebih mudah dilakukan dan
tidak akan mencederai keramik sisi lainnya.

Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk membuka nut keramik disisi keramik lama :

1. Membuka nut melalui pemahatan nat dengan menggunakan pahat kecil.


2. Membuka nut dengan menggunakan grenda mesin , jenis grenda harus menggunakan grenda jenis pemotong
keramik.

Saat melakukan proses pembongkaran keramik ini sering mengandung resiko, sehingga harus dilakukan
dengan hati hati dan penuh kesabaran karena dengan mengerjakan yang ceroboh bisa mencederai keramik
disisi lainnnya sehinga kita harus membongkarnya juga.

Saat ini sudah ditemukan beberapa bahan kimia (bahan aditif) yang bisa membantu untuk memudahkan
pembongkaran keramik. Salah satu bahan aditif yang biasa digunakan adalah penghancur semen (cement
remover). Bahan aditif ini biasanya ditunagakan di permukaan garisan nut keramik, kemudian di tunggu

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
beberapa saat. Setelah itu kemudian nut akan lebih mudah diphat atau digrenda sehingga untuk pembongkaran
keramik akan semakin mudah.

Langkah kedua setelah but keramik sudah terbuka dari sisi keramik adalah melakukan pembukaan keramik
supaya terpisah dari lapisan semen dibawah keramik. Alat yang diperlukan adalah pisau scrab/ pisau dempul
yang berbentuk lebar dan kaku . Sebelumnya anda Caranya adalah pisau didorong pada sudut bawah
keramik diarahkan ke bagian tengah lembaran keramik. Kemudian Tekan pisau scrab dengan palu secara
perlahan. Jika beruntung, keramik akan terangkat sekaligus. Jika tidak kemungkinan akan terangkat
sebahagian atau pecah, sehingga anda perlu mengangkat kembali lapisan keramik yang masih tertinggal.
Langkah ketiga adalah pembersihan lapisan adukan semen lama, hal ini dilakukan untuk membuat perekat
yang baru antara lantai dengan keramik yang akan dipsangkan. Semua lapisan adukan yang lama harus dibuka,
anda bisa menggunakan pahat beton untuk menghancurkannya. Kemudian lakukan pembersihan untuk
mengangkat semua lapisan hingga benar benar bersih, Jika perlu gunakan vacum supaya debu terangkat
semuanya. Atau anda bisa menggunakan lap basah kemudia dikeringkan.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
2. Pekerjaan Rehabilitasi Lantai Keramik uk. 40 x 40 cm
Tatacara Pelaksanaan Pekerjaan Lantai Granite, Lantai Keramik, Dinding adalah sebagai berikut :
Persiapan
 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai keramik.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja : Granit KW 2 uk. 40 x 40 cm, semen PC, pasir, semen grouting nat,
air, dll..
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : gerinda, palu karet, meteran, waterpass, benang,
selang dan air.

Gambar Tatacara Pelaksanaan Pek. Keramik Lantai

Pengukuran
 Lebih dahulu juru ukur/surveyor menentukan dan menandai (marking) lokasi untuk star/awal
pemasangan keramik dan level permukaan lantai keramik.

Pelaksanaan pekerjaan pasang keramik lantai


 Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu
sebelum ditebar adukan pasangan keramik.
 Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai jenuh sebelum dipasang.

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK
 Buat adukan untuk pasang keramik.
 Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan keramik yang rata dan
garis siar/nat yang lurus.
 Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m agar adukan yang ditebar permukaannya yang
rata/flat.
 Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
 Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang sudah
ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya
dengan acuan kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
 Pada saat pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk mendapatkan
permukaan lantai keramik yang rata.
 Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass.
 Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan
udara yang ada dalam adukan pasangan lantai keramik. Setelah itu baru dilanjutkan dengan
pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat.
Pekerjaan terakhir adalah pembersihan permukaan lantai keramik dari kotoran.

Semua item pengadaan peralatan ini harus dilaksanakan seluruhnya dengan progress atau jadwal pelaksanaan
yang dibuat agar tercapai ketepatan waktu sesuai dengan batas waktu pelaksanaan, Waktu pelaksanaan yaitu
180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

Demikian metode pelaksanaan yang kami sampaikan.

Langsa, 12 April 2019


CV. Ata Idi Cut Putra

Hamdani A. Wahab
Direktur

Muhammad Jonsmardi

Direktur

CV. ATA IDI CUT PUTRA


PEKERJAAN : PENANGANAN DARURAT FASILITAS SANDAR DI PELABUHAN PENYEBERANGAN PULAU BANYAK