Anda di halaman 1dari 36

Pemerintah Kota Jayapura

Dinas Pekerjaan Umum


Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Bab 4
PROFIL KOTA JAYAPURA

4.1 GAMBARAN GEOGRAFIS DAN ADMINISTRATIF WILAYAH


4.1.1 Gambaran Geografis
Kota Jayapura yang terletak di timur Indonesia merupakan pusat permukiman terpadat di
Provinsi Papua. Dengan luas wilayah hanya 940 km2, kota ini harus menampung penduduk 256,705
jiwa dengan tingkat pertumbuhan per tahun mencapai 4,41% per tahun. Sekitar 94,5% penduduk Kota
Jayapura terpusat di bagian barat kota yang hanya mencakup 33,33% dari luas wilayah. Kota Jayapura
terletak di bagian utara Provinsi Papua pada 1°28’17,26”-3°58’0,82” Lintang Selatan dan
137°34’10,6“–141°0’8,22” Bujur Timur. Secara Geografis, Kota Jayapura terdiri dari 5 (lima) distrik
yaitu Distrik Jayapura Utara, Distrik Jayapura Selatan, Distrik Abepura dengan, Distrik Heram dan
Distrik Muara Tami.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 56


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Gambar 4.1
Peta Orientasi Kota Jayapura terhadap Provinsi Papua

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 57


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

 Bagian Utara : Samudera Pasifik

 Bagian Barat :Kab. Jayapura

 Bagian Selatan : Kabupaten Keerom

 Bagian Timur : Negara Papua New Guinea (PNG).


Luas wilayah administrasi Kota Jayapura adalah 940 km2.

4.1.2 Administratif Wilayah


Gambaran administrasi pemerintahan di Kota Jayapura disajikan pada Tabel dan Gambar
berikut ini:

Tabel 4.1
Tabel Administratif Kota Jayapura

Jumlah Jumlah Luas Wilayah


No Distrik Ibukota Distrik
Kelurahan Kampung Km 2
% Thd Total
1. Abepura Kotabaru 8 3 155,7 16,56
2. Jayapura Selatan Entrop 5 2 43,4 4,62
3. Jayapura Utara Tanjung Ria 7 1 51 5,43
4. Muara Tami Skow Mabo 2 6 626,7 66,67
5. Heram Waena 3 2 63,2 6,72
Jumlah 25 14 940,00 100,00
Sumber : Kota Jayapura Dalam Angka, 2011

Pemerintah Kota Jayapura terdiri dari 5 distrik dengan 39 Kelurahan/kampung terdiri dari
25 kelurahan dan 14kampung. Distrik Abepura merupakan disktrik dengan jumlah Kelurahan dan
Kampung terbanyak dengan rincian 8 jumlah kelurahan dan 3 jumlah kampung.Sedangkan distrik
dengan jumlah kelurahan/kampung terkecil Distrik Heram dengan rincian 3 jumlah kelurahan dan 2
jumlah kampung.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 58


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Tabel 4.2.
Tabel Nama Kampung / Kelurahan dan Status Pemerintahan Wilayah Kota Jayapura Menurut Disktrik,
2012

No Distrik Nama Kampung/Kelurahan Status Pemerintahan


1 Abepura Asano Kelurahan
Nafri Kampung
Engros Kampung
Awiyo Kelurahan
Koya Koso Kampung
Yobe Kelurahan
Abe Pantai Kelurahan
Kota Baru Kelurahan
Vim Kelurahan
Wai Mhorock Kelurahan
Wahno Kelurahan
2 Jayapura Selatan Entrop Kelurahan
Tobati Kampung
Hamadi Kelurahan
Ardipura Kelurahan
Numbai Kelurahan
Argapura Kelurahan
Tahima Soroma Kampung
3 Jayapura Utara Gurabesi Kelurahan
Bayangkara Kelurahan
Mandala Kelurahan
Trikora Kelurahan
Angkasapura Kelurahan
Imbi Kelurahan
Tanjung Ria Kelurahan
Kayobatu Kampung
4 Muara Tami Koya Barat Kelurahan
Holtekam Kampung
Skow Yambe Kampung
Koya Timur Kelurahan
Skow Mabo Kampung
Skow Sae Kampung
Koya Tengah Kampung
Mosso Kampung
5 Heram Yoka Kampung
Kampung Waena Kampung
Hedam Kelurahan
Waena Kelurahan
Yabansai Kelurahan
Sumber: Data BPS Kota Jayapura, 2011

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 59


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Peta 4.2
Peta Administrasi Kota Jayapura

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 60


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.1.3 Kondisi Topografi

Topografi daerah Kota Jayapura cukup bervariasi, mulai dari daratan, yang landai sampai
berbukit-bukit/gunung, dimana terdapat ±60% daerah tidak layak huni (non budidaya) karena terdiri
dari daerah perbukitan yang terjal dengan kemiringan diatas 40%, rawa-rawa berstatus konservasi
atau hutan lindung. Kota Jayapura berada pada ketinggian 1 – 700 M di atas permukaan laut (dpl) dan
hanya ± 40% lahan yang layak huni (budidaya) dan hamparan itu sebagian besar di Distrik Muara Tami
yang merupakan wilayah perbatasan dengan Negara PNG.

Curah hujan rata-rata 1.500 - 2.500 mm/tahun dan jumlah hari hujan rata-rata bervariasi
antara 148 – 175 hari hujan/tahun. Iklim Kota Jayapura yang karena pengaruh letaknya, maka dapatlah
di kategorikan beriklim tropis, dengan suhu rata-rata 21°C - 31°C, musim Hujan dan Musim Kemarau
tidak teratur sebagai akibat pengaruh gerakan angina dari antar Benua Australia dan Asia serta lautan
Pasifik dan lautan Hindia. Kelembaban udara rata-rata bervariasi antara 77% - 82%.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 61


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Peta 4.3
Peta Topografi Kota Jayapura

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 62


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.1.4 Kondisi Geohidrologi


Iklim di Kota Jayapura adalah tropis basah. Suhu udara rata-rata berkisar 30°C dengan
suhu udara minimum berkisar 29°C dan suhu udara maksimum 31,8°C. Curah hujan bervariasi antara
45-255 mm/tahun dengan hari hujan rata-rata antara 148-175 hari hujan/tahun. Kelembaban udara
bervariasi antara 79% - 81%. Menurut pencatatan Badan Meteorologi dan Geofisika wilayah V
Jayapura Tahun 2005 suhu udara rata-rata 23,0 °C - 32,2°C. Kelembaban udara berkisar antara 77% -
82%, sedang curah hujan tertinggi pada bulan Maret 2005 yaitu 500 mm dan terendah bulan
Desember 2005 yaitu 100 mm.Kota Jayapura memiliki 17 sungai/kali, yaitu:
1. Distrik Jayapura Utara : Kali Anafre, Kloofkamp, Bahabuaya, APO, Yapis dan Dok IX.
2. Distrik Jayapura Selatan : Kali Acai, Siborogonyi, Entrop I, II, III dan Hanyaan.
3. Distrik Abepura : Kali Kampwalker, Buper
4. Distrik Muara Tami : Sungai Tami, Skamto, Buaya
Arah aliran sungai bermuara ke Laut Pasifik kecuali Sungai Kampwolker dan Buper yang
bermuara ke Danau Sentani. Sungai-sungai yang terdapat di wilayah kota Jayapura secara umum
mengalir ke arah utara dan selatan yang dipisahkan oleh suatu pemisah morfologi yang membentang
dari barat ke timur, sehingga memisahkan aliran permukaan (Surface run off) pada dua area
tangkapan hujan secara makro. Arah aliran sungai pada umumnya sejajar dengan sungai utama yaitu
Kali Kamp Wolker, Kali Acai, Kali Entrop, Kali Anafre, Kali Kloofkamp, Kali APO, Kali Dok IX dan Kali Tami
yang menyebar di Kota Jayapura dan sebagian besar bermuara ke lautan Pasifik kecuali Kali Kamp
Wolker yang bermuara ke danau Sentani.
Sebagian besar alian sungai dapat dijadikan sebagai aliran air bersih yang dikelola oleh
pihak PDAM yang meliputi Kali Kujabu, Kali Entrop II, Kali Kloofkamp, Kali APO, juga sebagian
masyarakat menggunakan air tanah berupa sumur (air tanah dangakal) yang kedalamannya berkisar
antara 1-3 meter namun dengan tingkat kadar kapur yang sangat tinggi. Air tanah di daerah datar yang
berada di tepi pantai atau rawa mempunyai tinggi muka air sekitar 1 meter, terdapat di kelurahan
Gurabesi, sekitar pasar Hamadi di kelurahan Argapura.

4.1.5 Kondisi Geologi


Kota Jayapura memiliki potensi bahan galian golongan B dan golongan C. golongan B
diantaranya berupa pasir besi yang terdapat di waena, angkasa dan Base-G dengan luasan ± 8.000 ha;
dan nikel yang terdapat di sepanjang kaki pengunungan cycloop dengan luasan ± 18.000 ha. Golongan
C diantaranya adalah batu gamping/batu karang yang terbesar di daerah entrop, polimak, tanah

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 63


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

hitam, koyo koso, koya barat, moso dan koya tengah; pasir dan batu (sirtu) tersebar di daerah pasir II,
waena, padang bulan dan yoka dengan luas keseluruhan ± 32.000 ha; bentonit terdapat di daerah
Nafri dengan luasan ± 1000 ha, tanah liat/batu lempung terdapat di daerah Nafri, Koya Timur, Koya
Barat, Koya Tengah, Holtekamp dan Koya Koso dengan luasan ± 28.000 ha; dan pasir besi terdapat di
daerah angkasa dan waena dengan luasan ± 12.000 ha. Bahan galian ini tersebar sesuai dengan kondisi
geologi (morfologi, stratigrafi dan struktur geologi) daerah Kota Jayapura. Eksploitasi bahan galian
golongan B dan C di Kota Jayapura telah dilakukan oleh perorangan maupun perusahaan berbadan
hokum, namun kontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kota Jayapura dan pengelolaan lingkungan
tambang belum optimal.
Dengan jumlah usaha yang cukup banyak dan luas lahan yang dikelola cukup besar maka
kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti : kerusakan dan pencemaran lingkungan
sekitar daerah kegiatan, rusaknya daerah-daerah konservasi dan daerah tangkapan hujan, bencana
geologi seperti banjir, gerakan tanah/longsor dan erosi/sedimentasi dan menurunnya kualitas dan
muka air tanah sehingga menyebabkan berkurangnya debit air permukaan. Untuk meminimalisasi
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, maka perlu disusun suatu system pengelolaan dan
pemanfaatan bahan galian yang berwawasan lingkungan.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 64


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Peta 4.4
Peta Geologi Kota Jayapura

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 65


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.1.6 Kondisi Hidrologi

Untuk menjaga keberlanjutan ketersediaan air tanah di wilayah Kota Jayapura, maka
perlu pengelolaan dan pemanfaatan alam secara optimal dan tidak menimbulkan dampak terhadap air
tanah itu sendiri.Sumber air tanah di Kota Jayapura ada yang termasuk tipe “uncounfined aquifer” atau
sumber air tanah dengan permukaan air tanah bebas. Air tanah pada sumber dangkal ini berasal dari
aii “meteoric”(air hujan) yang mengisi formasi aquifer bagian pangkal dan fan. Di samping itu juga
terhadap sumber air dalam dengan tipe “confined aquifer”.

Penggunaan air bersih di Kota Jayapura digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah
tangga (masak, minum, mandi, cuci, dll), untuk kebutuhan industri dan kebutuhan lain. Untuk
keperluan tersebut, masyarakat pada umumnya menggunakan air sumur, mata air, dan sumber dari
PDAM.Sedangkan untuk keperluan pengairan sawah digunakan sumber air yang berasal dari Ingar
ataupun limpahan air yang berasal dari mata air.Sistem pengelolaan dan pemanfaatan sumber air
perlu dibatasi guna menjaga kelestariannya.Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menjaga serta
membatasi pembangunan pada kawasan-kawasan lindung.

Tabel 4.3
Sungai-sungai yang mengalir di Kota Jayapura

Kedalaman
No. Nama Sungai Panjang (m) Lebar (m)
(m)
1 Sungai APO 2,151 9 4,5
2 Sungai Anafree 3,763 20 5,6
3 Sungai Hanyaan 2,413 6,3 4
4 Sungai Entrop 1 0,935 8,5 3,5
5 Sungai Entrop 2 4,068 5,05 2,5
6 Sungai Entrop 3 1,706 2,5 2,5
7 Sungai Dok IX 2,512 4 2,5
8 Sungai Dok VII 1,733 8 4,5
9 Sungai Acai 2,245 12,5 4,5
10 Sungai Siborogonyi 11,619 12 4,5
11 Sungai Mati 2,358 3 2,5
12 Sungai Tami 45,5 43,5 6,5
13 Sungai Kojabu 13,008 35 8
14 Sungai Onabu 11,512 9,56 5,3
15 Sungai Hubari 6,935 15 45
16 Sungai Temani 11,566 9,56 5,421
Sumber: Pokja AMPL dan dinas terkait.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 66


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Tabel 4.4 Sungai lintas kabupaten/Kota yang melintas Kabupaten/Kota

No. Nama Sungai Daerah yang dilintasi Ukuran (besaran) ruas sungai di
wilayah kabupaten/ Kota Jayapura
Panjang Lebar Kedalaman
(m) (m) (m)
1 Sungai Tami Distrik Muara Tami 45,5 43,5 6,5
2 Sungai Kamwolker/ Waena / Kab. Jayapura 13,008 35 8
Kojabu
3 Sungai Onabo Waena / Kab. Jayapura 11,512 9,56 5,3
4 Sungai Hubari Waena / Kab. Jayapura 6,935 15 45
5 Sungai Temani Waena / Kab. Jayapura 11,566 9,56 5,421
Sumber: Pokja AMPL dan dinas terkait.

4.1.7 Kondisi Klimatologi


Kota Jayapura beriklim tropis basah dengan suhu minimum 29 o C dan maksimum 31,8o C,
curah hujan rata-rata 146 mm/ht. Kelembaban udara rata-rata 80,42%. Variasi curah hujan antara 45-
255 mm/th dengan jumlah hari hujan rata-rata bervariasi antara 148-175 hari hujan per tahun. Suhu
tara-rata 29o C-31,8o C, musim hujan dan musim kemarau tidak teratur. Kelembaban udara rata-rata
bervariasi antara 79% - 81% di lingkungan perkotaan sampai daerah pinggiran kota keadaan iklim
seperti ini sangat menunjang bidang pertanian dan peternakan.

Tabel 4.5 Data Rata-rata Suhu Udara di Kota Jayapura

Rata-rata Suhu Udara ( °C )


No Bulan Minimum Mutlak Maksimum Mutlak
2009 2010 2009 2010
1 Januari 24,7 24,8 32,2 31,1
2 Februari 24,0 24,6 31,5 31,2
3 Maret 24,46 24,9 31,6 31,4
4 April 25,1 24,7 32,5 31,9
5 Mei 25,3 25,9 32,5 31,9
6 Juni 23,9 25,7 31,4 32,8
7 Juli 24,4 25,8 31,5 32,7
8 Agustus 24,9 25,3 31,9 32,2
9 September 24,8 25,8 32,1 32,1
10 Oktober 25,1 25,7 32,3 32,2
11 November 25,4 25,1 32,4 32,2
12 Desember 25,2 25,3 31,9 32,2
Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika, Wilayah V Jayapura
Tabel 4.6
RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 67
Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Rata-rata Kelembaban Udara dan Kecepatan Angin pada Stasiun Dok II Kota Jayapura

Kelembaban Udara Kecepatan Angin


No Bulan
(%) (Knot)
1 Januari 82 7
2 Februari 80 7
3 Maret 75 6
4 April 78 6
5 Mei 80 8
6 Juni 76 6
7 Juli 75 8
8 Agustus 79 7
9 September 73 7
10 Oktober 80 7
11 November 76 7
12 Desember 77 7
Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika, Wilayah V Jayapura

Tabel 4.7
Rata-rata Curah Hujan dan Hari Hujan pada Stasiun Dok II Kota Jayapura

No Bulan Curah Hujan (MM) Jumlah Hari Hujan


1 Januari 465 23
2 Februari 242,4 19
3 Maret 270 24
4 April 267 22
5 Mei 365 19
6 Juni 244,2 17
7 Juli 71 6
8 Agustus 134,2 14
9 September 44,9 14
10 Oktober 175,4 17
11 November 151,9 19
12 Desember 281,2 21
Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika, Wilayah V Jayapura

Peta 4.5

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 68


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Peta Curah Hujan Kota Jayapura

4.1.8 Pemanfaatan Lahan

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 69


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Kawasan lindung berfungsi utama melindungi kelestarian sumberdaya alam, sumberdaya


buatan, serta nilai budaya dan sejarah bangsa. Di kawasan ini tidak diperkenanakan adanya aktifitas
atau kegiatan budidaya yang dapat mengurangi atau merusak fungsi lindungnya, kecuali digunakan
untuk meningkatkan fungsi lindungnya. Kawasan lindung di Kota Jayapura, baik dalam konteks internal
wilayah maupun regional, harus membentuk suatu kesatuan yang secara sinergis memberikan
perlindungan dari daerah hulu hingga hilir, tanpa di batasi oleh batasan-batasan administratif. Kriteria
yang dipergunakan untuk menentukan kawasan lindung ini didasarkan pada Keppres No. 32 Tahun
1980. Berdasarkan kriteria tersebut, maka kawasan lindung yang terdapat di Kota Jayapura adalah
hutan lindung, kawasan perlindungan setempat, suaka alam dan cagar budaya, serta kawasan rawan
bencana.
Untuk pengelolaan kawasan budidaya bertujuan untuk meningkatkan daya guna dan hasil
guna sumberdaya serta untuk menghindari konflik pemanfaatan ruang dan kelestarian lingkungan
hidup. Sedangkan sasaran yang diinginkan dari pengelolaan kawasan budidaya adalah :

1. Terselenggaranya pemanfaatan ruang dan sumberdaya alam untuk kesejahteraan masyarakat


dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
2. Terhindarinya konflik pemanfaatan sumberdaya dengan pengertian pemanfaatan ruang yang
berdasarkan pada prioritas pemanfaatan bagi kehidupan yang memberikan keuntungan terbesar
pada masyarakat.
Pengelolaan kawasan budidaya dilakukan secara seksama dan berdaya guna bagi
masyarakat melalui kegiatan-kegiatan budidaya dengan mempertimbangkan aspek teknis serta aspek-
aspek keruangan. Untuk itu, dalam penetapan kegiatan-kegiatan budidaya dibutuhkan pertimbangan
teknis sektoral dan kriteria keruangan, yaitu ukuran yang digunakan untuk penentuan suatu kawasan
yang ditetapkan untuk kegiatan budidaya.Kriteria teknis sektoral adalah ukuran untuk menentukan
bahwa pemanfaatan ruang untuk suatu kegiatan dalam kawasan memenuhi ketentuan-ketentuan
teknis, daya dukung, kesesuaian lahan, dan bebas bencana alam.

Kawasan budidaya yang dikelola pemanfaatan ruangnya terdiri dari :

1. Kawasan hutan produksi terbatas,


2. Kawasan pertanian,
3. Kawasan pertambangan,
4. Kawasan peruntukan industry,
5. Kawasan pariwisata, dan

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 70


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

6. Kawasan permukiman

Tabel 4.8
Data Pemanfaatan Lahan

Kondisi thn
Pola Ruang 2008 (ha) 2012 (ha) 2017 (ha) 2022 (ha) 2027 (ha)
2007 (ha)
Kaw asan Budiday a
Perumahan 2.903.07 6.387.60 9.872.13 13.356.66 16.841.19 20.325.72
Perumahan 126.25 143.53 160.81 178.09 195.37 212.64
Kesehatan ; 25.00 34.40 43.80 53.20 62.60 72.00
Taman dan lapangan olahraga 90.00 96.39 102.78 109.17 115.56 121.95
Kantor pemerintahan 72.00 82.85 93.70 104.55 115.40 126.25
Perdagangan dan jasa 126.00 151.30 176.60 201.89 227.19 252.49
Pertanian, perkebunan dan peternakan 3.912.14 5.326.41 6.740.68 8.154.95 9.569.22 10.983.49
Pelabuhan laut 12.00 12.00 22.00 22.00 22.00 22.00
Terminal 6.50 6.50 20.00 20.00 20.00 20.00
Hutan produksi terbatas 23.608.17 19.568.27 15.528.37 11.488.47 7.448.57 3.408.67
Pemakaman 15.00 15.00 15.00 20.00 20.00 20.00
Jumlah 30.896.13 31.824.25 32.775.87 33.708.98 34.637.10 35.565.21
Kaw asan Lindung
Hutan lindung pegunungan djar 2246 2246 2246 2246 2246 2246
Hutan lindung abepura 561.2 561.2 561.2 561.2 561.2 561.2
Cagar alam pegunungan cy cloop 6431.78 6431.78 6431.78 6431.78 6431.78 6431.78
Taman w isata teluk y otefa 1650 1650 1650 1650 1650 1650
Arahan hutan lindung dan sepadan sungai/pantai 8217.72 8217.72 8217.72 8217.72 8217.72 8217.72
Lahan cadangan 43.997.17 43.069.05 42.117.43 41.184.32 40.256.20 39.328.09
Jumlah 63103.87 62175.752 61224.134 60291.016 59362.898 58434.79
Total 94000 94000 94000 94000 94000 94000
Sumber : Hasil Analisis, 2007

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 71


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Peta 4.6
Peta Kesesuai Lahan Kota Jayapura

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 72


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.1.9 Potensi Pengembangan Wilayah


Dilihat dari luas wilayah Distrik Muara Tami merupakan distrik terluas yakni 626.7 km2
atau sekitar 66.70 % dari total luas Kota Jayapura, jika dilihat jumlah penduduk tahun 2010 didiami
11.137 jiwa, tidak sebanding luas wilayah Distrik Muara Tami, hal ini diakibatkan wilayah paling timur
Kota Jayapura sekaligus merupakan daerah perbatasan yang sebagian besar masih di huni penduduk
Eks transmigrasi. Kondisi demikian semakin memicu pemerintah Kota Jayapura untuk terus
mengarahkan pembangunan ke wilayah timur mengingat potensi yang cukup besar utamanya budi
daya perikanan, pertanian dan pariwisata dengan tujuan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
sekitar yang secara otomatis mempengaruhi pendapatan asli daerah.

4.1.10 Wilayah Rawan Bencana


Berdasarkan kondisi dan perkembangan saat ini Kota Jayapura berfungsi dan berperan
sebagai pusat pengumpul, pusat pelayanan dan pusat pendistribusian segala kebutuhan penduduk
baik wilayah kota sendiri (hinterland), maupun daerah – daerah pedalaman, apabila dikaitkan dengan
semua fungsi tersebut tentu tidak semuanya memberikan dampak posistif tetapi dampak negatif
dengan semuanya itu terpusat dikota otomatis beban kota semakin tinggi hal ini mengakibatkan
timbulnya beberapa masalah sosial, maupun masalah bencana antara lain bencana banjir yang setiap
tahunnya terjadi hal ini akibat kurangnya tempat resapan air. Sementara kawasan rawan longsor
terdapat diwilayah yang kondisi permukaan tanahnya mudah longsor karena terdapat zona bergerak
akibat patahan atau pergeseran, sama halnya dengan bencana abrasi terdapat diwilayah pesisir pantai
yang luasannya berkurang karena gerusan gelombang air laut saat ini terdapat 27,58 km panjang
pantai yang rawan abrasi. Sedangkan rawan bencana kebakaran akibat jumlah penduduk tidak
sebanding dengan area pemukiman yang terkesan sembrawut dan padat Sementara kawasan rawan
longsor terdapat diwilayah yang kondisi permukaan tanahnya mudah longsor karena terdapat zona
bergerak akibat patahan atau pergeseran, sama halnya dengan bencana abrasi terdapat diwilayah
pesisir pantai yang luasannya berkurang karena gerusan gelombang air laut saat ini terdapat 27,58 km
panjang pantai yang rawan abrasi. Sedangkan rawan bencana kebakaran akibat jumlah penduduk tidak
sebanding dengan area pemukiman yang terkesan sembrawut dan padat dan ditambah sarana jalan
tidak tersedianya untuk sampai ketempat kejadian.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 73


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Peta 4.7
Peta Rawan Bencana Kota Jayapura

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 74


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Peta 4.8
Peta Rawan Bencana Banjir Kota Jayapura

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 75


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Peta 4.9
Peta Rawan Bencana Longsor Kota Jayapura

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 76


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.2 DEMOGRAFI

4.2.1 Distribusi dan Kepadatan Penduduk

Bagian ini membahas tentang jumlah dan kepadatan penduduk, persebaran penduduk,
struktur kependudukan menurut kelompok umur, pendidikan, dan sosial budaya masyarakat.

Berdasarkan Data Kota Jayapura Dalam Angka Tahun 2011 Kota Jayapura Tahun 2011,
jumlah penduduk Kota Jayapura tahun 2010 adalah 256.705 jiwa dengan laju pertumbuhan 4,10%
per tahun yang tersebar pada 5 (lima) distrik yaitu Distrik Abepura, Distrik Jayapura Selatan, Distrik
Jayapura Utara, Distrik Muara Tami dan Distrik Heram.

Secara keseluruhan kepadatan penduduk jika dilihat dari penyebaran per- distrik, pada
tahun 2010 Distrik Abepura yang penduduknya paling banyak di Kota Jayapura yaitu sebanyak
73.157 jiwa. Sedangkan posisi ke dua Distrik Jayapura Selatan 66.937 jiwa, dan posisi ke tiga Distrik
Jayapura Utara sebanyak sebanyak 65.039 jiwa. Posisi ke empat adalah Distrik Heram dengan
jumlah penduduk 40.435 jiwa dan distrik yang paling sedikit jumlah penduduknya adalah Distrik Muara
Tami dengan 11.137 jiwa.

Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Distrik Jayapura Selatan dengan 1.542


jiwa/km2 disusul oleh Distrik Jayapura Utara dengan 1.275 jiwa/km2 dan Distrik Heramdengan
640jiwa/km2. Sedangkan Distrik Abepura memiliki kepadatan penduduk 470 jiwa/km2. Distrik Muara
Tami memiliki kepadatan penduduk terendah dengan 18 jiwa/km2. Selengkapnya dapat dilihat pada
tabel berikut ini.

Tabel 4.9
Jumlah dan Kepadatan Penduduk Berdasarkan Distrik di Kota Jayapura

Luas Wilayah Jumlah Penduduk Kepadatan


Distrik
(km2) (Jiwa) (Jiwa/km2)
Abepura 155,7 73.157 470
Jayapura Selatan 43,3 66,937 1,542
Jayapura Utara 51 65,039 1.275
Muara Tami 626.7 11,137 18
Heram 63.2 40,435 640

Jumlah Total 940 256,705 273


Tahun 2010
Sumber : BPS Kota Jayapura, 2011.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 77


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.2.2 Pertumbuhan Penduduk


Berdasarkan sensus penduduk Tahun 2010 penduduk Kota Jayapura berjumlah menjadi
256,705 jiwa. Laju pertumbuhan selama 5 tahun terakhir sebesar 2,44% per tahun, dengan
tingkatpertumbuhan tertinggi pada tahun 2010 yaitu 10.71%. Bila dihitung selama 10 tahun terakhir,
ditemukan angka yang lebih tinggi, yakni 4,16%. Pertumbuhan penduduk tertinggi di Distrik Muara
Tami, yakni 5,1% dan terendah di Distrik Jayapura Selatan, hanya 1,2%. Tingginya laju pertumbuhan itu
lebih disebabkan oleh meningkatnya arus migrasimasuk.Adapun tingkat kepadatan penduduk Kota
Jayapura pada tahun 2010 adalah 278 jiwa per km2, dengan tingkat kepadatan terendah di Distrik
Muara Tami, yaitu 18 jiwa per km2, sedangkan tingkat kepadatan tertinggi di distrik Jayapura Selatan,
yaitu 1,542 jiwa per km2. Menurut datahasil sensus tahun 2010, sex ratio penduduk Kota Jayapura
sebesar 114, yang berarti bahwa penduduk laki-laki 14 % lebih banyak dibanding penduduk
perempuan. Adapun rata-rata banyaknya rumah tangga yang menempati satu rumah tangga (2010)
adalah 4 orang.

Pendataan demografi berbasis kampung tahun 2008 yang tujuan untuk mengetahui
penduduk Papua secara keseluruhan sekaligus jumlah penduduk yang etnis papua dan non papua
dengan menggunakan beberapa indikator yang terukur dan akurat, dari hasil pendataan tersebut
didapatkan hasil bahwa penduduk Papua secara keseluruhan berjumlah 106,568 jiwa, atau sekitar 43%
dan non Papua 134.992 jiwa atau 57 % dari jumlah penduduk Kota Jayapura 236.456 jiwa dengan laju
pertumbuhan 2,44%.

Tabel 4.10
Pertumbuhan,Kepadatan Penduduk dan Rerata Rumah
Tangga diKota Jayapura per Distrik Tahun 2008-2010

Jumlah Penduduk Kepada


Rerata
tan Jml RT
No Distrik 2008 2009 2010 Agt RT

Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita 2010 2010 2010


Jayapura
1. 33.101 31.878 33.909 32.656 34.457 30.582 25,34 15.643 4.24
Utara
Jayapura
2. 33.768 29.133 34.592 29.844 35.375 31.562 25,56 15.391 4.35
Selatan
3. Abepura 33.750 29.155 34.574 29.866 39.135 34.022 28,52 17.007 4.39
4. Muara Tami 6.656 4.314 6.818 4.419 5.928 5.209 4,34 2.846 3.99
5. Heram 18.198 16.503 18.642 16.906 21.692 18.743 16,23 11.409 3.72
Jumlah 125.473 110.983 128.534 113.691 136.587 120.118 100.00 62.296 4.20
Sumber : BPS Kota Jayapura, 2011.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 78


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.3 KEUANGAN DAN PEREKONOMIAN DAERAH


2.3.1. Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Kontribusi Kota Jayapura dalam perekonomian Provinsi Papua adalah paling besar. Pada
tahun 2009, pendapatan
per kapita Kota Jayapura
sebesar Rp. 10,74 juta
per kapita. Sedangkan
Provinsi Papua
diperkirakan sebesar
Rp.5,28 juta per kapita
untuk tahun yang sama.
Dibandingkan dengan pendapatan per kapita di tingkat Provinsi, maka Pendapatan perkapita Kota
Jayapura tampak lebih tinggi. Meskipun ukuran pendapatan per kapita saat ini masih diperdebatkan
dalam menghitung tingkat kesejah-teraan suatu wilayah, namun paling tidak dari indikator ini dapat
dikatakan bahwa tingkat kesejahteraan wilayah di Kota Jayapura masih lebih tinggi dibandingkan
tingkat Provinsi Papua secara menyeluruh. Dan hal tersebut juga mengindikasikan bahwa
produktifitas ekonomi wilayah di Kota Jayapura jauh lebih baik dibandingkan kabupaten lain di Provinsi
Papua.
Selama ini sektor tersier menjadi pondasi perekonomian wilayah Kota Jayapura.
Kontribusinya dalam menciptakan PDRB hingga tahun 2009 adalah sebesar 42.67% berada jauh di atas
sektor sekunder sebesar 18.05%, dan sektor primer
sebesar 7.78 %.Kota Jayapura dari tahun 2005–2008 034
didominasi oleh sektor pengangkutan dan komunikasi,
sektor per¬dagangan, Hotel dan Restoran, sektor
keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor 002 063
bangunan. Peranan keempat sektor tersebut sangat 000
diandalkan dalam pembentukan PDRB Kota Jayapura.Bila
Jasa Telepon Selular
dilihat peranan sektor pertanian, sektor pertambangan
Jasa Air Bersih
dan penggalian, sektor industri pengolahan dan sektor
listrik dan air minum serta jasa-jasa terlihat mengalami penurunan sejak tahun 2005 hingga 2008.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 79


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, tampak adanya perkembangan perekonomian Kota
Jayapura yang ditunjukkan dengan peningkatan PDRB (ADhB dan ADhK). Untuk PDRB (ADhB) pada
tahun 2009, menjadi
5.62 trilyun rupiah lebih
yang mengalami rata-
rata perkembangan
selama 5 tahun sebesar
596.44 milyar rupiah
atau 50.66 %. Tetapi
bila dibandingkan dengan Tahun 2005, maka perkembangannya menjadi 2, 98 trilyun atau 224.07%.
Sementara itu, untuk PDRB (ADhK2000) mengalami rata-rata perkembangan selama 5 tahun terakhir
sebesar 177,76 milyar rupiah atau 15.10 %, di mana pada tahun 2009 dicapai PDRB (ADhK) sebesar
2,60 trilyun rupiah lebih dan pada tahun 2005 hanya sebesar 1,71 trilyun rupiah. Dibanding tahun
2005, maka perkembangannya pada tahun 2009 menjadi 888, 81 milyar rupiah lebih (75.50 %).
Tabel 4.11.
Perkembangan Perekonomian Makro Kota Jayapura, 2006-2010.
Tahun
Sat
2006 2007 2008 2009 2010
PDRB (ADH Berlaku) Rp 3,249,6 4,026,2 5,000, 5,620, 8,010,
Perkembangan % 58.36 07.22 476.33 211.29 377.38
Laju Pertumbuhan % 276.03 341.99 424.74 477.38 640.80
23.19 23.90 24.20 18.01 17.51
PDRB (Konstan) Rp 1,932,1 2,171,2 2,367, 2,602, 3,369,
Perkembangan % 47,38 51.17 599.32 292.20 972.58
Laju Pertumbuhan % 164.12 184.43 201.10 221.04 286.23
12.76 12.38 9.04 9.18 9.18
PDRB/perkapita Rp 15,202, 18,666, 20,617 2,3199 31,204
(ADhB) % 866.69 275.9 ,390.8 ,567.7 ,602,1
Perkembangan % 224.87 276.10 304.96 324.34 461.56
Laju Pertumbuhan 15.47 22.78 10.45 14.47 10.89
Laju Pertumbuhan
Produk Regional (ADh % 12.76 13.17 9.01 9.18 9.18
K 2000) % 4.99 4.66 4.13 3.37 4.73
Sektor Primer % 13.64 13.71 9.64 9.38 9.38
Sektor Sekunder % 13.69 14.24 9.44 9.86 9.86
Sektor Tersier
Investasi PMDN Rp 318,140 318,140 298,94 1.954. 2.499.
Investasi PMA Rp 63,280 63,200 0 929 210
Laju Investasi % 9.25 10.25 57,200 57,280 1,205,
13.90 - 008
-
Indeks Gini - 0.22 0.23 0,23 0,23
Konsumsi Pemerintah Rp 412,156 534,042 603,39 632,54 636,93
8 0 0
Sumber : BPS PDRB Kota Jayapura, 2011.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 80


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

a. Pertumbuhan PDRB
Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 sebesar 7,93 persen, dimana sektor bangunan
merupakan sektor mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni sebesar 19,99 persen, hal ini
disebabkan potensi Kota Jayapura sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan yang semakin
Tabel 4.12. Nilai Kontribusi Sektor Terhadap PDRB atas Harga Konstan Kota Jayapura Tahun meningkat menuntut
2007 – 2010 (Juta Rupiah)
SEKTOR 2007 2008 2009 2010
adanya peningkatan
Pertanian 184,146 193,795 203,038 219,044 pembangunan,
Pertmbangan Dan Penggalian 13,684 15,442 16,652 18,058
Industri Pengolahan 101,455 107,501 115,110 124,102 sedangkan sektor
Listrik Dan Air Minum 18,707 19,190 20,089 20,897
Bangunan 441,234 518,918 615,721 738,775
pengangkutan dan
Perdagangan, Hotel Dan Restoran 360,397 394,665 438,648 485,563 komunikasi
Pengangkutan Dan Komunikasi 401,691 458,597 525,115 606,791
Keuangan, sewa dan Jasa Perush. 242,087 281,118 466,044 332,724 mengalami pertum-
Jasa-Jasa 423,915 539,766 721,804 823,766
buhan 15,55 persen
Sumber: BPS PDRB Kota Jayapura, 2011
menempati urutan
kedua yang mengalami pertumbuhan terbesar. Perumbuhan negatif dialami sektor ke-uangan
persewaan dan jasa perusahaan sebesar -28,61 persen hal ini dikarenakan adanya penurunan nilai
tambahan pada subsektor bank sebesar 44,33 persen. Secara series selama kurun waktu 4 tahun yaitu
dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010, sektor pengangkutan dan komunikasi mempunyai tren
yang cukup baik karena pertumbuhannya selalu meningkat walaupun tidak terlalu tinggi sementara
sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan pertumbuhannya sangat fluktuatif.Dengan
demikian, sektor bangunan dan pengangkutan, komunikasi sangat mendominasi struktur ekonomi
Kota Jayapura, disusul sektor jasa, perdagangan, hotel, dan restoran, serta sektor-sektor lainnya.
Sementara pertumbuhan ekonomi terhadap harga berlaku Kota Jayapura yang berasal
dari sektor bangunan 3,94 persen atau sebesar 1.897,785,195,19. Setelah itu yang kedua sektor jasa-

Tabel 4.13.Nilai dan Kontribusi Sektor Terhadap PDRB atas Harga Berlaku Kota Jayapura jasa 3,27 persen atau
Tahun 2007 – 2010 (juta rupiah)
SEKTOR 2007 2008 2009 2010 sebesar 1.710,540,90
Pertanian 263,835 286,304 310,907 341,400
Pertmbangan Dan Penggalian 23,358 28,182 32,336 37,523 selanjutnya adalah
Industri Pengolahan 173,874 195,444 220,810 251,620
Listrik Dan Air Minum 26,217 27,536 29,045 30,764 sektor Pengankutan dan
Bangunan 717,603 952,148 1,322,98 1,897,78
Perdagangan, Hotel Dan Restoran 804,624 995,804 1,209,69 1,452,31 komunikasi 2,62 persen,
Pengangkutan Dan Komunikasi 867,252 1,047,37 1,256,54 1,552,47
Keuangan, sewa dan Jasa Perush. 446,439 594,264 1,046,67 765,959 sedangkan sektor
Jasa-Jasa 692,488 998,359 1,387,47 1,710,54
Sumber: BPS PDRB Kota Jayapura, 2011 pertambangan dan
penggalian, sektor listrik

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 81


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

dan air minum serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan merupakan sektor dengan
sumbangan terkecil masing –masing sebesar 0,05 persen 0,03 persen dan -4,27 persen.
Nilai kontribusi dari masing – masing sektor tahun 2010 mengalami kenaikan dibanding
tahun 2009 hal ini dipengaruhi iklim perekonomian di Kota Jayapura cukup baik dan tingkat
produktifitas penduduk dalam menghasilkan barang dan jasa cukup tinggi dan berkualitas sasaran ini
perlu dicapai dalam pelaksanaan pembangunan agar kesejahtraan masyarakat meningkat,
pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 dilihat dari PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 17,51
persen namun pertumbuhan itu tidak bisa dijadikan jaminan bahwa produktifitas penduduk tahun
2010 lebih besar dibandingkan tahun 2009 karena masih dipengaruhi oleh faktor inflasi.

Tabel 4.14.Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB atas Harga Berlaku(Hb) dan Harga Konstan (Hk)
Kota JayapuraTahun 2007 – 2010
SEKTOR 2007 2008 2009 2010
Hb Hk Hb Hk Hb Hk Hb Hk
Pertanian 8,88 4,54 8,52 5,22 8,59 4,77 9,81 7,88
Pertmbangan Dan Penggalian 16,48 6,29 20,65 12,85 14,74 7,84 16,04 8,44
Industri Pengolahan 17,30 6,61 12,41 5,96 12,98 7,08 13,95 7,81
Listrik Dan Air Minum 6,20 4,55 5,03 2,58 5,48 4,69 5,92 4,02
Bangunan 23,77 15,91 32,68 17,61 38,95 18,65 43,45 19,99
Perdagangan, Hotel Dan Restoran 22,04 9,09 23,76 9,51 21,48 11,14 20,06 10,70
Pengangkutan Dan Komunikasi 27,90 13,54 20,77 14,17 19,97 14,50 21,16 15,55
Keuangan, sewa dan Jasa Perush. 64,03 48,28 33,11 16,12 76,13 65,78 -26,82 -28,61
Jasa-Jasa 10,79 4,44 44,17 32,05 38,98 28,95 23,82 14,13
Sumber: BPS PDRB Kota Jayapura, 2011

Secara makro kegiatan ekonomi suatu daerah secara umum dapat diketahui dari kemanpuan daerah
itu sendiri dalam mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki untuk
menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan bagi kebutuhan hidup masyarakatnya, yang
diindikasikan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku menggambarkan produksi rill
dan pekembangan Tabel 4.15.Pertumbuhan Kontribusi Sektor dan PDRB atas Harga Berlaku(Hb) dan Harga
Konstan (Hk)Kota JayapuraTahun 2007 – 2010
harga/inflasi karena 2010 2010
SEKTOR
Hb Hk
dipengaruhi oleh Pertanian 9,81 7,88
Pertmbangan Dan Penggalian 16,04 8,44
perubahan jumlah Industri Pengolahan 13,95 7,81
Listrik Dan Air Minum 5,92 4,02
produksi dan perubahan Bangunan 43,45 19,99
Perdagangan, Hotel Dan Restoran 20,06 10,70
harga. Perekonomian Pengangkutan Dan Komunikasi 21,16 15,55
Keuangan, sewa dan Jasa Perusahaan -26,82 -28,61
Kota Jayapura Jasa-Jasa 23,82 14,13
Sumber: BPS PDRB Kota Jayapura, 2011

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 82


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

menunjukkan tren positif, sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 yang cukup berarti baik dari
PDRB atas dasar harga berlaku maupun PDRB atas dasar harga konstan, hal ini terlihat tabel 2.13
gambaran besarnya peranan masing-masing sektor ekonomi dalam menciptakan nilai tambah
sehingga mencerminkan dan kontribusi dalam perekonomian Kota Jayapura, sektor perekonomian
yang menjadi kontributor utama pada tahun 2010 adalah sektor bangunan yang manpu meningkatkan
pertumbuhannya walaupun kecil dengan kontribusi sebesar 43,45 di ikuti oleh sektor jasa-jasa
sebesar 23,82, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 21,16, dan sektor perdagangan, hotel,
dan restoran sebesar 20,06, sementara sektor – sektor lain kontribusinya masih relatif kecil terhadap
perekonomian Kota Jayapura.
Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 atas dasar harga berlaku sebesar 17,51 persen
dari setiap sektor mencerminkan tingkat produktivitas penduduk tahun 2010 lebih besar dibandingkan
tahun 2009, dalam menghasilkan barang dan jasa di suatu daerah pada suatu periode, untuk
mengetahui pertumbuhan secara rill, maka digunakan PDRB atas dasar harga konstan, secara berturut
– turut penyumbang terbesar ada pada sektor bangunan 43,45 harga berlaku, 19,99 dari harga
konstan, sementara kedua dan seterusnya sektor jasa-jasa, pengangkutan dan perdagangan,hotel dan
restoran 20,06 dan harga konstan 10,70.

Tabel 4.16.
Perkembangan Kontribusi Sektordalam PDRB atas Harga Berlaku(Hb) dan Harga Konstan (Hk)
Kota JayapuraTahun 2007 – 2010
SEKTOR 2007 2008 2009 2010
Pertanian 8,88 4,54 8,52 5,22 8,59 4,77 9,81 7,88
Pertmbangan Dan Penggalian 16,48 6,29 20,65 14,74 7,84 16,04 8,44
12,85
Industri Pengolahan 17,30 6,61 12,41 5,96 12,98 7,08 13,95 7,81
Listrik Dan Air Minum 6,20 4,55 5,03 2,58 5,48 4,69 5,92 4,02
Bangunan 23,77 15,91 32,68 17,61 38,95 18,65 43,45 19,99
Perdagangan, Hotel Dan 22,04 9,09 23,76 9,51 21,48 11,14 20,06 10,70
Restoran
Pengangkutan Dan Komunikasi 27,90 13,54 20,77 14,17 19,97 14,50 21,16 15,55
Keuangan, sewa dan Jasa 64,03 48,28 33,11 16,12 76,13 65,78 -26,82 -28,61
Perush.
Jasa-Jasa 10,79 4,44 44,17 32,05 38,98 28,95 23,82 14,13
Sumber : BPS PDRB Kota Jayapura, 2011

b. Laju Inflasi

Laju inflasi terjadi akibat adanya kenaikan harga barang dan jasa yang ditunjukkan
menurut uraian kelompok pengeluaran diantaranya bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok
dan tembakau, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 83


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

dan olah raga, transportasi dan komunikasi serta dan jasa keuangan. Tahun 2010 inflasi mencapai 4,48
lebih tinggi dari tahun 2009 dikarenakan Kenaikan ini ditunjukkan oleh perubahan indeks pada
kelompok tertentu.

Tabel 4.17.Nilai Inflasi Rata- Rata Kota JayapuraTahun 2007 – 2010

Uraian 2007 2008 2009 2010 Rata-Rata Pertumbuhan


Inflasi Kota 10,35 12,55 1,92 4,48 7,93
Jayapura
Sumber : BPS PDRB Kota Jayapura, 2011

Tabel 4.18
Ringkasan Realisasi APBD 4 tahun terakhir

No ANGGARAN 2007 2008 2009 2010 2011 2012


(a) (b) © (d) (e) (f) (g) (h)
A Pendapatan
1 Pendapatan Asli Daerah (PAD) 24,500,000,000 27,500,000,000 35,435,500,000 44,000,000,000 56,500,000,000 64,240,000,000
2 Dana Perimbangan (transfer) 393,027,700,000 447,901,489,830 459,934,484,100 432,267,840,000 489,389,339,000 585,308,822,530
3 Lain-lain Pendapatan yang sah 54,451,000,000 89,003,000,000 92,603,145,000 130,194,960,000 127,866,883,000 118,327,004,040
Jumlah Pendapatan
B Belanja
1 Belanja Tidak langsung 219,384,120,494 235,883,541,900 273,097,086,747 328,027,408,187 376,670,161,785 372,965,114,640
2 Belanja Langsung 272,131,494,822 347,683,590,266 339,134,542,609 284,640,165,813 304,086,060,215 394,910,711,930
Jumlah Belanja 491,515,615,316 583,567,132,166 612,231,629,356 612,667,574,000 680,756,222,000 767,875,826,570
Surplus/Defisit Anggaran 19,536,915,316 19,162,642,336 24,258,500,256 6,204,774,000 7,000,000,000 0
Sumber: BPKAD
Tabel 4.19
Ringkasan Anggaran Sanitasi dan Belanja Modal Sanitasi per penduduk 4 Tahun Terakhir

No. Subsektor / SKPD 2008 2009 2010 2011


(a) (b) (c) (d) (e) (f)
A Air Limbah
1 Dinas PU 0 0 492.800.000 842.540.000
2 Badan Lingkungan Hidup 0 0 0 0
3 RSU Lasinrang 0 0 67.000.000 65.000.000
B Persampahan
1 Dinas KPK 374.000.000 100.000.000 150.990.000 50.000.000
C Drainase
1. Dinas PU 4.590.411.000 5.555.000.000 3.056.699.000 3.349.624.000
2. Bappeda 240.000.000 0 200.000.000 0
D Aspek PHBS
1 Dinas Kesehatan 242.380.250 283.900.250 221.330.000 261.961.500
E Total Belanja Modal Sanitasi dari
5.446.791.250 5.938.900.250 4.188.819.000 4.519.125.500
APBD (A s/d D)
F Total Belanja Modal Sanitasi dari 5.446.791.250 5.938.900.250 4.188.819.000 4.519.125.500

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 84


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

APBD Murni (Bukan Pendamping)


G Total Belanja APBD 507.361.775.000,00 506.981.969.694 571.591.533.119 727.320.203.139
H Proporsi Belanja Modal Sanitasi
1,07% 1,17% 0,73% 0,62%
terhadap Belanja Total (F:Gx100%)
I Jumlah Penduduk 340.945 342.118 353.367 358.931
J Belanja Modal Sanitasi per
15.976 17.359 11.854 12.591
Penduduk (E : I)
Sumber: Bappeda Kota Jayapura (diolah Pokja AMPL)

Tabel 4.20
Ringkasan Anggaran Sanitasi dan Belanja Modal Sanitasi per penduduk 5 tahun terakhir.

No SUBSEKTOR / SKPD 2008 2009 2010 2011 2012


(a) (b) © (d) (e) (f) (g)
A Air Limbah
1 Dinas PU
2 Badan Lingkungan Hidup (BLH)
B Persampahan
1 DKPP 1,458,000,000 1,000,000,000 5,712,257,000 2,885,898,000 8,085,328,000
C Drainase
1 Dinas PU 1,815,000,000 0 525,000,000 1,889,000,000 3,624,779,766
2 Bappeda
D Aspek PHBS
1 Dinas Kesehatan 300,000,000 347,490,000 589,510,000 708,550,000 250,000,000
Total Belanja Modal Sanitasi dari
E APBD (A s/d D)
3,573,000,000 1,347,490,000 6,826,767,000 5,483,448,000 11,960,107,766
Total Belanja Modal Sanitasi dari
F APBD murni (bukan pendamping)
3,573,000,000 1,347,490,000 6,826,767,000 5,483,448,000 11,960,107,766

G Total belanja APBD 238,953,560,000 269,849,588,339 202,950,746,640 208,147,592,622 294,278,227,916


Proporsi Belanja Modal sanitasi
H terhadap Belanja Total (F:Gx100%)
1.50% 0.50% 3.36% 2.63% 4.06%

I Jumlah Penduduk 230,824 236,456 242,225 256,705 271,012


Belanja Modal Sanitasi per penduduk
J (E:I)
15,479 5,699 28,184 21,361 44,131

Tabel 4.21
Data Mengenai Ruang Fiskal Kota Jayapura 5 Tahun Terakhir
Indeks Kemampuan Fiskal/Ruang Fiskal Daerah
Tahun
(IRFD)
2007
2008
2009
2010
2011
2012
Sumber : www.djpk.depkeu.go.id

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 85


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

Tabel 4.22
Data Perekonomian umum daerah 4 tahun terakhir
No. Deskripsi 2006 2007 2008 2009 2010
(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g)
1 PDRB harga konstan (struktur
perekonomian) (milyar Rp.)
2 Pendapatan Perkapita Kota
Jayapura (Rp.)
3 Upah Minimum Regional Kota
jayapura (Rp.)
4 Inflasi (%)
5 Pertumbuhan Ekonomi (%)
Sumber : BPKAD Kota Jayapura

4.4 SOSIAL DAN BUDAYA

Struktur penduduk menurut agama berdasarkan data dari Profil Kota Jayapur 2012
menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Kota Jayapura adalah pemeluk agama Kristen Protestan,
yaitu berjumlah 120.170 orang. Pemeluk agama Islam menempati urutan kedua terbanyak yaitu
96.460 orang. Selanjutnya pada tempat ketiga, pemeluk agama Katolik dengan jumlah 45.561 orang.
Di tempat keempat, pemeluk agama Budha dengan jumlah 1.863 orang, pemeluk agama Hindu
menempati urutan terakhir dengan jumlah 1.586 orang.
Total Sarana ibadah yang ada di Kota Jayapura terdiri dari 270 bangunan gereja
Protestan, 146 bangunan masjid, 44 bangunan mushola, 13 bangunan gereja Katolik, 45 bangunan
kopel, 3 bangunan wihara dan 1 pura.
Berdasarkan data tahun 2012 pada Badan Pusat Statistik Kota Jayapura, pencari kerja
yang belum berpengalaman yang mendaftarkan diri di disnaker Kota Jayapura berjumlah 7.408 orang,
tidak tamat SD 526 orang, tamat SD 434 orang, tamat SMP 952 orang, tamat STLA 2.834 orang, tamat
Sarjana Muda 1.763 orang, tamat Sarjana (S1) 874 orang dan tamat Pasca Sarjana 25 orang. Hal ini
berpengaruh terhadap jumlah penduduk yang berada di garis kemiskinan.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 86


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.4.1 Angka Partisipasi Sekolah

Derajat keberhasilan pembangunan pendidikan di Kota Jayapura, antara lain dapat


ditelusuri dari
Tabel 4.23 perkembangan angka
APM/APK Jenjang Pendidikan Dasar-Menengah,2010
Jenjang Jumlah
APM APK partisipasinya (APK dan
Pendidikan Penduduk Murid Seluruh Murid
SD/MI/SDLB 7-12 THN 7-12 THN 31,419 94.07 113.99 APM). Data menunjukkan
4,834 25,954
SMP/MTS/SM 13-15 THN 13-15 THN 12,600 92.67 122.11 bahwa dalam tahun 2010,
PLB 9,100 3,500
SLTA/MA 16-18 THN 16-18 THN 12,763 88.17 116.98 pencapaian APM SD adalah
10,063 2,700
Sumber : Dinas P dan P Kota Jayapura, 2011. Diolah. 94.07 SMP 92.67, SLTA
88.17, sementara APK SD
113.99, SLTP 122.11, dan APK SLTA 116.98. Berkenaan dengan pencapaian prestasi kelulusan dan nilai
rata-rata kelulusan, tampak terlihat bahwa dalam tahun 2010, proporsi kelulusan pada jenjang SD/MI
mencapai 99.61% dan SMP/MTs. 96.07%. Sementara pada jenjang SMA hanya 79.27% dan SMK
88.90%.Adapun nilai rata-rata kelulusan berdasarkan standar nasional di atas angka 6 pada semua
jenjang pendidikan bahkan pada jenjang SMP hampir mencapai angka 7 (6.96) dan SMK 6.9. Capaian
tersebut masih diikuti dengan angka putus sekolah yang tertinggi pada jenjang SMK, yakni 1.14 dan
terendah pada jenjang SD, yakni 0.14. Pendidikan non-formal (PLS), telah di kembangkan program
kejar paket (A,B,C) dan program pemberantasan buta aksara. Adapun murid setara dengan Paket A,B,
dan C, tersebar ke semua Distrik, dengan ketersediaan tutor yang cukup memadai. Adapun penduduk
Kota Jayapura yang telah mengikuti program Paket (A,B,C) ini hingga 2010 sudah mencapai jumlah
8,794 orang atau sekitar 3.72 % dari total penduduk Kota Jayapura tahun 2010. Hal ini
mengindikasikan adanya keberhasilan pemerintah Kota Jayapura dalam meningkatkan status dan
kualifikasi pendidikan masyarakat menjadi lebih baik dalam 2 tahun terakhir. Dalam tahun 2010,
jumlah peserta belajar pada paket A tercatat sebanyak 507 orang, Paket B sebanyak 833 orang, dan
paket C sebanyak 1,040. Sementara angka PABF mencapai 839. Adapun angka melek huruf hingga
tahun 2010 telah mencapai 99.27%, berarti masih terdapat 0.73% dari jumlah penduduk yang masih
buta huruf. Aspek lainnya adalah angka rata-rata lama sekolah di Kota Jayapura adalah 10.86, yang
berarti bahwa rata-rata penduduk kota Jayapura berpendidikan antara kelas 1 dan 2 SMTA.

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 87


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.4.2 Ketersediaan sekolah / penduduk usia sekolah


Hingga Tahun 2010, di Kota Jayapura terdapat 92 unit SD/MI/SDLB, 34 unit SLTP, 21 unit
SMA/MA, 12 unit SMK. Adapun
Tabel 4.24 jumlah siswa SD/MI/SDLB adalah
Jumlah dan Rasio Guru, Murid, dan Sekolah, Tahun 2010
Jumlah Rasio 31.419 siswa dan jumlah gurunya
Jenjang Sekolah Murid Guru M/S G/S M/G
sebanyak 1.444 orang, sedangkan
TK 44 4,555 211 92.96 4.63 23.22
SD 92 31,419 1,444 79.71 16.85 104.40 jumlah siswa SMP/MTS/ SMPLB
SMP 34 12,600 777 118.81 18.73 77.27
SMU 21 8,126 711 181.87 18.55 48.79 adalah 12.600 siswa dan jumlah
SMK 12 4,637 556 116.20 44.33 30.61
Sumber : Dinas P dan P Kota Jayapura, 2011 gurunya sebanyak 777 Orang
jumlah siswa SMA/MA sebanyak
8.126 siswa dan jumlah gurunya berjumlah 711 Orang, kemudian jumlah siswa SMK adalah 4.637
siswa dan banyaknya guru yaitu 556 Orang. Dengan kondisi tersebut, dapat diketahui bahwa : (1) rasio
murid terhadap sekolah adalah 79.71 pada jenjang SD, dan 118.81 pada jenjang SLTP, serta 181.87
pada jenjang SMU dan 116.20 pada jenjang SMK. Adapun rasio murid terhadap guru, jenjang SD, lebih
tinggi dari pada jenjang SMP, SMU dan SMK, yaitu 104,40 dan terendah senilai 30,61 pada jenjang
SMK. Sedangkan rasio guru terhadap sekolah tertinggi pada jenjang SMK, yaitu 44,33 dan terendah
pada jenjang SD, yaitu 16,85.

4.4.3 Sarana Pendukung (Laboratorium dan Perpustakaan)


Terkait dengan penyediaan sarana laboratorium dan perpustakaan sekolah tampak masih
sedikit dengan rata-rata sekolah yang memiliki laboratorium MIPA, Bahasa dan IPS yang rendah.

Tabel 4.25
Persentase Rata-rata Pemilikan Lab. dan Perpustakaan sekolah, Tahun 2010
Kom Multi*) Perpust
MIPA IPS Bahasa
puter Media akaan
SD 0 0 0 0 0 0.65
SMP 15.63 2.63 22.5 10 3 0.80
SMU 36.46 4.17 33.33 66.6 3 0.79
7
SMK 22.92 0 41.67 100 3 100
Sumber : Dinas P dan P Kota Jayapura, 2011*) Banyaknya Unit Sekolah

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 88


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.4.4 Jumlah Penduduk Miskin per Kecamatan

Tabel 4.26
Jumlah Penduduk Miskin Per Kecamatan Tahun 2011
No Distrik & Kelurahan Jumlah Keluarga Miskin

Distrik Abepura 3.985


1 Kota Baru 325
2 Vim 2.082
3 Wai Mhorock 1.273
4 Wahno 305
Distrik Jayapura Selatan 8.652
1 Entrop 1.417
2 Tobati 385
3 Hamadi 1.220
4 Ardipura 1.332
5 Numbai 2.220
6 Argapura 2.078
Distrik Jayapura Utara 4.763
1 Gurabesi 925
2 Bayangkara 960
3 Trikora 848
4 Imbi 1.105
5 Tanjung Ria 925
Sumber: Data Raskin Kota Jayapura, 2011

4.4.5 Jumlah Rumah per Kecamatan

Tabel 4.27
Jumlah Rumah Per Kecamatan Tahun 2011
Luas Area Populasi (Orang)
No Distrik & Kelurahan
(Ha) L P KK Rumah
Distrik Abepura
1 Kota Baru 13.08 4.254 4.064 2.080 2.080
2 Vim 10.22 7.276 6.590 3.467 3.467
3 Wai Mhorock 5.80 5.310 4.281 2.398 2.398
4 Wahno 5.90 4.443 3.905 2.087 2.087
Distrik Jayapura Selatan
1 Entrop 2.70 8.594 7.603 4.049 4.049
2 Tobati 2.50 104 79 46 46
3 Hamadi 7.10 10.095 9.216 4.828 4.828
4 Ardipura 16.30 8.826 7.766 4.148 4.148

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 89


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

5 Numbai 9.30 4.572 3.998 2.143 2.143


6 Argapura 3.70 3.855 3.530 1.846 1.846
Distrik Jayapura Utara
1 Gurabesi 7.05 8.494 7.292 3.947 3.947
2 Bayangkara 13.57 6.632 6.055 3.172 3.172
3 Trikora 1.90 2.721 2.498 1.305 1.305
4 Imbi 0.34 5.117 4.607 2.431 2.431
5 Tanjung Ria 1.46 7.256 6.509 3.441 3.441
Sumber: Kota Jayapura dalam Angka 2011

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 90


Pemerintah Kota Jayapura
Dinas Pekerjaan Umum
Bidang Cipta Karya Profil Kota Jayapura

4.5 KELEMBAGAAN PEMERINTAH DAERAH

Gambar 4.10
Bagan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kota Jayapura
dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jayapura

Peraturan Daerah Kota Jayapura


No : 9 Tahun 2008
Tanggal : 5 Juni 2008

RPI2-JM BIDANG CIPTA KARYA 2016 – 2020 91