Anda di halaman 1dari 5

Tn.

Ucup Usia : 40 Th BB : 55 kgPasien dibawa ke rumah sakit dengan keluhan :


lemas,tidakmaumakan,mualmuntah, rasa lelah, pusing dan gatal -gatal di kulit.
Pasien mengatkanbahwasaatkencingpipisnyasedikit.sekitar 600 ml dalam 12 jam merasa
nyeri dengan skala 5 pada pinggang sebelah kiri dan sesak saat nyeri
Hasil pemeriksaan laboratorium : Ureum 85 mg/dl, createnin 2,5 mg/dl, kalium
6,5 mEq, uricacid 6,8 mg/dl,dan Hb 11,2 gr/dl.Pemeriksaan klinis : RR 18 X/ menit,
tensi darah 130/80 mmHg, tingkat kesadaran composmentis.

Analisa kasus
Dari kasus di atas masalah yang timbul dari keluhan yang disampaikan oleh pasien di
dapatkan pasien emengalami gangguan gagal ginjal akut karena tanda – tanda yang muncul
menujukan pasien mengalami retensi urine dan di dapatkan hasil pemeriksaan lab yang
mendukung masalah ini.

No Data fokus Etiologi Problem


1. DS : Ketidakseimbangan Anoreksia
 pasien mengatakan lemas nutrisi
 tidak nafsu makan

DO:
 pasien tampak lemah
 bibir kering

2. DS: Gangguan pola eliminasi Retensi urin


 pasien mengatakan saat
berkemih urin yang keluar
sedikit
DO:
 urin yang dikeluarkan
hanya 600 cc dalam 12
jam
3. DS: Gangguan intergritas kulit Adanya bekas garukan
 pasien mengatakan gatal-
gatal pada kulitnya
DO:
 pada kulit pasien terdapat
luka bekas garukan
4. DS: Nyeri akut Agen cidera biologis
 pasien mengatakan nyeri
pada pinggang sebelah kiri
DO:
 pada saat di lakukan ketok
pinggang pasien merasa
nyeri dengan skala 5
5. DS : Ketidakefektifan pola
 pasien mengatakan sesak nafas
DO:
 pasien terlihat sesak
menahan kesakitan
 terjadi peningkatan RR 28
x/menit

Diagnosa yang muncul


1) Peningkatan volume cairan tubuh berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal
2) Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, vomitus, nausea
3) Aktivity intolerans berhubungan dengan kelemahan
4) Resiko tinggi terhadap infeksi b/d depresi pertahanan imunologi.
5) Resiko tinggi terhadap menurunnya curah jantung berhubungan dengan ketidakseimbangan
cairan dan elektrolit.
6) Pola nafas nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan pH pada ciaran serebrospinal
pada respons asidosis metabolik.

No Diagnosa Noc (tujuan ) Nic (intervensi )


1. Peningkatan volume Setelah dilakukanperawatan  Lakukan bhsp
cairan tubuh selama 3x 24 jam pasien  Monitoring TTV pasien
berhubungan dengan diharapkan bisa memperbaiki Kaji keadaan udema
penurunan fungsi ginjal fungs iginjal dengan  monitor intake dan out put
kriteria hasil : per 24 jam.
 berat jenis/hasil  Timbang berat badan tiap hari
laboratorium mendekati
 Beritahu keluarga agar klien
normal
dapat membatasi minum
 BB stabil
 Kolaborasikan pemberian
 tanda vital dalam batas obat anti diuretik dengan
normal dokter
 tak ada edema.  Kolaborasi pemeriksaan
laboratorium fungsi ginjal

2. Nutrisi kurang dari Setelah dilakukan perawatan  Kaji catat pemasukan diet
kebutuhan tubuh selama 2 x 24 jam pasien  Berikan makanan sedikit tapi
berhubungan dengan diharapkan bisa sering
anoreksia, vomitus, mempertahankan berat badan Berikan kepada klien / orang
nausea dengan terdekat daftar makanan /
kriteria hasil : cairan yang diizinkan dan
 BB normal dorong terlibat pada pilihan
 Tidak ada udema menu.
 Nafsu makan bertambah  Timbang berat badan tiap
 Mukosa bibir baik hari.
 Tidak ada tanda – tanda  kolaborasikan dengan ahli
dehidrasi gizi / tim pendukung nutris.
 Batasi kalium, natrium dan
pemasukan fosfat sesuai
indikasi
 kolaborasikan pemberian
kalori tinggi, diet rendah /
sedang protein. Termasuk
kompleks karbohidrat dan
sumber lemak untuk
memenuhi kebutuhan kalori.
3. Aktivity intolerans Setelah dilakukan perawatan evaluasi laporan kelelahan
berhubungan dengan selama 3 x 24 jam pasien  kaji kemampuan untuk
kelemahan diharapkan bisa beraktivitas beraktivitas
seperti biasa dengan kriteria rencanakan periode istirahat
hasil: adekuat
 bisa memenuhi kebutuhan  berikan bantuan dalam
aktfitas sehari –hari beraktivitas sehari hari dan
 bisa melakukan mobilisasi ambulasi
secara mandiri  awasi kadar elektrolit
termasuk kalsium,
magnesium, dan kalium.
 Kolaborasikan dengan ahli
gizi pemberian diet

4. Resiko tinggi terhadap Setelah dilakukan perawatan Monitor tanda – tanda infeksi
infeksi b/d depresi selama 3 x 24 jam pasien  kaji integritas kulit
pertahanan imunologi. diharapkan pasien tidak  awasi tanda vital
mengalami infeksi lebih  awasi pemeriksaan lab
lanjut dengan kriteria hasil:
 ambil specimen untuk kultur
 Tidak ada tanda-tanda dan sensitivitas
infeksi
 kolaborasikan pemberian
 Intergritas kulit baik antibiotic tepat sesuai indikasi

5. Resiko tinggi terhadap Setelah dilakukan perawatan Awasi TD dan frekwensi


menurunnya curah selama 3 x 24 jam pasien jantung
jantung berhubungan diharapkan pasien tidak  Monitor adanya Kelebihan
dengan mengalami penurunan curah volume cairan
ketidakseimbangan jantung  Auskultasi bunyi jantung
cairan dan elektrolit. Dengan kriteria hasil:  Kaji warna kulit,
 tekanan darah dan denyut  Selediki laporan kram otot/
nadi dalam batas normal kesemutan pada jari dengan
 tidak ada tanda –tanda kejang otot, hiperefleksia
defisit volume cairan Neuromuskular
 Siapkan/bantu dialisis
 Monitor TTv pasien
 Kaji adanya tanda – tanda
hipovolemi
6. Pola nafas nafas tidak Setelah dilakukan perawatan Kaji faktor penyebab asidosis
efektif berhubungan selama 3 x 24 jam pasien metabolik.
dengan penurunan pH diharapkan pasien dapat  Monitor ketat TTV.
pada ciaran memperbaiki pola nafas  Posisikan pasien semi fowler
serebrospinal pada dengan kriteria hasil :  Monitor intake dan output
respons asidosis  Tidak mengalami sesak cairan pada pasien.
metabolik. nafas  Kolaborasi berikan cairan
 RR dalam batas normal ringer laktat secara intravena.
 Kolaborasikan pemberian
bikarbonat dengan tenaga
medis lain .
 Pantau data laboratorium
analisis gas darah
berkelanjutan.