Anda di halaman 1dari 8

(https://m.bisnis.

com/)
KORAN BISNIS (https://m.bisnis.com/koran-bisnis)

Opini & Analisis (https://m.bisnis.com/koran-bisnis/opini-analisis)

EKONOMI DISRUPTIF : Menyusun Regulasi


Bervisi Disruptif
Belakangan ini publik di Indonesia menyaksikan benturan, khususnya di sektor ekonomi antara
pemain lama (incumbent) dengan pemain baru. Persoalan pengaturan moda transportasi berbasis
dalam jaringan (daring) dengan transportasi di luar jaringan (luring) atau dikenal transportasi
konvensional, menjadi contoh yang baik adanya gesekan antara pemain lama dan pemain baru di
sektor transprotasi.

R Ferdian Andi R, Dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta - Bisnis.com


02 Februari 2018 - 02:00 WIB


Top

Layanan tarin tunai dari Gopay milik Gojek - Antara


(https://m.bisnis.com/)
+
A KORAN BISNIS (https://m.bisnis.com/koran-bisnis)

A-

Belakangan ini publik di Indonesia menyaksikan benturan, khususnya di


sektor ekonomi antara pemain lama (incumbent) dengan pemain baru.
Persoalan pengaturan moda transportasi berbasis dalam jaringan (daring)
dengan transportasi di luar jaringan (luring) atau dikenal transportasi
konvensional, menjadi contoh yang baik adanya gesekan antara pemain
lama dan pemain baru di sektor transprotasi.

Kondisi ini menghadirkan, sebagaimana disebut Clayton Christensen,


sebagai gelombang disruption yakni gelombang inovasi yang menggantikan
seluruh sistem lama dengan sistem baru. Implikasinya, gelombang ini
menggantikan pemain lama dengan pemain baru (Rhenald Kasali, 2017).

Inovasi tersebut memiliki dampak signifikan, di antaranya memangkas biaya


dan alur birokrasi (debirokratisasi) yang ujungnya pada efisiensi, baik dari
sisi biaya maupun operasional kerja. Fenomena transprotasi berbasis
daring merupakan contoh yang dirasakan banyak orang, betapa praktisnya
menggunakan jasa layanan transportasi dengan tarif yang cukup kompetitif.

Fenomena pertumbuhan e-commerce yang menjadi cara baru masyarakat


berbelanja juga menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal
serupa terjadi di marketplace yang mengalami peningkatan dalam satu
dekade terakhir ini. Di bidang lainnya juga tak luput dari fenomena disruptif
ini.

Pemerintah sendiri pada pertengahan tahun lalu telah menerbitkan


Peraturan Presiden No. 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem
Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (e-commerce) atau SPNBE.
Regulasi ini merupakan respons atas pertumbuhan jual beli berbasiskan
teknologi informasi yang signifikan.


Top
Tidak hanya di urusan jual beli berbasiskan
(https://m.bisnis.com/) daring, layanan keuangan pun
KORAN BISNIS (https://m.bisnis.com/koran-bisnis)
tak luput dari inovasi yang berbasiskan digital ini. Fenomena financial
technology (fintech) yang melayani pembayaran, pinjaman, perencanaan
keuangan, pembiayaan dan lain-lain merupakan contoh inovasi di bidang
keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun merespons fenomena ini dengan


menerbitkan Peraturan OJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi. Belakangan muncul model keuangan
baru melalui perangkat lunak yakni Bitcoin yang digagas Satoshi Nakamoto
10 tahun lalu. Bank Indonesia telah menegaskan model keuangan bitcoin
tidak diakui dalam sistem pembayaran di Tanah Air. Rujukannya UU No. 7
Tahun 2011 tentang Mata Uang dan bitcoin tidak masuk dalam kategori
mata uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam konteks ini, gelombang disruptif pada akhirnya mengepung hampir


seluruh sendi kehidupan. Persinggungan ini pada akhirnya terkait dengan
aturan main yang tersedia. Persoalan yang terjadi di transportasi berbasis
daring dan konvensional beberapa waktu lalu menjadi contoh adanya
disparitas antara kenyataan di satu sisi dan ketersediaan regulasi di sisi lain.
Imbasnya, muncul benturan dua jenis moda transportasi tersebut.

Menghadapi gelombang disruptif di berbagai sektor publik, tampak


pembuat regulasi mengalami keterlambatan dalam merespons peristiwa
yang begitu cepat imbas berlakunya hukum besi ekonomi supply and
demand. Alih-alih merespons dengan membuat aturan yang adaptif, tak
jarang regulator justru bersikap defensif.

Berjarak

Dari sini pula lahir keberjarakan antara regulasi dengan praktik yang
muncul di masyarakat. Imbasnya, praktik ‘kriminalisasi’ acap muncul dari
kegagalan dalam merespons kenyataan yang muncul di masyarakat.
 dalam
Padahal, persoalan tersebut hanya lantaran tidak siapnya regulator
Top
mengejar gerak zaman yang begitu dinamis dan cepat.
Padahal secara normatif, peraturan perundangan
(https://m.bisnis.com/)
setidaknya harus
KORAN BISNIS (https://m.bisnis.com/koran-bisnis)
mencerminkan tiga landasan dalam menyusunnya, yakni landasan filosofis,
yuridis dan sosiologis. Ada juga pemikiran lain yang menambahkan dengan
dua landasan lagi, yaitu landasan politis dan landasan ekonomis (Solly
Lubis, 1989).

Meski harus diakui, tugas tidak ringan diemban oleh pemangku


kepentingan untuk membuat kebijakan yang ramah terhadap digital di satu
sisi. Di sisi lain terdapat kenyataan adanya kelompok atau pemain lama
yang juga harus dilindungi regulasi.

Karena dalam beberapa kasus, regulasi yang lahir dari ‘rahim digital’
berusaha tampil sebagai aturan dengan wajah yang populis di mata publik
(netizen Internet) tapi secara formal mengindahkan prinsip-prinsip
pembuatan peraturan perundang-undangan yang baik serta secara materiil
menabrak prinsip esensial dalam konteks negara hukum (rechstaat).

Dalam hal ini, regulasi yang berkarakter populis lebih cenderung


mempertimbangkan aspek populisme pembuat peraturan perundang-
undangan daripada mempertimbangkan hal yang elementer.

Sebut saja Perppu No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati
dan Walikota yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang
secara umum mengembalikan proses pemilihan kepala daerah melalui
mekanisme pemilihan langsung. Perppu ini dikeluarkan sepekan setelah
DPR dan pemerintah menyepakati RUU Pemilihan Gubernur, Bupati dan
Walikota yang isinya pemilihan kepala daerah melalui jalur DPRD.

Saat itu, publik memprotes mekanisme pilkada dilakukan di DPRD. Di


sejumlah media sosial tanda #ShameOnYouSBY menjadi trending topic
sebagai bentuk protes.

Kenyataannya, substansi materi Perppu tersebut dinilai banyak masalah.


Akibatnya, setelah pengesahan Perppu Pilkada menjadi UU Pilkada,
 DPR
Top
dan pemerintah sepakat mengubah sejumlah norma di aturan tersebut.
Perppu tersebut menjadi contoh yang
(https://m.bisnis.com/)
baik sebuah output dari opini publik
KORAN BISNIS (https://m.bisnis.com/koran-bisnis)
di ranah digital (termasuk di luar digital) yang melatari munculnya
peraturan perundang-undangan. Digital dan hukum pada dasarnya
merupakan dua entitas yang mulanya tidak pernah terpikirkan bisa
beriringan bersama.

Namun dalam kenyataannya kedua entitas itu harus berjalin erat dengan
sebutan cyber law (hukum siber). Setidaknya, pertama, terdapat aspek
hukum yang muncul dari ranah digital dan kedua, tindakan hukum yang
diakomodasi melalui ranah digital. Dua hal tersebut menjadi keniscayaan di
tengah berkembangnya digital dalam aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara seperti di bidang sosial, politik, dan ekonomi.

Dalam konteks poin kedua, pembuat peraturan perundang-undangan harus


memiliki visi diruptif dalam menyusun setiap norma yang tertuang dalam
aturan hukum. Sikap defensif terhadap perkembangan zaman bukanlah
cara bijak dalam melindungi masyarakat dari gejala disruptif di berbagai
sektor.

Regulator juga harus memiliki spirit perlindungan terhadap masyarakat


dalam merespons disruption yang makin menggejala. Pemerintah dalam
satu tarikan nafas yang sama juga dapat menambah sumber baru
penerimaan negara setidak-tidaknya dari aspek pajak yang timbul dari
produk disruptif tersebut.

Fenomena disruption harus disikapi dengan visi disruptif dalam


merumuskan norma hukum sebagai wujud pembuatan peraturan
perundang-undangan yang baik. Hukum harus hadir sebagai perangkat
yang mampu mengharmonikan antara pemain lama dengan pemain baru
sembari mengarahkan pembuatan perangkat yang baru yang lebih bagus.

Dengan cara demikian, hukum hadir sebagai jalan kebaikan, kemanfaatan


dan keadilan sebagaimana cita-cita para filosof dalam merumuskan teori
hukum. 
Top
Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini : Inovasi Disruptif
(https://m.bisnis.com/)
(https://m.bisnis.com/topic/47382/Inovasi-Disruptif)
KORAN BISNIS (https://m.bisnis.com/koran-bisnis)

Editor : Inria Zulfikar

Baca artikel ini dan ikuti berita-berita terkini via Apps Bisnis.com. Download di sini :

(https://itunes.apple.com/id/app/bisnis-com/id945608365
(https://play.google.com/store/apps/details?id=bisnis.com.official)

Berikan reaksi Anda!

Suka Senang Bangga


0% 100% 0%

Terinspirasi Tidak Suka Sedih


0% 0% 0%

Berita Terkait
(https://m.bisnis.com/finansial/read/20181213/55/86909(https://m.bisnis.com/ekonomi-
jebakan-gaya-hidup-digital) bisnis/read/20180815/9/828278/opini-pola-pikir-
Hindari Jebakan Gaya Hidup Digital kewirausahaan-korporasi-di-era-disruptif)
(https://m.bisnis.com/finansial/read/20181213OPINI: Pola Pikir Kewirausahaan Korporasi
jebakan-gaya-hidup-digital) di Era Disruptif

(https://m.bisnis.com/ekonomi-
Top
bisnis/read/20180815/9/828278/opini-pola-
(https://m.bisnis.com/) pikir-kewirausahaan-korporasi-di-era-
KORAN BISNIS (https://m.bisnis.com/koran-bisnis) disruptif)

(https://m.bisnis.com/koran/read/20180815/251/828135(https://m.bisnis.com/otomotif/read/20180718/275/8177
disrupsi-pola-pikir-kewirausahaan-korporasi-di-era- di-atlanta-lokasi-baru-simpul-inovasi-daimler-ag)
disruptif) Lab1886 di Atlanta, Lokasi Baru Simpul
ERA DISRUPSI : Pola Pikir Kewirausahaan Inovasi Daimler AG
Korporasi di Era Disruptif (https://m.bisnis.com/otomotif/read/20180718
(https://m.bisnis.com/koran/read/20180815/2di-atlanta-lokasi-baru-simpul-inovasi-
disrupsi-pola-pikir-kewirausahaan- daimler-ag)
korporasi-di-era-disruptif)

Berita Terbaru Lainnya


Festival Syariah Timur Indonesia 2019: BI Balikpapan Dukung 4 Sektor
Bussiness Matching
(https://m.bisnis.com/kalimantan/read/20190911/407/1146798/festival-
syariah-timur-indonesia-2019-bi-balikpapan-dukung-4-sektor-bussiness-
matching)
(https://m.bisnis.com/kalimantan/read/20190911/407/1146798/festival-
7 hours ago  |  Kalimantan
syariah-timur-
indonesia-2019-bi-
balikpapan-
dukung-4-sektor-
bussiness-
matching)

Ibu Kota Pindah, Transportasi Intra Kalimantan Bisa Diwujudkan
Top
(https://m.bisnis.com/kalimantan/read/20190910/407/1146803/ibu-kota-
(https://m.bisnis.com/) pindah-transportasi-intra-kalimantan-bisa-diwujudkan)
KORAN BISNIS (https://m.bisnis.com/koran-bisnis)
12 hours ago  |  Kalimantan

(https://m.bisnis.com/kalimantan/read/20190910/407/1146803/ibu-
kota-pindah-
transportasi-intra-
kalimantan-bisa-
diwujudkan)

Lebih Ekonomis, Pertamina Hulu Mahakam Teken Kontrak dengan


Imeco
(https://m.bisnis.com/kalimantan/read/20190910/407/1146799/lebih-
ekonomis-pertamina-hulu-mahakam-teken-kontrak-dengan-imeco)
12 hours ago  |  Kalimantan
(https://m.bisnis.com/kalimantan/read/20190910/407/1146799/lebih-
ekonomis-
pertamina-hulu-
mahakam-teken-
kontrak-dengan-
imeco)

PT Pos Kejar Pendapatan dari Jasa Kurir


(https://m.bisnis.com/kalimantan/read/20190910/407/1146795/pt-pos-
kejar-pendapatan-dari-jasa-kurir)
13 hours ago  |  Kalimantan

(https://m.bisnis.com/kalimantan/read/20190910/407/1146795/pt-
pos-kejar-
pendapatan-dari-
jasa-kurir)

About Us (https://m.bisnis.com/page/about- Privacy Policy Code of Conduct


us) (https://m.bisnis.com/page/privacy-policy) (https://m.bisnis.com/page/code-of-conduct)

Advertise with Us Contact Us Career (https://m.bisnis.com/page/career)


(https://m.bisnis.com/page/advertise-with-us) (https://m.bisnis.com/page/contact-us)

Copyright © 2019 by Bisnis Indonesia. Proudly powered by Sibertama (https://www.sibertama.com)


Page rendered in 0.0380 seconds on g9-244


Top