Anda di halaman 1dari 6

ACCOUNTING FOR INCOME TAXES

TUGAS MATA KULIAH AKUNTANSI KEUANGAN III

OLEH :

MUH ADNANDA SUWARSYAH FIQRIH (A031171505)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
DASAR AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN

IFRS dan peraturan pajak berbeda dalam beberapa cara, maka pajak
penghasilan sebelum pajak dan laba kena pajak pun sering kali berbeda.
Akibatnya, jumlah yang dilaporkan perusahaan sebagai beban pajak akan berbeda
dari jumlah pajak yang harus dibayar ke otoritas perpajakan.
Pendapatan Keuangan Sebelum Pajak (Pretax Financial Income) adalah
istilah laporan keuangan. Hal ini juga sering disebut sebagai laba sebelum pajak,
laba untuk tujuan laporan keuangan atau laba untuk tujuan laporan keuangan.
Perusahan menentukan laba sebelum pajak menurut IFRS. Laba Kena Pajak
(Taxable Income) – laba untuk tujuan pajak adalah istilah akuntansi pajak. Ini
menunjukan jumlah yang digunakan untuk menghitung pajak penghasilan yang
terutang. Perusahaan menentukan laba kena pajak sesuai dengan peraturan
perpajakan. Pajak yang akan dibayarkan dimasa depan disebut jumlah pajak
tangguhan.

Jumlah Kena Pajak Masa Depan dan Pajak Tangguhan


Perbedaan Temporer (Temporary Difference) adalah selisih antara dasar
pengenaan pajak atas aset atau liabilitas dan jumlah yang dilaporakn (jumlah
tercatat atau nilai buku) dalam laporan keuangan, yang akan menimbulakn jumlah
kena pajak atau jumlah yang dapat dikurangkan ditahun tahun depan. Jumlah
Kena Pajak (Taxable Ammounts) meningkatkan laba kena pajak ditahun tahun
depan. Jumlah yang dapat Dikurangkan (Deductible Ammounts) akan mengurangi
laba kena pajak di tahun tahun depan.

Liabilitas Pajak Tangguhan


Liabilitas Pajak Tanguhan (Deferred Tax Liability) merupakan konsekuensi
pajak tangguhan yang terkait dengan perbedaan temporer kena pajak. Dengan
kata lain, lliabilitas pajak tangguhan merupakan kenaikan pajak yang harus dibayar
pada tahun tahun depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak
yang terjadi pada akhir tahun berjalan. Beban pajak penghasilan memiliki dua
komponen, yaitu Beban Pajak Kini (Current Tax Expense) adalah jumlah pajak
penghasilan terutang untuk periode berjalan. Beban Pajak Tangguhan (Deferred
Tax Expense) adalah kenaikan saldo liabilitas pajak tangguhan dari awal sampai
akhir periode akuntansi.
Tujuan Akuntansi Pajak Penghasilan
 Mengakui jumlah pajak yang harus dibayar atau dapat dikembalikan untuk
tahun berjalan.
 Untuk mengakui liabilitas dan aset pajak tangguhan atas konsekuensi
pajak di masa depan dari kejadian yang telah diakui dalam laporan
keuangan atau laporan pajak.

Jumlah Dapat Dikurangkan Masa Depan dan Pajak Tangguhan


Jumlah yang dapat dikurangkan terjadi dari pengembalian pajak di masa
depan. Jumlah dikurangkan masa depan ini menyebabkan laba kena pajak kurang
dari laba sebelum pajak dimasa depan akan sebagai akibat adanya perbedaan
temporer.

Aset Pajak Tangguhan (Pengakuan)


Aset Pajak Tangguhan (Deferred Tax Asset) merupakan konsekuensi
pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan.
Dengan kata lain, aset pajak tangguhan merupakan kenaikan pajak yang dapat
dikembalikan (atau disimpan) pada tahun tahun depan sebagai akibat perbedaan
temporer yang dapat dikurangkan yang terjadi pada akhir tahun berjalan. Manfaat
Pajak Tangguhan (Deferred Tax Benefit) diakibatkan adanya kenaikan aset pajak
tangguhan dari awal sampai akhir periode akuntansi.

Aset Pajak Tangguhan (Nonpengakuan)


Aset pajak tangguhan harus dikurangi jika besar kemungkinan perusahaan
tidak akan merealisasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Perusahaan
harus mempertimbangkan dengan hati hati sumber laba kena pajak dan faktor
faktor yang terkait untuk menilai kemungkinan bahwa laba kena pajak akan
tersedia pada saat rugi pajak yang tidak digunakan atau kredit pajak yang tidak
digunakan dapat dimanfaatkan. Apabila laba kena pajak tidak memungkinkan,
maka rugi pajak yang tidak digunakan atau kredit pajak yang tidak digunakan
dapat dimanfaatkan, aset pajak tangguhan tidak diakui.

Penyajian Laporan Laba Rugi


Komponen beban pajak penghasilan yang signifikan harus diungkapkan
dalam laporan laba rugi atau catatan atas laporan keuangan. Komponen yang
paling sering muncul adalah beban (atau manfaat) kini dan beban (atau manfaat)
tangguhan.
Perbedaan Spesifik
Untuk tujuan pengakuan akuntansi, perbedaan ini ada dua jenis, yaitu :
 Perbedaan Temporer. Perbedaan Temporer Kena Pajak (Taxable
Temporary Differences) adalah perbedaan temporer yang menimbulkan
jumlah kena pajak pada tahun tahun depan ketika aset yang bersangkutan
dipulihkan. Perbedaan Temporer Dapat Dikurangkan (Deductible
Temporary Differences) adalah perbedaan temporer yang menimbulkan
jumlah yang dapat dikurangkan pada tahun tahun depan ketika jumlah
tercatat liabilitas terkait diselesaikan. Perbedaan Temporer yang Timbul
(Originating Temporary Difference) adalah perbedaan awal antara dasar
pembukuan dan dasar pengenaan pajak aset atau liabilitas. Perbedaan
Pembalikan (Reversing Difference) terjadi ketika perusahaan
menghilangkan perbedaan temporer yang timbul dari periode sebelumnya
dan kemudian menghapus pengaruh pajak terkait dari akun pajak
tangguhan.
 Perbedaan Permanen (Permanent Difference) timbul dari item yang masuk
kedalam laba sebelum pajak, tetapi tidak pernah masuk kedalam laba kena
pajak atau masuk kedalam laba kena pajak, tetapi tidak pernah masuk
kedalam laba sebelum kena pajak. Karena perbedaan permanen hanya
memengaruhi periode terjadinya, maka tidak menimbulkan jumlah kena
pajak masa depan atau jumlah dapat dikurangkan. Akibatnya, perusahaan
tidak mengakui adanya konsekuensi pajak tangguhan.

Pertimbangan Tarif Pajak


Perusahaan dapat menggunakan tarif pajak selain tarif pajak kini hanya
setelah diberlakukannya atau secara substansial diberlakukannya tarif pajak masa
depan. Bila terjadi perubahan tarif pajak, maka perusahaan harus segera
mengakui pengaruhnya terhadap akun pajak penghasilan tangguhan. Perusahaan
malaporkan dampaknya sebagai penyesuaian terhadap beban pajak penghasilan
pada periode perubahan tersebut.

AKUNTANSI UNTUK RUGI OPERASI NETO


Rugi Operasi Neto (Net Operating Loss – NOL) untuk tujuan perpajakan
terjadi ketika biaya yang didapat dikurangkan dari pajak melebihi laba kena pajak.
Oleh karena itu, dalam keadaan tertentu undang undang perpajakan mengizinkan
pembayaran pajak untuk menggunakan kerugian datu tahun untuk menyaling
hapus (offset) keuntungan tahun tahun lainnya.
 Kerugian Carryback (Loss Carryback). Perusahaan dapat membawa
“carry” rugi operasi neto dua tahun kebelakang dan menerima pengambilan
pajak penghasilan yang dibayarkan pada tahun tahun tersebut.
 Kerugian Carryforward (Loss Carryforward). Perusahaan dapat
melepasakan kerugian carryback dan hanya menggunakan opsi
carryforward untuk menyaling hapus (offset) laba kena pajak dimasa depan
sampai 20 tahun.

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN


Laporan Posisi Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan piutang atau utang pajak sebagai aset
lancar atau liabilitas jangka pendek. Meskipun aset dan liabilitas pajak kini diakui
dan diukur secara terpisah, tetapi aset tersebut dapat saling hapus (offset) satu
sama lain dalam laporan posisi keuangan. Aset pajak tangguhan dan liabilitas
pajak tangguhan juga diakui dan diukur secara terpisah, tetapi dapat saling hapus
dalam laporan posisi keuangan. Aset pajak tangguhan neto atau liabilitas pajak
tangguhan neto dilaporkan pada bagian tidak lancar laporan posisi keuangan.

Laporan Laba Rugi


Perusahaan mengalokasikan beban (atau manfaat) pajak penghasilan
untuk operasi yang dilanjutkan, operasi yang dihentikan, penghasilan
komprehensif lain, dan penyesuaian periode sebelumnya (alokasi pajak
antarperiode) dan menyajikan beban (manfaat) pajak kini dan beban (manfaat)
pajak tangguhan.

Rekonsiliasi Pajak
Pengungkapan penting lainnya adalah rekonsiliasi antara beban pajak
aktual dan tarif pajak yang berlaku. Perusahaan dapat menyajikan :
 Rekonsiliasi numerik antara beban (manfaat) pajak dan hasil laba
akuntansi dikalikan dengan tarif pajak yang berlaku, yang juga
mengunkapkan dasar tarif pajak yang berlaku.
 Rekonsiliasi numerik antara rata rata tarif pajak efektif dan tarif pajak yang
berlaku, yang juga mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang
berlaku.
Pengungkapan pajak penghasilan ini diperlukan karena beberapa alasan :
 Menilai kualitas laba.
 Membuat prediksi arus kas masa depan yang lebih baik.
 Memprediksi arus kas masa depan untuk rugi operasi yang belum
dikompensasi.

TINJAUAN METODE ASET LIABILITAS


Perusahaan menerapkan prinsip dasar berikut untuk menghitung pajak
penghasilan pada tanggal laporan keuangan :
 Mengakui liabilitas atau aset pajak kini untuk estimasi pajak yang harus
dibayar atau dikembalikan pada saat pengembalian pajak selama tahun
berjalan.
 Mengakui liabilitas atau aset pajak tangguhan untuk estimasi pengaruh
pajak dimasa depan yang dapat diatribusikan keperbedaan temporer dan
carryforward dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku.
 Mendasarkan pengukuran liabilitas dan aset pajak kini dan tangguhan atas
ketentuan undang undang perpajakan yang diberlakukan (atau yang
secara substansial diberlakukan).
 Mengurangkan pengukuran aset pajak tangguhan, jika perlu jumlah
manfaat pajak yang tidak diharapkan untuk direalisai oleh perusahaan
berdasarkan bukti yang ada.