Anda di halaman 1dari 4

1.

Jelaskan Perbedaaan MC dan LOD


Perbedaan dari Moisture Content ( MC ) dan Loss On Drying ( LOD ) terletak
pada metode pengujian serta perhitungannya. MC merupakan metode yang
pengujiannya menggunakan prinsip titrasi Karl Fischer dimana merupakan suatu
metode yang hanya mengukur kandungan air dalam suatu sampel produk. Hasil dari
pengukuran metode MC tidak mengandung zat volatil lain kecuali air. Sedangkan LOD
pengujiannya adalah mengukur selisih berat total ketika sampel sebelum dan setelah
dikeringkan, dengan cara mengeringkan sampel dibawah titik didihnya dalam oven.
Hasil pengukuran metode LOD akan mengukur baik air dan pengotor volatil seperti
alkohol,lemak dan sebagainya yang terkandung di dalam sampel.
Pada uji evaluasi granul metode MC digunakan saat granul dalam keadaan
kering (bobot kering) sedangkan pada metode LOD granul di ukur dalam keadaan
basah (bobot basah). LOD dan MC ketika di uji memungkinkan adanya perbedaan
dalam hasil pengujian, hal ini dipengaruhi oleh presentasi zat pengotor volatil sehingga
menybabkan LOD nilainya lebih titnggi dari MC. Tetapi tidak menutup kemungkinan
terjadi sebalikanya, karena terkadang terdapat kristal air yang terikat dan tidak dapat
dihilangkan saat pemanasan.

Sumber :

Parrot E.L. 1978. Fundamental of Pharmaceutical Tecnology. Lowa : Burgess Publishing


Compan
https://www.cscscientific.com/csc-scientific-blog/karl-fischer-vs-loss-on-drying-which-
method-is-the-best Di akses pada tanggal 14 September 2019 Pukul 19.47

https://www.pharmaguideline.com/2011/11/differece-between-water-content-and.html

Di akses pada tanggal 14 September 2019 Pukul 20.21


2. Berapakah masing-masing persyaratan MC dan LOD untuk granul (sebutkan
literaturnya, misal: FI IV)
Nilai LOD dalam setiap campuran zat padat cairan dapat bervariasi dari sedikit
diatas 0% sampai sedikit dibawah 100%, tetapi nilai MC dapat berubah sedikit diatas
0% dan mendekati tak terhingga (Rankell,dkk,1986). Pada terdapat rentang yang
menyatakan bahwa granul tersebut memiliki kadar air yang baik, yaitu :
- LOD
Syarat kadar yang baik : 2 – 5 % (Lachman, 1994)
- MC
Syarat kadar yang baik : 2 – 5% (Voight, 1994) , ≤ 3% ( Pulungan,2004)

Sumber :

Lachman, L., Lieberman, H.A., Kanig, J.L. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri.
Edisi Ketiga. Vol III. Diterjemahkan oleh Siti Suyatmi. Jakarta : UI Press
Pulungan, M.H., Suprayogi dan B. Yudha. 2004. Effervescent Tanaman Obat. Trubus
Surabaya : Agrisarana
Rankell, A.S., Lieberman, H.A., dan Robert, F.S. 1989. Pengeringan. Di dalam :
Lachman, L., H.A. Lieberman, dan J.L. King (eds). 1989. Teori dan Praktek
Farmasi Industri I. Jakarta : UI Press
Voight, Rudolf. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi V. Diterjamahkan oleh
Tim Univeristas Gadjah Mada. Yogyakarta : UGM Press
3. Bagaimana metode dalam menentukan nilai MC dan LOD granul
Kandungan lembab suatu zat dapat dinyatakan dengan menggunakan LOD (Lost
On Drying) dan MC (Moisture Content). LOD yaitu suatu pernyataan kadar
kelembaban berdasarkan bobot basah. Sedangkan MC merupakan pernyataan kadar
kelembaban berdasarkan bobot kering granul (Sulaiman,2007).
a. MC
Moisture content dapat ditentukan dengan cara mengihitung selisih antara
bobot granul basah dan bobot granul kering kemudian baru dibagi dengan bobot
granul kering. Cara ini merupakan perhitungan berdasarkan bobot kering granul
(Lachamn,1994).
% MC = 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑔𝑟𝑎𝑛𝑢𝑙 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ−𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑔𝑟𝑎𝑛𝑢𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑔𝑟𝑎𝑛𝑢𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔
% MC = Bobot granul basah – Bobot granul kering x 100 %
Bobot granul kering

b. LOD
Uji kadar air (% LOD) dilakukan dengan menimbang granul dalam keadaan
basah dan setelah dikeringkan dibagi dengan bobot granul basah . Kadar air
dinyatakan sebagai LOD (Lost on Drying) atau susut pengeringan
(Lachman,1994).
% LOD = Bobot granul basah – Bobot granul kering x 100 %
Bobot granul basah

Penentuan penggunaan metode MC atau LOD dalam evaluasi granul harus


didasarkan pada sifat bahan aktif suatu sampel. Jika zat tersebut bersifat hidrat,
maka berat anhidratnya mungkin perlu dihitung. Apabila sampel mengandung
banyak za volatil yang berpengaruh terhadap kadar kelembaban maka lebih baik
digunakan MC, karena tidak dipengaruhi oleh adanya zat pengotor lain. Selain itu,
apabila sampel memiliki kadar air yang rendah maka lebih baik digunakan MC
karena akan memberikan hasil yang lebih konsisten dibandingkan LOD.
Nilai kadar air granul menentukan kecepatan alir dan sudut istirahat granul. Jika
kadar air terlalu tinggi, akan terjadi peningkatan gaya kohesi antar partikel yang
dapat mengakibatkan granul kehilangan mobilitasnya untuk mengalir. Sifat aliran
yang baik akan berpengaruh pada pengisian ruang cetak tablet secara kontinyu dan
teratur, sehingga distribusi granul yang masuk ke dalam alat cetak akan seragam
dan pada akhirnya akan menghasilkan dosis yang seragam pula (Lachman, 1994).
Sumber :
Lachman, L., Lieberman, H.A., Kanig, J.L. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Edisi
Ketiga. Vol III. Diterjemahkan oleh Siti Suyatmi. Jakarta : UI Press

Sulaiman, N.S. 2007. Teknologi dan Formulasi Sediaan Padat. Yogyakarta : UGM Press

https://www.pharmaguideline.com/2011/11/differece-between-water-content-and.html

Di akses pada tanggal 15 September 2019 Pukul 09.47