Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REPORT

Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas individu dalam mata kuliah Bahasa Indonesia

Disusun Oleh :

NAMA : AYU LIANI VERONIKA


NIM : 4172141020
KELAS : PENDIDIKAN BIOLOGI A 2017

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Critical Book Report mata kuliah
Pendidikan Bahasa Indonesia. Penulis berterima kasih kepada ibu Hera Chairunnisa, selaku
dosen pengampu mata kuliah ini yang sudah memberikan bimbingan kepada Penulis.
Penulis menyadari bahwa tugas ini masih banyak terdapat kekurangan oleh karena itu
kami meminta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan. Dan Penulis juga mengharapkan kritik
dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih semoga tugas ini dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, April 2019

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada dasarnya critical book review merupakan kegiatan mengulas isi buku dengan
menitikberatkan pada evaluasi (penjelasan, interpretasi dan analisis) mengenai keunggulan
dan kelemahan buku, apa yang menarik dari buku tersebut, bagaimana isi buku tersebut
bisa mempengaruhi cara berpikir dan menambah pemahaman terhadap suatu bidang kajian
tertentu. Mahasiswa dapat menguji pikiran pengarang/penulis lewat sudut pandangnya
dengan berdasarkan pengetahuan & pengalaman yang dimiliki.

Melalui kegiatan critical book review mahasiswa di ajak untuk berfikir kritis mengenai
suatu permasalahan, menillai dan menganalisis suatu kajian secara objektif serta mampu
memandang suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.

B. Tujuan penulisan Critical Book Review


1. Penyelesaian tugas mata kuliah Bahasa Indonesia program studi pendidikan teknik
bangunan
2. Mendorong mahasiswa untuk berfikir kritis terhadap satu permasalahan
3. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat secara luas
4. Menambah pemahaman mahasiswa mengenai materi atau isi buku yang di bahas.

C. Manfaat critical book review

Beberapa manfaat yang didapatkan dalam melakukan critical book review antara lain:

1. Bagi penulis kiritik yang sampaikan dapat menjadi referensi dan pertimbangan dalam
menulis karya-karya yang lain.
2. Bagi mahasiswa atau masyarakat umum kritik buku menjadi sarana menambah
wawasan berfikir dan pembelajaran untuk mengemukakan pendapat secara ilmiah.
3. Bagi dosen atau pendidik, kegiatan critical book review dapat menjadi bahan penilaian
sejauh mana pemahan peserta didik terhadap materi suatu bahan bacaan.
BAB II

ISI BUKU

A. IDENTITAS BUKU

Identitas Buku 1

Judul Buku : Pendidikan Bahasa Indonesia

Penulis :Drs. Sanggup Barus, M.Pd. dkk

Tahun : 2018

Penerbit : Unimed Press

ISBN : 976-602-7938-06-9

Jumlah Halaman : 144 halaman

Identitas Buku 2

Judul Buku : Bahasa Indonesia Pengembang Kepribadian dan Penghela Ilmu


Pengetahuan

Penulis : Achmad Yuhdi, dkk

Tahun : 2019

Penerbit : Unimed Press

ISBN : -

Jumlah Halaman : 155 halaman

B. RINGKASAN BUKU
BUKU 1

BAB 1. BAHASA PENGEMBANG KEPRIBADIAN

1. Pengertian Bahasa

Harimurti Kridalaksana berpengertian bahwa bahasa adalah sistem lambing berupa bunyi
arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama,
berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.
2. Pengertian Kepribadian Dan Pengembangan Kepribadian

Personality Development Through Positive Thinking, 2004, Amit Abraham mendefenisikan


kepribadian adalah pola-pola pemikiran, perasaan, dan prilaku yang tertanam dalam-dalam dan
relative permanen.

3. Hubungan Bahasa Dengan Pengembangan Kepribadian

Dari sumpah pemuda pada 28 oktober 1928 dapat disimpulkan bahwa bahasa
Indonesia merupakan bahasa yang menunjukkan fungsi yang sangat besar dan merupakan ciri
khas Indonesia.

BAB 2. BAHASA INDONESIA BAKU DAN PEMAKAINNYA DENGAN BAIK DAN


BENAR

1. Pengertian Bahasa Baku

Bahasa baku adalah bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran, belum
cukup memahami konsep yang sesungguhnya.

2. Pengertian Bahasa Nonbaku

Alwasliah berpengertian bahwa bahasa tidak baku adalah bentuk bahasa yang biasa
memakai kata-kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan, dan pengucapan yang tifak biasa
dipakai oleh mereka yang tidak berpendidikan (1985:116).

3. Pengertian Bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku

Bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang bentuk
bahasanya telah dimodifikasi, diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh
masyarakat Indonesia secara luas.

Bahasa Indonesia nonbaku adalahsalah satu ragam bahasa Indonesia yang tidak
dikodifikasi, tidak diterima, dan tidak difungsikan sebagai model oleh masyarakat Indonesia
secara luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus.

4. Tumbuhnya Bahas Indonesia Baku

Variasi bahasa yang ada dalam bahasa Indonesia terjadi karena kehidupan pemakainya
semakin lama semakin kompleks.
5. Fungsi Bahasa Indonesia Baku

Pertama berfungsi sebagai pemersatu, kedua sebagai penanda kepribadian, ketiga


sebagai penambah wibawa, keempat berfungsi sebagai kerangka acuan.

6. Konteks Pemakaian Bahasa Indonesia Baku

Pertama, dalam komunikasi resmi ( surat menyurat dll). Kedua dalam wawancara teknis
(karangan ilmiah seperti skripsi, tugas akhir dll). Ketiga pembicaraan di depan umum ( ceramah
dll). Keempat pembicaraan dengan orang yang dihormati (atasan dengan bawahan dll).

7. Ciri-ciri bahasa Indonesia Baku

Ciri-ciri bahasa Indonesia Baku adalah sebagai berikut

Pelafalan relatif bebas dari atau sedikit diwarnai oleh bahasa daerah atau dialek. Bentuk
kata Berawalan me- dan ber- dll ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat,
Konjungsi ditulis secara jelas dan tetap didalam kalimat. Partikel –kah, -lah, dan –pun ditulis
secara jelas dan tetap didalam kalimat. Preposisi atau kata depan ditulis secara jelas dan tetap
didalam kalimat. Kata ganti atau polaritas tutur sapa ditulis secara jelas dan tetap didalam
kalimat

8. Pemakaian Bahasa Indonesia Baku Dan Nonbaku Dengan Baik Dan Benar

Pemakaian bahasa Indonesia baku dan benar adalah pemakaian bahasa Indonesia yang
mengikuti kaidah bahasa yang dibakukan atau dianggap baku.

BAB 3. EJAAN BAHASA INDONESIA

1. Pengertian Dan Pembinaan Ejaan Bahasa Indonesia

Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambing-lambang


bunyi bahasa dan bagaiamana hubungan lambing-lambang itu dalam suatu bahasa. Ejaan ada
dua macam yaitu : ejaan fometis adalah ejaan yang menyatakan setiap bunyi bahasa dengan
huruf, sedangkan ejaan fonemis adalah ejaan yang menyatakan setiap fonem dengan satu
lambing atau satu huruf.

2. Pemakaian Huruf

3. Penulisan Huruf
4. Penulisan Kata

5. Penulisan Unsur Serapan

Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia ( reshuffle )

Unsur asing yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia
(aa Belanda menjadi a)

6. Pemakaian Tanda Baca

BAB 4. DIKSI

1. Pengertian Diksi

Harimurti (1984) dalam Kamus Linguistic, menyatakan bahwa diksi adalah pilihan kata dan
kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara didalam umum atau karang-
mengarang.

2. Persyaratan Diksi

BAB 5. KALIMAT EFEKTIF

1. Pengertian Kalimat

Menurut KBBI, kalimat adalah (1)kesatuan ujaran yang menungkapkan suatu konsep pikiran
dan perasaan, (2) perkataan, (3) satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri (Depdikbud.
1989:380).

2. Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat mewakili pikiran dan keinginan penulis yang
disusun secara sadar untuk mencapai daya informasi yang diinginkan penulis terhadap
pembaca atau pembaca.

BAB 6. PARAGRAF

1. Pengertian Paragraf

Paragraf adalah inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

2. Macam-macam Paragraf
Paragraf pembuka, berperan sebagai pengantar, untuk sampai kepada masalah yang akan
diuraikan. Paragraf penghubung, masalah yang diuraikan terdapat dalam paragraf penghubung.

Paragraf penutup, paragraph penutup mengahkhiri sebuah karangan, biasanya paragraf ini
berisi kesimpulan dari paragraph penghubung.

3. Syarat-syarat Pembentukan Paragraf

Kesatuan, Koherensi,Perincian dan urutan pikiran, Letak kalimat utama, Pengembangan


paragraph

Analogi

Analogi biasanya dipergunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah diketahui umum
dengan yang baik atau kurang dikenal umum. gunanya untuk menjelaskan hal yang kurang
dikenal tersebut.

BAB 7. PENULISAN KARYA ILMIAH

1. Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah karangan yang bersifat ilmu atau memenuhi syarat ilmu pengetahuan.

2. Pemilihan Topik

3. Pembatasan Topik

Pembatasan topik bertujuan agar penulisan suatu karya ilmiah oleh seorang penulis tidak
hanyut dalam suatu persoalan yang tidak ada habis-habisnya dan dapat menulis dengan tujuan
khusus.

4. Penetuan Judul

5. Perumusan Tema

Rumusan tema adalah rumusan mengenai masalah dan tujuannya menggarap topik yang
dibahas pada sebuah karya ilmiah.

6. Pengumpulan Bahan
Pengumpulan bahan adalah langkah yang dilakukan sebelum proses penulisan yang bertujuan
untuk mempersiapkan kebutuhan akan bahan yang mungkin akan diperlukan setelah sebuah
topik dan tema sudah dirumuskan.

7. Penyusunan Kerangka Makalah

8. Penulisan Makalah

Penulisan pendahuluan, Penulisan pembahasan danPenulisan penutup

9. Enumerasi

Adalah tata cara penomoran butir-butir pembicaraan dalam penulisan makalah.

10. Penulisan Kutipan

Kutipan adalah fakta, ide, opini, atau pendapat yang dikutip dari sumber tertulis untuk
mendukung atau memperjelas argument, posisi, atau opini dalam suatu karya ilmiah

Contoh :

“ Harimurti Kridalaksana berpengertian bahwa bahasa adalah sistem lambing berupa bunyi
arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama,
berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.”

11. Penulisan Daftar Rujukan

Contoh :

Birn, R. 1993. Effective Use Of Market Research. London: Kogan Page

12. Revisi

Revisi adalah kegiatan mengakaji ulang sebuah karya ilmiah yang sudah jadi baik menambahi
atau mengurangi konsep pada suatu karya ilmiah tersebut.

BUKU 2

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai lambang


kebanggan nasional, lambang identitas nasional, alat pemersatu berbagai suku bangsa yang
berlatar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda, dan alat perhubungan antar daerah
dan antar budaya. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia
berfungsi sebagai bahasa pengantar dilembaga-lembaga pendidikan seperti dari taman kanak-
kanak sampai perguruan tinggi. Sebagai alat perhubungan tingkat nasioanal, sebagai alat
komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat luas. Sebagai alat pengembang
kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan alam dan teknologi.

Definisi bahasa menurut Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu :

- Bahasa dikatakan sebagai sistem lambang bunyi, karena bunyi bahasayan di dengar
sebenarnya bersistem dan memiliki keteraturan
- Bahasa dikatakan arbitrer, tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa dengan
konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut.
- Digunakan oleh masyarakat, komunikasi yang hanya dimiliki oleh manusia
- Untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri

Bahasa Indonesia yang awalnya berakar dari bahasa Melayu sudah memiliki aksara
berates tahun yang lalu, yaitu aksara Arab Melayu. Di nusantara ini, bukan saja aksara Arab
Melayu yang dikenal, tetapi ada Akasara Jawa, Aksara Sunda, Bugis, dan lain-lain.

Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang
disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Kalimat efektif memiliki
syarat-syarat sebagai berikut ; secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya dan
mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca
dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya. Hubungan logis koordinatif adalah
hubungan setara di bagian-bagian kalimat dengan kalimat majemuk setara. Hubungan logis
korelatif adalah hubungan salling kait diantara bagian kalimat.

Tulisan ilmiah adalah tulisan berisi ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis
menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Tulisan tersebut dapat dikatakan ilmiah
apabila ; megandung suatu masalah beserta pemecahannya, masalah yang dikemukakan harus
objektif, tulisan harus lengkap, tulisan harus disusun denan metode tertentu dan tulisan harus
disusun menurut sistem tertentu.

Membuat ringkasan merupakan bagian dari keterlampilan menulis. Membuat ringkasan


tidak hanya sekedar menulis ulang bagian-bagian penting tetapi menceritakan kembali apa
yang tersirat dalam buku. Penulis dapat mengungkapkannya dengan gaya bahasa sendiri tanpa
terpancang pada buku. Langkah-langkah membuat ringkasan adalah membaca naskah asli,
mencatat gagasan utama dan mengadakan reproduksi.
Tahapan akhir dari rangkaian kegiatan penelitian adalah melaporkan hasil penelitian
pada berbagai publikasi ilmiah di jurnal/makalah ilmiah. Sebelum melaporkannya dalam
artikel pada jurnal ilmiah, peneliti terlebih dahulu menyusun tulisannya agar dapat memenuhi
tata tampilan/gaya selingkungan yang dianjurkan oleh dewan penyunting jurnal yang
bersangkutan. Bagian-bagian arikel hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal adalah judul,
nama penulis, abstrak dan kata kunci,bagian pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan,
kesimpulan dan saran, daftar rujukan.

Surat adalah komunikasi tertulis yang berasal dari satu pihak dan ditujukan kepada
pihak lain untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan kata-kata yang bersifat umum
dan jelas, dapat dimengerti maksud dan tujuannya serta tepat sasaran. Apabila dikatakan suatu
surat harus memnhi kriteria yaitu ; surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar
diantaranya penyusuna letak bagian-bagian surat tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang
telah ditentukan, pengetikan surat benar, jelas, bersih dan rapi dengan format yang menarik,
pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas
dan eksplisit. Hal ini dimaksud agar penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat,
tidak ragu-ragu dan pengirim pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang
dikehendakinya, bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku
sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baik pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun
kalimatnya.

Lomba debat antar perguruan tinggi menjadi bagian penting dari kompetisi di era
global. Lomba debat ini menuntut wawasan yang luas, kemampuan berbahasa yang baik dan
kemampuan beragumentasi. Kemampuan bahasa yang baik akan meningkatkan kemampuan
komunikasi mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat inernasional. Sedangkan
kemahiran dalam beragumentasi akan meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk membuat
keputusan berdasarkan analisis yang logis dan faktual.
BAB III

PEMBAHASAN

KELEBIHAN PADA BUKU 1

 Cover buku sangat menarik untuk membuat kita tertarik membacanya


 Setiap topik yang dibahas selalu disertai dengan contoh-contoh sehingga pembaca akan
lebih jelas dan muadah memahaminya.
 Materi yang dibahas pada buku pertama yang sebagai buku utama sangat mempunyai
keterkaitan didalam pembahasan materi pada buku yang kedua yang sebagai buku
pembanding

KEKURANGAN PADA BUKU 1

 Kalimat yang didalam buku sulit untuk dimengerti karena banyak kosa kata yang
kurang dimengerti
 Tidak terdapat bab yang membahas sejarah bahasa Indonesia, hakikat bahasa, ejaan
bahasa indonesia, menulis surat, kompetensi debat mahasiswa indonesia seperti pada
buku kedua
 Terdapat beberapa kata yang sulit untuk di pahami seperti pemakaian bahasa inggris,
Seharusnya penulis membuat arti dari bahasa inggris tersebut
 Gambar yang ditampilkan hitam putih sehingga tidak jelas terlihat

KELEBIHAN PADA BUKU 2

 Kertas yang digunakan pada buku kedua lebih baik daripada buku pertama.
 Cover buku yang ditampilkan sudah baik
 Materi sudah membahas sejarah bahasa Indonesia, hakikat bahasa, ejaan bahasa
indonesia, menulis surat, kompetensi debat mahasiswa indonesia yang tidak ada pada
buku pertama

KEKURANGAN PADA BUKU 2

 Sedikit menampilkan gambar

 Pada buku ini tidak membahas materi tentang penulisan teks proposal, teks laporan dan
teks mengulas buku
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pemaparan ringkasan buku maupun bab pembahasan yang memberikan kekurangan
dan kelebihan setiap buku, dapat disimpulkan bahwa setiap buku memiliki kelebihannya dan
memiliki kekurangannya sendiri, seperti pada buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
karya Sanggup Barus membahas membahas materi tentang penulisan teks proposal, teks
laporan dan teks mengulas buku, sedangkan pada buku Bahasa Indonesia karya Achmad Yuhdi
tidak ada membahasnya. Namun demikian, buku karya Sanggup Barus ini memiliki banyak
kelebihan lain yang tidak dimiliki buku Achmad Yuhdi.

B. Saran

Adapun saran yang dapat saya berikan pada Critical book review ini adalah sebaiknya
penulis memperbaiki kesalahan dalam penulisan baik itu kata-kata ataupun kalimat. Dari
critical book review ini, diharapkan kepada pembaca agar dapat mengetahui isi dari buku ini
dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari dan memakai bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA

Barus, S., 2018, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, Unimed Press, Medan.

Yuhdi, A., Rahayu, E., dkk, Bahasa Indonesia Pengembang Kepribadian dan Penghela Ilmu
Pengetahuan, Copyright@2019, Medan.