Anda di halaman 1dari 2

1.

Waruna (Dewa air, Dewa laut dan samudra)

Dalam ajaran agama Hindu, Baruna atau Waruna (Devanagari: वरुण; Latin: Varuna)
adalah manifestasi Brahman yang bergelar sebagai dewa air, penguasa lautan dan
samudra. Kata Baruna (Varuna) berasal dari kata var (bahasa Sanskerta) yang berarti
membentang, atau menutup. Kata "var" tersebut kemudian dihubungkan dengan laut,
sebab lautan membentang luas dan menutupi sebagian besar wilayah bumi.
Menurut kepercayaan umat Hindu, Baruna menguasai hukum alam yang disebut Reta.
Ia mengandarai makhluk yang disebut makara, setengah buaya setengah kambing
(kadangkala makara disamakan dengan buaya, atau dapat pula digambarkan sebagai
makhluk separuh kambing separuh ikan). Istri Beliau bernama Baruni, yang tinggal di
istana mutiara. Oleh orang bijaksana, Dewa Baruna juga disebut sebagai Dewa langit,
Dewa Hujan, dan dewa yang menguasai hukum.

2. Sri (Dewi pangan Sebagai Dwi Kesuburan)

Dewi Sri atau Dewi Shri (Bahasa Jawa), Nyai Pohaci Sanghyang Asri (Bahasa
Sunda), adalah dewi pertanian, dewi padi dan sawah, serta dewi kesuburan di
pulau Jawa dan Bali. Pemuliaan dan pemujaan terhadapnya berlangsung sejak masa
pra-Hindu dan pra-Islam di pulau Jawa
3. Wayu / Bayu (Dewa angin)

Bayu (Sanskerta: वायुदाब वायु ; Vāyu, baca: Bayu, disebut juga Waata (वात: Vāta)
atau Pawana (पवन : Pavana) atau Prāna) dalam agama Hinduadalah Dewa utama,
bergelar sebagai Dewa angin. Udara (Vāyu) atau angin (Pāvana) merupakan salah
satu unsur dalam Panca Maha Bhuta, lima elemen dasar dalam ajaran agama
Hindu.Dewa dalam agama Hindu ini diadaptasi ke dalam dunia pewayangan sebagai
dewa penguasa angin yang bertempat tinggal di Khayangan Panglawung. Batara bayu
ditugaskan untuk mengatur dan menguasai angin. Pada zaman Treta Yuga, Batara
Bayu menjadi guru Hanoman agar kera tersebut menjadi sakti. Pada zaman Dwapara
Yuga, Batara Bayu menurunkan Werkudara (Bima). Ciri dari murid ataupun
keturunan dewa ini adalah mempunyai "Kuku Pancanaka".

4. Agni (Dewa api)

Dalam ajaran agama Hindu, Agni adalah dewa yang bergelar sebagai pemimpin
upacara, dewa api, dan duta para Dewa. Kata Agni itu sendiri berasal dari
bahasa Sanskerta (अग्नि) yang berarti 'api'. Konon Dewa Agni adalah putra
Dewa Dyaus dan Pertiwi.