Anda di halaman 1dari 20

Profil Peresepan Obat Sulbacef, Lasix, KSR, dan NaCl

pada Pasien Hipertensi di Apotek B1 Tahun 2019

Tingkat 3B / Semester V
Rabu, 11 September 2019

Disusun Oleh:
Kelompok B3 Pagi
Novi Eka Setia Ningsih (P2.31.39.0.17.076)

Novita Dian Pertiwi (P2.31.39.0.17.078)

Nur Hasanah (P2.31.39.0.17.080)

Nurulhuda Triyaningsih (P2.31.39.0.17.084)

Prilina Eka Karimah (P2.31.39.0.17.086)

Dosen Pembimbing : Yayan Setiawan, SE.,MM.

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN


KESEHATAN JAKARTA II JURUSAN FARMASI
TAHUN AJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Kehadirat Allah SWT atas rahmat dan
karunia–Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.

Dalam penulisan laporan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada


Bapak Adin Hakim Kurniawan, S.Si, M.Farm, Apt. selaku dosen pengawas
Praktikum Pelayanan Farmasi IV dan Bapak Yayan Setiawan, SE., MM. selaku
dosen pembimbing. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.

Kami pun menyadari bahwa sepenuhnya masih banyak kekurangan dalam


penyusunan laporan ini, oleh karena itu kami siap menerima segala kritik dan
saran dari berbagai pihak demi menyempurnakan makalah ini.

Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, semoga laporan ini dapat


bermanfaat dan dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi penyusun dan para pembaca.

Jakarta, 15 September 2019

Penyusun

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah
adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh
darah (arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu,
dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya
sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan
pembuluh darahnya.
Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90
milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik,
ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka 90
mmHG mengacu pada bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks
sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.
Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Badan Kesehatan
Dunia (WHO) menyebut angkanya saat ini terus meningkat secara global.
Peningkatan orang-orang dewasa di seluruh dunia yang akan mengidap
hipertensi diprediksi melonjak hingga 29 persen pada tahun 2025.
Peningkatan kasus hipertensi juga terjadi di Indonesia. Data Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas) milik Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan
bahwa 25,8 persen penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Laporan Survei
Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menunjukkan angka pengidapnya
meningkat jadi 32,4 persen. Ini artinya ada peningkatan sekitar tujuh persen
dari tahun-tahun sebelumnya. Angka pasti di dunia nyata mungkin bisa lebih
tinggi dari ini karena banyak orang yang tidak menyadari mereka memiliki
tekanan darah tinggi.
Hal inilah yang melatarbelakangi kami untuk membahas tentang hipertensi
terutama dalam hal pengobatan pasien khususnya bagi tenaga teknis
kefarmasian dalam hal pemberian informasi obat kepada pasien. Sehingga
dapat menekan terjadinya resiko terulangnya1

1.2 Tujuan Praktikum

3
Dalam pelaksanaan praktikum pelayanan farmasi ini tentunya memiliki
tujuan, yaitu sebagai berikut :
1.2.1 Mahasiswa mampu mengetahui khasiat dan kegunaan obat Sulbacef,
Lasix, KSR, dan NaCl.
1.2.2 Mahasiswa mampu memberikan informasi obat kepada pasien dengan
tepat.
1.2.3 Mahasiswa mampu memberi harga obat-obat dalam resep.

1.3 Manfaat Praktikum


Dalam proses pelaksanaan praktikum, tentunya yang diharapkan adalah
adanya manfaat dari setiap kegiatan yang dilakukan. Manfaat yang didapat
dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.3.1 Menambah wawasan mengenai khasiat obat yang terdapat dalam
peresepan.
1.3.2 Memahami bagaimana alur peresepan obat dan cara pemberian
informasi obat dengan baik dan benar
1.3.3 Memahami pekerjaan kefarmasian khususnya dalam bidang
administrasi

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Hipertensi

Hipertensi merupakan suatu kelainan, suatu gejala dari gangguan pada mekanisme
regulasi tekanan darah (TD). Penyebabnya antara lain, akibat penyakit ginjal dan penciutan
aorta/arteri ginjal, juga akibat tumor di anak ginjal dengan efek overproduksi hormone –hormon
tertentu yang berkhasiat meningkatkan tekanan darah. Dalam kebanyakan hal penyebabnya tidak
diketahui, bentuk umum ini disebut hipertensi esensial yang disebabkan oleh faktor keturunan.

Risiko hipertensi yang tidak diobati adalah besar sekali dan dapat menyebabkan
kerusakan pada jantung, otak, dan mata. Tekanan darah yang terlampau tinggi menyebabkan
jantung memompa lebih keras, yang akhirnya dapat mengakibatkan gagal
jantung( decompensatio ) dengan rasa sesak dan udema di kaki. Pembuluh juga akan lebih
mengeras guna menahan tekanan darah yang meningkat. Pada umumnya risiko terpenting
adalah serangan total ( stroke, beroerte, dengan kelumpuhan separuh tubuh ) akibat pecahnya
suatu kapiler dan mungkin juga infark jantung. 1

2.2 Gejala Hipertensi

Hipertensi tidak memberikan gejala khas, baru setelah beberapa tahun adakalanya pasien
merasakan nyeri kepala pagi hari sebelum bangun tidur, nyeri ini biasanya hilang setelah
bangun. Gangguan hanya dapat dikenali dengan pengukuran tensi dan adakalanya melalui
pemeriksaan tambahan terhadap ginjal dan pembuluh.1

2.3 Klasifikasi Hipertensi


Hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan tingginya tekanan darah dan berdasarkan
etiloginya. Berdasarkan tingginya tekanan darah, seseorang dikatakan hipertensi bila tekanan
darah > 140/90 mmHg. Untuk pembagian yang lebih rinci, The Joint National Committee on

5
prevention, detection, evaluation and treatment of blood pressure (JNC), membuat klasifikasi
yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Klasifikasi Tekanan Darah (TD) Untuk Usia 18 Tahun atau Lebih Berdasarkan JNC VII

Klasifikasi Sistol Diastol


( mmHg ) ( mmHg )
Normal <120 <80
Prehipertensi 120 – 139 80 – 89
Hipertensi
Tingkat 1 140 – 159 90 – 99
Tingkat 2 >160 >100

Berdasarkan etiloginya, hipertensi dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Hipertensi Essensial
Hipertensi essensial atau hipertensi primer atau idiopatik adalah hipertensi tanpa kelainan
dasar patologi yang jelas. Penyebabnya multifactorial meliputi faktor genetic dan faktor
lingkungan.
b. Hipertensi Sekunder
Hipertensi yang diakibatkan oleh penyakit ginjal, hipertensi endokrin, kelainan saraf
pusat, obat – obatan, dan lain lain.3

2.4 Faktor Penyebab Hipertensi


a. Stres
Kondisi ini akan membuat Anda tertekan, sehingga tekanan darah juga meningkat. Pada
akhirnya bisa menuju hipertensi.
b. Kekurangan vitamin D
Ginjal memproduksi enzim yang memengaruhi tekanan darah. Kekurangan vitamin D
dapat memengaruhi kerja dari enzim tersebut, sehingga membuat tekanan darah
meningkat.
c. Terlalu banyak konsumsi garam
Sifat garam di dalam tubuh adalah menahan cairan. Jika terlalu banyak cairan yang
tertahan, akan menambah beban kerja jantung dan pembuluh darah, sehingga akhirnya
dapat meningkatkan tekanan darah.

6
d. Kekurangan kalium
Kalium bersifat membantu mengurangi garam di dalam tubuh. Ketika kekurangan
kalium, tubuh tidak dapat mengurangi kadar garam. Seperti yang sudah disampaikan
sebelumnya, terlalu banyak garam akan membuat tekanan darah semakin meningkat.
e. Kelebihan berat badan
Tubuh memerlukan darah untuk memasok oksigen. Semakin berat tubuh, semakin banyak
pula darah yang dibutuhkan. Karenanya, semakin banyak darah yang melalui pembuluh
darah, semakin tinggi pula tekanan pada dinding arteri yang berarti tekanan darah
meningkat.
f. Tidak aktif secara fisik
Orang yang rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, detak jantungnya lebih
rendah atau lebih tenang daripada yang tidak aktif secara fisik. Semakin tinggi detak
jantung, semakin berat kerja jantung, dan semakin kuat pula tekanan pada dinding arteri.4

2.5 Cara Pemberian Obat

2.5.1 Oral

Pemberiannya melalui mulut, mudah dan aman pemakaiannya, lazim dan praktis
tidak semua obat dapat diberikan per-oral, misalnya : Obat yang bersifat
merangsang (emetin, aminofilin) atau yang diuraikan oleh getah lambung
(benzilpenisilin, insulin dan oksitoksin), dapat terjadi inaktifasi oleh hati sebelum
diedarkan ke tempat kerjanya, dapat juga untuk mencapai efek lokal misalnya :
obat cacing, obat diagnostik untuk pemotretan lambung – usus, baik sekali untuk
mengobati infeksi usus, bentuk sediaan oral : Tablet, Kapsul, Obat hisap, Sirup
dan Tetesan.

2.5.2 Intra Vena

7
Pemberiannya obat melalui injeksi atau infus pembuluh vena. misalnya : Cairan
elektrolit (NaCl). Bentuk sediaan oral : Injeksi.

2.6 Farmakologi Obat

2.6.1 Sulbacef

Sulbacef adalah obat golongan keras yang mengandung Natrium sefoperazon


500 mg. Sulbacef merupakan antibiotic golongan sefalosporin untuk mengobati
infeksi saluran pernafasan bawah, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan
lunak, infeksi intraabdominal.
a. Komposisi : Natrium sefoperazon 500 mg
b. Indikasi : infeksi saluran pernafasan bawah, infeksi saluran kemih,
infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi
intraabdominal.
c. Dosis : Infeksi ringan 1-2 g iv sehari tiap 12 jam. Infeksi parah 4g
sehari iv tiap 12 jam. Max. 4 gr perhari.
d. Perhatian : Defisiensi vit. K pada pasien dengan diet yang buruk.
Penggunaan jangka lama. Hamil dan laktasi. Anak.
a. Efek Samping : Diare, mual, muntah, urtikaria, neutropenia, hematokrit,
eosinofilia, trombositopenia, demam, nyeri tempat
injeksi.5

2.6.2 Lasix
Lasix adalah obat diuretic golongan keras yang mengandung Furosemid 40
mg. Furosemid merupakan obat diuretik untuk mengobati hipertensi, udema,
gangguan jantung, sirosis hati.

1. Komposisi : Furosemid 40 mg

3 Indikasi : hipertensi, udema, gangguan jantung, sirosis hati.

8
4 Dosis : Sehari 1-2 x 1-2 tab. Max. 5 tab sehari.
5 Perhatian :.Hamil dan menyusui.
6 Efek Samping : Telinga berdenging, urin berwana gelap, gatal, tak nafsu
makan, nyeri dada, mual, muntah, rendah kalium,
rendah kalsium, diare, sembelit, ruam ringan.5

1.7.3. KSR
KSR adalah obat tambahan mineral yang mengandung Kalium Klorida 600
mg. KSR merupakan tambahan mineral untuk mengatasi hipokalemia pada
penggunaan obat seperti diuretic.

1. Komposisi : Kalium Klorida 600 mg


2. Indikasi : Mencegah hipokalemia.
3. Dosis : Sehari 3 x 1-2 tab.
4. Perhatian :.Pasien gagal ginjal.
5. Efek samping : Mual, muntah, sakit pinggang, diare5

1.7.4. NaCl
NaCl adalah elektrolit yang berfungsi untuk mengatur jumlah air dalam tubuh.

1. Komposisi : 250 ml, 500 ml, 1000 ml.

2. Indikasi : Cairan elektrolit tubuh, dehidrasi.

3. Dosis : Tergantung kondisi pasien.


9
4. Perhatian : Hamil, menyusui, alergi obat.

5. Efek Samping : Detak jantung cepat, demam, ruam, iritasi, nyeri sendi, kulit
kemerahan, sesak.5

1.7.5. Spuit 5 cc
Spuit 5 cc adalah alat kesehatan untuk memasukan cairan atau obat dengan cara
merobek sedikit jaringan kulit.
6. Kegunaan : Digunakan untuk intravena
7. Cara menggunakan : Dengan menyuntikkan cairan melalui intra vena,intra
muscular ataupun subcutan.

BAB III
HASIL & PEMBAHASAN

3.1HASIL
3.1.1 KELENGKAPAN RESEP
Resep nomor 5.7

10
Resep yang lengkap memuat hal-hal sebagai berikut :

1) Nama, alamat dan nomor izin praktek dokter, dokter gigi atau dokter hewan.
2) Tanggal penulisan resep (inscriptio).
3) Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep (invocatio).
4) Nama-nama setiap obat dan komposisi (praescription/ordonatio).
5) Aturan pemakaian obat yang tertulis (signature)
6) Tanda tangan atau paraf dokter penulisan resep sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku (subcriotio).
7) Nama pasien, umur serta alamat (Pro)
8) Jenis hewan dan nama serta alamat pemiliknya untuk resep dokter hewan.
9) Tanda seru dan / atau paraf dokter untuk resep yang mengandung obat yang jumlah
nya melebihi dosis maksimal (Anief,2006).

Dari resep diatas didapat data sebagai berikut:


1. Nama dokter, alamat, dan nomor izin praktek termuat di lembar resep.
2. Inscriptio: 27 maret 2012
3. Tanda R/ (invocatio) lengkap dari kedua obat
4. praescription/ordonatio:

 NaCl 100 cc no I

11
 Spuit 5 cc no II
 Sulbacef 1 gr no II
 Lasix amp no I
 KSR tab no V

5. Signature :

 NaCl 100 cc no I
S I.M.M
 Spuit 5 cc no II
S I.M.M
 Sulbacef 1 gr no II
S o 12 h 1
 Lasix amp no I
S 1 dd
 KSR tab no V
S 3 dd

6. Subcriotio :tidak terdapat tanda tangan atau paraf dokter pada setiap R/
(invocatio)
7. Pro (nama pasien) : Ny. Sabena Sianipar
Alamat pasien tidak termuat di lembar resep
Usul :
 Umur Pasien : Dewasa
 Alamat Pasien : Jl. Suka no.12 Jakarta Timur

3.1.2 ALAT RACIK / NON RACIK


Alat yang dibutuhkan dalam pelayanan resep 5.7
 Alat tulis
 Plastik klip biru
 Etiket
 Lembar jurnal
 Alat hitung (kalkulator)

3.1.3 LANGKAH KERJA / ALUR PELAYANAN RESEP


Dalam praktikum pelayanan farmasi IV ini, mahasiswa seolah-olah membuka
apotek dan menerima resep dari pasien.Langkah-langkahnya yaitu:

12
 PRH : Siapkan jurnal peresepan, menghitung dosis serta mengisi kolom komposisi
dan harga obat dan harga servis
 PRH : menghitung jumlah harga yang diberikan dalam resep,kemudian diserahkan
kepada RAH

 RAH : memberikan infomarsi harga kepada pasien,kemudian RAH memberi kan


informasi jumlah obat yang akan ditebus dan total harganya,jika pasien setuju
pelayanan resep dilanjutkan.

 RAH : memberikan kartu tunggu kepada pasien kemudian menyerahkan resep kepada
RAC 1 atau RAC 2 untuk dikerjakan

 RAC 1 atau RAC 2 : menyiapkan obat dalam resep seperti mengambil obat yang
tertulis di dalam resep sesuai jurnal tulisan PRH, RAC 1 atau RAC 2 bertugas
mengecek ulang dosis dan jumlah obat dalam resep

 RAC 1 atau RAC mengemas obat dalam plastic klip menuliskan etiket dengan jelas,
setelah obat dalam 1 resep telah lengkap diserahkan kepada RAH.

 RAH : menuliskan copy resep atau lembar kwitansi jika diperlukan sesuai
permohonan pasien

 RAH : menjelaskan obat yang telah selesai dikerjakan oleh RAC 1 dan RAC 2
dengan melakukan Pelayanan Informasi Obat dalam resep seperti khasiat dosis dan
cara penggunaannya kepada pasien dengan jelas

 Setelah pasien mengerti,RAH meminta kontak pasien yang dapat dihubungi seperti
nomor telepon atau alamat dan mengucapkan “Semoga Lekas Sembuh”

3.1.4 PERHITUNGAN DOSIS


 NaCl 100 cc
IV= hypertonik saline:23,4% (30-60 ml) diberikan 2-20 mnt diberikan
melalui pusat akses vena saja.
 SULBACEF
Dosis dws: 2-4 g/hr diberikan tiap 12 jam dalam dosis terbagi, max 4 g/hr.

13
 LASIX AMP
Dws awal: 20-40 mg IV/IM dosis tunggal.
 KSR TABLET
Dosis 1-2 tab 2-3 x/hr.

3.1.6 PEMBERIAN INFORMASI OBAT


 NACl

obat yang digunakan sebagai pengganti cairan tubuh. Infus merupakan larutan
steril untuk injeksi intravena. Obat ini digunakan untuk pengobatan dehidrasi
isotonik ekstraseluler, deplesi natrium dan juga dapat digunakan sebagai
pelarut sediaan injeksi. Diserahkan pada dokter.

 SPUIT 5 CC

merupakan alat suntik yang sudah dilengkapi dengan jarum untuk


menyuntikkan cairan. Untuk penggunaan sekali pakai. Diserahkan kepada
dokter.

 SULBACEF

digunakan untuk menangani beragam kondisi yang disebabkan infeksi bakteri.

 LASIX AMP

Lasix adalah obat lini pertama pada pengobatan edema yang disebabkan oleh
gagal jantung kongestif, sirosis hati, dan penyakit ginjal, termasuk sindrom
nefrotik.

 KSR

Untuk pengobatan & pencegahan Hipokalemia. KSR mengandung kalium


klorida yang di gunakan untuk mengobati atau mencegah jumlah kalium yang
rendah dalam darah.

3.1.7 HARGA OBAT

NamaObat Hargasatuan JumlahHarga

14
NaCl 100 cc Rp 25.000 Rp 25.000

Spuit 5 cc Rp 7.150 Rp 14.300

Sulbacef 1 gr Rp 300 Rp 600

Lasix amp Rp 17. 945 Rp 17.945

KSR Rp 4.027 Rp 20.135

Service Rp 3.000 Rp. 15.000

Plastik klip Rp 200 Rp. 600

Total Rp. 694.000

3.2 PEMBAHASAN
Kelengkapan resep no. 5.7 dengan pasien bernama Ny. Sabena Sianipar dari dokter
Mergaret dikatakan tidak lengkap, karena tidak ada umur pasien dan alamat pasien, tetapi
kelebihan dari resep ini adalah terbaca cukup jelas.

Diagnosa berdasarkan resep yang diberikan kepada pasien tersebut diduga


mengalami hipertensi.
Nacl merupakan obat yang digunakan sebagai pengganti cairan tubuh. NATRIUM
CHLORIDE / SODIUM CHLORIDE 0.9% INFUS merupakan larutan steril untuk injeksi
intravena. Obat ini digunakan untuk pengobatan dehidrasi isotonik ekstraseluler, deplesi
natrium dan juga dapat digunakan sebagai pelarut sediaan injeksi. Dosis penggunaan
NaCl harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena
Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya
penyakit yang diderita. Efek samping Penggunaan infus Natrium Klorida secara berlebihan
dan tidak tepat dapat menyebabkan hipernatremia. Cara kerja Natrium Klorida merupakan
garam utama yang berperan dalam mempertahankan kondisi osmosis darah dan jaringan,
perubahan kadar Natrium dan Klorida akan mengubah kondisi ini dan memengaruhi
pergerakan cairan dan difusi garam dalam jaringan seluler. Kontra Indikasi hipersensitif

Sulbacef adalah obat golongan antibiotik sefalosporin yang digunakan untuk


menangani beragam kondisi yang disebabkan infeksi bakteri. Campuran antara
cefoperazone dan sulbactam di dalam satu obat, digunakan untuk mengobati Meningitis,
yaitu peradangan pada selaput yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang, Infeksi
saluran pernapasan, Infeksi rongga perut, Infeksi saluran kemih, Infeksi kulit dan jaringan

15
lunak dll. Obat ini bekerja menurut masing-masing kandungannya. Cefoperazone
berperan untuk menekan pertumbuhan dinding bakteri, serta sulbactam berfungsi
menonaktifkan enzim pertumbuhan bakteri, sehingga bakteri akan mati. Dosis dewasa
suntik cefoperazone-sulabactam yang diberikan oleh dokter untuk menangani infeksi
ringan-sedang adalah 1-2 gram per hari. Untuk infeksi yang lebih serius, dosis diberikan
maksimal 4 gram per hari. Masing-masing dosis dibagi secara merata menjadi 2 kali
pemberian, dengan jarak pemberian 12 jam. Efek sampingnya yaitu Diare, demam, Mual,
Muntah, Eosinofilia, yaitu tingginya kadar salah satu jenis sel darah putih (eosinofil),
Masalah kulit, seperti ruam, biduran (urtikaria), dan gatal (pruritus).

Lasix ampul adalah obat lini pertama pada pengobatan edema yang disebabkan oleh
gagal jantung kongestif, sirosis hati, dan penyakit ginjal, termasuk sindrom nefrotik.
Furosemide adalah obat yang termasuk loop diuretic yang merupakan turunan asam
antranilat. Obat ini bekerja dengan cara membuang cairan berlebih di dalam tubuh.
Furosemide menghambat reabsorpsi Natrium dan Klorida di tubulus proksimal dan distal,
sama dengan di loop Henle dengan menghambat system co-transport Natrium Klorida.
Sistem ini menyebabkan cairan berlebih tereksresi bersama dengan Natrium, Klorida,
Magnesium, dan Kalsium. Cairan berlebihan yang tidak bisa dikeluarkan dengan
semestinya ini disebabkan oleh penyakit-penyakit seperti
gagal jantung, penyakit ginjal maupun kelainan pada hati. Hal ini menyebabkan tubuh
cepat lelah, sesak nafas, serta kaki dan pergelangan membengkak. Kondisi inilah yang
disebut edema. efek samping lasix seperti loop diuretic lainnya adalah terjadi
hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam tubuh). Hal ini biasanya diatasi dengan
mengkombinasikan obat ini dengan produk-produk kalium. dosis awal : 20-40 mg
sebagai dosis tunggal, sebaiknya diminum pagi hari. Jika respon belum memuaskan dapat
ditingkatkan secara bertahap 80 mg dengan kombinasi atau dosis tunggal.

KSR mengandung kalium klorida, obat suplemen mineral dengan fungsi untuk
mengobati atau mencegah jumlah kalium yang rendah dalam darah. Jika kadar kalium
berlebihan atau terlalu rendah, akan muncul efek yang tidak baik, misalnya irama jantung
tidak teratur, lemas, dll. Suplemen ini juga mungkin diberikan ketika Anda mendapat obat
golongan diuretik (misalnya furosemid) dari dokter. Obat ini bekerja untuk mengurangi

16
retensi cairan/bengkak dan menyebabkan efek diuresis (sering BAK). Efek dari sering
BAK ini adalah kalium ikut keluar melalui urine sehingga orang yang meminum
golongan obat ini rentan mengalami kekurangan kalium. Oleh sebab itu, dokter akan
menambahkan suplemen kalium seperti KSR untuk mencegah terjadinya hipokalemia.
Efek sampingnya yaitu Sakit perut atau pembengkakan, Mual, Hitam tinja, Mati rasa
atau kesemutan di kulit, Muntah, Kaki atau kaki lemah atau berat, Detak jantung tak
teratur, Toksisitas jantung pada infus cepat, Kebingungan atau kecemasan, Diare. Dosis:
1-2 tablet, 2-3 kali sehari. Sebaiknya diberikan setelah makan. Telan utuh dan jangan
dikunyah/dihancurkan

BAB IV
KESIMPULAN& SARAN

4.1 Kesimpulan
 Dari hasil praktikum Pelayanan Farmasi IV dapat diambil kesimpulan bahwa dosis yang
diberikan oleh dokter tidak melewati dari dosis lazim masing-masing obat dan tidak
ditemukan adanya interaksi antar obat yang berbahaya. Selain itu petugas praktikan juga
harus memperhatikan kelengkapan resep mulai dari nama pasien, umur pasien, nama
dokter yang meresepkan dan alamat lengkap pasien. Hal ini bertujuan agar keluarnya
obat dari apotek jelas tujuannya serta dapat ditelusuri apabila terjadi sesuatu yang tidak
diinginkan sebagai contoh medication error.
 Diagnosa berdasarkan resep yang telah diberikan diduga pasien mengalami hipertensi
dan di beri resep sebagai berikut :
 NaCl berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh.
 Sulbacef berfungsi untuk menangani beragam kondisi yang disebabkan infeksi
bakteri.
 Lasix amp merupakan obat diuretik, Obat ini bekerja dengan cara membuang
cairan berlebih di dalam tubuh.

17
 KSR tab berfungsi untuk mengobati atau mencegah jumlah kalium yang rendah
dalam darah.

 Aturan pakai dalam peresepan diatas yaitu NaCl tiap 12 jam sekali, lasix amp 1x sehari
1 amp, KSR tab 3x sehari 1 tab sesudah makan.
 Total harga yang harus dibayar pasien pada resep tersebut adalah Rp. Rp 694.000

4.2 Saran
 Penggunaan obat KSR tab ditelan utuh, jangan dikunyah/dihancurkan.

18
DAFTAR PUSTAKA

1. Risky Candra Swari. Hipertensi [Internet]. Hello Sehat.2018 [cited 15 September 2019].
Available from : https://hellosehat.com/penyakit/hipertensi-adalah-darah-tinggi/
2. Anief Moh. Ilmu Meracik Obat. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta : 1997
3. Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Badan Penerbit FKUI. Farmakologi dan Terapi. Ed 6. Jakarta: 2016
4. Dr. Allert Benedicto Ieuan Noya. Klasifikasi Hipertensi [Internet]. Alo Dokter. 2017 [cited 15
September 2019]. Available from :
https://www.alodokter.com/memahami-klasifikasi-hipertensi-dan-faktor-risiko-yang-
mempengaruhi/
5. Anonim. Informasi Spesialite Obat Indonesia volume 51. PT. ISFI Penerbitan Jakarta;
2017

https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/natrium-chloride-sodium-chloride-0-9-infus-
25-ml-per-pack-cairan-infus

http://www.galerimedika.com/Instrumen-dan-Alat-Kedokteran/Spuit-Terumo-5cc

19
https://www.alodokter.com/cefoperazone-sulbactam

https://www.honestdocs.id/lasix

https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/ksr-tablet-600-mg-10-tablet-per-strip-tablet

https://www.bbraun.co.id/content/dam/catalog/bbraun/bbraunProductCatalog/S/AEM2015
/en-id/b/12612859-1016-0-
9sodiumchlorideintravenousinfusionbpecosolnacl.pdf.bb-.63054615/12612859-1016-0-
9sodiumchlorideintravenousinfusionbpecosolnacl.pdf

https://hellosehat.com/obat/sodium-chloride/

mims indonesia edisi 8 2008/2009

20