Anda di halaman 1dari 8

Kelompok 1 :

1. Fiana Defi Yanti (7311415023)


2. Khusnul Hotimah (7311415024)
3. Sri Sulistiawati (7311415099)

BAB 1

CEPATNYA PERUBAHAN BISNIS INTERNASIONAL


Perusahaan Global, Multinasional, Internasional, dan Transnasional

Bisnis internasinal merupakan disiplin ilmu yang relatif baru dan sangat dinamis,
salah satu definisi dari banyak istilah misalnya, para konsultan dan manajer sering
menggunakan kata globalisasi untuk menjelaskan strategi perusahaan dalam upaya
mengalahkan pesaing mereka. Akan tetapi kata globaisasi sering disalahgunakan dalam
bisnis internasional karena gengsi, dalam hal ini manajemen meyakini bahwa kata ini
membawa nilai lebih bagi perusahaan.

Berikut dasar dari beragam definisi, yang menyatakan bahwa perusahaan global
adalah organisasi yang:

1. Meneliti dunia untuk mencari (a) peluang pasar, (b) ancaman dari pesaing, (c)
sumber produksi, bahan mentah, pengetahuan, inovasi, dan keuangan, dan (d)
personel. Dengan kata lain, mempunyai visi global.
2. Mempertahankan eksistensi dalam pasar yang penting di seluruh dunia.
3. Mencari kesamaan, bukan perbedaan, diantara pasar.
4. Menstandardisasi kegiatan operasional di seluruh dunia dalam satu atau lebih area
fungsional perusahaan.
5. Mengintegrasikan kegiatan operasionalnya di seluruh dunia.

Perusahaan multinasional telah didefinisikan oleh beberapa orang sebagai


perusahaan induk yang memiliki sejumlah kegiatan operasional di luar negeri, yang
masing-masing dibiarkan untuk beradaptasi baik dari strategi produk ataupun
pemasarannya, karena menurut manajer lokal ada aspek unik dari masing-masing pasar.
Beberapa penulis yang juga akademisi menyarankan penggunaan istilah seperti
multidomestik dan multilokal sebagai sinonim dari definisi multinasional.

Badan khusus, United Nations Conference on Trade and Development


(UNCTAD), misalnya, menggunakan definisi berikut: “Sebuah perusahaan
transnasional umumnya dianggap sebagai suatu perusahaan yang terdiri dari entitas di
lebih dari satu negara yang melakukan kegiatan operasional di bawah sebuah sistem
pengambilan keputusan yang mengizinkan strategi umum dan kebijakan yang logis.
Entitas begitu terkait, oleh kepemilikan atau sebaliknya, satu atau lebih dari mereka
mungkin bisa mempunyai pengaruh yang signifikan di atas yang lainnya, khususnya,
untuk membagi pengetahuan, sumber daya, dan tanggung jawab di antara yang lain.
Baru-baru ini beberapa penulis yang juga akademisi menggunakan istilah transnasional
untuk perusahaan yang mengombinasikan karakteristik dari perusahaan global dan
perusahaan multinasional: (1) mencoba untuk memperoleh skala ekonomi melalui
integrasi global dari area fungsionalnya dan pada saat yang, (2) menjadi sangat
responsif terhadap lingkungan lokal yang berbeda (nama yang terbaru adalah
multikultural multinasional.

Definisi Yang Digunakan

1. Bisnis Internasional adalah bisnis yang aktivitasnya keluar dari wilayah suatu
negara. Definisi ini ridak hanya untuk perdagangan internasional dan perusahaan
manufaktur asing tetapi juga pertumbuhan industri jasa dalam area seperti
transportasi, pariwisata, periklanan, konstruksi, ritel, borongan, dan komunikasi
massa.
2. Bisnis asing menunjukkan kegiatan operasional perusahaan di luar pasar domestik
atau pasar dalam negeri, banyak yang melihat ini sebagai bisnis yang dilakukan di
negara asing.
3. Perusahaan multidomestik (multidomestic company-MDC) adalah organisasi
dengan afiliasi multinegara, yang masing-masing merumuskan strategi bisnis mereka
yang didasarkan pada perbedaan pasar yang dapat terlihat.
4. Perusahaan global (global company-GC) adalah organisasi yang berusaha untuk
menstandardisasi dan mengintegrasi kegiatan operasional di seluruh dunia di seluruh
area fungsional.
5. Perusahaan internasional (international company-IC)adalah perusahaan global
atau multidomestik.

Bisnis internasional merupakandisiplin ilmu adalah relatif baru, bisnis


internasional dalam praktiknya bukanlah sesuatu yang baru.

Globalisasi - apakah itu?

Definisi yang paling umum dan yang digunakan dalam bisnis internasional adalah
globalisasi ekonomi – kecenderungan terhadap integrasi internasional dalam barang,
teknologi, informasi, tenaga kerja, dan modal atau proses dalam membuat integrasi ini
terjadi.Istilah globalisasi pertama kali dikemukakan oleh Theodore Levvit dalam artikel
Harvard Business Review yang mempertahankan bahwa teknologi baru mempunyai
“proletarisasi” komunikasi, transportasi dan travel, yang menciptakan pasar di seluruh
dunia untuk standardisasi produk konsumen dengan harga yang lebih rendah.

Ahli sosiologi Jerman, Ulrich Beck, menegaskan bahwa “Globality adalah kondisi
yang tak dapat dihindari,” dan “dari sekarang tak satupun yang terjadi di lingkungan
kita hanya dibatasi oleh peristiwa lokal, seluruh penemuan, kemenangan, dan bencana
memengaruhi keseluruhan dunia. Walaupun kekuatan globalisasi mungkin
mempengaruhi semua negara, tidak semuanya mendapatkantingkat globalisasi yang
sama. Peringkat dari negara-negara yang berbeda secara kuat dipengaruhi oleh dimensi
dari globalisasi yang dievaluasi, yang menyoroti kesulitan-kesulitan yang dihubungkan
dengan pengukuran konsep yang kompleks ini.

Pusat Penggerak Globalisasi

Lima jenis pusat penggerak yang didasarkan pada perubahan, yang mengarahkan
perusahaan internasional pada globalisasi dari kegiatan operasional mereka:

1. Politik
Ada kecenderungan terhadap penggabungan dan sosialisasi dari masyarakat
global. Banyak perusahaan yang bergerak dengan cepat untuk mendapat akses ke
pasar yang digabungkan dari beberapa rekanan pedagang ini, baik melalui kegiatan
ekspor atau memproduksi dalam area tersebut.
Dua aspek lain dari kecenderungan ini memberikan kontribusi pada globalisasi
dari kegiatan operasional bisnis: (1) pengurangan hambatan secara progresif bagi
perdagangan dan investasi asing oleh kebanyakan pemerintah, yang mempercepat
pembukaan pasar-pasar baru oleh perusahaan internasional baik melalui kegiatan
ekspor kepada mereka ataupun membangun fasilitas produksi di dalamnya, dan (2)
privatisasi dari banyak industri di bekas negara-negara komunis dan pembukaan
ekonomi mereka menuju kompetisi global.
2. Teknologi
Kemajuan teknologi komunikasi dan komputer memungkinkan bertambahnya
aliran gagasan-gagasan dan informasi yang melintasi negara-negara, sehingga
memungkinkan para konsumen untuk mempelajari barang-barang produksi luar
negeri.
3. Pasar
Ketika perusahaan-perusahaan menjadi global, mereka juga menjadi konsumen
global. Pasar dalam negeri yang jenuh juga membuat perusahaan memutuskan untuk
berkompetisi dalam pasar luar negeri. Mudahnya memperoleh informasi dan
melakukan transaksi di internet mulai menimbulkan efek besar pada perusahaan.
4. Biaya
Skala ekonomi untuk mengurangi biaya-biaya per unit selalu menjadi tujuan
manajemen. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan mengglobalisasi jalur
produk untuk mengurangi biaya pembangunan, biaya produksi, dan biaya persediaan.
5. Kompetitif
Kompetisi yang berkelanjutan adalah untuk meningkatakan intensitas. Kekuatan
pusat penggerak yang kompetitif lainnya untuk globalisasi adalah kenyataan bahwa
perusahaan-perusahaan mempertahankan pasar dalam negeri mereka dari para
pesaingdengan memasuki pasar dalam negeri pesaing untuk membingungkan
mereka.
Pertumbuhan dari Perusahaan Internasional dan Bisnis Internasional

Ukuran dan jumlah perusahaan Amerika Serikat dan perusahaan internasional


asing telah meningkat dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir.

Memperbesar jumlah perusahaan internasional

Telah terdapat 64.000 perusahaan transnasional dengan kegiatan produksi


internasional. Perhitungan transnasional ini mencakup 25% dari output total secara
global dan dua per tiga dari perdagangan dunia. Penjualan afiliasi asing telah tumbuh
sekitar 700% dari 20 tahun yang lalu.

Akibat dari ekspansi ini, cabang-cabang dari perusahaan asing menjadi bertambah
penting dalam kehidupan ekonomi dan industri dari banyak negara berkembang dan
negara maju. Situasi ini sangat kontras dengan situasi yang telah ada ketika kepentingan
ekonomi yang dominanan berada di tangan warga lokal. Kepentingan yang berkembang
dari perusahaan yang dimiliki asing dalam ekonomi lokal menjadi terlihat oleh banyak
pemerintah sebagai ancaman bagi otonomi mereka.Para pemimpin pemerintahan tahu
bahwa perusahaan lokal harus memperoleh teknologi komersial yang modern dalam
bentuk investasi langsung, pembelian barang modal, dan hak untuk menggunakan
keahlian perusahaan internasional jika mereka ingin menjadi kompetitif di pasar dunia.

Meskipun terdapat perubahan sikap, masih ada kritik perusahaan besar secara
global yang mengutip statistik berikut untuk “membuktikan” bahwa pemerintah tuan
rumah tidak berdaya tanpa mereka.

1. Pada tahun 2006, hanya 19 negara yang memiliki pendapatan kotor nasional lebih
besar daripada total penjualan tahunan dari Exxon Mobil, perusahaan dengan level
penjualan tertinggi di dunia.
2. Jumlah total penjualan Exxo Mobil di seluruh dunia lebih besar daripada GNI yang
dikombinasikan dari 80 negara ekonomi terkecil dari 227 yang terdaftar di database
indikator perkembangan dunia di bank dunia pada tahun 2006.

Ukuran sebuah perusahaan kadang-kadang memberinya kekuatan penawaran,


seperti pada kasus dimana pemerintah yang menginginkan sebuah perusahaan
membangun cabang karena pekerjaan pemerintah akan menawarkan dan pembelian ini
akan diperoleh dari perusahaan lain di negara tersebut. Namun, terlepas dari ukuran
induk perusahaan, setiap cabang adalah perusahaan lokal yang harus patuh pada hukum
di negara yang ditempati. Jika tidak, perusahaan tersebut dapat dikenai tindakan hukum
atau bahkan disita pemerintah.

Investasi asing langsung dan kegiatan ekspor sedang tumbuh dengan cepat

Salah satu variabel yang umumnya digunakan untuk mengukur dimana dan
seberapa cepat internasionalisasi mengambil tempat adalah peningkatan total investasi
asing langsung. Investasi asing langsung mengacu pada investasi langsung dalam
peralatan, struktur, dan organisasi di negara asing pada level yang cukup untuk
mendapatkan kontrol manajemen yang signifikan. Tidak hanya memasukan investasi
asing di pasar saham. Di Amerika Serikat, 10% kepemilikan dalam sebuah perusahaan
dianggap cukup untuk didaftarkan di FDI, di negara lain, investasi tidak diperhitungkan
dalam FDI sampai mencapai saham 20 atau 25%. Saham dunia di luar FDI adalah $12,5
triliun pada tahun 2006, dan besarnya nilai ini merupakan 22 kalinya selama 26 tahun
terakhir, di tahun 1980. Total aset dari afiliasi perusahaan multinasional asing adalah
$26,5 triliun, menghasilkan $17,7 triliun penjualan dan 53,1 juta pekerjaan pada tahun
2002.

Argumen yang Mendukung Globaliasi

Perdagangan bebas mempertinggi perkembangan sosioekonomi

Perdagangan bebas adalah strategi terbaik untuk menaikkan perkembangan


ekonomi dunia dan ini merupakan salah satu proporsi kecil dimana hampir semua
ekonom sepakat, tidak hanya secara teoretis dipaksakan tetapi juga karena sudah
dipraktekan. Bank Dunia menunjukkan bahwa jumlah penduduk dalam kemiskinan
yang ekstrim turun dari 1.5 miliar pada tahun 1981 menjadi 1.1 miliar pada tahun 2001.

Perdagangan bebas menciptakan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik

Lebih dari dua dasawarsa dari besarnya perubahan teknologi dan pertumbuhan
dalam perdagangan, sekitar 40 juta lebih pekerjaan diciptakan.

Kekhawatiran Terhadap Globalisasi

Globalisasi telah menghasilkan hasil yang tidak seimbang/merata bagi negara-


negara dan masyarakat

Banyak pihak penentang globalisasi telah mengklaim bahwa ada kesenjangan


yang sangat besar antara dunia kaya dan miskin, dan bahwa globalisasi yang telah
mengakibatkan kesenjangan tersebut meningkat.

Globalisasi mempunyai efek merusak pada tenaga kerja dan standar tenaga kerja

Standar tenaga kerja di negara berkembang biasanya lebih rendah daripada di


negara industri, standar tenaga kerja mengalami peningkatan dan bukti menunjukan
bahwa investasi multinasional di negara tuan rumah membayar upah lebih tinggi,
menciptakan lapangan kerja baru secara lebih cepat, dan menghabiskan lebih banyak
dana untuk riset dan pengembangan daripada yang dilakukan perusahaan lokal.
Globalisasi telah berkontribusi pada penurunan kondisi lingkungan dan kesehatan

Sejak perdagangan mendukung pertumbuhan ekonomi, hal itu membawa


setidaknya sebagian dari sarana yang diperlukan untuk, melestarikan lingkungan.

Mengapa bisnis internasional berbeda?

Bisnis internasional berbeda dengan bisnis domestic karenaoperasi perusahaan


lintas Negara harus berurusan dengan tigakekuatanlingkungan-domestik, asing, dan
internasional.

Pengaruh Kekuatan Lingkungan Eksternal dan Internal.

Lingkungan adalah seluruh kekuatan yang dapat mempengaruhi kelangsungan


hidup dan perkembangan perusahaan. Kekuatan itu sendiri dapat diklasifikasikan
menjadi kekuatan eksternal atau kekuatan internal

Kekuatan eksternal umumnya disebut sebagai kekuatan tidak terkontrol, dan


terdiri dari :

1. Kompetitif, macam-macam dan jumlah pesaing, lokasi mereka, dan


aktivitasmereka.`
2. Distributif, lembaga nasional dan internasional yang tersedia untuk
mendistribusikan barang danjasa.
3. Ekonomi, variabel ( seperti produknasionalbruto-pnb, biaya unittenagakerja, dan
pengeluaran konsumsi personal ) yang mempengaruhi kemampuanperusahaan
untuk melakukan bisnis.
4. Sosioekonomi, karakteristik dan penyebarandari populasi manusia.
5. Keuangan, variabel seperti suku bunga, tingkat inflasi, dan perpajakan.
6. Hukum, banyaknyaundang-undang domesticdanluarnegeri yang
mengaturbagaimanaperusahaaninternasionalharusberoperasi.
7. Fisik, elemen-elemenalam seperti topografi, iklim dan sumber daya alam,.
8. Politik, elemen – elemendariiklim politik sebuah negara seperti nasionalisme,
bentuk pemerintah, dan organisasi internasional.
9. Sosiokultur, elemendarikultur ( seperti sikap, keyakinan, dan pendapat ) yang
penting bagi manajer internasional.
10. Tenagakerja: komposisi, keahlian, dan sikap daritenagakerja.
11. Tekhnologi: keterampilan teknis danalat yang mempengaruhi bagaimana sumber
dayadapat diubah menjadi produk.

Elemen-elemendimana manajemen mempunyaibeberapa control adalah


kekuataninternal, seperti faktorproduksi (modal, bahan mentah, dan manusia ) dan
aktivitas organisasi ( personel, keuangan, produksi, dan pemasaran ).
Lingkungan Domestic

Lingkungan domestik adalahseluruh kekuatan yang tidak terkontrol yang berawal


dari Negara asal yang dapatmempengaruhikelangsungan hidup dan perkembangan
perusahaan. Tak pelak lagi, inilah kekutan yang terdengar tidak asing bagi para manajer.
Bagaimana juga, kekuatan domestic tidaklah menjadi penghalang pengaruhkegiatan
operasional luar negeri mereka.

Lingkungan Luar Negeri

Kekuatan dalam lingkungan luar negeri adalah sama dengan kekuatan yang
adapada lingkungan domestic kecuali kenyataan bahwa hal itu terjadi pada Negara-
negara asing. Meskipun demikian, maka harus melakukan kegiatan operasional bisnis
dengan cara berbeda untuk beberapa alasan, termasuk yang dibahas berikutnya:

1. Kekuatan Memiliki Nilai Berbeda

Walaupun beragam kekuatan pada dua lingkungan tersebut ituidentik, nilainya


sering kali berbeda jauh, dan pada suatu waktu, keduanya sama sekali bertentangan
satu sama lain.

2. Kekuatan Dapat Menjadi Kesulitan Untuk Menilai.

Masalah lain dengan kekuatan asing adalah bahwa mereka seringkali sulit untuk
dinilai. Hal ini benar, terutama pada kekuatan hukum dan politik.

3. Kekuatantersebutsalingterkait.

Dalam bab selanjutnya, akan menjadi bukti bahwa kekuatan tersebut seringkali
berkaitan. Ini sendiri bukanlah hal yang baru karena situasi yang sama
mempertemukan manajer dalam negeri.

Lingkungan Internasional

Lingkungan internasional terdiri dari interaksi antara kekuatan lingkungan


domestic dan kekuatan lingkungan asing dan antara kekuatan lingkungan asing dari dua
Negara ketika afiliasi di satu Negara melakukan bisnis dengan pelanggan di Negara
lain.

Pengambilan keputusanmenjadi lebih kompleks.

Mereka yang bekerja di lingkungan internasional mendapati bahwa pengambilan


keputusan menjadi lebih kompleks daripada murni dilingkungan domestic saja.

Kriteria Referensi Pribadi

Alasan umum lain yang menambah kompleksitas lingkungan asing adalah tidak
biasanya para manajer dengan manajer lain. Untuk membuat hal ini menjadi buruk,
beberapa manajer akan menunjukan ke yang lain, preferensi dan reaksi pribadi. Dengan
demikian, manajer produksi asing yang menghadapi timbunan pesanan yang tertunda,
akan menawarkan pembayaran ekstra untuk kerja lembur.