Anda di halaman 1dari 27

BAB II

PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK

A. Perhitungan Jumlah Armatur atau Titik Cahaya

Pecahayaan adalah elemen penting dalam sebuah ruangan, apalagi bila


ruangan tersebut adalah runagn yang di gunakan untuk berbagai aktivitas seperti
membaca, menulis, belajar dll. Dan untuk mendapatkan pencahayaan yang baik
perlu adanya perhitungan jumlah dan penempatan posisi titik cahaya yang baik
pula.
Dan untuk merencanakan perhitungan jumlah dan penempatan posisi titik
cahaya terlebih dahulu kita harus mengetahui data-data dari tiap ruangan.
Adapun rincian data berdasarkan survey di tempat sebagai berikut :
 RW (refleksi dinding) = 0,5
 RP (refleksi langit langit) = 0,7
 RM (refleksi semu) = 0,1
 d (faktor depresiasi) = 0,8 (pengotoran ringan)
 Tinggi ruangan = 3,5 meter
 Φ Lampu TL = 3000 lumen
 Φ Lampu XL = 1500 lumen
 𝐸 = 500 lux
 = 3,5 – 0,8 = 2,7 meter
Adapun ukuran penerangan (E, satuan lux) tiap ruangan antara lain:
Ruang Kelas : 250 lux (baik) 500 lux (sangat baik)
WC dan Koridor : 150 lux (baik) 250 lux (sangat baik)

Lampu yang digunakan sebagai penerangan gedung Pasca Sarjana lantai 6


adalah Tube Lamp (TL) 2 x 40 Watt dan XL 20 Watt.

16
1. Perhitungan Armatur
a. Ruang kelas dan Ruang Lab.
Perhitungan jumlah armature tiap kelas dengan ketentuan-ketentuan sebagai
berikut :
Dengan menggunakan lampu TL 2 x 40 W
Φ armature = 2 x 3000 lumen = 6000 lumen
E = 500 lux
d = 0,8
1) 2 (Dua) Ruang dengan ukuran A = 9 m x 12 m ;
Menentukan efisiensi ruangan ;
pl 108
k = =  1,904
h( p  l ) 2,7(21)

untuk k = 1,5 = 0,51;


untuk k = 2 = 0,56;
maka;
1,904  1,5
  0,51  (0,56  0,51)
2  1,5
0.404
  0,51  (0,05)  0,5504
0,5
Maka η = 0,5504;

Menentukan jumlah armature ruangan ;


E A
n=
 d
500  108
n=
0,5504  6000  0,8

n = 20,43 ≈ 20 armatur

jadi masing-masing ruangan memiliki 20 buah armature, jumlah ini


dibagi atas 4 deret dengan masing-masing 5 armature.

17
Dengan menggunakan lampu TL 2 x 40 W
Φ armature = 2 x 3000 lumen = 6000 lumen
E = 500 lux
d = 0,8
2) 4 (Empat ) Ruang dengan ukuran A = 8 m x 6 m ;
Menentukan efisiensi ruangan ;
pl 48
k = =  12,7
h( p  l ) 2,7(14)

untuk k = 1,2 = 0,47;


untuk k = 1,5 = 0,51;
maka;
1,27  1,2
  0,47  (0,51  0,47)
1,5  1,2
0,07
  0,47  (0,04)  0,479
0,3
Maka η =0,479;

Menentukan jumlah armature ruangan ;


E A
n=
 d
500  48
n=
0,479  6000  0,8

n = 10,43 ≈ 10 ≈ 9 armatur

jadi masing-masing ruangan memiliki 9 buah armature, jumlah ini dibagi


atas 3 deret dengan masing-masing 3 armature.

18
Dengan menggunakan lampu TL 2 x 40 W
Φ armature = 2 x 3000 lumen = 6000 lumen
E = 500 lux
d = 0,8
3) 6 (Enam ) Ruang dengan ukuran A = 9 m x 6 m ;
Menentukan efisiensi ruangan ;
pl 54
k = =  1,33
h( p  l ) 2,7(14)

untuk k = 1,2 = 0,47;


untuk k = 1,5 = 0,51;
maka;
1,33  1,2
  0,47  (0,51  0,47)
1,5  1,2
0,13
  0,47  (0,04)  0,493
0,3
Maka η = 0,493 ;

Menentukan jumlah armature ruangan ;


E A
n=
 d
500  54
n=
0,493  6000  0,8

n = 11,40 ≈ 12 armatur

jadi masing-masing ruangan memiliki 12 buah armature, jumlah ini


dibagi atas 4 deret dengan masing-masing 3 armature.

19
b. Auditorium
Dengan menggunakan lampu XL 20 W
Φ armature = 1500 lumen
E = 500 lux
d = 0,8
Ruang auditorium dengan ukuran A ≈ 14 m x 13 m ;
Menentukan efisiensi ruangan ;
pl 182
k = =  2,49  2,5
h( p  l ) 2,7(27)

untuk k = 2,5 = 0,56;

Maka η = 0,56;
Menentukan jumlah armature ruangan ;
E A
n=
 d
500  182
n=
0,56  1500  0,8

n = 135,41 ≈ 127 armatur

ket : untuk jumlah keperluan armature sebanyak 127 buah diambil menyesuaikan
kondisi bentuk ruangan Auditorium.

jadi ruangan memiliki 127 buah armature, jumlah ini dibagi atas 1 deret
3 armature, 1 deret 7 armature, 1 deret 9 armature, 7 deret dengan masing-
masing 13 armature, 1 deret dengan 11 armature, dan 1 deret dengan 6
armature

20
c. WC (Water Closet)
Dengan menggunakan lampu XL 20 W
Φ = 1500 lumen
E = 150 lux
η = 0,2;
Maka :
1) 10 ruang dengan ukuran A = 2 m x 1.5 m = 3 m2
2 ruang dengan ukuran A = 2 m x 1.75 m = 3.5 m2
2 ruang dengan ukuran A = 2 m x 1.77 m = 3.54 m2

Menentukan efisiensi ruangan ;


pl 3
k = =  0,31
h( p  l ) 2,7(3,5)
untuk k = 0,31 ≈ 0,2 < 0,26 ( k = 0,5)
Maka η = 0,2;

Menentukan jumlah armature ruangan ;


E A
n=
 d
150  3
n=
0,2  1500  0,8

n = 1,875 ≈ 1 armatur

jadi masing-masing ruangan memiliki 1 buah armature

* Ket : untuk WC dengan ukuran ruang A = 2 m x 1.75 m = 3.5 m2 dan ruang


A = 2 m x 1.77 m = 3.54 m2 juga memiliki 1 buah armature, karena luas
ruangan tidak jauh berbeda dengan ruangan yang berukuran
A = 2 m x 1.5 m = 3 m2.

21
d. Koridor
Dengan menggunakan lampu XL 20 W
h = 3,5 m
Φ = 1500 lumen
E = 150 lux
Maka :
2) Koridor dengan ukuran A = 6 m x 5 m = 30 m2
Koridor dengan ukuran A = 12 m x 2,36 m = 28,32 m2
Koridor dengan ukuran A = 6 m x 2,36 m = 14,16 m2

Menentukan efisiensi ruangan ;


pl 30
k = =  0,7
h( p  l ) 3,5(11)

untuk k = 0,6 = 0,27;


untuk k = 0,8 = 0,34;
maka;
0,7  0,6
  0,27  (0,34  0,27)
0,8  0,6
0,1
  0,27  (0,07)  0,305
0,2
Maka η = 0,305 ;
Menentukan jumlah armature ruangan ;
E A
n=
 d
150  30
n=
0,305  1500  0,8

n = 12,29 ≈ 12 armatur

jadi masing-masing ruangan memiliki 12 buah armature, jumlah ini


dibagi atas 4 deret dengan masing-masing 3 armature.

22
Ket;
Untuk Koridor dengan ukuran ;
- A = 12 m x 2,36 m = 28,32 m2;
Memiliki jumlah armature sebanyak 12 armature karena luas ruangan
hampir sama dengan koridor ukuran A = 6 m x 5 m = 30 m2, dan dibagi atas
2 deret dengan 6 armature.
- A = 6 m x 2,36 m = 14,16 m2;
Memiliki jumlah armature sebanyak 6 armature karena luas ruangan
setengah dari luas ruangan koridor ukuran A = 12 m x 2,36 m = 28,32 m2,
dan dibagi atas 3 deret 6 armature.
- Dan untuk bagian koridor yang lainnya juga disesuaikan menurut
perhitungan diatas.

23
B. Perhitungan Arus Beban dan Arus Pengaman

Untuk mengetahui besarnya arus beban, dapat diukur melalui rumus berikut
ini :
P
Sistem satu fasa ; In =
V f  cos 

P
Sistem tiga fasa ; In =
VL  cos   3

Keterangan :
In = Arus nominal (ampere)
P = Daya listrik (Watt)
VL = Tegangan Fasa-fasa (380 VAC)
Vf = Tegangan fasa (220 VAC)
Cos θ = Faktor daya (0.4) untuk Lampu TL

Sedangkan untuk menghitug besarnya kapasitas arus pengaman (arus nominal)


adalah :
Ip = In x k

Dimana : k = 1,1 s/d 2,5 (untuk beban lebih)


k = 1,1 s/d 4 (untuk pengaman hubung singkat)

berikut ini adalah tabel perhitungan kapasitas arus pengaman dan MCB pada
gedung Pasca Sarjana lantai 6 :

24
1. Perhitungan Arus Beban dan Arus Pengaman (MCB) untuk SDP 6.1

Tabel 1. Perhitungan arus pengaman dan MCB untuk SDP 6.1

Ip
Lampu Lampu KKB P
No Group In MCB
TL (40 x 2) XL 150 VA (Daya) I p (1,1) I p (2,5)

1 1 10 800 9,09 10 22,73 16

2 2 10 800 9,09 10 22,73 16

3 3 9 720 8,18 9 20,45 16

4 4 12 960 10,91 12 27,27 16

5 5 12 960 10,91 12 27,27 16

6 6 9 720 8,18 9 20,45 16

7 7 12 960 10,91 12 27,27 16

8 8 10 200 0,91 1 2,27 2

9 9 1 13 340 2,09 2,3 5,23 4

10 10 12 240 1,09 1,2 2,73 2

11 11 8 160 0,73 0,8 1,82 1

12 12 1 12 320 2,00 2,2 5,00 4

13 13 5 100 0,45 0,5 1,14 1

14 14 10 200 0,91 1 2,27 2

15 15 13 260 1,18 1,3 2,95 2

16 16 13 260 1,18 1,3 2,95 2

17 17 13 260 1,18 1,3 2,95 2

18 18 16 320 1,45 1,6 3,64 2

19 19 5 750 3,41 3,75 8,52 6

20 20 4 600 2,73 3 6,82 6

21 21 4 600 2,73 3 6,82 6

22 22 4 600 2,73 3 6,82 6

23 23 4 600 2,73 3 6,82 6

24 24 4 600 2,73 3 6,82 6

JUMLAH 76 125 25 12330 42,41 46,65 106,02 172

25
2. Perhitungan Arus Beban dan Arus Pengaman (MCB) untuk SDP 6.2

Tabel 2. Perhitungan arus pengaman dan MCB untuk SDP 6.2

Ip
Lampu Lampu KKB
No Group P In MCB
TL (40 x 2) XL 150 VA I p (1,1) I p (2,5)

1 1 9 180 0,82 0,9 2,05 2

2 2 13 260 1,18 1,3 2,95 2

3 3 13 260 1,18 1,3 2,95 2

4 4 13 260 1,18 1,3 2,95 2

5 5 14 280 1,27 1,4 3,18 2

6 6 12 960 10,91 12 27,27 16

7 7 9 720 8,18 9 20,45 16

8 8 10 800 9,09 10 22,73 16

9 9 10 800 9,09 10 22,73 16

10 10 12 960 10,91 12 27,27 16

11 11 9 720 8,18 9 20,45 16

12 12 12 960 10,91 12 27,27 16

13 13 10 200 0,91 1 2,27 2

14 14 1 13 340 2,09 2,3 5,23 4

15 15 12 240 1,09 1,2 2,73 2

16 16 8 160 0,73 0,8 1,82 1

17 17 1 11 300 1,91 2,1 4,77 4

18 18 5 100 0,45 0,5 1,14 1

19 19 4 600 2,73 3 6,82 6

20 20 4 600 2,73 3 6,82 6

21 21 5 750 3,41 3,75 8,52 6

22 22 4 600 2,73 3 6,82 6

23 23 4 600 2,73 3 6,82 6

24 24 4 600 2,73 3 6,82 6

JUMLAH 76 121 25 9100 41,36 45,5 103,41 142

26
3. Perhitungan Arus Beban dan Arus Pengaman (MCB) untuk SDP 6

Pada SDP 6 memiki jumlah komponen-komponen yang terdiri dari :


a. 152 Lampu TL
b. 246 Lampu XL
c. 50 KKB

Diketahui :
P (Daya) Lampu TL = 152 x 2 x 40 W = 12160 W
P (Daya) Lampu XL = 246 x 20 W = 4920 W
P (Daya) KKB = 50 x 150 W = 7500 W

Perhitungan Arus Beban;


PLampuTL PLampuSL PKKB
In = + +
cos  VL  3 VL  3 VL  3
12160 4920 7500
= + +
0,95  380  3 380  3 380  3
= 19,45 + 7,47 + 11,39
= 38,3075

Maka untuk pengaman arus lebih;


MCB: Ip = In x k
= 38,3075 x (1,1 – 2,5)
= (42,14 – 95,76) A
jadi MCCB yang dipakai adalah ≈ 80 A
* Bila diperlukan pengaman hubung singkat dapat menggunakan hasil dari
perhitungan berikut;
MCB: If = In x k
= 38,3075 x (1,1 – 4)
= (42,14 – 153,23) A
jadi NH Fuse yang dipakai adalah ≈ 100 A dengan Grosse 250 A

27
4. Perhitungan Arus Beban dan Arus Pengaman (MCB) untuk SDP 6.1

Pada SDP 6.1 memiki jumlah komponen-komponen yang terdiri dari :


a. 76 Lampu TL
b. 125 Lampu XL
c. 25 KKB

Diketahui :
P (Daya) Lampu TL = 76 x 2 x 40 W = 6080 W
P (Daya) Lampu XL = 125 x 20 W = 2500 W
P (Daya) KKB = 25 x 150 W = 3750 W

Perhitungan Arus Beban;


PLampuTL PLampuSL PKKB
In = + +
cos  VL  3 VL  3 VL  3
6080 2500 3750
= + +
0,4  380  3 380  3 380  3
= 23,09 + 3,79 + 5,67
= 32, 57 A

Maka untuk pengaman;


MCB: Ip = In x k
= 32,57 x (1,1 – 2,5)
= (35,83 – 81,44) A

jadi MCB 3 Phasa yang dipakai adalah ≈ 50 A

28
5. Perhitungan Arus Beban dan Arus Pengaman (MCB) untuk SDP 6.2

Pada SDP 6.2 memiki jumlah komponen-komponen yang terdiri dari :


a. 76 Lampu TL
b. 121 Lampu XL
c. 25 KKB

Diketahui :
P (Daya) Lampu TL = 76 x 2 x 40 W = 6080 W
P (Daya) Lampu XL = 121 x 20 W = 2420 W
P (Daya) KKB = 25 x 150 W = 3750 W

Perhitungan Arus Beban;


PLampuTL PLampuSL PKKB
In = + +
cos  VL  3 VL  3 VL  3
6080 2420 3750
= + +
0,4  380  3 380  3 380  3
= 23,09 + 3,68 + 5,67
= 32, 43 A

Maka untuk pengaman;


MCB: Ip = In x k
= 32,57 x (1,1 – 2,5)
= (35,68 – 81,09) A

jadi MCB 3 Phasa yang dipakai adalah ≈ 50 A

29
C. Perhitungan Luas Penampang Konduktor (Kabel)

Untuk mengetahui jenis penampang konduktor (kabel) yang dibutuhkan


dalam sistem instalasi maka kita perlu suatu perhitungan yang tepat, dengan
menggunakan rumus sebagai berikut ;

√3 × 2 × 𝑙 × 𝐼 𝑛 × 𝑐𝑜𝑠𝜑
Untuk jaringan 1(satu) fasa ; 𝐴 = 𝑉𝑑𝑟𝑜𝑝

√3 × 𝑝 × 𝑙 × 𝐼 𝑛 × 𝑐𝑜𝑠𝜑
Untuk jaringan 3(tiga) fasa ; 𝐴 = atau;
𝑉𝑑𝑟𝑜𝑝

√3 × 𝑝 × (𝑙1 × 𝐼 𝑛1 × 𝑐𝑜𝑠𝜑 + 𝑙2 × 𝐼 𝑛2 × 𝑐𝑜𝑠𝜑 +.…….… )


𝐴= 𝑉𝑑𝑟𝑜𝑝

1. Dari MDP ke SDP 6

√3 × 𝑝 × 𝑙 × 𝑖
𝐴=
𝑉𝑑𝑟𝑜𝑝
√3 × 0,0175 × 22 × 38,3075
𝐴= = 3,36 𝑚𝑚2
2% × 380

Kemampuan Hantar Arus (KHA) penghantar dapat ditentukan dengan


ketentuan luas penampang dari hasil perhitungan dikali dengan faktor koreksi
KHA = 3,36 mm2 x 1,1 = 3,69 sqmm
Jadi Konduktor yang digunakan harus lebih besar dari 3,69 sqmm, Maka
dapat menggunakan penghantar 4 sqmm, 6 sqmm, 10 sqmm, 16 sqmm dan
lainnya. (NYY 4 x 16 mm2), karena arus yang masuk berasal dari MDP maka
butuh penghantar yang lebih besar dari 4 mm2.

30
2. Dari SDP utama(SDP 6) ke SDP 6.1, SDP 6.2, dan Kapasitor Bank

a. Untuk SDP 6 ke SDP 6.1

√3 × 𝑝 × 𝑙 × 𝑖
𝐴=
𝑉𝑑𝑟𝑜𝑝

√3 × 0,0175 × 30 × 32,57
𝐴= = 3,89 𝑚𝑚2
2% × 380

Kemampuan Hantar Arus (KHA) penghantar dapat ditentukan dengan


ketentuan luas penampang dari hasil perhitungan dikali dengan faktor koreksi
KHA = 3,89 mm2 x 1,1 = 4,27 sqmm
Jadi Konduktor yang digunakan harus lebih besar dari 4,27 sqmm, Maka
dapat menggunakan penghantar 6 sqmm atau 10 sqmm (NYY 4 x 10 mm2).

b. Untuk SDP 6 ke SDP 6.2

√3 × 𝑝 × 𝑙 × 𝑖
𝐴=
𝑉𝑑𝑟𝑜𝑝

√3 × 0,0175 × 40 × 32,43
𝐴= = 5,17 𝑚𝑚2
2% × 380

Kemampuan Hantar Arus (KHA) penghantar dapat ditentukan dengan


ketentuan luas penampang dari hasil perhitungan dikali dengan faktor koreksi
KHA = 5,17 mm2 x 1,1 = 5,69 sqmm
Jadi Konduktor yang digunakan harus lebih besar dari 5,69 sqmm, Maka
dapat menggunakan penghantar 6 sqmm atau 10 sqmm (NYY 4 x 10 mm2).

31
c. Untuk SDP 6 ke Kapasitor Bank

√3 × 𝑝 × 𝑙 × 𝑖
𝐴=
𝑉𝑑𝑟𝑜𝑝

√3 × 0,0175 × 10 × 37,98
𝐴= = 3,02 𝑚𝑚2
1% × 380

Kemampuan Hantar Arus (KHA) penghantar dapat ditentukan dengan


ketentuan luas penampang dari hasil perhitungan dikali dengan faktor koreksi
KHA = 3,02 mm2 x 1,1 = 3,33 sqmm
Jadi Konduktor yang digunakan harus lebih besar dari 3,02 sqmm, Maka
dapat menggunakan penghantar 4 sqmm, 6 sqmm, 10 sqmm dll, Sedangkan
ukuran yang digunkan sendiri adalah (NYY 4 x 10 mm2).

32
D. Perhitungan Kebutuhan Kapasitor untuk Perbaikan Faktor Daya dan
Perhitungan Pengaman Arus Untuk Kapasitor Bank

1. Perhitungan Kebutuhan Capasitor Bank


P total lampu TL = 152 x 2 x 40 = 12160 W
Q = P (tan cos−1 0,4 − tan cos −1 0,95)
Q = 12160 ( 2,291 – 0,328)
Q = 12160 (1,963)
Q = 23870,08 VAR
Q = 23, 87 KVAR

Jadi Besar kebutuhan Kapasitor Bank yang dibutukan adalah :


Q = 23, 87 KVAR 25 ≈ KVAR

Dengan demikian ada tiga kapasitor tiga fasa, dengan rincian sebagai berikut:
1) 1 KVAR
2) 4 KVAR
3) 10 KVAR
4) 10 KVAR

Dengan besar kapasitor :

Q X 106
C= Dengan satuan μF
2FV 2
23,87  106
C=
2  3,14  50  3802
= 0,526 𝜇𝐹

33
2. Perhitungan Pengaman arus kapasitor untuk 25 KVAR, 10 KVAR, 4 KVAR,
dan 1 KVAR

a. Q = 25 KVAR = 25000 VAR


Q 25000
ln    37,98
sin   VL  3 sin 90 0  380  3
Maka untuk pengaman;
MCB: Ip = In x k
= 37,98 x (1,1 – 2,5)
= (41,77 – 94,95) A  50 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 50 A

b. Q = 10 KVAR = 10000 VAR


Q 10000
ln    15.19
sin   VL  3 sin 90 0  380  3
Maka untuk pengaman;
MCB: Ip = In x k
= 15,19 x (1,1 – 2,5)
= (16,709 – 37,975) A  20A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 20 A
ket : untuk Q = 1 KVAR maka pengaman yang dipakai adalah ≈ 2 A

c. Q = 10 KVAR = 4000 VAR


Q 4000
ln    6.07
sin   VL  3 sin 90  380 
0
3
Maka untuk pengaman;
MCB: Ip = In x k
= 6,07 x (1,1 – 2,5)
= (6,685 – 15,19) A  10 A
jadi MCB yang dipakai adalah ≈ 10 A

34
E. Perhitungan Grounding

1. SDP 6
Pada SDP 6 memiki jumlah komponen-komponen yang terdiri dari :
a. 152 Lampu TL
b. 246 Lampu XL
c. 50 KKB
Diketahui :
P (Daya) Lampu TL = 152 x 2 x 40 W = 12160 W
P (Daya) Lampu XL = 246 x 20 W = 4920 W
P (Daya) KKB = 50 x 150 W = 7500 W
Perhitungan Arus Beban;
PLampuTL PLampuSL PKKB
In = + +
cos  VL  3 VL  3 VL  3
12160 4920 7500
= + +
0,95  380  3 380  3 380  3
= 19,45 + 7,47 + 11,39
= 38,3075
Maka untuk pengaman :
MCB: IA = IN x k
= 38,3075 x (1,25 – 3,5)
= (47,88 – 134,07) A
Maka tahanan tanah (Rp) adalah:
50
Rp  
IA
50
Rp  
(47,88 - 134,07)
Rp ≤ 1,044 Ω s/d 0,372 Ω

Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai Rp ≤ 1,044 Ω s/d 0,372 Ω

35
2. SDP 6.1

Pada SDP 6.1 memiki jumlah komponen-komponen yang terdiri dari :


a. 76 Lampu TL
b. 125 Lampu XL
c. 25 KKB
Diketahui :
P (Daya) Lampu TL = 76 x 2 x 40 W = 6080 W
P (Daya) Lampu XL = 125 x 20 W = 2500 W
P (Daya) KKB = 25 x 150 W = 3750 W
Perhitungan Arus Beban;
PLampuTL PLampuSL PKKB
In = + +
cos  VL  3 VL  3 VL  3
6080 2500 3750
= + +
0,4  380  3 380  3 380  3
= 23,09 + 3,79 + 5,67
= 32, 57 A
Maka untuk pengaman :
MCB: IA = IN x k
= 32,57x (1,25 – 3,5)
= (40,71 – 113,10) A
Maka tahanan tanah (Rp) adalah:
50
Rp  
IA
50
Rp  
(40,71 - 113,10)
Rp ≤ 1,228 Ω s/d 0,442 Ω

Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai Rp ≤ 1,228 Ω s/d 0,442 Ω

36
3. SDP 6.2

Pada SDP 6.2 memiki jumlah komponen-komponen yang terdiri dari :


a. 76 Lampu TL
b. 121 Lampu XL
c. 25 KKB
Diketahui :
P (Daya) Lampu TL = 76 x 2 x 40 W = 6080 W
P (Daya) Lampu XL = 121 x 20 W = 2420 W
P (Daya) KKB = 25 x 150 W = 3750 W
Perhitungan Arus Beban;
PLampuTL PLampuSL PKKB
In = + +
cos  VL  3 VL  3 VL  3
6080 2420 3750
= + +
0,4  380  3 380  3 380  3
= 23,09 + 3,68 + 5,67
= 32, 43 A
Maka untuk pengaman :
MCB: IA = IN x k
= 32,43 x (1,25 – 3,5)
= (40,53 – 113,50) A
Maka tahanan tanah (Rp) adalah:
50
Rp  
IA
50
Rp  
(40,53 - 113,50)
Rp ≤ 1,233 Ω s/d 0,440 Ω

Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai Rp ≤ 1,233 Ω s/d 0,440 Ω

37
4. Kapasitor Bank

Q = 25 KVAR = 25000 VAR


Q 25000
ln    37,98
sin   VL  3 sin 90 0  380  3
Maka untuk pengaman;
MCB: IA = IN x k
= 37,98 x (1,25 – 3,5)
= (47,47 – 132,93) A

Maka tahanan tanah (Rp) adalah:


50
Rp  
IA
50
Rp  
(47,47 - 132,93)
Rp ≤ 1,053 Ω s/d 0,376 Ω

Tahanan yang dipakai sebaiknya yang memiliki nilai Rp ≤ 1,053 Ω s/d 0,376 Ω

38
F. Perhitungan Jumlah Kebutuhan Komponen Instalasi

Tabel 3. Jumlah Kebutuhan Komponen Instalasi

No. Uraian Volume Harga Satuan Total Harga

1 SDP 6 :

1 Box Panel ( p x l x t ) 60 x 20 x 80 cm 3

3 MCCB 80 A 1

4 MCB 3 Phasa 50 A 3

5 Curret Transformator 3

6 Ampermeter 3

7 Voltmeter 1

8 Sakelar 1

9 Fuse Tube 3 Phasa 2A 1

10 Lampu Indikator 3

11 Terminal Ground 1

2 SDP 6.1 :

1 Box Panel ( p x l x t ) 40 X 20 X 60 cm 3

2 MCB 3 Phasa 50 A 1

3 MCB 1 Phasa 16 A 7

4 MCB 1 Phasa 6 A 6

5 MCB 1 Phasa 4 A 2

6 MCB 1 Phasa 2 A 7

7 MCB 1 Phasa 1 A 2

8 Fuse Tube 3 Phasa 2A 1

9 Lampu Indikator 3

10 Terminal Ground 1

39
3 SDP 6.2 :

1 Box Panel ( p x l x t ) 40 x 20 x 60 cm 3

2 MCB 3 Phasa 50 A 1

3 MCB 1 Phasa 16 A 7

4 MCB 1 Phasa 6 A 6

5 MCB 1 Phasa 4 A 2

6 MCB 1 Phasa 2 A 7

7 MCB 1 Phasa 1 A 2

8 Fuse Tube 3 Phasa 2A 1

9 Lampu Indikator 3

10 Terminal Ground 1

4 Kabel NYY 4 x 10 mm2 80 meter

5 Kabel NYY 4 x 16 mm2 22 meter

6 Kabel NYM 3 x 2,5 mm2 ± 1500 meter

7 Lampu TL 2 x 40 Watt 152

8 Lampu XL 20 Watt 246

9 KKB (Kotak Kontak Biasa) 50

10 Saklar Tunggal 6A 19

11 Saklar Ganda 6A 28

40
12 Kapasitor Bank

1 Box Panel ( p x l x t ) 40 x 20 x 40 cm 3

2 MCB 3 Phasa 50 A 1

3 MCB 3 Phasa 20 A 2

4 MCB 3 Phasa 10 A 1

5 MCB 3 Phasa 2 A 1

6 Magnetic Contactor 20 A 2

7 Magnetic Contactor 10 A 1

8 Magnetic Contactor 2 A 1

9 Kapasitor Bank 10 KVAR 2

10 Kapasitor Bank 4 KVAR 1

11 Kapasitor Bank 2 KVAR 1


12 Terminal Ground 1
HARGA TOTAL

41
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

Suatu Instalasi tidak akan sempurna bila tidak ada suatu perancangan, dan
suatu perancangan tidak akan bisa diterapkan bila tidak ada suatu perencanaan.
Oleh sebab itu Perencanaan Perancangan Instalasi Listrik itu amat penting
dalam keberhasilan instalasi listrik suatu gedung ataupun bangunan lainnya yang
didalamnya ada komponen pencahayaan, keperluan kebutuhan sumber listrik dll.
Dan dalam perencanaan yang baik pula kita perlu pedoman standard yaitu
PUIL karena dengan berpandu pada PUIL maka perencaan yang kita buat sudah
memenuhi kriteria aman karena ini sangat berhubungan dengan keselamatan,
kenyamanan manusia sebagai objek pemakai dan penggunanya.

42