Anda di halaman 1dari 15

ANATOMI TOPOGRAFI

REGIO KAPALA DAN LEHER

1. REGIO INFRAORBITALIS (NASALIS)


Batas regio infraorbitalis (nasalis):
Batas ventral: garis yang menghubungkan crista facialis dengan sudut mulut (anguli
oris).
Batas dorsal: garis median wajah.
Batas caudal: garis yang menghubungkan sudut mata medial (canthus medial) kiri
dan kanan.
Batas cranial: garis yang menghubungkan kedua incisura naso-maxilaris.

Titik orientasi:
- ujung cranial crista facialis (sejajar dengan dentis premolar 3)
- incisura naso-maxilaris
- foramen infraorbitalis

Kepentingan regio ini adalah


- penanganan lecet kulit akibat pakaian kuda,
- melakukan trepanasi tulang (membuat lubang pada tulang) untuk menangani
sinusitis (sinus maxilaris cranial et caudal dan sinus frontalis), penyumbatan
canalis lacrimalis, dan perawatan dentes molar 1,2, dan 3.

Struktur anatomi
- Pada kuda berambut halus, jalur-jalur vena kelihatan jelas pada regio ini
- Kulit mudah digerakkan tetapi tidak dapat dilipat
- Sering terdapat sikatrik (bekas luka) pada kulit di daerah ini.
Di bawah kulit ditemukan fascia superficial, dan selanjutnya akan terlihat lapisan otot
sebagai berikut:
1. M. levator nasolabialis. Otot ini memiliki origo berbentuk tendo tipis melekat
pada perbatasan os frontal dan os nasalis. Otot ini terbagi atas dua bagian
(pars ventral dan dorsal) yang masing-masing berinsersio pada sudut mulut
1
(untuk pars ventral) dan lubang hidung (untuk pars dorsal). Di antara kedua
bagian otot ini dilewati oleh m. caninus (m. dilatator nares lateralis).
2. M. caninus. Otot ini melintas di antara kedua bagian m. levator nasolabialis.
Otot ini berorigo dekat ujung crista facialis melalui tendo pipih. Insersionya
mengarah ke kartilago alare deverticulum nasi (tulang rawan kuping hidung)
dan sebagian ke labium superioris.
3. M zygomaticus. Otot tipis dan panjang, mulai crista facialis sampai anguli
oris.
4. M. levator labii maxilaris (m. levator labii superioris proprius). Origo otot ini
dapat diraba, menempati legokan antara os lacrimalis, maxilaris, dan
zygomaticus. Origonya berserabut otot dan membulat. Otot ini berjalan ke
depan berupa tendo dan bertemu (menyatu) dengan mitra disebelahnya,
bersama-sama menuju labia maxillaris. Otot ini, terutama origonya, dapat
dijadikan panduan menemukan foramen infraorbitalis.

Regio ini dipasok oleh cabang perifer arteri facialis seperti


- a. angularis oculi ke sudut mata medial
- a. dorsalis nasi yang berjalan di dorsal punggung hidung
- a. lateralis nasi yang berjalan di lateral hidung.
Selain itu, regio ini disuplai oleh a. infraorbitalis. Arteri ini keluar dari foramen
infraorbitalis dan beranastomosa dengan a. lateralis nasi.
Pada regio ini, vena yang terlihat adalah v. angularis oculi, v. dorsalis nasi, v.
lateralis nasi, dan v. labialis maxilaris yang selanjutnya membentuk v. facialis.

Regio ini diinervasi terutama oleh n. infraorbitalis yang merupakan cabang nervi
maxilaris dari nervi trigeminus. N. infraorbitalis keluar dari foramen infraorbitalis dan
terbagi menjadi 3 cabang yaitu:
- n. nasalis externae (rami nasalis externus n. infraorbitalis). Terdiri dari 2 atau
3 cabang yang mensyarafi daerah hidung bagian dorsal dan divertikulum
nasi
- n. nasalis anterior atau n. nasalis internae (rami nasalis rostralis) yang
menginervasi bibir atas, nostril, cuping hidung, dan selaput lendir vestibulum
nasalis.
- n. labialis maxilaris atau n.labialis superior (rami labialis superior).
Merupakan cabang terbesar, menginervasi kulit bagian oral pipi dan mukosa
(selaput lendir) bibir atas.

Tulang penyusun regio ini meliputi os nasalis, os maxilaris, os lacrimalis, dan


bagian belakang os premaxilaris. Dari sudut mata medial sampai ke corpus ossis
incisive (premaxilaris) berjalan canalis lacrimalis. Sebagian besar canalis ini berjalan
di dalam tulang maxilare berbentuk huruf ‘S” sehingga jika disonde tidak
tertembuskan. Untuk melihat canalis yang berkelok ini dapat dilakukan dengan
membuka tulang maxilare (trepanasi) lebih-kurang 1 cm di atas foramen
infraorbitalis.
Bila sebagian os nasale diangkat, conchae nasal dorsalis yang kaya
anyaman pembuluh darah akan terlihat. Di ventral conchae ini ditemukan canalis
infraorbitalis. Pembukaan terhadap os maxilaris bagian caudodorsal dan os frontalis
bagian cranial akan menampakkan sinus maxilaris cranialis dan caudalis serta sinus
frontalis. Untuk melakukan penanganan terhadap sinusitis tersebut sering dilakukan
trepanasi pada tulang yang sesuai. Selain itu, karena letak sinus maxilaris sedikit di
dorsal dentes molar 1,2, dan 3, penanganan terhadap gigi molar tersebut sering
didekati melalui sinus tersebut. Dalam hal ini, trepanasi tulang maxilaris dapat
dilakukan di atas atau di bawah origo m. levator labii maxilaris.

2
2. REGIO BUCCALIS
Regio buccalis terletak di antara sudut mulut dan tepi oral m. masseter dengan
batas:
- Batas dorsal : regio nasalis
- Batas ventral : regio submentalis
- Batas cranial : regio labialis
- Batas caudal : regio masseterica

Titik orientasi regio buccalis:


- ujung oral crista facialis
- ujung oral m. masseter
- incisura vasorum
- anguli oris (sudut mulut)
- margo ventral mandibula
- foramen infraorbitale dan n. infraorbitalis yang teraba seperti pita
- foramen mentale

Kepentingan regio buccalis:


1. Operasi pengobatan stenose (penyumbatan) ductus Stenoni (ductus
parotidea) terutama di daerah pappila salivaris
2. Pengobatan fistula (pelubangan) ductus Stenoni
3. Trepanasi os maxilare untuk ekstraksi geraham premolar 3 rahang atas.
4. Merasakan pulsus a. facialis di incisura vasorum

Struktur Anatomi
Kulit di regio ini memiliki rambut yang halus di bagian dorsal dan agak kasar
di bagian ventral, tipis, dan mudah dilipat. Di bawah kulit terdapat fascia superficialis
yang mengandung otot kulit (m. cutaneus facei et labiorum) dan sebagian besar otot
kulit ini melekat erat dengan kulit di atasnya. Otot kulit ini tipis dan dengan serabut
otot yang terpisah-pisah. Keberadaannya menyebar di atas ruang mandibula dan m.
masseter. Darinya terpisah bagian yang menuju sudut mulut dan bergabung dengan
otot orbicularis oris. Bagian ini berfungsi menarik sudut mulut ke belakang.
Pembukaan terhadap fascia superficalis akan menampakkan m. zygomaticus
yang terlentang dari fascia masseterica sampai sudut mulut. Sedikit di dorsal m.
zygomaticus terletak m. levator nasolabialis yang terbelah dua dan di antaranya
ditempati oleh m. caninus (m. dilatator nares lateralis).
Di profunda m. zygomaticus terletak m. buccinator. Otot ini terbagi 2 lapisan
yaitu pars buccalis (lapisan superficial) dan pars molaris (lapisan profundus). Pars
buccalis membentang dari sudut mulut sampai masseter. Pars buccalis berbentuk
penatus tidak komplit dan memiliki raphe longitudinal sebagai tempat pertemuan
sebagian besar serabut ototnya. Serabut otot di atas raphe mengarah caudoventral,
dan di bawah raphe mengarah caudo-dorsal. Serabut otot pars molaris berarah
longitudinal, membentang dari processus coronoideus os mandibula sampai sudut
mulut, dan serabutnya sebagain bergabung dengan orbicularis oris. Di ventral pars
molaris terletak m. depressor labii mandibularis (inferioris). M. depressor labii
mandibularis berada di permukaan lateral pars molaris os mandibularis, berorigo
pada margo alveolaris os mandibularis dan tuber maxillaris, serta berinsersio pada
labia (bibir) mandibularis.
Di permukaan lateral m. buccinator ditemukan glandula buccalis yang
tersusun atas 2 baris yaitu glandula buccalis dorsalis dan glandula buccalis ventralis.
Glandula buccalis dorsalis terletak di tepi atas m. buccinator dan tersusun atas 2
bagian yaitu pars rostralis dengan lobus menyebar dan pars caudalis yang lebih
berkembang dan kompak serta posisinya ditutupi oleh m. masseter. Glandula
3
buccalis ventralis lebih kecil daripada yang dorsal, terletak pada jaringan submukosa
di tepi bawah m. buccinator.
Pada incisura vasorum ditemukan 3 pembuluh dengan posisi dari depan ke
belakang yaitu arteri facialis, vena facialis, duktus Stenoni. Di sekitar tepi depan m.
masseter duktus Stenoni menyelinap di bawah vena dan berada di depan vena.
Perjalanan lebih ke atas, duktus Stenoni menyelinap di bawah arteri sehingga
berada paling depan untuk selanjutnya memasuki cavum oris pada pappila salivarius
(muara duktus Stenoni) di sekitar geraham premolar 3.
Beberapa arteri melintas pada regio ini seperti a. labialis mandibularis, a.
labialis maxillaris, a. laterals nasi, a. dorsalis nasi, dan a. angularis oculi yang
semuanya merupakan cabang dari a. facialis. Regio buccalis juga disuplai oleh a.
buccalis dan a. infraorbitalis yang keduanya cabang dari a. maxilaris.
Vena yang teramati sebagian besar vena satelit yang mengikuti a. facialis
dengan nama yang sama. Selain itu, ditemukan juga vena transverses facei, vena
profunda facei, dan vena buccalis. Ketiga vena ini (Vena ransverses facei, vena
profunda facei, dan vena buccalis) membentuk haustrum/pelebaran (sinus v.
tranversus fascei, sinus v. profunda facei, sinus v. bulalis), dan merupakan vena
anastomosa yang menghubungkan vena facialis dengan v temporalis superficialis
dan v. maxilaris (aliran dapat bolak balik).

v. transverus fascei

v. profunda fascei

v. buccalis

Syaraf yang ditemukan pada regio ini merupakan lanjutan dari pes ansarinus
yaitu gabungan saraf cranialis V (n.trigeminus) dan saraf cranialis VII (n. facialis).
Pada permukaan superficialis terlihat rami bucalis dorsalis dan ventralis n. facialis.
Rami buccalis dorsalis berjalan di superficial m. masseter, lanjut ke depan di bawah
m. zygomaticus dan akhirnya berada di bawah bagian ventral m. caninus dan m.
nasolabialis bersama-sama a. labialis maxilaris. Ramus ini mensarafi otot bibir atas,
nostril, dan pipi, serta memberi cabang untuk beranastomosa dengan n. infraorbitalis
dan ramu buccalis ventral. Rami buccalis ventral melintas miring dipermukaan m.
masseter selanjutnya ke depan sepanjang m. depressor labii mandibularis. Ramus
buccalis ventral menginervasi kulit, m. buccinator, dan m. depressor labii
mandibularis.
Nervus buccalis yang merupakan cabang n. maxilaris dari n. trigeminus
berjalan di sepanjang tepi ventral m. depressor labii mandibularis dan menginervasi
selaput lendir pipi, bibir, dan glandula buccalis. Diregio ini juga ditemukan rami dari n.
infraorbitalis dan n. mentalis yang keluar dari foramen mentale os mandibularris. N.
mentalis merupakan lanjutan n. alveolaris mandibularis dan menginervasi bibir
bawah dan dagu.

4
3. REGIO MASSETERICA
Regio masseterica terletak di permukaan m. messeter dan sekitarnya dengan batas:
- batas cranial : regio buccalis
- batas dorsal : regio infraorbitalis et temporalis
- batas caudal : regio parotidea
- batas ventral : regio submentalis

Titik orientasi regio masseterica:


- crista faciali
- archus zygomaticus
- angulus mandibularis
- persendian rahang (temporomandibularis)
- incisura vasorum
- pulsus a. transverses facei
- rami buccalis dorsal dan ventral n. facialis yang teraba seperti pita
- lobus glandula parotidea (di bawah persendian os mandibularis)
- tepi oral m. masseter

Kepentingan regio masseter adalah pada:


- operasi pengobatan stenose atau fistula duktus stenoni
- pengobatan paralysis (kelumpuhan) n. facialis atau cabang-cabangnya.

Susunan Anatomi
Kulit dengan rambut halus mengarah ke oral. Kulit regio ini sulit dilipat. Pada
perbatasan dengan regio submentalis, rambut lebih lebat dan panjang. Di bawah
kulit terdapat fascia superficialis yang mengandung otot kulit (m. cutaneus facei). Di
bawah fascia ini terdapat fascia profunda yang langsung membungkus dan melekat
pada m. masseter. Di antara kedua fascia tersebut terdapat lintasan pita saraf pes
ansarinus (pita saraf gabungan n. trigeminus dan n. facialis).
Otot utama pada regio masseter adalah m. masseter yang tersusun atas 2
lapisan otot dengan arah serabut otot yang berbeda. Lapisan superficialisnya
ditutupi oleh aponeurosa yang kuat dan disekat-sekat oleh beberapa tendo sehingga
terlihat serabutnya terbagi-bagi. Serabot otot lapisan superficialis ini mengarah
caudoventral dari os zygomaticus dan maxillaris ke tepi ventral rami mandibularis.
Lapisan profundus serabut ototnya berjalan dorso-ventral.
Di profundus m. masseter berada origo otot m. buccinator pars molaris dan
m. depressor labii mandibularis. Selain itu juga ditemukan glandula buccalis dorsalis
bagian caudal.
Di tepi oral m. masseter berjalan pembuluh a. facialis, duktus Stenoni, dan
vena facialis seperti telah diterangkan pada regio buccalis.
Di tepi caudal m. masseter dapat dirasakan pita-pita nervi pes ansarinus. Pes
ansarinus keluar ke superficial dari balik ramus mandibula (lebih kurang 3-4 cm di
bawah persendian temporomandibularis) dan ditutupi oleh lobus glandula parotidea.
Di antara glandula parotidea dan ramus mandibula yang merupakan pangkal pes
ansarinus, ditutupi oleh limfenodus parotidea. Limfenodus parotidea kecil pada kuda,
tetapi besar pada sapi. Pembengkakan limfenodus ini menyebabkan kelumpuhan
pes ansarinus.
Beberapa cabang syaraf yang ditemukan pada regio ini merupakan cabang
dari n. trigeminus dan n. facialis. Rami buccalis dorsalis dan ventralis melintas di
permukaan luar m. masseter merupakan cabang dari n. facialis. Nervi
auriculotemporalis dengan cabangnya yakni ramus transversus facei (berjalan
bersama-sama arteri dan vena transverses facei) dan ramus ventralis/communicans
(beranastomosis dengan rami buccalis ventral n. facialis) berasal dari n. mandibularis
(salah satu cabang n. trigeminus). Nervus auriculotemporalis berjalan di ventral crista
5
facialis. N. masseter melintas ke lateral melalui incisura mandibula dan menyebrangi
permukaan depan persendian temporomandibula, lalu membelok ke ventral dan
selanjutnya menginervasi permukaan ventral m. masseter. N. masseter merupakan
cabang dari n. mandibularis. Selain itu, terdapat n. buccalis (cabang n. mandibularis)
yang melintas cranio-ventral di permukaan profundus m. masseter dan berjalan di
sepanjang permukaan ventral m. depressor labii mandibularis. Selanjutnya n.
buccalis menginervasi mukosa dan kelenjar bibir, serta daerah sekitar anguli oris.
Arteri yang ditemukan pada regio masseter adalah a. transversus facei
cabang dari a. temporalis superficialis. A. tranversus facei berjalan bersama syaraf
dan vena senama sejajar dengan crista facialis. Arteri ini awalnya terletak
disuperficial, makin ke depan makin dalam dan akhirnya terlindung oleh tendo m.
masseter. Regio ini juga disuplai oleh ramus masseter a. carotis externa yang
berjalan mengikuti angulus mandibularis dan masuk ke m. masseter. A. buccalis
(cabang a. maxilaris) juga melintas bersama-sama n. buccalis pada regio ini di
profundus m. masseter, dan selanjutnya mensuplai pipi, glandula buccalis dorsalis,
serta otot masseter dan pterygoideus.
Selain vena yang melintas di permukaan superficial m. masseter seperti v.
masseterica dan vena transversus facei, juga ditemukan vena yang berjalan di
permukaan profundus m. masseter yaitu v. profunda fascei (ramus cominicans
superior) dan vena buccalis (ramus comunicans inferior). Vena transverses facei, v.
profunda fascei dan v. buccalis merupakan vena penghubung anara v. facialis
dengan v. tempralis superficialis dan v. maxilaris. Ketiga vena merupakan vena
besar dengan dinding berdilatasi membentuk ruangan (haustrum) dan tanpa klep
sehingga aliran bisa bolak-balik. Dengan adanya anastomosis dan dapat
mengalirkan secara bolak-balik, darah balik daerah wajah tetap dapat teralirkan ke
pembuluh vena yang lebih besar.

4. REGIO FRONTOMAXILLARIS ET ORBITALIS


Regio ini terletak pada tulang frontal dan maxilla, serta pada orbita. Regio ini
dibatasi oleh:
Batas dorsal : garis median wajah
Batas caudal : regio parotidea
Batas ventral : regio massetrica
Batas cranial : regio infraorbitalis/nasalis

Regio ini dapat dikenali melalui titik orientasi:


- archus zygomaticus
- crista facialis
- orbita
- os frontalis
- foramen supraorbitalis dan infraorbitalis
- persendian rahang (temporomandibularis)
Kepentingan regio ini adalah
- trepanasi os maxillaris dan frontalis untuk berbagai keperluan seperti
pengobatan sinusitis dan ekstraksi geraham molar I,II, dan III
- Berbagai macam pengobatan dan operasi mata.

Struktur Anatomi
Pada regio ini, pertama-tama akan terlihat kelopak mata atas dan bawah
(palpebrae superior dan inferior). Di bawah kulit terdapat fascia superficialis yang
melekat erat. Di profundanya ditemukan beberapa jaringan :
- m. orbicularis oculi, yang melingkari kelopak mata.
- M. corrugator supercilii (levator anguli oculi medialis)
- Insertio m. frontoscutularis
6
- Origo m. levator nasolabialis dan m. levator labii maxilaris
- Cabang-cabang n. auriculopalpebralis (berasal dari n. facialis) yaitu:
o Ramus auricularis anterior. Ramus ini membentuk plexus auricularis
anterior dengan n. frontalis dan n. lacrimalis.
o Ramus temporalis. Syaraf ini menyusup di profunda m. temporalis
menuju chantus medial dan membentuk plexus dengan ujung akhir n.
opthalmicus yang selanjutnya menginervasi m. orbicularis oculi, m.
corrugator supercilii, dan m. levator nasolabialis.
- Nervus lacrimalis dan n. frontalis (n. supraorbitalis). Nervi ini cabang dari n.
trigeminus
- Nervus zygomaticus. Nervus ini cabang dari n. maxilaris yang berasal dari n.
trigeminus.

Di profundus m. frontoscutularis akan terlihat m. temporalis. Di anatara m. temporalis


dan bulbus oculi terdapat corpus adiposusm extraorbitalis yang tertutup oleh
periorbita. Jaringan lemak ini berfungsi sebagai bantalan dan cadangan energi.
Di profunda m. orbicularis oculi kelopak mata ditemukan jaringan ikat padat
kolagen yang disebut tarsus. Tarsus palpebrae superior jauh lebih tebal dan lebar.
Sepanjang tarsus berpangkal kelenjar meibom (kelenjar cebacea) yang bermuara
pada conjungtiva (mukosa palpebrae). Kelenjar ini meminyaki kelopak mata dan
bulbus oculi. Cairan ini sering disebut mentega mata.
Di profunda tarsus ditemukan lanjutan tendo m. levator palpebrae superioris.
Di ventral palpebrae inferior terdapat m. malaris yang akan menarik kelopak mata ini
ke bawah.
Angulus oculi medial (chantus medial) agak membulat dan ditemukan
jaringan yang agak meninggi disebut caruncula lacrimalis, kelopak mata ketiga
dengan selaputnya (membrana nictitans), dan puncta lacrimalis. Puncta lacrimalis
terdapat 2 buah (superior dan inferior) yang akan menampung air mata dan
meyalurkannya ke rongga hidung melalui canalis lacrimalis dan duktus
nasolacrimalis.
Air mata diproduksi terutama oleh kelenjar lacrimalis yang terletak pada
periorbita dan mengeluarkan cairan melalui 12-16 duktus ekskretoria yang bermuara
pada fornik konjungtiva.
Mukosa palpebrae disebut konjungtiva. Konjungtiva terbagi atas tiga bagian
yaitu konjungtiva palpebralis (melekat pada palpebrae), konjungtiva bulbi (melekat
pada bulbus oculi, dan fornik kunjungtiva (bagian yang melipat) yaitu peralihan dari
konjungtiva palpebralis ke konjungtiva bulbi. Kelopak mata ketiga juga dibungkus
oleh selaput yang disebut membrana nictitans. Di profunda palpebrae terdapat
cavum orbita yang berisi organ visus yakni bulbus oculi.

Bulbus Oculi
Bulbus oculi (bola mata) menempati cavum orbita yang diselubungi oleh
jaringan ikat padat berbentuk kerucut yang disebut periorbita. Kantung periorbita
bertaut di tepian orbita dan di sekitar foramen opticus dan foramen orbitalis. Di luar
periorbita terdapat corpus adiposum extraorbitalis, lintasan arteri supraorbitalis serta
malaris, dan m. temporalis. Di dalam periorbita terdapat lintasan m. levator palpebrae
superior, kelenjar lacrimalis dan arteri lacrimalis, bulbus oculi, otot-otot bola mata,
dan corpus adiposum intraorbitalis yang mengisi ruang-ruang antara bola mata dan
otot-otot bola mata.
Terdapat 7 buah otot bola mata yaitu:
- m. rectus oculi ventralis, diinervasi oleh n. oculomotorius (III)
- m. rectus oculi lateralis, diinervasi oleh n. abducens (VI)
- m. rectus oculi dorsalis, diinervasi oleh n. oculomotorius (III)
- m. rectus oculi medialis, diinervasi oleh n, oculomotorius (III)
7
- m. obliquus oculi dorsalis (m. trochlearis), diinervasi oleh n. trochlearis (IV)
- m. obliquus oculi ventralis, diinervasi oleh n. oculomotorius (III)
- m. retractor bulbi, diinervasi oleh n. abducens (VI).
Musculus retractor bulbi terlihat jika dilakukan pemotongan terhadap otot bola
mata lainnya. M. retractor bulbi terletak di tengah-tengah seolah-oleh mengelilingi n
opticus. Bersama-sama n. opticus berjalan a. centralis retina (cabang dari a.
opthalmicus externa) yang memasok darah untuk daerah retina bagian posterior.
Jaringan lainnya yang ditemukan adalah :
- arteri ciliares anterior dan posterior (cabang a. opthalmicus externa)
memasok sclera bagian anterior
- n. intratrochlearis (cabang n. naso-ciliaris) menginervasi daerah canthus
medial, membrana nictitans, dan saccus lacrimalis
- ganglion ciliaris. Merupakan ganglion yang sangat kecil di profunda origo m.
obliquus oculi ventralis. Ganglion ini menerima unsur sensoris, motoris dan
simpatis masing-masing dari n. naso-lacrimalis, n. oculomotorius, dan plexus
sphenopalatina. Ganglion ini melepaskan cabang ke dalam bola mata melalui
tempat masuknya n. opticus (papilla opticus).

5. REGIO PAROTIS

Daerah parotis terletak di ventral telinga di sekitar glandula parotis dan


merupakan daerah perbatasan kepala dan leher. Daerah ini adalah daerah lunak dan
banyak syaraf serta pembuluh darah. Daerah parotis dibatasi oleh:
- sebelah dorsal : regio nuchalis
- sebelah caudal : regio cervicalis
- sebelah ventral : regio pharing/laryng
- sebelah cranial : regio masseterica

Regio parotis dapat dikenali dari titik orientasi:


- alae atlante
- margo caudal mandibula
- artikulasio temporo-mandibularis
- vena maxilaris
- segitiga Viborg
- telinga
- cincin trache II (gandula thyroid)
Kepentingan regio ini adalah
1. operasi kantung hawa (diverticulum gutturalis) disebut hyovertebrotomia.
2. myotomia m. parotido-auricularis untuk memperbaiki posisi daun telinga yang
tertarik ke ventral
3. tendotomia m. sternomandibularis atau neurotomia ramus ventral n.
accessorius (n. Williosii) pada pengobatan penyakit Kribbebijter, yaitu suatu
penyakit yang ditandai oleh kebiasaan kuda menekankan rahang atasnya
pada suatu tempat sambil mulutnya terbuka secara terus- menerus sehingga
menimbulkan timpani dan kerusakan gigi rahang atas.
4. operasi stenose duktus stenoni
5. peradangan limfenodus retrofaringeus dan limfenodus parotidea

Struktur Anatomi
Di bawah kulit terdapat jaringan subkutan yang sangat subur. Fascia
superficialisnya mengandung m. cutaneus. Di profunda fascia superficialis ditemukan
m. parotidoauricularis yang melintas di superficial glandula parotis. Sejajar dengan
otot ini terlintas n. auricularis magnus (cabang n cervicalis II) berjalan bersama-sama
8
arteri dan vena auricularis caudalis menuju kulit di permukaan cembung telinga. Di
prufunda m. parotidoauricularis juga terlintas saraf tipis yakni ramus coli n. facialis
yang berjalan mengikuti v. jugularis externa. Vena maxilaris adalah vena yang
menyusup langsung di tengah-tengah glandula parotis dan vena linguofacialis
berjalan di ventral glandula parotis. Kedua vena ini merupakan cabang dari vena
jugularis externa. Unsur lainnya pada level ini adalah
1. Saluran-saluran glandula parotis yang akan berkumpul membentuk duktus
stenoni
2. n. auricularis posterior (cabang n. facialis) menuju kulit permukaan cembung
telinga dan n auricularis interna (cabang n. facialis) menuju kulit permukaan
cekung telinga. Untuk melihat nervi ini, glandula parotis bagian proksimal
harus dibuka.
3. n. auriculopalpebralis (cabang dari n. facialis)
4. n. auriculotemporalis, rami bucalis dorsal dan ventral n. facialis. Pangkal nervi
ini terletak di depan glandula parotis dan di profunda limfenodus parotis.
Kebengkakan limfonodus parotis akan menekan nervi tersebut sehingga
menimbulan kelumpuhan.
5. N. digastricus (cabang n. facialis) membentuk ansa dengan n. auricularis
magnus.

Di profunda glandula parotis terdapat fascia subparoridea yang memisahkan


glandula parotis dengan diverticulum gutturalis. Organ yang ditemukan setelah
fascia subparotidea dibuka adalah:
1. A. carotis externus
2. pangkal a. maxilaris dan a. transversus facei
3. N. masseterica (dari n. mandibularis)
4. A. Temporalis superficialis
5. N. facialis dan percabangannya:
- n. auriculopalpebralis
- n. auricularis internus
- n. auricularis posterior
- ramus coli
- n. digastricus
6. limfenodus parotidea
7. n. auriculotemporalis dengan cabangnya: ramus transversus facei dan ramus
ventralis (ramus anastomosis dengan rami buccalis ventralis n. facialis)
8. glandula mandibularis yang menyalurkan sekresinya melalui duktus
mandibularis (ductus Whartoni) dan bermuara di sebelah medial dentis
cacinus pada caruncula sublingualis.
9. otot yang ditemukan seperti m. digastricus dan m. occipotomandibularis.
Unsur lainnya yang ditemukan adalah:
1. a. carotis commonis
2. A. carotis internus
3. A. occipitalis
4. A. carotis externa dengan percabangannya:
- trukus linguofacialis
- a. masseterica
- a. auricularis magna (posterior)
- a. temporalis superficialis
- a. maxilaris
5. N. glosopharyngeus. Di daerah parotis saraf ini mencabangkan
- N. Hering, cabang untuk sinus caroticus. Bersama-sama cabang dari
n. vagus dan cabang trunkus sympaticus, n. Hering membentuk
plexus caroticus yang melepaskan cabang-cabang kecilnya ke sinus
9
caroticus. Sinus caroticus adalah kancing baroreseptor dan
kemoreseptor yang terletak di pangkal a. carotis internus.
- Ramus pharyngeus. Cabang kecil yang ikut membentuk plexus
pharyngeus. Plexus ini dibentuk oleh ramus pharyngeus n. vagus, n.
simpatikus, n. glossopharyngeus, dan n. accessorius. Dari plexus
dilepaskan cabang ke otot-otot faring, palatum molle, dan bagian
anterior esofagus.
- Ramus lingualis. Merupakan lanjutan n. glosopharyngeus berjalan ke
ventral menyilang a. carotis externa di profundusnya menuju otot-otot
lidah.
6. N. vagus. Dalam perjalanannya, syaraf ini bergabung dengan trunkus
simpaticus cervicalis sehingga disebut trunkus vagosympathicus. Di daerah
parotis n. vagus mencabangkan:
- Ramus pharyngeus
- N. laryngeus cranialis, ke selaput lendir laring, m. cricothyroideus dan
m. cricopharyngeus
- N. depressor yang fungsinya menurunkan tekanan darah. Syaraf ini
pendek dilepaskan dari n. laryngeus cranialis dan bergabung dengan
n. vagus.
- N. laryngeus caudalis (n. laryngeus recurrent). Syaraf ini mengikuti n.
vagus ke rongga dada, kemudian berbalik ke cranial setelah
melingkari pangkal aorta untuk yang kiri atau a. subclavia dexter untuk
yang kanan menuju otot-otot laring kecuali m. cricothyroideus.
Kelumpuhan syaraf ini menimbulkan ngorok.
7. Ganglion cervicalis cranialis, adalah ganglion simpatis yang berasal dari
trunkus simpaticus
8. N. accessorius. Memberikan cabangnya membentuk plexus pharyngeus. N.
accessorius mencabangkan: ramus dorsal, ke caudal di profunda m.
brachiocepalicus dan menginervasi m. trapezius; ramus ventralis, berjalan di
profunda glandula parotis menuju m. sternomandibularis (n. Williosii).
9. N. hypoglossus. Dalam perjalanannya menyilang a. carotis di sebelah
superficialnya menuju lidah dan m. geniohyoideus.
10. limfenodi retrofaringeus. Ditemukan dua limfenodus retrofaringeus yaitu:
- limfenodi retrofaringeus laterales terletak di caudoventral venter
caudal m. digastricus atau di ventral alae atlante dan di lateral
kantung hawa.
- Limfonodi retrefaringeus mediales terletak di dorsolateral faring.

Di profunda m. digastricus dan m. occipitomandibularis akan ditemukan


kantung hawa (diverticulum gutturalis). Kantung hawa atau diverticulum tubae
auditivae Eustachii atau diverticulum pharyngotympanica adalah penjuluran
selaput lendir yang keluar dari celah dinding tuba auditiva Eustachii. Pada Kuda,
Tuba auditiva Eustachii ini tidak menutup dengan sempurna tetapi menyisakan
celah.

10
Segitiga Viborg (tanda panah gambar di atas) adalah suatu daerah berbentuk
segitiga yang dibatasi oleh ramus mandibulae, v. linguofacialis, dan tendo m.
sternomandibularis. Peradangan kantung hawa menimbulkan nanah banyak
terkumpul di dalamnya sehingga permukaan ventralnya melorot ke ruang segitiga
Viborg. Punctio untuk pengeluaran nanah dan memasukkan obat-abatan ke
dalam kantung hawa dapat dilakukan melaui segitiga ini karena tidak banyak
mengandung unsur syaraf dan pembuluh darah. Operasi kantung hawa disebut
hyovertebrotomia dan dilakukan pada segitiga Viborg.

6. REGIO LARYNX (DAERAH LURUNG KERONGKONGAN)

Regio ini membentang dari rami mandibularis sampai ke laring. Batas regio
adalah
- batas lateral : regio buccalis, regio maseterica, dan regio parotis
- batas caudal : regio colli ventralis
-batas cranial : regio mentalis

Titik orientasi daerah lurung kerongkongan adalah:


- mentum
- angulus mandibularis
- incisura vasorum
- limfenodus mandibularis
- laring
- v. jugularis dan v. linguofacialis (terlihat jika dibendung)
Kepentingan regio ini dalah:
1. operasi pengobatan penyakit cornage/roaring/hemiplegia laryngis/ngorok.
2. peradangan ln. mandibularis
3. operasi gl. Tiroid
4. pengobatan penyakit Kribbebijter
Struktur Anatomi
Di bawah kulit terdapat fascia superficialis. Di daerah mentalis (dagu) fascia
superficialis mengandung otot mentalis dan bergabung dengan m. orbicularis oris. Di
profunda fascia ini akan ditemukan unsur-unsur sebagai berikut
1. ln. mandibularis yang berbentuk huruf “V” dan terletak di antara angulus
mandibula
2. v. linguofacialis, dan duktus Stenoni.
3. gl. Mandibularis dan duktus whartoni
4. m. mylohyoideus
5. venter cranial m. digastricus
6. m. sternohyoideus dan m. sternothyroideus. Kedua otot ini bersatu sehingga
disebut m. sternothyrohyoideus yang di inervasi oleh ramus ventral n.
cervicalis I dan II
7. m. omohyoideus. Otot yang membentang dari facies subscapularis sampai os
hyoid.
8. m. hyothyroideus, m. cricothyroideus, dan ligamentum cricothyroideus.
9. kartilago thyroid. Pembukan lamina kartilago thyroid akan terlihat dari depan
ke kebelakang: m. vestibularis, sacculus laryngeus, dan m. vocalis yang
ditutupi oleh m. cricoarytenoideus lateralis. M. vestibularis dan m. vocalis
merupakan m. thyroaritenoideus yang terpisah dua oleh lipatan mukosa laring
11
(sacculus laryngeus). Kelumpuhan otot-otot intrinsik laring menimbulkan
ngorok. Pada operasi pengobatan cornage, sacculus laringlah yang dilubangi
atau dibuang.
10. m. sternomandibularis (m. sternocephalicus)
11. ramus ventral n. cervicalis I. Syaraf ini keluar dari foramen vertebrae lateral
os atlas, menginervasi m. omohyoideus, dan bersama-sama ramus ventral n.
cervicalis II menginervasi m. sternothyrohyoideus.
12. gl. Tiroid . kelenjar ini terdapat sepasang yang dihubungkan oleh suatu
isthmus. Kelenjar tiroid menempati pangkal trakea dan terikat oleh fascia
profunda. Di pinggir dorsomedialnya melekat kelenjar paratiroid.

7. REGIO NUCHALIS (KUDUK)

Regio ini terletak di atas os atlante dan sekitarnya dengan batas yang kurang jelas.
Tulang yang terlibat meliputi os occipitale terutama di bagian belakang crista
nuchalis, os atlante dan os axis (epistropius).

Regio nuchalis dapat dikenali melalui titik orientasi sebagi berikut:


- pinggir depan alae atlnate
- protubrantia occipitalis externa beserta ligamentum nuchae yang
bertaut padanya
- crista nuchalis
- pangkal telinga

Kepentingan regio ini adalah


1. myectomia otot-otot yang menentukan tegaknya telinga (seperti mm.
Cervicoauricularis)
2. keperluan tusuk kuduk (mencapai medulla oblongata)
3. Pengeluaran cairan cerebrospinalis
4. Menyuntikkan obat-obat ke dalam otak
5. pengobatan peradangan bursa mukosa accidentil (bursa yang terjadi akibat
trauma, seperti oleh tekanan pakaian kuda) yang terletak di antara m. rectus
capitis dorsalis major dan ligamentum nuchae.

Struktur Anatomi
Di bawah kulit terdapat fascia superficialis dan n. auricularis magnus yang
berasal dari ramus ventral n. cervicalis dan menginervasi kulit cembung telinga. Di
profunda fascia superficialis akan terlihat aponeurosa m. splenius, m.
brachiocephalicus, dan tendo m. longissimus capitis. Jika m. splenius dibuka akan
terlihat m. semispinalis capitis (m. complexus). Beberapa bagian akan terlihat apabila
m. komplexus dibuka seperti:
1. m. obliquus capitis cranialis et caudalis. Di antara otot ini dan m. rectus
capitis dorsalis major melintas ramus dorsalis n. cervicalis I yang disebut n.
occipitalis berjalan ke dorsal menuju otot-otot telinga dan kulit di daerah
kuduk.
2. n. cervicalis I yang keluar dari foramen vertebrale lateralis. Ramus ventralnya
masuk ke foramen alare menuju leher bagian ventral
3. A. occipitalis dan salah satu cabangnya yaitu ramus occcipitalis. Ramus ini
melepaskan satu cabang (ramus descendens occipitalis) menuju foramen
transversarium atlante dan beranastomosis dengan a. vertebralis. Ramus
occipitalis berlanjut ke depan menuju foramen alare os atlante dan
mencabangkan ramus lateral dan ramus medial. Ramus leteral
beranastomosis dengan a. cervicalis profundus, sedangkan ramus medial
12
menyeberangi garis median dan beranastomosis dengan ramus medial arteri
mitranya di sebelah lain. Ramus occipitalis melanjutkan diri masuk ke
foramen vertebrae lateralis dan berubah nama menjadi a. cerebrospinalis
setelah menembus duramater di dalam canalis vertebralis. A. cerebrospinalis
bercabang dua yaitu ramus cerebralis (ke cranial) dan ramus spinalis (ke
caudal). Bersama-sama arteri mitranya yang senama di lain pihak, ramus
cerebralis saling beranastomosis membentuk a. basilaris cerebri yang menuju
ke otak. Demikian pula, ramus spinalis saling beranastomosis membentuk a.
spinalis ventralis yang menuju ke posterior.
4. ramus ventral n. cervicalis II yang keluar dari foramen vertebrae lateralis os
axis
5. Ligamentum nuchae pars funicularis (bagian gilig) yang melintas di
superficialis m. rectus capitis dorsalis major.
6. m. rectus capitis dorsalis major yang berorigo pada processus spinosus os
axis dan berinsertio di os ocipitale
7. m. rectus capitis dorsalis minor. Letaknya di profunda m. rectus capitis
dorsalis major, berorigo di tubreculum dorsal os atlas dan berinsertio di os
occipitale.
8. Bursa mukosa accidentil yang biasanya terletak di antara ligamentum nuchae
dan m. rectus capitis dorsalis major.

8. REGIO COLI VENTRALIS (DAERAH LEHER BAWAH)


Regio coli ventralis terletak di ventral leher yang membentang dari cervicalis II
sampai cervicalis VI. Batas depan regio ini adalah regio laring dan batas caudalnya
manubrium sterni.

Regi ini dapat dikenali dari titik-titik orientasi:


1. v jugularis externa, yang terlihat jika dibendung
2. lintasan m. brachiocephalicus
3. lintasan m. sternomandibularis
4. cincin-cincin trakea

Kepentingan regio ini adalah:


- Pengambilan darah balik dari vena jugularis externa dan darah arteri
dari a. carotis communis
- Penyuntikan obat melalui v. jugularis externa
- esophagotomia (di sebelah kiri leher)
- Tracheotomia

Struktur Anatomi
Kulit di regio ini sangat subur dengan jaringan ikat longar sub kutan. Di
bawahnya di temukan fascia superfisialis yang mengandung otot kulit m. cutaneus
coli (platysma). Pembukaan terhadap fascia superficialisnya akan menampakkan m.
brachiocephalicus, m. sternomandibularis, dan vena jugularis externa. Vena jugularis
externa terletak di atara kedua otot tersebut. Di profunda otot-otot ini ditemukan m.
omohyoideus yang berorigo di fascia subscapularis dan berinsertio di basishyoideus
dan processus lingualis os hyoideus. M. omohyoideus berjalan miring menyilang
trakea di leher atas. Dalam perjalanan miringnya, lebih kurang pada daerah
cervicalis III dan IV, permukaan luar otot ini bersentuhan dengan m.
brachiocephalicus, m. strenochepalicus, dan vena jugularis externa. Sedangkan di
permukaan dalam m. omohyeoideus melintas m. longus coli, arteri carotis comunis,
trunkus vagosymphaticus, nervus laringeus reccurens, vena jugularis interna, duktus
limfatikus trakealis, trakea, dan esofagus (agak di kiri leher). Di sinilah tempat paling

13
aman penyuntikan vena jugularis externa karena dilapisi dua otot sehingga
mengurangi resiko penusukan pada arteri atau saraf yang ada di profundanya.
Arteri carotis comunis berjalan bersama-sama trunkus vagosymphaticus, n.
laryngeus recurrens, vena jugularis interna, dan duktus limfatikus trakealis. Semua
jaringan ini dibungkus oleh membran carotis dan terletak di permukaan dorsolateral
trakea.
M. sternohyoideus dan m. sternothyroideus yang keduanya berorigo pada
kartilago kariniformis sehingga disebut m. sternothyrohyoideus. Otot ini berjalan di
ventral trakea dan lebih kurang di pertengahan leher bertemu dengan mitra di
sebelahnya membentuk tendo antara yang tipis di garis median, dan selanjutnya
memisah lagi menuju insertio masing-masing. M. sternothyroideus berinsertio di
kartilago tiroid dan m. sternohyoideus berinsertio di os hyoideus.
Limfenodus yang ditemukan di regio ini adalah ln. cervicalis profundus
cranialis yang terletak di sekitar gl. Tiroid . Ln. cervicalis profundus medius terletak di
sekitar pertengahan trakea di ventral a. carotis communis. Ln. cervicalis profundus
caudalis terletak sedikit di depan costae pertama di permukaan ventrolateral trakea.
Selain itu, trakea dan esofagus juga melintas di regio ini. Trakea bagian
cervicis bersentuhan di bagian dorsal dengan esogagus (di bagian cranial) dan m.
longus colli (di bagian belakang). Di ventralnya bersentuhan dengan m.
sternothyirohyoideus, dan di lateralnya terutama di sekitar laring berhubungan
dengan m. sternothyroideus, m. omohyoideus, dan m. sternomandibularis. Pada
pertengahan leher esofagus berjalan di dorsolateral kiri trakea, dan di sekitar bagian
belakang leher esofagus berada di permukaan lateral kiri trakea.

Referensi
1. Robert Getty. 1975. Sisson and Grossman’s The Anatomy of the Domestic
Animals. Vol. 1. Ed. Ke 5. W.B. Saunders Company. Philadelphia.
2. Peter Popesko. 1975. Atlas of Topographical Anatomy of The Domestic
Animals. 1975. Vol 1. Ed ke 2. W.B. Saunders Company. Philadelphia.
3. Dyce K.M., Sack W.O., and Wensing C.J.G. (1996). Textbook of Veterinary
Anatomy. 2nd ed. W.B. Saunders Company. Phiadelphia

ooOoo

14
MATERI KULIAH
ANATOMI TOPOGRAFI VETERINER

BAGIAN
REGIO KEPALA DAN LEHER KUDA

OLEH
I NENGAH WANDIA

LABORATORIUM ANATOMI DAN EMBRIOLOGI VETERINER


FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2018

15