Anda di halaman 1dari 20

BAB 8 Anggaran Biaya Variabel dan Biaya Tetap

1. Apa yang kamu ketahui tentang Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya Variabel (Variabel Cost) dan
Biaya Semi Variabel atau Semi Tetap?
Biaya Tetap (Fixed Cost): Biaya yang tidak berubah karena perubahan output atau aktifitas,
sehingga jumlahnya tetap konstan selama periode tertentu dalam suatu relevant range aktifitas.
Biaya Variabel (Variabel Cost): Biaya yang berubah searah dan sebanding dengan perubahan
output atau aktivitas. Secara total biaya ini proporsional dengan aktivitas, tetapi persatuan
jumlahnya tetap berapapn tingkat aktivitasnya. Semakin besar aktivitasnya maka biaya total
akan semakin besar pula, sebaliknya semakin kecil aktivitasnya maka besarnya biaya total
semakin rendah.
Biaya Semi Variabel atau Semi Tetap: Biaya semi variabel meningkat atau menurun jika
output atau kegiatan produksi meningkat atau menurun , tetapi tidak secara proporsional dengan
perubahan output atau kegiatan . Biaya semivariael didalamnya mengandung unsur biaya
tetap dan variabel. Biaya yang sifatnya tetap akan sama jumlahnya dan biaya yang sifatnya
variabel akan meningkat jumlahnya apabila terjadi peningkatan aktivitas dan jumlahnya akan
turun bila terjadi peneurunan aktivitas, namun perubahan biaya tidak seimbang dengan
perubahan aktivitasnya.
2. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri dari Biaya Tetap dan Biaya Variabel!
- Ciri-ciri Biaya Tetap, yaitu:
a. Konstan dalam total dan berubah dalam rata-rata
Biaya total dalam relevan range tertentu tetap, sedangkan biaya per satuan menurun jika jumlah
output meningkat
b. Kebijakan manajemen
Sebagian besar biaya tetap dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan. Atau berdasarkan
keputusan manajemen
c. Hubungan dengan tingkat kegiatan perusahaan
Besarnya biaya tidak tergantung tingkat kegiatan perusahaan selama masih dalam relevan range
tertentu
d. Relevan range
Adanya relevan range tertentu sebagai batas sejauh mana biaya bersifat tetap
e. Dasar pengukuran
Biaya tetap diperhitungkan berdasarkan periode waktu tertentu, misalnya dalam bulan dan tahun

- Ciri-ciri Biaya Variabel, yaitu:


a. Berubah dalam total dan konstan dalam rata-rata
Biaya total berubah searah dan sebanding dengan tingkat kegiatan perusahaan sehingga
dilihat dari biaya persatuan output tetap
b. Kebijakan manajemen
Biaya-biaya variabel tergantung kepada kebijaksanaan manajemen dalam jangka pendek
c. Hubungan dengan tingkat kegiatan perusahaan
Biaya variabel berhungan langsung dengan tingkat kegiatan perusahaan
d. Relevant range
Semua biaya variabel diperkirakan dalam suatu relevant range tertentu
e. Dasar pengukuran
Pengukuran biaya berdarakankan output atau tingkat kegiatan
3. Faktor-faktor apa saja yang harus dipertimbangkan dalam Pemilihan Output?
a. Dasar aktivitas harus sekecil mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain output
b. Dasar aktivitas harus mudah dimengerti, mudah dihitung dan diaplikasikan
c. Dasar aktivitas harus dapat menjadi ukuran yang dapat dipercaya
d. Dasat aktivitas yang dipilih harus mencerminkan ukuran kegiatan secara keseluruhan pada
bagian atau departemen yang bersangkutan

4. Di dalam penyusunan anggaran variabel, pemisahan biaya semi variabel menjadi biaya tetap dan
biaya variabel tersebut perlu dilakukan. Apa yang menyebabkan hal itu?
Hal ini disebabkan oleh karena anggaran variabel tersebut akan disusun untuk berbagai macam
tingkat kapasitas yang dapat diselenggarakan di dalam perusahaan. Untuk kepentingan ini
tentunya harus diketahui seberapa besarnya porsi biaya tetap dan seberapa besar pula porsi
biaya variabel sehinggu penghitungan jumlah biaya untuk maisng- masing tingkat kapasitas
akan dapat dibuat dengan mudah.

5. Sebutkan dan jelaskan metode atau teknik yang dapat digunakan untuk memisahkan unsur tetap
dan variable?
a. Metode Perkiraan Langsung (Direct Estimated Method)
Biasanya metode ini dipergunakan oleh perusahaan yang baru berdiri, atau karena adanya
perubahan diperusahaan, misalnya: perubahan metode produksi, perubahan kebijaksanaan
perusahaan, dipakainya mesin baru yang semuanya menyebabkan berubahnya pola biaya.
Metode ini dipakai berdasarkan pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi dengan ditunjang
dengan data yang bersifat historis atau berdasarkan kebijaksanaan manajemen.
b. Metode Titik Tertinggi Titik Terendah (High & Low Point Method)
Metode ini bersifat kuantitatif, dengan berdasarkan tingkat biaya (budget) pada tingkat kegiatan
yang tertinggi dan teendah kemudian menginterpolasikan kedua tingkat biaya pada kedua
tingkat kegiatan.
c. Metode Diagram Pencar
Hal yang pertama kali harus dilakukan dalam metode diagram pencar adalah mengumpulkan data
dari sejumlah biiaya-biaya masa lalu pada berbagai tingkat kegiatan. Kemudian data tersebut
digambarkan dalam grafik dua sumbu. Sumbu vertical atau sumbu Y untuk menggambarkan
biaya. Sedangkan sumbu horizontal atau sumbu X untuk menggambarkan tingkat kegiatan.

d. Metode Korelasi (correlation method)


Metode ini digunakan dengan melihat hubungan antara biaya dengan tingkat kegiatan
(output) dimasa lalu.
e. Metode biaya berjaga (stand by cost method)
Metode ini dalam memperkirakan biaya tetap dengan menghentikan aktivitas perusahaan selama
jangka waktu tertentu. Biaya yang masih ditanggung perusahaan walaupun tidak ada aktivitas
merupakan unsur biaya tetap, selisih biaya semi variabel dengan biaya tetap merupakan unsur
biaya variabel.

BAB 9 Anggaran Modal


1. Apa yang dimaksud dengan Penganggaran Modal?
Penganggaran Modal adalah Suatu Konsep Investasi Dikatakan sebagai suatu konsep investasi,
sebab penganggaran modal melibatkan suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang
dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang. Investasi
membutuhkan dana yang relatif besar dan keterikatan dana tersebut dalam jangka waktu yang
relatif panjang, serta mengandung resiko.

2. Apa pentingnya pengganggaran modal?


a. Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangkaw aktu panjang.
b. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang akan
datang.
c. Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar.
d. Kesalahan dalam pengambilan keputusan pengeluaran modal tersebut akan berakibat panjang
dan sulit diperbaiki.
e. Penganggaran modal yang efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari
penambahan aktiva.
f. Pengeluaran modal sangatlah penting.

3. Sebutkan manfaat penganggaran modal!


a. Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka
waktunya lebih dari satu tahun.
b. Agar tidak terjadi over invesment atau under invesment
c. Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar.
d. Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.

4. Sebutkan tahapan penggaran modal!


a. Biaya proyek harus ditentukan
b. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir
aktiva
c. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran kas)
d. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukan biaya modal (cost of
capital) yg tepat untuk mendiskon aliran kas proyek
e. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk
memperkirakan nilai aktiva.
f. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya

5. Sebutkan dan jelaskan Metode Keputusan Penganggaran Modal!


a. Payback periode
Jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam,
semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil/
dihadapi (Periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan bisa
kembali)
b. Net Present Value (NPV)
Metode penilaian investasi yg menggunakan discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai
waktu uang pada aliran kas yg terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima pada
masa yang akan datang).
c. Internal Rates Of Return (IRR)
Tingkat pengembalian yang dihasilkan atas suatu investasi atau discount rate yang menunjukkan
present value cash flow = present value outlay. IRR yang didapat dibandingkan dengan biaya
modal yang ditanggung peruusahaan.
d. Profitability Index
Membagi nilai antara sekarang arus kas masuk yang akan datang diterima diwaktu yang akan
datang dengan arus kas keluar.
e. Accounting Rate of Return
Mendasarkan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku/reported acc.Income. Metode ini
menilai suatu dengan memperhatikan rasio antara rata-rata dengan jumlah modal yang ditanam
(initial investment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata-rata modal yang ditanam.

BAB 10 Anggaran Kas


1. Apa yang dimaksud dengan Anggaran Kas?
Adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah kas serta perubahan-
perubahan dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang, baik berupa penerimaan kas
maupun pengeluaran kas

2. Sebutkan Tujuan Penyusunan Anggaran Kas!


a. Memberikan taksiran posisi kas pada akhir setiap periode sebagai hasil dan operasi yang
dijalankan
b. Mengetahui kelebihan atau kekurangan kas pada waktunya
c. Menentukan kebutuhan pembiayaan dan atau kelebihan kas menganggur untuk investasi
d. Menyelenggarakan kas dengan modal kerja, pendapatan, penjualan, biaya, investasi dan utang.
e. Menerapkan dasar yang sehat untuk memantau posisi kas secara terus menerus.

3. Apa saja prosedur yang harus dilakukan dalam penyusunan anggaran kas?
a. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran menurut rencana operasional perusahaan. Pada
tahap ini dapat diketahui adanya defisit atau surflus.
b. Menyusun perkiraan atau estimasi kebutuhan dana kredit dari bank atau sumber-sumber lain
yang diperlukan untuk menutupi defisit kas dan juga estimasi pembayaran bunga kredit beserta
waktu pembayarannya.
c. Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi
keuangan dan anggaran kas yang financial ini merupakan gabungan dari transaksi operasional
dan transaksi keuangan yang menggambarkan estimasi penerimaan kas dan pengeluaran kas
secara keseluruhan.

4. Apa manfaat dari Anggaran kas?


- Anggaran kas berperan sebagai alat bantu manajemen dalam melakukan perencanaan sumber
daya yang akan diperoleh dan digunakan, serta mengendalikan bagaimana sumber tersebut
digunakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam jangka waktu tertentu.
- Anggaran dapat membantu manajemen dalam pengendalian kas, karena anggaran kas
memberikan informasi yang berguna tentang pola penerimaan dan pengeluaran kas setiap
periode operasi perusahaan,

5. Sebutkan sumber dan penggunaasn kas!


a. Sumber kas masuk yang utama adalah:
- Hasil penjualan produk secara tunai.
- Hasil menagih piutang dagang.
- Pendapatan lain seperti bunga dari Bank, jasa giro, dividen.
- Adanya pengurangan pada aktiva tetap, seperti menjual aktiva yang tidak terpakai.
- Adanya penerimaan yang bukan penghasilan, seperti kredit dari Bank, penjualan obligasi dan
lain-lain hutang jangka pendek
- Penambahan modal sendiri oleh pemilik.

b. Penggunaan kas keluar yang utama adalah:


- Berbagai pembayaran untuk keperluan operasional perusahaan sehari-hari seperti membeli
material/bahan baku, membayar gaji, dan upah tenaga kerja, berbagai biaya yang termasuk
sebagai biaya overhead pabrik (kecuali depresiasi/amortisasi yang tidak membutuhkan kas)
biaya-biaya penjualan dan biaya administratif.
- Pembayaran pada para kreditur, baik berupa bunga maupun angsurannya.
- Penambahan berbagai aktiva tetap seperti pembelian aktiva tetap.
- Pembayaran pada pemilik modal, seperti pembayaran dividen atau pengembalian modal.
- Pembayaran pada pemerintah seperti membayar pajak, cukai, meterai, restitusi, Ipeda dan lain-
lain

BAB 11 Anggaran Piutang dan Utang


1. Anggaran piutang adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah
piutang perusahaan beserta perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode yang
akan datang.
Anggaran utang adalah Anggaran yang merencanakan secara sistematis dan lebih terperinci
tentang jumlah utang beserta perubahannya dari waktu ke waktu (bulan ke bulan) selama periode
tertentu yang akan datang.

2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi anggaran piutang!


a. Volume Barang yang dijual secara kredit, apabila barang yang dijual secara kredit lebih besar
daripada yang tunai maka jumlah piutang yang dianggarkan lebih besar.
b. Standart Kredit, Standart Kredit yang longgar maka semakin besar piutang yang tertanam dan
semakin besar risiko piutang.
c. Jangka waktu kredit semakin panjang jangka waktu kredit maka semakin besar piutang usaha
yang tertanam dan sebaliknya.
d. Pemberian Potongan, pemberian potongan harga yang besar akan memperkecil piutang usaha
yang tertanam. Begitu juga sebaliknya.
e. Pembatasan kredit, yaitu pembatasan nominal kredit yang boleh diberikan. Semakin tinggi
batasan kredit maka semakin besar piutang usaha yang tertanam dan semakin rendah batasan
kredit maka semakin kecil piutang yang tertanam.
f. Kebijakan Penagihan Piutang, Kebijakan penagihan piutang yang aktif akan memperkecil
piutang usaha yang tertanam. Dan kebijakan piutang pasif dapat memperbesar piutang usaha
yang tertanam.

3. Apa manfaat anggaran piutang bagi perusahaan?


a. Merupakan upaya untuk meningkatkan omzet penjualan, sehingga keuntungan juga dapat
ditingkatkan
b. Pada jenis usaha tertentu, kredit jangka panjang dapat menciptakan keuntungan tambahan
tertentu bagi perusahaan
c. Dapat mempererat hubungan dagang antara perusahaan dengan relasinya

4. Sebutkan 6 faktor yang perlu dipertimbangkan menyusun anggaran piutang!


a. Anggaran Penjualan
Semakin besar jumlah penjualan akan cendrung semakin besar pula transaksi penjualan secara
kredit yang akan dilakukan, sehingga piutang perusahaan juga akan bertambah.
b. Keadaan persaingan di pasar.
Semakin tinggi tingkat persaingan di pasar, maka volume penjualan secara kredit juga semakin
meningkat.
c. Posisi perusahaan dalam persaingan.
Semakin kuat posisi perusahaan di pasaran, maka perusahaan cenrung untuk melakukan
penjualan secara tunai, namun sebalik nya jika posisi perusahaan cendrung lemah, maka
perusahaan melakukan penjualan secara kredit.
d. Syarat pembayaan (tem of payment)
Semakin besar potongan penjualan secara tunai maka piutang akan semakin sedikit, artinya
konsumen cenrung membeli secara tunai, namun sebaliknya jika potongan penjualan semakin
besar maka kecenrungan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit.Akibatnya piutang
perusahaan juga kan semakin besar.
e. Kebijakan Perusahaan dalam penagihan piutang
Semakin intens perusahaan melakukan penagihan piutang maka jumlah piutang perusahaan
semakin berkurang, namun sebaliknya jika perusahaan todak aktif maka jumlah piutang juga
akan semakin menumpuk.
f. Rencana perusahaan untuk melakukan penjualan secara kredit.
Semakin besar rencana penjualan secara kredit, berakibat jumlah piutang juga semakin
membesar, demikian juga sebaliknya jika rencana penjualan secara kredit dikurangkan, maka
piutang juga semakin kecil.

5. Sebutkan dan jelaskan Jenis-Jenis Utang Jangka Pendek atau utang lancer!
a. Utang Usaha
Adalah saldo yang terutang kepada pihak lain atas barang, perlengkapan, atau jasa yang dibeli
dengan akun terbuka. Utang usaha timbul karena jangka waktu diantara penerimaan jasa atau
akuisisi hak aset dan pembayaran atasnya
b. Utang Wesel
Adalah Kewajiban yang didukung dengan bukti tertulis secara formal, dalam bentuk wesel atau
prumes. Utang wesel biasanya mengharuskan pihak yang berutang untuk membayar bunga, dan
utang semacam ini biasanya di ambil untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek
c. Utang Pajak
Adalah pajak yang masih harus dibayar termasuk sanksi administrasi berupa bunga, denda, atau
kenaikan yang terc
antum dalam surat ketetapan pajak atau surat sejenisnya berdasarkan peraturan perundang-
undangan perpajakan.
d. Utang Deviden
Adalah deviden yang dapat dibayar sebagaimana diumunkan oleh dewan komisaris perusahaan
pada akhir periode belum dibayar dan dicatat sebagai hutang deviden.

BAB 12 Anggaran Proyeksi Laporan Keuangan (Laba/Rugi)


1. Apa yang dimaksud dengan Anggaran Proyeksi Laporan Keuangan (Laba/Rugi)?
adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang peghasilan dan baiya-biaya
perusahaan selama satu periode. Biaya dimasukkan ke dalam laporan laba rugi untuk
mengurangkan penghasilan,sehingga selisihnya dapat berupa laba bersih (positif) atau rugi
(negatif).

2. Apa manfaat Anggaran Proyeksi Laporan Keuangan (Laba/Rugi)?


a. Sebagai pengecekan final atas wajar tidaknya anggaran biaya.
b. Untuk perencanaan dan pengkoordinasian seluruh kegiatan perusahaan/divisi.
c. Untuk membebankan tanggung jawab pada setiap menajer atas sumbangan prestasi keungannya
untuk perusahaan/divisi.

3. Penerapan metode laporan laba rugi terdiri dari beberapa jenis, jelaskan!
a. Cash Basis
Metode perhitungan laporan laba rugi Cash Basis datanya berdasarkan jumlah penerimaan dan
pengeluaran kas pada suatu periode tertentu
b. Accrual Basis
Metode Accrual Basis datanya berdasarkan data rangkuman seluruh pendapatan dan beban pada
suatu periode tertentu tanpa memperhitungkan aliran kas masuk dan keluar.

4. Apa keuntungan Menggunakan Laporan Laba Rugi Metode Accrual Basis?


Yaitu para Pemilik atau Pimpinan perusahaan dapat memperoleh data yang akurat mengenai
jumlah kenaikan atau penurunan baik dari nilai pendapatan maupun beban dan dapat
mengevaluasi kinerja perusahaan apakah sudah memenuhi target sesuai dengan standar budget
atau anggaran yang telah ditetapkan.

5. Apa tujuan dibuatnya Anggaran Laporan Keuangan laba/Rugi?


Laporan laba rugi dibuat untuk meringkas penghasilan dan biaya-biaya perusahaan selasa satu
periode. Biaya dimasukkan ke dalam laporan laba rugi untuk mengutangkan pernghasilan
sehingga dapat berupa laba bersih (positif) atau rugi (negative).

BAB 13 Anggaran Proyeksi Laporan Keuangan (Neraca)


1. Apa yang dimaksud dengan Anggaran Proyeksi Laporan Keuangan (Neraca)?
Adalah anggaran yang merencanakan keadaan keuangan sebuah perusahaan pada suatu periode.
Dalam anggaran neraca tersebut tercantum jumlah kekayaan,jumlah utang,dan modal sendiri dari
sebuah perusahaan. Jumlah kekayaan terlihat pada bagian aktiva, sedangkan jumlah utang dan
modal sendiri terlihat pada bagian pasiva.

2. Apa manfaat Anggaran Proyeksi Laporan Keuangan (Neraca)?


a. Sebagai pedoman kerja bagi perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur dalam melakukan
kegiatan produksinya. Terutama dalam hal modal kerja yang dapat bersumber dari kas maupun
utang.
b. Sebagai pengecek terakhir mengenai kekuatan matematis dari semua jadwal lainnya.
c. Sebagai alat pengawas kwrja yang membantu manajemen dalam memimpin jalannya
perusahaan.
d. Anggaran neraca dapat digunakaan untuk menyoroti sumberdaya dan kewajiban masa depan.

3. Apa yang dimaksud dengan Neraca?


Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan
mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada tanggal pelaporan. Neraca disusun dengan
sistem sentralisasi dan desentralisasi. Dengan Sistem sentralisasi, neraca disusun secara terpusat
oleh bagian akuntansi suatu entitas pelaporan. Sedangkan dengan desentralisasi neraca disusun
oleh entitas-entitas akuntansi yang kemudian digabung oleh entitas pelaporan

4. Apa saja Informasi dan laporan yang diperlukan dalam menyusun anggaran neraca untuk suatu
periode anggaran?
a. Neraca perusahaan periode lalu
b. Anggaran kas untuk periode anggaran periode mendatang
c. Anggaran laba rugi untuk anggaran periode anggaran mendatang

5. Informasi tambahan apa saja yang diperlukan untuk menyusun neraca?


a. Penjualan tunai
b. Penerimaan kas
1) Pelunasan piutang dagang oleh debitur
2) Penerbitan saham baru
c. Pengeluaran kas
1) Pelunasaan utang dagang atas pembelian saham baku
2) Pembayaran sewa dibayar di muka
3) Pembelian perlengkapan kantor
4) Pembayaran tenaga kerja langsung
5) Pembayaran biaya overhead pabrik
6) Pembayaran pajak penghasilan
7) Pembayaran deviden
8) Dll

BAB 14 Analisa BEP


1. Apa yang dimaksud dengan Analisa BEP?
Analisa Break Event Point adalah menganalisis suatu keadaan dimana dalam suatu operasi
perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/impas (penghasilan=total biaya). BEP amatlah
penting kalau kita membuat usaha agar kita tidak mengalami kerugian, apa itu usaha jasa atau
manufaktur

2. Sebutkan manfaat dari BEP?


Manfaatnya adalah:
a. Alat perencanaan untuk hasilkan laba
b. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya
c. dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.
d. Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
e. Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti

3. Analisis BEP berguna apabila beberapa asumsi dasar dipenuhi. Apa asumsi-asumsi itu?
a. Biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dikelompokkan dalam biaya variabel dan biaya
tetap
b. Besarnya biaya variabel secara total berubah-ubah secara proporsional dengan volume produksi
atau penjualan. Ini berarti bahwa biaya variabel per unitnya adalah tetap.
c. Besarnya biaya tetap secara total tidak berubah meskipun ada perubahan volume produksi atau
penjualan. Ini berarti bahwa biaya tetap per unitnya berubah-ubah karena adanya perubahan
volume kegiatan.
d. Jumlah unit produk yang terjual sama dengan jumlah jumlah unit produk yang diproduksi
e. Harga jual produk per unit tidak berubah dalam periode tertentu
f. Perusahaan hanya memproduksi satu jenis produk, apabila lebih dari satu jenis komposisi
masing-masing jenis produk dianggap konstan (tetap)

4. Analisis Break Event Point (BEP) dapat membantu pimpinan dalam mengambil keputusan,
sebutkan!
a. Jumlah penjualan minimal yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
b. Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.
c. Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.
d. Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap
keuntungan yang diperoleh.
e. Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap
keuntungan yang diperoleh.

5. Sebutkan dan jelaskan elemen-elemen BEP!


a. Revenue (R): adalah pendapatan, yang dalam perusahaan manufactur biasanya didominasi oleh
Sales, yang mana Sales adalah jumlah terjual (Qty) dikalikan dengan unit price product yang
akan terjual
b. Quantity (Qty): adalah jumlah barang yang akan dijual, yang dalam perusahaan manufactur
tentunya diproduksi terlebih dahulu
c. Unit Price: adalah harga per unit dari barang yang akan dijual
d. Variable Cost: adalah cost yang timbul akibat diproduksinya suatu product (barang), artinya
segala yang cost yang terjadi untuk diproduksi suatu barang. Seperti sebutannya “Variable Cost”,
akan berubah-ubah mengikuti jumlah product yang akan diproduksi.
e. Unit Varible Cost: adalah besarnya variable cost yang ditimbulkan untuk membuat satu unit
produk tertentu, yang besarnya diperoleh dengan cara membagi total variable cost dengan jumlah
product yang dibuat (qty).
f. Fixed Cost: adalah cost yang akan terjadi akibat penggunaan sumber daya tertentu yang
penggunaannya tanpa dipengaruhi oleh banyak sedikitnya produk yang diproduksi. Dengan kata
lain, berapapun jumlah product yang dibuat, fixed cost yang akan dibuat, costnya relative sama,
bahkan tidak berproduksi sekalipun cost ini akan tetap terjadi. Seperti sebutannya, fixed cost
sifatnya relative stabil, tidak dipengaruhi oleh production output.

Soal dan Jawaban Hitungan


BAB 8 Anggaran Biaya Variabel dan Biaya Tetap
1. Penggunaan metode stand by cost method: biaya overhead pabrik pada saat perusahaan
memproduksi 2000 unit adalah sebesar Rp 5.800.000. Perusahaan menghentikan aktivitas
perusahaan sementara selama 1 bulan. Biaya yang dikeluarkan pada waktu perusahaan tidak
berproduksi adalah sebesar Rp 3.800.000. Maka berapa besarnya unsur biaya tetap dan
variabel dari biaya overhead pabrik tersebut diperkirakan?

Biaya overhead pada produksi 2000 unit Rp 5.800.000


Biaya overhead pada produksi 0 Rp 3.800.000
Selisih biaya(biaya variabel pada produksi ) 2000 unit Rp 2.000.000

Biaya variabel per unit = Rp 2.000.000 = Rp 1.000,-


2000
2. Anggaran variabel yang disusun oleh bagian produksi PT ABC pada tahun 2007 dengan relevan
range 5.000 – 6.000 unit

Biaya
Sifat Biaya Tetap
No. Variabel

1. Jenis Biaya
Material BiayaV Per Tahun - 5.000
2. TKL Depresiasi VTVT - Per Unit2.500
3. Bahan Penolong 3.000.000 -
4. Gaji Pegawai - 500
5. Biaya Pemeliharaan 1.500.000 -
6. 1.200.000 300
7.

SV SV
Jumlah 7.500.000 10.000

Dalam anggaran Biaya


variabel tersebut berapa biaya produksi tahun 2007 yang diperkirakan?
lain-lain
1.800.000 1.700
Biaya tetap per tahun sebesar Rp 7.500,00
Biiaya variabel per unit sebesar Rp 10.000,00
Bila produksi tahun 2002 sebesar 5.000 unit maka biaya produksinya sebesar:
Y = 7.500.000 + 10.000 (5.000)
= 57.500.000

BAB 9 Anggaran Modal


1. Wulan adalah seorang analis keuangan . Direktur penganggaran modal telah meminta anda
untuk menganalisis dua usulan investasi modal, Proyek S dan Proyek T. Masing-masing proyek
memiliki biaya sebesar $ 10.000 dan biaya modal dari setiap proyek adalah 12 % . Ekspektasi
arus kas bersih proyek adalah 12 %. Ekspektasi arus kas bersih proyek adalah sebagai berikut :
EKSPEKTASI ARUS KAS BERSIH
TAHUN PROYEK S PROYEK
T
0 ($10.000) ($10.000)
1 6.500 3.500
2 3.000 3.500
3 3.000 3.500
4 1.000 3.500
Hitunglah periode pembayaran kembali dan nilai sekarang bersih (NPV)!

DIKETAHUI :
1. Tahun sebelum pengembalian penuh
Proyek S sesuai ekspektasi arus kas (tabel soal) modal akan kembali pada tahun ketiga ($6.500 +
$ 3.000 + $ 500= $10.000). JADI Tahun sebelum pengembalian penuh adalah tahun ke-2
Proyek T sesuai ekspektasi arus kas (tabel soal) modal akan kembali pada tahun ketiga ($3.500 +
$ 3.500 + $3.500= $10.000) JADI Tahun sebelum pengembalian penuh adalah tahun ke-2
2. Biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun
*= -$10.000- $6.500 (lihat tabel soal tahun pertama diharapkan arus kas 6.500)= -$3.500
= - $3.500- $3.000 (lihat tabel soal tahun kedua diharapkan arus kas $3.000)= - $500
JADI Proyek S, biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun adalah - $ 500
*= -$10.000- $3.500 (lihat tabel soal tahun pertama diharapkan arus kas 3.500)= -$6.500
= - $6.500- $3.500 (lihat tabel soal tahun kedua diharapkan arus kas $3.500)= -$3.000
JADI Proyek T, biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun adalah - $ 3.000

HASIL EKSPEKTASI ARUS KAS BERSIH (CFt)


TAHUN PROYEK S PROYEK T
0 ($10.000) ($10.000)
1 (3.500)* (6.500)
2 ( 500) (3.000)
3 2.500 500
4 3.500 4.000

a. Pembayaran Kembali
Tahun sebelum Biaya yang belum
dikembalikan
pengembalian penuh + pada awal tahun
Pembayaran kembali S = _______________________________________
Arus kas selama tahun berjalan

Pembayaran kembali s = 2 + $ 5.00/ $ 3.000 =2,17 years


Pembayaran kembali t = 2+ $3.000/$3.500 =2,86 years

b.NILAI SEKARANG BERSIH


CF1 CF2 CFn
NPV= CF0 +______+ ______ +…… + _____
(1+k)1 (1+k)2 (1+k)n
n
= CFt
∑ ______
t=0 (1+k)t
NPV S = -$10.000+$6.500/(1,12)1+$3.000/(1,12)2+$3.000/(1,12)3+$1000/(1,12)4
= $.966,01
NPV T = -$10.000+$3.500/(1,12)1+$3.500/(1,12)2+$3.500/(1,12)3+$3.500/(1,12)4
= $.630,72

2. PT. KEMANG JAYA berniat membeli mesin baru untuk mengganti mesin lama yang sudah
tidak efisien, harga mesin baru adalah Rp. 60.000,- untuk penggunaan tiga tahun. Harga mesin
lama apabila dijual adalah Rp. 15.000,- dengan sisa waktu penggunaan tiga tahun lagi.
Penghematan biaya yang terjadi adalah Rp. 27.500,- sebelum pajak, pajak 40%.

Dasar Akuntansi Dasar Cashflow


Penqhematan biaya 27.500 27.500
Depresiasi
Mesin Baru 20.000
Mesin Lama (5.000)
15.000
Keuntungan Kena Pajak 12.000
Pajak (40% X 12.500) (5.000)
Keuntungan Setelah 7.500
Pajak
Cash Flow Proceed 22.500

Berapa nilai dari Net Cashflow PT.KEMANG JAYA?

Net Cashflow = Keuntungan Setelah Pajak + Depresiasi


Net Cashflow = $.7.500 + $.15.000 = $ 22.500
Kesimpulan: Nilai Net Cashflow PT. KEMANG JAYA adalah $ 22.500

BAB 10 Anggaran Kas


1. Saldo piutang tanggal 1 juli 2008 = 0
Saldo kas tanggal 1 Juli 2008 Rp. 200.000
Saldo Kas minimun di tetapkan Rp. 180.000

Bulan Penjualan
Juli Rp. 1.000.000
Agustus Rp. 1.200.000
September Rp. 1.400.000
Oktober Rp. 1.200.000
November Rp. 1.400.000
Desember Rp. 1.000.000

Dengan pola sebagai berikut :


60 % dari padanya adalah penjualan tunai, sedangkan sisanya penjualan kredit dengan cara
40 % diterima pada bulan terjadinya penjualan
40 % diterima satu bulan sesuadahnya
20 % diterima dua bulan sesuadhnya
10 % dari penjualan kredit di cadangkan untuk piutang yang diduga tidak dapat di tagih

Bulan Penerimaan yang lainnya Pengeluaran


kas
Juli Rp. 56.000 Rp. 350.000
Agustus Rp. 202.000 Rp. 400.000
September Rp. 192.000 Rp. 500.000
Oktober Rp. 58.000 Rp. 800.000
November Rp. 164.400 Rp. 950.000
Desember Rp. 168.000 Rp. 1.900.000

Susunlah anggaran pengumpulan piutang dan anggaran kas periode juli sampai dengan
Desember 2008!

Anggaran pengumpulan piutang periode juli sampai dengan Desember 2008 adalah
Perhitungan
Juli Agustus September Oktober November Desember
Penjualan 1000000 1200000 1400000 1200000 1400000 1000000
Penj. Tunai 60 % 600000 720000 840000 720000 840000 600000
Penjualan Kredit 400000 480000 560000 480000 560000 400000
Penyusutan Piutang 10
% 40000 48000 56000 48000 56000 40000
Piutang Netto 360000 432000 504000 432000 504000 360000

Pola Pelunasan
Juli 40 % x 360.000 = 144.000 Oktober 40 % x 432.000 = 172.800
Agustus 40 % x 360.000 = 144.000 November 40 % x 432.000 = 172.800
September 20 % x 360.000 = 72.000 Desember 20 % x 432.000 = 86.400
Agustus 40 % x 432.000 = 172.800 November 40 % x 504.000 = 201.600
September 40 % x 432.000 = 172.800 Desember 40 % x 504.000 = 201.600
Oktober 20 % x 432.000 = 86.400 Januari 20 % x 432.000 = 100.800

September 40 % x 504.000 = 201.600 Desember 40 % x 360.000 = 144.000


Oktober 40 % x 504.000 = 201.600 Januari 40 % x 360.000 = 144.000
November 20 % x 504.000 = 100.800 Pebruari 20 % x 360.000 = 72.000

Daftar Penerimaan Dari Piutang

Bulan Piutang Juli Agustus Sept Okt Nov Des Thn


Penjualan Netto Yad
Juli 360000 144000 144000 72000

Agustus 432000 172000 172000 86400

September 504000 201600 201600 100800

Oktober 432000 172800 172800 86400

November 504000 201600 201600 100800

Desember 360000 144000 216000

Jumlah 2592000 144000 316000 445600 460800 475200 432000 316800

Anggaran Kas periode Juli sampai Dengan Desember 2008


Juli Agust Sept Okt Nov Des
Saldo Awal 200.000 650.000 1.488.800 2.467.200 2.906.000 3.435.600
Penjualan Tunai 600.000 720.000 840.000 720.000 840.000 600.000
Piutang 144.000 316.800 446.400 460.800 475.200 432.000
Penerimaan Lain 56.000 202.000 192.000 58.000 164.400 168.000
Tersedia 1000.000 1.888.800 2.967.200 3.706.000 4.385.600 4.635.600
Pengeluaran Lain 350.000 400.000 500.000 800.000 950.000 1.900.000
Saldo Akhir 650.000 1.488.800 2.467.200 2.906.000 3.435.600 2.735.600

2. Pada bulan Oktober 2008, manajemen PT.Nusa Indah menyusun anggaran kas perusahaan
untuk tahun 2009. Sedangkan data yang dimiliki manajemen perusahaan berkaitan dengan
penyusunan anggaran kas tersebut adalah sebagai berikut :
 Penjualan tunai tahun 2009 diperkirakan sebesar Rp 400.000.000. per bulan.
 Sedangkan penjualan kredit diperkirakan sebesar Rp 250.000.000. per bulan. Biasanya
pelanggan akan membayar pada bulan berikutnya.
 Diperkirakan, saldo piutang usaha pada akhir tahun 2008 sebesar Rp 200.000.000. Dari jumlah
piutang tersebut, diperkirakan akan dapat ditagih pada bulan Februari 2009 sebanyak 60% dan
sisanya akan dapat ditagih pada bulan Maret 2009
 Saldo kas pada akhir bulan Desember 2008, diperkirakan sebesar Rp 840.000.000.
 Pembelian bahan baku langsung dianggarkan sebesar Rp 400.000.000. per bulan. Dimana
sebesar 60% akan dibayar pada saat terjadinya transaksi dan sisanya akan dibayar pada bulan
berikutnya.
 Pada akhir tahun 2008, diperkirakan perusahaan masih memiliki hutang usaha sebesar Rp
400.000.000. dimana sebesar Rp 225.000.000.direncanakan akan dibayar pada bulan Januari
2009 dan sebesar Rp 175.000.000. direncakan akan dibayar pada bulan Februari 2009.
 Biaya tenaga kerja langsung dianggarkan sebesar Rp 45.000.000. per bulan.
 Biaya overhead pabrik dianggarkan sebesar Rp 50.000.000. per bulan, termasuk di dalamnya
biaya depresiasi aktiva tetap sebesar Rp 15.000.000. per bulan.
 Biaya pemasaran dianggarkan sebesar Rp 25.000.000. per bulan
 Biaya administrasi dan umum dianggarkan sebesar Rp 30.000.000. per bulan, termasuk di
dalamnya biaya depresiasi aktiva tetap sebesar Rp 8.000.000. per bulan.
 Perusahaan merencanakan akan membeli mesin pada bulan April 2009 sebesar Rp 280.000.000.
dan pada bulan September 2007 sebesar Rp 400.000.000.
 Pada awal tahun 2009 diperkirakan perusahaan masih akan memiliki hutang bank yang akan
jatuh tempo pada tahun 2009 sebesar Rp 520.000.000. (termasuk bunga). Dimana sebesar Rp
260.000.000. akan dibayar pada bulan April 2009 dan sebesar sisanya akan dibayar pada bulan
Mei 2009.
 Perusahaan merencanakan akan membayar pajak pada bulan Maret 2009 sebesar Rp
62.000.000.
 Diharapkan, Bank Danamon akan memberikan kredit modal kerja sebesar Rp 700.000.000.
pada akhir bulan Maret 2009, dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 24% per tahun dan
bunga akan dibayarkan setiap bulan mulai bulan Mei 2009.

Perusahaan merencanakan menjual 4 unit kendaraan pick-up yang dimilikinya, dengan taksiran
harga jual sebesar Rp 35.000.000. per unit. Diperkirakan seluruh mobil tersebut akan dapat
terjual pada bulan Februari 2009.
Dan untuk mengganti kendaraan yang telah dijual tersebut, perusahaan merencanakan akan
membeli secara tunai sebanyak 5 unit kendaraan baru, seharga Rp 80.000.000. per unit pada
bulan Februari 2009.

Berdasarkan data diatas, buatlah anggaran kas PT.Nusa Indah untuk 6 bulan pertama tahun
2009!

B u l a n
Keterangan
Januari Februari Maret April Mei Juni

# Saldo awal 840.000 648.000 336.000 977.000 360.000 211.000

# Aktivitas
Operasional

- Penjualan tunai 400.000 400.000 400.000 400.000 400.000 400.000

- Penerimaan
0 370.000 330.000 250.000 250.000 250.000
piutang
(240.000 (240.000
- Pembelian tunai (240.000) (240.000) (240.000) (240.000)
) )
- Pembayaran (160.000 (160.000
(225.000) (335.000) (160.000) (160.000)
hutang usaha ) )
- Biaya tenaga kerja (45.000) (45.000) (45.000) (45.000) (45.000) (45.000)
- Biaya overhead (35.000) (35.000) (35.000) (35.000) (35.000) (35.000)
- Biaya pemasaran (25.000) (25.000) (25.000) (25.000) (25.000) (25.000)

- Biaya Admin & (22.000)


(22.000) (22.000) (22.000) (22.000) (22.000)
umum

- Biaya bunga (12.000) (12.000)

-Pajak Penghasilan (62.000)

# Aktivitas Investasi
:
- Pembelian mesin (280.000)

- Penjualan kendaraan 140.000

-Pembelian kendaraan (320.000)


#Aktivitas
Operasional
- Pembayaran
(260.000)
hutang bank (260.000)
- Kredit bank 700.000

Saldo akhir 648.000 336.000 977.000 360.000 211.000 322.000

BAB 11 Anggaran Piutang dan Utang


1. Rencana penjualan PT. X untuk tahun 2005 sebagai berikut :
JANUARI 3.500.000 TRIWULAN II 12.000.000

FEBRUARI 3.700.000 TRIWULAN III 10.500.000

MARET 4.500.000 TRIWULAN IV 11.250.000


Dengan komposisi 50% penjualan kredit dan sisanya penjualan tunai diketahui kerugian piutang
tak tertagih (bad debts) 2% , hitunglah jumlah penjualan tunai dan penjualan kredit !
Keterangan Penj. Tunai Penj. Kredit Bad debt Piutang Netto
50% 50%
JANUARI 1.750.000 1.750.000 35.000 1.715.000
FEBRUARI 1.875.000 1.875.000 37.000 1.837.000
MARET 2.250.000 2.250.000 45.000 2.205.000
TRI II 6.000.000 6.000.000 120.000 5.880.000
TRI III 5.520.000 5.250.000 105.000 5.145.000
TRI IV 5.625.000 5.625.000 112.500 5.512.500

2. Budget penjualan perusahaan januari 2008, diketahui bahwa produk titan direncanakan terjual
sebanyak 115.000 botol dengan harga jual sebesar Rp. 482.200.000,00, sementara produk
“adiva” direncanakan terjual sebanyak 800.000 kaleng dengan harga jual Rp. 204.300.000,00 ?
Berapakah piutang yang akan diperoleh perusahaan dario kedua produk tersebut dan bagaimana
bentuk anggaran baudgetnya ?

1. Perkiraan transaksi penjualan Untuk Produk “ Titan “


a. Sebanyak 40 % x Rp. 481.200.000,00 = Rp. 192.480.000,00
potongan 4 % x Rp. 192.480.000,00 = Rp. 7.699.200,00
Diterima Tunai untuk bulan januari 2008 = Rp. 184.780.800,00
b. Sebanyak 20 % x Rp. 481.200.000,00 = Rp. 96.240.000,00
Potongan 4 % x Rp. 96.240.000,00 = Rp. 3.849.600,00
Tagihan piutang untuk bulan januari 2008 = Rp. 92.390.400,00
c. Sebanyak 30 % x Rp. 481.200.000,00 = Rp. 144.360.000,00
(tagihan piutang bulan januari 2008, tanpa potongan )
d. Sebanyak 10 % x Rp. 481.200,00 = Rp. 48.120.000,00
(tagihan Piutang bulan pebruari 2008, tanpa potongan)

2. Perkiraan transaksi penjualan Untuk Produk “ Adiva “


a. Sebanyak 50 % x Rp. 204.300.000,00 = Rp. 102.150.000,00
potongan 5 % x Rp. 102.150.000,00 = Rp. 5.107.750,00
Diterima Tunai untuk bulan januari 2008 = Rp. 97.042.500,00
b. Sebanyak 20 % x Rp. 204.300.000,00 = Rp. 40.860.000,00
Potongan 5 % x Rp. 40.860.000,00 = Rp. 2.043.000,00
Tagihan piutang bulan januari 2008 = Rp. 38.817.000,00
c. Sebanyak 20 % x Rp. 204.300.000,00 = Rp. 40.860.000,00
(tagihan piutang bulan januari, tanpa potongan )
d. Sebanyak 10 % x Rp. 204.300,00 = Rp. 20.430.000,00
(tagihan Piutang bulan pebruari 2008, tanpa potongan)

BAB 12 Anggaran Proyeksi Laporan Keuangan (Laba/Rugi)


1. Data keuangan Perusahaan Manufaktur ( PT. XXX ) untuk yang berakhir tahun 2010 adalah
sebagai berikut :
1. Persediaan barang jadi 1 jan 2010 100.000.000
2. Persediaan barang jadi 31 des 2010 120.000.000
3. Persediaan barang dalam proses 1 jan 2010 80.000.000
4. Persediaan barang dalam proses 31 des 2010 90.000.000
5. Persediaan bahan baku 1 jan 2010 150.000.000
6. persediaan bahan baku 31 des 2010 130.000.000
7. Pembelian bahan baku 600.000.000
8. Beban angkut pembelian 30.000.000
9. Retur pembelian 8.000.000
10. Potongan pembelian 7.000.000
11. Penjualan 1.500.000.000
12. Retur penjualan 20.000.000
13. Potongan penjualan 30.000.000
14. Beban penjualan 70.000.000
15. Beban umum dan administrasi 80.000.000
16. Biaya upah langsung 90.000.000
17. Biaya overhead 100.000.000
18. Beban bunga 10.000.000
19. Tarif Pajak penghasilan 25 %
Buatkan laporan Laba Rugi nya!!

a. Bahan Baku ( BB )
B. B = bahan baku awal + pembelian bersih – bahan baku akhir.
= 150.000.000 + 615.000.000 – 130.000.000
= 635.000.000

Harga pokok produksi ( HPPd ).


HPPd = barang dalam proses awal + BB + TKL + B. Overhead – b.dlm prses akhir
= 80.000.000 + 635.000.000 + 90.000.000 + 100.000.000 – 90.000.000
= 815.000.000

Harga Pokok Penjualan ( HPP )


HPP = barang jadi awal + HPPd – barang jadi akhir
= 100.000.000 + 815.000.000 – 120.000.000
= 795.000.000

Penjualan Bersih ( Pb )
Pb = Penjualan – Retur Penjualan – Potongan Penjualan
= 1.500.000.000 – 20.000.000 – 30.000.000
= 1.450.000.000

Laporan Laba Rugi


PT. XXX
Per 31 Desember 2010
Keterangan 31 Desember 2010
Penjualan Bersih 1.450.000.000
Harga Pokok Penjualan (795.000.000)
Laba Kotor 655.000.000
Beban Operasi :
Beban Penjualan (70.000.000)
Beban Administrasi dan Umum (80.000.000)
Laba sebelum beban bunga dan pajak 505.000.000
Beban bunga (10.000.000)
Laba bersih sebelum pajak 495.000.000
Pajak penghasilan 25 % x 495.000.000 (123.750.000)
Laba Bersih setelah pajak 371.250.000

2. Yayasan Jangkrikindo adalah sebuah yayasan yg bergerak di bidang pendidikan pelatihan berternak
jangkrik. Perusahaan ini menyewa tempat disalah satu perkantoran di Jakarta. Kegiatan transaksi pada
bulan Agustus adalah sebagai berikut :
a. 1 Agustus : Yayasan menginvestasikan modalnya sebesar Rp.10.000 dalam bentuk kas
b. 2 Agustus : Yayasan mengeluarkan biaya untuk sewa tempat sebesar Rp.1.800
c. 3 Agustus : Yayasan membeli pakan jangkrik sebesar Rp.8.200 yang dibayar secara kredit
pembayaran awal Rp.600
d. 18 Agustus : Pembayaran lain-lain, misal untuk kebersihan, pengecetan sebesar R.500
e. 22 Agustus : Yayasan menarik dananya sendiri sebesar Rp.500
f. 27 Agustus : Yayasan mendapat bantuan dari pemerintah tanpa bunga sebesar Rp.30.000 Bantuan
digunakan untuk membeli tanah (100m2 @ Rp.300/m2) untuk budidaya jangkrik sebesar Rp.30.000 dan
harus dikembalikan dalam jangka waktu 5 tahun)
g. 28 Agustus : Pengeluaran untuk membayar pengajar kursus Rp.1000
h. 28 Agustus : Penerimaan dari uang kursus 5 orang @ Rp.1.500 = Rp.7500
Buatlah laporan laba rugi dari yayasan tersebut!

Laporan laba rugi


Sewa tempat 1.800
Pakan 600
Kebersihan 500
Penarikan dana 500
Kurusus 1.000
Penerimaan dari orang kursus 7.500
Laba (rugi) 3.100

BAB 13 Anggaran Proyeksi Laporan Keuangan (Neraca)

BAB 14 Analisa BEP


1. Diketahui Fixed Cost suatu toko sepatu : Rp 500.000 kemudian Variable costnya Rp 10.000 /
unit dan Harga jualnya Rp 20.000 / unit. Berapakah BEP untuk unit dan rupiahnya?
Jawab :
 BEP-Unit = Fixed Cost
Harga Jual – Variabel Cost
= Rp 500.000
Rp 20.000 – Rp 10.000
= 50 unit
Artinya perusahaan perlu menjual 50 unit sepasang sepatu agar terjadi break even point. Pada
pejualan unit ke 51, maka toko itu mulai memperoleh keuntungan.
 BEP-Rupiah = Total Fixed Cost X Harga jual per unit
Harga jual per unit - Variable Cost
= Rp 500.000 X Rp 20.000
Rp 20.000 – Rp 10.000
= Rp 1.000.000

2. Diketahui sebuah perusahaan yang diberi nama “Usaha Maju” memiliki data-data biaya dan
rencana produksi seperti berikut ini :
a) Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp 140.000.000 yaitu terdiri dari:
biaya gaji pegawai + pemilik = Rp 75.000.000
biaya penyusutan mobil = Rp 1.500.000
biaya asuransi kesehatan = Rp 15.000.000
biaya sewa gedung kantor = Rp 18.500.000
biaya sewa pabrik = Rp 30.000.000
b) Biaya variable per unit Rp 75.000 yaitu terdiri dari:
biaya bahan baku = Rp 35.000
biaya tenaga kerja langsung = Rp 25.000
biaya lain = Rp 15.000
c) Harga Jual per Unit Rp 95,000.

Berapa tingkat BEP usaha tersebut baik dalam unit maupun dalam rupiah?
Jawab :
 BEP-Unit = Fixed Cost
Harga Jual – Variabel Cost
= Rp 140.000.000
Rp 95.000 – Rp 75.000
= 7.000 unit
 BEP-Rupiah = Total Fixed Cost X Harga jual per unit
Harga jual per unit - Variable Cost
= Rp 140.000.000 X Rp 95.000
Rp 95.000 – Rp 75.000
= Rp 665.000.000