Anda di halaman 1dari 46
KEPAILITAN Dr. DAHSAN HASAN, SH. MH.
KEPAILITAN
KEPAILITAN

Dr. DAHSAN HASAN, SH. MH.

K E P A I L I T A N
K E P A I L I T A N
Adalah segala sesuatu yang
Adalah
segala
sesuatu
yang
K E P A I L I T A N Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan

berhubungan dengan Pailit ( Failliet )

K E P A I L I T A N Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
K E P A I L I T A N Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
P A I L I T
P A I L I T
P A I L I T Adalah suatu keadaan dimana debitur tidak mampu untuk membayar semua

Adalah suatu keadaan dimana debitur tidak mampu untuk membayar semua utang-utang nya kepada kreditur

P A I L I T Adalah suatu keadaan dimana debitur tidak mampu untuk membayar semua
P A I L I T Adalah suatu keadaan dimana debitur tidak mampu untuk membayar semua
P A I L I T Adalah suatu keadaan dimana debitur tidak mampu untuk membayar semua
P A I L I T Adalah suatu keadaan dimana debitur tidak mampu untuk membayar semua
P A I L I T Adalah suatu keadaan dimana debitur tidak mampu untuk membayar semua
P A I L I T Adalah suatu keadaan dimana debitur tidak mampu untuk membayar semua
Konsep Kepailitan… Kreditur 1 Debitur Kreditur 4 Kreditur 2 Syarat Kepailitan… Kreditur 3
Konsep
Kepailitan…
Kreditur 1
Debitur
Kreditur 4
Kreditur 2
Syarat Kepailitan…
Kreditur 3

1. Kreditur Lebih dari 1

2. Sudah ada yg jatuh tempo

3. Ada Keadaan tidak mampu

4

Dasar Hukum Kepailitan
Dasar Hukum Kepailitan
Pasal 1131 KUH Perdata
Pasal 1131 KUH Perdata

Seluruh harta kekayaan seseorang baik yang ada sekarang atau yang akan datang, baik yang berwujud benda bergerak atau benda tetap merupakan jaminan bagi seluruh perikatan yang dibuatnya.

akan datang, baik yang berwujud benda bergerak atau benda tetap merupakan jaminan bagi seluruh perikatan yang
Dasar Hukum Kepailitan
Dasar Hukum Kepailitan
Pasal 1132 KUHPerdata
Pasal 1132 KUHPerdata

Semua harta kekayaan debitur dijual lelang dimuka umum atas dasar putusan hakim dan hasilnya dibagi kepada semua kreditur secara seimbang sesuai dengan jumlah piutangnya

umum atas dasar putusan hakim dan hasilnya dibagi kepada semua kreditur secara seimbang sesuai dengan jumlah
Dasar Hukum Kepailitan
Dasar Hukum Kepailitan

UU Kepailitan No.4 Tahun 1998

KUH Perdata (BW)

KUH Pidana

UU Perseroan Terbatas

UU Hak Tanggungan No.4 Thn 1996

UU Pasar Modal

UU Perbankan

UU BUMN

UU Perseroan Terbatas ■ UU Hak Tanggungan No.4 Thn 1996 ■ UU Pasar Modal ■ UU
Tujuan Lembaga Kepailitan
Tujuan Lembaga Kepailitan

1. Untuk mencegah perbuatan para kreditur secara sepihak.

2. Untuk memberikan pembayaran yang seimbang dengan besarnya piutang kepada semua pihak (kreditur).

3. Menghilangkan

terhadap

diskriminasi

kreditur.

Syarat Kepailitan 1 . Kreditur Lebih dari 1 2. Sudah ada salah satu dari utang
Syarat Kepailitan
Syarat Kepailitan

1.

Kreditur Lebih dari 1

2. Sudah ada salah satu dari utang yang jatuh tempo

3. Ada Keadaan tidak

Tindakan Yuridis setelah putusan Pailit

( Proses Kepailitan dilihat secara keseluruhan )

Putusan Pailit tingkat pertama, mulai berlaku penangguhan eksekusi hak jaminan.

Putusan pailit berkekuatan tetap

Mulai dilakukan tindakan verifikasi (Pencocokan piutang)

Dicapai komposisi Accord (perdamaian)

Pengadilan memberikan homologasi atas Accord.

Atau dinyatakan Insolvensi (Tidak mampu membayar)

Dilakukan pemberesan, penyusunan daftar piutang, & Pembagian.

Kepailitan berakhir

Rehabilitasi atas Debitur Pailit.

Pemohon Pailit
Pemohon Pailit

Debitur sendiri

Satu atau lebih kreditur

Jaksa atau Hakim karena jabatannya

Bank Indonesia jika debiturnya Bank.

Bapepam jika debiturnya perusahaan efek.

atau Hakim karena jabatannya • Bank Indonesia jika debiturnya Bank. • Bapepam jika debiturnya perusahaan efek.
PIHAK YANG TERLIBAT DALAM 
 PROSES KEPAILITAN • Pihak pemohon Pailit • Pihak Debitur Pailit

PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PROSES KEPAILITAN

PIHAK YANG TERLIBAT DALAM 
 PROSES KEPAILITAN • Pihak pemohon Pailit • Pihak Debitur Pailit •

Pihak pemohon Pailit

Pihak Debitur Pailit

Hakim Pengadilan Niaga

Hakim Pengawas (H. Komisaris)

Kurator ( Balai Harta Peninggalan )

Panitia para Kreditur

Pengurus

BATAS WAKTU DLM PERKARA KEPAILITAN
BATAS WAKTU DLM PERKARA KEPAILITAN

Permohonan pernyataan pailit dan pendaftarannya kepada pengadilan Niaga melalui Panitera Pengadilan.

Panitia menyampaikan permohonan tersebut kepada Ketua Pengadilan Niaga ( 1 hari )

Pengadilan mempelajari permohonan dan menetapkan hari sidang ( 2 hari sejak pendaftaran permohonan diterima )

sidang ( 2 hari sejak pendaftaran permohonan diterima ) • Batas akhir pemanggilan sidang ( 7
sidang ( 2 hari sejak pendaftaran permohonan diterima ) • Batas akhir pemanggilan sidang ( 7
sidang ( 2 hari sejak pendaftaran permohonan diterima ) • Batas akhir pemanggilan sidang ( 7
sidang ( 2 hari sejak pendaftaran permohonan diterima ) • Batas akhir pemanggilan sidang ( 7

Batas akhir pemanggilan sidang ( 7 hari sebelum sidang 1 )

Batas akhir pemanggilan sidang ( 7 hari sebelum sidang 1 ) • Batas akhir pelaksanaan sidang

Batas akhir pelaksanaan sidang pertama ( 20 hari sejak pendaftaran )

pelaksanaan sidang pertama ( 20 hari sejak pendaftaran ) • Sidang dapat ditunda jika memenuhi syarat

Sidang dapat ditunda jika memenuhi syarat ( 25 hari sejak pendaftaran)

ditunda jika memenuhi syarat ( 25 hari sejak pendaftaran ) • Putusan Kepailitan ( 30 hari

Putusan Kepailitan ( 30 hari sejak pendaftaran permohonan )

Kepailitan ( 30 hari sejak pendaftaran permohonan ) • Penyampaian hasil putusan kepada para pihak (

Penyampaian hasil putusan kepada para pihak ( 2 hari sejak putusan diucapkan )

kepada para pihak ( 2 hari sejak putusan diucapkan ) • Pengajuan dan pendaftaran permohonan kasasi

Pengajuan dan pendaftaran permohonan kasasi kepada panitera pengadilan niaga ( 8 hari sejak putusan diterima oleh para pihak )

dan pendaftaran permohonan kasasi kepada panitera pengadilan niaga ( 8 hari sejak putusan diterima oleh para
KELENGKAPAN DOKUMEN JIKA KEPAILITAN DIMOHONKAN OLEH DEBITUR • Surat permohonan bermaterai yg ditujukan kepada Ketua

KELENGKAPAN DOKUMEN JIKA KEPAILITAN DIMOHONKAN OLEH DEBITUR

KELENGKAPAN DOKUMEN JIKA KEPAILITAN DIMOHONKAN OLEH DEBITUR • Surat permohonan bermaterai yg ditujukan kepada Ketua

Surat permohonan bermaterai yg ditujukan kepada Ketua Pengadilan Niaga.

Kartu Ijin Pengacara yang dilagalisir

Surat kuasa khusus

Akta pendaftaran perusahaan/ yayasan/ asosiasi yg disahkan oleh kantor perdagangan paling lambat 1 pekan sebelum permohonan didaftarkan

Putusan sah RUPS terakhir (jika pemohon debitur perusahaan)

Anggaran Dasar Perusahaan,

Neraca Pembukuan Tahun terakhir ( Debitur Perusahaan )

Nama dan alamat debitur dan kreditur

KTP suami/ istri (Pemohon debitur perorangan)

Daftar Asset dan Tanggungjawab.

KELENGKAPAN DOKUMEN JIKA KEPAILITAN DIMOHONKAN OLEH KREDITUR • Surat permohonan bermaterai yg ditujukan kepada Ketua

KELENGKAPAN DOKUMEN JIKA KEPAILITAN DIMOHONKAN OLEH KREDITUR

KELENGKAPAN DOKUMEN JIKA KEPAILITAN DIMOHONKAN OLEH KREDITUR • Surat permohonan bermaterai yg ditujukan kepada Ketua

Surat permohonan bermaterai yg ditujukan kepada Ketua Pengadilan Niaga.

Kartu Ijin Pengacara yang dilagalisir

Surat kuasa khusus

Akta pendaftaran perusahaan/ yayasan/ asosiasi yg disahkan oleh kantor perdagangan paling lambat 1 pekan sebelum permohonan didaftarkan

Perincian uang yang tidak terbayar

Nama dan alamat debitur

Harta Kekayaan si Pailit = Budel Pailit 
 Lembaga yang terlibat mengurus BUDEL 
 1.
Harta Kekayaan si Pailit = Budel Pailit 
 Lembaga yang terlibat mengurus BUDEL 
 1.

Harta Kekayaan si Pailit = Budel PailitLembaga yang terlibat mengurus BUDEL

1.

2.

3.

Hakim Komisaris

Balai Harta Peninggalan

Panitia para kreditur


 Balai Harta Peninggalan 
 Panitia para kreditur 
 
 Hakim Komisaris : 
 1. Memimpim

Balai Harta Peninggalan 
 Panitia para kreditur 
 
 Hakim Komisaris : 
 1. Memimpim dan

Hakim Komisaris:

1. Memimpim dan mengawasi pelaksanaan kepailitan

2. Ditunjuk oleh hakim yang memutuskan kepailitan

Tugas Hakim Komisaris • Memperhatikan kepentingan kreditur dan si pailit • Memimpin rapat verifikasi •
Tugas Hakim Komisaris • Memperhatikan kepentingan kreditur dan si pailit • Memimpin rapat verifikasi •

Tugas Hakim Komisaris

Memperhatikan kepentingan kreditur dan si pailit

Memimpin rapat verifikasi

Menyetujui atau menolak daftar tagihan

Menyerahkan tagihan yang tidak dapat diselesaikan dalam rapat verifikasi kepada hakim yang memutus kepailitan

Berwenang memperoleh keterangan

Berwenang memberi perintah penyelidikan oleh ahli

Hakim Komisaris
Hakim Komisaris

Segala ketetapan hakim komisaris dalam waktu 5 hari dapat dimintakan banding ke pengadilan yang berwenang

Dalam rapat para kreditur, hakim komisaris adalah ketuanya

Tanpa izin hakim komisaris, selama proses kepailitan debitur pailit tidak boleh meninggalkan tempat tinggalnya.

Dalam waktu 14 hari setelah putusan pailit memperoleh kekuatan hukum, hakim komisaris menetapkan hari, batas pemasukan tagihan para kreditur dan hari, Jam dan tempat diadakannya rapat Verifikasi.

BALAI HARTA PENINGGALAN
BALAI HARTA PENINGGALAN

Bertindak sebagai pengampu/wali bagi si debitur pailit

Bertugas melakukan pengurusan dan pemberesan harta kekayaan debitur pailit

pengampu/wali bagi si debitur pailit • Bertugas melakukan pengurusan dan pemberesan harta kekayaan debitur pailit
TUGAS BHP
TUGAS BHP
TUGAS BHP • Mengumumkan putusan pailit dalam berita negara dan surat kabar yang disetujui hakim komisaris

Mengumumkan putusan pailit dalam berita negara dan surat kabar yang disetujui hakim komisaris

Menyita barang-barang debitur pailit

Menyusun daftar inventaris Budel Pailit

Menyusun daftar utang dan piutang debitur pailit & Kreditur

Meneruskan jalannya perusahaan debitur pailit

Membuka semua surat yang ditujukan ke debitur pailit

Semua gugatan ke debitur pailit diajukan ke kurator/ BHP

Memberi nafkah debitur dan keluarganya seizin hakim komisaris

Menjual barang debitur pailit bila dianggap perlu

Membuat suatu accord setelah mendapat nasihat dari kreditur dan persetujuan hakim komisaris

AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Boleh dilakukan kompensasi • Kontrak timbal balik boleh dilanjutkan • Berlaku
AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Boleh dilakukan kompensasi • Kontrak timbal balik boleh dilanjutkan • Berlaku
AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Boleh dilakukan kompensasi • Kontrak timbal balik boleh dilanjutkan • Berlaku

AKIBAT PUTUSAN PAILIT

Boleh dilakukan kompensasi

Kontrak timbal balik boleh dilanjutkan

Berlaku penangguhan eksekusi

Berlaku ACTIO PAULIANA.

Berlaku sitaan umum atas seluruh harta debitur

Termasuk terhadap harta suami/ istri

Debitur kehilangan hak untuk mengurus hartanya.

Perikatan setelah debitur pailit tdk dapat dibayar.

Gugatan hukum harus oleh/ terhadap kurator

Perkara pengadilan ditangguhkan

Debitur dan kreditur dapat diminta untuk bersumpah.

AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Pelaksanaan putusan hakim dihentikan. • Semua penyitaan atas harta debitur dibatalkan.
AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Pelaksanaan putusan hakim dihentikan. • Semua penyitaan atas harta debitur dibatalkan.
AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Pelaksanaan putusan hakim dihentikan. • Semua penyitaan atas harta debitur dibatalkan.

AKIBAT PUTUSAN PAILIT

Pelaksanaan putusan hakim dihentikan.

Semua penyitaan atas harta debitur dibatalkan.

Debitur dikeluarkan dari penjara

Uang paksa tidak diperlukan.

Pelelangan yg sedang berjalan dilanjutkan.

Balik nama dihentikan.

Daluwarsa dicegah.

Sewa menyewa dapat dihentikan

Karyawan dapat di PHK

Warisan dapat diterima oleh kurator atau ditolak

Pembayaran utang sebelum pailit oleh debitur dibatalkan.

AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Uang hasil penjualan surat berharga dikembalikan • Pembayaran oleh debitur setelah
AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Uang hasil penjualan surat berharga dikembalikan • Pembayaran oleh debitur setelah
AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Uang hasil penjualan surat berharga dikembalikan • Pembayaran oleh debitur setelah

AKIBAT PUTUSAN PAILIT

Uang hasil penjualan surat berharga dikembalikan

Pembayaran oleh debitur setelah pernyataan pailit dapat dibatalkan.

Sekutu debitur pailit berhak mengkompensasi hutang dengan keuntungan.

Hak retensi tidak hilang

Debitur pailit dapat disandera dan diberikan paksaan badan

Debitur pailit demi hukum dicekal

Harta pailit dapat disegel.

Surat-surat kepada debitur pailit dapat dibuka oleh kurator

Barang berharga debitur pailit disimpan oleh kurator

AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Uang tunai debitur pailit harus dibungakan. • Penyanderaan dan pencekalan berlaku
AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Uang tunai debitur pailit harus dibungakan. • Penyanderaan dan pencekalan berlaku
AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Uang tunai debitur pailit harus dibungakan. • Penyanderaan dan pencekalan berlaku

AKIBAT PUTUSAN PAILIT

Uang tunai debitur pailit harus dibungakan.

Penyanderaan dan pencekalan berlaku juga kepada direksi.

Keputusan pailit bersifat serta merta.

Berlaku juga ketentuan pidana bagi debitur

Keputusan hakim komosaris bersifat serta merta.

Debitur pailit tidak boleh menjadi direktur/ komisaris pada perusahaan lain.

Hak-hak tertentu debitur pailit tetap berlaku, kecuali hak atas harta kekayaannya.

AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Seluruh harta kekayaan debitur pailit berada dalam keadaan barang sitaan. •
AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Seluruh harta kekayaan debitur pailit berada dalam keadaan barang sitaan. •

AKIBAT PUTUSAN PAILIT

AKIBAT PUTUSAN PAILIT • Seluruh harta kekayaan debitur pailit berada dalam keadaan barang sitaan. • Debitur

Seluruh harta kekayaan debitur pailit berada dalam keadaan barang sitaan.

Debitur pailit kehilangan haknya untuk mengurus dan menguasai harta kekayaannya.

Harta debitur pailit diurus dan dikuasai oleh BHP untuk kepentingan seluruh kreditur.

Diangkatnya hakim komisaris yang memimpin dan mengawasi jalannya proses kepailitan

Kepailitan hanya semata-mata mengenai harta debitur pailit

Eksekusi atas harta debitur pailit harus dihentikan

Segala macam sita dihentikan dan dibatalkan.

Segala bentuk paksaan badan dan uang paksa dibebaskan

Pelelangan yang sudah berlanjut dapat dilakukan dengan tanggungan harta debitur pailit

Barang milik debitur yang tidak boleh disita karena pailit. • Alat perlengkapan tidur dan pakaian

Barang milik debitur yang tidak boleh disita karena pailit.

milik debitur yang tidak boleh disita karena pailit. • Alat perlengkapan tidur dan pakaian sehari-hari •
milik debitur yang tidak boleh disita karena pailit. • Alat perlengkapan tidur dan pakaian sehari-hari •
milik debitur yang tidak boleh disita karena pailit. • Alat perlengkapan tidur dan pakaian sehari-hari •
milik debitur yang tidak boleh disita karena pailit. • Alat perlengkapan tidur dan pakaian sehari-hari •

Alat perlengkapan tidur dan pakaian sehari-hari

Alat perlengkapan dinas

Alat perlengkapan kerja

Persediaan makanan selama 1 bulan

Buku-buku yang dipakai untuk bekerja

Gaji, upah, honor dan pensiun debitur pailit

Hak pengarang

Sejumlah uang nafkah yang ditetapkan hakim komisaris

Sejumlah uang yang diterima dari pemberian anak-anaknya

Barang yang kebetulan dititipkan pihak lain ketangan debitur pailit

uang yang diterima dari pemberian anak-anaknya • Barang yang kebetulan dititipkan pihak lain ketangan debitur pailit
PANITIA PARA KREDITUR 
 Dibentuk jika keadaan BUDEL menghendaki 
 1. Panitia sementara (sebelum verifikasi)

PANITIA PARA KREDITURDibentuk jika keadaan BUDEL menghendaki

1.

Panitia sementara (sebelum verifikasi)

2.

Panitia tetap (diusulkan dalam Verifikasi)

Tugasnya:

a. Melihat buku & surat yang terkait dengan

kepailitan

b. Meminta keterangan kepada si pailit

c. Meminta keterangan kepada BHP

d. Dapat mengadakan rapat tanpa hadirnya BHP

Meminta keterangan kepada BHP 
 d. Dapat mengadakan rapat tanpa hadirnya BHP 
 e. Memberikan nasihat

e. Memberikan nasihat kepada BHP

RAPAT PARA KREDITUR
RAPAT PARA KREDITUR

Rapat Verifikasi: yaitu untuk menentukan kecocokan semua tagihan yang diajukan yang diketahui oleh hakim komisaris dan dihadiri oleh BHP.

Rapat untuk membicarakan ACCORD bila diajukan oleh si pailit dan belum dibahas dalam verifikasi

Rapat-rapat luar biasa

TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI • Hakim pengawas menetapkan hari terakhir untuk memasukkan tagihan kepada kurator/ BHP
TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI • Hakim pengawas menetapkan hari terakhir untuk memasukkan tagihan kepada kurator/ BHP
TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI • Hakim pengawas menetapkan hari terakhir untuk memasukkan tagihan kepada kurator/ BHP

TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI

Hakim pengawas menetapkan hari terakhir untuk memasukkan tagihan kepada kurator/ BHP serta hari, tanggal, waktu dan tempat rapat kreditur untuk pencocokan tagihan.

Kurator/ BHP memberitahu kreditur melalui surat tercatat dan surat kabar.

Kreditur memasukkan tagihan dengan bukti yang sah, keterangan jaminan, preferensi dan berhak meminta tanda terima.

Kurator/ BHP mencocokkan klaim dengan catatan debitur pailit, berunding dengan kreditur dan membuat daftar piutang yang diakui sementara atau yang dibantah/ ditolak.

TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI • Daftar itu diletakan di kepaniteraan pengadilan Niaga dan tempat kedudukan kurator/
TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI • Daftar itu diletakan di kepaniteraan pengadilan Niaga dan tempat kedudukan kurator/
TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI • Daftar itu diletakan di kepaniteraan pengadilan Niaga dan tempat kedudukan kurator/

TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI

Daftar itu diletakan di kepaniteraan pengadilan Niaga dan tempat kedudukan kurator/ BHP paling lama 7 hari sebelum rapat pencocokan piutang dilaksanakan.

Kurator/ BHP memberitahukan kepada kreditur tentang peletakan daftar piutang.

Rapat Verifikasi dilaksanakan dengan dipimpin oleh hakim komisaris.

Debitur dan kreditur harus hadir sendiri untuk memberikan keterangan yang diperlukan.

Kurator/ BHP, Panitia kreditur wajib hadir dan semua kreditur boleh hadir atau diwakili oleh kuasanya.

Hakim komisaris membacakan daftar piutang yang dibuat kurator/ BHP, satu persatu piutang yang dibantah dan diakui sementara dibicarakan.

TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI • Piutang yg tdk dapat diselesaikan hakim komisaris diserahkan ke acara RENVOI
TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI • Piutang yg tdk dapat diselesaikan hakim komisaris diserahkan ke acara RENVOI
TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI • Piutang yg tdk dapat diselesaikan hakim komisaris diserahkan ke acara RENVOI

TAHAP-TAHAP RAPAT VERIFIKASI

Piutang yg tdk dapat diselesaikan hakim komisaris diserahkan ke acara RENVOI di Pengadilan Niaga untuk diselesikan.

Piutang yang sudah diakui dalam rapat verifikasi dimasukkan dalam daftar piutang yang di akui.

Dibuatkan berita acara yang ditanda tangani oleh hakim komisaris dan panitera.

Setelah selesai kurator wajib memberikan segala keterangan mengenai harta pailit dalam bentuk laporan.

Laporan dan berita acara rapat verifikasi diletakkan di kepaniteraan Pengadilan Niaga dan tempat kedudukan kurator/ BHP

12 Tahapan Rapat Verifikasi…

Kreditur memasukkan Penetapan batas hari K u r a t o r / B H
Kreditur memasukkan
Penetapan
batas
hari
K u r a t o r /
B H P
pemasukan serta hari,
tanggal, waktu dan tempat
ra p at k re d i t u r u nt u k
pencocokan tagihan
memberitahu kreditur
melalui surat tercatat
dan surat kabar
tagihan dengan bukti
yang sah, keterangan
jaminan, preferensi
dan
berhak
meminta
tanda terima
Kurator/ BHP mencocokkan
klaim dengan catatan
debitur pailit, berunding
d e n g a n k r e d i t u r d a n
membuat daftar piutang
yang diakui sementara atau
yang dibantah/ ditolak
Laporan
dan
berita
Daftar itu diletakan
P i u t a n g
sudah
r a p a t
diakui
y a n g
dalam
Dibuatkan berita acara yang
ditanda tangani oleh hakim
komisaris dan panitera.
acara
rapat
verifikasi
di kepaniteraan pengadilan
d
i
l e t a
d i
N i a g a
d a n
t e m p a t
v e r i f i k a s i
Setelah selesai kurator wajib
k e p
a n
k k a n
t e r a
i
a n
dimasukkan
dalam
m e m b e r i k a n
s e g a l a
Pengadilan Niaga dan
daftar piutang yang di
keterangan mengenai harta
pailit dalam bentuk laporan
tempat
kedudukan
kurator/ BHP
kedudukan kurator/ BHP
paling lama 7 hari sebelum
rapat pencocokan piutang
dilaksanakan
Hakim komisaris
membacakan
P i u t a n g
diselesaikan
y g
t d k
d a p a t
komisaris
Rapat
Verifikasi
K u r a t o r /
B H P
piutang
hakim
ku rato r /
diserahkan ke acara RENVOI di
persatu
P e n g a d i l a n
diselesikan
N i a g a
u n t u k
dibantah
s
e
m
e
yang
B H P,
piutang
dan
n
daftar
dibuat
s at u
yang
diakui
r
dilaksanakan
d
e
n
g
a
n
m e m b e r i t a h u k a n
kepada kreditur tentang
dipimpin
oleh
p e l e t a k a n
piutang
d a f t a r
hakim komisaris
t
a
a
33
GOLONGAN KREDITUR • KREDITUR SEPARATIS • KREDITUR PREFERENS 1. Kreditur Preferens Pasca Kepailitan 2.
GOLONGAN KREDITUR • KREDITUR SEPARATIS • KREDITUR PREFERENS 1. Kreditur Preferens Pasca Kepailitan 2.

GOLONGAN KREDITUR

KREDITUR SEPARATIS

KREDITUR PREFERENS

1. Kreditur Preferens Pasca Kepailitan

2. Kreditur Preferens Khusus

3. Kreditur Preferens Umum

KREDITUR KONKUREN

Kreditur Preferens Pasca Kepailitan 2. Kreditur Preferens Khusus 3. Kreditur Preferens Umum • KREDITUR KONKUREN
KREDITUR SEPARATIS
KREDITUR SEPARATIS

Adalah Kreditur yang memegang hak jaminan atas kebendaan, misalnya hak tanggungan, hak gadai, hak fidusia, hak hipotek, dll Kreditur Separatis boleh memisahkan benda- benda jaminan tersebut dari harta pailit dan melakukan eksekusi atas benda jaminan tersebut seolah-olah tidak terjadi kepailitan

tersebut dari harta pailit dan melakukan eksekusi atas benda jaminan tersebut seolah-olah tidak terjadi kepailitan
KREDITUR PREFERENS 
 PASCA KEPAILITAN Adalah kreditur yang mempunyai hak prioritas untuk langsung mendapatkan

KREDITUR PREFERENSPASCA KEPAILITAN

KREDITUR PREFERENS 
 PASCA KEPAILITAN Adalah kreditur yang mempunyai hak prioritas untuk langsung mendapatkan

Adalah kreditur yang mempunyai hak prioritas untuk langsung mendapatkan pembayaran tanpa harus melalui proses rapat verifikasi, contohnya: fee kurator, Appraisal, Akuntan. Sewa kantor debitur setelah hari pernyataan pailit, dan Gaji karyawan debitur setelah hari pernyataan pailit.

Akuntan. Sewa kantor debitur setelah hari pernyataan pailit, dan Gaji karyawan debitur setelah hari pernyataan pailit.
KREDITUR PREFERENS KHUSUS
KREDITUR PREFERENS KHUSUS

Adalah kreditur yang mempunyai hak prioritas sehubungan dengan hasil penjualan asset tertentu milik debitur pailit, contohnya seorang teknisi yang memperbaiki kendaraan mobil debitur pailit yang belum dibayarkan, maka jika mobil itu laku terjual, ia memiliki preferensi khusus untuk didahulukan pembayarannya.

yang belum dibayarkan, maka jika mobil itu laku terjual, ia memiliki preferensi khusus untuk didahulukan pembayarannya.
KREDITUR PREFERENS UMUM
KREDITUR PREFERENS UMUM

Adalah kreditur yang mempunyai hak prioritas sehubungan dengan hasil penjualan seluruh asset kekayaan debitur pailit, contohnya jika seorang karyawan mempunyai klaim atas gajinya yang belum dibayarkan oleh debitur pailit, ia mempunyai preferensi atas hasil penjualan seluruh asset debitur pailit.

yang belum dibayarkan oleh debitur pailit, ia mempunyai preferensi atas hasil penjualan seluruh asset debitur pailit.
KREDITUR KONKUREN
KREDITUR KONKUREN

Adalah kreditur biasa yang tidak memegang jaminan dan juga tidak mendapatkan hak istimewa menurut UU, karenanya ia tidak memiliki prioritas dalam pembayaran dan hanya akan dibayar jika kreditur sebelumnya telah dibayarkan terlebih dahulu. Ia harus memasukkan klaimnya kepada kurator/ BHP untuk diverifikasi dan akan menanggung biaya kepailitan secara pro rata parte. Dalam praktek, kreditur konkuren biasanya mendapatkan prosentase yang kecil dari klaim yang dimasukkan.

pro rata parte. Dalam praktek, kreditur konkuren biasanya mendapatkan prosentase yang kecil dari klaim yang dimasukkan.
GOLONGAN KREDITUR 

GOLONGAN KREDITUR 


1. Kreditur SeparatisPemegang hak hipotik dan hak gadai

2. Kreditur Preferens Piutangnya punya kedudukan istimewa

3. Kreditur Konkuren

Kreditur biasa

TAGIHAN KREDITUR 

TAGIHAN KREDITUR 


1. Yang diakui Sah (diakui sementara)

2. Yang dibantah/ ditolak

3. Yang diakui dengan syarat

TAGIHAN KREDITUR 
 1. Yang diakui Sah (diakui sementara) 
 2. Yang dibantah/ ditolak 
 3.
COMPOSITION, AKKOORD, 
 PERDAMAIAN 
 
 Adalah semua perjanjian antara Kreditur dan Debitur dimana diadakan

COMPOSITION, AKKOORD, PERDAMAIAN

COMPOSITION, AKKOORD, 
 PERDAMAIAN 
 
 Adalah semua perjanjian antara Kreditur dan Debitur dimana diadakan suatu
COMPOSITION, AKKOORD, 
 PERDAMAIAN 
 
 Adalah semua perjanjian antara Kreditur dan Debitur dimana diadakan suatu

Adalah semua perjanjian antara Kreditur dan Debitur dimana diadakan suatu pengaturan yang menyatakan bahwa dengan membayar sesuatu presentase maka debitur dibebaskan untuk sisanyaAKKORD adalah dorongan bagi debitur dan ahli warisnya untuk menawarkan lebih banyak kepada kreditur keuntungan dari pada yang akan mereka terima bila kepailitan berakhir dengan cara Insolvensi

lebih banyak kepada kreditur keuntungan dari pada yang akan mereka terima bila kepailitan berakhir dengan cara
lebih banyak kepada kreditur keuntungan dari pada yang akan mereka terima bila kepailitan berakhir dengan cara
lebih banyak kepada kreditur keuntungan dari pada yang akan mereka terima bila kepailitan berakhir dengan cara
lebih banyak kepada kreditur keuntungan dari pada yang akan mereka terima bila kepailitan berakhir dengan cara
BENTUK AKKOORD
BENTUK AKKOORD

Penawaran pelunasan utang debitur dengan asset yang ada, kemudian sisanya dianggap lunas.

Penawaran Akkoord Likuidasi, dengan menunjuk pemberes yang akan membagikan secara merata asset debitur pailit.

Penawaran untuk menunda kemudian mengangsur hingga lunas seluruh utang debitur pailit.

Penawaran untuk membayar tunai seluruh utang debitur pailit

HOMOLOGASI AKKOORD
HOMOLOGASI AKKOORD

Adalah pengesahan oleh hakim pengadilan niaga atas akkoord yang disepakati antara debitur pailit dengan seluruh krediturnya. Sidang homologasi dapat menerima atau menolak jika Harta pailit sangat jauh dari jumlah yang diperjanjikan dalam akkoord, pemenuhan perdamaian tidak cukup terjamin, Perdamaian tercapai karena penipuan/ kolusi antara debitur pailit dengan seseorang atau beberapa orang kreditur.

INSOLVENSI
INSOLVENSI

Adalah berakhirnya kepailitan karena:

Dalam rapat verifikasi tidak ada penawaran Akkoord.

Ada Akkord tetapi ditolak dalam rapat verifikasi.

Ada Akkoord, diterima dalam rapat verifikasi tetapi Homologasinya ditolak oleh pengadilan.

AKIBAT HUKUM INSOLVENSI
AKIBAT HUKUM INSOLVENSI

Harta pailit segera dieksekusi dan dibagikan kepada seluruh krediturnya yang berhak. Pada prinsipnya tidak ada rehabilitasi bagi debitur pailit, hal ini disebabkan karena dalam insolvensi telah tidak terjadi perdamaian dan asset debitur pailit lebih kecil dari kewajiannya terhadap seluruh kreditur yang berhak, rehabilitasi hanya dimungkinkan jika kepailitan berakhir dengan Akkoord atau utangnya dapat dibayar penuh/ lunas.

PROSES PEMBAYARAN KEPADA KREDITUR DALAM PEMBERESAN KEPAILITAN ■ Kurator/ BHP membuat daftar pembagian. ■ Hakim

PROSES PEMBAYARAN KEPADA KREDITUR DALAM PEMBERESAN KEPAILITAN

PROSES PEMBAYARAN KEPADA KREDITUR DALAM PEMBERESAN KEPAILITAN ■ Kurator/ BHP membuat daftar pembagian. ■ Hakim

Kurator/ BHP membuat daftar pembagian.

Hakim pengawas mensahkan daftar pembagian tsb.

Daftar pembagian diumumkan di kepaniteraan Pengadilan Niaga dan salinannya diumumkan di kantor Kurator/ BHP

Kreditur dapat mengajukan perlawanan atas daftar pembagian kepada panitera pengadilan niaga.

Pengadilan niaga memberi ketetapan disertai alasannya.

Kasasi terhadap ketetapan pengadilan niaga oleh krediturtanpa adanya Peninjauan Kembali (PK).

Keputusan MA atas kasasi yang diajukan

Pembayaran oleh kurator/ BHP

Setelah daftar pembayaran ditutup dan memperoleh kekuatan tetap maka kepailitan berakhir.

Pertanggungjawaban kurator/ BHP kepada Hakim Komisaris

Atas perintah pengadilan niaga, kurator membagi lagi sisa harta debitur pailit yang baru ketahuan setelah pemberesan selesai dilaksanakan.