Anda di halaman 1dari 6

Rika Amelia Agustin

170210160007

Aspek Negosiasi dalam Film “Thank You For Smoking”

Berdasarkan film Thank You For Smoking ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi
seorang negosiator, di antaranya adalah mengetahui informasi yang cukup mengenai lawan
negosiasi (mulai dari kepentingannya, apa yang ingin dicapai dalam bernegosiasi, dan lain
sebagainya), cara penyampaian materi negosiasi yang menarik dan dibutuhkan sedikit kata-
kata rumit, kiasan dan sebagainya agar lawan negosiasi menjadi bingung dan akhirnya
mengambil keputusan untuk menyetujui.
Misalnya: Modal apa yang dimiliki Nick Naylor untuk menjadi seorang negosiator yang
ulung?? Ia mempunyai passion dan sangat mencintai bidang pekerjaannya. Hal tersebut dapat
terlihat sejak adegan awal bahwa dia sangat mencintai pekerjaannya sebagai pelobi dan juru
bicara. Bahkan dengan bangga untuk show off and attract anaknya agar belajar membuat
argumen yang baik. Sadar akan posisi dan kepentingannya. Kemudian saat dia bernegosiasi ke
Global Entertainment Office di California dengan head project untuk pembuatan iklan
rokok terlihat sekali bahwa Nick sangat paham akan posisi dan kepentingannya, yaitu kritis
dan sensitif terhadap issue. Begitupun dalam wawancara dan tanya jawab mengenai isu sensitif
sekalipun jawabannya sangat cerdas. Kritis terhadap pertanyaan dan elaboratif dalam
menjawab. Pada adegan awal pada acara talkshow misalnya, juga adegan di court yang terakhir
performance meyakinkan: percaya diri, charming. Sudah jelas bahwa performance dan
penampilan merupakan nilai plus bagi seorang negosiator dan Nick mempuyai kesan pertama
yang mempesona dan meyakinkan. Kemampuan untuk meyakinkan (convincing) dan
membuat argumen yang baik. Menguasai permasalahan dan mempunyai banyak informasi.
Sistematis dan taktis dalam bertutur dan bertindak.

Sebelum meriview film ini, ada baiknya terlebih dahulu saya jelaskan apa itu yang
dimaksud negosiasi, presentasi, dan lobi. Yang dimaksud negosiasi adalah Proses tawar
menawar dgn cara berunding guna mencapai kesepakatan bersama antar satu pihak degan pihak
lain atau, penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antar pihak yg bersengketa.
Dan orang yang melakukan negosiasi disebut negosiator. Presentasi adalah salah satu kegiatan
penyampaian informasi kepada khalayak umum. Sedangkan yang dimaksud lobi adalah Bentuk
usaha yg dilakukan oleh individu ataupun kelompok dengan tujuan untuk mempengaruhi
keputusan atau untuk mencari pemecahan masalah yang dapat menguntungkan pihaknya secara
informal.
Film Thank You for Smoking menceritakan kehidupan seorang lobbyist beranama Nick
Naylor (diperankan oleh Aaron Eckhart), yang menjadi wakil direktur dari Akademi Kajian
Tembakau di Amerika Serikat. Dalam kesehariannya, Nick berusaha mempertahankan
pemasaran rokok dengan cara beradu argument melawan para environmentalist dan praktisi
kesehatan yang menentang keberadaan rokok, terutama menyangkut permasalahan remaja
Amerika yang menganggap rokok itu keren. Berbagai masalah menghadang Nick sebagai
seorang lobbyist, akan tetapi semua dapat diatasinya dengan berbagai macam langkah dalam
berargumen dan strategi yang dimilikinya dalam bernegosiasi. Pada akhirnya semua berakhir
bahagia, karena meskipun Nick memilih untuk keluar dari pekerjaannya, dia dapat mendirikan
usahanya sendiri, dan dapat terus menggunakan kemampuannya sebagai lobbyist.
Hal pertama yang saya tangkap dari film Thank You for Smoking adalah bahwa sebagai
negosiator ulung, kita harus dapat mengajak orang lain untuk mengikuti jalan pikiran
kita. Dengan kata lain negosiator yang baik adalah negosiator yang mampu bersifat persuasif.
Dalam hal ini, meski sangat berciri contending, sebenarnya hal tersebut juga dapat diterapkan
pada strategi berunding yang lain, semisal pada kasus yang menuntut problem solving, kita
dapat berikap persuasif terahdap lawan untuk mengajaknya fokus kepada kepentingan masing-
masing, bukan kepada ambisi untuk saling mengalahkan.
Beberapa yang dapat saya tankap dari film Thank You for Smoking ini adalah bahwa
menjadi seorang negosiator yang baik harus memiliki sikap :
 Memiliki kepercayaan diri, dan tidak gugup (ketika Nick Naylor disudutkan di Joan
Lunden Show, ketika dia memberikan uang ”tutup mulut” kepada Lorne Lutch, hingga
ketika dia harus memberikan testimoni di Sidang Senat mengenai pemberian label racun
bagi rokok, Nick tetap tenang dan tidak terlihat lemah.)
 Mampu meyakinkan lawan bahwa argumen kita benar. Hal ini termasuk dengan
membuat lawan percaya bahwa argumennya salah (nampak pada adegan Nick dan
anaknya, Joey sedang mengunjungi taman ria. Saat berdebat mengenai es krim cokelat
atau vanilla, Nick mengatakan kepada Joey, bahwa yang dibutuhkan sebenarnya adalah
kebebasan dalam memilih es krim, entah cokelat maupun vanilla. Namun secara tidak
langsung hal tersebut membuat Joey berpikir bahwa argumennya salah, dan Nick-lah yang
menang.
 Memahami konsep soft-persuading. Memaksa lawan berunding untuk mengikuti
argumen kita dengan cara yang halus dan tersirat / tidak nampak (ketika Nick berulang
kali mengatakan kepada lawan untuk berpedoman kepada kebebasan untuk memilih,
sebenarnya yang menjadi sasaran adalah membuat lawan berpkir bahwa tidak ada salahnya
untuk bebas memilih dan mengikuti argumen kita -berujung kepada kesimpulan lain
bahwa negosiator yang baik harus mengetahui demand, goal, dan limit yang dimiliki.)
 Sanggup bangkit dari kondisi yang paling merugikan / tidak menguntungkan
sekalipun (tercermin pada scene saat Heather membeberkan semua hal negatif tentang
Nick melalui artikel the Washington Probe, Nick sempat terpuruk, akan tetapi selanjutnya
dapat bangkit dan bahkan memanfaatkan situasi sehingga dia kembali mendapat undangan
untuk hadir dalam sidang senat.)
 Memiliki kemampuan untuk menggunakan kata-kata yang tepat dalam
mengemukakan argumen. Pemilihan kata yang tepat akan membuat argumen kita lebih
efektif untuk menghadapi lawan. Hal ini juga dapat digunakan sebagai upaya untuk
memutarbalikkan fakta demi mendukung argumen kita (di bagian akhir film, ketika ada 3
orang dari perusahaan telepon selular berkonsultasi kepada Nick mengenai bagaimana
membiaskan pandangan publik tentang kanker otak yang dapat timbul sebagai akibat dari
penggunaan telepon selular, Nick memberikan solusi dengan mengatakan sebuah kalimat
kesimpulan untuk mengahadapi situasi tersebut).
 Mampu memperkirakan langkah yang akan diambil oleh lawan. Prediksi mengenai
tindakan yang diambil oleh lawan termasuk salah satu langkah penting, karena selain
mempengaruhi strategi yang akan kita lakukan, hal ini juga dapat menjadi informasi untuk
mengantisipasi apabila lawan berbuat diluar perkiraan kita (saat Nick memberikan uang
”tutup mulut” kepada Lorne Lutch, dia sudah memperkirakan dan meyakinkan Lorne
dengan dramatisasi ( Nick memberikan kalimat Ultimatum ) bahwa Lorne akan
mengambil uang tersebut.)
 Bangga akan kemampuan diri sebagai negosiator. Atau dalam kasus Nick, sebagai
seorang lobbyist yang memiliki keahlian tersendiri dalam berbicara. Jika kita bangga dan
percaya akan kemampuan negosiasi kita, hal tersebut telah menjadi langkah awal yang
ditempuh dalam proses menjadi negosiator yang baik.

Namun di sini saya akan memberikan suatu kritikan terhadap Nick Naylor sebagai
seorang lobbyist. Seharusnya dalam keadaan apa pun Nick harus tetap bisa menjaga rahasia
perusahaannya. Tetapi di sini Nick telah terjebak oleh seorang wartawan cantik yang ingin
mendapatkan berita mengenai masalah Nick. Tanpa dia sadari, Nick telah membuka rahasia
kepada wartawan tersebut dan itu menyebabkan karier Nick berada di ambang kehancuran.
Walaupun pada akhirnya Nick dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik, namun perlu
diingat bahwa menjadi seorang juru bicara yang baik juga harus dapat menyimpan rahasia,
karena dengan begitu maka pihak lawan akan sulit mengetahui kelemahan kita.

Film Thank You For Smoking menceritakan tentang Nick Naylor, seorang peng-
lobby perusahaan tembakau Amerika yang bekerja kepada perusahaan tembakau di Amerika
agar perusahaan tersebut tetap memiliki banyak pembeli ditengah-tengah banyaknya tantangan
dari dinas kesehatan dan institusi-institusi lainnya yang menentang keberadaan tembakau. Di
sisi lain, ia juga berusaha keras untuk menjadi panutan yang baik untuk anaknya, yaitu Joey
Naylor. Oleh karena itu, Nick berusaha untuk mengambil sisi positif dari pekerjaannya dan
mengajarkannya kepada anaknya, Joey, namun juga tetap bekerja kepada perusahaan tembakau
dimana karena pekerjaannya tersebut, angka kesehatan di Amerika Serikat dapat menurun
karena resiko munculnya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh tembakau dapat meningkat.
Di sisi lain, Nick juga memerlukan uang untuk terus hidup dan ia merasa bahwa ia adalah orang
yang sangat baik dalam pekerjaannya, yaitu meng-lobby orang-orang dengan cara apapun agar
perusahaan tembakau tetap memiliki pelanggan.
Scene 1 : Nick menceritakan tentang pekerjaannya sebagai lobbyist, salah satu hal yang mahir
ia lakukan walaupun dapat memberi dampak buruk bagi orang lain, namun memberi
keuntungan untuknya. Ini termasuk dalam teori egoisme etis.
Scene 2 : Nick mengajarkan teman-teman sekolah anaknya, Joey, untuk berargumen dan
mengajarkan kepada mereka kalau mereka punya hak untuk membela diri mereka. Ini termasuk
kedalam teori hak.
Scene 3 : Tiga orang termasuk Nick bekerja di bidang yang merugikan orang lain, tetapi juga
pekerjaan mereka mempunyai sisi baik untuk pihak perusahaan rokok, alkohol, dan senjata
karena pekerjaan mereka ialah untuk menjual produk-produk yang dapat merugikan manusia
tersebut. Hal ini termasuk kedalam teori teleologi.
Scene 4 : Nick mengajarkan anaknya, Joey untuk berargumen. Nick menerangkan kepada Joey
kalau hidup ini adalah pilihan, bebas mau berbuat apa saja karena kita punya hak. Bagian ini
termasuk kedalam teori hak.
Scene 5 : Penggunaan simbol “Poison” pada kemasan rokok diharapkan memiliki fungsi agar
orang-orang ingat akan bahaya rokok sehingga berhenti merokok. Ini termasuk kedalam teori
utilitarianisme.
Scene 6 : Nick Naylor menceritakan bahwa dalam film hollywood harus ada adegan merokok,
supaya orang terdorong untuk merokok karena adegan tersebut terlihat keren dan seolah
mempengaruhi orang yang menonton untuk ikut merokok. Hal ini termasuk dalam teori
teleologi.
Scene 7 : Dalam scene ini terdapat 2 teori
1. Teori konsepsi manusia sebagai makhluk sosial: Nick bersosialisasi dengan sesama
penumpang pesawat dan membicarakan tentang rokok agar ia mendapatkan pelanggan.
2. Egoisme etis: Nick tidak peduli kepada siapapun ia bersosialisasi, entah orang dewasa
atau remaja. Yang terpenting adalah ia mendapatkan pelanggan dan perokok-perokok
baru.
Scene 8 : Dalam scene ini terdapat 2 teori
1. Deontologi: Nick diperintahkan untuk bekerja pada proyek film Hollywood untuk
mengampanyekan remaja perokok
2. Utilitarianisme: Nick juga diperbolehkan untuk melakukan kampanye remaja anti
perokok guna menarik perokok remaja.
Scene 9 : Heather mencari informasi pekerjaan dan kehidupan pribadi Nick untuk bahan artikel
koran yang akan ia tulis dengan cara menggoda Nick dengan hubungan intim. Hal ini
merugikan Nick, namun menguntungkan bagi Heather. Oleh karena itu, scene ini termasuk
kedalam teori egoisme etis.
Scene 10 : Dalam scene ini terdapat 2 teori
Egoisme etis: Nick mengajak Joey untuk ikut ia bekerja ke California yang sebenarnya tidak
diperbolehkan oleh ibu Joey
Teori hak: Joey berargumen dengan ibunya agar bisa pergi ke California.
Scene 11 : Nick bertemu dengan Jeff, orang yang dapat memasukkan adegan merokok dalam
film Hollywood untuk bernegosiasi biaya pengadaan adegan merokok di film Hollywood. Hal
ini termasuk kedalam teori utilitarianisme.
Scene 12 : Dalam scene ini terdapat 3 teori
Hati nurani: Joey ditanyakan bagaimana jika ia harus membela orang jahat, lalu ia bingung
ingin menjawab apa karena ia merasa bahwa orang jahat tidak seharusnya dibela
Egoisme etis: Nick menjelaskan bahwa ia tidak ingin orang yang ia sayangi terkena dampak
buruk rokok, hanya orang-orang yang tidak ia pedulikan yang boleh terkena dampak buruk
rokok.
Teleologi: Nick menceritakan kepada Joey bahwa ia mahir dalam menglobby sehingga Nick
menjadikan hal tersebut sebagai pekerjaannya. Di sisi lain Nick juga membutuhkan uang untuk
ia dan anaknya dapat hidup.
Scene 13 : Nick diperintahkan oleh captain untuk menyuap Marlboro Man supaya ia tidak
melakukan kampanye anti rokok. Ini termasuk dalam teori deontologi.
Scene 14 : Nick menerima ancaman lewat telepon kalau dia akan dibunuh agar tidak
menyebabkan jumlah perokok bertambah. Hal ini termasuk kedalam teori teleologi karena jika
Nick tewas, maka angka kesehatan di Amerika Serikat akan meningkat dikarenakan angka
perokok akan menurun.
Scene 15 : Nick diculik oleh orang suruhan senator Finistirre untuk dibunuh dengan cara
ditempelkan tempelan nikotin ditubuhnya. Hal ini termasuk kepada teori Immoral, karena
membunuh adalah tindakan yang tidak bermoral.
Scene 16 : Heather mempublikasikan artikel mengenai pekerjaan Nick, kedua teman Nick yang
bekerja sebagai penglobby perusahaan alcohol dan senjata yaitu Polly dan Bobby, dan rahasia-
rahasia mengenai kehidupan Nick demi kepentingan pekerjaannya. Hal ini termasuk kedalam
teori egoisme etis.
Scene 17 : Nick berupaya untuk memperbaiki nama-nama yang tercantum di artikel yang
ditulis oleh Heather dengan cara membela diri di pengadilan. Hal ini termasuk kedalam teori
Utilitarianisme.