Anda di halaman 1dari 23

PANDUAN PRAKTIKUM

KEPERAWATAN KELUARGA

Disusun
Tim Keperawatan Keluarga

LABORATORIUM KEPERAWATAN
STIKes KURNIA JAYA PERSADA
2018/2019

1
TATA TERTIB PRAKTIKUM
1. Mahasiswa harus hadir tepat waktu. Bila terlambat tanpa alasan yang jelas, dosen
pembimbing/ assist, berhak melarang mahasiswa tersebut untuk mengikuti
praktikum dan dianggap alpa.
2. Mahasiswa harus mengikuti semua praktikum yang dijadwalkan. Bila tidak hadir
karena sakit (disertai surat keterangan dokter) atau izin khusus, harus melapor
kepada dosen pembimbing / assist untuk diatur waktu penggantian.
3. Bila mahasiswa melakukan praktikum tambahan di luar jadwal yang ditetapkan,
maka semua bahan praktikum dibebankan kepada mahasiswa tersebut.
4. Sebelum praktikum, mahasiswa harus sudah mempelajari teori dan cara kerja
praktikum yang akan dikerjakan. Bila ternyata mahasiswa belum siap, dosen
pembimbing berhak mengeluarkan mahasiswa untuk tidak mengikuti praktikum.
5. Sebelum praktikum, mahasiswa harus mengikuti ujian prapraktikum.
6. Selama mengikuti praktikum, mahasiswa harus menggunakan jas praktikum, tanda
pengenal, dan sandal jepit yang baru dipakai ketika memasuki ruang praktikum.
7. Selama praktikum, mahasiswa dlarang merokok, menyalakan telepon genggam,
bersenda gurau, dan melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan
praktikum.
8. Mahasiswa tidak diperkenankan meninggalkan ruang praktikum tanpa izin dari
pembimbing / assist praktikum.
9. Periksa dengan teliti alat yang dipinjam sebelum dipakai. Selama dipakai, alat-alat
tersebut menjadi tanggung jawab kelompok mahasiswa dan bila rusak atau hilang,
harus diganti oleh kelompok mahasiswa paling lambat pada praktikum yang
terakhir.
10. Segera setelah praktikum, bersihkan alat-alat, buang sampah pada tempatnya dan
pertanggungjawabkan kepada petugas laboratorium.
11. Buku control kegiatan praktikum wajib di paraf oleh asisten praktikum.
Setiap selesai praktikum, mahasiswa harus mengikuti ujian pasca praktikum.

2
BUKU KONTROL PRAKTIKUM
NO HARI/TANGGAL WAKTU JENIS PRAKTIKUM PARAF KET.
Praktika Asist

3
RANCANGAN PRAKTIKUM KEPERAWATAN KELUARGA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


KURNIA JAYA PERSADA
Program Studi Ilmu Keperawatan

Nama Mata Kuliah/Blok Keperawatan Keluarga

Kode Mata Kuliah/Blok KP.3084

Dosen Pengampu TIM

Judul tugas Praktikum keperawatan keluarga

Sub capaian pembelajaran Mahasiswa mampu membuat asuhan keperawatan keluarga pada berbagai
tahapan perkembangan keluarga dan penyakit yang lazim terjadi di
Indonesia
Deskripsi tugas Asuhan keperawatan keluarga meliputi asuhan keperawatan dengan
masalah kesehatan berbagai tahapan perkembangan keluarga dan penyakit
yang lazim terjadi di Indonesia. Proses keperawatan meliputi pengkajian
terutama pengkajian fokus, penentuan masalah atau diagnosa keperawatan,
prioritas masalah, noc, nic dan evaluasi
Metode penugasan Case Study : Mahasiswa secara berkelompok melakukan studi kasus
keperawatan keluarga melalui kunjungan rumah sesuai dengan tingkat
perkembangan keluarga dan penyakit yang lazim pada keluarga di Indonesia
Waktu praktikum 1 x 50 menit dengan pembagian : 5 menit oreintasi, 40 menit
kerja/pelaksanaan, 5 menit terminasi
Evaluasi  Evaluasi struktur : Kesiapan kelompok dalam membagi peran menjadi
notulen dan interviewer.
 Evaluasi proses : kesesuaian komunikasi, informasi dan edukasi dengan
tujuan asuhan kasus
 Evaluasi Hasil : Ketepatan dan kejelasan hasil dengan kriteria yang
ditetapkan
Jenis kasus  Kelompok 1 : Keluarga baru menikah
 Kelompok 2 :Keluarga menanti kelahiran
 Kelompok 3 :Keluarga dengan anak balita
 Kelompok 4 :Keluarga dengan anak sekolah
 Kelompok 5 :Keluarga dengan anak remaja
 Kelompok 6 :Keluarga dewasa
 Kelompok 7:Keluarga dengan permasalahan yang lazim terjadi di
Indonesia (Tuberkulosisi, DM, dll)
Bentuk dan Format Luaran Laporan studi kasus :
COVER
LEMBAR PENGESAHAN

4
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
Bab 1 : pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan
manafaat)
Bab 2 : Tinjauan Tiori ( konsep keperawatan keluarga, tugas perkembangan
keluarga sesuai tahap kasus, konsep Proses keperawatan keluarga)
Bab 3 : Tinjauan kasus ( Pengkajian,diagnose, rencana, implementasi dan
evaluasi) dibuat dalam narasi kasus)
Bab 4 : Pre planning role play ( pertemuan ke……, deskripsi kasus, tujuan
tindakan keperawatan, metode, waktu, pengorganisasian, setting, prosedur
( fase orientasi, fase kerja, fase terminasi).
Bab 5 : penutup (kesimpulan dan saran)
Daftar pustaka
Format penilaian

NO UNSUR YANG DINILAI NILAI KET


( 0-100 )
I LAPORAN KASUS
1. Diagnosa sesuai dengan gambaran kondisi keluarga
2. Tujuan khusus sesuai dengan masalah keperawatan
3. Tujuan khusus dapat dicapai dalam waktu yang ditentukan
4. Rencana intervensi sesuai dengan masalah keperawatan
II FASE ORIENTASI
1. Salam terapeutik
2. Evaluasi pembicaraan sebelumnya
3. Validasi kontrak hari ini (topik, waktu, tempat)
III FASE KERJA
1. Isi percakapan sesuai dengan isi rancangan
2. Topik pembicaraan dengan sistematis
3. Mengunakan teknik komunikasi yang tepat
4. Menggunakan alat bantu yang mendukung
5. Menyimpulkan hasil pertemuan
6. Memberi kesempatan keluarga bertanya
7. Menanyakan kesan/ pendapat keluarga mengenai topik hari ini
8. Keluarga terlibat dalam percakapan
IV FASE TERMINASI
1. Mengevaluasi pencapaian keluarga mengenai topik hari ini ( bandingkan
dengan tujuan )
2. Reinforcmen positif
3. Tindak lanjut yang sesuai dengan topik ini
4. Menyepakati kontrak yang akan datang
5. Salam terapeutik
TOTAL
Keterangan :
Sangat Memuaskan (100-80), Memuaskan(79-70), Batas(69-56), Kurang Memuaskan (55-41),
Di bawah standard (<41)

5
FORMAT PENGKAJIAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. DATA UMUM :
1. Nama Kepala keluarga : ................................
2. Umur : ......................Tahun
3. Alamat/Telepon : ................................
4. Pekerjaan : ................................
5. Pendidikan : ................................
6. Tipe keluarga : ................................
7. Komposisi Keluarga
Nama Jenis Tanggal Pendidikan Pekerjaan Hubungan
Kelamin lahir/Umur
L/P

Genogram :

Keterangan :

Latar belakang budaya :

Agama dan keyakinan :

Status ekonomi :

Aktivitas rekreasi waktu :


luang

6
II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
Tahap perkembangan :
keluarga saat ini

Riwayat keluarga inti :

Riwayat keluarga :
sebelumnya

III. DATA LINGKUNGAN


Karakteristik rumah :

Karakteristik lingkungan :

IV. STRUKTUR KELUARGA


Pola komunikasi :

Struktur kekuasaan :
keluarga

Struktur peran :

7
Struktur nilai :

V. FUNGSI KELUARGA
Fungsi afektif :

Fungsi sosialisasi :

Fungsi reproduksi :

Fungsi perawatan :
keluarga

VI. STRES KOPING KELUARGA


Kondisi stress dan
koping keluarga

VII. PEMERIKSAAN FISIK (fokus pada klien sakit)


H :
a
s
i
l
p
e
m
e
r
i
k
a
s
a
a
n
Palopo, .............................. 2019
Mahasiswa

8
..................................

No Data Masalah Penyebab

DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

No Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran


Sifat masalah 1
- .
Tidak/kurang sehat
- Ancaman kesehatan
- Keadaan sejahtera
Kemungkinan masalah2 dapat diubah
.
- Mudah
- Sebagian
- Tidak dapat
Potensial masalah untuk
3 dicegah
- Tinggi .
- Cukup
- Rendah
Menonjolnya masalah4
.
- Masalah berat harus segera ditangani
- Ada masalah, tetapi tidak perlu segera
ditangani

9
- Masalah tidak dirasakan
TOTAL SKOR

RENCANA KEPERAWATAN
Diagnosa Tujuan Kriteria Standar Intervensi Evaluasi
Keperawatan

10
11
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Hari/Tgl/ NDX Implementasi Evaluasi Paraf
Jam

12
PETUNJUK ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Tahapan dari proses keperawatan keluarga meliputi :


1. Pengkajian keluarga dan individu di dalam keluarga.
Yang termasuk pada pengkajian keluarga adalah :
a. Mengidentifikasi data demografi dan sosio kultural
b. Data lingkungan
c. Struktur dan fungsi keluarga
d. Stres dan strategi koping yang digunakan keluarga
e. Perkembangan keluarga
Sedangkan yang termasuk pada pengkajian terhadap individu sebagai anggota keluarga ,adalah
pengkajian :
a. fisik
b. Mental
c. Emosi
d. Spiritual
2. Perumusan diagnosis keperawatan.
3. Penyusunan perencanaan
Perencanaan disusun dengan menyusun prioritas menetapkan tujuan, identifikasi sumber daya
keluarga, dan menyeleksi intervensi keperawatan.
4. Pelaksanaan asuhan keperawatan.
Perencanaan yang sudah disusun dilaksanakan dengan memobilisasi sumbersumber daya yang ada di
keluarga, masyarakat dan pemerintah.
5. Evaluasi
Pada tahapan evaluasi, perawat melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.

TAHAP PENGKAJIAN
Pengkajian adalah suatu tahapan dimana seseorang perawat mengambil secara terus menerus terhadap
anggota keluarga yang dibinanya. Sumber informasi dari tahapan pengkajian dapat menggunakan metode:
a. Wawancara keluarga
b. Observasi fasilitas rumah
c. Pemeriksaan fisik dari anggota keluarga (dari ujung rambut ke ujung kaki)
d. Data sekunder, contoh: hasil laboratorium, hasil X-ray, pap smear dsb.

Hal-hal yang perlu dikaji dalam keluarga adalah :


I. Data Umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
1. Nama kepala keluarga(KK)
2. Alamat dan telepon
3. Pekerjaan kepala keluaga
4. Pendidikan kepala keluarga
5. Komposisi keluarga dan genogram
6. Tipe keluarga : Menjelaskan mengenai jenis tipe keluarga beserta kendala atau masalah-masalah yang
terjadi dengan jenis tipe keluarga tersebut.
7. Suku bangsa : Mengkaji asal suku bangsa keluarga tersebut serta mengidentifikasi budaya suku bangsa
tersebut terkait dengan kesehatan.
8. Agama dan keyakinan : Mengkaji agama yang dianut oleh keluarga serta kepercayaan yang dapat
mempengaruhi kesehatan.
9. Status sosial ekonomi keluarga : Status sosial ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan baik dari
kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya. Selain itu status ekonomi social keluarga ditentukan
pula oleh kebutuhan- kebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga serta barang-barang yang dimiliki oleh
keluarga.
10. Aktivitas rekreasi keluarga : Rekreasi keluarga tidak hanya dilihat kapan saja keluarga pergi bersama
sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu namun dengan menonton TV dan mendengarkan
radio juga merupakan aktifitas rekreasi.

13
II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
11. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua dari keluarga inti.
Contoh: Keluarga bapak A mempunyai 2 orang anak, anak pertama berumur 7 tahun dan anak kedua
berumur 4 tahun, maka keluarga bapak A berada pada tahapan perkembangan keluarga dengan usia
anak sekolah.
12. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendala
mengapa tugas perkembangan tersebut belum terpenuhi.
13. Riwayat keluarga inti
Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga inti, yang meliputi riwayat penyakit keturunan,
riwayat kesehatan masing masing anggota keluarga, perhatian terhadap pencegahan penyakit (status
imunisasi), sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga seta pengalaman pengalaman
terhadap pelayanan kesehatan
14. Riwayat keluarga sebelumnya.
Dijelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak suami dan istri.

III. Pengkajian lingkungan


15. Karakteristik rumah
Karakteristik rumah diidentifikasi dengan melihat luas rumah , tipe rumah, jumlah ruangan, jumlah
jendela, jarak septic tank dengan sumber air, sumber air minum yang digunakan serta denah rumah.
16.Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik dari tetangga dan komunitas setempat yang meliputi kebiasaan,
lingkungan fisik, aturan/kesepakatan pendduduk setempat, budaya setempat yang mempengaruhi
kesehatan.
17. Mobilitas geografis keluarga
Mobilitas geografis keluarga ditentukan dengan kebiasaan keluarga berpindah tempat.
18. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan
keluarga untuk berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh mana keluarga
interaksinya dengan masyarakat.
19. Sistem pendukung keluarga
Yang termasuk pada sistem pendukung keuarga adalah jumlah anggota keluarga yang sehat, fasilitas
fasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang kesehatan. Fasilitas mencakup fasilitas fisik , fasilitas
psikologi atau dukungan dari anggota keluarga dan fasilitas sosial atau dukungan dari masyarakat
setempat.
20. Pola komunikasi keluarga
Menjelaskan mengenai cara berkomunikasi antar anggota keluarga
21. Struktur kekuatan keluarga
Kemampuan anggota keluarga mengendalikan dan mempengaruhi orang lain untuk mengubah perilaku.
22. Struktur peran
Menjelaskan peran dari masin masing anggota keluarga baik secara formal maupun informal.
23. Nilai atau norma keluarga
Menjelaskan mengenai nilai dan norma yang dianut oleh keluarga, yang
berhubungan dengan kesehatan.

IV. Fungsi keluarga


24. Fungsi afektif
Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki dalam
keluarga, dukungan keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, bagaimana kehangatan tercipta pada
anggota keluarga dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap saling menghargai.
25. Fungsi sosialisasi
Hal yang perlu dikaji bagaimana interaksi atau hubungan dalam keluarga, sejauhnya anggota keluarga
belajar disiplin, norma, budaya dan perilaku.
26. Fungsi perawatan kesehatan
Menjelaskan sejauh mana keluarga menyediakan makanan , pakaian,perlindungan serta merawat
anggota keluarga yang sakit. Sejauhmanapengetahuan keluarga mengenai sehat sakit. Kesanggupan
keluarga di dalam melaksanakan perawatan kesehatan dapat dilihat dari kemampuan keluarga dalam
melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga, yaitu keluarga mampu mengenal masalah kesehatan,

14
mengambil keputusan untuk melakukan tindakan, melakukan perawatan terhadap anggota yang sakit,
menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan dan keluarga mampu memanfaatkan
fasilitas kesehatan yang terdapat di lingkungan setempat.

Hal-hal yang perlu dikaji sejauh mana keluarga melakukan pemenuhan tugas perawatan keluarga adalah:
a. Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan, yang perlu dikaji adalah
sejauhmana keluarga mengetahui fakta-fakta dari masalah kesehatan yang meliputi pengertian, tanda
dan gejala, faktor penyebab dan yang mempengaruhinya serta persepsi keluarga terhadap masalah.
b. Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang
tepat, hal yang perlu dikaji adalah:
 Sejauhmana kemampuan keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah.
 Apakah masalah kesehatan dirasakan oleh keluarga.
 Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dialami.
 apakah keluarga merasa takut akan akibat dari tindakan penyakit.
 Apakah keluarga mempunyai sikap negatif terhadap masalah kesehatan.
 Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang ada
 Apakah keluarga kurang percaya terhadap tenaga kesehatan.
 Apakah keluarga mendapat informasi yang salah terhadap tindakan dalam mengatasi masalah.
c. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, termasuk
kemampuan memelihara lingkungan dan menggunakan sumber/fasilitas kesehatan yang ada di
masyarakat, yang perlu dikaji adalah:
 Apakah keluarga mengetahui sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan untuk
menanggulangi masalah kesehatan/penyakit
 Apakah keluarga mempunyai sumber daya dan fasilitas yang diperlukan untuk perawatan
 Keterampilan keluarga mengenai macam perawatan yang diperlukan memadai
 Apakah keluarga mempunyai pandangan negatif terhadap perawatan yang diperlukan
 Adakah Konflik individu dan perilakukmementingkan diri sendiri dalam keluarga
 Apakah keluarga kurang dap[at melihat keuntungan dalam pemeliharaan lingkungan dimasa
mendatang
 Apakah keluarga mengetahui upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit
 Apakah keluarga sadar akan pentingnya fasilitas kesehatan dan bagaimana pandangan
keluarga akan fasilitas tersebut
 Apakah keluarga merasa takut akan akibat dari tindakan (diagnostik, pengobatan dan
rehabilitasi)
 Bagaimana falsafah hidup keluarga berkaitan dengan upaya perawatan dan pencegahan.
27. Fungsi reproduksi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah:
 berapa jumlah anak
 bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga
 Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya mengendalikan jumlah anggota keluarga.
28. Fungsi ekonomi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga adalah:
 Sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan.
 Sejauhmana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat dalam
 upaya peningkatan status kesehatan keluarga.
V. Stres dan koping keluarga
29. Stresor jangka pendek dan panjang
1) Stresor jangka pendek yaitu stesor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam
waktu kurang lebih 6 bulan.
2) Stresor jangka panjang yaitu stresor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian
dalam waktu lebih dari 6 bulan.
30. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stresor
Hal yang perlu dikaji adalah sejauhmana keluarga berespon terhadap situasi/stressor.
31. Strategi koping yang digunakan
Strategi koping apa yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.
32. Strategi adaptasi disfungsional
Dijelaskan mengenai strategi adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi
permasalahan.

15
VI. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. Metode yang digunakan pada pemeriksaan
fisik tidak berbeda dengan pemeriksaan fisik di klinik.

VII. Harapan Keluarga


Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap petugas kesehatan yang ada.

PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


Diagnosis keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan data yang didapat pada pengkajian yang terdiri
dari masalah keperawatan yang akan berhubungan dengan etiologi yang berasal dari pengkajian fungsi
perawatan keluarga. Diagnosa keperawatan mengacu pada rumusan PES dimana untuk problem dapat
menggunakan rumusan NANDA

Tipologi dari diagnosa keperawatan keluarga terdiri dari:


 Aktual ( terjadi defisit/gangguan kesehatan),
 Resiko (ancaman kesehatan), dan
 Keadan sejahtera (wellness).
Contoh penulisan Diagnosa Keperawatan Keluarga :
Diagnosa Keperawatan Keluarga Aktual
Contoh 1 :
1) Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita (Anak T), keluarga Bapak N berhubungan dengan
ketidaktahuan keluarga mengenal masalah kekurangan nutrisi.
2) Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita (Anak T), keluarga Bapak N berhubungan dengan
ketidakmauan keluarga mengambil keputusan/tindakan untuk mengatasi masalah kekurangan nutrisi.
3) Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita (Anak T), keluarga Bapak N berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah kekurangan nutrisi.
Karena pada contoh 1 diatas yang menjadi etiologi (tugas keluarga) mengandung 3 unsur yaitu
ketidaktahuan (tidak mengenal masalah), ketidakmauan (tidak mengambil keputusan) dan ketidak
mampuan merawat, maka pada 3 diagnosa tersebut cukup hanya menentukan satu diagnosa saja yaitu
diagnosa yang ke tiga yakni dengan etiologi
ketidakmampuan merawat …., namun nanti pada saat merumuskan tujuan dan intervensiharus melibatkan
ke tiga etiologi tersebut diatas.
Contoh 2 :
 Keterbatasan pergerakan pada lanjut usia (ibu Y) keluarga bpk. A berhubungan dengan
ketidakmampuan merawat anggota keluarga dengan keterbatasan gerak (rematik)
Contoh 3:
 Perubahan peran dalam keluarga (bpk. A) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah peran sebagai suami.

Diagnosa Keperawatan Keluarga Resiko (ancaman)


Sudah ada data yang menunjang namun belum terjadi gangguan, misalnya lingkungan rumah yang
kurang bersih, pola makan yang tidak adekuat, stimulasi tumbuh kembang yang tidak adekuat, dsb.
Contoh :
 Resiko terjadi konflik pada keluarga Bapak N berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga
mengenal mengenal masalah komunikasi.
 Resiko gangguan perkembangan pada balita (anak E) keluarga Bapak N berhubungan dengan
ketidakmauan keluarga melakukan stimulasi terhadap balita.
 Resiko gangguan mobilisasi pada lansia (Ibu E), keluarga Bapak N berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah mobilisasi.

Diagnosa Keperawatan Keluarga Sejahtera/Potensial


Suatu keadaan dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga dapat
ditingkatkan. Khusus untuk diagnosa keperawatan potensial (sejahtera) menggunakan / boleh tidak
menggunakan etiologi.
Contoh
 Potensial terjadinya kesejahteraan pada ibu hamil (Ibu M) keluarga Bapak U
 Potensial peningkatan status kesehatan pada bayi (Anak K) keluarga Bapak S

16
 Potensial peningkatan status kesehatan pada pasangan baru menikah keluarga Bapak A

MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN KELUARGA


Pada suatu keluarga mungkin saja perawat menemukan lebih dari satu diagnosisi keperawatan keluarga.
Untuk menentukan prioritas terhadap diagnosis keperawatan keluarga yang ditemukan dihitung dengan
menggunakan cara sbb:
No. Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran
Sifat masalah
- Tidak/kurang sehat 3
1 1
- Ancaman kesehatan 2
- Keadaan sejahtera 1
Kemungkinan masalah dapat diubah
- Mudah 2
2 2
- Sebagian 1
- Tidak dapat 0
Potensial masalah untuk dicegah
- Tinggi 3
3 1
- Cukup 2
- Rendah 1
Menonjolnya masalah
- Masalah berat harus segera 2
ditangani
4 1
- Ada masalah, tetapi tidak perlu 1
segera ditangani
- Masalah tidak dirasakan 0
Total skor

Skoring :
1. Tentukan skor untuk setiap kriteria
2. Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikanlah dengan bobot.
Skor .
Angka tertinggi X Bobot
3. Jumlahkan skor untuk semua kriteria.
4. jumlah skor menentukan urutan nomor diagnosa keperawatan keluarga.
Catatan: Skoring dihitung bersama dengan keluarga

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penentuan prioritas


Dengan melihat kriteria yang pertama , yaitu sifatnya masalah , bobot yang lebih berat diberikan pada tidak /kurang
sehat karena yang pertama memerlukan tindakan segera dan biasanya disasari dan dirasakan oleh keluarga.
Untuk kriteria kedua, yaitu untuk kemungkinan masalah dapat diubah perawat perlu memprhatikan terjangkaunya
faktor-faktor sebagai berikut:
 Pengetahuan yang ada sekarang , teknologi dantindakan untuk
menangani masalah.
 Sumber daya keluarga :dalam bentuk fisik, keuangan dan tenaga
 Sumber daya perawat :dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan waktu
 Sumber daya masyarakat :dalam bentuk fasilitas, organisasi dalam masyarakat :dalam bentuk
fasilitas,organisasi dalam masyarakat dan sokongan masyarakat.
Untuk kriteria ketiga, yaitu potensial masalah dapat dicegah, faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah :
 Kepelikan dari masalah, yang berhubungan dengan penyakit atau
 masalah
 Lamanya masalah, yang berhubungan dengan jangka waktu masalah itu ada.
 Tindakan yang sedang dijalankan adalah tindakan-tindakan yang tepat dalam memperbaiki masalah.
 Adanya kelompok “high risk” atau kelompok yang sangat peka menambah potensi untuk mencegah masalah.

Untuk kriteria keempat, yaitu menonjolnya masalah perawat perlu menilai persepsi atau bagaimana keluarga melihat
masalah kesehatan tersebut. Nilai stroke yang tertinggi yang terlebih dahulu dilakukan intervensi keperawatan
keluarga.

17
PERENCANAAN KEPERAWATAN KELUARGA
Perencanaan keperawatan keluarga terdiri dari penetapan tujuan, yang mencakup tujuan umum dan tujuan khusus
serta dilengkapi dengan kriteria dan standar. Kriteria dan standar merupakan pernyataan spesifik tentang hasil yang
diharapkan dari setiap tindakan keperawatan berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan.

TINDAKAN/IMPLEMENTASI
Adalah tindakan yang dilakukan oleh perawat kepada keluarga berdasarkan perencanaan mengenai suatu diagnosa
yang telah dibuat sebelumnya. Tindakan keperawatan terhadap keluarga mencakup hal-hal di bawah ini :
1. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai masalah dan kebutuhan kesehatan dengan cara :
 Memberikan informasi
 Mengidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan
 Mendorong sikap emosi yang sehat terhadap masalah
2. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat dengan cara :
 Mengidentifikasi konsekwensi tidak melakukan tindakan
 Mengidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga
 Mendiskusikan tentang konsekwensi tiap tindakan
3. Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang sakit dengan cara:
 Mendemonstrasikan cara perawatan
 Menggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah
 Mengawasi keluarga melakukan perawatan
4. Membantu keluarga untuk menemukan cara bagaimana membuat lingkungan menjadi sehat, dengan cara :
 Menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga
 Melakukan perubahan lingkungan keluarga seoptimal mungkin
5. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, dengan cara :
 Memperkenalkan fasilitas kesehatan yang ada di lingkungan keluarga
 Membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

EVALUASI
Sesuai rencana tindakan yang telah diberikan, dilakukan penilaian untukmenilai keberhasilannya. Bila tidak / belum
berhasil perlu disusun rencana baru yang sesuai. Semua tindakan keperawatan mungkin tidak dapat dilakukan dalam
satu kali kunjungan ke keluarga. Untuk itu dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan waktu dan kesedian
keluarga. Evaluasi disusun dengan menggunakan SOAP secara operasional.
S : Hal-hal yang dikemukakan oleh keluarga secara subjektif setelah dilakukan intervensi keperawatan. Misal : keluarga
mengatakan nyerinya berkurang.
O : Hal-hal yang ditemui oleh perawat secara objektif setelah dilakuakn intervensi keperawatan. Misal : BB naik 1 kg
dalam 1 bulan.
A : Analisa dari hasil yang telah dicapai dengan mengacu kepada tujuan terkait dengan diagnosa keperawatan.
P : Perencanaan yang akan datang setelah melihat respon dari keluarga pada tahap evaluasi.

Tahapan evaluasi dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilakukan selama proses asuhan
keperawaatan, sedangkan evaluasi sumatif adalah evaluasi akhir.

18
19
FORMAT PENILAIAN
PRAKTIKUM KEPERAWATAN KELUARGA
Nama : ..................................
Nim : .................................

NO UNSUR YANG DINILAI NILAI KET


(1–5)
I PERSIAPAN
1. Diagnosa sesuai dengan gambaran kondisi keluarga
2. Tujuan khusus sesuai dengan masalah keperawatan
3. Tujuan khusus dapat dicapai dalam waktu yang ditentukan
4. Rencana intervensi sesuai dengan masalah keperawatan
II FASE ORIENTASI
1. Salam terapeutik
2. Evaluasi pembicaraan sebelumnya
3. Validasi kontrak hari ini (topik, waktu, tempat)
III FASE KERJA
1. Isi percakapan sesuai dengan isi rancangan
2. Topik pembicaraan dengan sistematis
3. Mengunakan teknik komunikasi yang tepat
4. Menggunakan alat bantu yang mendukung
5. Menyimpulkan hasil pertemuan
6. Memberi kesempatan keluarga bertanya
7. Menanyakan kesan/ pendapat keluarga mengenai topik hari ini
8. Keluarga terlibat dalam percakapan
IV FASE TERMINASI
1. Mengevaluasi pencapaian keluarga mengenai topik hari ini ( bandingkan
dengan tujuan )
2. Reinforcmen positif
3. Tindak lanjut yang sesuai dengan topik ini
4. Menyepakati kontrak yang akan datang
5. Salam terapeutik
TOTAL
Keterangan : Palopo, .................2019
Nilai : Rentang 1 – 5 Observer

( ......................................)

20
DAFTAR KELOMPOK PRAKTIKUM
NO NIM NAMA KASUS
KELOMPOK 1
1. 01.2013.002 Anita
2. 01.2013.003 Apriyanti
3. 01.2013.004 Ayu Saputri
4. 01.2013.005 Fitrah Givari
5.
KELOMPOK 2
1. 01.2013.006 Haerul Hamzah
2. 01.2013.007 Hariati
3. 01.2013.008 Hertin. N.S
4. 01.2013.009 Irma Yanti
5. 01.2013.010 Juniarti
KELOMPOK 3
1.
2.
3.
4.
5.
KELOMPOK 4
1.
2.
3.
4.
5.
KELOMPOK 5
1.
2.
3.
4.
KELOMPOK 6
1.
2.
3.
4.
KELOMPOK 7
1.
2.
3.
4.

21
nilai
NO NIM NAMA
angka lambang mutu
1 01.2013.001 Andri Setiawan 0 0 0
2 01.2013.002 Anita 76 3 B
3 01.2013.003 Apriyanti 74 3 B
4 01.2013.004 Ayu Saputri 75 3 B
5 01.2013.005 Fitrah Givari 76 3 B

22
6 01.2013.006 Haerul Hamzah 0 0 0
7 01.2013.007 Hariati 76 3 B
8 01.2013.008 Hertin. N.S 75 3 B
9 01.2013.009 Irma Yanti 0 0 0
10 01.2013.010 Juniarti 75 3 B
11 01.2013.011 Kurniace.D 75 3 B
12 01.2013.012 Merydeandjani Basti 70 3 B
13 01.2013.013 Muh. Fajrin. A 0 0 0
14 01.2013.014 Nia Karniawan 70 3 B
15 Jumriani 0 0 0
16 01.2013.015 Nirma Yulan 78 3 B
17 01.2013.016 Nur Safitri 78 3 B
18 01.2013.017 Nurul Iqrimah Muliadi 70 3 B
19 01.2013.018 Putri Sudarmin 78 3 B
20 01.2013.019 Rahmaniar Jasan 75 3 B
21 01.2013.020 Reni Anggraeni 78 3 B
22 01.2013.021 Rihana 70 3 B
23 01.2013.022 Rusdiani. B 0 0 0
24 01.2013.023 Selviana 76 3 B
25 01.2013.024 Shelviana 70 3 B
26 01.2013.025 Sinta Sari Dewi 74 3 B
27 01.2013.026 Sri Handayani 70 3 B
28 01.2013.027 Winda Widya Hastuti 76 3 B
29 01.2013.028 Yosmarlinda. P 75 3 B
30 01.2013.029 Citra Lestari 72 3 B

23