Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN BIOLOGI Uji Glukosa Dan Protein

Dalam Urin Dan Darah


June 25, 2016

LAPORAN BIOLOGI Uji Glukosa Dan Protein Dalam Urin Dan Darah

Tugas individu
LAPORAN BIOLOGI
Uji Glukosa Dan Protein Dalam Urin Dan Darah

Di susun oleh :
Nama: BangPintar
SMA NEGERI TAHUN AJARAN 2014/2015

BAB 1
Pendahuluan
A.Tujuan
1.Untuk mengetahui kandungan glukosa dan protein dalam urine
2. Mengukur kadar glukosa dan protein dalam darah

B.Landasan Teori
1.Urin
Urine atau air seni atau air kencing merupakan cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal
kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urine diperlukan untuk
membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga
homeostasis cairan tubuh. Urine disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung
kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra. Urine normal biasanya berwarna kuning,
berbau khas jika didiamkan berbau ammoniak, pH berkisar 4,8 – 7,5 dan biasanya 6 atau 7.
Berat jenis urine 1,002 – 1,035. Volume normal perhari 900 – 1400 ml.
KANDUNGAN DALAM URINE
1. Air sebanyak 95 %
2. Urea, asam urat(2-6 mg) dan ammonia
3. Zat warna empedu (Bilirubin dan Biliverdin)
4. Garam mineral, terutama NaCl (Natrium Chlorida)
5. Zat-zat bersifat racun seperti sisa obat dan hormon.
GLUKOSA
Glukosa terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen dalam hati
dan otot rangka. Kadar glukosa dipengaruhi oleh 3 macam hormon yang dihasilkan oleh kelenjar
pankreas. Hormon-hormon itu adalah : insulin, glukagon, dan somatostatin.
Glukosa darah adalah gula yang terdapat dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam
makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. Produksi insulin yang berlebih
juga dapat menjadi menyebab gula darah rendah.
Berikut rincian dari kadar gula darah normal:
 Gula darah berpuasa, sebelum makan atau setelah bangun pagi (110-126 mg/dl)
 Gula darah setelah makan (150-200 mg/dl)
 Gula darah malam hari (125-144 mg/dl)\
Uji benedict adalah uji kimia untuk mengetahui kandungan gula pereduksi. Gula pereduksi
meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa. Uji
benedict menggunakan larutan fehling ataupun benedict yang berfungsi memeriksa kehadiran
gula pereduksi dalam suatu cairan..
Reaksi benedict sensitive karena larutan sakar dalam jumlah sedikit menyebabkan perubahan
warna dari seluruh larutan, hingga praktis lebih mudah mengenalnya. Hanya terlihat sedikit
endapan pada dasar tabung. Uji benedict lebih peka karena benedict dapat dipakai untuk
menafsir kadar glukosa secara kasar, karena dengan berbagai kadar glukosa memberikan warna
yang berlainan.
Nama Benedict merupakan nama seorang ahli kimia asal Amerika, Stanley Rossiter Benedict (17
Maret 1884-21 Desember 1936). Benedict lahir di Cincinnati dan studi di University of
Cincinnati. Setahun kemudian dia pergi ke Yale University untuk mendalami Physiology dan
metabolisme di Department of Physiological Chemistry..
Untuk mengetahui adanya monosakarida dan disakarida pereduksi dalam makanan, sample
makanan dilarutkan dalam air, dan ditambahkan sedikit pereaksi benedict. Dipanaskan dalam
waterbath selamaa 4-10 menit. Selama proses ini larutan akan berubah warna menjadi biru (tanpa
adanya glukosa), hijau, kuning, orange, merah dan merah bata atau coklat (kandungan glukosa
tinggi). Sukrosa (gula pasir) tidak terdeteksi oleh pereaksi Benedict. Sukrosa mengandung dua
monosakrida (fruktosa dan glukosa) yang terikat melalui ikatan glikosidic sedemikian rupa
sehingga tidak mengandung gugus aldehid bebas dan alpha hidroksi keton. Sukrosa juga tidak
bersifat pereduksi. Uji Benedict dapat dilakukan pada urine untuk mengetahui kandungan
glukosa. Urine yang mengandung glukosa dapat menjadi tanda adanya penyakit diabetes. Sekali
urine diketahui mengandung gula pereduksi, test lebih jauh mesti dilakukan untuk memastikan
jenis gula pereduksi apa yang terdapat dalam urine. Hanya glukosa yang mengindikasikan
penyakit diabetes.

PROTEIN
Protein adalah sumber asam amino yang mengandung unsur C,H,O dan N . Protein sangat
penting sebagai sumber asam amino yang digunakan untuk memnbangun struktur tubuh. Selain
itu protein juga bisa digunakan sebagai sumber energi bila terjadi defisiensi energi dari
karbohidrat dan/atau lemak. Sifat-sifat protein beraneka ragam, dituangkan dalam berbagai
sifatnya saat bereaksi dengan air, beberapa reagen dengan pemanasan serta beberapa perlakuan
lainnya.
Erat kaitannya dengan protein yang larut dalam darah maka berdasarkan kelarutannya maka
protein dapat kita klasifikasikan menjadi berbagai macam kelompok yang di antaranya adalah
yang pertama terdapat protein albumin yang merupakan protein yang dapat larut dengan air dan
terkoagulasi dengan panas. Contoh yang dapat kita temui pada protein jenis ini terdapat pada
albumin serum, albumin pada kuning telur dan juga ada laktalbumin yang terdapat dalam susu.
Selanjutnya adalah protein globulin ini merupakan jenis protein yang tidak larut dalam air dan
terkoagulasi oleh panas namun dapat larut pada larutan garam yang encer serta akan terjadi
pengendapan apabila terdapat pada larutan garam dengan kadar yang tinggi. Contoh dari protein
ini terdapat pada ovoglobulin pada kuning telur serta legumin pada kacang almond serta pada
beberapa kandungan protein lainnya. Selanjutnya ada jenis protein glutelin yang merupakan jenis
protein yang tidak larut pada larutan netral namun demikian dapat terlarut pada cairan asam
maupun basa yang bersifat encer. Contoh dari protein ini sendiri dapat kita temui pada oriznin
yang tepat di beras. Lalu ada protein histon, protein jenis ini memiliki sifat larut dalam air namun
tidak dapat terlarut pada larutan amonia encer. Protein ini dapat pula terkoagolasi dengan panas
sehingga dengannya dapat larut kembali pada larutan asam yang bersifat encer. Ini dapat
diberikan contoh globin pada hemoglobin. Protamine merupakan jenis protein yang terakhir yang
bersifat sederhana karena dapat terlarut dalam air dan tidak terkoagulasi dengan panas. Protein
ini terdapat pada salmin yang ada pada ikan salmon. Biasanya, hanya sebagian kecil protein
plasma disaring di glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin.
Normal ekskresi protein biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl urin. Lebih dari
10 mg/dl didefinisikan sebagai proteinuria. Adanya protein dalam urine disebut proteinuria.
Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan proteinuria adalah : penyakit ginjal
(glomerulonefritis, nefropati karena diabetes, pielonefritis, nefrosis lipoid), demam, hipertensi,
multiple myeloma, keracunan kehamilan (pre-eklampsia, eklampsia), infeksi saluran kemih
(urinary tract infection). Proteinuria juga dapat dijumpai pada orang sehat setelah kerja jasmani,
urine yang pekat atau stress karena emosi.
C.Alat dan Bahan
1. Alat dan Bahan uji glukosa dan protein dalam urine
a.alat:
 Tabung reaksi Pirex 9 buah
 Tabung reaksi Biasa 9 buah
 Pipet tetes 9 buah
 Lampu Spirtus
 Korek api
 Rak tabung reaksi 2 buah
 Penjepit tabung reaksi
 Penghitung waktu
b.bahan:
 Urine (dari 9 orang yang berbeda)
 Benedict
 Biuret

2.alat dan bahan uji kadar glukosa dan protein dalam darah
a.alat:
 Alat uji gula dalam darah
 Jarum penusuk
b.bahan:
 strip gula darah
 darah dari seorang praktikan
 kapas
 alkohol

D.Cara Kerja
a.urine
uji glukosa
1. Diberi label pada setiap tabung reaksi Pirex untuk uji glukosa pada urine
2. Mengisi 9 jenis urine ke dalam 9 tabung reaksi sebanyak 15 tetes secara terpisah.
3. Tabung reaksi jenis Pirex diteteskan 15 tetes benedict untuk uji glukosa
4. Setelah itu larutan urine dan benedict dipanaskan diatas api spirtus (jangan sampai mendidih
sekali) dengan dijepit dengan penjepit tabung reaksi, dengan hati-hati, jangan lupa arahkan mulut
tabung reaksi ke tempat terbuka (jangan kehadapan anda).
5. Ditunggu sekitar 1 menit dan dicatat perubahan warna yang dihasilkan setelah dipanaskan
Uji protein
1. Diberi label pada setiap T. Reaksi biasa untuk uji protein pada urine
2. Mengisi 9 jenis urine ke dalam 9 tabung reaksi sebanyak (15 tetes) secara terpisah
3. Tabung biasa diteteskan 15 tetes biuret untuk uji protein pada urine.
4. Dan di tunggu beberapa menit dan dicatat perubahan warna yang dihasilkan pada larutan .
b. Darah
uji kadar glukosa dan protein
1. kulit praktikan yang akan di ambil darahnya di sterilkan
2. tusuk jari praktikan dengan jarum penusuk hingga mengeluarkan darah
3. lalu darah di ambil dan di teteskan pada strip gula darah
4. tunggu beberapa saat t kalau stabil baca kadar glukosa darah.

BAB 2
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A.Hasil Pengamatan
Tabel pengamatan Uji glukosa dalam urine

Sampel Warna awal Warna akhir Kesimpulan


urin
A Biru Biru keruh (E) -
B Biru Hijau (E) +
C Biru keruh Kuning tua (E) ++
D Biru Hijau tua (E) +
E Biru Hijau bening (E) _
F Biru Kuning keruh (E) ++
G Biru bening Kuning keruh (E) ++
H Biru keruh Coklat (E) _
I Biru bening Kuning bening (E) ++
Ket: (E):ada endapan
- : tidak mengandung glukosa
+ : mengandung glukosa 1%
++ : mengandung glukosa 2%
Tabel pengamatan Uji protein dalam

Sampel urin Warna awal Warna akhir Kesimpulan


A Biru Biru muda -
B Biru Biru muda -
C Biru Biru bening -
D Biru Biru keruh -
E Biru Biru bening -
F Biru Biru keruh -
G Biru Biru muda -
H Biru Biru keruh -
I Biru Biru keruh -

Ket: - : tidak mengandung protein


+ : mengandung protein

Kadar glukosa dalam darah (kencing manis)


 Normal
↘Sesudah makan (200 mg/dl)

Kadar protein dalam darah ( asam urat)

 12 → normal pr (2 – 6)
↘tinggi

B.Pembahasan
1. Uji glukosa dan protein pada urin
Dari hasil yang telah di dapat maka dapat dikatakan urine yang mengandung glukosa adalah
urine yang jika di campur dengan larutan benedict akan meng-hasilkan warna merah bata
(setelah di panaskan)
 tidak megandung glukosa yaitu: urin E(hijau bening) dan H (coklat)
 mengandung glukosa 1 % yaitu : urin A(biru tua),B(hijau tua) dan D(hijau tua)
 mengandung glukosa 2 % yaitu : urin C(kuning tua),F(kuning tua),G (kuning tua)dan I(kuning)
Dari teori seorang yang urinenya mengandung protein ditandai dengan, jika urine di campur
dengan larutan biuret akan menghasilkan perubahan warna menjadi ungu. Dan menurut data dari
kelompok kami yang positif urinenya mengandung protein dan menderita penyakit proteinuria,
yaitu : tidak seorang pun.Urin A(biru muda),B(biru muda),C(biru muda),D(biru),E(biru
muda),F(biru),G(biru muda),H(biru),I(biru)
Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan proteinuria adalah : penyakit ginjal
(glomerulonefritis, nefropati karena diabetes, pielonefritis, nefrosis lipoid), infeksi saluran kemih
(urinary tract infection) dan lain-lain.

Adanya endapan saat melakukan tes urine menguji kandungan glukosa, setelah di panaskan, itu
bertanda adanya zat-zat yang tidak terserap, tetapi seharusnya zat itu di serap oleh tubuh.
Misalnya zat kreatin, dan lain-lain.

2. Uji glukosa dan protein dalam darah


Kadar gula pada orang puasa adalah <126,pada orang yang tidak berpuasa normalnya <200.dan
jika lebih dari itu bisa menunjukkan gejala diabetes melitus.pada data di atas glukosa darah
praktkan adalah 200 mg/dl,yaitu normal.
Kadar dalam protein dalam darah yang normal adalah 2-6,pada data kadar proteinnya tinggi yaitu
12,sehingga beresiko terkena penyakit asam urat

BAB 3
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan

 Urine dikatakan tidak mengandung glukosa( normal) jika warna urine pada tabung reaksi
setelah ditambahkan larutan biuret kemudian tidak berwarna unggu.jika terdapat kandungan
protein dalam urine, maka ginjal mengalami kelainanatau gangguan akibat terdapat kebocoran
pada ginjal bagian glomerulus yang berfungsi sebagai penyerapan senyawa yang dibutuhkan
oleh tubuh, termasuk protein
 Urine dikatakan normal jika warna urine pada tabung reaksi setelah ditambahkan larutan
benedict kemudian dipanaskan adalah kuning keputihan Jika pada urine terdapat glukosa, maka
ginjal bagian tubulus tidak berfungsi. Pada ginjal normal, glukosa dan asam amino meresap
melalui peristiwa difusi pada daerah tubulus.
 Tinggi nya kadar gula dalam darah dapat menyebabkan penyakit kencing manis(Diabetes
melitus)
 Tingginya kadar protein dalam darah menyebabakan penyakit asam urat

B.Saran
 Sebaiknya siswa menggunakan perlengkapan praktikum seperti baju praktek,sarung tangan dan
masker
 Sebaiknya jumlah tabung reaksi jenis tahan api (pirex) di perbanyak jumlahnya
 Sebaiknya bahan-bahan praktikum terutama urin menggunakan tempat yang
bagus(bukan kantong plastik)
 Sebaiknya alat-alat yang di gunakan di bagikan secara merata kepada seluruh kelompok

Daftar pustaka

Maryati, Sri.2007.Biologi:Jilid 2 untuk SMA Kelas XI.Jakarta:Erlangga

Lestari, Endang.2009.Biologi 2 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas XI


Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidkan Nasional

Rosmalah.2013.modul biologi.Sebatik,SMA Negeri 1

http://restii-piypa0o.blogspot.com/2012/06/makalah-uji-gula-
darah.html&source=s&q=+TENTANG+UJI+KADAR+GLUKOSA+DAN+PROTEIN+PADA+
DARAH
Uji glukosa