Anda di halaman 1dari 8

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

“WAWASAN NUSANTARA”

NAMA KELOMPOK 4 :

1. Sultan Maskun
2. George Selang
3. Elfira Antameng

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SAM RATULANGI

2019
A. WAWASAN NASIONAL SUATU BANGSA

Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan
lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta
pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional,
maupun global.

Suatu negara dan bangsa akan terikat erat apabila ada pemahaman yang mendalam tentang
perbedaan dalam negara atau bangsa itu sebagai anugrah, yang pada akhirnya akan memperkaya
khasana budaya negara atau bangsa tersebut. Disamping itu, perbedaan ini merupakan satu titik
yang sangat rentan terhadap perpecahan jika tidak diberikan pemahaman wawasan nasional dan
wawasan nusantara yang tepat bagi bangsa dan negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
keanekaragaman (pendapat, kepercayaan, hubungan, dsb) memerlukan suatu perekat agar bangsa
yang bersangkutan dapat bersatu guna memelihara keutuhan negaranya.

Suatu bangsa dalam menyelengarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh


lingkungannya, yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait-mengait antara filosofi bangsa,
idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya dan tradisi,
keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah. Upaya pemerintah dan rakyat
menyelengarakan kehidupannya, memerlukan suatu konsepsi yang berupa Wawasan Nasional yang
dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri.

B. TEORI-TEORI KEKUASAAN

Wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik
yang dianutnya.Beberapa teori paham kekuasaan dari teori geopolitik diuraikan sebagai berikut :

1. Paham-Paham Kekuasaan
Perumusan wawasan nasiona lahir berdasarkan pertimbangan dan pemikiran mengenai sejauh
mana konsep operasionalnya dapat diwujudkan dan dipertanggungjawabkan.Karena
itu,dibutuhkan landasan teori yang dapat mendukung rumusan Wawasan Nasional yaitu sebagai
berikut :
a. Paham Machiavelli
Dalam bukunya tentang politik dengan judul : The Prince Machiavelli memberikan pesan
tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah negara dapat berdiri
kokoh, di dalam terkandung beberapa kostulat dan cara pandang bagaimana memelihara
kekuasaan politik menurut Machiavelli , sebuah negara akan bertahan bila menerapkan
dalil-dalil :
 Pertama, dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara di halalkan
 Kedua, untuk menjaga kekuasaan rezim , politik adu domba adalah sah.
 Ketiga, dalam dunia politik ,yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.
.
b. Paham Kaisar Napoleon Bonaparte ( abad XVIII )
Kaisar Napoleon merupakan tokoh revolusioner dibidang cara pandang,selain penganut
yang baik dari Machiavelli.

Napoleon berpendapat bahwa :

Perang di masa depan akan merupakan perang total yang mengerahkan segala daya upaya
dan kekuatan nasional
Kekutan politik harus di dampingi kekutan logistik dan ekonomi nasional yang di dukung
sosbud berupa IPTEK sautu bangsa demi untuk membentuk kekutan hamkam dalam
mendukung dan menjajah negara negara Perancis .

O.K.I terjadi invasi militer besar-besaran oleh napoleon ke negara tetangga dan akhirnya di
rusia ( tetapi menjadi bumerang sehingga Napoleon dibuang di pulau Elba )

c. Paham Jenderal Clausewitz.

Bersama dengan era napoleon di rusia hidup jenderal Clausewitz ( diusir napoleon dari
negaranya hingga ke rusia ) . Clau sewitz kahirnya bergabung dan menjadi penasehat militer
staf umum tentara kekaisaran rusia .

Jenderal Clausewit menulis sebuah buku tentang perang yang Vom Kriege

Menurut Clausewit, perang adalah : Kelanjutan politik dengan cara lain .

Peperangan adalah sah –sah saja dalam memcapai tujuan nasional suatu bangsa pemikiran
tersebut inilah yang membenarkan / menghalalkan Prusia ber ekspansi sehingga
menimbulkan Perang Dunia I dengan kekalahan dipihak Prusia (Kekaisaran Jerman).

d. Paham Fuerback dan Hegel .

Pada abad XV11 maraknya paham Perdagangan Bebas ( Merchantilism ) merupakan nenek
moyang Liberalisme Paham ini berpendapat bahwa :Ukuran keberhasilan ekonomi suatu
negara adalah seberapa besar surplus ekonominya terutama terukur dari emas,Sehingga
memicu nafsu konolialisme negara barat dalam memcari emas ke tempat lain. Inilah yang
memotivasi columbus memcari daerah baru yaitu Amerika yang di ikuti Magelhen
berkeliling dunia.

e. Paham Lenin ( Abad XIX )

Lenin telah memodifikasi ajaran Clausewitz, menurut Lenin, perang ialah : Kelanjutan politik
secara kekerasan. Bahkan rekan Lenin yaitu ; Mao zhe dong lebih ekstrim lagi ,yaitu perang
ialah Kelanjutan politik dengan pertumpahan darah,Sehingga bagi komunis / Leninisme Perang
bahkan pertumpahan darah atau revolusi di negara lain diseluruh dunia adalah sah-sah saja
,yaitu dalam kerangka mengkonomiskan seluruh bangsa di dunia.

O.K.I selama perang dingin USSR dan RRC berlomba – lomba mengeksport paham komunis ke
seluruh dunia.

f. Paham Lucian W.Pye dan Sidney .

Dalam bukunya : political culture and Political Development, menjelaskan :

 Adanya peranan unsur-unsur subyektif dan psilogis dalam tatanan dinamikan kehidupan
politik suatu bangsa, sehingga kemantapan suatu sistem politik dinamika hanya dapat
dicapai bila berakar pada kebudayaan politik bangsa.
 Kebudayaan politik akan menjadi pandangan baku dalam melihat kesejahteraan sebagai
politik, dengan demikian, maka dalam memproyeksikan eksistensi kebudayaan politik tidak
semata-mata di tentukan kondisi-kondisi obyektiftapi juga harus menghayati subyektif
psikologis sehingga dapat menempatkan kesadaran dalam kepribadian bangsa.

2. Teori – Teori Geopolitik

Geopolitik berasal dari kata geo atau bumi, sedangkan politik berarti kekuatan yang
berdasarkan pada pertimbangan “dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan dasar
nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.

a. Pandangan ajaran Frederich Ratzel


Pada abad ke 19, untuk pertama kalinya Frederich Ratzel merumuskan tentang ilmu bumi
politik sebagai hasil penelitian secara ilmiah dan universal (tidak khusus suatu negara).

Pokok – pokok ajaran Frederich Ratzel adalah :

 Dalam hal tertentu pertumbuhan negara dapat dianalogikan dengan pertumbuhan


organisme yang memerlukan ruang lingkup melalui proses :
lahir,tumbuh,berkembang,mempertahankan hidup,menyusut dan mati.
 Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti
kekuatan, makin luas potensi ruang tersebut, makin besar kemungkinan kelompok politik
itu tumbuh.(teori ruang,konsep ruang )
 Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum
alam, hanya bangsa yang unggul saja yang dapat bertahan terus dan langgeng.
 Semakin tinggi budaya suatu bangsa, semakin besar ketumbuhan dukungan akan sumber
daya alam yang diperlukan.Apabila wilayah/ruang hidup tidak mendukung,bangsa
tersebut akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan alam diluar wilayahnya
(ekspansi).

b. Pandangan ajaran Rudolf Kjellen.

Kjellen melanjutkan ajaran Ratzel (Teori Organisme), jika Ratzel negara “dianalogikan” sebagai
organisme maka Kjellen menyatakan negara adalah suatu organisme yang dianggap sebagai
“Prinsip dasar”

Pokok – pokok ajaran Rudolf Kjellen adalah :

 Negara sebagai satuan biologis, suatu organisme hidup yang juga mempunyai intelektual.Negara
dimungkinkan untuk memperoleh rung yang cukup luas agar kemampuan dan kekuatan rakyatnya
dapat berkembang secara bebas..
 Negara merupakan sistem politik atau pemerintahan yang meliputi bidang : Geopolitik, ekonomi
politik, demo politik, sospol dan kratopol. (politik memerintah)
 Negara tidak harus bergantung dengan sumber pembekalan dari luar tapi harus mampu
berswasembada dan memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan
kekuatan nasionalnya : Kedalam,untuk mencapai persatuan dan kesatuan yang harmonis dan
Keluar,untuk memperoleh batas – batas negara yang lebih baik.
c. Pandangan ajaran karl.haushofer.

Pandangan ini berkembang di jerman ketika negara ini berada dibawah kekuasan Adolf
Hitler.Pandangan ini juga diekmbangkan di jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh
semangat militerisme dan fasisme. Pokok-pokok ajaran Haushofer (menganut ajaran Kjellen)
adalah:

 Kekuasaan Imperium Daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasaan Imperium Maritim
untuk menguasai pengawasan di laut.
 Beberapa negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai: Eropa,Afrika dan Asia Barat
(Jerman dan Itali) serta Jepang di Asia Timur Raya.
 Geopolitik ialah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal-soal strategi perbatasan ,ruang
hidup bangsa dan tekanan-tekanan kekuasaan dan sosial yang rasial mengharuskan pembagian
baru dari kekayaan alam di dunia .Geopolitik adalah landasan dari tindakan politik dalam
perjuangan kelangsungan hidup untuk memdapatkan ruang hidupnya.

d. Pandangan Ajaran Sir Halford Mackinder.

Teori Ahli Geopolitik ini menganut konsep kekuatan ,yaitu: kekuatan di Darat (wawasan benua)
,ajarannya adalah: Barang siapa dapat menguasai daerah jantung yaitu: Eurasia (Eropa dan Asia)
akan dapat menguasai pulau dunia yaitu Eropa,Asia,dan Afrika, barang siapa dapat menguasai
pulau di dunia akhirnya dapat mengusai dunia.

e. Pandangan Ajaran Sir Wartel Raleigh dan Alfred Thyer Mahan .

Kedua ahli ini mempunyai gagasan tentang kekuatan di lautan [wawasan Bahari] : Barang siapa
yang mengusai lautan akan mengusai perdangan Mengusai perdagangan berarti mengusai
kekayaan dunia ,sehingga akhirnya menguasai Dunia

f. Pandangan Ajaran W.Mitchel A.Saversky ,Giulio Douhet ,dan John Frederik Charles
Fuller

Keempat ahli mempunyai gagasan tentang kekuatan di udara justru yang paling
menentukan.Mereka melahirkan teori “wawasan Dirgantara” yaitu konsep kekuatan di udara.
Kekuatan di udara hendaknya mempunyai daya yang dapat diandalkan untuk menangkis ancaman
dan melumpuhkan kekuatan lawan dengan menghancurkan di kandangnya sendiri agar lawan
tidak mampu lagi menyerang.

g. Pandangan ajaran Nicholas J. Spykman

Ajaran ini menghasilkan teori yang dinamakan Teori Daerah Batas (rimland),yaitu teori wawasan
kombinasi yang menggabungkan kekuatan darat,laut dan udara.Dalam pelaksanaannya,teori ini
disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.

C. Ajaran Wawasan Nasional Indonesia

Wawasan Nasional Indonesia merupakan wawasan yang dikembangkan berdasarkan teori


wawasan nasional secara universal. Wawasan tersebut dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan bangsa
Indonesia dan geopolitik Indonesia.

1. Paham Kekuasaan Bangsa Indonesia


Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan
damai: “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kernerdekaan.” Wawasan nasional bangsa
Indonesia tidak mengembangkan ajaran tentang kekuasaan dan adu kekuatan, karena hal tersebut
mengandung benih-benih persengketaan dan ekspansionisme.
Ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan bahwa: ideologi digunakan sebagai landasan idiil
dalam menentukan politik nasional, dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografi Indonesia dengan
segala aspek kehidupan nasionalnya. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia dapat menjamin
kepentingan bangsa dan negaranya di tengah-tengah perkembangan dunia.

2. Geopolitik Indonesia
Pemahaman tentang kekuatan dan kekuasaan yang dikembangkan di Indonesia didasarkan pada
pemahaman tentang paham perang dan damai serta disesuaikan dengan kondisi dan konstelasi geografi
Indonesia.
Sedangkan pemahaman tentang negara Indonesia menganut paham negara kepulauan, yaitu. paham yang
dikembangkan dari asas archipelago yang memang berbeda dengan pemahaman archipelago di negara-
negara Barat pada umumnya.Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah bahwa menurut paham
Barat,laut berperan sebagai ”pemisah” pulau, sedangkan menitrut paham Indonesia laut adalah
“penghubungn sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai uTanah Airn dan
disebut Negara Kepulauan.

3. Dasar Pemikiran Wawasan Nasional Indonesia


Dalam menentukan, membina, dan mengembangkan wawasan nasionalnya, bangsa Indonesia
menggali dan mengembangkan dari kondisi nyata yang terdapat di lingkurigan Indonesia sendiri.
Wawasan Nasional Indonesia dibeatuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan bangsa Indonesia yang
berlandaskan falsafah Pancasila dan oleh pandangan geopolitik Indonesia yang berlandaskan pemikiran
kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, pembahasan latar belakang filosofis sebagai
dasar pemikiran pembinaan dan pengembangan wawasan nasional Indonesia ditinjau dari:

 Latar belakang pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila.


 Latar belakang pemikiran aspek Kewilayahan Nusantara.
 Latar belakang pemikiran aspek Sosial Budaya Bangsa Indonesia.
 Latar belakang pemikiran aspek Kesejarahan Bangsa Indonesia.

Referensi :

1. https://firmaaansyh.wordpress.com/2017/04/19/wawasan-nusantara-teori-
kekuasaan-dan-geopolitik/
2. https://anggiputriandiyani.wordpress.com/tag/dan-udara-c-ajaran-wawasan-
nasional-indonesia-wawasan-nasional-indonesia-merupakan-wawasan-yang-
dikembangkan-berdasarkan-teori-wawasan-nasional-secara-universal-a-paham-
kekuasaan-indonesia-bangsa/
3. https://tugassekolah.co.id/2019/08/ajaran-wawasan-nasional-indonesia.html
4. http://farrasnia-wawasannasionalindonesia.blogspot.com/2012/04/wawasan-
nasional-indonesia.html ocw.gunadarma.ac.id
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara