Anda di halaman 1dari 12

Tugas 1

BISNIS INTERNASIONAL

Bab I : “Cepatnya Perubahan Bisnis Internasional”


Dosen Pengampu : Rita Yuanita Toendan, SE., M.Si

Disusun oleh :
Nama : Wahyudiansyah
NIM : BBA 117 118
Kelas : E
Jurusan : Manajemen

2 SEPTEMBER 2019
BAB I

Perdagangan/Bisnis internasional merupakan kegiatan dagang yang dilakukan


dengan melewati batas – batas suatu Negara. Selain itu, Bisnis Internasional
juga dapat diartikan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan oleh penduduk
suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.
Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan
individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah
suatu negara dengan pemerintah negara lain.

Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama


untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi
selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap
kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad
belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi,
kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Pengertian Bisnis Internasional

Menurut Beberapa Ahli :

• Brown dan Petrello (1976)

“Business is an institution which produces goods and services demanded by


people.”

Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang
dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka
lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi
kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

• Steinford ( 1979)
1
“Business is all those activities involved in providing the goods and services
needed or desired by people”.

Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau
jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh
organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki
badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun
badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin
Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal
lainnya.

• Griffin dan ebert (1996)

“Business is an organization that provides goods or services in order toearn


provit”.

Sejalan dengan definisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan
jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan
menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total
Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama.
Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga
melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk
meningkatkan laba yang lebih besar.

• Hughes dan Kapoor

“Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a provit,
the goods and services that satisfy societies needs. The general term business
refer to all such efforts within a society or within an industry.”

2
Maksudnya Bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk
menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri. Orang yang
mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam
menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.

• Allan Afuah (2004)

Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan


dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sember daya
menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen.

• Glos, Steade dan Lowry (1996)

Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang
berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan
barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki
standard serta kualitas hidup mereka.

Sejarah Bisnis Internasional

Selama abad ke 16 perdagangan rempah-rempah didominasi oleh Portugis


dengan menggunakan Lisbon sebagai pelabuhan utama. Sebelum revolusi di
negeri Belanda, kota Antwerp memegang peranan penting sebagai distributor
di Eropa Utara. Akan tetapi setelah tahun 1591 Portugis melakukan kerjasama
dengan firma-firma dari Jerman, Spanyol dan Italia menggunakan Hamburg
sebagai pelabuhan utama sebagai tempat untuk mendistribusikan barang-
barang dari Asia, memindah jalur perdagangan tidak melewati Belanda.

Namun, perdagangan yang dilakukan Portugis tidak efisien dan tidak mampu
menyuplai permintaan yang terus meninggi, terutama lada. Suplai yang tidak

3
lancar menyebabkan harga lada meroket pada saat itu. Selain itu Unifikasi
Portugal dan Kerajaan Spanyol (yang sedang dalam keadaan perang dengan
Belanda pada saat itu) pada tahun 1580, menimbulkan kekhawatiran tersendiri
bagi Belanda. ketiga faktor tersebutlah yang mendorong Belanda memasuki
perdagangan rempah-rempah Interkontinental.

Akhirnya Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman menemukan


"jalur rahasia" pelayaran Portugis, yang membawa pelayaran pertama Cornelis
de Houtman ke Banten, pelabuhan utama di Jawa pada tahun1595-1597.

Pada tahun 1596 empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman
berlayar menuju Indonesia, dan merupakan kontak pertama Indonesia dengan
Belanda. Ekspedisi ini mencapai Banten, pelabuhan lada utama di Jawa Barat,
disini mereka terlibat dalam perseteruan dengan orang Portugis dan penduduk
lokal. Houtman berlayar lagi ke arah timur melalui pantai utara Jawa, sempat
diserang oleh penduduk lokal di Sedayu berakibat pada kehilangan 12 orang
awak, dan terlibat perseteruan dengan penduduk lokal di Madura
menyebabkan terbunuhnya seorang pimpinan lokal. Setelah kehilangan
separuh awak maka pada tahun berikutnya mereka memutuskan untuk
kembali ke Belanda namun rempah-rempah yang dibawa cukup untuk
menghasilkan keuntungan.

Pembentukan EIC dan VOC

Para pedagang Inggris yang memulai mendirikan perusahaan dagang di Asia


pada 31 Desember 1600 yang dinamakan The British East India Company dan
berpusat di Calcutta. Kemudian Belanda menyusul tahun 1602 dengan
Vereenigde Oostindische Compagnie. Perancis pun tak mau ketinggalan dan
mendirikan La Compagnie française des Indes orientales or Compagnie

4
française pour le commerce des Indes orientales tahun 1604. Pada 20 Maret
1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie
- VOC (Perkumpulan Dagang India Timur).

Di masa itu, terjadi persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu


Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk
memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur. Untuk menghadapai
masalah ini, oleh Staaten Generaal di Belanda, VOC diberi wewenang memiliki
tentara yang mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas
nama Pemerintah Belanda (yang waktu itu masih berbentuk Republik) untuk
membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu
negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan
dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara. Perusahaan
ini mendirikan markasnya di Batavia (sekarang Jakarta) di pulau Jawa. Pos
kolonial lainnya juga didirikan di tempat lainnya di Hindia Timur yang kemudian
menjadi Indonesia, seperti di kepulauan rempah-rempah (Maluku), yang
termasuk Kepulauan Banda di mana VOC manjalankan monopoli atas pala dan
fuli.

Metode yang digunakan untuk mempertahankan monompoli termasuk


kekerasan terhadap populasi lokal, dan juga pemerasan dan pembunuhan
massal.

Revolusi Industri

Revolusi Industri adalah perubahan teknologi, sosio ekonomi, dan budaya pada
akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 yang terjadi dengan penggantian
ekonomi yang berdasarkan pekerja menjadi yang didominasi oleh industri dan
diproduksi mesin.

5
Revolusi ini dimulai di Inggris dengan perkenalan mesin uap (dengan
menggunakan batu bara sebagai bahan bakar) dan ditenagai oleh mesin
(terutama dalam produksi tekstil). Perkembangan peralatan mesin logam-
keseluruhan pada dua dekade pertama dari abad ke-19 membuat produk
mesin produksi untuk digunakan di industri lainnya

KEKUATAN-KEKUATAN GLOBALISASI

Ada enam kekuatan utama yang harus dipantau oleh perusahaan dalam
menghadapi situasi global yang cepat ini. Kekuatan utama tersebut meliputi:

1. Kekuatan lingkungan demografi, yang harus mendapat perhatian dalam hal


ini adalah pertumbuhan populasi, bauran usia populasi, pasar etnis,
kelompok pendidikan, pola rumah tangga, pergeseran geografis dalam
populasi, pergeseran dari pasar masal ke pasar mikro.
2. Kekuatan lingkungan ekonomi, yang mana yang menjadi perhatian adalah
distribusi pendapatan dan tersedianya tabungan, hutang atau kredit.
3. Kekuatan lingkungan alam, yang mana termasuk didalamnya adalah
kurangnya bahan baku, meningkatnya biaya energi, meningkatnya tingkat
polusi, dan peran pemerintah yang berubah.
4. Kekuatan lingkungan teknologi, dimana perubahan teknologi yang cepat
selalu membawa dampak pada kekuatan “perusak kreatif”, memberikan
inovasi yang tanpa batas, anggaran penelitian yang selalu berubah dan
beragam, meningkatnya peraturan atas perubahan teknologi serta
konsekuensi jangka panjang yang tidak dapat diduga sebelumnya.
5. Kekuatan lingkungan politik/hukum, ini berkaitan dengan konsekuensi
politik dan keinginan pemerintah yang selalu mengatas namakan
perlindungan rakyatnya. Dimana didalamnya terdapat undang-undang,

6
peraturan, dengan adanya pertumbuhan kelompok dengan kepentingan
khusus.
6. Kekuatan lingkungan sosial/budaya, ini juga mempunyai peranan penting,
disebabkan oleh adanya tingkat kemapanan dari nilai budaya dasar,
keberadaan sub kultur, dan pergeseran nilai budaya dalam lingkungan
masyarakat.

LINGKUNGAN

Berbicara mengenai lingkungan bisnis internasional, dapat diklasifikasikan


sebagai berikut:

 Lingkungan Eksternal adalah kekuatan lingkungan luar yang tidak dikontrol


manajemen walaupun dapat dipengaruhinya.

 Lingkungan internal adalah kekuatan lingkungan dalam perusahaan yang


diatur manajemen untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan dalam
kekuatan yang tidak dapat dikontrol, seperti faktor-faktor produksi dan
aktivitas organisasi. Bisnis internasional berbeda dari bisnis domestik, karena
bisnis internasional harus berhadapan dengan kekuatan-kekuatan tiga
lingkungan:

 Lingkungan Domestik adalah semua kekuatan tidak dapat dikontrol yang


bersumber dari negara asal yang melingkupi dan mempengaruhi kehidupan
dan perkembangan perusahaan.

 Lingkungan Asing adalah semua kekuatan tidak dapat dikontrol yang


bersumber dari luar negara asal yang menyelimuti dan mempengaruhi
kehidupan dan perkembangan perusahaan.

7
 Lingkungan Internasional adalah interaksi antara kekuatan-kekuatan
lingkungan domestik dan lingkungan asing. Bisnis internasional bersifat luas
dan multidimensional, maka pelaku bisnis perlu memiliki kawasan yang luas
dalam menjalankan kegiatannya. Seperti yang dikatakan Pang Lay Kim, bahwa
bisnis internasional merupakan arena bagi hampir semua unsur seperti politik,
ekonomi dan diplomasi. Hubungan internasional secara nyata ikut berperan,
mempengaruhi dan bersaing serta bekerja sama dalam bisnis internasional.
Sebagaimana dinyatakan oleh Moyer, bidang bisnis internasional meminjam
beberapa disiplin akademis termasuk ekonomi internasional, antropologi
budaya dan ilmu politik.

Oleh karena itu, studi bisnis internasional biasanya meliputi hal-hal sebagai
berikut:

 Operasi perusahaan dalam negeri di luar negeri (investasi);

 Perdagangan ekspor dan impor. Bidang studi ini telah sejak lama menarik
para ekonom, karena arus perdagangan internasional memiliki dampak besar
bagi pembangunan dan kegiatan ekonomi lokal.

 Manajemen perbandingan. Membandingkan perusahaan dalam dan luar


negeri serta membandingkan sistem ekonomi antar negara.

 Analisis bisnis fungsional, yang meliputi permasalahan international,


keuangan internasional dan manajemen internasional.

Dalam tulisan ini, akan dibahas juga tiga lingkungan yang sangat penting dalam
bisnis internasional, antara lain:

8
Lingkungan Eksternal Makro

Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan yang berada di luar perusahaan


yang tidak secara langsung mempengaruhi bisnis atau perilaku suatu
perusahaan. Perusahaan relatif tidak bisa mempengaruhi lingkungan eksternal
makro ini. Contoh lingkungan eksternal makro:

a) Lingkungan Budaya; budaya yang berbeda antar negara membuat sebuah


bisnis internasional harus memodifikasi perilakunya di negara satu dengan
yang lain.

b) Lingkungan Ekonomi, antara lain; Tingkat inflasi (inflation rate), Tingkat


pengangguran (unemployment rate), GDP (Gross Domestic Product), Tingkat
suku bunga (interest rate), dan Perbandingan aliran modal yang masuk (capital
inflow) dengan aliran modal yang keluar (capital outflow), Tingkat pertukaran
mata uang dengan mata uang asing (foreign exchange), serta Efisiensi pasar
modal (capital market efficiency).

c) Lingkungan Hukum dan Politik; Kelengkapan Undang- undang yang terkait


dengan bisnis; Penyesuaian Undang- undang dengan kondisi terkini; Upaya
pelaksanaan Undang- undang; Risiko politik (political risk) suatu negara.

d) Lingkungan Keadaan Alam; Keanekaragaman dan jumlah kekayaan alam;


Upaya pelestarikan kekayaan alam; Upaya pengambilan kekayaan alam.

e) Teknologi, terdiri dari Penemuan dan cara berproduksi lebih baik

f) Lingkungan Hubungan Internasional; Keterbukaan hubungan kerjasama


(terutama hubungan bisnis) dengan Negara lain serta Hambatan dalam
hubungan kerjasama dengan negara lain.

9
Lingkungan Eksternal Mikro

Lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan yang berada di luar perusahaan


yang secara langsung mempengaruhi bisnis. Perusahaan relatif lebih bisa
mempengaruhi lingkungan ini (dari pada lingkungan eksternal makro).

Contoh lingkungan eksternal mikro: Pemasok BB (Suplier), yaitu pihak yang


menyediakan bahan baku yang akan diproses menjadi produk oleh bisnis.

Lingkungan Internal

Lingkungan Internal adalah lingkungan yang berada didalam perusahaan dan


mempengaruhi secara langsung bisnis. Perusahaan sangat bisa mempengaruhi
lingkungan internalnya.

Contoh lingkungan internal: Karyawan, peralatan dan mesin, modal, bahan


baku, barang dalam proses, barang jadi, serta sistem informasi dan
administrasi.

10
Daftar Pustaka

https://mistarstiebima.blogspot.com/2017/02/bab-i-kecepatan-perubahan-
bisnis.html

11