Anda di halaman 1dari 13

Hubungan Ilmu Taksonomi Tumbuhan

dengan Disiplin Ilmu yang lain

DISUSUN OLEH:

ADI BUDI UTOMO


(24020117120036)

DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya
maka penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Hubungan
Ilmu Taksonomi Tumbuhan dengan Disiplin Ilmu yang Lain”. Penyusunan makalah
ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah
Taksonomi di Departemen Biologi Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Dr. Sri Utami, MS selaku dosen pengampu pada mata kuliah Taksonomi.
2. Teman- teman semua yang mengikuti perkuliahan Taksonomi.
3. Semua pihak yang ikut membantu penyusunan makalah “Hubungan Ilmu
Taksonomi Tumbuhan dengan Disiplin Ilmu yang Lain”. yang tidak dapat
penyusun sebutkan satu persatu.

Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan


.Untuk itu, Peyusun mengharapkan saran dan kritik demi perbaikan dan
penyempurnaan makalah ini.

Semarang,28 November 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1

1.1 LATAR BELAKANG ...................................................................................... 1

1.2 Tujuan ............................................................................................................... 2

1.3 Rumusan masalah ............................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN............................................................................................... 3

2.2 Hubungan Ilmu Taksonomi dengan Ilmu yang lain ......................................... 3

2.3 Jenis –jenis Ilmu yang berhubungan dengan Ilmu Taksonomi Tumbuhan ..... 4

BAB III PENUTUP ....................................................................................................... 9

3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Sesorang yang ingin mendalami ilmu taksonomi tumbuhan, tidak akan
berhasil mencapai tujuannya tanpa mempelajari ilmu pengetahuan yang lain,
baik cabang-cabang ilmu yang sama seperti ilmu taksonomi maupun ilmu yang
bernaung dibawah ilmu tumbuhan maupun cabang ilmu lain yang menunjukan
kaitannya dengan taksonomi tumbuhan. kaitan antara morfologi, anatomi dan
genetika dengan taksonomi tumbuhan, sangatalah erat . Dalam klasifikasi
tumbuhan diperlukan adanya struktur morfologi, anatomi, dan fisiologi
tumbuhan Untuk mengidentifikasi jenis – jenis tumbuhan . Tetapi untuk
medalami taksonomi tumbuhan seseorang juga harus mempunyai bekal
pengetahuan lain seperti ilmu-ilmu kimia, statistika dan lain-lain. Dengan
diperluasnya wawasan ini, semakin bertambahlah ketergantungan taksonomi
akan hasil penelitian dibidang ilmu sejenis lainnya, sehingga produk dari ilmu
ini merupakan hasil dari suatu sintesis dari beberapa bidang ilmu.

Hubungan ilmu-ilmu lain dengan taksonomi tidak hanya masalah nama,


peraturan pemberian nama yang benar secara internasional dan penggolongan
saja, melainkan juga menentukan hubungan kekerabatan antar tumbuahan.
Sehingga, ini penting untuk ilmu-ilmu terapan, seperti pertanian, kehutanan,
farmasi, dan ilmu lainnya. Penggolongan tumbuhan harus dilengkapi dengan
Pertelaan dari ilmu-ilmu yang termasuk biologi, misalnya morfologi, anatomi,
sitologi, embriologi, fisiologi, fitokimia, genetika, ekologi, fitogeografi, dan
lain-lainnya.

Taksonomi merupakan dasar dari ilmu-ilmu lain, tetapi


perkembangan taksonomi juga tergantung dari perkembangan ilmu-ilmu yang
lain . Klasifikasi yang baik dapat merupakan pedoman pencarian masalah
penelitian biologi, serta bidang-bidang ilmu lainnya. Olehkarena itu, para ahli
taksonomi mempunyai tanggung jawab berat dalam membuat sistem klasifikasi
yang dapat menjadi pedoman secara umum bagi ilmu lainnya.

1
2

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui hubungan ilmu taksonomi tumbuhan dengan
ilmu yang lain .
2. Untuk mengetahui jenis-jenis ilmu yang berhubungan dengan
ilmu taksonomi tumbuhan.

1.3 Rumusan masalah


1. Apakah pengertian ilmu taksonomi ?
2. Bagaimana hubungan ilmu taksonomi tumbuhan dengan ilmu
yang lain?
3. Apa saja jenis- jenis ilmu yang berhubungan dengan ilmu
taksonomi ?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ilmu Taksonomi


Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari identifikasi, tata nama, dan
klasifikasi, yang biasanya terbatas pada objek biologi, bila terbatas pada
tumbuhan sering disebut sistematik tumbuhan. Unsur utama yang menjadi
lingkupnya taksonomi tumbuhan adalah pengenalan yang didalamnya tercakup
pemberian nama dan penggolongan. Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang
mempelajari penelusuran, penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan
(identifikasi), pengelompokan (klasifikasi), dan penamaan tumbuhan. Ilmu ini
merupakan cabang dari taksonomi.
Taksonomi tumbuhan sering kali disebut dengan sistematika tumbuhan
dan klasifikasi tumbuhan. Klasifikasi tumbuhan adalah bagian dari taksonomi
tumbuhan. Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat erat dengan
taksonomi tumbuhan. Namun demikian, sistematika tumbuhan lebih banyak
mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalam sistematika
bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan. Di sisi lain,
taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan sampel-
sampel (spesimen) tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi).

2.2 Hubungan Ilmu Taksonomi dengan Ilmu yang lain


Hubungan ilmu-ilmu lain dengan taksonomi tidak hanya masalah nama,
peraturan pemberian nama yang benar secara internasional dan penggolongan
saja, melainkan juga menentukan hubungan kekerabatan antar tumbuahan.
Sehingga, ini penting untuk ilmu-ilmu terapan, seperti pertanian, kehutanan,
farmasi, dan ilmu lainnya. Penggolongan tumbuhan harus dilengkapi dengan
Pertelaan dari ilmu-ilmu yang termasuk biologi, misalnya morfologi, anatomi,

3
4

sitologi, embriologi, fisiologi, fitokimia, genetika, ekologi, fitogeografi, dan


lain-lainnya.
Taksonomi merupakan dasar dari ilmu-ilmu lain, tetapi
perkembangan taksonomi juga tergantung dari perkembangan ilmu-ilmu yang
lain . Klasifikasi yang baik dapat merupakan pedoman pencarian masalah
penelitian biologi, serta bidang-bidang ilmu lainnya. Olehkarena itu, para ahli
taksonomi mempunyai tanggung jawab berat dalam membuat sistem klasifikasi
yang dapat menjadi pedoman secara umum bagi ilmu lainnya.

2.3 Jenis –jenis Ilmu yang berhubungan dengan Ilmu Taksonomi


Tumbuhan
Jenis hubungan antara cabang- cabang ilmu yang lain dengan ilmu
taksonomi tumbuhan:
1. Cabang ilmu yang menjadi syarat mutlak untuk mendalami ilmu
taksonomi tumbuhan . cabang ilmu tersebut disebut prasyarat (sebelum
mempelajari ilmu yang lain ).
2. Cabang ilmu yang diperlukan untuk lebih memahami ilmu yang sedang
dipelajari (penunjang).
3. Cabang ilmu dengan mempelajarinya dapat menambah wawasan serta
cara pandanganya

1. Ilmu atau cabang-cabang ilmu yang merupakan syarat mutlak sebagai bekal
mendalami taksonomi tumbuhan, disebut Prasyarat. Cabang-cabang ilmu
tersebut antara lain:
a. Tatanama Tumbuhan
Tatanama tumbuhan merupakan sayarat mutlak untuk siapa saja
yang ingin mendalami taksonomi tumbuhan. Menurut perkembangannya
hingga sekarang, tatanama tumbuhan tidak hanya memuat ketentuan-
ketentuan pemberian nama, tetapi seperti dalam Kode Internasional
5

Tatanama Tumbuhan, memuat pula ketentuan-ketentuan yang mengatur


prosedur jalannya kegiatan-kegiatan dalam taksonomi tumbuhan,
misalnya syarat dalam publikasi nama takson-takson baru, penerapan
metode tipe, perubahan nama sebagai akibat perubahan status suatu
takson, merupakan contoh dari sekian banyak prosedur dalam kegiatan
taksonomi tumbuhan, yang bila tidak ditaati dapat menyebabkan tidak
syahnya nama-nama yang diberikan dan tidak syahnya publikasi yang
dihasilkan.

b. Morfologi-Terminologi
Hampir dalam setiap karya taksonomi diperlukan adanya
pencandraan tumbuhan, baik dalam flora maupun monograf, revisi,
terlebih dalam publikasi untuk memperkenalkan suatu takson baru yang
diperkenalkan. Pencandraan ini hanya akan dapat dilakukan jika
menguasai bidang morfologi termasuk peristilahan (terminology) yang
harus digunakan.

c. Bahasa Latin
Asas ke 5 Kode Internasional Tatanama Tumbuhan menyatakan,
bahwa nama-nama ilmiah diperlakukan sebagai bahasa Latin tanpa
memperdulikan dari bahasa mana yang digunakan sebagai nama ilmiah
itu. Meskipun untuk pemberian nama tumbuhan tidak mutlak harus bahasa
Latin, namun dalam penerapannya kata-kata tersebut harus mengikuti
kaidah-kaidah yang berlaku untuk bahasa Latin. Banyak nama ilmiah
berasal dari bahasa Yunani, dapat pula nama-nama orang misalnya author,
nama tempat, adapula dari bahasa Indonesia (Maluku),
sepertigenemu untuk melinjo,yang karena diberlakukan kaidah Latin
berubah menjadi gnemon untuk nama Gnetum gnemon. Selain itu dalam
publikasi nama ilmiah suatu takson baru, bagi tumbuhan masih berlaku
6

persyaratan, bahwa nama ilmiah tumbuhan yang diperkenalkan pertama


kali itu harus disertai deskripsi atau sekurang-kurangnya diagnosis yang
harus ditulis dalam bahasa Latin.

2. Cabang ilmu yang diperlukan untuk lebih memahami ilmu yang sedang
dipelajari (penunjang).
a. Filogeni dan Evolusi
Filogeni adalah sejarah evolusioner suatu takson yang berupaya
untuk menerangkan asal dan perkembangan takson itu. Filogeni
(Phylogeni) bersal dari kata Phylum atau Phylon (bangsa/ras) dan genesis
(keturunan),merupakan sejarah perkembangan mahluk hidup dari bentuk
yang sederhana (bersel tunggal) kebentuk mahluk yang lebih maju dengan
memakan waktu yang sangat panjang. Evolusi sendiri bermakna “mekar”
dalam arti berkembang secara gradual dari mahluk yang ada sebelumya
sejak permulaan adanya kehidupan. Perkembangan taksonomi tumbuhan
dalam abad ini menuntut diciptakannya suatu system klasifikasi yang
tidak hanya memberikan suatu system klasifikasi yang tidak hanya
memberikan suatu ikhtisar ringkas dari dunia tumbuhan yang ada, tetapi
sekaligus dapat mencerminkan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar
tumbuhan serta urutannya dalam sejarah filogenetik tumbuhan.

b. Ekologi dan Fitogeografi


Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik
antara mahluk hidup dengan lingkungannya, sedang fitogeografi
merupakan cabang ilmu tumbuhan yang mempelajari hubungan
keruangan (spatial relation ship) antara takson tumbuhan dimuka bumi ini,
atau lebih sering dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari agihan atau
distribusi tumbuhan dimuka bumi. Dalam karya-karya taksonomi
tumbuhan, disamping deskripsi disertakan pula berbagai data ekologi dan
7

fitogeografi, seperti habitat, perilaku pertumbuhan, agihan horizontal dan


vertical, kesemuanya merupakan tambahan informasi mengenai
tumbuhan yang sedang dibicarakan.

c. Genetika
Seorang ahli genetika yang ingin memasukkan plasma nutfah baru
pada suatu tanaman pertanian agar produksinya meningkat serta tahan
terhadap penyakit harus mengetahui ciri-ciri dari tumbuhan induk, jadi
tidak terlepas dari kegiatan klasifikasi mahluk hidup yang terkait dalam
usaha menunjang keberhasilannya. Selanjutnya dalam mengidentifikasi
tumbuhan, khususnya untuk identifikasi jenis, tidak mungkin diperoleh
hasil yang cermat jika identifikasinya hanya berdasarkan ciri-ciri
morfologi saja. Salah satu kriteria yang sangat penting adalah jumlah dan
konstelasi kromosom. Tumbuhan yang sejenis mempunyai jumlah
konstelasi kromosom yang sama. Ini berarti bahwa untuk identifikasi yang
akurat, seorang ahli taksnomi diharapkan pula mampu melakukan
pemeriksaan sitologi untuk dapat menghitung jumlah kromosom yang
dimiliki suatu tumbuhan.
3. Cabang ilmu dengan mempelajarinya dapat menambah wawasan serta cara
pandanganya .
a. Geologi, Ilmu tanah dan Iklim
Pengetahuan geologi dan ilmu tanah serta iklim memungkinkan
ahli-ahli taksonomi untuk menyebutkan data ekologi dan geografi
mengenai suatu jenis tumbuhan dengan lebih tepat, misalnya tentang
jenis tanah tempat tumbuhnya, mengenai agihannya baik menurut arah
horizontal maupun vertical. Kenyataan terdapatnya daerah egihan yang
bersifat diskontinyu mungkin dapat dipahami melalui teori/konsep
dalam geologi, sedang ilmu tanah juga dapat membantu untuk
8

menerangkan mengapa suatu jenis tumbuhan dialam terdapat asosiasi


dengan jenis-jenis lain yang tertentu saja. Pengetahuan tentang iklim
akan membantu para ahli taksonomi dalan berbagai aspek lain yang
menyangkut ekologi, seperti musim berbunga, berbuah, serta cara
pemencaran tumbuhan.

b. Matematika, Statistika, dan Komputer


Kecenderungan adanya penerapan matematika dan statistika,
terutama dalam pengolahan hasil-hasil penelitian mempunyai pengaruh
pada taksonomi tumbuhan, demikian juga dengan penggunaan
komputer. Diperkenalkannya metode taksimetri atau taksonometri dalam
menentukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar takson
tumbuhan merupakan bukti nyata, bahwa tidak tepat lagi bila taksonomi
dipandang sebagai suatu cabang ilmu yang bersifat deskriptif belaka.
Dalam taksonomipun dapat diselenggrakan penelitian yang bersifat
eksperimental yang pengambilan kesimpulannya juga diproses melalui
pengolahan hasil yang menerapkan metode matematika dengan
perhitungan-perhitungan yang menggunakan komputer.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Hubungan ilmu-ilmu lain dengan taksonomi tidak hanya masalah nama,
peraturan pemberian nama yang benar secara internasional dan penggolongan
saja, melainkan juga menentukan hubungan kekerabatan antar tumbuahan.
Taksonomi merupakan dasar dari ilmu-ilmu lain, tetapi
perkembangan taksonomi juga tergantung dari perkembangan ilmu-ilmu yang
lain. Dalam klasifikasi tumbuhan diperlukan adanya struktur morfologi,
anatomi, dan fisiologi tumbuhan Untuk mengidentifikasi jenis – jenis
tumbuhan . Tetapi untuk medalami taksonomi tumbuhan seseorang juga harus
mempunyai bekal pengetahuan lain seperti ilmu-ilmu kimia, statistika dan lain-
lain

9
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2010.Hubungan Taksonomi Dengan Ilmu Morfologi Dan Anatomi.


Diakses pada hari Minggu, 25 Maret 2018.

Aththorick, T.A dan siregar, E.S.2006.Buku Ajar Taksonomi Tumbuhan.


Medan FMIPA Universitas Sumatra utara.

Hasairin ashar.2010. Taksonomi Tumbuhan Berbiji. Bandung. Citapustaka


Media Perintis.

Tjitrosoepomo,gembong.2001. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta.


Universitas Gajah Mada.

10