Anda di halaman 1dari 39

KETERAMPILAN DASAR SEPAK TAKRAW

TUGAS CRITICAL BOOK REPORT

DISUSUN:

NAMA : ANANDA OKTARI

PRODI : PEND.KEPELATIHAN OLAHRAGA

KELAS : PKO C / 2017

NIM : 6173121007

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya penulis dapat
menyelesaikan makalah ini guna memenuhi dan melengkapi tugas Critical Jurnal Review.
Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik
pada teknis penuliasan maupun materi, mengingat kemampuan akan penulis. Untuk itu kritik
dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah ini.

Medan, 27 November 2018

Penullis

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Olahraga sepak takraw adalah transformasi dari permainan yang dalam bahasa
Melayu disebut SepakRaga (raga = keranjang), disebut Takraw dalam bahasa Thai, di
Filipina disebut Sipa, di Burma disebut Chinlone, di Laos disebut Kator. Catatan sejarah
terawal tentang sepak raga terdapat dalam sejarah Melayu. Ketika pemerintahan Sultan
Mansur Shah Ibni Almarhum Sultan Muzzaffar Shah (1459 - 1477).
Pada permainan Sepak Raga para pemain berdiri membentuk lingkaran dan
menggunakan bola yang terbuat dari rotan. Transformasi permainan ini terjaidi pada era
1940-an ketika permainan bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan
angka, serta para pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di
lapangan ganda badminton.
B. Tujuan
Tujuan penulisan Critical Book Report yaitu sebagai berikut :
1. Untuk mempermudah mengingat pelajaran.
2. Untuk menilai kualitas suatu buku.
3. Untuk mencari tiap Keunggulan dan Kekurangan penjelasan beberapa buku
tentang suatu permasalahan atau materi pelajaran.
C. Manfaat
Pembaca dapat mempertimbangkan buku yang akan digunakannya dan
sebagai bahan agar penulis buku dapat merevisi kelemahan dari bukunya.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Identitas Buku
Judul Buku : SEPAKTAKRAW
Pengarang Buku : IBRAHIM WIYAKA
Penerbit :-
Tahun Terbit : 2017
Kota Terbit : Medan
ISBN :-
Jumlah Halaman : 83 Halaman

A. BAB 1 ( PERKEMBANGAN SEPAK TAKRAW )


Menurut pemikiran yang didasarkan pada factor budaya bangsa dan keadaan alam
beserta hasilnya, sepak raga mulai dimainkan pada permulaan tahun 1400-an. Masa ini
adalah masa kejayaan kerajaan majapahit.
Sepak takraw dimainkan oleh 4-6 orang pemian yang berdiri melingkar, bola di sepak
melambung tinggi diarahkan kepada teman bermain untuk diterima dan dilambungkan lagi,
demikian sampai bolanya mati.
Sepak raga sebagai permainan rekreatif menunjukkan ketangkasan memakai kaki oleh
karena itu di sukai oleh remaja/ pemuda. Permainan ini cepat berkembang. Berdasarkan
buku “ PERMAINAN RAKYAT DAERAH SULAWESI SELATAN” daerah kerajaan gowa,
seorang pemuda belum dianggap “ Sukkuk” atau dewasa kalau belum bisa bermain sepa
raga engan baik.
Di berbagai daerah sepak raga dijadikan permainan yang dipertunjukkan bila ada
perhelatan negeri. Di Sulawesi selatan sepak raga merupakan permainan anak raja ( kaum
bangsawan) dan diberitakan dan dijadikan salah satu syarat oleh seorang gadis untuk memilih
pemuda pujaannya.
Dalam bahasa bugis permainan ini disebut “ Marraga” atau “ maddaga” dan dalam
bahasa makkasar disebbut “ akraga” sedangkan disumatera disebut “ bermain rago” , dan di
nusantara disebbut “ sepak raga” . di sri langka disebut “ raga” , di Filipina”sipa” , di
Thailand disebut “ takraw” , di laos “ kator” , dan di cina “ teng cwew” dan di Myanmar “
ching long “ di Malaysia dan di singapura “ Sepak raga “.

4
Pada tahun 1970, rombongan pemian sepak raga jaringan Malaysia berkunjung ke
Indonesia, dan memperagakan cara bermian sepak raga jarring “jala”. Rombongan Malaysia
berdemonstrasi di Jakarta, ujung pandang, pdang. Bebrapa bulan kemudian rombongan
pemain singapura berdemonstrasi di bandung, Surabaya, medan dan pekanbaru.
Tahun 1965, sepak raga pertama kali dimiankan di south east peninsular games ( SEAP
Games) ke-3. Ini adalah asal muasal permainan sepak takraw masuk SEA GAMES, ASEAN
GAMES dan saat itu pembentukan ASTAF ( asian sepak takraw federation).
Nama sepak raga jarring diganti dengan nama sepak takraw atas usul thailan pada
pembentukan ASTAF kata “sepak “ berasal dari bahasa melayu, sedangkan “takraw” berasal
dari bahasa thailan yang berarti bola.
Pada tahun 1971, diselenggarakannya kejurnas sepak takraw pertama yang diikuti
Sumatera utura, sumatera barat, riau dan Sulawesi selatan. Pada kesempatan ini dibentuk
persatuan sepak raga seluruh Indonesia ( PERSERASI) pada tanggal 16 maret 1971.
System berjejenjang mulai di cetuskan sejak tahun 1998 dengan dilangsungkannya
kejurwil di 4 wilayah di Indonesia yaitu:
1. Wilayah A :D.I. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera
Selatan, Bengkulu.
2. Wilayh B : Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan
selatan.
3. Wilayah C: Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT Dan NTB.
4. Wilayah D : Kaltim, Sulawesi utara, Sulawesi tengah, Sulawesi selatan, Sulawesi
tenggara, Maluku , dan irian jaya.
5. Dasar pembentukan kejurwil ini antara lain agar setiap daerah lebih berkompetisi
untuk bisa lolos ke even tingkat nasional. Criteria pengelompokan derah menurut
wilayah antara lain, kemudahan transportasi dan adanya daerah unggulan dari setiap
wilayah.

B. BAB 2 PERATURAN PERWASITAN SEPAK TAKRAW


PASAL 1
Dasar susunan perwasitan PERSETASI, peraturan disesuaikan dengan adanya tingkatan
pertandingan.
PASAL 2
Tingkat pertandingan/ kejuaraan
a. Tingkat nasional
5
1. Kejuaraan nasional.
2. Kejuaraan wilayah.
b. Tingkat daerah
1. Kejuaraan daerah.
2. Kejuaraan antar cabang.
c. Tingkat cabang
1. Kejuaraan cabang.
2. Kejuaraan antar perkumpulan.

PASAL 3
Golongan Wasit
a. Pertandinga pada pasal 2a di pimpin wasit nasional (S1) atau ASTAF
b. Pertandinga pada pasal 2b di pimpin wasit daerah tingkat 1 (S2)
c. Pertandingan pada pasal 2c di pimpin wasit daerah tingkat 2 (S3)

PASAL 4
Pimpinan pertandinan / kejuaraan
1. Pertandingan /kejuaraan tingkat Internasional di pimpin oleh wasit yang telah
memperoleh sertifikat ASTAF/ISTAF.
2. Pertandingan/ kejuaraan nasional , daerah tingkat 1 dan tingkat 2 di pimpin oleh wasit
pembantu yang telah di tetapkan olehkomisi perwasitan.
PASAL 5
Klasiifikasi wasit

1. Wasit ASTAF/ISTAF
2. Wasit nasional.
3. Wasit daerah tingkat 1 (S1)
4. Wasit daerah tingkat II (S2)

PASAL 6
6
Syarat-syarat wasit

1. Untuk menjadi wasit astaf/istaf harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan komisi
perwasitan ASTAF/ISTAF.
2. Untuk menjadi wasit daerah tingkat 1 dan 2 harus memenuhi persyaratan yang telah di
tetapkan oleh PB. PERSETASI.

PASAL 7
Sertifikat Wasit
Masa berlakunya sertifikat yang diberikan dalah 3 tahun setelah di tetapkannya. Tiga
bulan selama masa berlakunya berakhir, si pemillik mengajukan permohonan kepada PB
PERSETASI, PENGDA Yang bersangkkutan untuk memperoleh sertifikat baru.

PASAL 8
Promosi dan degradasi

PASAL 9
Tugas komisi perwasitan
Komisi perwasitan bertugas:
a. Registrasi dan heregistrasi.
b. Klasifikasi/ promosi/ degradasi wasit.
c. Ujian wasit.
d. Pemberhentian wasit.
e. Membentuk wasit, pembentuk wasit dalam sebuah pertandingan.
f. Mengadakan ceramah/ sminar, kursus maupun penataran wasit.
g. Menerbitkan brosur/ majalah mengenai perwasitan.

PASAL 10
Pakaian seragam, Badge dan kartu Wasit

PASAL 11
Piagam/ Tanda Penghargaan
7
Wasit nasional wasit daerah tingkat I, II yang secara terus menerus menjalankan
tugasnya selama 10 tahun atau lebih berhak mendapatkan piagam/ tanda penghargaan yang
diberikan oleh penguruss beras ataupun pengurus daerah.

PASAL 12
Biaya perjalanan

Wasit nasional atau pun wasit daeraah I, II Berhak menerima penggantian ongkos
perjalanan dan pengeluaran lainnya yang jumlahnya telah ditentukan/ disetujui pengurus
beras/ daerah.

PASAL 13
Hukuman

Seorang wasit dalam tugasnya mewasiti suatu pertandingan bilamana menemukan


perbuatan tercela ( menerima suang suap) dan yang bertentangan dengan jiwa keolahragaan ,
dapat diberi hukuman peringatan, skorsing atau diberhentikan sebagai wasit.

PASAL 14
Perpindahan /permukiman wasit

Wasit yang pindah tempat tinggal dari suatu daerah ke daerah lain, melaporkan
kepindahannya tersebuut kepada pengurus besar, pengurus daerah asal dan pengurus daerah
yang di tuju.

PASAL 15
Hal- hal lain

A. Hal-hal yang belum diatur dalam dalam peraturan ini akan ditentukan/diputuskan oleh
pengurus besar dan pengurus daerah PERSETASI yang berssangkutan.
B. Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
8
C. BAB III PERATURAN PERMAINAN SEPAK TAKRAW

A. Peraturan Permainan Sepak Takraw Tim/Regu

1. LAPANGAN

 Lapangan sepaktakraw seukuran dengan lapangan badminton; 13,40m x 6,10m


 Takraw dapat dimainkan di dalam gedung dan juga dapat di luar gedung (apabila
dimainkan didalam gedung maka tinggiloteng minimal 8 m dari lantai)
 Keempat sisi lapangan ditandai dengan/cat atau lakban yang lebarnya 4 cm, diukur
dari pinggir sebelah luar

1.2 Area bebas : adalah minimal 3 meter dari garis luar lapangan harus bebas rintangan. (lihat
gambar)

1.3 Center Line : adalah garis tengah dengan lebar 2 cm

1.4 Quarter Circle : adalah garis seperempat lingkaran dipojok garis tengah dengan radius 90
cm diukur dari garis sebelah dalam sbb:

1.5 The Service Circle : adalah lingkaran servis dengan radius 30cm berada ditengah
lapangan, jarak dari garis belakang 2,45 M dan jarak dari titik tengah garis lingkaran kegaris
tengah (centre line) 4,25 m, jarak titik tengah lingkaran adalah 3,05 meter dari kiri dan kanan
garis pinggir lapangan.

Tinggi tiang (sama dengan net)

 Putra

Tinggi net 1,55 meter dipinggir dan minimal 1,52 meter ditengah

9
 Putri

Tinggi net 1,45 meter dipinggir dan minimal 1,42 meter ditengah

 Kedudukan tiang 30 cm di luar garis pinggir

2. Net

 Net terbuat dari tali/benang kuat atau nilon, dimana tiap lubangnya lebar 6-8 cm
 Lebar net 70 cm dan panjang 6,10 meter

3. Bola Takraw

 Terbuat dari plastik (sytetic fibre) dimana awalnya adalah terbuat dari rotan
 Lingkaran 42-44 cm (putra) dan 43-45 cm (putri).
 Berat adalah 170-189 gr (putra) dan 150-160 gr (putri)

4. Pemain

4.1 Permainan ini dimainkan oleh dua “regu” masing-masing regu terdiri dari 3 orang
pemain, dan setiap regu dilengkapi dengan 1 (satu) pemain cadangan.

4.2 Satu dari 3 pemain di posisi belakang disebut Back atau “Tekong” (yang melakukan
Sepakmula)

4.3 Dua pemain berada didepan; yang sebelah kiri kita sebut “Apit Kiri” sebelah kanan
disebut “Apit Kanan”

5.Pakaian Pemain

5.1 Semua pemain putra diharuskan memakai pakaian kaos seragam yang berlengan T-shirt
dan bersepatu karet, dan untuk putri diharukan memakai kaos bundar leher serta celana
sebatas lutu. Tidak diperkenankan pemain memakai pakaian yang membahayakan lawan
selama pertandingan.

Catatan: Kecuali dalam kondisi cuaca dingin pemain diperkenankan memakai track suits.

5.2 Pakaian yang pantas untuk seorang pemain adalah yang menutupi badan sepeti baju
kaos/T-shirt (dipakai rapi/dimasukkan)

5.3 Pakaian pemain yang membantu kecepatan bola tidak diperbolehkan

5.4 Kapten regu harus memakai band tangan disebelah kiri

10
5.5 Semua pemain diharuskan memakai pakaian dengan nomor punggung yang tetap selama
Tournament

6. SUBTITUTION (Pergantian Pemain)

6.1 Setiap “Regu” hanya diperbolehkan sekali penggantian pemain dalam satu pertandingan.
(tidak diperkenankan penggantian pemain yang sama dalam 1 Tim pada Regu lain).

6.2 Penggantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati, melalui Tim
Manager/Pelatih yang disetujui oleh Official Referee.

6.3 Setiap Regu dapat menominasikan maximum 2 orang cadangan tetapi hanya melakukan
penggantian 1 kali dalam pertandingan yang berlangsung tersebut.

6.4 Pemain yang mendapat “Kartu Merah” dan dikeluarkan oleh wasit, dapat diganti dengan
ketentuan belum ada penggantian pemain sebelumnya

6.5 Suatu “REGU” apabila yang bermain kurang dari 3 (tiga) orang pemain, maka tidak boleh
melanjutkan permainan dan regu tersebut dinyatakan kalah.

7. OFFICIAL (PETUGAS PERTANDINGAN)

Suatu pertandingan resmi harus dipimpin Technical Official sebagai berikut:

 2 (dua) Technical Delegate


 6 (Enam) juri (Dewan hakim)
 1 (satu) Official Referee
 2 (dua) wasit (wasit utama dan wasit dua)
 6 (enam) penjaga garis/linesman’s (4 disisi lapangan dan 2 digaris belakang)

8. UNDIAN & PEMANASAN PEMAIN

 Sebelum permainan dimulai, wasit (official Referee) akan melakukan undian dalam
hal ini yang menang undian berhak memilih “sepakmula”atau”tempat”
 Regu yang menang undian akan pertama melakukan pemanasan selama 2 (dua) menit,
dan hanya 5 (lima) orang saja yang diperkenankan berada dilapangan pada saat pemanasan
serta hanya 2 (dua) bola yan dipakai Panitia

Catatan : Kombinasi dari 5 (lima) orang tersebut selama pemanasan diperbolehkan,sbb:

a. Pelatih/ass. Pelatih

b. 3 Pemain

9. POSISI PEMAIN PADA WAKTU SERVIS

11
9.1 Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada di lapangan masing-masing dalam
posisi siap bermain

9.2 Dalam melakukan sepakmula,salah satu dari kaki tekong berada dalam lingkaran sevis,
dan satu lagi diluar lingkaran untuk melakukan sepakmula

9.3 Kedua pemain apit ketika dilakukan servis, harus berada dalam seperempat lingkaran

9.4 Lawan atau Regu penerima servis bebas bergerak di dalam lapangan sendiri

10. PERMULAAN PERMAINAN & SEPAKMULA

10.1 Regu yang memilih Sepakmula pada waktu undian akan memulai permainan pada set I.
Pemenang set I akan memulai permainan pada set II

10.2 Pelambung harus segera melambungkan bola begitu wasit menyebut posisi angka jika
pemain mendahuluinnya maka lambungan bola harus diulang dan pemain tersebut mendapat
peringatan dari wasit

10.3 Bola harus disepak pada saat si pelambung melambungkan bola kepada “TEKONG”
begitu bola berhasil disepak dengan baik semua pemain baru boleh bebas bergerak di
lapangan sendiri

10.4 Sepakmula dinyatakan sah jika bola telah melewati net, baik menyentuh ataupun tidak
dan jatuh dilapangan lawan

11. KESALAH (BATAL)

11.1. Kesalahan pihak penyepakmula

11.1.1. Apit sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola kepada teman
sendiri, memantulkan, melemper dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.

11.1.2 Apit mengangkat kaki, menginjak garis,menyentuh atau melewati bawah net ketika
melakukan lambungan bola.

11.1.3 Tekong melompat saat melakukan servis, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran
atau menginjak garis lingkaran servis

11.1.4 Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya

12
11.1.5 Bola menyentuh salah seorang pemain (teman sendiri) sebelum bola melewati net

11.1.6 Bola jatuh diluar lapangan

11.1.7 Bola tidak melewati net

11.1.8 Pemain menggunakan tangan atau ke dua tangan bagian lengan untuk bantuan saat
melakukan servis walaupun tangan tidak terus langsung pengenaan bola tapi menyentuh
objek ketika melaksanakan servis

11.2. Kesalahan dipihak penerima servis dan sepakmula

11.2.1 Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti; (isyarat tangan, menggeretak, berusaha
keras dan membuat keributan).

11.3. Kesalahan pada kedua pihak

11.3.1 Ada pemain yang mengambil bola dilapangan lawan

11.3.2 Menginjak dan melewati satu telapak kaki garis tengah (centre line)

11.3.3 Ada pemain (perlengkapan sekalipun) melewati lapangan lawan, walaupun di atas/di
bawah net kecuali pada saat “The Follow through ball”

11.3.4 Mempermainkan bola lebih dari 3 kali

11.3.5 Bola mengenai tangan

11.3.6 Menahan/menjepit bola diantara lengan dan badan antara dua kaki atau badan

11.3.7 Ada bagian badan atau perlengkapan pemain seperti; sepatu, pengikat kepala dan lain-
lain, menyentuh net tiang, atau kursi wasit atau jatuh di lapangan lawan. Batal juga diberikan
kepada pemain yang menyentuh kursi wasit/linesman atau memegang pembatas sebelum
menendang bola

11.3.8 Bola mengenai loteng/atap atau dinding pembatas (objek lainnya)

11.3.9 Ada pemain sengaja memperlambat permainan yang tidak perlu (peringatan)

12. Sistem perhitungan angka

12.1 Apabila penerima servis, atau yang melakukan sepakmula terjadi kesalahan otomatis
akan peroleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi

13
12.2 Angka kemenangan setiap set maximum 21 angka,. Kecuali pada saat posisi angka 20-
20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih 2 angka sampai batas akhir 25 point, ketika
20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 point.

12.3 Memeberikan kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir set pertama/kedua
termasuk Tie Break

12.4 Apabila masing-masing regu memenangkan 1 set, maka permainan akan dilanjutkan
dengan set “Tea break” dengan 15 point, kecuali pada posisi 14-14, pemenang ditentukan
pada selisih 2 angka, sampai batas akhir angka 17.

13. Time Out

1 menit setiap set kepada wasit melalui Tim Manager atau pelatih (termasuk set “ie
break”),ketika bola mati. Selama time out hanya 5 orang yang diperbolehkan berada di garis
belakang/base line. (3 pemain dan 2 pelatih)

14. Penghentian Permainan Sementara

14.1 Wasit yang sedang memimpin pertandingan dapat menghentikan permainan sementara
yang disebabkan karena gangguan lapangan, gangguan keamanan, gangguan cuaca atau ada
pemain cedera dengan waktu lebih dari 5 menit

Apabila lebih dari 5 menit pemain tidak dapat melanjutkan permainan maka penggantian
pemain dapat dilakukan sepanjang belum ada penggantian sebelumnya

14.2 Pemain yang cidera diizinkan 5 menit sebagai injury time out setelah 5 menit pemain
tersebut tak dapat melanjutkan permainan, maka penggantian dapat dilakukan selama belum
terjadi penggantian sebelumnya.

14.3 Selama penghentian sementara, semua pemain tidak diperbolehkan meninggalkan


lapangan untuk menerima minuman/makanan atau bantuan lainnya.

15. Dicipline (tata tertib)

15.1 Setiap pemain harus mematuhi peraturan permainan

15.2 Selama permainan berlangsung, hanya kapten regu yang diperbolehkan berhubungan
dengan wasit, kecualu atas kehendak wasit

16. Pinalty (hukuman)

Pemain yang melanggar peraturan dibawah ini akan mendapat hukuman pernyataan dari
wasit apabila:

14
16.1 Memeperhatikan sikap tidak sopan kepada, pamain lain atau penonton juga kepada wasit
atas keputusan yang diambil

16.2 Menampakkan sikap tidak bersahabat dan tidak sopan

16.3 Menghubungi wasit yang bertugas secara kasar mengenai suatu keputusan yang diambil

16.4 Meninggalkan lapangan permainan tanpa permisi kepada wasit yang memimpin
pertandingan

16.5 Memberikan bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya
dengan kasar

16.6 Berkelakuan tidak sopan selama permainan

Catatan: wasit menggunakan kartu sebagai berikut:

Kartu Kuning – Peringatan

Kartu Merah -Pengusiran

Kartu Merah akan diberikan apabila:

a. Apabila pemain telah menerima kartu Kuning pada pertandingan yang sama

b. Sikap kasar (tidak sopan) seperti: memukul, menendang, meludah dll

c. Menggunakan kata-kata kotor atau caci maki

Catatan: pemain yang mendapat kartu merah, harus segera keluar lapangan sebagai ganjaran
indicipline

 Penggantian pemain diizinkan sesuai dengan peraturan butir (7.4)


 Pemain yang telah dikenai kartu merah tidak diizinkan bermain pada permainan
berikutnya sampai dikeluarkan keputusan lain Dewan hakim

17. Kelakuan buruk para Tim Official (Manager atau Pelatih)

Tindakan tat tertib diberikan kepada Tim Official karena

a. Melanggar tata tertib dan peraturan permainan

b. Mendukung tindakan pemainnya yang melanggar tata tertib dan peraturan permainan

c. Menganggu jalannya permainan

15
18. Umum

Wasit yang memimpin pertandingan bersama Official Referee akan menggunakan


kebijaksanaannya untuk menyelesaikan masalah yang belum tercantum dalam peraturan ini.
Keputusan Official Referee adalah mutlak (tidak dapat diganggu gugat)

A. PERATURAN PERMAINAN SEPAKTAKRAW DOUBLE REGU

Peraturan Sepaktakraw Double Regu sama dengan Peraturan Sepaktakraw kecuali yang
berubah adalah:
1. Service
 Dilaksanakan sendiri, dengan (lambung sendiri) dilakukan di sepanjang belakang
garis (base line).
 Servis dilakukan otomatis secara bergantian (rolling).
2. Lapangan
2.1. Lapangan Sepaktakraw seukuran dengan lapangan Badminton: 13,40 m x 6,10 m.
Takraw dapat dimainkan di dalam gedung dan juga dapat dimainkan di luar gedung (apabila
dimainkan di dalam gedung maka tinggi loteng minimal 8 m dari lantai).
2.2. Keempat sisi lapangan ditandai dengan/cat atau lakban yang lebarnya 4 cm, diukur dari
pinggir sebelah luar.
2.3. Area bebas : adalah minimal 3 meter dari garis luar lapangan harus bebas rintangan.
2.4. Centre Line : adalah garis tengah dengan lebar 2 cm.
3. Tinggi tiang (sama dengan net)
3.1. Putra:
Tinggi net 1,55 meter di pinggir dan minimal 1,52 meter di tengah.
3.2. Putri:
Tinggi net 1,45 meter di pinggir dan minimal 1,42 meter di tengah.
3.3. Kedudukan tiang 30 cm di luar garis pinggir.
4. Net:
4.1. Net terbuat dari tali/benang kuat atau nilon, di mana tiap lubangnya lebar 6 – 8 cm.
4.2. Lebar net 70 cm dan panjang 6,10 meter.
5. Bola Takraw
 Bola terbuat dari plastik (syntetic fibre) dimana awalnya adalah terbuat dari rotan.

16
 Lingkaran 42 – 44 cm (putra) dan 43 – 45 cm (putri).
 Berat adalah 170 – 180 gr (putra) dan 150 – 160 gr (putri).
 Bola takraw selain bola syntetic di atas dapat juga bola satu warna atau berwarna
warni, tetap bola tersebut tidak mempengaruhi penampulan/permainan atlit.
 Bola takraw dapat juga terbuat dari karet syntetic atau bahan karet melapisi lingkaran
bola yang disetujui oleh ISTAF pada setiap pertandingan.
 Semua kejuaraan Internasional regional mesti memakai bola yang telah disetujui oleh
ISTAF.
6. Pemain
6.1. Permainan ini dimainkan oleh dua “Regu” masing-masing regu terdiri dari 2 orang
pemain, dan setiap regu ditambah 1 (satu) pemain cadangan.
6.2. Salah satu pemain dari regu tersebut melakukan servis di garis belakang dengan cara
melambung sendiri bola tersebut saat melakukan servis disebut Tekong dan satu lagi di depan
sebagai penyerang.
6.3. Pemain yang tidak melakukan servis disebut juga tekong pilihan, kedua regu masing-
masing berada di dalam lapangan.
7. Pakaian Pemain
7.1. Semua pemain putra diharuskan memakai pakaian kaos seragam yang berlengan T-Shirt
dan bersepatu karet, dan untuk putri diharuskan memakai kaos bundar leher serta celana
sebatas lutut. Tidak diperkenankan pemain memakai pakaian yang membahayakan lawan
selama pertandingan.
Catatan: Kecuali dalam kondisi cuaca dingin pemain diperkenankan memakai track suits.
7.2. Pakain yang pantas untuk seorang pemain adalah yang menutupi badan seperti baju
kaos/T-shirt (dipakai rapi/dimasukkan).
7.3. Pakain pemain yang membantu kecepatan bola tidak diperbolehkan.
7.4. Kapten regu harus memakai band tangan di sebelah kiri.
7.5. Semua pemain diharuskan memakai pakaian dengan nomor punggung yang tetap
selama Tournament.
8. Subtitution (Penggantian Pemain)
8.1. Setiap “Regu” boleh melaksanakan penggantian pemain 2 kali dalam 1 set.
8.2. Penggantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati, melalui Tim
Manager/Pelatih yang disetujui oleh Official Referee, selama belum melewati 2 kali dalam

17
set tersebut. Pemain yang mendapat “Kartu Merah” dan dikeluarkan oleh wasit dapat diganti
dengan ketentuan belum ada penggantian pemain sebelumnya.
8.3. Setiap regu yang kurang dari 2 pemain tidak dapat melanjutkan pertandingan tersebut
dan dinyatakan kalah.
9. Official (Petugas Pertandingan)
Suatu pertandingan resmi harus dipimpin Technical Official sebagai berikut:
9.1. 2 (dua) Technical Delegate
9.2. 6 (enam) juri (Dewan Hakim)
9.3. 1 (satu) Official Referee
9.4. 2 (dua) Wasit (wasit utama dan wasit dua)
9.5. 6 (enam) penjaga garis/lineman’s (4 disisi lapangan dan 2 digaris belakang)
10. Undian & Pemanasan Pemain
10.1. Sebelum permainan dimulai, wasit (official referee) akan melakukan undian, dalam hal
ini yang menang undian berhak memilih “Sepakmula” atau “Tempat”.
11. Posisi Pemain pada Waktu Servis
11.1. Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada di lapangan masing-masing
dalam posisi siap bermain.
11.2. Dalam melakukan sepakmula, posisi tekong harus berada di belakang garis (base line),
dan melakukan servis dengan cara melambung bola sendiri.
11.3. Pemain yang tidak melakukan servis dapat mengambil posisi bebas di lapangan sendiri.
11.4. Lawan atau regu penerima servis bebas bergerak di dalam lapangan sendiri.
12. Permulaan Permainan & Sepakmula
12.1. Servis segera dilaksanakan apabila wasit telah menyebut posisi angka. Jika tekong telah
melambung bola sebelum wasit menyebut posisi angka, maka lambungan bola diulang dan
wasit akan memberi peringatan, apabila masih terulang maka diputuskan batal.
12.2. Ketika servis dilaksanakan saat tekong melakukan servis pemain akan bergerak di
lapangan masing-masing.
12.3. Servis dinyatakan sah apabila melewati net dan tidak melewati pita pembatas pada
kedua sisi lapangan.
12.4. Pemain melakukan servis otomatik akan dilaksanakan pergantian servis apabila terjadi
point atau tidak point.
13. Kesalahan (Batal)
13.1. Kesalahan pihak penyepakmula:

18
13.1.1. Tekong yang melakukan servis, memainkan bola, melemparkan bola kepada teman
sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
13.1.2. Pemain yang tidak melakukan servis dapat mengambil posisi yang sesuai yang
diinginkan dengan tidak membayangi/menghalangi pandangan lawan.
13.1.3. Tekong melompat ke dalam lapangan atau ketika kaki melewati garis belakang atau
dipinggir lapangan termasuk menyentuh garis belakang ketika melakukan servis.
13.1.4. Tekong tidak melakukan servis bola yang dilambung.
13.1.5. Bola menyentuh salah seorang pemain (teman sendiri) sebelum bola melewati net.
13.1.6. Bola jatuh di luar lapangan.
13.1.7. Bola tidak melewati net.
13.1.8. Pemain menggunakan tangan atau kedua tangan bagian lengan untuk bantuan saat
melakukan servis walaupun tangan tidak terus langsung pengenaan bola tapi menyentuh
objek ketika melaksanakan servis.
13.2. Kesalahan dipihak penerima servis dan sepak mula
13.2.1. Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti: (isyarat tangan, menggertak, bersuara
keras dan membuat keributan).
13.3. Kesalahan pada kedua pihak
13.3.1. Ada pemain yang mengambil bola di lapangan lawan.
13.3.2. Menginjak dan melewati satu telapak kaki garis tengah (centre line).
13.3.3. Ada pemain (perlengkapan sekalipun) melewati lapangan lawan, walaupun di atas/di
bawah net kecuali pada saat “The follow through ball”.
13.3.4. Mempermainkan bola lebih dari 3 kali.
13.3.5. Bola mengenai tangan.
13.3.6. Menahan/menjepit bola diantara lengan dan badan antara dua kaki atau badan.
13.3.7. Ada bagian badan atau perlengkapan pemain seperti: sepatu, pengikat kepala dan lain-
lain, menyentuh net tiang, atau kursi wasit atau jatuh di lapangan lawan. Batal juga diberikan
kepada pemain yang menyentuh kursi wasit/linesman atau memegang pembatas sebelum
menendang bola.
13.3.8. Bola mengenai loteng/atap atau dinding pembatas (objek lainnya).
13.3.9. Ada pemain sengaja memperlambat permainan yang tidak perlu (peringatan).
14. Sistem Perhitungan Angka
14.1. Apabila penerima servis, atau yang melakukan sepak mula terjadi kesalahan otomatis
akan peroleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi.

19
14.2. Angka kemenangan setiap set maximum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20 –
20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih 2 angka sampai batas akhir 25 point, ketika
20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 point.
14.3. Memberikan kesempatan istirahan 2 menit masing-masing pada akhir set pertama/kedua
termasuk Tie Break.
14.4. Apabila masing-masing regu memenangkan 1 set, maka permainan akan dilanjutkan
dengan set “Tea Break” dengan 15 point, kecuali pada posisi 14 – 14, pemenang ditentukan
pada selisih 2 angka, sampai batas akhir angka 17.
14.5. Sebelum set tie break dimulai, wasit II akan melakukan undian “Toss”. Regu yang
menang undian toss akan melakukan sepak mula pada saat tie break ini, pada
pertukarantempat pada set tie break akan dilakukan apabila salah satu Regu mencapai angka
8.
15. Time Out
Satu menit setiap set pertama pada angka 11 dan set kedua pada angka 11 termasuk tie break
angka 8, ketika bola mati. Selama time out hanya 5 orang yang diperbolehkan berada di garis
belakang/base line (3 pemain dan 2 pelatih).
16. Penghentian Permainan Sementara
16.1. Wasit yang sedang memimpin pertandingan dapat menghentikan permainan sementara
yang disebabkan karena: gangguan lapangan, gangguan keamanan, gangguan cuaca atau ada
pemain cedera dengan waktu tidak lebih dari 5 menit.
Apabila lebih dari 5 menit pemain tidak dapat melanjutkan permainan maka
penggantian pemain dapat dilakukan sepanjang belum diadakan penggantian sebelumnya.
16.2. Pemain yang cedera diizinkan 5 menit sebagai injury time out setelah 5 menit pemain
tersebut tak dapat melanjutkan permainan, maka penggantian dapat dilakukan selama belum
terjadi penggantian sebelumnya.
16.3. Selama penghentian semantara, semua pemain tidak diperbolehkan meninggalkan
lapangan untuk menerima minuman/makanan atau bantuan lainnya.
16.4. Apabila suatu pertandingan terhalang karena keadaan luar biasa sehingga pertandingan
tidak dapat diteruskan, maka pertandingan dapat ditunda sampai keadaan mengijinkan.
Adapun kedudukan angka dalam penundaan lebih dari 2 jam, kembali kosong-kosong
sedangkan set yang telah selesai tetap tidak berubah.
17. Decipline (Tata Tertib)
17.1. Setiap pemain harus mematuhi peraturan permainan.

20
17.2. Selama permainan berlangsung, hanya kapten regu yang diperbolehkan berhubungan
dengan wasit, kecuali atas kehendak wasit.

18. Pinalty (hukuman)


Pemain yang melanggar peraturan di bawah ini akan mendapat hukuman pernyataan dari
wasit apabila:
18.1. Memperlihatkan sikap tidak sopan kepada: pemain lain atau penonton juga kepada
wasit atas keputusan yang diambil.
18.2. Menampakkan sikap tidak bersahabat dan tidak sopan.
18.3. Menghubungi wasit yang bertugas secara kasar mengenai suatu keputusan yang
diambil.
18.4. Meninggalkan lapangan permainan tanpa permisi kepada wasit yang memimpin
pertandingan.
18.5. Memberikan bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya
dengan kasar.
18.6. Berlakukan tidak sopan selama permainan.
Catatan: Wasit menggunakan kartu sebagai berikut:
Kartu Kuning : Peringatan
Kartu Merah : Pengusiran
Kartu Merah akan diberikan apabila:
a. Apabila pemain telah menerima Kartu Kuning pada pertandingan yang sama.
b. Sikap kasar (tidak sopan) seperti: memukul, menendang, meludah, dll.
c. Menggunakan kata-kata kotor atau caci maki.
Catatan : Pemain yang mendapat kartu merah, harus segera keluar lapangan sebagai ganjaran
indicipline, dan pemain tersebut tidak boleh bermain selama kejuaraan berlangsung.
18.7. Penggantian pemain diizinkan sesuai dengan peraturan butir (7.4).
18.8. Pemain yang telah dikenai kartu merah tidak diizinkan bermain pada permainan
berikutnya sampai dikeluarkan keputusan lain Dewan hakim.
19. Kelakuan Buruk para Tim Official (Manager atau Pelatih)
Tindakan tata tertib juga diberikan kepada Tim Official karena:
a. Melanggar tata tertib dan peraturan permainan.
b. Mendukung pemainnya yang melanggar tata tertib dan peraturan permainan.
c. Mengganggu jalannya permainan.
21
20. Umum
Wasit yang memimpin pertandingan bersama Official Referee akan menggunakan
kebijaksanaannya untuk menyelesaikan masalah yang belum tercantum dalam peraturan ini.
Keputusan Official Referee adalah mutlak (tidak dapat diganggu gugat)
Syarat Mutlak yang Dimiliki oleh Wasit
Seorang wasit yang baik harus memenuhi syarat sbb:
20.1. Standar fisik dan kesegaran jasmani yang baik meliputi:
20.1.1. Mata (tidak berkacamata)
20.1.2. Pendengaran (tidak tuli)
20.2. Bermoral dan karakter yang baik
20.3. Menguasai peraturan permainan Sepaktakraw
20.4. Pemikiran yang profesional
20.5. Berdedikasi dan inisiatif
20.6. Percaya diri, daya fikir yang baik dan tepat dalam mengambil keputusan
20.7. Berjiwa kepemimpinan
20.8. Berkewajiban (comitment)
Good Moral Character meliputi:
20.8.1.1. Referee’s Personality/berkepribadian sebagai wasit
20.8.1.2. Sense of Responsibility/bertanggung jawab
20.8.1.3. Referee’s Qualities/berkualitas
20.8.1.4. Good Moral Character/berkepribadian baik
20.8.1.5. Behavior & courteous
20.8.1.6. Considerate & Sympathetic
20.8.1.7. Good Leadership
20.8.1.8. Perception & impression
20.8.1.9. Sharp memory
Langkah-Langkah Wasit dalam Memimpin Pertandingan
Wasit melaksakan prosedur sebagai berikut:
1. Memeriksa lapangan permainan, garis, tiang, net, bola, posisi kursi wasit dan letak kursi
linesman menurut peraturan.
2. Mengadakan briefing dengan para linesman tentang tugas dan tanggung jawab masing-
masing, serta bagaimana memberi isyarat: masuk atau keluar bila ditanya oleh wasit.
22
3. Memastikan regu yang mana melakukan sepak mula atau pilih tempat dan pemanasan
awal. (Regu yang melakukan sepak mula harus dicatat pada lembaran skor/score sheet).
4. Memeriksa pakaian pemain, mereka tidak diperbolehkan memakai: gelang, cincin, jam
dan gigi palsu. Hal tersebut dilarang demi keamanan.

5. Memperkenalkan:
5.1. Nama kejuaraan yang dipimpin.
5.2. Kategori untuk: Putra/Putri
5.3. Jenis pertandingan (Tim atau Regu atau Double Event)
5.4. Peserta yang bertanding
5.5. Wasit yang mengumumkan
5.6. (Set I, Set II, dan Tie Break) sebut mulai dari kanan.

C. PERATURAN PERMAINAN SEPAKTAKRAW HOOP


1. Lapangan
a) Lapangan Sepaktakraw Hoop dapat dimainkan dalam gedung dan dapat juga di luar
gedung dengan ukuran lapangan : diameter 4 m dan tebal garis 4 cm.
b) Apabila dimainkan di dalam gedung maka tingi loteng minimal 8 m dari lantai.
c) Di atas titik pertengahan lingkaran tergantung Hoop ( berupa lingkaran diameter 50 cm )
sebagai sasaran menghasilkan point.
2. Hoop ( sasaran point )
Terbuat dari 3 lubang lingkaran masing – masing 50 cm, dibentuk dalam segitiga dan terbuat
dari bahan besi dimana setiap lingkaran disertai dengan jarring identik dengan ring basket.
Untuk putri setinggi 4,50 meter, sedangkan putra setinggi 4,75 meter.
3. Bola
a) Bola terbuat dari plastic ( synthetic fibre ) dimana awalnya adalah terbuat dari rotan.
b) Lingkaran 42 – 44 cm ( putra ) dan 35 – 45 cm ( putri ).
c) Berat adalah 170 – 180 gr ( putra ) dan 150 – 160 gr ( putri ).
d) Bola takraw selain bola synthetic di atas dapat juga bola satu warna atau berwarna-warni,
tetapi bola tersebut tidak mempengaruhi penampilan / permainan atlet.
e) Bola takraw dapat juga terbuat dari karet synthetic atau bahan karet melapisi lingkaran
bola yang disetujui oleh ISTAF pada setiap pertandingan.
f) Semua kejuaraan internasional / regional harus memakai bola yang disetujui oleh ISTAF.
4. Pemain
a) Setiap tim terdiri dari 5 pemain ditambah 1 orang cadangan, nama pemain harus
dimasukkan dalam daftar minimal 30 menit sebelum pertantingan dimulai.
b) Hanya satu kali dilaksanakan pergantian pada saat terjadi injure atau alas an teknik. Nilai
yang telah didapat oleh pemain tergantikan akan dilanjutkan oleh pemain pengganti. ( pemain
pengganti melanjutkan skil tambahan berbeda dengan atlet yang digantikan ).
5. Pakaian Pemain
a) Pakaian putra diperkenankan memakai T-shirt dan sepatu olahraga yang beralaskan karet.
Untuk putri diperkenankan memakai T-shirt bundar leher atau T-shirt lengan panjang dan
sepatu beralaskan karet, celana sebatas lutut, dalam cuaca dingin diperbolehkan juga
memakai training spack.

23
b) Semua pemain berpakaian yang rapih dan dimasukkan ke dalam sisi pinggang.
c) Tidak diperkenankan pemain memakai pakaian yang menambah kecepatan bola.
d) Setiap captain diharuskan memakai tanda “captain” dipakai sebelah kiri.

6. Permulaan Permainan
a) Para pemain ( 5 orang ) masing – masing berdiri di luar lingkaran, mereka bebas bertukar
tempat ketika permainan berlangsung.
b) Setiap ti akan bermaian selama 30 menit.
c) Pada saat wasit memberi tanda mulai, seorang pemain akan melambungkan bola ke teman
lain untuk mulai sepak awal, diteruskan pemain lain selanjutnya dipassing masuk 3 lingkaran
di atas, sesuai keterampilan yang dimiliki ( lihat point 7 – 21 ).
d) Ketika bola dilambungkan, semua pemain berada diluar garis lingkaran, mereka bebas
bergerak diposisi masing-masing.
e) Permainan akan terhenti jika bola mengenai lantai atau berhasil memasukkan kedalam
keranjang.
f) Pemain yang membuat kesalahan akan memulai lambungan bola awal untuk memulai
permainan kembali.
g) Panitia dapat mengganti / menukar bola bila terjadi kesalahan dan bola menjauhi dari
pemain.
h) Pada saat permainan berlangsung semua pemain, bola tidak boleh mengenai tangan,
kecuali saat memulai permainan ( melambungkan bola ).
i) Bola dapat dilambungkan untuk memulai permainan bila hoop ( keranjang ) telah
dikembalikan ke posisi semula.
j) Bola otomatis akan dilambungkan apabila :
a. Bola mengenai tangan pemain
b. Bola masuk kedalam jarring ( terjadi point )
c. Bola mengenai rintangan loteng atau benda lain
7. Kesalahan / fault
a) Bola mengenai tangan pemain.
b) Pemain memainkan bola lebih dari 3 sentuhan.
c) Seorang pemain dengan sengaja menyentuh bola ketika permainan berlangsung.
8. Scoring / Penilaian
a) Setiap berhasil memasukkan bola ke dalam 3 lingkaran akan memperoleh nilai 10 dari 8
skill sentuhan.
a. Menggunakan sentuhan yang sama lebih dari 3 kali.
b. Menggunakan sentuhan di luar dari 8 sentuhan.
c. Sepakan / sentuhan pertama langsung menerima lambung bola.
d. Memasukkan bola ketika waktu sudah habis.
b) Peringkat penilaian sentuhan berdasarkan kesukaran
a. Kepala ( head ).
b. Sepak sila ( inside kick ).
c. Bahu ( shoulder ).
d. Paha / lutut ( knee kick ).
e. Sepak samping ( outside kick ).
f. Sepak silang ( outside kick ).
g. Sepak belakang ( Cross jump kick ).
h. Sepak punggung kaki.
9. Petugas Pertandingan
Pada setiap pertandingan akan dipimpin oleh :
a. Official Referee

24
b. Wasit utama ( 3 orang )
c. Timmer
d. Score sheet
e. Anuncer

D. BAB 4 TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAK TAKRAW


A. TEKNIK DASAR SEPAK TAKRAW
Permainan sepak takraw adalah memainkan bola tkraw dengan seluruh bagian
tubuh bagian anggota badan kecuali tangan.
1. Teknik sepakan
a. Sepak sila
b. Sepak kuda
c. Sepak cungkil
d. Sepak simpuh
e. Sepak mula ( service)
f. Sepak tapak (menapak)
2. Memaha (control paha)
3. Teknik mendada( control dada)
4. Teknik membahu( control bahu)
5. Teknik kepala ( sundulan kepala / heading)
6. Teknik smash :
a. Smash kedeng
b. Smash gulung
a. Smash gunting
7. Teknik tahanan (block)

1. Teknik sepakan.
A. Teknik melakukan sepak sila
 Sikap awal berdiri ddengan kedua kaki terbuka selebar bahu.
 Kaki pukul di gerakkan melipat( sila) setinggi kaki tumpu lutut dengan sumbu
pukulan pada pangkal paha, dan kiki tumpu rileks.
 Jarak bola terhadap badan dijaga tidak boleh lebih dari setengah lengan kita, karena
kita memukul dengan kaki sila.

25
 Bola dipukul dengan kaki bagian dalam dengan menghadap keatas pergelangan kaki
dilemaskan, agar tidak terjadi putaran saat dipukul.
 Badan sedikit dibungkukkan ke depan dan pandangan mata kearah bola.
 Kedua tangan dibengkokkan dearah situ dan dibuka disamping badan, hal ini untuk
menjaga keseimbangan badan.
 Pada saat perkenaan bola ( impact) pergelangna kaki ditegangkan dan kaki tumpu
tetap lurus.
 Bola disepak kearah atas sampai melewati kepala, tinggi reendahnya bola
tergantung pukuklan kaki.
Kesalahan umum saat melakukan sepak sila
 Kaki tumpuh tidak ditekuk sedikit.
 Saat perkenaan bola pergelangan kaki tidak dikeraskan.
 Sikap badan yang tidak bungkuk.
B. Teknik melakukan Sepak kura / kuda
 Sikap awal berdiri denga kaki dibuka selebar bahu.
 Begitu bola dating , lutut kaki sepak dibengkokkan sedikit
 Pandang tertuju kepada arah bola dating.
 Bola dipukul pad bagian bawahnya denngan punggung kaki(kura-kura) , saat
perkenaan bola pergelanga kaki dikencangkan agar bola dapat diarahkan dengan
baik dan tidak terjadi banyak putaran.
 Badan di unngkukkan sedikit dan kaki tumpuh di tekuk.
 Jarak antara bola dan badan di atur.
 Bola disepak ke atas setinggi lutut.
 Agar bola dapat dipukul k eats, maka saat perkenaan posisi punggung kaki lurus
datar.
 Kedua tanga dibuka di samping badan.

Kesalahan saat melakukan sepak kura/ kuda


 Saat perkenaan bola pergelanga kaki tidak dikeraskan akibatny apukulan tidak
bertenaga.
 Sikap badan saat melakukan pukulan terlalu bungkkuk .
 Bola dipukul diatas lutut atau kaki pukul yang terlalu naik mengejar bola yang
belum turun untuk saatny dipukul.

26
 Jarak badan dengan bola terlalu jauh, hingga bola tidak dapat dikendalikan.

C. Teknik melakukan sepak cungkil


 Sikap awal berdiri denga menggunakan kedua kaki dan dibuka selebar bahu
 Kaki sepak diluruskan atau dilunjurkan kerah bolah yang datang, saehingga ujung
kaki dan lutut ke atas setinggi lutut kakai tumpu menuju kearah datangnya bola.
 Bola dipukul dengan bagian atas ujunhg kaki sepak pada bagian bawah bola.
 Pandangan mata ke arah datangnya bola.
 Kedua tangan di buka disamping badan
 Bola di sepak lurus keatas setinggi bahu atau kepaala untuk tindak lanjut.
Kesalahan dalam melakukan sepak cungkil
 Tidak mengantisipasi jarak antara datangnya bola dengan jangkauan kaki,
sehingga bola terlalu jauh atau bahkan terlalu dekat dengan badan.
 Saat perkenaan bola pergelanngan kaki tidak dikeraskan.

D. Teknik melakukan sepak badek/ sepak simpuh


 Sikap siap denga kedua kaki dibuka selebar bahu
 Kaki pukul digerakkan keluar dengan sumbu putar pada paha dengan
menghadapkan sampining luar kiri ke atas kea rah bola.
 Tinggi gerakan kaki tidak melebihi lutut.
 Jarak bola dengan badan tetap diatur.
 Perkenaan bola pada bagain bawahnya, dipukul dengan kaki bagaian luar.
 Untuk keseimbangan badan di condongkan sedikit kearah berlawanan dari kaki
yang digunalkan untuk memukul bola.
 Tangan agak ditekuk sedikit paada siku dibuka di samping badan. Untuk badan
keseimbangan.
 Pandangan tertuju pada arah datangnya bola.

Kesalahan dalam melakukan sepak bedek/ sepak simpuh


 Tidak mengantisipas antara jarak kaki dan datangnya bola.
 Saat perkenaan bola kaki tidak menghadap keatas, akibantnya adrah
 pukulan bola kedepan.

27
 Sikap bakap badan tidak dicondongkan saat bergerak kesamping memukkul bola.

E. Sepak mula ( servis)


Teknik melakukan sepak mula (servis ) atas dan bawah
 Berdiri dengan salah satu kaki berada didalam lingkaran servis atau sebagai kaki
tumpu.
 Salah satu lengna menunjukkan permintaan bola yang akan dilambungkan oleh
apit sebagai pelambung.
 Saat bola dating kaki pukul diayun dari bawah keatas menyongsong bola.
Perkenaan bola dengan kaki bagian dalam.( untuk servis bawah)
 Saat bola mencapai titik ketinggian yang diinginkan, kaki pukul diayunkan kea
rah bola dibantu dengan kaki tumpu jinjit, pukulan dilakukan eksplosif di atas
kepala, sehingga pukulan menukkik tajam ke lapangan lawan.( untuk servis atas)
 Pada saat pukulan, perkenaan kaki dengan bola adalah bagian punggung atau
telapak kaki.
 Hendaklah jangkauan kaki di optimalkan dengan melurusakan kaki tumpu dan
kaki pukul sebagai kesatuan.
Kesalahan dalam melakukan servis atas dan bawah
 Kaki tumpuh tidak dihadapkan ke pelambung, sehingga bola gerak melambat.
 Kaki pukul tidak dikeraskan pada pergelangan kaki, akibatnya pukulan tidak
bertenaga.
 Kaki tumpu atau kaki pukul menginjak garis.

F. Teknik melakukan Sepak tapak


 Sikap awal berdiri dengan menggunkan dua kaki selebar bahu
 Atur jarak bola dengan badan.
 Kaki sepak diangkat tinggi dengan lutut agak dibengkokkan, telapak kaki
dipukulkan kebola, diusahakan kaki jangan mengenai net.
 Pandangan mata kearah bola.
 Kaki tumpu dibengkokkan sedikit, kedua tangan dibuka di samping badan.
 Badan dicondongkan atau ditarik sedikit kearah belakang.

28
Kesalahan dalam melakukan sepak tapak
 Jarak bola dengan jangkauan kaki terlalu jauh atau sebaliknya terlalu dekat.
 Kaki pukul ditekuk sehingga pukulan tidak tajam ke bawah.
 Kaki pukul tidak ditahan tapi dilepasakan sehingga menyentuh net.

2. Teknik memaha / control paha


 Sikap awal berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu
 Bol ayang dating disambut dengan kaki diangkat k eats dengan caara lutut di
tekuk dan paha rata air tidak melebihi pinggang.
 Kaki tumpu ditekuk sedikit dan berat badan barada pada kaki tumpu
 Kedua tanga berada disamping badan.
 Pandangan kearah datanya bola
 Menempatkan atau memasukkan pada dibawah bola , perkenaan bola di tengah
paha tidak pada pangkal.
 Bola yang dikontrol diarahkan ke atas agar dapat dikuasai lebih lanjut.
Kesalahan dalam melakukan control paha:
 Terlambat menempatkan paha dibawah bola
 Perkenaan bola terlalu ke ujung paha(lutut) sehingga tidak dapat diarahkan.
 Kaki tumpu tidak sedikit ditekuk akibatnya tidak ada tenaga dorongan ke atas
paha saat mengontrol dengan paha.
3. Teknik mendada/ control dada
 Sikap awal berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu
 Bola yang datang disambut dengan memasukkan badan/dada dibawah bola.
 Kaki tumpu ditekuk sedikit dan berat badan barada pada kaki tumpu
 Kedua tanga berada disamping badan.
 Pandangan kearah datanya bola
 Menempatkan atau memasukkan pada dada kanan ataupun kiri.
 Bola yang dikontrol diarahkan ke atas agar dapat dikuasai lebih lanjut.

29
Kesalahan dalam melakukan control dada:
 Terlambat menempatkan dada di bawah bola
 Perkenaan bola tidak pada bidang yang luas tetapi pada tengah dada.
 Control tidak dengan menaikkan dada k eats, akibatnya bola cepat jatuh ke lantai.

4. Teknik membahu / control bahu


 Sikap awal berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu
 Bahu digerakkan k eats saat bola datang.
 Kedua tanga berada disamping badan.
 Pandangan kearah datanya bola
 Menempatkan atau memasukkan bola pada bagian depan bahu, posisi bahu
denga keadaan datar agar bola dapat memantul dengan baik.
 Bola yang dikontrol diarahkan ke atas agar dapat dikuasai lebih lanjut.

Kesalahan umum dalam control bahu.


 Perkenaan pada bahu tidak pada bahu lengan , tetapi ujung bahu( pangkal bahu)
atau pangkal leher, sehingga bol atidak dapat dioarahkan sesuai harapan.

5. Teknik melakukan menyundul bola/ main kepala


 Sikap awal berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu
 Begitu bola dating tempatkan badan/kepala di bawah bola dengan menekkuk
kedua kaki pada lutut yang tidak terlalu dalam.
 Kedua tanga berada disamping badan.
 Pandangan kearah datanya bola
 Posisi kedua kaki dapat dilakukan sejajar atau salah satu kaki di depan yang lain
dibelakang.
 Untuk bola keras dari lawan tabnpa diberi dorongan oleh kedua kaki, tetapi pada
bola lemah dooromngan dibantu denngan meluruskan tumit.
 Bola yang dikontrol diarahkan ke atas agar dapat dikuasai lebih lanjut.
 Perkenaan bola di dahi.

Kesalahan dalam melakukan control bola

30
 Terlambat menempatkan badan /kepala di bawah bola.
 Perkenaan bola tidak di bagian dahi.
 Leher tidak dikencangkan saat perkenaan bola, sehingga sundulan tidak bertenaga.
 Kedua lutut tidak diketuk, sehingga tidak mengeper dan tenaga dorongan lemah.

6. Teknik Smash
1. Teknik melakukan smash gulung(salto)
 Sikap awal membelakangi net, awalan harus dilakukan dengan cepat dengan
melangkah kearah datangnya bola.
 Menoleh keatas dengan tumpuhan satu pada satu kaki terlebih dahulu kemudian
merendahkan badan dengan jalan menekuk lutut agar ke bawah. Tolakan kaki
tumpu k etas secara eksflosif dengan bantuan kedua tangan .
 Setelah menolak, badan berputar melakukan gerakan salto (guling ke belakang)
diikuti dengan kaki tumpu ditarik keatas untuk menjemput bola yang akan
dipukul.
 Pukulan dilakukan dengan punggung kaki saat bola berada pada titik ketinggian
jangkauan kaki.
 Setelah melakukan pukulan, kepala badan tunngkai berputar ke belakang bawah
dan mendarat dengan kedua kaki.
 Kecepatan gerak putaran di udara dipengaruhi oleh timing bola dan kaki pukul.

Kesalahan umumnya:
 Timing antara datangnya bola dengan lompopatan. Terkadang pemian terlalu
cepat melompat sebelum bola sampai ke titik ketingian.
 Putaran badan di udara yang kadang terlalu cepat atau sebaliknya.

2. Teknik melakukan smash kedeng


 Sikap awal berdiri membelakangi net, awalan harus dilakukan dnegan cepat.
 Menoleh keatas dengan tumpuhan satu pada satu kaki terlebih dahulu kemudian
merendahkan badan dengan jalan menekuk lutut agar ke bawah. Tolakan kaki
tumpu k etas secara eksflosif dengan bantuan kedua tangan .

31
 Luruskan tungkai sarta putar pinggang, panggul, bahu ke arah dalam kemudian
lakukan smash dengan punggung kaki atau punggung kaki bagian luar dibantu
dengan putaran pinggang dan panggul.
 Gerakan ikutan dimulai dari tungkai, punggung, dan bahu lengan secara
bersamaan berputar kearah luar, kemudian tungkai ditarik kebawah dan mendarat
dengan kedua kaki.

Kesalahan umunya:
 Timing antara datangnya bola dengan lompopatan. Terkadang pemian terlalu
cepat melompat sebelum bola sampai ke titik ketingian.
 Penempatan bola tidak di atas bahu kiri atau kanan sementara pemain tidak
memiliki fleksibilitas yang baik pada tungkai.
 Pemain terlambat mendaratkan kaki kiri terlebih dahulu kalau dia samah dengan
kaki kanan.

3. Teknik melakukan smash gunting


 Pada awalan tolakan sama denga smash gulung
 Setelah melakukan tolakan denga kaki tumpuhan secara ekspositif, kaki tumpuh
secepatnya menjemput bola. Bersamaan dengan melakukan smash dan diputar ke
samping dan gerakan tungkai saat kaki menyepak bola menyerupai gerakan
menggunting.
 Gerakan ikutan dimulai dari tungkai, punggung, bahu dan lengan secara
bersamaan berputar kea rah luar, kemudian tunngkai ditarik kebawah den
mendarat dengan kedua kaki dalam keadaan mengoper.

Kesalahan umumnya:
 Awalan smash yang di lakukan denga posisi lompatan badan menyamping
sehingga cenderung terjadinya pukulan memotong yang mengakibatkan timing
yang kurang pas.
 Lompatan dengan kondisi putaran badan berada diudara dalam keadaan
menyimpang sehingga dapat memicu posis kaki yang digunakan untuk men-
smesh terkena net.

32
7. Teknik melakukan bloc atau menahan.
 Awalan dilakukan dengan bergerak ke dekat net bersamaan dengan pemian
lawan yang akan melakukan smash.
 Block dapat dilakukan dengan awalan ataupun tanpa awalan.
 Pemian yang melakukan block membelakangi net, melompat tinggi di atas net
kearah bola dan pemain lawan yang melakukan smash.
 Meluruskan dan membentangkan tungkai diatas net menegjar bola agar bola yang
di smash dapat di tahan.
 Perkenaan saat melakukan block adalah kaki, betis bagian samping paha dan
punggung badan.
 Setelah memblock pendaratan dilakukan dengan mendaratkan kedua kaki
bersamaan mengoper.

E. BAB V TES KETERAMPILAN SEPAK TAKRAW

Bab V ini akan menjelaskan tentang tes keterampilan sepak takraw. Tes keterampilan
sepak takraw ini berdasarkan hasil suatu penelitian mahasiswa fpok universitas pendidikan
Indonesia

Dari beberapa teknik dasar sepak takraw yang sudah dipelajari apakah peserta didik
setelah mengalami proses pelatihan keterampilan dasar dominan dalam permainan sepak
takraw terdapat peningkatan atau tidak maka seseorang guru perlu melakukan suatu evaluasi
dengan menggunakan suatu tes keterampilan sepak takraw yang memenuhi syarat-syarat
suatu tes keterampilan yang valid dan reliabel. Memang belum banyak diketahui validitas dan
realibitas tes keterampilan sepak takraw. Oleh karena itu tes keterampilan sepak takraw
berikut ini sudah melalui uji coba penelitian menunjukkan bahwa tes keterampilan sepak
takraw tingkat daya beli tas 0,78 dan validitas 0,99.

Tes keterampilan sepak takraw terdiri dari butir tes berikut:

1. Tes Service

2. Tes Kontrol Bola (Ball Control)

3. Tes Operan (Passing)

4. Tes Smash

Pertunjukan administrasi pelaksanaan dari masing-masing butir tes keterampilan


sepak takraw sebagai berikut

33
1. Tes servis

A. Tujuan

Mengukur keterampilan service

B. Alat/fasilitas

1. Lapangan Bermain Sepaktakraw

2. Beberapa Buah Bola Sepak Takraw

3. Net Sepak Takraw

4. Tali Yang Direntnagkan Setinggi 20cm Dari Atas Net

5. Stop Watch

6. Formukir Pencatat Skor

7. Seorang Pelambung Bola

C. Pelaksanaan tes

1. Skor Diambil Dari Skor Yang Terdapat Di Daerah Sasaran Di Mana Bola Jatuh Dan
Waktu Kecepatan Bola Jatuh Ke Daerah Sasaran

2. Bola Melewati Di Bawah Tali Hasil Dikalikan Dengan Skor Daerah Di Mana Bola
Jatuh Di Petak Lapangan

3. Stopwatch Dijalankan Pada Waktu Bola Tersentuh Kaki Dan Dihentikan Pada Saat
Bola Menyentuh Lantai Waktunya Dicatat

4. Jika Bola Jatuh Tepat Pada Garis Yang Membatasi Dua Petak Sasaran Maka Skor
Yang Dicatat Adalah Angka Yang Tertinggi

5. Bola Yang Terkena Net Atau Pun Keluar Dari Lapangan Permainan Tidak Dinilai

6. Skor Keseluruhan Diperoleh Dengan Cara Menjumlahkan Skor

2. Tes kontrol (ball control)

A. Tujuan

Mengukur keterampilan mengontrol bola

34
B. Alat/fasilitas

1. Sebuah Bola Sepaktakraw

2. Stop Watch

3. Lapangan Yang Rata

4. Petugas Pelaksana : Pencatat Dan Penghitung Jumlah Kawalan Bola, Pencatat Waktu

C. Pelaksanaan tes

1. Bola Dikontrol Dengan Menggunakan Sepak Sila Bagian Dalam Kaki Atau Dengan
Kepala Saja

2. Boleh Nggak Tuku Tanah Dapat Dimainkan Lagi Tapi Penghitungan Skor Pada
Sepakan Kedua Dihitung Dari Awal Dan Berlaku Pada Setiap Kali Setelah Bola Jatuh
Sampai Waktu Yang Tersedia Habis

3. Kontrol Bola Yang Dihitung Harus Setinggi Dada

4. Luas Lapangan Untuk Tes Control Tidak Di Batas

5. Waktu Yang Dibatasi Selama 1 Menit

D. Penilaian

1. Skor Diambil Dari Jumlah Kontrol Yang Dapat Dilakukan Selama 1 Menit

2. Setiap 3 Kali Sepakan Dihitung Dengan Nilai 1 Dan Seterusnya

3. Sepakan Yang Tidak Setinggi Dada Tidak Akan Dihitung

4. Skor Keseluruhan Dihitung Dengan Cara Menjumlahkan Ke Semua Skor Kontrol


Yang Telah Dibagi Dengan 3

3. Tes Operan ( Passing)

A. Tujuan

Mengukur keterampilan mengoper bola

1. Alat/Fasilitas Yang Diperlukan

B. Beberapa Bola Sepak Takraw

35
2. Tali Direntangkan Setinggi 250 Cm Dari Lantai

3. Net Sepak Takraw

4. Lapangan Bermain Sepak Takraw

5. Petugas Pelaksana Menghitung Jumlah Nilai Pencatat Nilai Dan Pelambung Bola

C. Pelaksanaan tes

1. Subjek Berdiri Di Atas Garis Serang Yang Telah Ditetapkan

2. Seorang Pelambung Bola Dari Daerah Lawan Melambungkan Bola Kepada Subjek
Melewati Atas Net

3. Subject Mengkontrol Bola Satu Kali Dahulu Kemudian Barulah Melakukan Operan
Dengan Menggunakan Sepak Sila

4. Operan Yang Dilakukan Harus Melewati Tali Yang Direntangkan Dan Bola Jatuh
Pada Daerah Serang Yang Mempunyai Nilai

5. Setiap Subjek Diberikan Kesempatan Melakukan 5 Kali Operan

D. Cara penilaian

1. Skor Diambil Dari Yang Terdapat Dimana Bola Jatuh Di Daerah Sasaran Dengan
Syarat Bola Tersebut Harus Melewati Tali Yang Direntangkan

2. Operan Bola Yang Tidak Melewati Tali Dan Tidak Jatuh Di Daerah Serang Dinilai 1
Dengan Syarat Bola Yang Melambung Melebihi Titik Ketinggian Tali Dan Jatuh
Mendekati Garis Serang

3. Operan Melewati Net Tidak Akan Nilai

4. Skor Keseluruhan Diperoleh Dengan Cara Menjumlahkan Kesemua Scores Sasaran


Dari 5 Kali Kesempatan Melakukan Operan

4. Tes Smash

A. Tujuan

Mengukur keterampilab smash

B. Alat Fasilitas

1. Lapangan Bermain Sepak Takraw

36
2. Beberapa Bola Sepak Takraw

3. Stop Watch

4. Petugas Pelaksana : Penghitung Waktu, Pencatat Dan Penghitung Nilai

C. Pelaksanaan Tes

1. Subjek Mengambil Tempat Di Depan Net Dan Siap Melakukan Smash

2. Bola Dilambungkan Ke Arah Subjek Berdasarkan Keinginan Yang Dikehendaki


Biasanya Setinggi 3 Meter Di Udara Dekat Net

3. Subjek Akan Melompat Dan Melakukan Smash Bola Melewati Atas Net Ke
Lapangan Lawan

4. Setiap Subjek Diberi 5 Kali Kesempatan

D. Cara menskor

1. Stopwatch Dijalankan Pada Waktu Bola Disentuh Kaki Subjek Yang Melakukan
Smash Dan Dihentikan Pada Saat Bola Menyentuh Lantai

2. Skor Diambil Dari Skor Yang Terdapat Di Daerah Sasaran Dimana Bola Jatuh Dan
Waktunya Kecepatan Bola Jatuh Ke Daerah Sasaran

3. Jika Bola Jatuh Tepat Pada Garis Yang Membatasi Dua Petak Sasaran Maka Skor
Yang Dicatat Adalah Yang Paling Tinggi

4. Skor Keseluruhan Diperoleh Dengan Cara Menjumlahkan Skor Sasaran Dengan Skor
Waktu Dari 5 Kali Kesempatan Melakukan Smash

37
BAB III

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU

KELEBIHAN KELEMAHAN
1. Materi dalam buku ini dijelaskan secara Ada sebagian kalimat yang mungkin bagi
beruntut sehingga terlihat keterkaitan yang saya lurang dimengerti.
jelas antar materi pada bab berikut dengan Mungkin itu saja karna menurut saya buuku
bab sebelumnya. ini sudah sangat jelas menjelaskan tentak
2. Materi yang diajarkan dalam setiap bab teknik dasarnya.
merupakam materii yang cukup nanuak dan
lengkap.
3. Aspek-aspek pengetahuan mengenai
pengertian sepat takraw dan bagaimana
permainannya

38
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Sepak takraw adalah suatu permainan yang menggunakan bola yang terbuat dari rotan
atau fiber. Dimainkan diatas lapangan yang berukuran panjang 13,42 m dan lebar 6.10 m
Memperhatikan perkembangan olahraga sepak takraw sekarang ini , besar harapan
prestasi cabang olahraga sepak takraw dimasa mendatang cukup cerah , karena olahraga
ini sudah mulai diperhatikan oleh berbagai pihak walaupun belum seperti cabang
olahraga lainnya.
B. Saran
Semoga prestasi dibidang olahraga sepak takraw ini sudah bisa ditingkatkan lebih
baik lagi dan untuk itu semua pihak harus mendukung olahraga ini agar bisa berkembang
dan banyak generasi muda yang bisa mengukir prestasinya dibidang olahraga ini maupun
yang lainnya.

39